cover
Contact Name
Sudirman
Contact Email
sudirman@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
gemawiralodra@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Gema Wiralodra
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 16937945     EISSN : 26221969     DOI : -
Core Subject : Education,
Gema Wiralodra adalah jurnal yang dikelola oleh LPPM Universitas Wiralodra. Gema Wiralodra telah ada sejak tahun 2005 dan merupakan jurnal pertama di Universitas Wiralodra. Gema Wiralodra merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan dua kali setahun (bulan April dan bulan Oktober) yang mempublikasikan hasil penelitian orisinal dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan konsep, teori, perspektif, paradigma, dan metodologi dalam kajian ilmu dari lintas kajian ilmu sosial, hukum, pendidikan, pertanian, teknologi dll.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
SISTEM PENDAFTARAN MEREK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DAN IMPLIKASINYA PADA MEREK YANG BELUM TERDAFTAR Ujang Suratno
Gema Wiralodra Vol. 7 No. 1 (2016): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik Merek yang terdaftar untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Menurut Undang-Undag No. 15 Tahun 2001 tentang Merek, merek ialah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/ atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/ atau jasa. Pokok persoalan dari riset ini adalah bagaimana UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek mengatur tentang pendaftaran merek, bagaimana sitem pendaftaran yang dianut UU No. 15 Tahaun 2001, bagaimana impikasi bagi merek-merek yang belum terdaftar menurut UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek, dan bagaimana bila terjadi pelanggaran terhadap Merek menurut UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode yuridis normatif. Sedangkan untuk data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif, dimana paparan analisis bersifat preskriptif. Bentuk perlindungan hukum terhadap pemilik merek yang belum terdaftar menurut undang-undang No. 15 tahun 2001 tentang Merek, pemilik merek tidak terdaftar dapat mengajukan pembatalan merek dengan alasan sebagaimana dimaksud Pasal 4 yang berisi merek tidak dapat didaftar atas dasar permohonan yang diajukan oleh pemohon yang beritikad tidak baik, memberikan perlindungan hukum semua berdasarkan pendaftaran dengan tujuan mencapai kepastian hukum. Dari hal tersebut kepastian hukum baru tercapai setelah melalui masa pendaftaran dan masa daluwarsa gugatan pembatalan yang memakan waktu lama dan biaya yang besar, sehingga hal ini justru menjadi penghambat iklim usaha di Indonesia bagi masyarakat Indonesia sendiri yang notabene belum memiliki pengetahuan tentang hukum dan kesadaran hukum yang baik. Dan Akibat hukum perlindungan hukum terhadap pemilik merek yang belum terdaftar menurut undang-undang No. 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, yaitu pemakai merek tersebut belum mendapatkan kepastian hukum bahwa pemakai merek tersebut adalah pemegang hak atas merek, dan orang lain ataupun badan hukum lain tidak boleh menggunakan merek tersebut untuk barang-barang sejenis. Kata Kunci: System Pendaftaran Merek, Belum Terdaftar
UPAYA PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA MONEY LAUNDERING GUNA MENGANTISIPASI PERKEMBANGAN GLOBALISASI TERHADAP KEJAHATAN DALAM RANGKA TERWUJUDNYA KEPASTIAN HUKUM BAGI INVESTOR DI WILAYAH JAWA BARAT Ujang Suratno
Gema Wiralodra Vol. 1 No. 2 (2010): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejahatan money laundering memiliki dimensi internasional, terorganisir, serta berdampak buruk bagi keamanan, dan kesejahteraan. Kejahatan money laundering memiliki dimensi yang cukup luas serta memiliki tali temali dengan tindak kejahatan lainnya, seperti baik kejahatan konvensional (conventional crimes) maupun kejahatan transnasional (transnational crimes), bahkan memiliki dimensi internasional dan terorganisir. Kondisi sangat berdampak buruk bagi keamanan, dan kepastian hukum para investor. Untuk itu diperlukan kemampuan Anggota Kepolisian dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan. Saat ini diasumasikan bahwa kemapuan penyelidikan dan penyidikan anggota kepolisian masih relatif rendah. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis emperis, penelitian yang dilakukan terhadap efektifitas penerapan peraturan perundangan-undangan di bidang Kepolisian. Sifat penelitian bersifat deskriptif, memaparkan berbagai aturan yang mengatur tentang penyelidikan dan penyidikan anggota Polri. Bahan-ahan hukum baik bahan hukum primer, sekuder, maupun tersier menjadi bahan kajian utama dalam penerapan hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi lapangan, baik dengan obesrvsi, maupun wawancara. Teknik analisis dilakukan melalui teknik Desriptif Analisis. Hasil penelitian menunujukan bahwa anggota Polri di Polda Jawa Barat belum banyak yang memahami tindak pidana pencucian uang (moneylaundering), pengetahuan mengenai moneylaundering masih rendah, keterampilan penyelidikan dan penyidikan juga masigh relatif rendah, hal ini mengingat masih sedikitnya anggota Polri yang telah mengikuti pendidikan reskrim bidang moneylaundering. Upaya peningktan kemampuan harus terus dilakukan Polri pada anggotanya, seperti pelatihan dan pendidikan, diksus moneylaundering. Kata Kunci: Moneylaundering, kemampuan, diklatsus
PENEREPAN PEMBUKTIAN TERBALIK PADA TINDAK PIDANA KORUSI DI INDONESIA DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 20 TAHUN. 2001 JO UNDANG-UNDANG NO. 31 TAHUN. 1999 TENTANG TINDAK PIDANA KORUPSI Ujang Suratno
Gema Wiralodra Vol. 4 No. 1 (2013): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan kejahatan yang dapat menyebabkan terjadinya krisis pada berbagai dimensi baik ekonomi, sosial, politik, keamanan, pertahanan, bahkan ideologi. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberantasan yang terus menerus baik preventif maupun represif. Salah satu persoalan yang cukup rumit dalam penegakan hukum (tindakan represif) terhadap tindak pidana korupsi adalah berkaitan dengan sulitnya pembuktian. Pembuktian merupakan faktor yang sangat penting dalam proses perkara pidana, yang dimulai dari proses penyidikan hingga proses di pengadilan. Untuk mempermudah dalam hal pembuktian, maka penerapan konsepsui pembktian terbalik menjadi penting. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dimana bahan-bahan hukum baik bahan hukum primer, sekunder maupun tersier sebagai sumber data bahan analisis, yang didapat melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini dianalisis secara preskriptif dengan pendkatan kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembuktian terbalik dalam hal terjadinya tindak pidana korupsi masih belum banyak dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia, sekalipun telah dilakukan beberapa perubahan beberapa pasal didalam UU No. 20 Tahun 2001 jo UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Prinsip siapa yang menuduh ia yang harus membuktikan sangat kuat dipakai di dalam Peradilan Tipikor, yakni dimana jaksa yang mendakwa harus memiliki bukti-bukti yang membuktikan bahwa yang didakwakan itu benar Pada Perkara Akbar Tanjung, sebagai studi kasus pada penelitian ini dimana didakwa melakukan tindak pidana korupsi, hakim memberikan peluang kepada terdakwa untuk membuktikan apa yang dituduhkan jaksa penuntut umum. Salah satu kelemahan peraturan tersebut belum memberikan pengaturan yang jelas tentang mekanisme dan proses pemberlakuan pembuktian terbatas tersebut. Untuk itu agar pelaksanaan pembuktian yang dikehendaki UU No. 31 tahun 1999 dapat berjalan maka perlu adanya peraturan pelaksanaan penerapan pembuktian terbalik. Kata Kunci: pembuktian terbailik, peraturan pelaksanan, kemuan hakim.
OPTIMALISASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PEMBAJAKAN HAK CIPTA CAKRAM OPTIK GUNA TERWUJUDNYA KEPASTIAN HUKUM BAGI INVESTOR DI INDONESIA Ujang Suratno
Gema Wiralodra Vol. 5 No. 1 (2014): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang dimiliki seseorang atau kelompok orang sebagai hasil kegiatan intelektual berupa ide yang telah diwujudkan dalam berbagai bentuk baik berupa paten, ciptaan, merek, indikasi geografis, pemulyaan tanaman, desain industri, rahasia dagang. Sebagai hasil kerja inteletual, maka hukum melindungi dengan memberikan hak baik hak moral maupum hak ekonomi. Terhadap kedua hak tersebut saat ini banyak sekali pelanggaran yang dilakukan orang dengan melakukan pembajakan. Pelanggaran terhadap hak milik intelektual (HKI) yang paling banyak adalah pelanggaran terhadap hak cipta, dan salah satunya adalah pelanggaran terhadap hak cipta Cakram Optic. Banyaknya pembajakan terhadap cakram optic, telah menyebabkan perusahaan-perusahan yang bergerak memproduksi cakram optic terhenti, para investor yang bergerak di Cakram optic akhirnya abanyak yang bangkrut. Persoalan yang mendasar adalah bagaimana penegakan hukum terhadap UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dilakukan saat ini khsusunya yang berkaitan dengan cakram optic, bagaimana penegakan hukum yang efektif dan efisien sehingga penegakan hukum dapat optimal. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis emperis, penelitian yang dilakukan terhadap efektifitas penerapan peraturan perundangan-undangan di bidang kehutanan. Sifat penelitian bersifat deskriptif, memaparkan berbagai aturan yang mengatur tentang pengelolaan kehutanan, dan tingkat efetiktivtasnya didalam pelaksanaannya. Bahan-ahan hukum baik bahan hukum primer, sekuder, maupun tersier menjadi bahan kajian utama dalam penerapan hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi lapangan, baik dengan obesrvsi, maupun wawancara. Teknik analisis dilakukan melalui teknik Desriptif Analisis Normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta diterbitkan, pelanggaran terhadap hak Cipta, khususnya pembajakan terhadap cakram optik terus meningkat, Polri sebagai lembaga yang menangani penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana di bidang hak kekayaan intelektual belum berhasil secara baik (optimal), identifikasi terhadap unsur-unsur delik pembajakan Cakram Optic belum jelas, permintaan yang cukup besar dari masyarakat penyebab utama terajdinya pembajakan Cakram Optic, serta kesadaran hukum masyarakat yang cukup rendah memperparah terjadinya pembajakan. Upaya peningkatan kemampuan aparat penegak hukum harus terus ditingkatkan. Kata Kunci: Pembajakan, Cakram Optic, dan penegakan hukum
PENYELESAIAN SENGKATA HAK CIPTA BAGI PENERBIT BUKU MEMEGANG HAK CIPTA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA Ujang Suratno
Gema Wiralodra Vol. 6 No. 1 (2015): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku termasuk hak kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang mempunyai peranan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Dasar 1945 yang dalam perkembangannya diperlukan peningkatan perlindungan dan jaminan kepastian hukum bagi pencipta dan pemegang hak cipta. Perlindungan hukum yang diberikan atas Hak Cipta digunakan sebagai pengakuan negara terhadap karya cipta seorang pencipta, dan juga sebagai perlindungan apabila terjadi pelanggaran dalam hak cipta, terutama dalam pendistribusian buku bajakan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dari rumusan masalah yang dibahas, maka tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui penyelesian sengketa pemegang hak cipta berdasarkan Pasal 9 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta; dan (2) untuk mengetahui gugatan perdata yang dapat dilakukan oleh penerbit buku sebagai pemegang hak cipta terhadap pendistribusian buku bajakan. Dalam penelitian ini digunakan metodologi pendekatan yuridis normatif, yaitu menganalisa terhadap ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam bentuk positif serta teori-teori dan norma-norma hukum yang berkaitan dengan masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyelesaian sengkata penerbit buku pemegang hak cipta dapat melalui dua jalur, Pertama jalur penyelesaian sengkata perdata, dimana Penerbit dapat mengajukan gugatan ganti rugi yang diajukan melalui peradilan perdata, sementara itu Penerbit dapat juga mengajukan pengaduan kepada kepolisian kepada para pembajak buku untuk diproses peradilan Pidananya. Didalam kontek gugatan perdata, UU No. 28 tahun 2014 Pasal 95-99, dan Pasal 103 telah mengatur melakukan penyelesaian sengketa melalui Alternatif Penyelsaian sengketa, Arbitrase, atau Pengadilan. Sejalan dengan itu dalam hal terjadinya pembajakan terhadap Buku, maka penerbit dapat melakukan pelaoran kepada Polri.  
Aplikasi bio P60 dan bio T10 serta macam media tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman melon Carsidi, Didi; Al asad, Faisal; Febrayanto, Catur Raharjo; Hidayah, Taufik Nur
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.280

Abstract

Penggunaan media tumbuh dan hormon pertumbuhan tepat menentukan pertumbuhan tanaman melon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi larutan Bio P60 + Bio T10 pada media tumbuh tertentu yang dapat mencapai pertumbuhan optimal. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan Split Plot 3 x 3 diulang sebanyak 4 kali. Petak utama yaitu media tumbuh dengan 3 taraf: tanah + Sekam bakar, tanah + Cocopeat dan tanah + Bokhasi sedangkan anak petak yaitu kombinasi Bio P60 + Bio T10 dengan 3 taraf: tanpa larutan Bio P60 + Bio T10, larutan Bio P60 + Bio T10 200 ml.tanaman-1 .2 minggu-1 serta larutan Bio P60 + Bio T10 300 ml.tanaman-1 .2 minggu-1. Parameter diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, umur berbunga dan kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukkan media tumbuh kombinasi tanah dan bokhasi mampu meningkatkan pertumbuhan; tinggi tanaman (197,19 cm) dengan laju pertumbuhan 6,28 cm, jumlah daun (27,97 helai) dengan laju pertumbuhan 0,84 helai, umur berbunga (23,67 hari), klorofil a (0,81 mg.g-1), klorofil b (0,86 mg.g-1) dan klorofil total (1,67 mg.g-1). Volume dosis kombinasi Bio P60 + Bio T10 dengan tanpa larutan Bio P60 + Bio T10, larutan Bio P60 + Bio T10 200 ml.tanaman-1 .2 minggu-1 serta larutan Bio P60 + Bio T10 300 ml.tanaman-1 .2 minggu-1 pada semua media memiliki pengaruh yang sama.
Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Serta Dampaknya Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Indihome Budiman, Alvin Yonatan; Karnadi, Marcellia Susan
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.382

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen serta dampaknya terhadap loyalitas konsumen produk IndiHome PT Telkom di Kota Bandung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis verifikatif. Analisis verifikatif yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu variabel independen (citraλmerek dan kualitas pelayanan), variabel intervening (kepuasan konsumen), dan variabel dependen (loyalitas konsumen). Penelitian ini menggunakan alat analisis dengan program SPSS versi 23. Hasil analisis desktiptif menunjukkan bahwa secara keseluruhan citra merek, kualitas pelayanan, kepuasan konsumen, dan loyalitas konsumen masih termasuk dalam kategori cukup. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pada substruktur pertama citra merek, kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen secara baik simultan maupun parsial, dengan memberikan pengaruh sebesar 93,8%. Selain itu, berdasarkan pengujian hipotesis substruktur kedua diperoleh bahwa citra merek, kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen secara baik simultan maupun parsial dengan memberikan pengaruh sebesar 90,8%. Hasil pengujian substruktur ketiga menunjukkan bahwa kepuasan konsumen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas, dengan memberikan pengaruh sebesar 91,5%. Selain itu terdapat pengaruh yang signifikan antara citra merek dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas melalui kepuasan konsumen.
Nanopartikel ekstrak etil asetat daun melinjo (gnetum gnemon l.) dengan aktivitas antioksidan dan antibakteri terhadap propionibacterium acnes Puspitasari, Ranny; Rahmat, Deni; Djamil, Ratna
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.367

Abstract

Melinjo (Gnetum gnemon L) mengandung asam askorbat, tokoferol, dan polifenol (fenol sederhana, flavonoid, dan tanin. Senyawa kimia ekstrak G. gnemon diperoleh tiga senyawa yaitu 3,4-dimethoxychlorogenic acid, resveratrol, dan 3-methoxyresveratrol. Daun G. Gnemon memiliki potensi antioksidan dan antibakteri. Tujuan penelitian ini membuat ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun G, gnemon, serta mengetahui aktivitas antioksidan, antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstraksi dilakukan dengan metode kinetik dengan pelarut etil asetat. Metode yang digunakan untuk pembuatan nanopartikel yaitu metode gelasi ionik dengan kitosan-Na TPP. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan uji akstivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan ekstrak daun G gnemon memiliki aktivitas antioksidan lebih baik dibandingkan nanopartikel ekstrak daun G gnemon dimana nilai IC50 masing-masing sebesar 35,602 dan 55,105 ppm. Sedangkan untuk aktivitas antibakteri nanopartikel ekstrak G gnemon lebih kuat dibandingkan ekstrak daun G gnemon dimana zona hambat sebesar 12,3 mm. Analisis data dengan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp Sig (2-tailed) < 0,05 terdapat perbedaan yang signifikan. Ukuran partikel Nanopartikel ekstrak daun G. gnemon yaitu (419,4 mm), indeks pendispersi (0,572%) dan potensi zeta (-68,5 9 mV). Ukuran nanopartikel memenuhi syarat karena <1000 mm
Investigasi, strategi, implementasi, dan evaluasi integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran matematika sebagai upaya pengembangan profesionalisme guru matematika SMP Taufan, Mochammad; Nurafifah, Luthfiyati; Sudirman, Sudirman; Mellawaty, Mellawaty; Ismunandar, Denni; Isnawan, Muhammad Galang
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.460

Abstract

Pendidikan abad 21 menuntut guru untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembalajarannya khususnya pembalajaran matematika. Namun, masih minimnya pelatihan, sosialisasi dan seminar terkait dengan cara mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi yang valid, praktis dan efektif masih sangat kurang. Oleh karena hal itu, penelitian ini bertujuan menginvestigasi, menyusun strategi, mengimplemtasikan, dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran daring guru matematika di masa pandemi COVID-19. Subjek penelitian yang terlibat pada penelitian ini adalah calon guru dan guru matematika tingkat sekolah menengah pertama di Kabupaten Indramayu. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni (a) lembar observasi; (b) pedoman wawancara; (c) angket; (d) tes evaluasi adopsi teknologi. Sedangkan analisis data yang dilakukan yakni mengumpulkan data, melakukan pengkodean, menganalisis kode, menyajikan data, menyimpulkan dan memverifikasi kesimpulan. Pengolahan data secara kualitatif tersebut dibantu dengan menggunakan software AtlasTi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Pada tahap investigasi sebagian besar guru menggunakan beberapa aplikasi diantaranya yaitu, Zoom Meeting, YouTube, WhatsApp, PowerPoint, Google Meet, Google Form, Google Drive, Google Classroom, Geogebra dan Blog sekolah. (2) pada tahap strategi, peneliti mengadakan diskusi dan workshop dengan beberapa guru matematika dengan dasar hasil penelitian pada tahap investigasi tentang penggunaan ICT pada pembelajaran matematika serta kesulitan yang dirasakan oleh guru selama pandemi COVID-19. (3) pada tahap implementasi, guru menggunakan aplikasi yang telah dibuat atau yang sudah jadi sebelumnya. Pada tahap ini, langkah awalnya adalah mempersiapkan siswa mengguanakan aplikasi tersebut dengan cara mengarahkan dan membimbing siswa untuk mengubduh (download) aplikasi tersebut serta menjelaskan cara menggunakan media pembelajaran matematika yang berupa aplikasi yang bisa diakses melalui smartphone tersebut. (4) Pada tahap evaluasi, diperoleh kesimpulan bahwa integrasi media pembelajaran matematika berbasis ICT cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Kata Kunci: Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi; Pembelajaran Matematika; Guru Matematika.
Analysis of the benefits of using e-modules as distance learning media: can it help students improve cognitive and affective aspects of students? Holisoh, Ade; Nurhalimah, Nurhalimah; Hamda, Nasmal
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2023): gema wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i2.313

Abstract

One learning tool with many advantages is interactive e-learning. These e-modules include text, graphics, animation, and videos, making it easier for students to understand lessons, especially when studying remotely. This study uses a literature review methodology to collect information from various sources, including books, articles from online journals, well-known websites, and statistical data from the internet. The information is then investigated and checked through three stages, including descriptive analysis, content analysis, and critical analysis. Based on research findings conducted through library research, interactive e-modules can increase student motivation, scientific literacy skills, learning outcomes, independence, and critical thinking skills. Based on the research results, this e-module can be used by teachers in distance learning as a learning media based on research findings. Interactive e-modules can increase learning motivation, scientific literacy, learning outcomes, independence, and students critical thinking skills.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Gema Wiralodra Vol. 16 No. 2 (2025): Gema Wiralodra Vol. 16 No. 1 (2025): Gema Wiralodra Vol. 15 No. 3 (2024): Gema Wiralodra Vol. 15 No. 2 (2024): Gema Wiralodra Vol. 15 No. 1 (2024): Gema Wiralodra Vol. 14 No. 3 (2023): Gema Wiralodra Vol. 14 No. 2 (2023): gema wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2022): Gema Wiralodra Vol. 12 No. 2 (2021): Gema Wiralodra Vol 12 No 2 (2021): Gema Wiralodra Vol. 12 No. 1 (2021): Gema Wiralodra Vol 12 No 1 (2021): Gema Wiralodra Vol 11 No 2 (2020): Gema Wiralodra Vol. 11 No. 2 (2020): Gema Wiralodra Vol. 11 No. 1 (2020): Gema Wiralodra Vol 11 No 1 (2020): Gema Wiralodra Vol 10 No 2 (2019): Gema Wiralodra Vol. 10 No. 2 (2019): Gema Wiralodra Vol. 10 No. 1 (2019): Gema Wiralodra Vol 10 No 1 (2019): Gema Wiralodra Vol 10 No 1 (2019): Gema Wiralodra Vol. 9 No. 2 (2018): Gema Wiralodra Vol 9 No 2 (2018): Gema Wiralodra Vol 9 No 1 (2018): Gema Wiralodra Vol. 9 No. 1 (2018): Gema Wiralodra Vol 8 No 2 (2017): Gema Wiralodra Vol 8 No 1 (2017): Gema Wiralodra Vol. 8 No. 1 (2017): Gema Wiralodra Vol 7 No 2 (2016): Gema Wiralodra Vol. 7 No. 2 (2016): Gema Wiralodra Vol. 7 No. 1 (2016): Gema Wiralodra Vol 7 No 1 (2016): Gema Wiralodra Vol. 6 No. 1 (2015): Gema Wiralodra Vol 6 No 1 (2015): Gema Wiralodra Vol. 5 No. 1 (2014): Gema Wiralodra Vol. 4 No. 1 (2013): Gema Wiralodra Vol. 3 No. 1 (2012): Gema Wiralodra Vol. 1 No. 2 (2010): Gema Wiralodra Vol. 1 No. 1 (2010): Gema Wiralodra More Issue