cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Tindalung
ISSN : 24427381     EISSN : 26554291     DOI : 10.54484
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Tindalung merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian yang diangkat pada bidang Maritime, Fishing and Processing, Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Gambaran Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Liun Kendage Tahuna Jamila Daeng Madeo; Meistvin Welembuntu; Grachia Ch Tooy
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.811 KB) | DOI: 10.5281/jit.v1i2.70

Abstract

Rumah Sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai sumber daya manusia yang kualitasnya sangat berperan dalam menunjang pelayanan tersebut. Salah satu sumber daya manusia yang memiliki peran vital dalam memberikan pelayanan di rumah sakit adalah perawat yang merupakan jumlah terbesar dari seluruh petugas kesehatan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah mengenai kepuasan kerja yang merupakan bagian dari banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktifitas seorang perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Liunkendage Tahuna. Desain penelitian ini adalah dengan penelitian deskriptif yang teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling sehingga responden dalam penelitian ini berjumlah 84 perawat di ruang rawat inap. Berdasarkan karakteristik responden diketahui bahwa 54% responden berumur antara 26–30 tahun, 93% berjenis kelamin perempuan, 77% berpendidikan DIII Keperawatan, 76% berstatus perawat PNS/pegawai tetap, dan 55% dengan masa kerja/lama kerja antara 6–10 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang merasa sangat puas sebanyak 8 orang (9%), merasa puas sebanyak 32 orang (38%), merasa cukup puas sebanyak 39 orang (46%), merasa kurang puas 5 orang (6%) dan tidak ada perawat yang merasa tidak puas dengan kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap hanya 46%, hal ini menunjukan bahwa tingkat kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Liunkendage Tahuna sudah cukup baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat.
Gambaran Epidemiologi Kanker Payudara di Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara Tahun 2010-2015 Chandrayani Simanjorang; Yenny B. Makahaghi; Detty J. Kalengkongan
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.58 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i1.73

Abstract

Kanker payudara menjadi ancaman serius bagi kaum perempuan di dunia termasuk Indonesia. Keterlambatan deteksi dini dan pengobatan sebagai penyebab tingginya angka kematian. Menurut World Health Organization (WHO, 2008). Prevalensi kejadian kanker payudara di dunia kurang lebih 16% dari semua kasus kanker pada wanita. Diperkirakan kurang lebih 510.000 wanita meninggal dunia pada tahun 2004 dan 69% dari angka tersebut merupakan kejadian di Negara yang kurang berkembang. Penelitian dilaksanakan dengan metode serial kasus. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk data primer dan register pasien untuk data sekunder. Hasil pengolahan data ditampilkan dalam bentuk presentase. Populasi dan sampel dalam penelitian ini ialah seluruh pasien yang didiagnosa kanker payudara dan tercatat di di register pasien Rumah Sakit Liun Kendage tahun 2010-2015 yang berjumlah 642 orang. %). Proporsi kasus tertinggi pada perempuan (98%) dengan rasio antara laki-laki dan perempuan 1:61. Proporsi tertinggi pada pada umur 36-45 tahun (37%), suku sangihe (97%), pendidikan SMA (16%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (45%), dan sudah menikah (40%). Proporsi kasus paling banyak bertempat tinggal di kecamatan Tahuna Timur (23%), Tabukan Utara (19%), dan Manganitu (16%).Terdapat riwayat kanker payudara pada keluarga sebanyak 27%, penggunaan pil kontrasepsi sebanyak 16%.Namun tidak ditemukan pasien yang usianya saat menarke < 12 tahun dan tidak ada riwayat obesitas. Proporsi pasien paling banyak pada stadium lanjut (IV) yaitu sebanyak 35%.Proporsi pasien meninggal paling banyak yaitu 37%. Menurut stadium proporsi kasus yang meninggal paling banyak pada stadium IV yaitu 85%. Dalam pencatatan rekam medis sebaiknya semua informasi pasien diisi dengan lengkap dengan mencantumkan nomor telepon pasien/keluarga.Perlunya kerjasama antara pihak Rumah Sakit dengan Dinas Kesehatansehingga adanya peningkatan komunikasi informasi dan edukasi dalam penyebaran informasi tentang kanker payudara. Hal ini dilakukan untuk menigkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker payudara sehingga tidak terjadi keterlambatan penanganan penyakit ini. Banyaknya kasus kanker payudara di Rumah Sakit Liun Kendage yang cenderung mengalami peningkatan khususnya selama 6 tahun terakhir maka diharapkan Rumah Sakit semakin meningkatkan pelayanan secara komprehensif. Sehingga pasien tidak harus dirujuk ke Rumah Sakit di Manado yang jaraknya cukup jauh.
Daya Tetas Telur dan Keberhasilan Hidup Larva Sampai Umur 4 Hari Ikan Nila (Oreochromis Niloticus, Bleeker) di Salinitas yang Berbeda Edwin O. Langi; Julianti Pintha
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.769 KB) | DOI: 10.5281/jit.v2i2.88

Abstract

Penyediaan benih yang berkualitas, baik dalam jumlah maupun waktu yang tepat merupakan faktor utama untuk menjamin kelangsungan usaha budidaya pembesaran ikan sampai ukuran konsumsi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas benih adalah penetasan. Salinitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya tetas telur ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap persentase penetasan telur, laju penetasan telur dan persentase kelangsungan hidup larva umur 4 hari.Semakin tinggi salinitas persentase penetasan telur semakin rendah. Jumlah persentase penetasaan telur tertinggi terdapat pada salinitas 10 ppt (92%), kemudian salinitas 15 ppt (41%), lalu kemudian diikuti oleh salinitas 20 ppt (14%) dan salinitas 25 ppt (3%). Pada salinitas 30 dan 35 ppt tidak ada telur yang menetas.Penetasan telur menjadi larva ikan nila terjadi pada salinitas yang rendah, yaitu 10, 15 dan 20 ppt, Hasilnya tertinggi di tiap jam ditemukan pada salinitas 10 ppt, kemudian diikuti pada salinitas 15 ppt dan terendah pada salinitas 20 ppt. Pada salinitas 25 ppt, telur ikan nila menetas hanya pada hari pertama, namun di jam berikutnya tidak ada telur lagi yang menetas (gagal tetas). Pada salinitas 30 dan 35 ppt tidak ada telur yang menetas. Persentase kelangsungan hidup larva ikan nila umur 4 hari dengan hasil tertinggi ditemukan pada dua salinitas yang rendah, yaitu 10 dan 15 ppt, yaitu SR sebanyak 100% (hidup semua), sedangkan di salinitas 15 ppt, di hari ke-4 tidak ada yang hidup (SR = 0%).
Manajemen Rumah Tangga Nelayan Penangkap Ikan Tuna (Thunnus Albacores) Studi Kasus di Pesisir Pantai Akembuala Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Costantein I. Sarapil; Julius F. Wuaten
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.758 KB) | DOI: 10.5281/jit.v3i1.96

Abstract

Keberadaan ikan tuna sirip kuning (Thunnus Albacores) sebagai salah satu sumberdaya ikan pelagis di Perairan Sangihe yang merupakan hasil tangkapan utama dari nelayan di Akembuala tidak menjadikan masyarakat nelayan di daerah itu meningkat taraf hidupnya akan tetapi umumnya masih berstatus sebagai keluarga pra sejahtera atau dengan kata lain kelompok masyarakat yang berada di pesisir pantai Akembuala masih relatif miskin bila dilihat dari sektor ekonomi, sosial dan budaya (khususnya dari akses untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan dan penghidupan yang layak) dibandingkan dengan masyarakat yang ada di daerah lain dengan mata pencaharian yang sama. Penelitian ini bertujuan: 1) Memperoleh gambaran pola hidup dan kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat nelayan di Pesisir Akembuala Kelurahan Santiago; 2) Mendapatkan solusi manajemen keuangan nelayan dalam mengelola hasil penjualan ikan tuna pasca tangkap. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik mengenai manajemen rumah tangga nelayan penangkap tuna dan faktor-faktor yang berpengaruh lainnya serta diharapkan dapat menjadi masukan bagi semua pihak yang berkepentingan dengan persoalan manajemen rumah tangga nelayan. Penelitian ini merupakan studi yang memakai jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan semua fenomena atau kejadian-kejadian yang terjadi di masyarakat nelayan penangkap tuna di Pesisir Pantai Akembuala, penelitian deskriptif ini akan mendalami semuakejadian yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, presepsi, dan harapan kedepan, dan bagaimana manajemen keluarga mereka, dengan cara deskripsi kata-kata dan bahasa, pada konteks alamiah dengan memanfaatkan metode ilmiah.
EFEKTIVITAS TEPUNG KUNYIT DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Iske Mose; Usy Nora Manurung; Frengki Surati
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jit.v5i1.226

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit terhadap kinerja pertumbuhan ikan bawal. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan yaitu A (0 gr tepung kunyit/kg pakan), B (5 gr tepung kunyit/kg pakan), C (10 gr tepung kunyit/kg pakan), dan D (15 gr tepung kunyit/kg pakan). Penelitian dilaksanakan di Pusat Budidaya Air Tawar Manganitu, Politeknik Negeri Nusa Utara dengan menggunakan ikan bawal berukuran 10-12 cm. Ikan diberi makan sebanyak dua kali sampai ikan merasa kenyang. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi dosis tepung kunyit, semakin tinggi pertumbuhan mutlak dan spesifik ikan bawal. Dengan demikian, penambahan tepung kunyit dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan bawal. The study aims to evaluate the effect of addition of turmeric powder to the growth perfomences of pomfret fish. The research uses four treatment which is A (0 gr turmeric powder/kg feed), B (5 gr turmeric/kg feed), C (10 gr turmeric powder/kg feed), and D (15 gr turmeric powder/kg feed). The research was done in Pusat Budidaya Air Tawar Manganitu, Polytechnic Negeri Nusa Utara using bawal fish with the size of 10-12 cm. The results show that high dossage of tumeric powder gave high absolute and specific growth of pomfret fish. Therefore, addition of turmeric powder in feed can improve the growth of pomfret fish.
ANALISIS FINANSIAL ALAT TANGKAP SOMA GIOP DI KAMPUNG KENDAHE I KECAMATAN KENDAHE Joneidi Tamarol; Julius Frans Wuaten; Yuliana Varala Tatontos
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pemanfaatan teknologi penangkapan ikan yang digunakan oleh nelayan di Kampung Kendahe I, Kecamatan Kendahe terbilang cukup beragam, mulai dari pancing tradisional tanpa menggunakan alat bantu perahu, sampai dengan jaring yang menggunakan perahu penangkap bermesin. Salah satu alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di kampung Kendahe I adalah jaring penangkap ikan yang disebut oleh nelayan sebagai Soma Giop. Alat tangkap ini termasuk dalam klasifikasi jaring lingkar. Potensi alat tangkap ikan ini seharusnya masih bisa terus dikembangkan dengan mengevaluasi tingkat efisiensi penggunaannya. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan alat tangkap ikan ini adalah dengan menganalisa tingkat efisiensi finansial usaha perikanan tangkap soma giop ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha ini dapat dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil akhir dari analisis seperti, nilai Gross B/C sebesar 1.057 (lebih besar (>) dari 1), nilai Net B/C sebesar 2.636 (lebih besar (>) dari 1), nilai NPV selama 5 tahun yaitu Rp 65,896,916, nilai IRR sebesar 66% (lebih besar dari suku bunga), waktu Payback Period selama hanya 2 tahun 4 bulan, serta nilai Break Event Point yang memenuhi kategori usaha yang layak untuk dilakukan. The level of utilization of fishing technology used by fishermen in Kampung Kendahe I, Kendahe District is quite diverse, ranging from traditional fishing without using boat aids to nets that uses motorized fishing boats. One of the fishing gears used by fishermen in Kendahe I village is a fishing net called Soma Giop, the name of the net given by fishermen. This fishing gear is included in the circle net classification. The potential of this fishing gear should be able to continue to be developed by evaluating the level of efficiency of its use. One way that can be used to optimize the use of this fishing gear is to analyze the level of financial efficiency of the Soma Giop fishing business. The results of this study indicate that this effort can be implemented. This can be seen from the final results of the analysis such as: gross B / C value of 1,057 (greater (>) than 1), Net B / C value of 2,636 (greater (>) than 1), NPV value for 5 years namely Rp. 65,896,916, IRR value of 66% (greater than the interest rate), Payback Period for only 2 years and 4 months, as well as the Break Event Point value that meets the business category that is feasible to do.
EFEKTIVITAS TEPUNG DAUN LUHU (Ormocarpum cochinchinense Lour.) MERR DALAM PAKAN IKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN SINTASAN HIDUP IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Darna Susantie; Usy Nora Manurung
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jit.v5i1.240

Abstract

Pakan ikan adalah komponen paling penting dalam budidaya ikan. Pakan yang berkualitas bagi ikan adalah apabila pakan itu mudah dicerna, tidak mengandung racun, dan mengandung gizi yang tinggi. Daun Luhu banyak terdapat di Kabupeten Kepulauan Sangihe dan sering dijadikan sebagai sayur dan makanan ternak hewan. Daun Luhu (Ormocarpum cochinchinense Lour.) Merr adalah tanaman yang dapat dijadikan pakan ikan untuk sistem kekebalan tubuh ikan sehingga meningkatkan pertumbuhan dan sintasan hidup dari ikan yang dibudidayakan. Menurut Pazhanisamy, M dan G.A.I. Ebenezer, 2013; Maria John et al., 2011 bahwa daun Luhu atau wori O. cochinchinense (Lour.) Merr merupakan tanaman yang mengandung antioksidan dan dijadikan sebagai obat-obatan tradisional atau herbal. Kegiatan penerapan penelitian Unggulan Perguruan Tinggi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan daun luhu atau wori terhadap pertumbuhan dan sintasan hidup ikan bawal (Colossoma macropomum). Waktu pelaksanaan penelitian selama 1 bulan dari tanggal 3 Agustus- 3 September 2019 di Kampung Nahepese Kecamatan Manganitu. Prosedur kerja penelitian meliputi beberapa tahap yaitu persiapan pakan uji, persiapan wadah pemeliharaan, persiapan ikan uji, dan pemeliharaan ikan uji. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan bawal berukuran 3-5 cm sebanyak 105 ekor dimana masing-masing wadah didistribusikan 5 ekor ikan. Sedangkan bahan uji yang ditambahkan dalam pakan komersil adalah tepung daun luhu atau wori yang dibuat menjadi tepung kemudian dicampurkan dengan tepung pelet kemudian ditambahkan air secukupnya lalu dicetak dan dijemur dibawa sinar matahari. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Laju pertumbuhan harian tertinggi ikan bawal selama 30 hari pemeliharaan terdapat pada kontrol dan perlakuan B dan diikuti perlakuan C, A, D, E, dan F. Sintasan hidup ikan bawal pada semua perlakuan di 21 happa yaitu 100%, yang artinya semua ikan uji yang dipelihara hidup semua. Fish food is the most important component in fish aquaculture. Quality food for fish is when the food is easy to digest, does not contain toxins, and contains high nutrition. Luhu leaf are abundant in the Sangihe island and are often used as vegetables and animal food. Leaf of Luhu (Ormocarpum cochinchinense Lour.) Merr is a plant that can be used as fish food for the fish's immune system, thereby increasing the growth and survival rate of fish cultivated. Pazhanisamy, M and G.A.I. Ebenezer, 2013; Maria John et al., 2011 that the leaves of Luhu or wori O. cochinchinense (Lour.) Merr are plants that contain antioxidants and are used as traditional medicines or herbs. The purpose of the research is to determine the effect of luhu or wori leaf food on the growth and survival rate of pomfret (Colossoma macropomum). The time of the research is 1 month from August 03 2019 to September 03 2019 in Nahepese Village, Manganitu District. The work procedure of the research includes several stages, namely preparation of test food, preparation of maintenance containers, preparation of test fish, and maintenance of test fish. The test fish used in this study were pomfret sized 3-5 cm totaling 105, with 5 fish distributed in happa. While the test material added to commercial food is luhu or wori leaf flour which is made into flour then mixed with pellet flour then added with enough water then printed and dried in the sun. Research data are presented in tables and graphs. The highest daily growth rate of pomfret during 30 days is in the control and treatment B and followed by treatments C, A, D, E, and F. The survival rate of pomfret in all treatments at 21 happa is 100%, which means all of the tested fish are maintained all life.
PERUBAHAN MUTU ORGANOLEPTIK DAN ANGKA LEMPENG TOTAL CAKALANG (Katsuwonus pelamis) ASAP YANG DIOLAH DENGAN ASAP CAIR SELAMA MASA PENYIMPANAN Jefri A. Mandeno; Jaka Frianto Putra Palawe; Ely John Karimela; Mukhlis Abdul Kaim
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jit.v5i1.243

Abstract

Penelitian yang akan dilakukan ini bertujuan Menentukan nilai organoleptik cakalang asap hasil pengolahan dengan pengasapan cair Menentukan Angka Lempeng Total cakalang asap selama masa penyimpanan. Penelitian menggunakan Rancangan deskriptif kualitatif dengan perlakuan masa simpan. Sampel disimpan pada suhu ruang dan pengamatan dilakukan setiap hari untuk organoleptik dan 2 hari sekali untuk ALT. Parameter pengujian yaitu Angka Lempeng Total dan Organoleptik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu cakalang asap cair secara deskriptif lebih baik mutunya dari parameter angka lempeng total pada hari kedua dan relatif sama mutunya dengan cakalang asap konvensional pada penyimpanan hari keempat. Nilai Angka Lempeng total cakalang asap cair pada hari kedua dan keempat secara berturut-turut adalah 9,1 x 104 koloni/g dan 1,4 x 108 sedangkan Nilai Angka Lempeng total cakalang asap konvensional pada hari kedua dan keempat secara berturut-turut adalah 5,7 x 105 koloni/g dan 2 x 108 koloni/g. Hasil uji organoleptik pada hari kedua menunjukan nilai kenampakan cakalang asap cair tidak sesuai dengan syarat mutu ikan asap, sedangkan parameter bau, rasa dan tekstur sesuai dengan SNI. Hasil uji organoleptik cakalang asap konvensional hari kedua dengan parameter kanampakan, bau, rasa dan tekstur sesuai dengan SNI. Hasil uji organoleptik cakalang asap cair dan cakalang asap konvensional pada penyimpanan hari kedua sudah tidak sesuai dengan SNI. The purpose of this research is to determine the organoleptic and total plate count of liquid smoke skipjack during several storage periods. The study used a qualitative descriptive design with a shelf life treatment. Samples were stored at room temperature. The testing parameters are “Total Plate Count” and “Organoleptic”. The conclusion of this research show that liquid smoke skipjack is better than conventional smoke skipjack. The value of Total Plate Count liquid smoke skipjack on the second and fourth day in a row was 9.1 x 104 colonies / g and 1.4 x 108 while the value of the Total Plate Count of conventional smoke skipjack on the second and fourth days was 5 , 7 x 105 colonies / g and 2 x 108 colonies / g. Organoleptic test results on the second day showed the value of the appearance of liquid smoke skipjack was not in accordance with the quality requirements of smoked fish, while the odor, taste and texture parameters were in accordance with SNI. The results of the organoleptic test of the second day skipjack smoke with the appearance, odor, taste and texture parameters in accordance with SNI. Organoleptic test results of liquid smoke skipjack and conventional smoke skipjack on the second day of storage are not in accordance with SNI.
POTRET MASYARAKAT NELAYAN PENANGKAP IKAN DI PULAU LIPANG KECAMATAN KENDAHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE PROPINSI SULAWESI UTARA Costantein Imanuel Sarapil; Joneidi Tamarol; Eunike Irene Kumaseh
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara geografis, Pulau Lipang berada di 354’29.51” Lintang Utara dan 12523’03.00” Bujur Timur. Sebagian besar penduduk Pulau Lipang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Penelitian ini berupaya untuk memotret kehidupan masyarakat nelayan penangkap ikan di Kampung Lipang melalui pendekatan sosiologis. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dimana metode ini lebih banyak menganalisis permukaan data dan memperhatikan proses – proses kejadian suatu fenomena. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hubungan sosial yang tinggi bagi nelayan di Pulau Lipang dimana solidaritas yang ditunjukkan saat bergotong-royong, atau saling membantu pada kegiatan sosial lainnya. Kondisi ekonomi nelayan di Pulau Lipang tergolong rendah. Rata – rata pendapatan nelayan setiap kali menangkap ikan yaitu Rp 100.000,-. Tingkat Pendidikan yang masih rendah. Jenis perahu yang digunakan yaitu perahu katir jenis pumpboat. Adanya peran perempuan dalam menopang ekonomi rumah tangga, dimana perempuan melaut dan menjalankan usaha warung/kios. Margin pemasaran (M) untuk ikan Sahamia , , pemasaran untuk ikan dapat dikatakan efisien. Margin pemasaran untuk ikan Tongkol , , maka pemasaran ikan tongkol dapat dikatakan efisien, tapi tidak maksimal. Geographically, Lipang Island is located at 3°54’29.51" North Latitude and 125°23'03.00" East Longitude. Most of the people at Lipang Island live as fishermen. This research seeks to photograph the lives of fishing communities in Lipang island through sociological approach. The research method used is descriptive qualitative where this method analyzes more data and pays attention to the processes of a phenomenon. Data is collected by interview and observation. High social relations for fishermen on Lipang Island where solidarity is shown when working together, or helping each other in other social activities. The economic condition of fishermen on Lipang Island is low. The average income of fishermen is IDR 100,000. Education level is low. The type of boat used is pumpboat. The role of women in sustaining the household economy would be catching fish and selling the fish they caught. Marketing margin (M) for fish stocks are M = 20,000, = 67%, F = 60%, marketing for fish can be said to be efficient. Marketing margin for Tuna are M = 7,500, = 50, F = 50%, then marketing Tongkol can be said to be efficient, but not optimal.
POTENSI BUDIDAYA IKAN DIBEBERAPA PERAIRAN PULAU LIPANG YANG DIKAJI DARI PARAMETER KUALITAS AIR Usy Manurung; Darna Susantie
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan budidaya laut atau marikultur di Pulau Lipang Kepulauan Sangihe merupakan suatu usaha untuk meningkatkan produksi dan sekaligus merupakan langkah pelestarian kemampuan lingkungan yang serasi dan seimbang dalam rangka mengimbangi pemanfaatan dengan cara penangkapan. Pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor lingkungan dan kualitas air. Tujuan dari penelitian adalah mengkajii parameter kualitas air sebagai potensi pengembangan area budidaya laut di Pulau Lipang, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah tersedianya data dan informasi tentang kualitas air dalam menunjang kegiatan marikultur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019. Pengambilan sampel secara langsung dilapangan (in situ) dengan mengukur kualitas air meliputi: suhu, kedalaman, arus, pH (derajat keasaman), salinitas, nitrat, nitrit, fosfat dan amonia. Hasil Penelitian kulitas air di Perairan Pulau Lipang berada pada kategori sangat sesuai (suhu, arus, salinitas, pH, kedalaman) sedangkan untuk arus, kedalaman, fosfat, nitrat berada dalam kriteria cukup sesuai (sedang). Potensi budidaya dapat dilakukan di perairan pulau Lipang untuk komoditas (ikan air laut, teripang, kerang hijau dan kerang mutiara). The development of marine culture or mari culture in the Lipang Island, Sangihe Archipelago Regency. That is an effort to increase production and environment conservation for the enviroment security usage in compatible and balanced through catching. The selection of location shoud be observed the environment factors and water quality. The purpose of this study is to examine standard of water quality as the potential for development of marine culture area in Lipang Island, Kendahe District, Sangihe Archipelago Regency. And the benefits of this research data give information about water quality to support mari culture activities. This research was conducted in August 2019. Direct sampling in the field (in situ) by measuring water quality that is included: water temperature, depth, current, pH (acidity), salinity, nitrate, nitrite, phosphate and ammonia. The results of water quality research in Lipang Island are in appropriate category (temperature, current, salinity, pH, depth) for current, depth, phosphate, nitrate are in the adequate appropriate criteria (medium). Cultivation potential can be cultivated (sea cucumbers, green mussels and pearl shells).

Page 8 of 13 | Total Record : 128