cover
Contact Name
Khambali
Contact Email
khambali1989@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltadib@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 14118173     EISSN : 25285092     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Ta'dib : Jurnal Pendidikan Islam focuses on research results relating to the issue of Islamic religious education. The scope of Journal (but not limited) are: Philosophy of Islamic Education; History of Islamic Education; Theological Foundation of Education; Policies of Islamic Education; Politics of Islamic Education; Management of Islamic Education; Islamic Education Professionalism; Islamic Education Curriculum; ICT in Islamic Education; E-Learning in Islamic Education; Islamic Education Institution; Teaching and Learning in Islamic Education; Ethnography on Islamic Education; Local Wisdom-Based Islamic Education; Development of Learning Theory and Design; Psychology of Islamic Education; Islamic Education Paradigms; Character of Islamic Education; Gender in Islamic Education; And so on.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
THE STRATEGY OF ISLAMIC CHARACTER EDUCATION WITH ROLE MODEL AND HABITUATION METHOD ON ONLINE LEARNING Rony Sandra Yofa Zebua; Sunarti Sunarti
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 9, No 2 (2020): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v9i2.6875

Abstract

Massive development in technology has enforced the educational system to be able to adjust its activity. While maintaining conventional learning environment in character education is challenging, online learning environment provides different characteristics that require distinct strategies to meet the learning objectives. It requires different syntax to implement learning methods for character education on online setting. However, previous studies rarely discussed about character education syntaxes for online learning. Thus, this study aimed to fill the gap by synthesizing the syntax and strategies of implementing some learning methods in character education through online learning. It was chosen Islamic and Character Education as the subject and role model and habituation methods as the focus of the study. This study is a qualitative study using in-depth interview as data collection technique. The informants were teachers experiencing in implementing role model and habituation methods on online learning. The research findings showed that the general syntax of online learning is started from preparation, preliminary activity, core activity, closing, and strengthening activities. Preparation and strengthening activities are conducted in unscheduled time while the other activities are conducted in scheduled time. The proposed syntax is given but further studies are required to testify the syntax for different situations.   AbstrakPerkembangan pesat dalam teknologi telah mendorong sistem Pendidikan untuk dapat menyesuaikan diri. Ketime mengkondisikan lingkungan belajar dalam pendidikan character dalam lingkup pendidikan konvensiona memiliki tantangan tersendiri, pengkondisian lingkungan belajar daring membutuhkan strategi yang berbeda untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Diperlukan sintaks yang berbeda untuk menerapkan metode-metode pembelajaran untuk pendidikan karakter secara daring. Namun dari penelitian terdahulu jarang ditemukan penelitian yang fokus membahas tentang sintaks metode pembelajaran dalam pendidikan karakter secara daring. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesa sintaks dan stategi dalam menerapkan beberapa metode pembelajaran yang populer digunakan dalam pendidikan karakter. Fokus penelitian ini adalah Pendidikan Karakter Islami dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dan metode yang diinvestigasi adalah Metode Keteladanan dan Habituasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Informan adalah guru-guru yang berpengalaman dalam menerapkan Metode Keteladanan dan Habituasi dalam pembelajaran daring. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa sintaks umum dimulai dari persiapan, pendahuluan, aktivitas utama, penutupan dan aktivitas penguatan. Aktivitas Persiapan dan penguatan dilakukan pada waktu yang tidak terjadwal, sedangkan aktivitas yang lain dilaksanakan pada waktu yang terjadwal pada jam pembelajaran. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk pengujian sintaks di berbagai situasi di sekolah yang berbeda.
THE CONCEPT OF MANAGEMENT OF LEARNING MKWU PAI BASED ON MULTICULTURAL COMPONENTS Iwan Hermawan; Uus Ruswandi; Mohamad Erihadiana
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 9, No 1 (2020): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v9i1.6233

Abstract

 AbstractMulticulturalism means cultural diversity or cultural heterogeneity. It is undeniable that students who enter tertiary institutions come from different regions with different ethnicities, different cultural cultures which can be one of the problems that interfere in the learning process. The naming of different people as mentioned by Allah in the Qur'an seems to be a commandment that must be completed by humans themselves using scientific knowledge. Multicultural Education is habituation or cultural education that provides opportunities for all students regardless of gender, social class, ethnicity, race, ethnicity, religion, and culture. In the Qur'an, several verses explain multiculturalism, including in the QS. Al-Hujurat: 13, Q.S. Ar-Rum: 22. The goals of multicultural education are basically in harmony with character education which leads to one goal, namely good behavior or moral values as the main goal of the Islamic religion is revealed on earth. As a reference in implementing multicultural education, a learning management concept is needed based on the components or important elements that exist in a system to process the achievement of expected goals, namely 1) Strengthening similarities rather than differences, 2) Mutual trust and mutual understanding, 3) Tolerance of differences, 4) Discussion is not imposing opinion.Keywords: Management, Learning, Component, Eduacation, multicultural.AbstrakMultikultural bermakna keragaman kultur atau heterogenitas kebudayaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa yang masuk pada perguruan tinggi berasal dari berbagai daerah yang berbeda suku, berbeda kultur budayanya yang dapat menjadi salah satu permasalahan yang mengganggu dalam proses pembelajaran. Penamaan manusia yang berbeda-beda sebagaimana yang disebutkan Allah dalam Al-Qur’an seolah menjadi sebuah perintah yang harus diselesaikan oleh manusia itu sendiri dengan cara berilmu pengetahuan. Pendidikan Multikutural adalah pendidikan pembiasaan atau pembudayaan yang memberikan kesempatan pada semua  mahasiswanya tanpa memandang jenis kelamin, kelas sosial,  ras, suku, agama, dan budayanya. Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang multikultural, antara lain terdapat dalam Q.S. Al-Hujurat: 13, Q.S. Ar-Rum: 22. Tujuan pendidikan multikultural ini pada dasarnya selaras pendidikan karakter yang bermuara pada satu tujuan yaitu pada perilaku yang baik atau akhlak karimah sebagaimana pokok tujuan agama Islam diturunkan dimuka bumi ini. Sebagai acuan dalam menerapkan pendidikan multikultural tersebut diperlukan sebuah konsep pengelolaan pembelajaran berdasarkan pada komponen-komponen atau unsur-unsur penting yang ada pada suatu sistem untuk memproses pencapaian tujuan yang diharapkan, yaitu 1) Memperkuat persamaan daripada perbedaan, 2) Saling percaya dan saling pengertian, 3) Toleransi terhadap perbedaan, 4) Berdiskusi bukan memaksakan pendapat.Kata Kunci: Pengelolaan, Pembelajaran, Komponen, Pendidikan, Multikultural
THE RESPONSIBILITIES OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN IMPLANTING ISLAMIC VALUES FOR STUDENTS Misranik Misranik
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 1 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i1.7557

Abstract

This study aims to determine the Islamic and the responsibility of Islamic religious education teachers in instilling Islamic values in students. This research uses a descriptive qualitative approach. In obtaining data researchers used interview, observation, and documentation methods. The results of this study concluded that: 1) The forms of Islamic values that are applied, the value of faith, the value of worship, and the value of morals. 2) Supporting factors for Islamic Religious Education teachers in instilling Islamic values in students, namely, the existence of a community in a very religious school environment, besides that it has full support from the principal and school committee, an appropriate school vision and mission, and existence Mentoring. 3) PAI teachers have carried out their duties and obligations as well as their responsibilities as PAI teachers to instill Islamic values in students, and all comply with the existing curriculum in schools, and Islamic religious education teachers in instilling Islamic values in students with habituation. 4) The results of Islamic activities, it can be seen that all students wear a headscarf for those who are Muslim, their behavior and behavior are also good, as well as many Islamic achievements achieved.
CONCEPTUAL MODEL OF INTERNALIZATION OF RELIGIOUS ETHICAL VALUE IN EDUCATION PERSPECTIVE ISLAMIC CHARACTERS Nadri Taja; Encep Syarief Nurdin; Aceng Kosasih; Edi Suresman
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 9, No 2 (2020): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v9i2.7004

Abstract

This study aims to find the concept of religious ethical values in the perspective of Islamic character education. The research method used is library research (literature study) in which the researcher conducts a review of the theories that come from books or journals that are relevant to the topic under study. The result of this research is a conceptual model of internalization of religious ethical values which is built on three concepts, namely first, tafhim (understanding) aims to know about knowledge; second, tazkiyatun nafs (purifying the soul) aims to want to improve itself through the process of takhalli (cleansing the soul) from sin and tahalli (beautifying oneself) with pious deeds; third, tahdzib (nurturing the soul) aims to be able to do good through mujahada, namely consistent sincerity in truth and riyadhah, namely training oneself to be always busy doing good deeds and leaving bad deeds. Thus, educational activities do not only focus on the transfer of knowledge, but also the transfer of value. Because education is not just about teaching reason alone. But more than that, education must be able to form a good character. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep nilai etis religius dalam perspektif pendidikan karakter islami. Metode penelitian yang digunakan bersifat library research (studi kepustakaan) yang mana peneliti melakukan penelaahan terhadap teori-teori yang bersumber dari buku-buku atau jurnal yang relevan dengan topik yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah konseptual model internaliasasi nilai etis religius yang dibangun pada tiga konsep, yakni pertama, tafhim (memahami) bertujuan untuk tahu tentang pengetahuan; kedua, tazkiyatun nafs (menyucikan jiwa) bertujuan untuk mau memperbaiki diri melalui proses takhalli (membersihkan jiwa) dari perbuatan dosa dan tahalli (memperindah diri) dengan amal soleh; ketiga, tahdzib (memelihara jiwa) bertujuan untuk mampu berbuat kebaikan melalui mujahadah yakni kesungguhan konsisten dalam kebenaran dan riyadhah yakni melatih diri senantiasa sibuk melakukan perbuatan baik dan mengginggalkan perbuatan buruk. Dengan demikian, kegiatan pendidikan tidak hanya fokus pada transfer of knowledge saja, melainkan juga transfer of value. Karena pendidikan bukan sekadar membelajarkan akal semata. Akan tetapi lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter yang baik (good character).    
IMPLEMENTATION OF PAI LEARNING PRACTICES IN SCHOOL DURING THE COVID-19 PANDEMIC Rachmadilla Indah Maulidina; Udin Supriadi; Agus Fakhruddin
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 2 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i2.8580

Abstract

Practicum is an important part of PAI learning activities. Some research results show that PAI learning practicum is too much oriented to the cognitive aspect. This study aims to describe PAI learning at SD Negeri Cibabat Mandiri 5 by using descriptive approaches and methods. The results showed that the PAI practicum in the odd semester RPP in the even class consisted of 13 practicums covering aqidah, shari'ah and morals. Planning starts from the objectives, materials, methods, and evaluation. The facilities used are also limited. The practicum process is carried out online which includes planning, implementation, and follow-up involving teachers, students and parents. The assessment consists of practical tests, observations and assignments using several assessment tools such as the Al-Qur'an, Asmaul Husna books, PAI textbooks, prayer guide books, videos about exemplary stories of the Prophet, and Islamic cultural history books. The results of the practicum are known to all students achieving scores above the KKM.
PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA NURUL MUTTAQIN BENTENG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Tolariyati Tolariyati
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 2 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i2.8498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa  di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul  Muttaqin Benteng Kabupaten Indragiri Hilir, fokus penelitian ini adalah profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini diadakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul Muttaqin Benteng Kabupaten Indragiri Hilir. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriftif dengan mengunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahap teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data, sedangkan pengecekan keterpercayaan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketelitian pengamatan, triangulasi dan melakukan konsultasi ke pembimbing. Hasil penelitian profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa  di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul  Muttaqin Benteng Kabupaten Indragiri Hilir sudah dimiliki dan dilaksanakan dan perlu ditingkatkan sehingga mampu meningkatkan prestasi siswa. Dapat disimpulkan bahwa profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa  di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul  Muttaqin Benteng Kabupaten Indragiri Hilir berdasarkan penelitian ini implikasi secara praktis digunakan sebagai bahan untuk membantu  guru dalam dalam mengajar sehingga guru dapat meningkatkan keaktifan belajar  siswa.
PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN STATUS SOSIAL ORANG TUA TERHADAP KEBERHASILAN PAI Amin Munawir; Naf'an Tarihoran; Muhajir Muhajir
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 2 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i2.8821

Abstract

Penelitian ini memiliki beberapa masalah yang dikaji dan akan diteliti: (1) Apakah terdapat perbedaan keberhasilan PAI siswa yang orang tuanya pernah belajar di pesantren dan siswa yang orang tuanya tidak pernah belajar di pesantren?, (2) Apakah terdapat perbedaan keberhasilan PAI siswa yang orang tuanya memiliki status sosial tinggi dan siswa yang orang tuanya memiliki status sosial rendah?, (3) Apakah terdapat interaksi antara latar belakang Pendidikan agama orang tua dengan status sosial orang tua terhadap keberhasilan Pendidikan agama Islam siswa?, (4) Apakah terdapat perbedaan keberhasilan PAI siswa yang orang tuanya pernah belajar dipesantren dan siswa yang orang tuanya tidak pernah belajar di pesantren, pada siswa yang orang tuanya mempunyai status sosial tinggi?, (5) Apakah terdapat perbedaan keberhasilan PAI siswa yang orang tuanya pernah belajar di pesantren dan siswa yang orang tuanya tidak pernah belajar di pesantren, pada siswa yang orang tuanya mempunyai status sosial rendah?, (6) Apakah terdapat perbedaan keberhasilan PAI siswa yang orang tuanya memiliki status sosial tinggi dan siswa yang orang tuanya memiliki status sosial rendah pada siswa yang orang tuanya pernah belajar di pesantren?, (7) Apakah terdapat perbedaan keberhasilan PAI siswa yang orang tuanya memiliki status sosial tinggi dan siswa yang orang tuanya memiliki status sosial rendah pada siswa yang orang tuanya tidak pernah belajar di pesantren? Penelitian ini menggunakan metode Ex Post Facto. Pengujian hipotesis dilakukan dengan anava two way dan dilanjutkan dengan uji tukey.Kata Kunci: Keberhasilan PAI; Status Sosial Orang Tua; Pendidikan Pesantren.
PROBLEMS OF THE IMPLEMENTATION OF THE 2013 CURRICULUM IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LESSONS IN FORMING AKHLAKUL KARIMAH AT SMK RAUDLATUL ULUUM-1 AEK NABARA LABUHANBATU Saiful Akhyar Lubis; Wahyudin Nur Nasution; Tri Rifai Alam; M. Fajri Syahroni Siregar
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 2 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i2.8093

Abstract

The purpose of this study is the implementation of the 2013 curriculum in Islamic religious education subjects in shaping morality at SMK Raudlatul Uluum-1 Aek Nabara Labuhanbatu. Then what are the problems faced in implementing the 2013 curriculum in Islamic religious education subjects in shaping morality at SMK Raudlatul Uluum-1 Aek Nabara Labuhanbatu. Then find out the efforts that can be made to overcome the problems of implementing the 2013 curriculum in Islamic religious education subjects in forming morality at SMK Raudlatul Uluum-1 Aek Nabara Labuhanbatu. The research that the researcher carried out included qualitative research and when collecting the data used the Field Research method (Field Research). This data will be presented in descriptive form in the form of sentences. The data in this study will be collected and analyzed and then looked for validity.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAN 5 BANDUNG Iwan Sanusi; Harkit Rahmawati; Bambang Samsul Arifin; Uus Ruswandi
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 2 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i2.8826

Abstract

This study tries to reveal good practice combined with theory through a qualitative research approach with analytical descriptive methods. The results of the study show that for learning achievement, PAI teachers have designed learning preparations by formulating measurable goals, mapping Basic Competence (KD) materials in a balanced way in each semester with the development of Competency Achievement Indicators (GPA) appropriately; conduct analysis and selection of appropriate approaches, strategies, designs, models, methods, learning media; PAI teachers play an active role in teacher organizations; utilization and maximization of facilities and infrastructure, including the PAI laboratory; utilization of sources, media, and learning tools including UKBM SKS schools; carry out evaluations and assessments in a process and term manner; and provide feedback and follow-up through remedial and or enrichment; and lastly, the development of PAI learning can be done outside the classroom through school culture programs and religious extracurricular activities Rohani Islam (Rohis) under the name DKM Nurul Khomsah.Keywords: Development; Learning; PAI; SMA. Abstrak Penelitian ini mencoba mengungkap praktik baik yang dipadukan dengan teori melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriftik analitik. Hasil penelitian menujukkan bahwa untuk ketercapaian pembelajaran, guru PAI telah melakukan rancangan persiapan pembelajaran dengan merumuskan tujuan secara terukur, pemetaaan materi-Kompetensi Dasar (KD) secara berimbang pada setiap semester dengan pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) secara tepat; melakukan analisis dan pemilihan pendekatan, strategi, desain, model, metode, media pembelajaran secara tepat; guru PAI berperan aktif pada organisasi keguruan; pemanfaatan dan maksimalisasi sarana dan prasarana termasuk laboratoirum PAI; pemanfaatan sumber, media, dan alat pembelajaran termasuk UKBM sekolah SKS; melakukan evaluasi dan penilaian seacara berproses dan berjangka; serta melakukan umpan balik dan tindak lanjut melalui remedial dan atau pengayaan; dan terakhir, pengembangan pembelajaran PAI dapat dilakukan di luar kelas melalui program budaya sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan Rohani Islam (Rohis) dengan nama DKM Nurul Khomsah.Kata Kunci: Pengembangan; Pembelajaran; PAI; SMA.
RESILIENCE AS MEDIATOR IN THE RELATIONSHIP BETWEEN PROACTIVE PERSONALITY AND CAREER ADAPTABILITY AMONG VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS DURING COVID-19 Evi Luthfiyah Nurjamil; Wahyu Indianti
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 2 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i2.8613

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengurangi 2,3 juta peluang lapangan pekerjaan di Indonesia. Karir siswa SMK dinilai terancam karena lulusannya menyumbang tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia, sehingga perlu ada usaha penyesuaian diri dalam merencanakan karir di masa depan. Penelitian ini menegakkan asumsi agar memiliki adaptabilitas karir yang kuat, siswa SMK perlu memiliki kepribadian proaktif yang mendorongnya untuk berinisiatif melakukan perubahan. Selanjutnya proses tersebut perlu dimediasi oleh kemampuan untuk bertahan menghadapi kesulitan (resiliensi). Penelitian ini dilakukan terhadap 686 orang siswa SMK di Indonesia menggunakan alat ukur Career Adapt-Abilities Scale International Form (CAAS-IF) untuk adaptabilitas karir, Proactive Personality Scale Short Form (PPS-SF) untuk kepribadian proaktif dan  The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk resiliensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kepribadian proaktif memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan adaptabilitas karir (c’ = 0,384, SE = 0,087, p < 0,001). Diketahui pula adanya efek mediasi secara parsial oleh resiliensi (c’ = 0,384 < c = 1,283). Penelitian ini dapat menjadi acuan pentingnya memperkuat layanan Bimbingan Karir yang memberikan informasi karir diluar bidang yang tersedia di SMK.