cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
THE EFFECTIVENESS OF AROMATHERAPY AS COMPLEMENTARY THERAPY OF INSOMNIA IN STUDENTS OF FINAL SEMESTER IN POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Nuri - Handayani
Pharmacoscript Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v2i2.221

Abstract

Insomnia is difficulty starting and maintaining sleep. People who experience insomnia have less quality and quantity of sleep so people with insomnia feel not fresh and still sleepy after woke up. The purpose of this study was to determine the description of the incidence of insomnia and the effectiveness of giving aromatherapy as one of the complementary therapies of insomnia in the final year students at the Poltekkes of the Ministry of Health Tasikmalaya.The pre-experimental with the study design Single Group Design using the Insomnia Severity Index (ISI) instrument. The purposive sampling technique used in this study and 139 respondents involved.The results of the study showed that respondents who experienced insomnia were 79.14% with various categories from mild to severe insomnia. The effectiveness of the aromatherapy shows the value of p <0.005, which means there is a significant difference between before and after giving aromatherapy to respondents.
FORMULASI DAN UJI IRITASI EMULGEL KOMBINASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale R. var rubrum) DAN MINYAK PEPPERMINT Nur Aji
Pharmacoscript Vol. 3 No. 1 (2020): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v3i1.386

Abstract

Ekstrak jahe merah (EJM) dan minyak peppermint (MP) telah diformulasi dalam bentuk emulgel. Formula emulgel dibuat tiga variasi yaitu : EJM 4% (b/b), MP 5% (b/b), dan kombinasi EJM-MP (2%:2,5%, b/b). Ketiga formula diuji karakteristik dan indeks iritasi. Pengujian karakteristik meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas dan daya sebar. Pengujian tersebut dilakukan terhadap emulgel yang disimpan pada suhu 4±2oC, 27,5±2oC dan suhu 40±2oC selama tiga bulan.  Uji iritasi dilakukan secara topikal pada kelinci albino betina. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua formula memiliki penampilan homogen dan pH 6. Selama penyimpanan homogenitas dan pH tidak terjadi perubahan. Namun secara organoleptik semua emulgel yang mengandung EJM mengalami pengelapan terutama yang disimpan pada suhu 40±2oC. Hasil uji daya sebar ketiga formula diperoleh pada kisaran 4-4,8 cm, semua formula mengalami perubahan yang signifikan (sig.<0,05) pada suhu 40±2oC selama penyimpanan. Nilai viskositas emulgel diperoleh hasil : EJM =10339,13 Poise; MP= 14686,47 Poise; EJM-MP= 16191,10 Poise. Nilai viskositas mengalami perubahan yang signifikan (sig.<0,05.) pada semua suhu selama penyimpanan. Hasil ujii ritasi menunjukan bahwa formula kombinasi EJM-MP  tidak menimbulkan iritasi pada hewan uji.
PENGARUH METODE MASERASI DAN REFLUKS TERHADAP TOTAL FENOL DAN FLAVONOID DARI DUA VARIETAS UMBI UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Hendy Suhendy; Wldan Kusnadiawan; Descrya Dwi Anggita
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.592

Abstract

Golongan senyawa fenol dan flavonoid pada umbi dua varietas ubi jalar merupakan kontributor utama aktivitas antioksidan yang dipengaruhi oleh adanya pemanasan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi terhadap total fenol dan flavonoid umbi ubi jalar varietas ungu-ungu dan ungu-orange. Simplisia yang dipakai adalah dua varietas umbi ubi jalar yaitu umbi kulit luar berwarna ungu, bagian dalam berwarna ungu (UU) dan umbi kulit luar berwarna ungu, bagian dalam berwarna orange (UO). Simplisia diekstraksi dengan pelarut etil asetat menggunakan refluks pada titik didih pelarutnya dan maserasi pada suhu kamar sehingga diperoleh empat ekstrak etil asetat yaitu ekstrak maserasi dari umbi ubi jalar UU (UUM), ekstrak refluks dari umbi ubi jalar UU (UUR), ekstrak maserasi dari umbi ubi jalar UO (UOM) dan ekstrak refluks dari umbi ubi jalar UO (UOR). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat UUR, UUM, UOR dan UOM secara berturut-turut memiliki nilai total fenol 6,79; 7,50; 5,87 dan 4,85(g GAE/100 g) dan total flavonoid 19,84; 16,24; 16,50 dan 9,65 (g QE/100 g). Perbedaan suhu ekstraksi hanya mempengaruhi total flavonoid umbi ubi jalar UU dan UO. Refluks adalah metode yang paling baik untuk menyari senyawa-senyawa flavonoid umbi UU dan UO.
EFEKTIVITAS GEL DAUN PANDAN WANGI SEBAGAI OBAT LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN Nisa Najwa Rokhmah; Yulianita Yulianita; Rizki Alam Putra
Pharmacoscript Vol. 4 No. 2 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i2.595

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas. Daun pandan wangi mengandung senyawa saponin, flavonoid, alkaloid, tanin dan polifenol. Kandungan flavonoid dan tanin pada tumbuhan membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian sebelumnya menunjukkan salep daun pandan wangi efektif menyembuhkan luka pada tikus putih jantan. Gel merupakan sediaan semi padat transparan dengan kelebihan dalam hal daya sebar, bentuk sediaan dan efek dingin pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang paling efektif dari gel daun pandan wangi dalam menyembuhkan luka bakar pada tikus putih jantan galur Sprague dawley. Kelompok perlakuan terdiri dari formula 1 (gel daun pandan wangi 7,5%), formula 2 (10%), formula 3 (12,5%), kontrol positif (gel merk x) dan kontrol negatif (basis gel). Hasil penelitian menunjukan bahwa gel daun pandan wangi dapat memberikan efek sebagai obat luka bakar, formula 3 dengan daun pandan wangi 12,5% menghasilkan presentase penyembuhan luka bakar yang paling efektif yaitu 99,33% dengan lama penyembuhan 16 hari.
Perbandingan Aktivitas Antidepresan Ekstrak Etanol Daun Pare (Momordica charantia L.) Berdasarkan Siklus Sirkadian Maharani Dewi; Muharam Priatna; Hendy Suhendy
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.596

Abstract

Depresi adalah gangguan mental umum ditandai dengan kesedihan, kehilangan kesenangan, insomnia. Kerja obat dalam tubuh dipengaruhi oleh siklus sirkadian (24 jam) yang akan memberikan efek terapi yang berbeda. Obat herbal digunakan sebagai alternatif utama pengobatan antidepresan salah satunya daun pare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun pare (Momordica charantia L) sebagai antidepresan, berdasarkan siklus sirkadian yaitu pada pagi dan malam hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Forced Swimming Test. Efek depresi pada mencit diketahui melalui keadaan Immobility pada saat mencit direnangkan. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit jantan sebanyak 30 ekor dengan bobot badan 20-30 gram. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok secara acak yaitu kelompok kontrol negatif siklus pagi (PGA 1%), kelompok kontrol negatif siklus malam (PGA 1%), kelompok kontrol positif siklus pagi (fluoxetine 0,052 mg/20 g BB mencit), kelompok kontrol positif siklus malam (fluoxetine 0,052 mg/20 g BB mencit), kelompok dosis uji siklus pagi (16,8 mg/20 g BB mencit) dan kelompok dosis uji siklus malam (16,8 mg/20 g BB mencit). Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata waktu imobilitas pada siklus pagi hari yaitu 105,44 detik untuk kelompok kontrol negatif, 69,64 detik untuk kelompok kontrol positif dan 72,71 detik untuk kelompok dosis uji. Sedangkan nilai rata-rata waktu imobilitas pada siklus malam hari yaitu 119,52 detik untuk kelompok kontrol negatif, 93,02 detik untuk kelompok kontrol positif dan 85,62 detik untuk kelompok dosis uji. Ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia L) memberikan aktivitas antidepresan yang lebih baik pada siklus pagi hari dibandingkan malam hari.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI HPMC DAN GLISERIN TERHADAP SIFAT FISIK GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN PALA (Myristica fragrans Houtt.) Citra Shintia; Srie Rezeki Nur Endah; Ali Nofriyaldi
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.603

Abstract

Daun pala (Myristica fragrans Houtt.) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri, sehingga dapat dimanfaatkan kedalam bentuk sediaan gel hand sanitizer. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk sediaan gel salah satunya adalah sifat fisiknya. Gelling agent dan humektan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) dan gliserin terhadap sifat fisik sediaan gel hand sanitizer ekstrak etanol daun pala. Gel hand sanitizer ini dibuat formulasi dengan variasi HPMC dan gliserin, yaitu formula 1 (HPMC 1% : gliserin 5%), formula 2 (HPMC 1,5% : gliserin 7,5%), formula 3 (HPMC 2%, gliserin 10%). Evaluasi yang dilakukan terhadap sediaan meliputi, uji homogenitas, uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat. Berdasarkan hasil analisis menggunakan One Way Anova dengan program SPSS for Windows, menunjukan bahwa HPMC dan gliserin mempengaruhi parameter daya sebar dan daya lekat sediaan gel hand sanitizer ekstrak etanol daun pala (Myristica fragrans Houtt.).
FORMULASI SEDIAAN SABUN PELEMBAB TRANSPARAN YANG MENGANDUNG MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Sunflowerseed Oil) Gayatri Simanullang; Ahmad Ngadeni; Titta Hartyana
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.604

Abstract

Minyak biji bunga matahari mengandung vitamin E yang dapat dimanfaatkan untuk industri farmasi, termasuk kosmetik. Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sediaan sabun pelembab transparan yang mengandung minyak biji bunga matahari dengan berbagai konsentrasi minyak biji bunga matahari (0, 5, 10, 15%b/b). Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan sabun pelembab transparan dengan berbagai konsentrasi minyak biji bunga matahari (Sunflowerseed Oil) untuk melembabkan dan melembutkan kulit. Penelitian dilakukan dengan mengamati stabilitas fisik sediaan sabun pelembab transparan yang meliputi stabilitas fisik sediaan sabun pelembab transparan yang meliputi stabilitas fisika (organoleptis, homogenitas), uji stabilitas kimia (pH), dan pengujian terhadap sukarelawan menggunakan alat Skin Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sabun pelembab transparan mulai memberikan efektivitas melembabkan pada formula yang mengandung minyak biji bunga matahari 5% (F1) dan pada formula F2 (10%) merupakan formula yang paling disukai karena nyaman dalam penggunaannya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sediaan sabun pelembab transparan dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% aman digunakan.Kata kunci : minyak biji bunga matahari, sabun transparan, skin analyzer
Aktivitas Sitotoksik Senyawa Terpenoid dari Ekstrak Metanol Daun Akar Kaik-Kaik (Uncaria cordata (Lour.) Merr) Noveri Rahmawati; Rahmayati Rusnedy; Dwiki Septian
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.609

Abstract

Genus Uncaria kaya akan kandungan metabolit sekunder. Pengembangan sebagai agen farmakologi dari isolat murni tumbuhan ini perlu untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah uji sitotoksik senyawa murni ekstrak metanol daun tumbuhan akar kaik-kaik Uncaria cordata (Lour.) Merr. Terlebih dahulu dilakukan tahap ekstraksi dengan metode maserasi dan dilakukan pemisahan dengan kromatografi kolom. Fraksi F1 yang diperoleh dari kromatografi kolom diuji aktivitas sitotoksik memiliki nilai LC50 sebesar 208,92 µg/mL. Senyawa murni hasil isolasi diberi label UcF1, berupa amorf, berwarna hijau dengan titik leleh 188-190 oC. Berdasarkan analisis data pemeriksaan fitokimia, spektroskopi UV dan IR, senyawa UcF1 diprediksi merupakan senyawa golongan terpenoid. Senyawa UcF1 memiliki nilai LC50 sebesar 69,18 µg/mL dan nilai ini menunjukkan bahwa senyawa ini mempunyai aktivitas sitotoksik yang kuat.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera) DAN DAUN KEMANGI (Ocinum sanctum L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Angga Saputra Yasir; Selvi Marcellia; Lintang Buwana Wijaya; Tika Rahayu Putri
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.610

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri antara lain yaitu bakteri Staphylococcus epidermidis. Lidah buaya (Aloe vera) dan daun kemangi (Ocinum sanctum L.) mengandung saponin, flavonoid, dan tanin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga memiliki daya antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dari kombinasi ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dan daun kemangi (Ocinum sanctum L.) dalam bentuk sediaan gel terhadap bakteri Staphylococcus epidermis. Metode yang digunakan dalam ekstraksi adalah maserasi menggunakan etanol 96% dengan nilai rendemen yang didapat pada lidah buaya sebesar 22,32% dan pada daun kemangi sebesar 22,70%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Perbandingan ekstrak (lidah buaya : daun kemangi) dan daya hambat ekstrak terhadap bakteri Staphylococcus epidermis berturut-turut adalah 1:1, 16,82 mm; 1:2, 15,22 mm; 2:1, 14,59 mm; 1:0, 14,75 mm; 0:1, 15,21 mm. Analisis data kombinasi ekstrak menggunakan one way ANOVA menunjukan adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P>0,05. Selanjutnya uji sediaan gel dari kombinasi ekstrak 1:1, kontrol positif dan basis sediaan gel menghasilkan zona hambatberturut-turut sebesar 20,05 mm; 31,37 mm; 9,17 mm. Analisis data gel kombinasi menggunakan one way ANOVA hasil menunjukan tidak adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P<0,05. Sediaan gel dengan kombinasi ekstrak lidah buaya dan daun kemangi (1:1) memiliki efektivitas terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermis penyebab jerawat
Aktivitas Antioksidan Minuman Fungsional Berbahan Baku Kacang Lentil Merah (Lens culinaris Medik) Anindita Tri Kusuma Pratita; Mochamad Fathurohman
Pharmacoscript Vol. 4 No. 1 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i1.615

Abstract

Kacang lentil (Lens culinaris Medik) merupakan salah satu jenis legum yang memiliki kandungan protein, asam folat dan senyawa antioksidan berupa polifenol yang cukup tinggi. Berdasarkan komposisi yang ada, kacang lentil dimungkinkan untuk digunakan dalam bahan baku pembuatan minuman instan fungsional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anitioksidan dari minuman fungsional kacang lentil merah. Pada penelitian ini kacang lentil merah yang telah direndam kemudian ditambahkan air dan dihancurkan, setelah itu dilakukan penyaringan dan pemasakan, kemudian dilakukan pengeringan menggunakan spray dryer. Setelah itu, dilakukan pengujian DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) untuk mengetahui aktivitas antioksidannya. Hasil pengujian DPPH menunjukkan minuman fungsional kacang lentil merah memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong lemah, yaitu IC50 272,789ppm.

Page 5 of 21 | Total Record : 206