cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Tindalung
ISSN : 24427381     EISSN : 26554291     DOI : 10.54484
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Tindalung merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian yang diangkat pada bidang Maritime, Fishing and Processing, Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
ANALISIS KONDISI HIDRO OSEANOGRAFI DI PERAIRAN TELUK TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Julius Wuaten; Yuliana Varala Tatontos; Eunike Irene Kumaseh
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.104 KB)

Abstract

Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah salah satu daerah terluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kondisi hidro oseanografi suatu daerah dapat menunjang pengembangan wilayah tersebut menjadi lebih baik. Perairan Teluk Tahuna merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Sangihe. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengukuran pasang surut di lapangan selama 14 hari, data angina dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), dimana metode yang digunakan adalah metode perhitungan Fisher Tippet Type – 1. Jenis pasang surut di perairan teluk Tahuna adalah pasang surut semi diurnal, dimana dalam sehari terjadi dua kali pasang surut, dengan Muka air rerata (Mean Sea Level) adalah 2,3 m. Kecepatan arus rata – rata di perairan Perairan Teluk Tahuna adalah 0.2 m/s dimana merupakan arus cepat. Kala ulang gelombang 50 tahun mencapai 2.41 m dengan periode 6.7 m. Arah angin dominan adalah Timur Laut.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR SPONS Agelas clathrodes TERHADAP BAKTERI PATOGENIK IKAN Vibrio parahaemolyticus Deidy Azhari; Asri M. Makisake; Aprilia M. Tomasoa; Geric Lumiu; Walter Balansa
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.475 KB)

Abstract

Bakteri Vibrio parahaemolyticus adalah bakteri patogenik Gram negatif yang tersebar luas di lingkungan laut dan estuari di seluruh dunia. Pada ikan, strain V. parahaemoliticus patogenik menyebabkan vibrosis dengan dampak seperti kematian 100% pada larva maupun ikan-ikan budidaya ukuran konsumsi sedangkan pada manusia dapat menyebabkan gastroenteritis atau diare akut. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah infeksi bakteri strain V. parahaemoliticus patogenik ini adalah antibiotik. Pada kanyataannya penggunaan antibiotik dapat meningkatkan kasus resistensi antibiotik. Krisis resistensi antibiotik telah memunculkan kesadaran menggunakan antibiotik dari bahan alami untuk mengobati penyakit ikan, hewan lainnya atau manusia salah satunya dari ekstrak spons A. clathordes. Itulah sebabnya, dalam penelitian ini aktivitas antibakteri spons A. clathordes akan diuji terhadap bakteri patogen ikan V. parahaemolythicus. Pengujian akan menggunakan media TSA yang dikultur dengan biakan V. parahaemolythicus. Kertas cakram ditempatkan pada media kemudian ditetesi dengan (ekstark 1.0, 10.0, 100.0 mg/mL; tetrasiklin; methanol), setiap perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Hasil pengukuran zona hambat kemudian dievaluasi dengan mengkategorikan zona hambat sebagai berikut <9 mm (tidak aktif), 9-12 mm (kurang aktif), 13-18 mm (aktif) dan >18 mm (sangat aktif) dan ditabulasikan pada sebuah tabel. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antibakteri A. clathrodes terhadap V. parahaemoliticus bertambah dengan naiknya konsentrasi. Meskipun zona hambat pada tiga konsentrasi masih lebih kecildibandingkan dengan zona hambat dari antibiotik pembanding, zona hambat ekstrak-ekstrak kasar itu tergolong sangat aktif
TPC (TOTAL PLATE COUNT), WAC (WATER ADSORBTION CAPACITY) ABON IKAN SELAR DAN COOKING LOSS DAGING IKAN SELAR (SELAROIDES LEPTOLESIS) Jaka F. P. Palawe; Jumliani Antahari
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.431 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengujian TPC (Total Plate Count), WAC (Water Adsorbtion Capacity) Abon Ikan Selar dan Cooking Loss Daging Ikan Selar(Selaroides leptolesis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil pengujian Total Plate Count hasil yang diperoleh adalah jumlah bakteri kurang dari 25 atau cawan tanpa koloni, maka dihitung jumlah koloni < 25 X 10 koloni/gram. Hasil pengujian WAC (Water Adsorbtion Capacity) abon ikan selar sebesar didapatkan nilai sebesar 76%, Hasilpengujian cooking loss daging ikan selar yaitu sebesar 26,8%.
ANALISIS ORGANOLEPTIK TORTILLA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii Eko Cahyono; Frets Jonas Rieuwpassa; Serfiyanti Sirih
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.35 KB)

Abstract

Tortilla merupakan salah satu makanan ringan yang umumnya berbahan baku jagung yang sudah cukup dikenal adalah keripik tortila jagung (corn tortilla chips). Tortilla yang dibuat secara tradisional dari masa harina (sejenis tepung jagung atau cornmeal) atau tepung gandum adalah makanan pokok di Meksiko. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu tortilla yang dibuat dari rumput laut jenis Kapaphyucus alvarezii. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dapat memanfaatkan rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di Kabupaten Kepulauan Sangihe sebgai komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik dengan menggunakan Kruskal Wallis. Hasil yang diperoleh menunjukkan kandungan kadar air terbaik pada formula 4 (28.47%), kadar abu terbaik pada formula 4 (92.44%). Niai organoleptik rasa tertinggi pada formula 3 (4.40%), warna tertinggi pada formula 1 (4.53%) dan Aroma tertinggi pada formula 4 (4.43%).
PEMANFAATAN LEMNA MINOR SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN, EFISIENSI DAN SINTASAN HIDUP IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Yessi Ayu Putri Manganang; Jetti Treslah Saselah
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.454 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreochromis noliticus) merupakan ikan yang mudah dibudidayakan dan untuk meningkatkan produksi ikan nila, budidaya secara intensif perlu dilakukan dengan pemberian makanan yang berkualitas, kualitas air yang perlu diperhatikan. Pakan merupakan salah satu faktor penting produksi dalam suatu kegiatan budidaya ikan, terutama pada sistem budidaya intensif. Pemanfaatan bahan baku lokal yaitu Lemna minor sangat cocok karena Lemna memilki kandungan protein yang tinggi mencapai 10-40% berdasarkan berat kering). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari A (Tanpa Lemna minor), B (Tepung Lemna minor 20%), C (Tepung Lemna minor 40% dan D (Pelet Komersil). Ikan yang akan digunakan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) ukuran 5-8 cm yang dipelihara pada 3 hapa. Pakan uji yang diberikan adalah pakan buatan dengan menggunakan Lemna minor sebagai bahan baku pakan dan frekuensi pemberian 3 kali sehari. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan, sintasan dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan pakan terdiri dari tahapan persiapan bahan baku pakan, penggilingan/pengayakan, pencampuran bahan, pencetakan peletdan pengeringan serta tahapan terakhir yaitu penyimpanan pelet. Hasil pengukuran pertumbuhan perlakuan B (Lemna minor 20%) menunjukan nilai tertinggi yaitu 2,52 cm dan 6,87g.
KAJIAN PENGGUNAAN ASAP CAIR DALAM PENGOLAHAN PINEKUHE IKAN LAYANG (Decapterus ruselli) ASAP Jefri A. Mandeno; Jaka F. P. Palawe
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.807 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan asap cair dalam pengolahan ikan asap pinekuhe dibandingkan dengan ikan asap biasa/konvensional dan mengetahui efektifitas perbedaan metode pengolahan asap cair terhadap nilai Total Plate Count (TPC) dan Organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental deskriptif dengan perlakuan (A) Tanpa asap cair (konvensional), (B) Dikukus selama 30 menit, lalu direndam dalam asap cair selama 20 menit, kemudiandikeringkan pada suhu 60o-80oC selama 4 jam (C) Dikeringkan pada suhu 60o-80oC selama 4 jam, Direndam dalam asap cair selama 20 menit, Dikeringkan pada suhu 60o-80oC selama 4 jam dan (D) Direndam dalam asap cair selama 20 menit, kemudian dikeringkan pada suhu 60o-80oC selama 4 jam. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan parameter analisis Total Plate Count (TPC), Organoleptik Skala Hedonik (Rasa, Warna, Bau dan Tekstur) dan Uji indeks efektifitas. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa aplikasi asap cair dalam pengolahan ikan asap pinekuhe memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan pengolahan asap biasa. Hal ini dibuktikan dengan nilai indeks efektifitas penggunaan asap cair lebih tinggi daripada ikan asap biasa yaitu dengan nilai berturut-turut D (1,45), C (1,66) dan B (1,69) lebih tinggi dari indeks efektifitas A (0,3). Perlakuan dengan efektifitas tertinggi yaitu perlakuan B dengan nilai TPC <1 x 105 koloni/gram dan nilai organoleptik Rasa (7,3), Warna (7,1), Bau (9,2) dan Tekstur (5,9).
PEMBERIAN recombinant Growth Hormone MELALUI METODE PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELULUSAN HIDUP LARVA IKAN MAS (Cyprinus carpio) Aprelia Martina Tomasoa; Esterlina Laodini
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.069 KB)

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan budidaya air tawar yang paling banyak dibudidayakan setelah ikan nila. Berbagai sistem budidaya telah dilakukan untuk memperbaiki produksi dan meningkatkan pertumbuhan ikan mas. Salah satu metode alternatif yang aman dan cepat untuk meningkatkan pertumbuhan ikanadalah aplikasi hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan rekombinan merupakan suplemen pemacu pertumbuhan yang bekerja sebagai agen stimulator untuk pertumbuhan somatik ikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulusan hidup larva ikan mas. Larva ikan mas diperoleh darihasil pemijahan semi alami dan dilakukan salinity shock selama 2 menit sebelum perlakuan dengan hormon. Perlakuan perendaman larva ikan mas dilakukan selama 2 jam menggunakan empat dosis hormon pertumbuhan rekombinan (A = 0, B = 10, C = 20 dan D = 30 mg/L) dengan masa pemeliharaan selama 28 hari dan diberipakan suspensi kuning telur ayam rebus dan cyst artemia. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk histogram, ditabulasi dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang dan berat tubuh larva ikan mas mengalami peningkatan selama 28 hari pemeliharaan. Dibandingkan perlakuan A(2.20 cm), rata-rata pertumbuhan panjang tubuh larva tertinggi ialah pada perlakuan C (2.52 cm). Begitu juga dibandingkan perlakuan A (0.19 gr), rata-rata pertumbuhan berat tubuh tertinggi pada perlakuan C (0.34 gr) dan tingkat kelulusan hidup larva ikan mas tertinggi (100%) pada perlakuan C dan D. Dosis hormon pertumbuhan rekombinan sebanyak 20 mg/L sebagai dosis terbaik karena mampu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulusan hidup larva ikan mas.
TINGKAH LAKU IKAN CUPANG (Betta splendes) TERHADAP PAKAN YANG BERBEDA Darna Susantie; Usy N. Manurung; Inggrid O. K. Kase
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.635 KB) | DOI: 10.5281/jit.v4i2.142

Abstract

Ikan cupang (Betta splendes) adalah salah satu ikan hias air tawar di daerah tropis (Linke, 1994). Salah satu keistimewaan ikan cupang adalah daya tarik pada warna yang dimunculkan dari tubuhnya seperti bentuk, tampilan dan warnanya (Susanto, 1992). Fungsi utama pakan adalah untuk kelangsunan hidup dan pertumbuhan (Mujiman, 1992). Tingkah laku ikan terhadap pakan secara umum mempunyai dua pola yaitu aktif mencari pakan pada siang hari (diurnal) dan malam hari (nokturnal). Untuk ikan cupang termasuk tipe diurnal (Mudjiman, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku atau respon ikan cupang (Betta splendes) terhadap pakan yang berbeda dan untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan hidup ikan cupang (Betta splendes). Wadah yang digunakan dalam penelitian adalah toples kaca sebanyak 9 buah. Ikana cupang yang menjadi obyek penelitian sebanyak 9 ekor. Pakan yang diberikan adalah pakan cacing sutra (Tubifex sp), cacing darah, dan pelet “Takari” sebanyak 2 (dua) kali dalam sehari secara “ed libitum”. Respon makan ikan cupang berbeda-beda, dimana pemberian cacing sutra adalah kurangaktif, pakan cacing darah adalah sangat aktif dan pakan Takari adalah aktif. Pertumbuhan panjang rata-rata ikan cupang yang tertinggi pada wadah B (cacing darah) yaitu 3,3 cm dan diikuti wadah C (pakan Takari) yaitu 3,0 cm dan wadah A (cacing sutra) yaitu 2,9 cm. Pertambahan berat rata-rata yang tertinggi pada wadah B (cacing darah) yaitu 1,50gr, sedangkan wadah C (pakan Takari) yaitu 1,20 gr dan wadah A (cacing sutra) yaitu 1,07gr. Tingkat keberhasilan hidup ikan cupang (B.splendes) untuk semua wadah pemeliharaan adalah 100%.
KAJIAN SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PANCING ULUR (HAND LINE) PERORANGAN DI KECAMATAN TABUKAN UTARA KABUPATEN SANGIHE Joneidi Tamarol; Costantein I. Sarapil
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.209 KB) | DOI: 10.5281/jit.v4i2.143

Abstract

Perlunya kajian sosial ekonomi terhadap Rumah Tangga Nelayan (RTN) pancing ulur yang dihubungkan dengan pendapatan nelayan. Penelitian ini mengkaji seberapa besar pendapatan rumah tangga nelayan dari aktifitas penangkapan ikan dan non penangkapan ikan, serta tingkat kesejahteraan nelayan pesisir. Secara geografis, Kecamatan Tabukan Utara terletak antara 30-450 LU dan 1250-1270 BT. Secara administratif, pemerintahan memiliki 24 kampung dengan jumlah penduduk sebanyak21.662 jiwa, dimana 1.418 jiwa atau 6,5 persen berprofesi sebagai nelayan. Wawancara dan pengisian kuisioner dilakukan terhadap identitas responden, aspek sosial dan ekonomi. Usia dan pengalaman melaut merupakan faktor sosial yang memberikan pengaruh besar pada pendapatan nelayan. Pendapatan nelayan dari usaha perikanan pada beberapa jenis alat tangkap masih memberikan pengaruh yang besar, sedangkan pengeluaran terutama dari konsumsi nelayan mensubtitusi beberpa bahan pokok untuk mengurangi biaya.
Pemberian Ragi Roti (Saccharomyces cereviciae) pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) untuk Meningkatkan Pertumbuhan Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.894 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi ragi roti S. cereviciae dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan nila sebanyak 250 ekor dengan berat awal rata-rata 28,78±2,44 g yang diambil dari Balai Pengembangan dan Pembinaan Pembudidayaan Ikan (BP3I) Tateli. Setelah melewati aklimatisasi ikan diberi ragi roti sebagai perlakuan dengan lima dosis berbeda dan masingmasing perlakuan memiliki tiga ulangan. Perlakuan ragi roti yang digunakan adalah A=0 gr/kg pakan, B=5gr/kg pakan, C=10 gr/kg pakan, D=15 gr/kg pakan, E=20 gr/kg pakan. Lama pemberian pakan perlakuan empat minggu dengan dosis 5%/bb/hari dan diberikan 2 kali sehari yaitu Pukul 08.00 dan Pukul 16.00.

Page 7 of 13 | Total Record : 128