cover
Contact Name
G.A. Kristha Adelia Indraningsih
Contact Email
kristhaghea@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kristhaghea@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
ISSN : 23029102     EISSN : 26857189     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Widya Genitri adalah jurnal yang diterbitkan oleh STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah mengundang para peneliti, dosen dan praktisi untuk mengirimkan artikel hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan Agama dan Kebudayaan. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2012 dengan terbitan setiap 6 bulan (dua kali setahun) dan telah memiliki nomor e-ISSN : 2685-7189 ISSN: 2302-9102.
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
PAJAK BERKEADILAN BERDASARKAN CATUR PURUSA ARTHA Untung Suhardi; Kadek Hemamalini
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 3 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i3.419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan kesadaran masyarakat Hindu tentang pajak yang dihubungkan dengan konsep ajaran catur purusa artha. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan paradigma interpretif yang dalam hal ini peneliti memahami makna sosial dari pelaksanaan perpajakan yang dikontekstualisasikan dalam kehidupan dengan menggunakan teori Hermenutika Gadamer. Dari hasil kajian yang dilakukan menurut Arthasastra maupun Manawa Dharmasastra secara jelas menyatakan bahwa pajak memang diperkenankan dalam Hindu. Hal yang penting, pajak dalam ajaran Hindu merupakan sebuah kegiatan yadnya, yaitu kegiatan tulus ikhlas yang ditujukan sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian warga masyarakat terhadap negaranya. Ajaran catur purusa artha membawa keseimbangan dharma agama dan dharma Negara dalam mendorong umatnya agar memiliki kesadaran membayar pajak sebagai wujud nyata kewajiban setiap warga negara untuk membantu pembangunan bangsa seutuhnya
ETIKA HINDU DALAM REPRESENTASI SENI BONDRES DI KOTA SINGARAJA BALI Wayan Sunampan; Nyoman Suardika
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 2 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.422

Abstract

The results of this study discuss the form of bondres art representation in the city of Singaraja with an ethical perspective, and focus on several bondres sekaa in the city of Singaraja. This research is a qualitative type with the process of collecting data through observation, interviews, documentation, and online data searches. The data obtained were then analyzed and then presented with a qualitative descriptive. The results of the study show that Bondres art is represented by several things including 1) Characters, 2 Clothing, 3) Plays. The form of representation of Bondres art shows that there is an ethical aspect where Bondres art is used as an educational medium to instill moral values. Although sometimes there is an unethical impression either from the clothes or the dialogue that is delivered.
EKSISTENSI PENDETA BUGIS (BISSU) DALAM KEBERTAHANAN TRADISI DI KECAMATAN SEGERI Ni Wayan Sri Rahayu
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 3 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i3.426

Abstract

This study talks about the survival of the Bugis priest (Bissu) in Segeri District, Pangkejene Kepuluan Regency (Pangkep). In the past, the existence of Bissu was marginalized because it was considered contrary to the teachings of Islam. Now the Bissu begin to show their existence not only in the fields of customs and culture but also in active activities in regional tourism. Researchers try to review the factors that cause Bissu to show its existence, how the role and function of Bissu and the implications of the existence of Bissu in Sagari District. This research uses local historical methods using the theory of existence and role theory. While the research method used is to use historical research methods. The results of the research that can be stated as follows 1) the factors that cause the Bissu in Segeri District can show its existence again, namely the existence of a government policy that is a protection for Bissu to continue to be able to carry out ancient Bugis traditions. It is also influenced by the development of regional tourism. 2) In addition to having a role in traditional ceremonial activities, now the Bissu are also the beauty salon (Indo'Botting), as sanggar guards, and Bissu who participate in the I La Galigo theater activities. 3) The implication of the existence of Bissu in the District of Segeri is that tourism activities can develop well, where the attractions carried out by Bissu are able to attract tourists not only local tourists but also the international level. In addition, with the continued existence of Bissu in Segeri District, traditional Bugis activities and traditions are still maintained today.
PERAN ORANG TUA SISWA HINDU SDN 2 TATURA DALAM PEMBELAJARAN DI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 I Kayan Setiawan; Ketut Yasini; I Nyoman Suparman
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 3 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i3.428

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor pendidikan sehingga adanya penerapan kebijakan belajar dari rumah, salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tatura. Penelitian ini mengangkat tiga permasalah yaitu: 1) Peran orang tua dalam pembelajaran dari rumah; 2) Faktor penghambat orang tua dalam pembelajaran dari rumah; 3) Faktor pendukung orang tua dalam pembelajaran dari rumah. Ketiga permasalahan tersebut akan dibedah menggunakan teori peran, teori behavioristik, dan teori fungsionalisme struktural. Hasil penelitian ini adalah: 1) Peran orang tua dalam pembelajaran dari rumah meliput: a. Peran aktif terdiri dari pemberian bimbingan belajar, penghubung antara anak dengan guru, dan sebagai fasilitator; b. Peran partisipatif terdiri dari pemberian fasilitas belajar, memeriksa tugas belajar anak, dan mendampingi anak belajar; c. Peran pasif terdiri dari mengingatkan anak untuk disiplin dan mengingatkan anak untuk menerapkan hidup bersih dan sehat. 2) Faktor penghambat orang tua dalam pembelajaran dari rumah meliputi: a. Orang tua kurang memahami materi; b. Kurangnya minat belajar anak dalam pembelajaran dari rumah. 3) Faktor pendukung orang tua dalam pembelajaran dari rumah meliputi: a. Tingkat pendidikan orang tua yang memadai; b. Materi mudah diakses di google dan youtube; c. Pemberian motivasi belajar kepada anak; d. Tersedianya fasilitas belajar yang memadai.
YOGA BHUWANA PRAWERTI SEBAGAI METODE DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN ORGAN TUBUH Ni Kadek Tuti Sri Devi
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 2 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.429

Abstract

A healthy and fit body condition is one of the most important things in life. Various studies have shown that a healthy and fit body can be obtained through yoga activities. One type of yoga that provides health for the body's organs is Yoga Bhuwana Prawerti which is preserved at the Seruling Dewata Islamic Boarding School, Bantas Village, East Selemadeg District, Tabanan Regency, Bali Province. Bhuwana Prawerti Yoga has six movements consisting of Bhaumanasana, Bhumisayasana, Bhumipalasana, Bhumipadasana, Nagaparwatasana and Bhuwanadipasana. This yoga practice also has a different method by adding the number of repetitions at each stage. Starting from stage 1 with 5 repetitions to stage 9 with 21 repetitions. This is done to train discipline in doing something to get maximum results. The number 21 is also taken on the grounds that the cells in the human body will die and undergo rejuvenation once every 21 days.
TUMPEK SEBAGAI PUNCAK PERADABAN UMAT HINDU Dewa Ngurah Diatmika; Ni Nyoman Mastiningsih; Ni Wayan Seriasih
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 3 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i3.430

Abstract

Penelitian ini merumuskan bagaimana konsep tumpek berkaitan dengan puncak peradaban umat hindu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: Obeservasi dan Wawancara. Adapun hasil pengkajian merumuskan bahwa Tumpek dalam agama Hindu dikenal sebagai hari raya Hindu yang sangat unik, mengingat dalam penghitungannya selalu menggunakan puncak dari sapta wara, yakni saniscara puncak dari panca wara, sedangkan kliwon dan puncak dari wuku dari tumpek yang bersangkutan, yakni saniscara. Oleh karena tumpek dirayakan pada puncak dari sapta wara, panca wara, dan wuku yang menjadi nama suatu tumpek, maka sering juga dikenal sebagai puncak dari peradaban umat Hindu.
URGENSI GROWTH MINDSET UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MASA PANDEMI COVID 19 Evi Srihastuti; Fitri Wulandari
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 12 No 2 (2021): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v12i2.431

Abstract

Selama pandemi covid-19 proses pembelajaran diseluruh lembaga pendidikan dilakukan secara daring. Oleh sebagian siswa perubahan sistem ini membutuhkan kemampuan adaptasi dan kegigihan yang tinggi, selama proses pembelajaran tersebut siswa menjadi tidak semangat, merasa malas, bosan serta motivasi belajar siswa mengalami penurunan sehingga berdampak pada prestasi siswa yang ikut menurun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui urgensi growth mindset untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan adalah studi literatur (telaah hasil riset). Growth mindset atau pola pikir berkembang merupakan sebuah pola pikir yang meyakini bahwa kercerdasan, bakat dan kualitas-kualitas dalam diri individu dapat berkembang melalui usaha dan kerja keras meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan untuk meraihnya. Sehingga growth mindset memiliki peranan sangat penting untuk membangun pribadi siswa yang tangguh selama proses pembelajaran di masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, dengan growth mindset siswa akan memiliki motivasi, semangat belajar dan tidak akan mudah menyerah dalam menghadapi tantangan-tantangan maupun kesulitan-kesulitan selama proses pembelajaran tersebut. Dari kajian ini dihasilkan bahwa growth mindset dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terutama di masa pandemi covid-19.
PERANAN PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA DALAM MENERAPKAN AJARAN BRAHMACARI ASRAMA PADA REMAJA HINDU DI DESA MALONAS KECAMATAN DAMSOL KABUPATEN DONGGALA PROPINSI SULAWESI TENGAH Ketut Yasini
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 13 No 1 (2022): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v13i1.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peranan PHDI dalam menerapkan ajaran Brahmacari Asrama pada remaja Hindu di Desa Malonas, 2) kendala yang dihadapi oleh PHDI dalam menerapkan ajaran Brahmacari Asrama pada remaja Hindu di Desa Malonas, 3) upaya yang dilakukan oleh PHDI untuk mengatasi kendala dalam menerapkan ajaran Brahmacari Asrama pada remaja Hindu di Desa Malonas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Peranan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dalam menerapkan ajaran Brahmacari Asrama pada remaja Hindu di Desa Malonas, yaitu: a) memberikan motivasi, dan b) memberikan pembinaan secara berkesinambungan. Dalam melaksanakan perannya, PHDI Desa Malonas mengalami beberapa kendala, yaitu: a) kurangnya respon remaja, dan b) meningkatnya kasus kenakalan remaja. Berkaitan dengan kendala yang dihadapi PHDI dalam menerapkan ajaran Brahmacari Asrama pada remaja Hindu di Desa Malonas, maka upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, yaitu: a) PHDI Desa Malonas menjalin kerjasama dengan pihak sekolah, masyarakat, orang tua dan pasraman dalam menanamkan nilai pendidikan agama Hindu, dan b) PHDI Desa Malonas bekerjasama dengan pihak sekolah, masyarakat, orang tua dan pasraman melakukan pembinaan melalui kegiatan olah raga, Dharma Gita dan ajaran tentang susila.
REVITALISASI PENGELOAAN DAYA TARIK WISATA SPIRITUAL PURA PONJOK BATU BERBASIS CHSE DI DESA PACUNG, KECAMATAN TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG Nyoman Danendra Putra; Pradna Lagatama; Komang Aman Wijaya; Ni Putu Rika Sukmadewi
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 13 No 1 (2022): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v13i1.425

Abstract

Pengelolaan Pura Ponjok Batu sebagai daya tarik wisata sepiritual masih mengandalkan pengempon yang ada di areal Pura tersebut serta potensi wisata yang ada belum ditata secara optimal seperti sejarah pura, keberadaan mata airnya, informasi pasang surut air laut, toilet, ruang ganti, akses bagi penderita orang cacat serta fasilitas kesehatan bagi wisatawan. Dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 maka dibutuhkan penerapan protokol kesehatan yang berbasis CHSE (Cleanliness, Healty, Safety and Environment Sustainability) di Pura Ponjok Batu. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan kualitatif. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Analisis data dan penyajian hasil analisis data menggunakan tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi daya Tarik wisata Pura Ponjok batu yaitu wisata spiritual, wisat selfi, wisata tirta, wisata kuliner, wisata agro. Langkah-langkah yang dilakukan pengelola dalam menerapkan pengelolaan Pura Ponjok Batu sebagai daya tarik wisata yaitu menerapkan protokol kesehatan dan destinasi berstandar pada era new normal. Penerapan CHSE di Pura Ponjok Batu dalam pengelolaan daya tarik wisata dinilai potensial dalam mendorong terwujudnya pariwisata berkelanjutan dengan berpedoman pada Panduan pelaksanaan kebersihan, Kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di daya tarik wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
FAKTOR PENGHAMBAT ADAPTASI MAHASISWA RANTAU DI KOTA PALU Agus Budi Wirawan; I Kayan Setiawan
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 13 No 1 (2022): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v13i1.432

Abstract

Kota Palu sebagai ibu kota sekaligus merupakan pusat pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Palu, berasal dari berbagai daerah. Asal mahasiswa tersebut diantaranya adalah mahasiswa Hindu yang berasal dari Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hidup merantau jauh dari orang tua menyebabkan mahasiswa Hindu harus menyesuaikan diri terhadap lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Secara umum, kehidupan sosial di daerah asal mahasiswa Hindu adalah homogen. Sementara ketika merantau di Kota Palu, Mahasiswa Hindu harus berinteraksi dengan masyarakat heterogen dari berbagai aspek seperti suku, agama, ras dan latar belakang lainnya. Persoalan biaya hidup dan biaya kuliah, juga kerap menjadi hambatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah faktor penghambat adaptasi mahasiswa Hindu rantau asal Parigi Moutong di Kota Palu?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat mahasiswa rantau di Kota Palu. Teori yang digunakan dalam membedah dua rumusan masalah tersebut adalah Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) faktor penghambat yang dihadapi mahasiswa Hindu asal Parigi Moutong di Kota Palu meliputi biaya, jauh dari orang tua, interaksi dengan masyarakat atau relasi, tempat tinggal, menikah saat masih menempuh studi, cuti kuliah, kurangnya waktu istirahat, dan tugas akhir yang tertunda.

Page 11 of 12 | Total Record : 114