cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 164 Documents
COST EFFECTIVENESS ANALYSIS KOMBINASI OBAT ANHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUP FATMAWATI JAKARTA PERIODE 2020 Cyntia Wulandari; Lusi Agus Setiani; Oktaviana Zunnita; Muhammad Ikramin
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i2.293

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah meningkat di atas kisaran normal. Penggunaan obat antihipertensi yang tepat sangat penting agar pengobatan menjadi lebih efektif karena hipertensi tergolong penyakit kronis seiring dengan meningkatnya biaya pelayanan medis. Maka diperlukan kajian farmakoekonomi analisis efektivitas biaya untuk mengetahui dan menentukan terapi kombinasi antihipertensi yang paling efektif untuk menurunkan tekanan darah dengan biaya minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai paling cost-effective dari terapi kombinasi dua obat antihipertensi di Rumah Sakit Umum Fatmawati, Jakarta. Metodologi yang digunakan adalah non eksperimen dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data secara retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien tahun 2020 dan data harga obat pasien .core. Berdasarkan hasil studi, nilai ACER terkecil atau paling menguntungkan diperoleh dari kombinasi kelompok CCB dan IEC, yaitu sebesar Rp233,42. Untuk nilai ICER minimum, kombinasi CCB dan gugus adrenolitik sentral adalah Rp -8.628.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SERUM MINYAK ATSIRI KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) VARIASI VITAMIN E METODE DPPH
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i2.294

Abstract

Minyak atsiri kilit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mempunyai aktifitas sebagai antioksidan yang dapat mengatasi penuaan kulit. Formulasi serum antiaging yang beredar dipasaran sering ditambahkan vitamin E yang berfungsi sebagai pengawet sediaan dan penambah aktifitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek antioksidan minyak atsiri kulit jeruk nipis dengan formula yang lazim dipasaran dengan metode DPPH, mengetahui profil standar sediaan dan uji hedonik setiap formula. Minyak atsiri kulit jeruk nipis diperoleh dengan metode destilasi uap. Tiga formula serum antioksidan diformulasikan dengan basis carbomer 1%, dengan variasi konsentrasi vitamin E yaitu 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Hasil uji organoleptis menyetakan semua formula mempunyai karakteristik yang sama yaitu berwarna putih jernih, arome jeruk nipis, dan terbentuk tekstur nano partikel. Uji pH semua formulasi memenuhi syarat (4,5-8,0) yaitu pH 8. Semua formula serum memenuhi persyaratan uji viskositas, daya sebar, daya lekat yang baik serta menunjukkan serum tipe M/A. Penambahan variasi konsentrasi vitamin E dalam formula serum dapat menurunkan nilai IC50 , yaitu pada konsentrasi 5% sebesar 226,46ppm. Formula sediaan serum sesuai dengan standar dengan variasi konsentrasi vitamin E mempengaruhi aktivitas antioksidan, semakin tinggi konsentrasi vitamin E semakin baik nilai IC50 nya.
PENGARUH PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum) PADA Staphylococcus aureus Dhina Ayu Susanti; Sholihatil Hidayati; Amalia Wardatul Firdaus; Diah Yuli Pangesti; Fitria Meliana Putri Milyunier
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.297

Abstract

Latar belakang penelitian: Biji ketumbar merupakan tanaman yang memiliki manfaat sebagai antibakteri karena biji ketumbar mengandung minyak volatil, fatty oil, protein, selulosa, pentosan, tanin, kalsium oksalat dan mineral, dengan komposisi utama biji ketumbar diantaranya yaitu karbohidrat (± 20%), essential oil (1-1,5%), serat atau fiber (23-26%), protein (11-17%) dan fatty oil (16-28%). Namun sejauh ini ketumbar masih belum dimanfaatkan secara maksimal aplikasinya, padahal senyawa-senyawa aktif dalam biji ketumbar dapat dikomersialkan untuk dimanfaatkan di berbagai bidang seperti makanan dan farmasi. Bakteri Staphylococcus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makan terbesar di Indonesia selain Bacillus cereus, Salmonella spp, E.coli, dan Clostridium spp. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan metode ekstraksi soxhlet dan destilasi ekstrak biji ketumbar terhadap zona hambat aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Metode Kerja: Proses ekstraksi pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu soxhlet dan destilasi kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil Penelitian: Hasil uji aktivitas antibakteri didapatkan rata-rata diameter zona hambat pada metode ekstraksi soxhlet konsentrasi 10% sebesar 8 mm, konsentrasi 25% sebesar 11,3 mm, dan konsentrasi 50% sebesar 11,7 mm sedangkan pada metode ekstraksi destilasi konsentrasi 10 % sebesar 9,7 mm, konsentrasi 25% sebesar 10,7 mm, dan konsentrasi 50% sebesar 12,7 mm. Kesimpulan : Metode ekstraksi destilasi memiliki diameter zona hambat lebih besar dari pada metode ekstraksi soxhlet. Kata Kunci: Antibakteri, Biji Ketumbar, Staphylococcus aureus
STRATEGI BISNIS APOTEK X MENGGUNAKAN STRATEGI CANVAS BUSINESS MODEL (CBM) Noviar Antoni; Sahat Saragi; Indah Masti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i2.299

Abstract

Bisnis kefarmasian mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 dan perubahan kebijakan di bidang kesehatan. Pandemi covid 19 menambah tantangan baru dalam penerapan strategi bisnis Farmasi Apotek X Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bisnis yang diterapkan Apotek X Bekasi dan mengembangkan strategi baru dengan pendekatan Canvas Business Model (CBM) [1] . Metode yang digunakan adalah metode eksploaratif, analisis deskriptif kuantitatif menggunakan 9 elemen dari CBM. Responden penelitian berjumlah 101 orang terdiri dari pelanggan Apotek X dan masyarakat sekitar Apotek X. Pengumpulan data menggunakan survei dan wawancara. Analisis data menggunakan SWOT analisis dengan pemetaan 9 elemen CBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 komponen CBM dapat dikembangkan yaitu customer relationships, Value propositions, revenue streams, cost structure, customer segments, key resources, key activities dan key partners. terutama tiga komponen utama Value Propositions, Key Resources dan Customer Segments. Strategi utama Apotek X jangka panjang adalah: Menerapkan kerjasama B2B dengan instansi, menyiapkan tenaga marketing yang handal dan mengedepankan reputasi Apotek X, Promosi masif melalui media sosial termasuk pelayanan home care dengan tenaga terlatih, Menyiapkan tim khusus pelayanan online baik dengan video call maupun whatsapp call. Membuat segmentasi pelanggan, untuk menjadi market leader dari apotek pesaing.
DELIGNIFIKASI LIGNOSELULOSA DAUN NANAS SEBAGAI SUMBER ALFA SELULOSA Triyani Sumiati; Sitaresmi Yuningtyas; Lely Elfrida BR Haloho
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i2.301

Abstract

Daun nanas merupakan bahan berlignoselulosa dapat dimanfaatkan sebagai sember alfa selulosa karena mempunyai kandungan alfa selulosa yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi alfa selulosa menggunakan metode delignifikasi secara kimia menggunakan pelarut natrium hidroksida. Optimasi proses delignifikasi menggunakan variasi konsentrasi natrium NaOH dengan konsentrasi 8% memberikan hasil kadar alfa selulosa yang paling optimal sebesar 66% dan terjadi pengurangan kadar lignin menjadi 1%. Alfa selulosa serbuk daun nanas yang dikarakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan spektrum yang mirip dengan selulosa komersial.
UJI AKTIVITAS STIMULANSIA EKSTRAK DAUN BANGUN-BANGUN (Coleus amboinicus L.) DENGAN METODA ROTAROD Rikkit Sihombing; Muhammad Hanafi; Dian Ratih Laksmitawati
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.308

Abstract

ABSTRAK Daun bangun-bangun umum dikonsumsi oleh masyarakat di daerah Sumatera Utara dan dikenal memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai stimulansia. Daun bangun-bangun memiliki beberapa kandungan kimia seperti carvacrol, quarsetin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas stimulansia ekstrak daun bangun-bangun dan dosis optimunnya dengan metode rotarod. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Ekstrak daun bangun-bangun (EDB) diuji stimulansia pada 30 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol negatif (cmc-na 5%), kontrol positif (kafein 0,36 mg) kelompok ekstrak etanol EDB12,8 mg/20g bb; EDB2 5,6 mg/20g bb; EDB3 8,4 mg/20g bb, EDB4 11,2 mg/20g bb. Hewan coba mencit diberikan perlakuan secara oral dan dilakuan pengujian setelah satu jam pemberian, mencit diletakkan di rotarod dan diamati durasi untuk bertahan di atas rotarod. Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa durasi ketahanan mencit yang diberi EDB memiliki perbedaan yang signifikan dengan kontrol negatif, hal ini menunjukkan bahwa EDB memiliki aktivitas sebagai stimulansia. EDB1 tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan kafein, berarti efeknya sebanding dengan kafein. Sementara itu, EDB2, EDB3, dan EDB4 menunjukkan durasi ketahanan lebih tinggi dan perbedaan signifikan dengan kafein, berarti dosis EDB ini lebih kuat efek stimulansianya daripada kafein. Tidak ada perbedaan signifikan antara EDB3 dan EDB4. ABSTRACT The leaves of the Coleus amboinicus commonly consumed in North Sumatra, are known for their diverse benefits, including their use as a stimulant. These leaves contain various chemical compounds such as carvacrol, quercetin, and alkaloids. This study aims to determine the effectiveness and optimal dosage of the stimulant effects of the bangun-bangun leaf extract using the rotarod method. The extraction method used was maceration. The bangun-bangun leaf extract (EDB) was tested as a stimulant on 30 male mice, divided into six groups: negative control (CMC-na 5%), positive control (caffeine 0.36 mg), and treatment groups given different doses of ethanol extract EDB1 2.8 mg/20g bw; EDB2 5.6 mg/20g bw; EDB3 8.4 mg/20g bw, EDB4 11.2 mg/20g bw. After oral administration and a one-hour interval, the mice were placed on a rotarod and the duration of their endurance was observed. Statistical analysis showed that the endurance duration of the mice given EDB significantly differed from the negative control, indicating that EDB has a stimulant effect. EDB1 showed no significant difference with caffeine, implying its stimulant effect is comparable to caffeine. Meanwhile, EDB2, EDB3, and EDB4 showed higher endurance duration and significant differences with caffeine, implying that these EDB doses have a stronger stimulant effect than caffeine. However, there was no significant difference between EDB3 and EDB4.
PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK ETANOL DAUN AFRIKA (Gymnanthemum amygdalinum Del.) DENGAN METODE DPPH TERHADAP SEDIAAN KOSMETIK PEMBERSIH Halimatussa’diyah; Eem Masaenah; Dea Anisa Putri
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.310

Abstract

Salah satu tanaman Indonesia memiliki zat aktif yang bermanfaat untuk esehatan kulit adalah Daun Afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.). Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol Daun Afrika dalam bentuk tiga formulasi sediaan sabun mandi cair dengan konsentrasi ekstrak (3%), (6%), dan (9%) metode yang dilakukan menggunakan pereaksi DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Data yang diperoleh menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol daun afrika adalah 107,839 ppm. Serta nilai IC50 vitamin C sebagai kontrol positif sebesar 5,739 ppm. Formulasi ke tiga memiliki nilai IC50 261,305 ppm dengan potensi antioksidan bersifat kuat. Sediaan sabun mandi cair ekstrak etanol daun afrika dilakukan uji evaluasi mutu fisik, hasil evaluasi menunjukkan sabun mandi cair sudah memenuhi mutu fisik yang baik menurut SNI 06-4085-1996.
PENETAPAN KADAR GLUKOSA UBI JALAR UNGU DENGAN METODE SEMIKUANTITATIF DAN KUANTITATIF Ni Ketut Esati; Elisabeth Oriana Jawa La; Ni Ketut Sinarsih
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.311

Abstract

Ubi jalar ungu adalah makanan yang mengandung sumber karbohidrat kompleks yang tepat digunakan sebagai makanan alternatif penderita Diabetes Mellitus, maka sangat penting untuk mengetahui kadar glukosa yang terkandung di dalamnya. Penentuan kadar glukosa dalam makanan dapat ditentukan dengan beberapa metode analisis yang mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda pada proses pengerjaannya. Dalam penetapan kadar glukosa sangat diperlukan metode yang sederhana dan praktis sehingga perlu mengetahui kesesuaian hasil dari beberapa metode penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar glukosa pada uji jalar ungu rebus dengan metode uji semikuantitatif menggunakan perbandingan warna yang dihasilkan dari berbagai konsentrasi glukosa dengan sampel serta dilakukan pengujian kuantitatif secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian pada analisis kuantitatif, kadar glukosa pada ubi jalar ungu yang diolah dengan cara direbus memperoleh rata-rata konsentrasi glukosa yaitu 2.896,6 ppm, dan uji semikuantitatif menggunakan pereaksi warna Benedict memperoleh hasil pada rentang 20.000-30.000 ppm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat dinyatakan terdapat perbedaan dari hasil metode uji semikuantitatif dan kuantitatif terhadap kadar glukosa ubi jalar ungu rebus.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS X SURAKARTA TAHUN 2022 Verina Widianti Putri; Reni Ariastuti; Khotimatul Khusna
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.315

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Pengobatan antihipertensi yang tepat diperlukan untuk menurunkan angka mortalitas dan morbiditas akibat hipertensi. Namun, pemberian antihipertensi masih belum sepenuhnya tepat sehingga perlu dilakukan evaluasi ketepatan penggunaan antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas X Surakarta tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan rekam medis pasien. Evaluasi ketepatan penggunaan obat pada penelitian ini menggunakan standar Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2021 dan Joint National Committee (JNC) VIII dengan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan ketepatan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas X Surakarta tahun 2022 yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 78%, dan tepat dosis 87%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas X Surakarta tahun 2022 belum sepenuhnya memenuhi kriteria penggunaan antihipertensi yang tepat.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt.) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Marybet Tri Retno Handayani; Ema Hermawati; Nisa Nazwa Rokhmah; Mindya Fatmi; Min Rahminiwati; Dewi Okta; Zahra Desviyanti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.316

Abstract

Demam merupakan keadaan dimana terjadi peningkatan pada suhu tubuh yang terjadi di atas keadaan normal, hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan regulasi pada set point. Demam ditandai adanya kenaikan suhu pada tubuh. Dalam mengatasi demam, pengobatan yang dilakukan yaitu pemberian obat-obatan antipiretik seperti paracetamol atau ibuprofen. Oleorisin yang merupakan minyak atsiri pada biji pala memiliki potensi sebagai antipiretik. Pengujian efektivitas antipiretik oleorisin dilakukan pada hewan coba mencit jantan putih. Hewan coba yang telah diinduksi vaksin DPT-Hb diberikan Ekstrak biji pala dengan dosis 40 mg/Kg BB, 60 mg/Kg BB, dan 80 mg/Kg BB. Pemberian ekstrak pada dosis 80 mg/Kg BB merupakan dosis terbaik yang memberikan efek antipiretik terhadap hewan coba. Adapun waktu yang optimal dalam menurunankan suhu tubuh dari ekstrak biji pala yaitu pada menit ke-120. Terdapat interaksi dari pengaruh lamanya pemberian pada perlakuan dosis 3 (80 mg/KgBB) dan waktu menit ke-120 terhadap efek antipiretik pada penurunan suhu dengan nilai <0,05.