cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
Perekonomian Kerajaan Aceh Darussalam Era Sultan Iskandar Muda Zumrotul Muhzinat
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3719

Abstract

Aceh merupakan pintu penyebaran agama Islam pertama kali di Nusantara. Hal ini tandai dengan berdirinya kerajaan Islam pertama seperti Kerajaan Perlak, Samudra Pasai, dan Aceh Darussalam. Selain itu juga ada beberapa tokoh ilmuan sebagai tanda majunya ilmu pengetahuan tentang Islam di Asia Tenggara. Tujuan dari tulisan ini untuk mengetahui bagaimana perekonomian kerajaan Aceh Darussalam era Sultan Iskandar Muda. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Sumber data diperoleh dari studi kepustakaan yang relevan. Hasil dari tulisan ini yaitu kebijakan yang dilakukan Sultan Iskandar pada masa kepemimpinannya berhasil membentuk angkatan bersenjata dengan tujuan untuk melancarkan visi dan misi kerajaan Aceh yakni membebaskan dan melindungi Aceh dari serangan penjajah yang berusaha untuk merebut kekuasaan Aceh. Sultan Iskandar Muda juga menerapkan kebijakan yang cukup ketat terhadap perekonomian dengan cara menaikan harga pasar serta membangun bandar di Aceh dengan memperketat pengawasannya terhadap orang asing. Dari adanya kebijakan tersebut membuat bangsa-bangsa asing berpikir dua kali untuk menyerang kerajaan Aceh. Pada saat puncak kejayaan Aceh dalam masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda kebijakan politik dan ekonominya sudah meluas hingga Semenanjung Malaka. Aceh juga termasuk kerajaan yang memiliki basis suplus komoditi perdagangan dari daerah pedesaannya, disamping memiliki sumber pendapatan lain dari kegiatan perdagangan di kota Bandar.
Elemen Dekorasi Arsitektur Masjid sebagai Komponen Daya Tarik pada Wisata Religi Imam Ghozali; Syaifuddin Zuhri
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.3114

Abstract

Saat ini, bangunan masjid dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk melakukan wisata religi. Banyak unsur dalam arsitektur Islam yang mempengaruhi bentuk arsitektur masjid yang banyak unsur-unsur dekorasi sehingga masjid menjadi daya tarik tersendiri. Pola-pola dekoratif banyak muncul pada beberapa komponen bangunan masjid, seperti mihrab, dinding kiblat, kolom dan lain-lain. Dan seberapa jauh pengaruh tersebut muncul dalam arsitektur masjid. Oleh karena itu makalah ini akan menyajikan tinjauan literatur dan lapangan tentang ornamentasi yang muncul dalam beberapa masjid. Makalah ini akan membahas beberapa tampilan ornamentasi dan pola dekoratif pada bangunan masjid.
Dinamika Sains dalam Islam pada Masa Keemasan: Kontribusi & Rekonstruksi dalam Perkembangan Keilmuan Kekinian Tri Wibowo
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4276

Abstract

This article discusses the track record of the development of Islamic science in the golden age (Abbasid Dynasty) which has a very significant contribution to the development of contemporary science. The reason for taking the topic is to know and study more deeply about the contributions and triggers of the rapid progress of Islamic science during the Abbasid Dynasty so that it can be reconstructed for the development and progress of contemporary science. The contribution of Islamic science in the golden age (Abbasid Dynasty) to the Western Renaissance was to provide an ideal model of human civilization imbued with Islamic values that could support the realization of civil society that had a collective awareness of the rights and obligations that must be carried out. The existence of collective awareness can encourage the achievement of the ideals of a community effectively and efficiently. Reconstruction took the form of reviving movements in the field of science such as strengthening the philosophical foundation of Islamic science that is unique in the realm of epistemology. The epistemological domain includes sources of knowledge, methods and instruments of knowledge. The sources of knowledge in Islam are al-Qur'an and al-Hadith which are understood through the universe, reasons and history. The method of obtaining knowledge uses dialectical methods as well as instruments used to acquire knowledge in Islam through the senses, ratios and intuition.
Deiksis Pronomina Persona pada Konteks Kekerabatan dalam Bahasa Melayu Jambi di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi Julisah Izar; Muhammad Iqbal Fahlefi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3210

Abstract

Deiksis Pronomina Persona Pada Konteks Kekerabatan Dalam Bahasa Melayu Jambi Di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk deiksis pronomina persona pada konteks kekerabatan dalam Bahasa Melayu Jambi di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Penelitian ini juga merupakan sebagai upaya untuk mendokumentasikan bahasa daerah di masa kini untuk tidak terjadinya pergeseran bahasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan teknik simak-cakap, lalu dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis pronomina persona pada konteks kekerabatan dalam Bahasa Melayu Jambi di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi berupa kata-kata singkatan seperti Pak Cik yang berarti Paman Kecik Bik Nga bibik tengah dan Bik Do Bibik Mudo selain itu masyarakat di Desa Kota Karang juga meenggunkan julukan sebagai kata sapaan dalam deiksis pronomina persona pada konteks kekerabatan.
Perkembangan Pendidikan Masa Dinasti Umayyah (41-132 H / 661-750 M) Muchlis Muchlis
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2863

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek pendidikan yang telah membangun peradaban di Era Umayyah. Khalifah Umayyah Ibn Abi Sufyan mengubah sistem politik yang awalnya demokratis diubah menjadi Monarchiheridetis (kerajaan turun temurun). Dalam mengendalikan pemerintahannya, Muawiyah memusatkan hampir semua perhatiannya pada masalah politik dan keamananan. Perkembangan gerakan politik dan militer yang terjadi saat ini, baik dalam upaya memperluas wilayah Islam maupun dalam menghadapi pemberontakan, menjadi pemicu pertumbuhan dan perkembangan di ranah pemikiran. Meskipun demikian, di era Dinasti Umayyah juga menghasilkan bangunan peradaban yang layak  untuk dijadikan sebagai bahan studi. Di antara prestasi peradaban yaitu dari aspek pendidikan yang tumbuh dan berkembang dengan baik.
Kebijakan Pendidikan Pemerintah Kolonial Belanda pada Masa Politik Etis di Lampung Karsiwan Karsiwan; Lisa Retno Sari; Lisa Retno Sari
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4375

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pemerintah kolonial Belanda dalam bidang pendidikan pada masa politik etis di Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan teknik pengumpulan data melalui teknik studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa Penyelenggaraan pendidikan pada masa politik etis semakin masif sejak Gubernur Jenderal Van Heutz mengizinkan pendirian sekolah-sekolah desa, dengan sumber pembiayaan oleh masyarakat desa. Pembangunan sekolah, pengadaan tenaga pengajar dan anggaran gaji guru bersumber dari keuangan desa. Subsidi biaya penyelenggaraan pendidikan di Lampung baru diberikan pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1922 hingga 1942. Jumlah keseluruhan sekolah yang tercatat di Karesidenan Lampung terdiri dari 42 sekolah desa, 4 sekolah rakyat dan 6 sekolah lanjutan yang tersebar di Onder Afdeling Teluk Betung dan Kota Agung.
PERJUANGAN K. H. MUNIR HASYIM LATIEF DI LASKAR HIZBULLAH DALAM PERANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI JAWA TIMUR 1945-1953 M Miftahul Khoiri
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Tsaqofah & Tarikh
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v4i2.2836

Abstract

Artikel ini membahas tentang biografi dan perjuangan K. H. Munir Hasyim Latief di Laskar Hizbullah dalam perang mempertahankan kemerdekaan di Jawa Timur. Dalam catatan Historis, Laskar Hizbullah adalah perkumpulan para pemuda santri di pesantren seluruh Indonesia. Laskar Hizbullah dibentuk sebagai cadangan tentara Jepang yang digunakan untuk berperang melawan sekutu. Dalam hal ini, K. H. M. Hasyim Latief sebagai tokoh lokal yang pernah mengikuti latihan Laskar Hizbullah di Cibarusa Bogor yang diadakan oleh pihak Jepang. Setelah pulang dari latihan tersebut, K. H. M. Hasyim Latief diminta untuk melatih para santri di Jombang untuk mempersiapkan pasukan sebagai antipasi pihak Belanda yang akan datang ke Indonesia kembali. Artikel ini memfokuskan kepada tiga hal, yakni biografi K. H. M. Hasyim Latief. Perjuangan K. H. M. Hasyim Latief di Laskar Hizbullah dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Dan alasan keikut sertaan K. H. M. Hasyim Latief dalam Laskar Hizbullah untuk mempertahankan kemerdekaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa, K. H. M. Hasyim Latief lahir di Sumobito, Jombang, Jawa Timur, yang mondok di pesantren Tebuireng Jombang yang diasuh langsung oleh K. H. Hasyim Asy’ari. dalam perjuangannya di laskar hizbullah, beliau menjadi pelatih, kemudian menjadi komandan ketika situasi pertempuran ke wilayah Sidoarjo, Surabaya. Keikut sertaannya beliau juga didorong oleh para kiai, terutama K. H. Hasyim Asyari. Dan juga atas dorongan dirinya sendiri, karena memang beliau keturunan dari pejuang lewat kakeknya. Juga karena ayahnya sempat dipenjarah oleh pihak Belanda.Kata kunci: Perjuangan, Biografi K. H. Munir Hasyim Latief, Laskar Hizbullah, kemerdekaan AbstractThis article discusses the biography and struggle of K. H. Munir Hasyim Latief in Laskar Hizbullah in the war to defend independence in East Java. In historical records, Laskar Hizbullah is an association of santri youth in Islamic boarding schools throughout Indonesia. The Hizbullah Warriors were formed as a reserve for Japanese soldiers used to fight against allies. In this case, K. H. M. Hasyim Latief as a local figure who had participated in the Laskar Hizbullah training in Bogor Cibarusa held by the Japanese. After returning from the training, K. H. M. Hasyim Latief was asked to train the santri in Jombang to prepare the troops as an antipation of the Dutch who would come to Indonesia again. This article focuses on three things, namely the biography of K. H. M. Hasyim Latief. Struggle K. H. M. Hasyim Latief in Laskar Hizbullah in the war to defend independence. And the reason for the participation of K. H. M. Hasyim Latief in the Laskar Hizbullah to maintain independence. This research shows that, K. H. M. Hasyim Latief was born in Sumobito, Jombang, East Java, who lives in the Tebuireng Jombang boarding school which is directly cared for by K. H. Hasyim Asy'ari. in his struggle in the Hezbollah army, he became a coach, then became a commander when the situation fought to the Sidoarjo area, Surabaya. His participation was also encouraged by the clerics, especially K. H. Hasyim Asyari. And also for his own encouragement, because he is indeed a descendant of fighters through his grandfather. Also because his father had been imprisoned by the Dutch.Keywords: Struggle, Biography K. H. Munir Hasyim Latief, Laskar Hizbullah, independence
Variasi Gapura Masa Kesultanan Islam: Sebuah Tinjauan Pendahuluan Hubungan Religi dan Kekuasaan Nainunis Aulia Izza
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i1.4313

Abstract

 Penelitian ini membahas mengenai 5 gapura peninggalan masa Islam di Nusantara, yaitu Gapura Sendang Duwur, Gapura Masjid Kudus, Gapura Asta Tinggi Sumenep, Gapura Masjid Jami’ Sumenep, dan Gapura Labhang Mesem. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kuasa dari Michel Foucault yang dikorelasikan dengan aspek religi yang tercermin pada gapura yang menjadi objek penelitian. Pembahasan dan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelima gapura tersebut terdapat relasi antara religi dan kekuasaan yang kuat, namun kadar dari korelasi itu berbeda-beda.
The Islamization of The Malay Worldview A Study of Malay Historical Literature Taj al-Salatin Nabila Yasmin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3659

Abstract

The Islamization of the Malay Worldview: A Study of Malay Historical Literature Taj al-Salatin This paper attempts to examine Taj al-Salatin as one of proofs of the islamization of Malay worldview in classical literature. The method used in this article is historical method and content analysis. The study shows that Islam has major influence upon the Malay worldview even it appears in a work on genre of Mirror for Princess like Taj al-Salatin. Taj al-Salatin is a work written by Bukhārī al-Jawhārī and designed with the aim of advising future kings and their executive officers (e.g., viziers, judges) on statecraft, how to rule best their subjects and to lead a decent life in accordance with the stipulations of Islamic ethics (akhlāq). The book is arranged in twenty-four chapters, dealing with the role of viziers, royal justice, and the sacred authority of kings. The first four chapters is discussed the key elements in Islam; the nature of man, the nature of God, the nature of the world and the nature of afterlife. In conclusion, notwithstanding that the book on genre of Mirror for Princess, Taj al-Salatin elaborated the discussion of knowing God, the nature of man and the nature hereafter in first four chapters. Such elaboration proved that Islamization of worldview did take place and it also appeared in many other writings of the scholars in this part of archipelago.
Empati dalam Tradisi Membakar “Tunam” dan “Melemang” saat Malam Nujuh Likur pada Masyarakat Kabupaten Kaur Lailatul Badriyah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i1.2943

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memahami konsep empati berbasis budaya dengan mengkaji salah satu kearifan lokal (local wisdom) di Kabupaten Kaur. Kearifan lokal yang diangkat adalah tradisi membakar tunam dan Melemang pada malam nujuh likur (27 Ramadhan) pada masyarakat Kabupaten Kaur. Empati diartikan sebagai kemampuan mental individu dalam merespok secara empatik atas kejadian dari kondisi atau situasi orang lain dengan cara merasakan dan berpikir yang sama dengan orang tersebut. Tunam adalah susunan batok kelapa yang disusun secara vertikal, sedangkan Melemangproses membuat makanan khas yang terbuat dari beras ketan dengan campuran santan dan garam lalu dibakar dan nantinya akan dimakan bersama-sama dengan jiran tetangga dan sanak keluarga. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dan kajian hermeneutika. Etnografi digunakan untuk memahami lebih mendalam pada konteks budaya sedangkan hermeneutika digunakan untuk mengkaji lebih dalam makna tunam dan melemang yang bukan hanya sekedar untuk penerangan semata. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam menetapkan sampel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi membakar tunam dan melemang memicu munculnya ingatan-ingatan masa lalu serta perasaan-peraasan yang melibatkan emosi yang mendalam (pada usia 40 ke atas). Adapun perasaan yang muncul antara lain perasaan senang, semangat, sedih dan kebanggan diri/harga diri (self esteem). Adapun pada sampel siswa yang berusia 15 tahun (remaja), secara istilah mereka tidak mengetahui apa sebenarnya tunam akan tetapi ketika peneliti mendeskripsikan bentuknya (simbolik), ekspresi yang muncul adalah seperti mendapatkan pengetahuan baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Page 8 of 13 | Total Record : 123