cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING OTOMATIS KERUPUK KEMPLANG DI DESA PENYAK Widodo Budi Kurniawan; Fitri Afriani; Herman Aldila; Yuant Tiandho
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i1.30037

Abstract

Kegiatan pengabdian berupa Iptek bagi Masyarakat (IbM) merupakan salah satu penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan adanya kegiatan pengabdian IbM, maka diharapkan akademisi dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Lokasi yang menjadi sasaran kegiatan IbM adalah Desa Penyak Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah yang mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah sebagai nelayan atau petani. Hasil tangkapan nelayan sebagian diolah menjadi kerupuk kemplang. Masalah yang muncul adalah bahwa proses pengeringan masih menggunakan cara tradisonal yaitu melalui penjemuran secara langsung di bawah terik matahari, sehingga proses pengeringan masih bergantung pada cuaca. Salah satu upaya untuk membantu masyarakat, khususnya kalangan kelompok usaha mikro di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Penyak dalam mengatasi permasalahan pengeringan kerupuk kemplang adalah melalui sosialisasi pengeringan kerupuk kemplang menggunakan alat pengering otomatis. Kegiatan sosialisasi akan dilanjutkan dengan transfer teknologi tepat guna dan penyerahan alat pengering otomatis sehingga masyarakat dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara langsung untuk meningkatkan kualitas produksi kerupuk kemplang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan penyerahan alat pengering otomatis dimanfaatkan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
PENGEMBANGAN KAPASITAS UKM AL-MANSHURIEN BANGKALAN MELALUI INOVASI TEKNOLOGI BERBASIS WEBSITE Mochammad Yasir; Laila Khamsatul Muharrami; Catur Wasonowati; Laili Cahyani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i2.30735

Abstract

Saat ini dunia sedang dilanda wabah penyakit yaitu Covid-19 yang belum ada obatnya. Wabah ini hampir melumpuhkan seluruh sendi-sendi kehidupan manusia, termasuk bidang ekonomi dunia usaha dan wirausaha. Salah satu UKM yang terdampak Covid-19 tersebut adalah UKM Al-Manshurien yang memproduksi minuman kesehatan jamu herbal Naturna beralamatkan di Jl. Yakurt Blok ED/2 Perumahan Taman Gili, Desa Gili Timur Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan, dalam bentuk cair dan serbuk. Pada masa Covid-19 terjadi penurunan omzet penjualan. Faktor penyebabnya adalah kenaikan bahan baku, daya beli masyarakat menurun, proses produksi manual, dan kesulitan dalam pemasaran. Salah satu alternatif solusi yang ditawarkan adalah pembuatan website untuk mengatasi kesulitan pemasaran produk yang berdampak pada penurunan penjualan produk dengan menyertakan hasil sertifikasi halal dan uji nutrisi pada sampel Naturna berbahan temulawak, kunyit putih, sirih pinang, berbentuk cair dan serbuk. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas UKM Al-Manshurien Bangkalan melalui inovasi teknologi berbasis website. Metode yang dilakukan adalah 1) survei lapangan untuk melihat kondisi dan permasalahan yang dialami mitra; 2) pembuatan website pemasaran produk; 3) pelatihan pengoperasian website pemasaran produk. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemasaran penjualan produk UKM Al-Manshurien yang didukung dengan adanya legalitas produk dapat meningkat melalui inovasi teknologi berbasis website untuk kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kapasitas UKM di Indonesia.
PENYULUHAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU-GURU SMP DI KOTA SUKABUMI Susi Yuliawati; Dadang Suganda; Nani Darmayanti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i3.29604

Abstract

Bagi masyarakat pengguna internet, memiliki pengetahuan dan kecakapan menggunakan teknologi digital untuk mengakses dan mengelola informasi; membangun pengetahuan baru; serta berkomunikasi dengan orang lain agar terhubung dan berpartisipasi secara efektif di masyarakat adalah suatu keharusan. Oleh karena itu,  kegiatan PPM ini berupa penyuluhan mengenai literasi digital kepada guru-guru SMP di Kota Sukabumi. Terdapat dua puluh orang guru SMPyang menjadi peserta kegiatan penyuluhan ini yang mewakili sebelas Sekolah Menengah Pertama yang berbeda di Kota Sukabumi, yaitu SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 13, SMPN 14, SMPN 15, SMPN 16, dan SMP Mardi Waluya 2. Literasi digital adalah istilah yang mengacu pada pengetahuan dan kecakapan menggunakan media digital, perangkat komonukasi, dan jaringan untuk menemukan, membuat, dan mengevaluasi informasi, serta menggunakannya secara bijak, cerdas, cermat, tepat, sehat, dan taat hukum dalam rangka menjalin interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Didasari oleh konsep tersebut, kegiatan ini ditujukan untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pendidik di tingkat Sekolah Menengah Pertama tentang dampak penggunaan teknologi digital sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan penuh bertanggung jawab. Selanjutnya, pengetahuan dan kesadaran tersebut dapat mereka tularkan pada para anak didik mereka. Dari kegiatan penyuluhan ini, perubahan yang tampak dari adalah peningkatan pengetahuan para peserta mengenai cara berkomunikasi yang bijak di media sosial, perbedaan berita akurat dan hoax, dan bahaya ujaran kebencian bagi keharmonisan sosial.
PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLAAN BUMDES CIPTA RAHAYU DI DESA CIPANJALU KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG Ida Widianingsih; Haris Setiawan; Mifta Chuddin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i2.26909

Abstract

Artikel ini menjelaskan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Unpad pada Semester Ganjil 2019/2020 yang dilaksanakan di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Pemilihan lokasi PKM disesuaikan dengan penugasan penulis pertama sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM Kewirausahaan) Unpad  yang dilaksanakan selama 1 bulan  (9 Januari 2020-12 Februari 2020). Dalam kegiatan PKM ini, pengumpulan data dilakukan sejak penempatan mahasiswa KKN di Desa Cipanjalu melalui observasi, diskusi, wawancara dan FGD. Kegiatan evaluasi kinerja mandiri BUMDes Cipta Rahayu ditujukan untuk memperkuat  kapasitas pengelolaan BUMDes Cipta Rahayu agar dapat mengoptimalkan fungsinya sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat Desa Cipanjalu. Pelaksanaan evaluasi kinerja mandiri dilakukan secara informal yang dihadiri oleh dua orang pengurus inti, satu orang Pembina BUMDes, dan tiga orang fasilitator.  Dari proses tersebut terungkap berbagai isu dan strategi optimalisasi pengelolaan  BUMDes berdasarkan potensi desa setempat.  Aktivitas ekonomi utama yang dilaksanakan saat ini telah terintegrasi dengan berrbagai program pembangunan desa, misalnya penyaluran  bantuan dana PKH, pengelolaan layanan air bersih, pembayaran tagihan listrik. Namun demikian, Pengurus menyadari perlu melakukan re-orientasi bisnis BUMDes agar dapat memperluas cakupan layanan dan memberi dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Desa Cipanjalu.This article explains the community service (Pengabdian Kepada Masyarakat, PKM) activity by Unpad lecturer during the 2019/2020 academic year which was held in Cipanjalu Village, Cilengkrang Sub-District, Bandung Regency. The PKM location was chosen based on the assignment of the writer as a field supervisor (Dosen Pembimbing Lapangan, DPL) for the Unpad Entrepreneurship field lecture (KKNM Kewirausahaan) activity that was held for one  month (January 9th 2020-February 12th 2020). During this PKM activity, the data collection was conducted in the initial process of student’s deployment at Cipanjalu Village through observation, discussion, interview and FGD. The independent performance evaluation of Village Own Entreprise (Cipta Rahayu BUMDes) aimed to increase the management capacity of Cipta Rahayu BUMDes in order to optimize its function as a catalyst for the economy of Cipanjalu residents. The independent performance evaluation was done informally with  two core management team members, One BUMDes advisor, and 3 facilitators. From this process, we identified various issues and management optimalization strategies based on the potential of the village. The main economic activities that are conducted have been integrated with various village development programs, for example the distribution of Family Hope Program (Program Keliuarga Harapan, PKH)  financial assistance, management of clean water, and also payment for electricity. However, BUMDes management realizes the need to re-orient the BUMDes business in order to widen its scope of service and give more contribution to the well-being of Cipanjalu Village. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN BURONCONG TABARO SOLUSI PENINGKATAN EKONOMI DI TENGAH COVID-19 Salju Salju; Harmita Sari; Altri Wahida; Indra Kusdarianto
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i1.32162

Abstract

Buroncong tabaro merupakan salah satu makanan tradisional khas Sulawesi Selatan berbahan dasar sagu yang pembuatannya cukup banyak digeluti masyarakat. Buroncong pada umumnya berbahan dasar tepung terigu. Melihat besarnya produksi sagu di Kabupaten Luwu Utara menjadi alasan penulis untuk menginovasikan buroncong dengan menggunakan bahan dasar sagu. Dengan adanya pengolahan sagu sebagai bahan baku buroncong tabaro, dapat meminimalisasi biaya bahan baku yang tentunya akan memengaruhi harga jual buroncong tabaro serta dapat menciptakan cara baru dalam mengonsumsi sagu yang umumnya hanya dikonsumsi sebagai pengganti makanan pokok seperti kapurung, sinole, dan dange. Tujuan dan target hasil kegiatan program pemberdayaan masyarakat ini adalah sebagai sarana dalam membantu masyarakat untuk memaksimalkan produksi makanan olahan berbahan dasar sagu yang dapat dijadikan sebagai alternatif usaha dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Buroncong tabaro berbahan dasar sagu memiliki harga yang relatif murah dibandingkan buroncong pada umumnya yang berbahan dasar tepung terigu tanpa mengurangi rasa dan kualitas buroncong itu sendiri. Adapun pelaksanaan kegiatan yang dilakukan yaitu demonstrasi pembuatan buroncong tabaro. Hasil kegiatan dalam pemberdayaan masyarakat yaitu masyarakat mampu membuat olahan makanan tradisional buroncong tabaro, mengemas produk dengan desain menarik dan higienis serta menerapkan manajemen usaha yang baik dan meningkatkan jiwa berwirausaha yang tinggi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DIMASA PANDEMI COVID-19 PADA IKATAN REMAJA MASJID RT.04 LOA KULU Febry Lawrenche; Nadya Wulandari; Nurlita Ramadhan; Fadillah Rahayu; Mahzbar Arianto Bakhtiar; Annisa Nurrachmawati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i3.28007

Abstract

Pandemi COVID-19 menjadi prioritas masalah kesehatan nomor satu di Indonesia dengan jumlah kasus sebanyak 34.316 kasus sejak 11 Juni 2020 dan masih akan terus meningkat. Oleh karena itu pemerintah memberlakukan pendekatan-pendekatan kesehatan masyarakat untuk mencegah penularan virus tersebut seperti anjuran untuk tetap di rumah, menjaga jarak, dan menggunakan masker jika terpaksa berpergian. Akibatnya, tempat-tempat umum seperti sekolah, kantor, dan masjid pun ditutup. Program pemberdayaan masyarakat juga merupakan salah satu pendekatan yang bisa dilakukan karena bertujuan untuk mencegah penularan virus COVID-19 dengan memandirikan masyarakat untuk menyebarkan informasi terkait pencegahan COVID-19 agar tidak terjadi peningkatan kasus di daerahnya yang dalam hal ini terletak di RT.04 Loa Kulu. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam empat tahapan yaitu analisis masalah dan prioritas masalah; perencanaan dan persiapan; pelaksanaan program; dan evaluasi program. Sasaran program adalah ikatan remaja masjid yang ada di RT.04 Loa Kulu karena remajanya sangat aktif dan mampu menggunakan fasilitas masjid yaitu pengeras suara masjid untuk menyebarkan informasi terkait COVID-19. Remaja-remaja tersebut antusias dan semangat dalam menyebarkan informasi dan menerapkan protokol pencegahan. Penyebaran informasi dengan pengeras suara masjid merupakan metode yang efektif karena mampu mencakup area yang luas dan masyarakat yang luas pula. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat; Ikatan Remaja Masjid; COVID-19.
EDUKASI MITIGASI BENCANA DI DESA CINTAMULYA, KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT Ivan Darmawan; Khairunnisa Della; Putri Avelia; Muhammad Dhiyaul Haq
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i2.24745

Abstract

 Bencana alam dalam bentuk apapun merupakan hal yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun. Namun, kejadian ini terus ada dan terjadi. Berbagai usaha yang dilakukan manusia seringkali masih kurang maksimal sehingga bencana masih sering tidak terelakkan. Manusia yang percaya pada Tuhan berusaha memahami segala kehendak-Nya, meski itu berarti penderitaan. Banyak masalah hadir bersamaan dengan datangnya bencana alam, seperti kehilangan dan kerusakan harta benda bahkan nyawa. Meski begitu, hal ini bukanlah perkara yang akan dengan mudah dipahami dan diterima oleh mereka yang terdampak. Harta yang telah dikumpulkan dan ditabung bertahun-tahun lamanya dapat lenyap dalam sekejap. Begitu juga sanak keluarga yang sangat dicintai dapat meninggalkan kita seketika. Maka dari itu, pentingnya mitigasi bencana sangat perlu disadari dan dimengerti oleh masyarakat, terlebih masyarakat di daerah rawan bencana, seperti halnyaDesa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Any kind of natural disaster is undesirable for anyone. Unfortunately, the incidents persist. Efforts that have been done have not been optimal that the disasters are often inevitable. Humans who believe in God attempts to comprehend all of God’s will, though it would mean suffering. Many issues arise out of disasters, such as the loss and destruction of property and even lives. As such, this issue is not one that is easy to be understood and accepted for those who are affected. Wealth that has been collected for years can be erased in an instant. Loved ones can be lost in an instant as well. Thus, disaster mitigation needs to be realized and understood by the society, especially residents of areas vulnerable to disasters such as Cintamulya village, Jatinangor sub-district, Sumedang regency, West Java. 
HYGIENE SANITASI MAKANAN JAJANAN KANTIN SEBUAH PERGURUAN TINGGI SWASTA X DI BANDUNG UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN LINGKUNGAN Ria Satyarini; Rizka Nugraha Pratikna; Fernando Mulia; Vera Intanie Dewi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i3.25583

Abstract

Hygiene sanitasi makanan jajanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan (keputusan Menteri kesehatan RI nomor 715). Dari bahan pelatihan hygiene BEDO dan ILO didapat dua hal yang sangat penting dan sebenarnya mudah untuk dilakukan oleh penjual makanan dikantin yaitu pengelolaan kebersihan pribadi (menyangkut penjual makanan dan minuman di kantin) serta pengelolaan dapur. Tulisan ini mengkaji perbedaan persepsi antara penjaja makanan dan minuman di kantin sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung dengan apa yang dirasakan oleh konsumen, yakni sebanyak 450 mahasiswa. Dari data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis deskriptif untuk melihat gambaran persepsi tentang kondisi hygiene sanitasi saat itu dari dua sudut pandang yakni penjual dan pembeli. Analisis diskriptif dilakukan dengan menghitung  rata – rata jawaban responden dari setiap pernyataan dan selanjutnya disajikan dalam bentuk grafik dan dinarasikan dengan mengacu pada kajian teori yang relevan.Dari pembahasan yang telah dilakukan, ditemukan temuan yang menarik terkait pengetahuan akan pengelolaan kebersihan pribadi dari para penjual makanan dan minuman yang ada di kantin tersebut. Hasil yang didapat bahwa pengetahuan mereka sudah cukup baik dan masih dapat ditingkatkan menjadi baik dan sangat baik dilihat dari adanya kondisi bahwa penjaja makanan di kantin tersebut sudah menyadari pentingnya arti kebersihan bagi mereka. Akan tetapi dimensi pengelolaan dapur yang berhubungan dengan fasilitas kantin dan bantuan dari pengelola kantin yaitu pihak universitas masih harus diperbaiki karena berada pada kategori rendah.
PENGEMBANGAN USAHA UMKM DI MASA PANDEMI MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN MEDIA DIGITAL Sam'un Jaja Raharja; Sari Usih Natari
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i1.32361

Abstract

Pandemi Covid-19 telah melanda banyak negara, termasuk Indonesia. Covid-19 telah menimbulkan dampak di berbagai sektor termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah diantaranya yakni turunnya jumlah penjualan. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat dilakukan untuk memberi bimbingan dalam mengatasi dampak tersebut melalui penggunaan dan pengelolaan media digital yang sesuai. Dengan menggunakan dan mengelola media digital, diharapkan para pelaku usaha dapat menentukan jenis media digital yang tepat untuk produk yang dipasarkan, meningkatkan awareness serta ketertarikan masyarakat mengenai produk. Metode yang digunakan adalah pelatihan secara virtual menggunakan Zoom Meeting.  Materi kegiatan berupa ini adalah strategi penggunaan dan pengelolaan media digital, optimalisasi digital marketing serta branding produk untuk meningkatkan kemampuan pembuatan konten yang menarik, promosi serta sebagai media alternatif bagi pelaku usaha bidang jasa. Media digital yang digunakan antara lain Instagram, Facebook WhatsApp, GrabFood/Go-Food, Tokopediadan platform lainnya.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan bimbingan yang diberikan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang media digital, peningkatan pengetahuan berbagai media yang dapat digunakan dan adanya peningkatan keterampilan dalam penggunaan dan pengelolaan media digital dalam branding. Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah adanya keberlanjutan program pembinaan bagi para pelaku usaha sehingga dapat menerapkan dan mengelola media digital secara optimal.
PENGGUNAAN APLIKASI PEMBUKUAN MELALUI DIGITAL MARKETING DAN MEDIA SOSIAL PADA UMKM BANGUNJIWO BANTUL Firman Mansir; Siti Fatimah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i2.32694

Abstract

Perkembangan teknologi sudah jauh berkembang pesat sehingga perlu direspon dengan cepat agar tidak tertinggal jauh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan sosialisasi kepada UMKM tentang pentingnya penggunaan teknologi digital elektronik di zaman ini, hal itu mendominasi untuk membantu hampir semua kegiatan masyarakat sehari-hari, begitu pula untuk para pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dapat meningkatkan usahanya dengan memanfaatkan penggunaan teknologi melalui platform yang disebut sebagai media sosial. Adapun metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara, ceramah dan diskusi, serta demonstrasi dan praktek. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa di era pandemi yang membatasi interaksi dan ruang gerak manusia, digital marketing dan media sosial dapat dimanfaatkan para pemilik usaha untuk memasarkan dan mengiklankan produk, mendapatkan informasi, juga berinteraksi dan berkomunikasi dengan pelanggan tanpa harus bertemu langsung. Implikasinya adalah kemajuan teknologi juga menjadi faktor utama kehadiran aplikasi-aplikasi yang sangat membantu untuk digunakan sehari-hari termasuk aplikasi pembukuan atau pencatatan keuangan.

Page 10 of 59 | Total Record : 588


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue