cover
Contact Name
Hartono, M.Pd.I
Contact Email
yudipoday@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yudipoday@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist
ISSN : 26213699     EISSN : 26152568     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al Bayan: adalah Jurnal Ilmu Al- Qur'an dan Ilmu Hadist yang diterbitkan oleh LPPM STIQ Wali Songo Situbondo dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan januari dan juli. Jurnal ilmiah yang kami kelola memuat tema seputar Al Qur'an dan Hadist dan kajian-kajian keislaman lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Kontekstualisasi Ayat Nut{Fah Dalam Al-Qur’an Dan Relevansinya Dengan Penentuan Jenis Kelamin (Kajian Tafsir An-Nu Putra, Luthfi Abadi; Ghozali, Abdul Malik; Hendro, Beko
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i1.799

Abstract

This article aims to examine the interpretation of nutfah verses related to the process of human creation and gender determination, and uses the book of tafsir An-Nur by Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy and the Ministry of Religion's book of tafsir ilmi as a tool for interpreting nutfah verses. In this research The researcher analyzes by connecting the interpretation of the nutfah verses with the scientific approach of human genetics. The approach in this research uses qualitative methods guided by literature data, with a focus on content analysis. The results of this study found that the Qur'an answers issues related to sex determination, according to tafsir An-Nur and tafsir ilmi Kemenag indicating that men through nutfah (sperm) determine sex, this is supported by the scientific approach of human genetics, supported by the scientific approach of human genetics.
Kajian Kritis: Periode Tafsir Ulama' Mutaakhkhirin: (Studi Analisis Kitab al-Durr al-Mansur fi Tafsir bi al-Ma’tsur dan Irshad al-'Aql al-Salim Ila Mazaya al-Kitab al-Karim) fuada, noviani lu'luatul; Nimah, Rodhotun
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.800

Abstract

Tafsir Ad-Du>rr dan Irsya>d al-'Aql adalah kitab karya Imam Jalalu>ddin As-Su>yuthi> dan Abu Su'u>d bagian dari intertekstualitas karya-karya sebelumnya tetapi dalam penelitian ini, penulis ingin menggambarkan aspek-aspek utama dalam interpretasi ini, seperti metodologi interpretasi, sistematika penulisan, gaya interpretasi dan lain-lain. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dengan menggunakan analisis deskriptif. Kesimpulan artikel ini menjelaskan bahwa latar belakang penulisan kedua kitab tersebut adalah karena ia ingin membuat ringkasan Tarju>manul Qur'an, al-Ka>sysya>f dan al-Baidlowi> sehingga ditulislah penafsiran ini. penafsiran diklasifikasikan sebagai kitab bi al-Ma'tsur dan bi Ra'yi karena umumnya sumber penafsiran yang digunakan adalah sejarah, ra'yi baik menggunakan munasabah, sejarah atau hadits Nabi. sahabat, dan tabi'in. serta sastra, nahwu dan balaghah.
Deforestasi Dan Tanggung Jawab Manusia Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Hidayatul Insan Karya Abu Yahya Marwan Bin Musa) yusman, dinda febriana; Ghozali, Abdul Malik; Hendro, Beko
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.801

Abstract

This article aims to analyze Abu Yahya Marwan bin Musa's views on deforestation and human responsibility towards the environment in the Qur'an. This research was prepared using qualitative methods with library research techniques, namely by collecting various references related to the research problem, then in analyzing the data the researcher used a content analysis approach. The results of this research include: First, Abu Yahya argues that deforestation as a form of environmental damage is an act of sin that damages the earth. This environmental damage is caused by weak faith, as well as wicked and sinful acts. Secondly, Abu Yahya argues that humans have roles and responsibilities as servants of Allah to worship Him and as caliphs in charge of managing and prospering the earth, and enforcing His commands.
Imalah Dan Taqlil: Studi Qira’ah Sab`Ah Kitab Fayḍu Al-Barakāt Fī Sab`I Al-Qirā’at Farhan Nasrullah, Mohammad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.805

Abstract

The Qur'an was revealed to the Arabs according to their dialect. This is so that they can interact with the Qur'an in accordance with their respective dialects until there are seven valid Qira'ah of the Qur'an (Qira'ah Sab'ah). As a Qira’ah Mutawatiroh, Qira'ah Sab'ah has its own Qira'ah differences, especially in terms of foreign readings (gharib). Among the most common gharib readings found in Qira'ah Sab'ah are those related to Imalah (Imalah Kubro) and Taqlil (Imalah Sughra). This research will explore how the reading of Imalah and Taqlil from the point of view of Qira'ah Sab'ah based on the book of Qira'at Ulama Nusantara, namely Kitab Fayḍu al-Barakāt fī Sab`i al-Qirā'at by KH Muhammad Arwani Amin al-Qudsy (Kudus). This research uses qualitative research methods with literature (library research) and the approach used for data analysis is content analysis. The primary data source used in this research is the Book of Fayḍu al-Barakāt fī Sab`i al-Qirā'at and other Qira'at Books. While secondary data sources use books or journals relevant to this research. This study resulted in the findings that Qira'ah Hamzah and Ali al-Kisa'i are the Qira'ah that uses Imalah the most, Qira'ah Shu'bah uses a lot of Imalah on muqhatho'ah surah such as Alif lam Ra’, Qira'ah Ibn Amir uses little Imalah, Qira'ah Hafs only uses Imalah in Surah Hud verse 41, Qira'ah Qolun only uses a little Taqlil, Qira'ah Warsy uses a lot of Taqlil and only Imalah on the letter ha verse Ṭāḥā, Qira'ah Abu Amr sometimes uses Imalah and Taqlil, and Qira'ah Ibn Kathir is the only Qira'ah that does not use Imalah and Taqlil.
Relasi Jilbab Dan Akhlak Bagi Wanita Dalam Perspektif Hadis Sari, Septa Vadillah; Hasanah, Uswatun; Nadhiran, Hedhri
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i1.828

Abstract

Abstrak Mengenakan jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda. Akhlak adalah perilaku manusia yang sangat dituntut untuk memiliki moral yang baik oleh ajaran islam. Jilbab adalah kewajiban murni perintah dari Allah SWT. Baik buruk perilaku seseorang ketika ia sudah baligh maka wajib mengenakan jilbab. Jilbab dan akhlak bertujuan untuk sebuah kebaikan, dengan menggunakan jilbab seorang wanita muslimah dapat membawa hakikat dan derajatnya di mata kalangan umum sebagai wanita yang perlu dihargai dan dihormati, dapat memperlihatkan sebuah karakter pengendalian diri an juga akhlak yang baik dengan adanya rasa keislaman yang tinggi, seorang muslim yang memakai jilbab juga akan mampu membawa dirinya kepada sebuah kebenaran dan mana yang sedang berproses untuk diluar kebenaran yang sesuai dengan ajaran islam itu sendiri, dengan demikian keberkahan akan selalu ada pada seorang wanita muslimah yang berjilbab dan juga akan selalu terjaga sebagai seorang yang terhormat dan berakhlak mulia. Namun, keduanya bisa dikatakan memiliki keterkaitan satu sama lain. Jurnal ini dibuat untuk mengkaji lebih dalam mengenai relasi atau keterkaitan antara jilbab dan akhlak wanita muslimah dari perspektif hadis rasulullah SAW. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi pustaka, karena peneliti melakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber kepustakaan dari Al-Qur’an, Hadits, buku dan jurnal. Dari sumber yang sudah ditemui akan dibaca dan dikutip sehingga mendapatkan informasi untuk ditarik menjadi kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Jilbab tidak hanya menjadi identitas wanita muslimah tapi juga menjadi pelindung, pembatas dan benteng bagi wanita untuk bersikap dan bertingkah laku. Jilbab menjadi salah satu sarana yang dapat mengantar wanita kepada akhlakul karimah. karena dengan berhijab seseorang lebih mudah untuk mengontrol dirinya dan menghindari segala perilaku buruk sehingga ia akan senantiasa berada dalam kondisi mengikuti perintah agama. Kata Kunci : Jilbab, Akhlak, Hadis
Interaksi Dan Resepsi Masyarakat Bondowoso Terhadap Al Qur’an Ulum, Khoirul; Roziqin, Ahmad Khoirur
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.849

Abstract

Studi mengenai Living Qur’an merupakan studi al-Qur’an yang tidak hanya bertumpu pada eksistensi tekstualnya, melainkan studi tentang fenomena sosial yang lahir terkait dengan kehadiran al-Qur’an dalam wilayah geografi tertentu dan mungkin masa tertentu pula. Kajian living al-Qur’an semakin menarik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Islam terhadap ajaran agamanya. Kita banyak menjumpai kegiatan-kegiatan keagamaan, baik di tempat-tempat tertentu seperti masjid maupun di media cetak dan elektronik. Penelitian ini mengangkat tema “Pembacaan dan Pemaknaan Al-Qur'an (Studi Masyarakat Bondowoso). Sebagai upaya dan aplikasi kajian living al-Qur’an. Lokasi yang menjadi focus kajian adalah di Kabupaten Bondowoso. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research) sekaligus. Sumber utama penelitian ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang hidup dalam masyarakat berupa fenomena prilaku maupun respons lainnya sebagai pemaknaan terhadap ayat tersebut. Sedangkan sumber sekundernya dapat berupa literatur- literatur pendukung sumber primer. Berdasarkan kajian mengenai Interaksi dan Resepsi Masyarakat Bondowoso terhadap Al-Qur'an, maka terdapat beberapa kesimpulan bahwa interaksi dibagi menjadi dua moment, yaitu rutinan dan moment insidental menyesuaikan hajat (kebutuhan). Pelaksanaan tersebut terdiri dari berbagai bentuk dan model-model ritual pembacaan al-Qur’an meliputi: (1). Khataman al-Qur’an. (2). Yasinan. (3). Tahlilan. Sedangkan resepsi dari interaksi tersebut terdapat tiga makna. Diantaranya; sebagai kitab bacaan mulia, obat hati dan sarana perlindungan dari bahaya siksa di hari akhir. Tiga makna tersebut, tidak mesti berjalan secara bersamaan, dan terkadang mempunyai makna bersamaan sekaligus.
Kisah Khaulah Bint Ṡa’labah (Studi Qs. Al-Mujādalah (58): 1-4) Perspektif Maqāsid Al-Qur’ān Rasyīd Riḍā Rohman, Lailur; Rohmah, Husnur
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Maqāsid Al-Qur’ān perspektif Rasyīd Riḍā. Karena luasnya penelitian, penulis mengambil sampel pada QS. al-Mujādalah (58): 1-4), spesifikasi tersebut dipakai penulis untuk menelisik Maqāsid Al-Qur’ān perspektif Rasyīd Riḍā. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan metode tematik surah serta pendekatan Maqāsid Al-Qur’ān perspektif Rasyīd Riḍā. Ada dua rumusan masalah utama dalam penelitian ini, yakni: Bagaimana penafsiran QS. al-Mujādalah (58): 1-4, 2. Bagaimana pandangan Islam terhadap perempuan dalam konteks kesetaraan gender melalui kisah Khaulah bint Ṡa’labah perspektif maqasid Rasyīd Riḍā. Melalui penelitian ini, lanskap Maqāsid Al-Qur’ān perspektif Rasyīd Riḍā teruraikan. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, penafsiran dari QS. al-Mujādalah (58): 1-4 adalah bahwasanya surah tersebut turun berdasarkan seorang perempuan yang bernama Khaulah yang merasa ditindas oleh suaminya yang kemudian dia mengajukan gugatan atas tindakan suaminya tersebut, kedua, Dalam kisah Khaulah bint Sa’labah diatas, Al-Qur’an tidak pernah menggambarkan seorang perempuan dalam bentuk fisiknya yang mana hal ini juga membuktikan betapa berharganya perempuan dalam Islam. Dan hal itu selaras dengan pemikiran maqasid Al-Qur’an perspektif Rasyid Ridha yang juga tentang bagaimana Al-Qur’an menyikapi seorang perempuan
Perspektif Al-Qur’an Tentang Tipologi Anak Dan Cara Menyikapinya: Sebuah Kajian Tafsir Tematik Mahmud, Basri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mujahid, Mujahid
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i1.950

Abstract

This research aims to uncover the meaning of "child" and its typology from the perspective of the Qur'an. This study is descriptive qualitative in nature and employs the thematic interpretation method. The data used consists of primary data in the form of Qur'anic verses and secondary data related to this topic. The data is processed through a series of steps including reduction, data presentation, and verification until a conclusion is reached. The research findings show that the terminology for "child" in the Qur'an appears in various forms. For instance, the word zurriyyah is mentioned 32 times, walad 62 times, ghulam 13 times, al-Sabiy 2 times, al-Tiflu 4 times, al-Bintu and its variants are mentioned 17 times, and ibn along with its derivatives appears 112 times. The word walad has a broader meaning as it encompasses all types of children, unlike the word ibn, which also means "child" but is specifically used to refer to a male child, while a female child is referred to as ibnah. The word ghulam focuses on a child who has reached maturity, al-sabiy refers to a child who has not yet reached puberty, while al-tifl refers to a child younger than one called al-Sabiy. As for the typology of children from the Qur'anic perspective, children can be an obstacle or an enemy if they prevent someone from doing good deeds. They are also described as ornaments of the world, meant to be a means for parents to perform righteous acts. Additionally, children are a test from Allah to examine how parents treat them. On the other hand, righteous children who are obedient to Allah and devoted to their parents bring comfort and peace to the heart.
Menggali Konsep Inklusi Dalam Al-Qur'an: Implikasinya Bagi Pendidikan Modern Wijaksono, Agung; Hartono, Hartono
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i1.958

Abstract

This study aims to explore the concept of inclusion in the Qur'an and examine its implications for the development of a more holistic and equitable modern education system. Inclusive education is often understood in the context of accessibility and equal opportunities, yet the Qur'an offers a more comprehensive approach, emphasizing social justice, appreciation of diversity, and the formation of spiritual character. The inclusive values in the Qur'an implicitly teach a balance between moral, spiritual, and intellectual aspects within the educational process. The study focuses on two primary objectives: first, to identify the principles of inclusion in the Qur'an; and second, to integrate these principles into the framework of modern education. The research employs a qualitative method with a thematic interpretation (maudhu'i) of Qur'anic verses related to inclusion, supported by a hermeneutic approach to understand the text's meaning in the context of contemporary education. The findings indicate that inclusion in the Qur'an not only refers to physical equality or learning opportunities but also to efforts in shaping individuals with strong social responsibility, spiritual awareness, and a deep sense of justice. The concepts of piety, respect for diversity, and social justice serve as relevant foundations for application in the current education system. These findings offer a new, significant perspective for formulating more inclusive educational policies based on Islamic spiritual and ethical values.
Fonologi Al-Qur'an pada Keserasian Bunyi dalam Surah Maryam: Analisis Bunyi Vokal dan Konsonan Ferawati, Ferawati; Robbani, A. Syahid; Khalifah, Chyntia Annas; Afidati, Azri
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i1.961

Abstract

The beauty of verses within the Qur’an always invites admiration from anyone who recites and hears it. One of the Qur’an prominent beauty is its linguistic aspects, particularly harmonious sounds that make its reciters and listeners not want to stop. This research aims to reveal the phonological beauty of the Quranic sounding harmony, mainly in Surah Maryam. This study is library research using the Qur’an as primary data. At the same time, the secondary sources are articles in some journals, books, and other library resources. Data were collected using the documentation technique of data collection, then analyzed using coding and descriptive analysis. This research result indicates that the sound harmony within Surah Maryam is in the endings of the 97 verses out of 98. Only the first verse was not harmonious in sound because it contained Muqatha’ah Letters. In addition, sounding harmony in the Qur’an is not necessarily in the endings of each verse, but it could also be in the number of vowels and consonants in each rhyme. Moreover, the sound harmonies functioned as a mark for those not memorizing the Qur'an (reciter or listener) to recognize parts of Surah Maryam.