cover
Contact Name
Andri Kusmayadi
Contact Email
andrikusmayadi1@gmail.com
Phone
+628977719392
Journal Mail Official
baar.fpunper@gmail.com
Editorial Address
Universitas Perjuangan Tasikmalaya Pembela Tanah Air Street No. 177, Kahuripan, Tawang, West Java, Indonesia
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Bulletin of Applied Animal Research
ISSN : 27145395     EISSN : 26848007     DOI : https://doi.org/10.36423/baar.v1i1
Bulletin of Applied Animal Research (BAAR) is a specialized journal for animal science. Bulletin of Applied Animal Research (BAAR) that encompasses a wide range of research areas including animal breeding and genetics, reproduction, feeding and nutrition, immunology, pathology, physiology, microbiology, biochemistry, ethology, Animal management and economics, behavior and welfare, biotechnology, and animal products. The journal in pigs, poultry, beef cattle, cows, goats and sheep, but the studies involving laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock are also welcome.
Articles 73 Documents
Pengaruh Beda Metode Pemasakan Dalam Pembuatan Tepung Limbah Ikan Nila Merah Terhadap Kandungan Nutrien Putri Awaliya Dughita; Adib Norma Respati; Andri Haryono Awalokta Kusuma; Abdul Hakim
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 1 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i1.676

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beda metode pemasakan terhadap kandungan nutrien tepung limbah ikan nila merah. Metode pemasakan yang digunakan pada penelitian yaitu T0 : Tepung limbah ikan nila merah tanpa perlakuan (kontrol) , T1 : Tepung limbah ikan nila merah dengan perlakuan perebusan, T2 : Tepung limbah ikan nila merah tanpa perlakuan pengukusan. Uji yang dilakukan menggunakan uji proksimat dengan variabel yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata uji proksimat tepung limbah ikan nila merah dengan metode pemasakan T0, T1 dan T2 berturut-turut adalah kadar air 6.42%, 8,38%, 8,70%, kadar abu 9,62%, 5,22%, 3,52%, kadar protein 60,10%, 55,30%, 58,80%, dan kadar lemak 14,60%, 9,45%, 5,80%. Kesimpulan bahwa tepung limbah ikan nila merah dengan metoda pemasakan T2 yaitu dengan metoda pemasakan pengukusan memiliki kandungan protein terbanyak.
Glukosa Darah dan Recovery Tubuh Ternak Kambing Perah yang Disuplementasi Mineral Organik dan Tepung Kulit Bawang Putih Pada Pakannya Muhammad Rayhan; Caribu Hadi Prayitno; Yusuf Subagyo
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 1 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i1.679

Abstract

Pengaruh pemberian mineral organik dan tepung kulit bawang putih yang mengandung polifenol salah satunya adalah allisin dapat menghambat kerja enzim HMG-CoA pada bakteri Archea rumen, sehingga terjadi H2 untuk pembentukan gas methan dialihkan kearah pembentukan propionat. Propionat sebagai prekusor pembentuk glukosa darah. Peningkatan propionat memberikan efek pada penurunan asetat. Asetat merupakan prekusor pembentuk kolesterol darah. Allisin juga dapat menghambat superoksidasi, sehingga tidak terjadi kerusakan membran sel dan dapat mempertahankan hemoglobin dalam darah. Keseimbangan terjadi terhadap kadar glukosa darah dan recovery tubuh ternak akan membaik. Pada ternak yang sedang bunting sering terjadi negative energy balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian mineral organik dan tepung kulit bawang putih pada pakan kambing perah terhadap glukosa darah dan recovery tubuh. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah kambing Jawa Randu induk bunting laktasi kedua sebanyak 15 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan tepung kulit bawang putih 30 ppm; Cr organik 1,5 ppm; Se organik 0,3 ppm dan Zn lisinat 40 ppm. Perlakuan yang diujicobakan yaitu R0 terdiri atas Pakan kontrol (Hijauan dan Konsentrat perbandingan 70:30). R1 terdiri ataspakan R0 + Tepung kulit bawang putih (Allium sativum) 30 ppm. R2 terdiri atas pakan R1 + Mineral Organik ( Se 0,3 ppm, Cr 1,5 ppm, Zn 40 ppm). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung kulit bawang putih dan mineral organik pada pakan kambing perah tidak  berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar glukosa darah dan recovery tubuh.
Peningkatan Nutrien Silase Pennisetum purpureum dengan Penambahan Berbagai Konsentrasi Asam Formiat Ahimsa Kandi Sariri; Sri Sukaryani
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 1 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i1.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari konsentrasi penambahan asam formiat pada silase yang paling efektif dalam meningkatkan nilai nutritif silase Pennisetum purpureum. Asam formiat yang digunakan dalam bentuk cair yang terbagi dalam perlakuan 0; 0,15; 0,3 dan  0,45 % berat hijauan kemudian hijauan yang telah dipotong-potong kemudian dibagi-bagi dalam perlakuan T0  = pemberian asam formiat 0% berat hijauan, T1  = pemberian asam formiat 0,15% berat hijauan, T2 =  pemberian asam formiat 0,3% berat hijauan, T3 =  pemberian asam formiat 0,45% berat hijauan. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok pola searah. Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, kandungan protein kasar dan kandungan serat kasar silase. Penelitian ini dapat disimpulkan Penambahan asam formiat 0,15% pada pembuatan silase hijauan Pennisetum purpureum memberikan kandungan nutritif dan performa terbaik yaitu kandungan air 52.15%, PK 12.28%, serat kasar 9,51% dan  performa yang menarik yaitu berwarna segar, hangat dan beraroma asam, penambahan asam formiat 0,3% pada pembuatan silase hijauan Pennisetum purpureum memberikan kandungan nutritif  tidak berbeda nyata dengan kontrol  dan penambahan asam formiat 0,45% pada pembuatan silase hijauan Pennisetum purpureum memberikan kandungan nutritif  yang berbeda nyata (P<0,05) dengan kontrol tetapi performanya rendah dan mudah rusak.
Karakteristik Peternakan Kambing Di Kawasan Perbukitan Menoreh: Studi Kasus Di Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Teguh Ari Prabowo; Arief Setyo Widodo
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 1 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i1.681

Abstract

Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kecamatan yang terletak di pegunungan Menoreh. Kawasan ini merupakan salah satu penunjang kawasan super priotas pembangunan Candi Borobudur. Kawasan ini memiliki potensi Sumber Daya Alam melimpah salah satunya ialah potensi peternakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik potensi peternakan di wilayah pegunungan Menoreh guna untuk mengetahui data awal gambaran peternakan yang ada di kawasan tersebut sehingga manfaatnya kedepan dapat menjadi salah satu informasi untuk mengembangkan peternakan di kawasan tersebut. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan dan mewawancarai 29 peternak kambing di kawasan pegunungan Menoreh. Hasil penilitian menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan ternak kambing di kawasan tersebut dilakukan secara konvensional, belum ada banyak teknologi peternakan yang digunakan dalam proses beternak. Sumber pakan berupa hijauan yang mengandalkan tanaman sekitar lading dan hutan. Tingkat pendidikan peternak sebagian besar tamatan SD dengan jumlah kepemilikan ternak per KK sebanyak 2-6 ekor. Dalam proses pemeliharaannya, penyakit yang sering timbul ialah cacingan, diare dan bloat
Bobot Bursa Fabrisius, Limfa dan Hati Itik Cihateup yang Diberi Isotonik Mengandung Ekstrak Seledri dan Jeruk Nipis dalam Pemeliharaan Kering Frizky Prasetia Septian Gany; Nurul Frasiska; Novia Rahayu
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 1 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i1.682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian isotonik alami terhadap bobot relatif bursa fabricius, limfa dan hati Itik Cihateup dalam pemeliharaan kering. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental in vivo dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan ekstrak selediri sebanyak 25mg, 50mg dan 75mg juga penambahan sari jeruk nipis sebanyak 2%, 3%, dan 4%. Hasil penelitian berdasarkan ANAVA menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot bursa fabricius, limfa dan hati Itik Cihateup
Pengaruh Pemberian Ekstrak Nanas Terhadap Kualitas Tahu Susu Rita Purwasih; Enceng Sobari; Sri Puri Andani
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 2 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i2.689

Abstract

This research aims to determine the effect of differences in the administration of pineapple extract on the quality of milk tofu. The benefit of this research is that it can determine the effect of different pineapple extracts on the quality of milk tofu. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 3 replications, with T0 treatment adding 35 ml vinegar acid, T1 adding Queen pineapple extract 70ml, T2 adding Cayenne pineapple extract 70 ml. The parameters observed were protein content, and hedonic tests namely color, taste, aroma, and texture. The data generated were analyzed with Analysis of Variance (ANOVA) with a significance level of 5%. The hedonic test data were analyzed using Kruskal Wallis. If there is a real effect, followed by Duncan's test. The results obtained are that there are differences in the administration of pineapple extract on the taste and texture of tofu milk. Tofu milk with the addition of 70 ml Queen pineapple extract (T1) is the best treatment. Keywords: bromelin, hedonic, quality, pineapple, protein, tofu.
Analisis Pendapatan dan Efisiensi Ekonomi pada Dua Kelompok Tani Ternak Itik (Ktti) di Kabupaten Brebes Nunur Nuraeni
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 2 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i2.797

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mengetahui besarnya pendapatan dan efisiensi ekonomi serta perbedaannya usaha ternak itik pada KTTI Maju Jaya dengan KTTI Sumber Pangan, 2) Mengetahui besarnya pengaruh produktivitas ternak, curahan jam kerja, biaya pakan dan kepadatan kandang pada Kelompok Tani Ternak Itik Maju Jaya dan Sumber Pangan. Sasaran penelitian adalah peternak itik pada KTTI Maju Jaya sebanyak 27 orang dan KTTI Sumber Pangan sebanyak 14 orang. Penelitian berlokasi di Kelurahan Limbangan Wetan dan Kelurahan Gandasuli Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dengan metode survei yaitu melakukan wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan berstruktur terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan dan efisiensi ekonomi pada KTTI Maju Jaya adalah Rp. 49.682,04/ekor/tahun dan 1,39, sedangkan pada KTTI Sumber Pangan adalah Rp. 39.820,46/ekor/tahun dan 1,28. Tidak terdapat perbedaan pendapatan dan efisiensi ekonomi pada kedua KTTI dan analisis regresi berganda menunjukan bahwa produktivitas dan biaya pakan menentukan besarnya efisiensi ekonomi pada KTTI Maju Jaya dan KTTI Sumber Pangan, baik masing-masing maupun secara keseluruhan. Curahan jam kerja, kepadatan kandang dan sistem pemeliharaan tidak menentukan besarnya efisiensi ekonomi pada KTTI Maju Jaya dan KTTI Sumber Pangan, baik masing-masing maupun secara keseluruhan. Kata kunci: itik, KTTI, Pendapatan, Efisiensi Ekonomi
Pola Rantai Pasok Itik Pedaging (Studi Kasus Pada Rantai Pasok ItikCihateup (Anas platyrhynchos Javanica) Kabupaten Tasikmalaya) Ulfa Indah Laela Rahmah Ulfa; Bambang Nugraha; Lili Adam Yuliandri
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 2 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i2.807

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya pada tanggal 20 Mei sampai dengan tanggal 20 Juni 2021. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola manajemen rantai pasok dari Peternak Itik Cihateup dan menganalisis margin pemasaran serta nilai tambah pada mata rantai nilai dalam rantai pasok Itik Cihateup. Objek penelitian adalah pelaku usaha peternakan Itik Cihateup meliputi Peternak, Bandar atau Pengepul, Rumah Potong, dan usaha kuliner. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survey. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling snowball sebanyak 7 orang yang terlibat dalam rantai pasok Itik Cihateup. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini, yaitu saluran rantai pasok Itik Cihateup, struktur biaya, harga jual, harga beli dan biaya tataniaga. Analisis yang digunakan untuk mengetahui rantai nilai pemasaran menggunakan analisis Value Chain Analysis (VCA). Hasil penelitian menunjukan rantai pasok itik cihateup hanya melalui satu saluran inti dari peternak ke pengepul lalu ke rumah potong dan diolah oleh usaha kuliner sampai akhirnya ke tangan konsumen akhir. Perpindahan itik dari satu anggota rantai pasok ke anggota rantai pasok lainnya mengalami pertambahan biaya dan margin pemasaran yang berbeda-beda karena dipengaruhi biaya pemeliharan, biaya transportasi, perubahan itik hidup menjadi karkas, dan karkas menjadi produk jadi siap konsumsi. Margin pemasaran rantai pasok Itik Cihateup perekornya yaitu peternak sebesar Rp.12.000, pengepul Rp. 3.000, rumah potong Rp.10.000 dan usaha kuliner Rp. 22.000. Kata Kunci : Rantai pasok Itik Cihateup, struktur biaya, harga jual, harga beli, biaya tataniaga dan margin pemasaran
Pemanfaatan Kotoran Kambing sebagai Bahan Bakar Renewable (Gas Bio) untuk Menghindari Pencemaran Lingkungan di Desa Binangun Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas S.A.C. Luthfi Luthfi; R. Fitria; N. Hindratiningrum
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 2 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i2.808

Abstract

The problem faced by the "Sida Maju 1" and "Tangkas Farmers" in Binangun Village is the handling of waste that is not handled properly because the maintenance process is only piled up and of course causes environmental pollution. The purpose of this activity is to utilize the business waste belonging to the group members into a renewable energy source in the form of biogas. The method used is a consultation method that begins with an approach, then is given counseling, training and coaching and finally continuous evaluation and monitoring from the program implementer. The results of this activity are (1) knowledge, attitudes and skills to become livestock in terms of utilizing bio gas dung which can be seen from the increase in the post test value compared to the pretest by 81%; (2) the biogas produced can light the stove for 7 minutes. The conclusion of this activity is the skills of farmers in utilizing waste into useful materials. Suggestions that can be submitted is to increase the population of goats owned by members so that the volume of gas produced is greater so that its utilization is more optimal.   Keywords: goat manure, bio gas
Pengaruh Penambahan Angkak dan Lama Penyimpanan Terhadap Total Bakteri, Kualitas Kimia dan Sensoris Kebab Daging Ayam Broiler Devanzara Febya Yusman Devan; Edi Suryanto; Jamhari Jamhari
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 2 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i2.809

Abstract

This study aim to determine the effect of angkak addition, storage time and interaction on total bacteria, chemical (water, protein and fat) and sensory (color, taste, aroma, texture, touchness and acceptability) qualities of broiler chicken kebabs. The addition level of angkak consists of: 0, 1 and 2 percent. Total bacteria was tested at 0, 4, 8 and 12 hours. Chemical and sensory qualities were tested at 0 and 12 hours. Total bacteria and chemical data were analyzed by Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern while sensory quality data was analyzed by Friedman Analysis. If there was differences in result would be tested by Duncan's Multiple Range Test. The results showed that angkak addition was significant on total bacteria, color, texture and acceptability of broiler chicken kebabs. Storage time was significant on total bacteria, color, texture and acceptability and significant on water, protein and fat of broiler chicken kebabs. Interaction of angkak addition and storage time was significant on total bacteria, color, texture and acceptability and significant on water and protein of broiler chicken kebabs. Angkak addition increase on water, protein, color, texture and acceptability of broiler chicken kebabs during 12 hours of storage. Total bacteria decreased by 2 percent angkak addition within acceptable limits during 12 hours of storage. The best percentage of angkak was 2 percent. Keywords: angkak, antibakteri, kebab, kebab daging ayam, kebab daging ayam broiler