cover
Contact Name
Jurnal Crystal
Contact Email
crystaljurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
crystaljurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari, Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 26857065     DOI : https://doi.org/10.36526/jc
Jurnal crystal merupakan jurnal yang diterbitkan oleh program studi kimia Universitas PGRI Banyuwangi. Jurnal ini memuat dan menerbitkan jurnal yang sesuai dengan bidang ilmu kimia murni dan terapannya yang terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan maret dan september. adapun penerbitan jurnal didasari dengan komitmen pada kelayakan penulisan artikel ilmiah, prosedur dan format penulisan, dan kontinuitas publikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
POTENSI AKTIVITAS SERAPAN UV PADA BERBAGAI PELARUT EKSTRAK KELAKAI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Tesalonika, Lidya; Krissilvio, Eka Jhonatan; Al-Hadi, Risfa Aliya; Cahyani, Risfiah Ruli; Haq, Muhammad Hasanul; Rosmainar, Lilis
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.3835

Abstract

Kelakai (Stenochlaena palustris) is a type of fern that is often found in the lowland swamps of Central Kalimantan, Indonesia. This research aims to determine the potential of kelakai leaf extract as a natural sunscreen by looking at absorption in the UV region using UV-Vis spectrophotometry. Kalakai extract is dissolved in various solvents, namely ethanol, n-hexane, acetone, ethyl acetate, and water). The absorbance of each solution was measured using a UV-Vis spectrophotometer in the wavelength range 200-400 nm. The UV spectrum shows that the ethanol and acetone extracts show strong absorption in the UV-A and UV-B regions, with absorbance peaks at 400 nm (467.549) and 380 nm (480.925). Water, ethyl acetate and n-hexane kalakai extracts showed good absorbance in the UV-C region, with absorbance peaks at 240 nm (636,406), 280 nm (582,943) and 260 nm (224,063), respectively. This research shows that kelakai leaf extract has the potential to be used as a natural sunscreen, with varying effectiveness depending on the solvent used. Kelakai (Stenochlaena palustris) merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang banyak terdapat di rawa-rawa dataran rendah Kalimantan Tengah, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kelakai sebagai tabir surya alami dengan melihat serapan pada wilayah UV menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Ekstrak kalakai dilarutkan dalam berbagai pelarut yaitu etanol, n-heksana, aseton, etil asetat, dan air). Absorbansi setiap larutan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 200-400 nm. Spektrum UV menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan aseton menunjukkan serapan yang kuat di daerah UV-A dan UV-B, dengan puncak absorbansi pada 400 nm (467,549) dan 380 nm (480,925). Ekstrak air, etil asetat dan n-heksana kalakai menunjukkan serapan yang baik di daerah UV-C, dengan puncak absorbansi masing-masing pada 240 nm (636,406) , 280 nm (582,943) dan 260 nm (224,063). Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kelakai berpotensi untuk digunakan sebagai tabir surya alami, dengan efektivitas yang bervariasi tergantung pada pelarut yang digunakan.
THE STRUCTURE, SYNTHESIS, AND APPLICATIONS OF POLYPHOSPHAZENES POLYMERS: MINI-REVIEW Putra, Riandy; Hertiningtyas, Carissa
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.3894

Abstract

The advancement of technology in inorganic polymers and their application in diverse sectors like electronics, medicine, and defense has experienced significant growth. Studies indicate that artificially created inorganic polymers can display distinct physical and chemical characteristics. Among these, polyphosphazenes stand out as a widely explored category, with over seven hundred polymers successfully synthesized. These polymers possess exceptional attributes such as self-extinguishing behavior, hydrophobicity, and biocompatibility, making them a focal point for researchers in the field of polymer science. The distinctive features are attributed to the phosphazene main chain, which incorporates two side groups in each repetitive unit, allowing for the substitution with other organic compounds to manifest various specific properties.
ANALISIS KUALITATIF SENYAWA HIDROKUINON MENGGUNAKAN EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) SEBAGAI INDIKATOR WARNA: ANALISIS KUALITATIF SENYAWA HIDROKUINON MENGGUNAKAN EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) SEBAGAI INDIKATOR WARNA Safitri, Rika Endara; Findari, Heppy
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.3999

Abstract

Hidrokuinon merupakan salah satu bahan kimia yang sering disalah gunakan dalam kosmetik pemutih. Hidrokuinon jika digunakan secara berlebihan akan memberikan efek samping berupa iritasi kulit, hiperpigmentasi, ochronosis, kemerahan, dan rasa terbakar. Berdasarkan peraturan Badan POM No 17 tahun 2022 tentang persyaratan teknis bahan kosmetik, penggunakan hidrokuinon dalam kosmetik hanya diizinkan untuk kuku artifisial dengan kadar maksimal 0,02%. Berbagai penelitian tentang analisis hidrokuinon secara kuntitatif dan kualitatif telah dilakukan. Hal ini untuk dapat mengidentifikasi kandungan hidrokuinon dalam berbagai bahan kosmetik dengan spesifik, mudah, dan murah. Pada penelitian ini dibuat suatu inovasi produk lain dari bunga telang, yaitu indikator alami untuk menganalisis hidrokuinon secara kualitatif. Warna dari hasil ekstraksi bunga telang dengan menggunakan pelarut etanol lebih cenderung berwarna biru pekat berbeda dengan ekstraksi menggunakan pelarut aquades yang cenderung berwarna ungu. Berdasarkan penelitian ini didapatkan ekstrak bunga telang etanol dapat digunakan sebagai indikator warna pada analisis kuantitatif hidrokuinon dalam kondisi basa (pH 10).
KARAKTERISASI KOMPOSISI KIMIA DAN POTENSI PEMANFAATAN CAMPURAN TANAH GAMBUT KALIMANTAN TIMUR DENGAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH UNTUK PERTANIAN Imran; Hanum, Farrah Fadhillah; Setya Wardhana, Budi; Eka Suharto, Totok; Vada Febriani, Annisa
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.4250

Abstract

The utilization of coal combustion waste, specifically fly ash and bottom ash, as a soil amendment offers an opportunity to enhance the fertility of peat soils in East Kalimantan, which typically have low levels of essential nutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K). This study aims to evaluate the impact of adding coal ash on peat soil's chemical composition and quality as a growing medium. The chemical composition analyzed includes alumina (Al₂O₃), silica (SiO₂), phosphorous anhydride (P₂O₅), iron(III) oxide (Fe₂O₃), and calcium oxide (CaO). X-ray Fluorescence (XRF) was used to determine changes in nutrient content. The results indicate that adding coal ash increases the levels of potassium (K) and silica (SiO₂), but decreases the levels of nitrogen (N) and phosphorus (P₂O₅). Additionally, adding coal ash affects soil pH, which impacts nutrient availability. These findings indicate that while coal ash can enhance soil enrichment with potassium and silica, its impact on nitrogen, and phosphorus must be carefully managed to optimize fertilization and promote healthy plant growth.
PENGARUH FREKUENSI, WAKTU, JENIS KAIN, DAN SUHU TERHADAP HASIL WARNA DARI DAUN TARUM (INDIGOFERA TINCTORIUM) Awwalia Shohwatul Madina; Ardhana Eka Putri, Destia; Ayu Anggreini, Niken; Haryanto; Thoyib, Muh
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.4258

Abstract

Tarum (Indigofera tinctorium) tumbuhan berbentuk perdu yang hidup liar disekitar rumah, padang dan sawah. Bagian tumbuhan ini yang dapat digunakan sebagai pewarna alami adalah daunya yang akan menghasilkan warna biru atau warna indigo dari pigmen alami berupa flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa kimia yang membuat ekstrak tumbuhan menjadi berwarna kuning, coklat ataupun biru. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari perbandingan frekuensi, jenis kain, suhu dan waktu pencelupan terhadap hasil warna dari daun tarum (Indigofera tinctorium). Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis panjang gelombang warna menggunakan visible spectrum kualitas warna terbaik dihasilkan pada frekuensi 8 kali pencelupan selama 30 detik dengan panjang gelombang warna yang lebih rendah yaitu sebesar α = 428 nm. Warna terbaik juga dihasilkan pada suhu 40ºC dengan waktu pencelupan 30 detik dengan panjang gelombang warna sebesar α = 410 nm. Dan jenis kain terbaik adalah kain katun jepang.
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN SIFAT KIMIA GEL BIODIESEL DARI MINYAK BIJI PALEM PUTRI (Adonidia merrillii) Mahfudhillah, Hamim; Nabihah, Arinza Aulydiana; Choirudin, Hana Haifa; Khuriyah , Siti Imroatul
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.4278

Abstract

Biodiesel is an alkyl ester of long-chain fatty acids, the most common of which are methyl esters or ethyl esters. The manufacturing process involves esterification and transesterification. Traditional sources of biodiesel raw materials such as palm oil, soybeans, and jatropha have been widely studied. The princess palm, widely known as an ornamental plant, produces fruit containing seeds with quite high oil potential. This research aims to produce biodiesel and determine the physical and chemical properties from putri palm seeds. This research is experimental research with a quantitative descriptive approach. Putri palm seed oil is extracted using the soxhletation method with n-hexane solvent. The oil was then esterified using methanol with a catalyst of 1% sulfuric acid with a mole ratio of oil and methanol of 1:8 at a temperature of 60°C for 3 hours. The esterified oil is then transesterified using methanol and KOH with a methanol to oil ratio of 1:20 with KOH of 0.8% for 2 hours at a temperature of 60°C. This research has succeeded in making biodiesel from putri palm seeds. The biodiesel produced is in the form of a gel referred to as biodiesel gel with a yellowish brown color with a density of 1,236 gr/ml and a pour point of 36-38°C. The FFA/ALB value is 0.587%, the acid number is 1.177 mg KOH/g, the IOD number is 34.514 (g-I2/100 g), the saponification number is 63.19 mg KOH/g, the heating value is 48.088 MJ/Kg, and the cetane number 38,620. The IOD number, saponification number, and heating value meet the SNI standards for liquid biodiesel in general, while the cetane number and ALB value are close to SNI standards.
SINTESIS HIJAU DAN KARAKTERISTIK NANOPARTIKEL TiO2 MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA) DAN AKTIVITAS FOTOKATALITIKNYA DALAM DEGRADASI METILEN BIRU Erlinda Amelia; Kartika Maharani , Dina
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.4330

Abstract

Metode sintesis hijau telah berhasil menghasilkan nanopartikel TiO2 dengan bantuan ekstrak daun ketapang untuk agen penstabil dan pereduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat nanopartikel TiO2 menggunakan ekstrak daun ketapang dengan variasi volume ekstrak 10 mL; 20 mL; 30 mL; dan 40 mL, serta untuk mengetahui karakteristik nanopartikel TiO2 melalui uji karakterisasi menggunakan FT-IR dan XRD. Penelitian ini menggunakan metode sintesis hijau sol-gel untuk mesintesis nanopartikel TiO2 dengan ekstrak daun ketapang sebagai agen pereduksi dan agen penstabil. Hasil uji karakterisasi nanopartikel TiO2 menjelaskan ukuran kristal TiO2 dengan variasi ekstrak daun ketapang 10 mL; 20 mL; 30 mL; dan 40 mL, secara berturut-turut adalah 8,5 nm; 6,8 nm; 6,3 nm; dan 5,8 nm. Aktivitas fotokatalitik TiO2 ekstrak daun ketapang volume 40 mL terhadap degradasi metilen biru menghasilkan massa nanopartikel TiO2 optimum yaitu 30 mg yang berhasil mendegradasi hingga 75,99%. Waktu kontak optimum yaitu 80 menit yang berhasil mendegradasi sebanyak 75,99%. Konsentrasi metilen biru optimum 5 ppm yang berhasil terdegradasi hingga 77,33%.
PENGARUH VARIASI RAGI, WAKTU FERMENTASI DAN GLUKOSA PADA PEMBUATAN CUKA (VINNEGAR) DARI JAMBU KRISTAL (PSIDIUM GUAJAVA) Aprilia Wangi wibowo; Malis, Eko; Ayun, Qurrata
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.4419

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan sentra penghasil Jambu kristal terbesar di jawa timur. Maka untuk meningkatkan nilai ekonomisnya jambu kristal dibuat vinnegar (cuka). Cuka dapat dibuat dengan fermentasi etanol secara anaerob dilanjutkan dengan fermentasi asetat. Tahap pertama Jambu kristal difermentasi secara anaerob dengan optimasi massa gula 0; 2.5; 5; 7.5; dan 10 gram. Optimasi hari 1; 3; 5; 7;9. bakteri Sacchamoryces cerevisiae) diperoleh dari penambahan ragi konstan sebersar 5 gram. Dari optimasi tersebut nilai persentase alkohol sebesar 6% didapat dari massa ragi 5 gram; selama 6 hari pada suhu kamar. Tahap kedua adalah fermentasi secara aerob mengubah etanol menjadi asam asetat dengan penambahan bakteri (Acetobacteri Acetii) sebanyak 2,5 mL setiap sampel difermentasi selama 9 hari dengan suhu ±25ᵒC. Vinnegar/cuka jambu kristal hasil optimal diperoleh pada variasi gula 5 gram dengan waktu 9 hari hasil dari uji keasaman cuka adalah 0,19 %. Untuk uji organoleptik aroma setiap sampel kecut khasnya cuka namun lebih pekat di variasi gula 5 gram, untuk warna lebih coklat di bagian gula 5 gram, tidak di temukan keberadaan jamur disetiap sampel. Kesimpulan dari pembuatan cuka jambu kristal adalah massa gula 5 gram dan waktu fermentasi anaerob 6 hari, perbandingan yang optimal untuk perlakuan fermentasi tersebut adalah 1:1.
THE MAKING NATA DE ORANGE USING JUICEED ORANGE FRUIT EXTRACT (CITRUS SINENSIS (L.) OSBECK): PEMBUATAN NATA DE ORANGE MENGGUNAKAN EKSTRAK BUAH JERUK PERAS (CITRUS SINENSIS (L.) OSBECK) Rahmat Ilham Perdana; Amelia, Fitri; Rosalynna Stiadi, Della; Marlini, Rahmida; Aprilianti, Cindy
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 1 (2025): Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya 2025
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i1.4122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan buah jeruk sebagai bahan dasar produk olahan pangan, mengetahui pemanfaatan bahan dasar lain dalam pembuatan nata (selain kelapa), mengetahui ekstrak buah jeruk peras dapat digunakan dalam pembuatan nata de orange, mengetahui dan membandingkan kadar vitamin C, kadar asam asetat, kadar air dan organoleptik pada dua produk nata yang berbeda yakni nata de orange yang disintesis serta nata de coco pasaran. Jeruk peras dapat dijadikan sumber utama pembuatan nata selain air kelapa , karena dapat mengurangi penggunaan gula sebagai sumber karbohidrat dan urea sebagai sumber asam amino yang berperan penting untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum penghasil selulosa nata. Ekstrak perasan buah jeruk yang dipakai dalam penelitian ini mempunyai kadar protein sebesar 0,385% dan kadar karbohidrat sebesar 13,555%. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu fermentasi nata de orange pada suhu 27-300C selama 10 hari. Untuk menentukan kadar vitamin C digunakan metode titrasi iodimetri, untuk menentukan kadar asam asetat digunakan metode titrasi asam basa (netralisasi), untuk menentukan kadar air digunakan metode pengeringan gravimetri. Hasil penelitian menunjukan bahwa nata de orange memiliki kadar vitamin C sebesar 5,02%, kadar asam asetat sebesar 0,040%, kadar air sebesar 82,3%. Nata de orange memiliki kadar vitamin C dan kadar air yang lebih tinggi serta kadar asam asetat yang lebih rendah dibandingkan nata de coco pasaran. Untuk uji organoleptik, nata de orange memiliki penilaian rata-rata 3,52, 3,33, 3,42, 3,57 dari 21 orang responden untuk warna, aroma, rasa, dan tekstur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka ekstrak air jeruk peras dapat digunakan sebagai bahan dasar pengganti air kelapa dalam pembuatan nata.
CHARACTERISTICS OF NANOCREAM SUNSCREEN COMBINING KEPOK BANANA CORM AND RED WATERMELON MESOCARP Andini; In Oktavia, Anggraeni; Salwa, Reyhana; Putri, Salsabila
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 1 (2025): Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya 2025
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i1.4604

Abstract

Plant parts deemed as waste, such as banana corm and watermelon mesocarp, show promise as raw materials for cosmetics when processed using nanocream technology. This study aimed to assess the characteristics of nanocream creams combining these extracts. The characterization of the nanocream creams included organoleptic testing, homogeneity testing, pH testing, nanocream type testing, spreadability testing, stability testing, viscosity testing, antioxidant activity testing using the DPPH method, and sunscreen activity evaluation through SPF determination using UV-Vis spectrophotometry. The research results show that the organoleptic properties of all formulations are semi-solid, with a white to yellowish color. The type of cream for all formulations is oil-in-water, and homogeneous. The pH values for FI, FII, and FIII are 6.37, 6.2, and 6.2, respectively (pvalue=0.017), the spreadability values are 5.94, 5.72, and 5.64 respectively (p=0.024), the viscosity values are 5635, 5339, and 5181, respectively (p<0.05), the antioxidant activity is indicated by IC50 values of 66.39, 24.50, and 56.45 respectively, while the SPF values are 0.95, 0.87, and 1.01 repectively. The resulting nanocream demonstrate favorable organoleptic characteristics, pH, homogeneity, spreadability, and viscosity meeting the required standards, with the highest antioxidant activity observed in FII and no significant sunscreen potential in any of the formulations.

Page 8 of 13 | Total Record : 122