cover
Contact Name
Hartono, M.Pd.I
Contact Email
yudipoday@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yudipoday@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist
ISSN : 26213699     EISSN : 26152568     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al Bayan: adalah Jurnal Ilmu Al- Qur'an dan Ilmu Hadist yang diterbitkan oleh LPPM STIQ Wali Songo Situbondo dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan januari dan juli. Jurnal ilmiah yang kami kelola memuat tema seputar Al Qur'an dan Hadist dan kajian-kajian keislaman lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Hadis-Hadis Al-Fitan Dan Metode Memahaminya Zaimuddin, Zaimuddin
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i1.331

Abstract

Hadis-hadis al-fitan adalah salah satu pilar penting Agama yang ditanyakan oleh malaikat Jibril kepada Nabi secara langsung, yaitu tentang tanda-tanda kiamat. Hadis-hadis tentang fitnah adalah hadis Nabi yang mengabarkan tentang perkara atau kejadian yang merupakan ujian untuk umat Islam dan akan terjadi pada masa depan sesuai keadaan dan sebab tertentu. Hadis-hadis ini harus mendapatkan penelitian lebih serius, utamanya dalam merumuskan metode pemahamannya agar menjadi cabang ilmu tersendiri. Dari sekian banyak metode pemahaman pada hadis, metode fatwa adalah metode terbaik dalam memahami hadis-hadis al-fitan, karena setiap fitnah yang dikabarkan oleh Nabi akan terjadi di masa depan memiliki sudut penelitian empiris untuk membuktikan kebenaran nubū’āh Nabi pada objek atau realitas tertentu.
Bentuk Tradisi Penjagaan Al-Qur’an Lewat Khataman Al-Qur’an Via Whatsapp Oleh Organisasi Tanaszaha Muslimat Cabang Situbondo Nabawiyah, Habsatun
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i1.349

Abstract

This study examines the tradition of khataman al-Qur'an through WhatsApp media by the Tanaszaha Muslimat organization, Situbondo Branch. The focus of this research is to find out the procession of the implementation and meaning of the Khataman al-Qur'an which is carried out every week by members of the WhatsApp group Tanaszaha Muslimat Situbondo Branch. This research is descriptive in nature, namely systematically explaining the practices of living the Qur'an on members of the WhatsApp group Tanaszaha Muslimat Situbondo Branch. Data collection methods used in this research are observation or observations, in-depth interviews or interviews, and documentation. In this study using the sociological theory offered by Karl Mannheim. The results of this study can be concluded that the time and procession of khataman al-Qur'an through the WhatsApp media starts on Friday until it is finished on Thursday afternoon at the latest. This Khataman begins with tawassul in the form of reciting surah al-Fatihah then proceed with reading the Koran. Based on Karl Mannheim's sociological theory, three categories of meaning are found; The meaning of the purpose of khataman al-Qur'an through WhatsApp is a form of ta'dhiman (respect; glorify) to teachers. On the expressive meaning, that the activity of completing the Al-Qur'an is to get a reward from reading the Qur'an, blessings from the teachers, and encouraging to be istiqomah in reciting the Koran. While the meaning of the documentary, khataman al-Qur'an through WhatsApp media is to get rewards and blessings from reading the al-Qur’an.
Konsep Ushul - Furu’ Dalam Tafsir Nusantara Interpretasi Qs. Al-Anfal [8]: 65 Perspektif Tafsir Maqasidi Putra, Imam Muhajir Dwi; Yaqin, A Ainul
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i2.351

Abstract

Keyakinan umat Islam terhadap teks al-Qur’an terutama dalam memahami perintah perang berpotensi dimaknai, ditafsiri dengan berbagai metode penafsiran yang dengannya diperoleh kebenaran. Akan tetapi interpretasi subjektif dan memonopoli kebenaran dianggap menjadi persoalan penting dalam konteks masyarakat majemuk. Refleksi atas ayat perang secara literalis dapat menghadirkan fantasi dan utopia tanpa batas, sedangkan ayat al-Qur’an sangat kompleks dan memaknainya dapat dilakukan dengan berbagai arah (multiface). Kenyataan ini menampilkan dua pandangan berbeda, misalkan kalangan yang meyakini perdamaian Islam hanya ditempuh melalui perang dan pandangan yang melihat perang sebagai jalan terakhir yang ditempuh umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep Ushul - Furu’ ayat perang dalam tafsir nusantara. Data penelitian diperoleh dari tiga tafsir yang dipilih yaitu tafsir al-Ibriz, al-Azhar, dan Al-Misbah yang berkaitan dengan penjelasan QS. al-Anfal [8]: 65. Hasil penelitian ini menunjukan penafsiran atas QS. al-Anfal [8]: 65 oleh ulama nusantara dijelaskan dengan menekankan paradigma perdamaian dan kemashlahatan umat manusia. Adapun pengaplikasian tafsir maqasidi menampilkan secara detail dimensi mashlahah yaitu konsep Ushul dan Furu’. Pertama tujuan utama perang menurut Islam adalah melaksanakan perintah Allah, perang dilaksanakan dengan tujuan menghentikan kedzoliman musuh terhadap umat Islam. Kedua keberanian mental pasukan Islam ditunjukkan dengan pengetahuan yang mendalam mengenai strategi, taktik, teknik, geografi medan perang.
Karakteristik Manuskrip Al-Qur’an Dan Pemanfaatannya Di Dusun Pallarangan Kabupaten Majene Hikmah Amir, Nurul; Mahmud, Basri; Syarif, Syarif
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i2.369

Abstract

This study aims to describe manuscripts of the Qur'an in Pallarangan Hamlet, Simbang Village, Pamboang District, Majene Regency, West Sulawesi Province. This research is a qualitative research based on the results of direct observation and also interviews. There are two data sources in this study, namely primary data and secondary data. Primary data is in the form of information from manuscripts and the main resource persons, namely the caretaker of the manuscript, Mr. Abdul Haris, the Head of Simbang Village, namely Mr. Rahmadi, the Head of Pallarangan Hamlet and community leaders, while the secondary data is in the form of information that has relevance to this research. In this study, a codicology study approach was used that examined the physical condition of the manuscript and a philological study that examined rasm and qira'at. The results of this study show that information about manuscript history is only sourced from stories that have been passed down for generations. This manuscript has a function in the life of the local people, one of which is in the tradition of medicine. The manuscript also has several symbols, such as hizb markers, juz, waqaf, and nishful qur'an. In addition, it also has illumination at the beginning and end. The verse separator sign is not accompanied by a verse number. This research also reveals aspects of qira'at where it was found that this manuscript uses the qira'at of Imam 'Ashim of Hafsh. As for the aspect of writing rasm, it was found that there were some lafadz that did not conform to the Ottoman rules of rasm.
Analisis Kritis M. Quraish Shihab Terhadap Karakteristik Kepemimpinan Dalam Tafsir Al-Mishbah Romziana, Luthviyah; Fajarwati, Linda
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i2.378

Abstract

As we know today there are many differences of opinion and controversy from the political elite of statesmen even Ulama in Indonesia about the feasibility of personnel character that must be owned by a leader. Al-Quran has talked a lot about the characteristics of leaders from various aspects. This matter shows that the urgency of character for a leader cannot be separated from Al-Quran values. This article is present to know the verses of the Al-Quran which discusses the characteristics of leaders and their specifications with the method interpretation that focuses on one character with his book of interpretation, namely Tafsir al-Misbah written by M. Quraish Shihab. This written belongs to research literature with a content analysis approach. With the source of primary data from the book of Tafsir and the Al-Quran. The techniques of data collection are carried out through studies literature by tracing the books of commentary that contain the theme, with using the library research method which is then described in written form (descriptive text) While the data analysis technique is carried out by content analysis method. After doing the research, the writer found the verses that related to the characteristics of leadership in the Al-Quran, which is found in the surah Ali Imran 159, At-Taubah 105, Al-Ahzab 70, At-Taubah 71. Relying on the 4 surah In this paragraph, specifically, this verse explains that to achieve a good leader, good should start with goodness that comes from the leader himself. Such as being gentle, fair, honest, telling the righteous, prevent the wrong, forgive when angry, and involve deliberation in every problem. In this way, a leader can lead and bring the world for the better "baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur”.
Gerakan Ihya’ As-Sunnah Sedekah Nasi Jum’at Di Masjid Nur Farhan Papringan, Sleman Yogyakarta (Sebuah Kajian Living Qur’an): Indonesia Sugiarto, Fitrah; Nikmatullah, Nikmatullah; Sa’i, Muhammad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i1.399

Abstract

The study of the living Qur'an is one of the studies in the form of scientific research that concentrates on the social events of muslim society by making the Qur'an as an object and subject in everyday life. By paying attention to social phenomena, it will appear a continuous process of interaction between the Qur'an and the community. This study uses a qualitative approach with descriptive method of analysis. So that the data is obtained through books, journals and articles related to the discussion. The results showed that, Living Qur'an is the result of the orientation of the social phenomenon of the community with the Qur'an that displays the Qur'an in Everyday Life, which in a sense both in text, function and then the Qur'an in the practice of the muslim community directly in their daily lives. One example that can be seen is the practice of Friday rice alms by Nur Farhan Papringan Mosque as a form of Ihya’ As-Sunnah movement which later became a study of the living Qur'an. The movement of Ihya ' As-Sunnah in the form of Friday rice alms departs from the word of Allah Qs. Al-Hadid verse 18 which discusses the reward from Allah for a servant who gives charity, and departs from the hadiths of the Prophet. This tradition then emerged in society as a form of participation of human consciousness to help each other to help each other.
Analisis Perkembangan Makna Talfiq Dalam Konteks Politik Ubaidillah, M Hasan
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i2.423

Abstract

Pada dasarnya, Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai rahmah lil alamin. Artinya, kehadiran Islam ke muka bumi ini tidak menmbawa mad}arrah ataupun mashaqqah bagi pemeluknya, melainkan membawa mas}lah}ah dan manfaat. Hal ini dapat kita buktikan dengan beberapa ayat al-Qur’an yang membicarakan tentang ira>dah Allah akan adanya kemudahan bagi umat manusia disamping adanya hukum yang ditentukan oleh Alah SWT sebagai alternatif bagi manusia. Dengan demikian, maka dapat dipastikan bahwa al-Qur’an yang sebagian isinya merupakan hukum-hukum yang menjadi takli>f bagi umat manusia baik yang berupa ‘aqi>dah, akhla>q, maupun hukum mu‘a>malah tentunya tidak memberatkan atau mempersulit umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Perkembangan Makna TalfiQ . Data penelitian diperoleh dari Al-Quran dan Hadis.
Akurasi Arah Kiblat Pada Pemakaman Se-Kota Salatiga Hakim, Lukman
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i1.428

Abstract

Arah merupakan suatu tujuan ke mana kehidupan akan menemukan titik yang sebenarnya dituju, seperti halnya manusia yang diturunkan di bumi untuk senantiasa melanjutkan risalah kenabian. Kemampuan-kemampuan tersebut dimiliki manusia disebabkan manusia dibekali oleh sang pencipta berupa akal atau rasio untuk berfikir sementara makhluk lainya tidak, itulah yang menjadikan manusia dikatakan ciptaan Allah SWT yang paling sempurna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif fenominologis dengan jenis field risearch dengan fokus utamanya sebuah kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara, observasi serta hasil dokumentasi. Analisis data dalam penelitian dengan mengkaji kasus yang ditemukan dan kemudian direduksi dalam bentuk penyajian naratif serta menverivikasi dan menarik kesimpulan terhadap metode dan akurasi arah kiblat yang ditemukan di lapangan.
Perbandingan Penafsiran Ayat-Ayat Pluralisme Agama Dalam Al-Qur’an Zaiyadi, Ahmad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i2.429

Abstract

Perbandingan tafsir ulama atas topik-topik kontroversial selalu menarik untuk didiskusikan secara serius melalui metode perbandingan (tafsir muqaran). Perbandingan tafsir antar ulama selalu memunculkan dalil-dalil teks al-qur an dan hadis sebagai penguat dalil masing-masing. Dalam konteks pembahasan pluralisme agama yang penuh kontroversi, penafsiran ayat-ayat toleransi dalam beragama menjadi pembahasan yang menarik antara pendapat pro dan kontra pluralisme agama. Meskipun pada akhirnya kita tidak menemukan titik temu antara pendapat para ulama', karena tafsir-tafsir tersebut bersifat relatif, namun melalui metode komparatif kita dapat mengetahui hal-hal dibalik perbedaan tafsir para ulama' mengenai pluralisme agama. .
Memahami Konsep Al-Qur'an Tentang Birrul Walidain: Kewajiban Dan Penghormatan Kepada Orangtua Dalam Islam Suhaili, Achmad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i2.430

Abstract

menghormati orang tua merupakan sebuah keharusan dalam islam, terdapat ayat-ayat di dalam al-qur’an yang menyatakan bahwa segenap mukmin harus berbuat baik dan menghormati orang tua. al-qur’an juga menegaskan kaumnya untuk menunjukkan rasa bersyukur kepada allah untuk menghormati orang tua. islam begitu memperhatikan dalam hal mendidik anak, karena keberadaan anak-anak sekarang adalah generasi masa depan. berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis merumuskan beberapa pokok permasalahan yaitu konsep birrul walidain dalam al qur’an dan implementasinya dalam kehidupan keluarga.birrul walidain mempunyai kedudukan yang istimewa dalam ajaran islam. allah dan rasul-nya menempatkan orang tua pada posisi yang paling agung dan tinggi sehingga berbakti bakti pada orang tua menempati posisi yang paling mulia. hasil analisis dan pembahasan, penulis memperoleh kesimpulan yang dapat di ambil dari penelitiaan mengenai konsep birrul walidain dalam al qur’an dan implementasinya dalam kehidupan keluarga adalah sangat dianjurkan kepada setiap anak yang lahir kedunia untuk berbakti kepada orang tua karena kedudukan orang tua sangat tinggi di hadapan allah swt.