cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Pengaruh Pola Asuh Authoritative dan Konformitas Teman Sebaya Terhadap Problematic Online Game Use (POGU) pada Pelajar SMP “X” Semarang Linayaningsih, Fitria; Virgonita, MulyaI.W
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.928 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.144

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh Authoritative dan konformitas Teman Sebaya dengan Problematic Online Game Use (POGU).  Definisi Problematic Online Game Use (POGU) yaitu perilaku bermain game online yang menyebabkan gangguan pada aspek psikologis, sosial, dan pekerjaan atau sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, subyek penelitian ini adalah siswa SMP “X” Semarang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Problematic Online Game Use (POGU), Skala Pola Asuh Authoritative dan Skala Konformitas Teman Sebaya. Metode analisa data menggunakan analisis regresi dua prediktor. Analisa data menunjukkan hasil 0,207 ( p ≥ 0,05 ) = tidak signifikan, yang berarti tidak ada korelasi antara pola asuh authoritative dan konformitas teman sebaya terhadap Problematic Online Game Use. Pola asuh dan konformitas teman sebaya hanya mendorong  awal munculnya perilaku ini, tetapi muncul perilaku yang bermasalah karena individu menemukan kepuasan  dan tantangan dalam online game.Kata kunci : konformitas teman sebaya, pola asuh authoritative, Problematic Online Game Use (POGU)
PERILAKU SEKSUAL REMAJA DITINJAU DARI EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA DAN KONTROL DIRI DI SMA 5 SURAKARTA Supratiwi, Mahardika; Makmuroch, .; Andayani, Tri Rejeki
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.587 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.45

Abstract

Fenomena perilaku seksual remaja seperti maraknya pergaulan bebas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Aktifnya hormon-hormon seksual pada remaja diikuti rasa ingin tahu yang besar mendorong remaja untuk mencari informasi mengenai seksualitas melalui berbagai sumber. Informasi tentang seksualitas yang kurang tepat dapat mendorong remaja untuk melakukan perilaku seksual remaja. Pemberian informasi yang tepat mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi pada masa remaja dan cara mengatasinya dapat diberikan melalui pihak orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja di SMA N 5 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA N 5 Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster stratified random sampling. Metode pengambilan data menggunakan Kuesioner Perilaku Seksual Remaja, Skala Efektivitas Komunikasi dengan Orang Tua, dan Skala Kontrol Diri. Indeks daya beda aitem Skala Efektivitas Komunikasi dengan Orang Tua adalah 0,229 sampai dengan 0,684 dan reliabilitasnya 0,914. Indeks daya beda aitem Skala Kontrol Diri adalah 0,237 sampai dengan 0,587 dan reliabilitasnya 0,793. Indeks daya beda aitem Kuesioner Perilaku Seksual Remaja adalah 0,592 sampai dengan 0,889 dan reliabilitasnya 0,905. Pada penelitian ini, dilakukan konversi data sebanyak dua kali pada variabel tergantung, yaitu konversi data interval menjadi ordinal dan konversi data ordinal menjadi data nominal. Konversi data interval ke ordinal dilakukan karena cara skoring kurang dapat menggambarkan tingkatan perilaku seksual remaja yang ingin diukur. Data ordinal menyebabkan data tidak dapat dianalisis sesuai dengan rencana awal penelitian, yaitu menggunakan analisis Regresi Linear Ganda. Berkaitan dengan hal tersebut, selanjutnya dilakukan konversi data menjadi data nominal yang dikotomus untuk menyesuaikan dengan analisis Regresi Logistik Biner. Hasil pengolahan data diperoleh angka korelasi antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja adalah -0,588; p=0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja di SMA N 5 Surakarta.   Kata kunci: perilaku seksual remaja, efektivitas komunikasi dengan orang tua, kontrol diri, remaja
MEMBINA KELUARGA HARMONIS DALAM MENCIPTAKAN MASYARAKAT MADANI Lilik, Salmah
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.892 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.68

Abstract

Dalam pembangunan bangsa di era globalisasi ini Indonesia tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh dari negara-negara lain yang baik dibidang ekonomi, budaya, informasi, media massa, hiburan, barang, jasa, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dalam hal ini antara daerah atau negara satu dan lainnya adalah bagian dari perkembangan yang lebih luas, serta berhubungan satu sama lain. Dr. Suyatno Kartodirjo menyatakan bahwa dalam globalisasi prosesnya sedemikian kompleks dan cepat perkembangnnya yang dapat mendorong perubahan ide-ide, lembaga-lembaga, pranata-pranata dan nilai-nilai social budaya. Adapun dampak globalisasi termasuk pula dalam perubahan perilaku, gaya hidup, struktur masyarakat, yang menuju kearah persamaan global, dengan menembus batas etnik, agama, daerah, wilayah dan negara. Dampak globalisasi dapat bersifat positif maupun negatif,; dampak yang positif membutuhkan dukungan dari masyarakat yang berupa nilai sikap dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan baru yang yang dikehendaki. Dan akan menyebar keseluruh penjuru dunia. Dengan adanya pengaruh globalisasi maka terdapat perseran peran wanita yang dahulu karena wanita memeliki kemampuan reproduksi maka wanita dalam hal ini bertugas/ bekerja dalam rumah tangga, berfungsi sebagai ibu rumah tangga; konsep perbedaan biologis antara pria dan wanita yang berdampak pula pada dunia kerja. Hal ini dipandang sangat merugikan bagi peranan dan kedudukan wanita di masyarakat. Permasalahan dalam masyarakat yang muncul adalah Kemitra sejajaran pria dan wanita yang harmonis belum terwujud. Karena salah persepsi terhadap kemitraan dan kesejajaran pria dan wanirta maka masing-masing pasangan melangkah sesuai dengan keinginan masing-masing, mencari pelampiasan atas ketidak adilan dan ketidakpuasan yang dirasakan dalam hidup. Salah satu sebabnya adalah persepsi kemitra scjajasan pria dan wanita yang kurang tepat atau salah akan memicu berbagai macam konflik-konflik seperti konflik peran, krisis harga diri, selingkuh dan bahkan tidak jarang pula dengan diikuti keluarga pecah serta anak/ remaja berperilaku delikuen yang menjadikan permasalahan bagi masyarakat yang mengakibatkan kekejaman, perilaku tak bermoral muncul dan tingkat kejahatan meningkat. Oleh karena itu pemerintah dalam pembangunan bangsa, salah satu aspek yang menjadi sasaran yang penting adalah sosialisasi kemitra sejajaran pria dan wanita yang akan mencoba meletakkan kembali persepsi kemitra sejajaran pria dan wanita. Dengan menciptakan keluarga harmonis dan madani yang mampu membentuk masyarakat madani sebagai wadah pembentukan generasi penerus.
Hubungan antara Kepemimpinan yang Melayani dan Internal Locus of Control dengan Komitmen Organisasi pada Guru di SMK Ganesha Tama Boyolali Dwi Puspa, Mita; Nanda Priyatama, Aditya; Arya Satwika, Pratista
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.97 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.100

Abstract

Hubungan antara Kepemimpinan yang Melayani dan Internal Locus of Control dengan Komitmen Organisasi pada Guru di SMK Ganesha Tama Boyolali The Correlation Between Servant Leadership and Internal Locus of Control with Organizational Commitment on Teachers at SMK Ganesha Tama Boyolali Mita Dwi Puspa, Aditya Nanda Priyatama, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret   ABSTRAK Guru memiliki peranan penting dalam proses belajar anak didiknya.  Dalam proses belajar tersebut dibutuhkan komitmen organisasi pada guru. Komitmen organisasi pada guru diduga terkait dengan kepemimpinan yang melayani dan internal locus of control. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Hubungan antara kepemimpinan yang melayani dan internal locus of control dengan komitmen organisasi pada guru di SMK Ganesha Tama Boyolali; (2) Hubungan antara kepemimpinan yang melayani dengan komitmen organisasi pada guru di SMK Ganesha Tama Boyolali; (3) Hubungan antara internal locus of control dengan komitmen organisasi pada guru di SMK Ganesha Tama Boyolali. Penelitian ini menggunakan studi populasi yaitu guru swasta SMK Ganesha Tama Boyolali yaitu sebanyak 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan skala komitmen organisasi dengan koefisien validitas 0,328 hingga 0,774 dan reliabilitas 0,859, skala kepemimpinan yang melayani koefisien validitas 0,458  hingga 0,791 dan reliabilitas 0,960, dan skala internal locus of control dengan koefisien validitas 0,273 hingga 0,679 dan reliabilitas 0,904. Teknik analisis data yangdigunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi linear berganda dan untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga adalah korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kepemimpinan yang melayani dan internal locus of control dengan komitmen organisasi secara bersama-sama dengan kematangan karir yang ditunjukkan koefisien korelasi (R) regresi ganda sebesar 0,583, p<0,05 dan Fhitung 14,711 > Ftabel 3,15; ada hubungan positif antara kepemimpinan yang melayani dengan komitmen organisasi yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,487, p<0,05; serta tidak terdapat hubungan internal locus of control dengan komitmen organisasi dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,148, p>0,05. Nilai R2 sebesar 0,340 artinya dalam penelitian ini kepemimpinan yang melayani dan internal locus of control secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 34% terhadap komitmen organisasi. Kata kunci : komitmen organisasi, kepemimpinan yang melayani, internal locus of control, guru
NILAI DAN AFILIASI PARTAI POLITIK Hakim, Moh. Abdul; Soetjipto, Helly P.
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.991 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pola relasi antara karakteristik nilai yang menjadi prioritas individu dengan pilihan partai politik dalam pemilu. Penelitian ini menggunakan kerangka teori sepuluh struktur dan konten nilai dari Schwartz (1992) yang telah divalidasi dalam berbagai konteks budaya. Sebanyak 210 peserta pemilu tahun 2004 (laki-laki = 96; perempuan = 105) dengan rentang usia 17-30 tahun diminta untuk melengkapi skala yang diadaptasi dari Potrait Values Questionnaire (PVQ) yang dikembangkan oleh Schwartz dan self-report religiousity scale serta diminta untuk  menuliskan pilihan partai politiknya pada Pemilu tahun 2004. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis diskriminan (discriminant analysis) untuk menguji hipotesis: (1) terdapat perbedaan karakteristik nilai antara kelompok pendukung partai dan (2) pendukung partai yang berbasis keagamaan lebih religius dibanding pendukung partai sekular. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai berperan saat individu memutuskan partai apa yang akan didukung. Sementara temuan lainnya menunjukkan bahwa para pendukung partai berbasis agama cenderung lebih relijius dibandingkan pendukung partai berbasis kebangsaan. Diskusi mengenai hasil-hasil temuan penelitian tersebut akan dipaparkan secara lebih luas di dalam pembahasan.   Kata Kunci: Nilai, partisipasi politik, pemilu, partai, PVQ
Kesejahteraan Anak dan Remaja pada Keluarga Bercerai di Indonesia: Reviu Naratif Sari Dewi, Kartika; Soekandar, Adriana
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.307 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.135

Abstract

Abstrak. Kesejahteraan anak dan remaja merupakan bagian tak terpisahkan dari kesejahteraan keluarga, yang dikaitkan dengan kesehatan mental individu. Pada struktur keluarga tidak utuh akibat perceraian, anak dan remaja beresiko tinggi mengalami problem kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan penyesuaian. Masih sedikit studi yang mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan anak dan remaja pada keluarga bercerai secara komprehensif di Indonesia. Reviu naratif ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang berkaitan dengan kesejahteraan anak pada keluarga pasca perceraian di Indonesia. Pencarian literatur pada Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “kesejahteraan anak” atau “kesejahteraan remaja, dan “keluarga bercerai” atau “perceraian” mengungkapkan  42 artikel dengan total partisipan 1.671 anak dan remaja (M = 15,66). Temuan studi ini mengungkapkan bahwa indikator kesejahteraan anak dan remaja adalah (a) afek (positif-negatif); (b) pemenuhan kebutuhan; (c) kemampuan diri, (d) indikator kepribadian, dan (e) indikator relasi sosial. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan anak dan remaja pasca perceraian adalah (1) keberfungsian keluarga; (2) modalitas ibu; (3) modalitas personal anak; (4) kondisi perceraian orangtua; (5) dukungan sosial; (6) struktur keluarga; (7) kualitas interaksi orangtua-anak. Pengaruh faktor kualitas interaksi orangtua-anak terhadap kesejahteraan keluarga dianggap lebih besar daripada pengaruh struktur keluarga itu sendiri. Dukungan sosial, khususnya orang terdekat dan teman sebaya merupakan faktor protektif sosial terhadap kesejahteraan anak dan remaja pada keluarga bercerai, selain keberfungsian keluarga tersebut pasca perceraian orangtua. Kata kunci: kesejahteraan; anak; remaja; keluarga bercerai; Indonesia
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA SISWI KELAS XI SMA NEGERI 7 SURAKARTA Sebayang, Jessica; Yusuf, Munawir; Priyatama, Aditya Nanda
Wacana Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.057 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i2.36

Abstract

Remaja merupakan salah satu target pemasaran potensial berbagai produk industri karena karakteristik remaja yang labil, spesifik, dan mudah dipengaruhi sehingga dapat mendorong munculnya perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan tindakan individu untuk membeli atau mengkonsumsi barang atau jasa secara berlebihan yang bukan prioritas kebutuhannya dan tanpa pertimbangan yang rasional, demi kepuasan fisik dan dorongan untuk memuaskan hasrat kesenangan semata. Individu dengan body image yang negatif dan tingkat konformitas yang tinggi dapat meningkatkan perilaku konsumtif individu tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1. Hubungan antara body image dan konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta; 2. Hubungan antara body image dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta; 3. Hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perilaku Konsumtif dengan koefisien korelasi Pearson sebesar -0,052-0,679 dan Reliabilitas Alpha 0,909; Skala Body Image dengan koefisien korelasi Pearson sebesar -0,052-0,693 dan Reliabilitas Alpha 0,902; serta Skala Konformitas dengan koefisien korelasi Pearson -0,056-0,667 dan Reliabilitas Alpha 0,738. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi ganda, dan selanjutnya untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Berdasarkan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,450; p = 0,000 (p<0,05) dan F hitung 9,527 > F tabel 3,12. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta. Secara parsial menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara body image dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,247; serta terdapat hubungan positif yang signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada siswi kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,309.   Kata Kunci: body image, konformitas, perilaku konsumtif
Hubungan antara Stereotip Daya Tarik Fisik dan Kesepian dengan Perilaku Konsumtif terhadap Produk Kosmetik pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Rengganis, Nisa; Yusuf, Munawir; ., Hardjono
Wacana Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.209 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i1.91

Abstract

Hubungan antara Stereotip Daya Tarik Fisik dan Kesepian dengan Perilaku Konsumtif terhadap Produk Kosmetik pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret   The Relationship between Physical Attractiveness Stereotype and Loneliness with Consumtive Behavior toward Cosmetics Products on Female Students at Faculty of Social and Politic Sebelas Maret University   Nisa Rengganis, Munawir Yusuf, Hardjono Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK Perkembangan trend kecantikan menyebabkan individu berusaha untuk senantiasa berpenampilan menarik. Trend kecantikan mendorong perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik. Perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik pada mahasiswi menyebabkan mahasiswi melakukan pembelian produk kosmetik secara berlebihan di luar kebutuhan. Perilaku konsumtif dapat dipengaruhi oleh berbagai variabel di antaranya adalah tuntutan stereotip daya tarik fisik dan perasaan kesepian yang dirasakan mahasiswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stereotip daya tarik fisik dan kesepian dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik pada mahasiswi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Sebelas Maret. Subjek penelitian diambil dengan cluster sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala perilaku konsumtif, skala stereotip daya tarik fisik, dan skala kesepian. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai Fhitung 2,749 < Ftabel 3,092 ; p = 0,089 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan antara stereotip daya tarik fisik dan kesepian dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,05 atau 5%, artinya stereotip daya tarik fisik dan kesepian secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 5% terhadap perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik. Secara parsial, terdapat hubungan positif dan siginifikan antara stereotip daya tarik fisik dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik (rx1y = 0,220 ; p = 0,031 < 0,05), serta tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara kesepian dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik (rx2y = - 0,083 ; p = 0,420 > 0,05).   Kata kunci: perilaku konsumtif, stereotip daya tarik fisik, kesepian, mahasiswi  
Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Layanan Bimbingan Karir Pada Siswa Kelas V Sdn Sanggrahan Surakarta Shofwan Muis, Ahmad; ., Machmuroch; Nanda Priyatama, Aditya
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.376 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.125

Abstract

ABSTRAK Hasil belajar siswa ditentukan oleh banyak faktor salah satunya motivasi belajar. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena di SDN Sanggrahan yang menempati peringkat akhir ujian nasional di tingkat kota yang ternyata disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar siswa.  Melalui layanan bimbingan karir diharapkan dapat meningkatkan motviasi belajar siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan karir yang efektif untuk meningkatka nmotivasi belajar. Subjek penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SDN Sanggrahan Surakarta. Desain penelitian yang digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Layanan Bimbingan Karir dengan dua siklus. Para siswa diberikan materi, lembar kerja dan mengikuti pameran karir dengan menghadirkan inspirator berupa 5 praktisi profesi berbeda. Instrumen pelatihan yang digunakan adalah modul yang berisi arahan materi dan lembar kerja siswa. Metode pengumpulan data penelitian yaitu berupa skala motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan persentase dengan skala motivasi belajar untuk menunjukkan tingkat motivasi belajar siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar dan perubahan positif pada siswa. Siklus 1, tingkat motivasi siswa meningkat dari 66,1% menjadi 75%. Siklus 2, tingkat motivasi belajar siswa meningkat menjadi 82,2%. Hasil tersebut diperkuat dengan penuturan siswa yang menyebutkan bahwa mereka menyukai layanan bimbingan karir yang digunakan.   Kata kunci : Layanan Bimbingan Karir, Motivasi Belajar, Siswa.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DENGAN PILIHAN KARIR WIRAUSAHA PADA MAHASISWA ANGGOTA MULTI LEVEL MARKETING TIANSHI Baharudin, Fajar; Yusuf, Munawir; Karyanta, Nugraha Arif
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.508 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.27

Abstract

Salah satu ciri negara maju adalah 6% penduduknya bekerja sebagai wirausahawan. Di Indonesia angka ini baru mencapai 2,1%, untuk itu pilihan karir wirausaha harus ditingkatkan melalui pendidikan formal maupun nonformal. Hal ini menuntut pengembangan jiwa-jiwa kewirausahaan dan peningkatan keyakinan diri agar setiap individu yakin dan mampu berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan jiwa kewirausahaan dengan pilihan karir wirausaha. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa anggota multi level marketing Tianshi. Teknik pengambilan sampel dengan purpossive sampling. Alat  pengumpulan data yang digunakan adalah skala efikasi diri, skala jiwa kewirausahaan, dan skala pilihan karir wirausaha. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan perhitungan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda, diperoleh hasil p-value 0,000 < 0,05 sedangkan F hitung 16,107 dan F tabel 3,133 serta R= 0,766. Ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan jiwa kewirausahaan dengan pilihan karir wirausaha. Analisis data menunjukkan nilai R square sebesar 0,587. Angka tersebut mengandung pengertian bahwa dalam penelitian ini efikasi diri dan jiwa kewirausahaan memberikan sumbangan efektif sebesar 58,7% terhadap  pilihan karir wirausaha pada mahasiswa anggota multi level marketing Tianshi. Kata Kunci : efikasi diri,  jiwa kewirausahaan, pilihan karir wirausaha

Page 11 of 18 | Total Record : 172