cover
Contact Name
Jurnal Crystal
Contact Email
crystaljurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
crystaljurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari, Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 26857065     DOI : https://doi.org/10.36526/jc
Jurnal crystal merupakan jurnal yang diterbitkan oleh program studi kimia Universitas PGRI Banyuwangi. Jurnal ini memuat dan menerbitkan jurnal yang sesuai dengan bidang ilmu kimia murni dan terapannya yang terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan maret dan september. adapun penerbitan jurnal didasari dengan komitmen pada kelayakan penulisan artikel ilmiah, prosedur dan format penulisan, dan kontinuitas publikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
STUDI IN SILICO SENYAWA HIBRID GABUNGAN PIRAZINAMIDA DENGAN ASAM 4-(2-AMINOTIAZOL-4-IL)BENZOAT Zulqurnain, Muhammmad; Nurjanah, Ana; Wati, First Ambar
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3299

Abstract

Saat ini, kasus TB terus menjadi tantangan global dengan lebih dari 10 juta kasus baru setiap tahun, dan lebih dari 500.000 di antaranya resisten terhadap obat TB. Indonesia menyumbang sekitar 10% dari total kasus TB global dan menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia. Peningkatan kasus TB kambuh dipicu oleh resistensi terhadap obat TB sehingga memerlukan pengembangan obat baru yang efektif, singkat dalam pengobatan, dan tidak rentan terhadap Mycobacterium tuberculosis. Pirazinamida merupakan salah satu obat komersial untuk menangani tuberkulosis. Cincin pirazin memiliki peran penting dalam aktivitas bakterisidal. Senyawa yang mengalami N-substitusi dengan 4-feniltiazol-2-amin dan perpanjangan fenil dengan subtitusi gugus asam karboksilat telah terbukti memiliki aktivitas yang efektif. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis in silico terhadap senyawa hibrid yang mengombinasikan pirazinamida dengan Asam 4-(2-aminotiazol-4-il)benzoat. Studi in silico melibatkan penelitian studi penambatan, sifat fisikokimia, dan sifat farmakokinetik. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa hibrid (5) dan (6) memiliki potensi sebagai penghambat protein InhA dan dapat dianggap sebagai kandidat obat oral.
REDUKSI Cr(VI) MENJADI Cr(III) DALAM PERAIRAN MEMANFAATKAN ASAM OKSALAT DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS L) SECARA FOTOKATALITIK Nurjanah, Ana; Sukmarini, Mita Akbar; Husriadi, Muh.
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3385

Abstract

Bahan pencemar yang sering menjadi perhatian adalah ion-ion logam berat, seperti kromium Cr(VI). efek samping kromium terhadap kesehatan jika terjadi kontak langsung dengan kulit (iritasi), jika terhirup akan menyebabkan iritasi pada gastro-intestinal atau saluran pernapasan, ditandai dengan rasa terbakar, bersin, batuk. Kromium ada di perairan alami diubah dalam dua keadaan yaitu, Cr(VI) dan Cr(III). Cr(VI) mudah larut dalam air dan membentuk divalent oxyanion yaitu kromat (CrO42-) dan dikromat (Cr2O72-) yang dapat menyebabkan penyakit ginjal dan kanker paru-paru. Spesies ion Cr(III) merupakan suatu spesies yang ada dalam makanan yang digunakan untuk untuk mengontrol metabolisme glukosa dan lipid dalam membran sel. Dalam penelitian ini dilakukan uji efektivitas katalis Fe(III) dengan penambahan asam oksalat (reduktor) dalam proses fotoreduksi Cr(VI) menjadi Cr(III). Dimana asam oksalat dari ekstrak tongkol jagung dan reaktor dengan tengangan lampu UV 30 Watt dengan variasi waktu 10; 20; 30; 40; 50; 60; 120; 180; 240 menit dan katalis 0; 3,8; 7,4; 10,7; 13,7; 16,8 mg/L diukur menggunakan Uv-Vis pada panjang gelombang 540 nm. Maka penelitian ini menghasilkan, asam oksalat dari tongkol jagung yang diuji dengan FTIR gugus O-H, gugus C=O dan gugus C – O. Uji titik leleh asam oksalat yaitu T= 106 – 107 0C. Kondisi setimbang untuk mereduksi Cr(VI) yaitu pada waktu kontak optimum 120 menit. Penggunaan katalis dapat mereduksi ion logam Cr(VI dengan konsentrasi katalis 13,7 mg/L Cr(VI) yang tereduksi sebanyak 71,94%.
PENGARUH PEMBUATAN MIKROEMULSI TERHADAP SKRINING FITOKIMIA DAN PENENTUAN KADAR FENOL PADA MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus) Febriyanti, Rizki; Muldiyana, Tya; Rosiyati, Mei
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3446

Abstract

Minyak buah merah (Pandanus conoideus) memiliki manfaat yang luas. Sayangnya, bentuk konvensional minyak buah merah tidak mendukung efektivitasnya karena sulitnya kelarutan minyak dalam sistem pencernaan serta hambatan penetrasi lapisan kulit manusia, sehingga proses absorpsi menjadi lambat. Untuk mengatasi permasalahan ini, digunakan mikroemulsi yang dapat meningkatkan kelarutan minyak dalam sistem pencernaan dan memungkinkan minyak lebih mudah menembus lapisan kulit manusia. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui kandungan metabolit sekunder dan kadar total fenol yang ada di dalam mikroemulsi minyak buah merah (Pandanus conoideus). Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahapan penelitian. Pertama pembuatan minyak buah merah dengan metode manual sama seperti masyarakat Papua membuat minyak buah merah pada umumnya. Selanjutnya pembuatan mikroemulsi dengan beberapa konsentrasi surfaktan. Tahap ketiga pengujian kandungan metabolit sekunder yang ada pada mikroemulsi minyak buah merah yang sudah dibuat, melalui metode dengan pereagen. Terakhir yaitu pengujian kandungan total fenol yang ada pada mikroemulsi minyak buah merah yang sudah dibuat, dengan pereaksi Folin-Ciocalteau menggunakan Spektrofotometri UV-vis. Hasil uji skrining fitokimia mikroemulsi minyak buah merah formula A, B, dan C menunjukkan hasil yang hampir sama dengan sampel D minyak buah merah (merk X) yang beredar di pasaran, bahwa ketiganya mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu Flavonoid, Triterpenoid dan Tanin. Kadar total fenol pada masing-masing sampel memiliki nilai yang berbeda, dimana sampel A, B, C dan D menghasilkan kadar fenol masing-masing yaitu 3,02% ; 6,18% ; 5,91% dan 17,48%.
PEMBUATAN DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN TONER AMPAS TEH HITAM (BLACK TEA): Pembuatan sediaan toner menggunakan limbah ampas teh hitam di uji stabilitas fisiknya menggunakan metode cycling test, dan di uji organoleptis, pH serta kejernihan pada sediaan Marcel, Marcel Pangestu; Kusnadi; Purgiyanti
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3508

Abstract

Teh telah digunakan sebagai minuman ringan sejak zaman dahulu dan memiliki manfaat kesehatan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, teh diketahui memiliki efek sebagai bahan untuk perawatan kulit. Ampas teh bermanfaat untuk kulit wajah seperti membuat kulit tampak lebih awet muda, mengandung antioksidan. Dapat meredakan kulit kemerahan dan iritasi karena mengandung flavonoid dan tanin sebagai obat anti radang yang meredakan iritasi kulit. Toner digunakan untuk menyeimbangkan pH kulit, menyegarkan kulit, dan mempersiapkannya untuk langkah perawatan selanjutnya, seperti mengoleskan serum atau pelembab. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu inovasi sediaan pembersih wajah (toner) dari ampas teh hitam. Ampas teh diperoleh dengan mengekstraksi daun teh hitam kering dengan metode maserasi. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan sinar matahari. Ampas teh hitam tersebut didapat dari hasil limbah rumah tangga di daerah tegal. Uji stabilitas fisik dilakukan dengan metode uji cycling test. Sediaan disimpan pada suhu kira-kira 4 °C selama 24 jam dan kemudian pada suhu kira-kira 40 °C selama 24 jam. Tes ini dilakukan selama enam siklus, dan diamati perubahan fisik meliputi organoleptis seperti bentuk, warna, bau, pH dan kejernihan. Hasil dari penelitian ini bahwa ketiga formula tersebut masih dalam bentuk sediaan cair, pada pengujian warna mendapatkan hasil akhir bahwa formula pertama bening, formula kedua dan formula ketiga berwarna coklat kekuningan. Bau yang didapatkan yaitu bau khas, hasil akhir pengujian pH pada formula pertama yaitu 6, pada formula kedua dan formula ketiga yaitu 7. Pada uji kejernihan yaitu formula pertama jernih, formula kedua dan formula ketiga terdapat partikel, tetapi dari ketiga formula tersebut yang memenuhi standar yaitu formula yang pertama.
ANALISIS KADAR TOTAL FENOL PADA MINYAK DAN SARI BUAH MERAH (PANDANUS CONOIDEUS) Agustin, Trinoviani; Febriyanti, Rizki; Amananti, Wilda
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3590

Abstract

Buah merah mengandung beberapa senyawa aktif diantaranya adalah karotenoid, tokoferol, asam oleat, asam linoleat, dekanoat, protein, vitamin B dan vitamin C. Fenol merupakan metabolit sekunder yang tersebar dalam tumbuhan. Senyawa fenol cenderung mudah larut dalam air karena umumnya mereka sering kali berikatan dengan gula sebagai glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar total fenol dalam minyak dan sari buah merah (Pandanus conoideus). Metode penelitian yang dilakukan yaitu buah merah (Pandanus conoideus) diolah menjadi minyak menggunakan metode perebusan. Minyak dan sari buah merah (Pandanus conoideus) kemudian dilakukan uji identifikasi menggunakan metode kromatografi lapis tipis dan uji penetapan kadar total fenol minyak dan sari buah merah (Pandanus conoideus) dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji analisis kadar total fenol pada minyak dan sari buah merah yaitu terdapat kadar total fenol pada minyak dan sari buah merah dengan diperoleh kadar total fenol minyak buah merah 8,430% dan kadar total fenol sari 1,662%.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF (SUN PROTECTION FACTOR) BODY BUTTER DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) Mut Mainnah; Santoso, Joko; Purgiyanti
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3621

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi. Paparan sinar matahari yang tinggi dapat menimbulkan beberapa masalah terhadap kulit, mulai dari kulit kemerahan, pigmentasi, bahkan dalam waktu lama dapat menyebabkan resiko kanker. Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif dari paparan sinar matahari dengan menggunakan body butter. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil sifat fisik yang paling baik dan nilai SPF yang paling tinggi dari sediaan body butter ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.). Metode yang digunakan untuk ekstraksi bunga telang menggunakan metode refluks dan di larutkan dengan etanol 70%, kemudian ekstrak bunga telang yang diperoleh diformulasikan ke dalam bentuk body butter dengan berbagai konsentrasi. Hasil diperoleh pada formula yang menghasilkan dari sifat fisik terbaik dari sediaan body butter yaitu formula 1 dan formula dengan nilai SPF yang paling tinggi dari sediaan body butter yaitu formula 3. Kesimpulan dari penelitian ini dihasilkan formula 1 memiliki sifat fisik yang baik dilihat dari organoleptis nya dan formula 3 dengan menghasilkan nilai SPF yang paling tinggi.
PERBANDINGAN NILAI SPF (SUN PROTECTION FACTOR) PADA SEDIAAN TONER PEMBERSIH WAJAH DARI EKSTRAK AMPAS TEH HIJAU (GREEN TEA) DAN AMPAS TEH HITAM (BLACK TEA) Hikmatul Maula; Purgiyanti; Kusnadi
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 1 (2024): Publikasi Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i1.3622

Abstract

Tanaman teh (Camellia sinensis L.) merupakan tanaman penyegar yang termasuk dalam keluarga tehaceae. Tanaman teh merupakan tanaman mengandung senyawa polifenol yang berpotensi untuk diolah menjadi sumber antioksidan alami. Kandungan katekin sebagai antioksidan dapat memperlambat terjadinya penuaan dini . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toner manakah yang memiliki nilai SPF paling tinggi antara toner ekstrak ampas teh hijau dan toner ekstrak ampas teh hitam. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengukuran nilai SPF dari toner ekstrak ampas teh hitam dan teh hijau dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pelarut etanol untuk menganalisis data yang diperoleh dengan metode mansur. Berdasarkan hasil yang diperoleh nilai SPF Toner Ekstrak Ampas Teh Hijau yaitu sebesar SPF 9,09 sedangkan rata-rata nilai SPF Toner Ekstrak Ampas Teh Hitam yaitu 7,73. Toner Ekstrak Ampas Teh Hijau dan Toner Ekstrak Ampas Teh Hitam memiliki kadar SPF terlihat dengan adanya hasil yang diperoleh setelah dilakukan pengukuran nilai SPF. Toner Ekstrak Ampas Teh Hijau memiliki proteksi maksimal sedangkan Toner Ekstrak Ampas Teh Hitam memiliki proteksi ekstra. Hal tersebut menunjukkan bahwa perbedaan zat aktif mempengaruhi nilai SPF pada sediaan toner.
PENGGUNAAN PRIMER GEN CYTOCHROME OXIDASE 1 DALAM REAKSI POLYMERASE CHAI REACTION (PCR) UNTUK IDENTIFIKASI KANDUNGAN BABI PADA MAKANAN Pane, Elfira Rosa; Legasari, Leni; Mardini, Intan
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.3532

Abstract

Muslims make up the majority of the population in Indonesia so halal food safety is of paramount importance. From a religious and health perspective, adulteration and contamination of Sus scrofa meat is considered a violation of halal norms. Sus scrofa is often used to adulterate beef to take advantage of the physical resemblance and price difference. The need to identify Sus scrofa meat contamination in food products was highlighted in this study. After a successful isolation process, the Polymerase Chain Reaction (PCR) method was used to validate the presence of porcine DNA. PCR utilizes primers specifically made to replicate specific DNA sequences associated with pigs. PCR testing provides precise results for pig DNA, ensuring the accuracy of detection of pork contamination in foodstuffs. This research contributes to efforts to maintain halal food safety in Indonesia by emphasizing the important role of PCR in the detection process of Sus scrofa meat.
UJI ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN MINERAL MIE BASAH BERBASIS TEPUNG JEWAWUT (SETARIA ITALICA L.) DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) Novi Aryanti; Ismail, Ayu Indayanti; Yuniati, Dewi
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.3606

Abstract

Mie adalah produk makanan yang digemari oleh masyarakat. Namun, mie memiliki kandungan protein, serat, dan kalsium yang rendah. Peningkatan nilai gizi pada mie dapat dilakukan dengan menggunakan tepung jewawut dan daun kelor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesukaan melalui uji organoleptik dan profil mutu gizi (protein, lemak, air, abu, karbohidrat, serat kasar, kalsium, zat besi, dan zink. Metode penelitian dilakukan dalam tiga tahapan yaitu formulasi mie basah dalam dua formula yaitu F1 dan F2. Selanjutnya dilakukan uji organoleptik untuk memilih formula terbaik dilanjutkan dengan analisis kandungan gizi yang meliputi analisis proksimat dan uji mineral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula mie basah yang terpilih berdasarkan uji organoleptik terhadap 30 orang panelis yaitu mie F2 dengan campuran 45 g tepung jewawut, 60 g tepung terigu dan 15 g daun kelor. Mie tersebut mengandung zat gizi per 100 gram yaitu protein 11,89 g, karbohidrat 46,64 g, lemak 1,85 g, serat kasar 0,93 g, zat besi 79,34 mg/kg, kalsium 100,53 mg/kg dan seng 22,66 mg/kg. Oleh karena itu, mie dengan formula terpilih kaya akan nutrisi yang dibutuhkan hadir dalam kebutuhan zat gizi.
THE EFFECT OF TEMPERATURE AND ROCK SUGAR PERCENTAGE ON POLYPHENOL CONTENT IN PROCESSED RED GINGER (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) PRODUCTS Fadzrin, Al Ghifary Marendra; Sari, Dessy Agustina; Fahriani, Vera Pangni
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 6 No. 2 (2024): Penelitian Kimia 2024
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v6i2.3661

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of evaporation-crystallization operating conditions on the polyphenolic content of red ginger extract (Zingiber officinale var. Rubrum), a medicinal plant known for its multiple health benefits in traditional Asian medicine. Polyphenolic compounds found in red ginger, such as gingerol and shogaol, are potent antioxidants with a variety of therapeutic effects, including antiviral, anticancer, and anti-inflammatory properties. The extraction and crystallization processes are essential to maximizing the bioavailability of these compounds. This study investigated the variation of crystalliser (rock sugar) content and temperature during both processes on the polyphenol content of the samples. In this study, the evaporation-crystallization method was applied to red ginger raw materials to determine the optimal conditions for maintaining polyphenol content. The results showed that red ginger extract before treatment (sample P) had the highest polyphenol content, recorded at about 3150 mg gallic acid/g. Sample SB treated at 80°C with 100% sugar content had a significant polyphenol content of about 2300 mg gallic acid/g. In contrast, increasing the treatment temperature by 10°C (SD sample) resulted in the lowest content measured, indicating a temperature-sensitive condition in the maintenance of polyphenols during the process. Further analysis showed that sugar content had a significant effect on polyphenol stability. This finding contradicts previous studies suggesting that sugar can cause polyphenol degradation. This study suggested that the presence of crystallizing agents may affect the Folin-Ciocalteu reagent used for polyphenol content analysis, leading to higher readings. In addition, this study investigated the polyphenol content in liquid-phase samples (after brewing and dissolution in hot water). The results showed a decrease compared to the solid-phase samples. The decrease in polyphenol content during steeping is consistent with the idea that hot water immersion can dissolve and thus reduce phenolic content. This study highlights the importance of extraction-crystallization parameters on the quality of red ginger extracts and suggests that control of temperature and sugar concentration can significantly improve polyphenol stability, thereby optimizing the therapeutic potential of red ginger products. Comparisons with commercial products highlight the superior polyphenol content of the study samples, supporting tailored extraction methods to maximize health benefits. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi operasi evaporasi-kristalisasi terhadap kandungan polifenol pada ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum), sebuah tanaman obat yang terkenal dalam pengobatan tradisional Asia karena beragam manfaat kesehatannya. Senyawa polifenolik yang terdapat dalam jahe merah, seperti gingerol dan shogaol, adalah antioksidan kuat yang menawarkan berbagai efek terapeutik, termasuk antiviral, antikanker, dan antiinflamasi. Proses ekstraksi dan kristalisasi sangat penting untuk memaksimalkan bioavailabilitas senyawa ini. Penelitian ini mengkaji tentang variasi persentase agen kristalisasi (gula batu) dan suhu selama kedua proses tersebut terhadap kandungan polifenol sampel. Penelitian ini menggunakan metode evaporasi-kristalisasi pada bahan baku jahe merah untuk menentukan kondisi optimal dalam mempertahakan kadar polifenolnya. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah sebelum perlakuan (sampel P) memiliki kandungan polifenol tertinggi, tercatat sekitar 3150 mg asam galat/g. Sampel SB yang diperlakukan dengan kandungan gula 100% pada 80°C memiliki kandungan polifenol signifikan sekitar 2300 mg asam galat/g. Sebaliknya, peningkatan suhu perlakuan sebesar 10°C (sampel SD) menghasilkan kandungan terendah yang diukur, menunjukkan kondisi yang sensitif terhadap suhu dalam menjaga polifenol selama proses berlangsung. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kandungan gula berdampak signifikan terhadap stabilitas polifenol. Sebuah temuan yang bertentangan dengan studi sebelumnya yang menyarankan gula dapat menyebabkan degradasi polifenol. Penelitian ini mengemukakan bahwa keberadaan agen kristalisasi dapat mempengaruhi reagen Folin-Ciocalteu yang digunakan untuk analisis kandungan polifenol, menyebabkan nilai yang diukur lebih tinggi. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi kandungan polifenol dalam sampel fase cair (pasca penyeduhan – pelarutan ke dalam air panas). Hasilnya menunjukkan penurunan dibandingkan dengan sampel fase padat. Penurunan tingkat polifenol selama penyeduhan sesuai dengan gagasan bahwa perendaman air panas dapat melarutkan dan dengan demikian mengurangi kandungan fenolik. Penelitian ini menekankan pentingnya parameter ekstraksi-kristalisasi terhadap kualitas ekstrak jahe merah dan menyarankan bahwa kontrol suhu dan konsentrasi gula dapat meningkatkan stabilitas polifenol secara signifikan, sehingga mengoptimalkan potensi terapeutik produk jahe merah. Perbandingan dengan produk komersial menonjolkan kandungan polifenol yang superior dari sampel penelitian, mendukung metode ekstraksi yang disesuaikan untuk memaksimalkan manfaat kesehatan.

Page 7 of 13 | Total Record : 122