cover
Contact Name
Hartono, M.Pd.I
Contact Email
yudipoday@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yudipoday@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist
ISSN : 26213699     EISSN : 26152568     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al Bayan: adalah Jurnal Ilmu Al- Qur'an dan Ilmu Hadist yang diterbitkan oleh LPPM STIQ Wali Songo Situbondo dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan januari dan juli. Jurnal ilmiah yang kami kelola memuat tema seputar Al Qur'an dan Hadist dan kajian-kajian keislaman lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Kemerdekaan Indonesia Perspektif Hadist Dalam Pemikiran Kh. Hasyim Asy’ari Rosadi, Moh Iqbal; Muhid, Muhid; Nurita, Andris
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i1.595

Abstract

Negara dan tanah air adalah unsur yang melindungi agama dari perpecahan, pertikaian, konflik dan permusuhan. Salah wujud kegagalan sebuah Negara ketika ia diatur dan hanya menjadi mainan pihak lain. Ketergantungan terhadap Negara lain menjadikan harga diri sebuah Negara jatuh terinjak-injak. Harga diri mereka dengan mudah dipermainkan dan darah mereka tak segan segan dikucurkan. Hingga denga terpaksa dan penuh rasa hina mau tak mau mereka mesti mengemis kebaikan Negara lain. Sebab kedaulatan Negara telah dirampas dan dipaksa untuk tunduk demi memenuhi keinginan Negara majikan. Hadirnya Negara memberikan ruang untuk melindungi agama dalam menjaga nilai nilai kemanusian, begitu juga seluruh agama yang dipeluk warganya. Salah satu nikmat dan anugerah besar yang diberikan tuhan adalah memiliki Negara yang aman dan nyaman yang jauh dari pertumpahan darah dan pertikaian. Oleh Sebab itu Negara merupakan alat yang sangat menentukan bagi tercapainya kemaslahatan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Negara merupakan payung yang memberi rasa aman sekaligus kesejahteraan bagi warganya. Selanjutnya guna mencapai berbagai tujuan bersama, disusunlah dasar Negara, undang-undang dan perjanjian sebagai aturan bernegara untuk ditaati bersama. Bela Negara adalah salah satu bentuk usaha dan upaya untuk tunduk dan memenuhi sebuah perjanjian (al-wafa’ bi al-‘ahd) yang menjadi acuan moralitas sebuah bangsa. Jadi pihak yang bertanggung jawab menyelesaikan polemic ini adalah para intelektual dan ulama.. sebab merekalah yang dianugerahi kedalaman ilmu hingga mampu menjelaskan argument yang dapat diterima oleh akal sehat. Untuk merawat dan menjaga Indonesia mutlak membutuhkan kehadiran orang-orang berilmu yang perannya sudah dibuktikan oleh catatan sejarah. Salah satu diantaranya Pahlawan nasional dan seorang ulama yaitu KH. Hasyim Asy’ari.
Mengurai Paradoks: Kajian Mendalam Tentang Waktu Terlarang Dalam Mengubur Jenazah Salamah, Shofiyyatus; Muhajirin, Muhajirin
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.658

Abstract

Fenomena menguburkan jenazah di Indonesia seringkali dilakukan pada empat waktu, ketika matahari agak meninggi (pagi), siang (sudah zuhur), setelah shalat asar, bahkan malam hari. Bagaimana jika fenomena waktu ini dikaitkan hadis nabi yang melarang penguburan jenazah muslim pada tiga waktu tertentu, apakah bersifat mutlaq atau kondisional. Hal ini menarik untuk diteleti lebih lanjut dengan menggunakan metode ma’anil hadis, merujuk pada kitab-kitab primer dan skunder, guna memaknai hadis larangan penguburan jenazah tersebut yang pada akhirnya ditemukan jawaban yang diinginkan.
Perjokian Karya Ilmiah Dalam Tinjauan Hadis Yuliarizki, Diah; Muhajirin, Muhajirin; Nadhiran, Hedhri
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i1.685

Abstract

Fenomena perjokian di dunia kampus sudah menjadi hal yang biasa, ini merupakan jalan pintas yang kerap ditempuh mahasiswa untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya, tanpa memandang apakah jalan tersebut di perbolehkan secara akademik ataupun secara agama. Idealnya hal ini tidak boleh terjadi, apalagi dikampus UIN yang notabenenya berbasis Islam. Pola perjokian yang ada tentu berbeda antara satu kampus dengan kampus lainnya, sebut saja ada yang langsung jadi, ada perbab, ada yang di ajarkan dan ada juga yang terima beres, tanpa proses pembelajaran. Fenomena inilah yang menarik untuk diteliti, apakah semua bentuk perjokian tidak diperbolehkan atau bertentangan dengan ajaran Islam dalam hal ini hadis Nabi Saw atau masih ada cela agar tidak bertentangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan bersumber dari objek yang secara langsung diwawancarai
Karakteristik Keberuntungan Dalam Al-Qur’an Analisis Makna Perspektif Para Mufassir Budiyanto, Budiyanto; Anam, Hairul; Hasan, Moh
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i1.715

Abstract

Islam juga memiliki anggapan yang senada dengan Al-Qur’an bahwa dunia ini bukanlah sesuatu yang menjadi tempat terakhir bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Dunia merupakan tempat yang mana akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan akhirat, jika dunia ini dijadikan tempat untuk memperoleh hasil yang baik dikehidupan yang kedua, maka seyogyanya harus melakukan amal-amal perbuatan yang baik dan tepat. Suatu keberuntungan bagi orang-orang yang apabila melakukan amar makruf dan nahi mungkar, karena perbuatan tersebut merupakan implementasi perintah Allah dengan mengerjakan kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode maudhu’i/tematik, dengan menjelaskan penafsiran para mufassir yang bercorak Adabi al Ijtima’i yang membahas tentang pemaknaan ayat-ayat tentang keberuntungan dalam Al-Qur’an hanya pada lafadz Al-Muflihun. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan kajian kepustakaan atau library research. Didalam Al-Qur’an telah disebutkan sebanyak 40 kali ayat yang menerangkan tentang keberuntungan yang berasal dari lafadz falaha atau alfalah dengan variasi bentuk yang berbeda dan tentunya dengan makna yang berbeda. Menurut M.Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menafsirkan ayat-ayat tentang keberuntungan khususnya didalam lafadz Al-Muflihun bahwa karakteristik orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dalam Al-Qur’an yaitu: beriman, mendirikan shalat, membayar zakat, berinfak/bersedekah, amar ma’ruf nahi mungkar, berat timbangan amal kebaikannya, berjihad, tidak berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, bersikap lapang dada, dermawan, tidak kikir, dan memiliki sifat itsar. Dapat disimpulkan segala sesuatu yang membuat kita memperoleh keberuntungan, adalah bersumber dari iman kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan mengikuti tuntunan-Nya serta patuh akan apa yang Dia perintahkan.
Konsep Akal Dalam Neurosains Dan Korelasinya Terhadap Pendidikan Di Era Artificial Intelligence (Perspektif Tematik Tafsir Ath-Thabari) Rizma, Rahma Sivatur; Yusuf, Enjang Burhanudin
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.734

Abstract

The mind ('aql) which is united with the brain organ is the only biological organ found only in humans. In the Qur'an, there are many verses related to the activity of the mind, where the verses in the Qur'an that mention the mind can be found in terms related to brain activity. However, in practice, education is still confined to a narrow culture of stigma that the brain and mind are only measured using a numerical intelligence scale. So the availability of verses regarding reason needs to be studied because there is a relevant relationship with brain activity, so in this paper we try to describe in depth the meaning of verses in the Qur'an about neuroscience which mention reason ('aql) to then be integrated into field of Islamic education. This writing method is qualitative with a library research model. This research uses a thematic approach (maudhu'i) based on the perspective of Ath-Thabari interpretation. Data collection comes from literature from books, journals and others related to the topics of interpretation, neuroscience and education. The results of this research, verses from the Qur'an regarding reason can be found in terms determined by brain activity, one of which is tafakkur as stated in Q.S. Al-Baqarah verse 219. In ath-Thabari's interpretation, this verse explains that to meditate or think again about all the good deeds one does, it should be intended to seek Allah's approval, not anything else. The role of educators also needs to play a greater role in maintaining the nature of human thinking in the midst of the Artificial Intelligence (AI) era.
Otentisitas Hadis Hadis Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Akun Instagram Mubadalah.Id Kahbi, Nun siha; Hasanah, Uswatun; Nadhiran, Hedhri
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.755

Abstract

Mubadalah.id merupakan salah satu akun yang aktif dalam menyebarkan konten-konten dakwah islam. Di antara program dakwah yang mereka posting adalah program ngaji 60 hadits shahih tentang perempuan. Artikel ini bertujuan untuk menilai otentisitas hadits-hadits yang digunakan oleh akun mubadalah.id dalam program ngaji tersebut. Sumber data primer penelitian adalah hadit-hadits tentang perempuan dalam akun instagram mubadalah.id tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual (net nografi) dan analisi data berupa analisi isi (content analysis). Temuan penelitian menyimpulkan bahwa hadits-hadits yang di teliti berkualitas shahih dan instagram mubadalah.id ini salah satu akun yang bisa menjadi acuan untuk memahami hadits tentang perempuan dan bisa menjadi sumber referensi yang baik.Kata Kunci: Instagram, Mubadalah.id, Kekerasan.
Pemikiran Muhammad Syahrur; Theory of Limit ( Teori Batas) Siagian, Roihatul Jannah; Zulheldi, Zulheldi
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i1.765

Abstract

Muhammad Syahrur, seorang pemikir Islam modern, mendorong untuk memperbaharui dan memeriksa kembali ajaran Islam. Namun, fokusnya hanya pada cara orang saat ini memahami teks-teks suci. Tidak hanya penafsiran dari ulama zaman dahulu, tapi juga penafsiran dari ulama modern berbeda-beda bahkan bertentangan, meskipun merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an yang sama. Tulisan ini membahas tentang teori limit (batas). Muhammad Syahrur menjelaskan bahwa ketika ada hal pencurian, hukumannya dapat berupa pemotongan, baik secara fisik maupun non-fisik, menurut makna kata "qatha‘a". Penelitian ini ingin tahu tentang cara orang di zaman sekarang memandang hukuman pencurian, khususnya potong tangan, yang dianggap sangat kejam karena membuat pelaku menjadi cacat seumur hidup. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber seperti buku dan artikel untuk memahami pemikiran Muhammad Syahrur tentang hukum Islam terkait pencurian. Metode penelitian ini adalah membaca dan menganalisis literatur-literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syahrur melihat kata "qata'a" dalam konteks pencurian bisa berarti pemotongan secara fisik maupun non-fisik. Menurut Syahrur, pemotongan fisik adalah hukuman maksimal yang bisa diberikan, sementara pemotongan non-fisik adalah mencabut kekuatan atau kemampuan tangan pencuri dengan mengurungnya di penjara.
Analisis Penafsiran al-Thabari Terhadap Ayat-Ayat Tabarruj Amir, Ulfah Auliah ulfah; Mahmud, Basri
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.776

Abstract

This study aims to uncover the meaning of Tabarruj according to al-Thabari in tafsir Jami' al-Bayan An Ta'wil Ay al-Qur'an. This study is a literature review that uses primary data from Qur'anic verses related to Tabarruj, as well as secondary data in the form of al-Tabari's interpretation of Tabarruj in his tafsir. The data is then reduced and compiled, and verified to arrive at a conclusion. The results showed that the word Tabarruj only appears once in the Qur'an, but there are related variants of the word, such as al-Buruj which appears 4 times, al-Mutabarrijaj in one verse, and Tabarrajna in one other verse. From these verses, it can be defined that Tabarruj is the act of a woman deliberately displaying her beauty and adornment to men who are not her muhrim. This is a forbidden behavior and has negative effects such as damaging self-honor, bringing disaster from God, and can trigger adultery.
The Makna ‘Sakinah’ Dalam Al-Quran Serta Relevansinya Terhadap Kehidupan Berkeluarga Di Era Moderen Ikhsanudin, Akhmad; Latif, Adri; Meidina, Ahmad Rezy
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.777

Abstract

The meaning of the word 'sakinah' has various meanings and points of view. The shift in life values ​​will affect the meaning of the word 'sakinah' itself. This article aims to provide a new perspective on the meaning of 'sakinah' in the context of the modern family. This research is of a qualitative type using the Library Research method which is analyzed descriptively and analytically. From this research it can be concluded that in terms of modern families, family happiness is greatly influenced by several factors, such as financial factors, education, emotional maturity and good communication between husband and wife.
Tafsir Dan Analisis Mimpi Nabi Yusuf: Kajian Terhadap Qs Yusuf/12: 1-6 Rifai, Andi Ruhbanullaila; Abubakar, Achmad; Irham, Muhammad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.797

Abstract

Artikel ini membahas kisah nabi Yusuf yang difokuskan pada mimpi yang ia lihat di masa kecilnya. Kisah ini dimuat dalam QS Yu>suf ayat 4 yang mana pada ayat tersebut nabi Yusuf menceritakan mimpinya secara detail kepada sang ayah, sehingga menimbulkan kecemburuan saudara-saudaranya. Mimpi yang dilihat oleh nabi Yusuf kemudian menjadi nyata dan disebutkan di dalam QS. Yusuf ayat 100. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui apa makna mimpi nabi Yusuf yang disebut dengan ru’yah shalihan dan menjadikan sosok Nabi Yusuf sebagai teladan, baik dalam kesabarannya, ketaataannya kepada Allah, dan kecerdasannya. Jenis Penelitian ini adalah library research atau kepustakaan yaitu dengan merujuk kepada kitab tafsir, buku, jurnal serta penelitian yang relevan dengan kisah Nabi Yusuf. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode tahlili yaitu menyajikan informasi terkait surah Yusuf dengan menguraikan asbab an-nuzul, munasabahnya, analisa mufradat dan interpretasi mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimpi nabi Yusuf melihat sebelas bintang serta bulan dan matahari bersujud kepadanya merupakan salah satu tanda kenabian. Sebelas bintang dalam mimpinya ditakwilkan dengan saudara nabi Yusuf yang berjumlah sebelas, matahari dan bulan adalah ayah dan ibunya. Mimpi tersebut benar terjadi ketika Nabi Ya’qub beserta ibu dan sebelas saudara Nabi Yusuf mengunjunginya ke Mesir seraya bersujud di hadapannya.