Psychocentrum Review
Psychocentrum Review focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments in the fields of Psychology, Counseling, and Psychotheraphy in a cross settings.
The scope of this journal encompasses to study of psychotherapy, counseling, mental health, parenting, work-life balance, work-family conflict, group behavior, emotion regulation, cognition, addictions, substance abuse, trauma, illness - loss & grief, social relation, psychosocial support, marriage, couple relationships, violence, psychometrics, educational psychology, anxiety, health and workforce, gender & sexuality, healthcare, psychological injury, ethical profession, and quality of life.
Articles
126 Documents
Efek Toxic Parenting terhadap Perilaku Sibling Rivalry Siswa
Tri Windi Oktara;
Miswanto Miswanto;
Lira Erwinda
Psychocentrum Review Vol 5, No 1 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.511674
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengaruh toxic parenting terhadap sibling rivalry. Sampel penelitian ini adalah 123 siswa yang dikumpulkan dengan teknik sampling insidental. Penelitian ini menggunakan dua kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, yaitu toxic parenting Scale dan sibling rivalry Questionnaire, yang dianalisis secara deskriptif dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan toxic parenting berpengaruh terhadap sibling rivalry. Disamping itu, toxic parenting berkontribusi terhadap sibling rivalry sebesar 27.7% dengan koefisien regresi bernilai positif, dapat dinyatakan bahwa pengaruh toxic parenting terhadap sibling rivalry adalah positif, yang memiliki makna kenaikan toxic parenting akan menyebabkan peningkatan sibling rivalry. Sehingga dapat dinyatakan untuk mengurangi pertengkaran sesama anggota keluarga bisa melalui pola asuh yang demokratis tanpa adanya pengasuhan toxic pada anak. Temuan lain menunjukkan laki-laki sedikit lebih merasakan pengasuhan toxic dibandingkan dengan perempuan dan berbanding terbalik dengan data sibling rivalry menunjukkan perempuan sedikit lebih sering melakukan perilaku sibling rivalry dibandingkan laki-laki, hal ini ditandai sebaran data perempuan lebih tinggi daripada perempuan. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, layanan konseling keluarga dan seminar tentang parenting untuk meningkatkan pola asuh demokratis pada keluarga millenial saat ini lebih sering diadakan pada saat rapat komite.
The role of proactive personality on transformational leadership and innovative work behavior
Farhanah Murniasih
Psychocentrum Review Vol 5, No 1 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.511665
The industrial revolution 4.0 also requires the business world to move more dynamically and forces businessmen in the industry to move faster. The Covid-19 pandemic has also changed trends in the world of work, it is currently moving towards digitization and remote work. Therefore, workers are encouraged to continuously improve their skills and abilities in facing future challenges. One of the factors that can help companies to survive in this crisis is by innovating. The study aims to understand the effect of proactive personality on transformational leadership and innovative work behavior relationship. The instruments used were Multifactor Leadership Questionnaire Form 5x scale, Proactive Personality Scale and Innovative Work Behavior Scale adapted into Indonesian. The study sample consisted of 177 responses used for data analysis in SPSS ver 23 using PROCESS by Hayes. Results showed that proactive personality fully mediates transformational leadership and innovative work behavior relationship. The implications, limitations and suggestions for further research are discussed as follows.
Homoseksual dan Transgender; Gender dan Wilayah Tempat Tinggal
Merri Hafni;
Yuda Syahputra;
Lira Erwinda
Psychocentrum Review Vol 5, No 1 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.511579
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perbedaan antara homoseksual dan transgender dalam hal jenis kelamin dan domisili. Penelitian ini merupakan studi banding di Sumatera yang diperoleh melalui random sampling. Sampel penelitian ini adalah 140 responden, terdiri dari 44 laki-laki dan 96 perempuan yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari desa sampai dengan kota. Data dikumpulkan melalui Inventarisasi Paparan Homoseksualitas dan Transgender (IHTE ) menggunakan 4 point dengan model skala Likert dengan pilihan jawaban selalu sampai tidak pernah. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan Anova dengan model Rasch dengan bantuan WINSTEPS Versi 4.7.0.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berada pada logit negatif 0,5 artinya responden masih dalam kategori aman, namun perlu diberikan treatment kepada wanita yang berdomisili di kota tersebut untuk mencegah perilaku seksual yang menyimpang. Selain itu, ada perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan homoseksual dan transgender, perempuan lebih cenderung melakukan perilaku seksual menyimpang dibandingkan laki-laki. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh para pekerja sosial (konselor, psikolog, psikiater dan lainnya) untuk lebih fokus pada pencegahan homoseksual dan transgender.
Studi Kasus: Penerimaan dan Penyesuaian Diri Individu Pasca Perceraian
Evy Sulfiani Komala;
Zainal Abidin
Psychocentrum Review Vol 5, No 1 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.511383
Menjalin pernikahan yang harmonis dan bahagia merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh orang dewasa. Namun pada kenyataannya tidak semua pasangan suami istri bisa berakhir bahagia, beberapa diantaranya berakhir dengan perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerimaan dan penyesuaian diri orang dewasa pasca perceraian. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah peserta yang memenuhi kriteria adalah empat orang yang telah bercerai dan belum menikah lagi. Para partisipan yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini diwawancarai menggunakan wawancara semi terstruktur. Data dari penelitian ini akan dianalisis dengan analisis kualitatif menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proses penerimaan yang dialami oleh partisipan. Partisipan yang memutuskan untuk bercerai melalui proses kesepakatan dengan pasangannya dapat mencapai tahap penerimaan. Sementara itu, partisipan yang bercerai hanya melalui kesepakatan sepihak tidak dapat mencapai penerimaan dan cenderung mengalami pengaruh negatif seperti menarik diri, dan menyalahkan diri sendiri atas perceraiannya. Selanjutnya dalam proses penyesuaian, partisipan mampu mengarahkan diri untuk membingkai kondisi perceraian dengan mengembangkan sikap rasional. Selain itu, peserta juga mencoba untuk mengelola pengaruh negatif yang dialami dengan melakukan hobi dan terhubung dengan komunitas sosial sebagai sumber sistem pendukung dan menggunakan keterampilan pengalaman masa lalu sebagai upaya untuk mengatasi konflik yang dialami setelah perceraian.
Psychological Impact Analysis on Adolescents with Cyberchondria: a Literature Review
Henny Indreswari;
Shabrina Muyassirotul 'Aliyah;
Achmad Miftachul 'Ilmi;
Khairul Bariyyah
Psychocentrum Review Vol 4, No 3 (2022): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.431814
The development of information and communication technology has led teenagers to use gadgets and the internet for prolonged periods of time. Besides being used as a means of entertainment and communication, teenagers nowadays tend to search for health information through the internet. However, some people are anxious about their health condition and begin to diagnose themselves or seek certainty on the internet. Excessive searching for health information on the internet can lead to cyberchondria, which is associated with fear and anxiety. To support these efforts, this study aims to analyze the psychological impact of cyberchondria on teenagers. The methodology employed in this study was a literature review that involved five stages: gathering literature, selecting relevant materials, evaluating the literature, drawing conclusions, and discussing the research results, using a total of 12 relevant articles. The results showed that the psychological impact of cyberchondria on teenagers consisted of cognitive, affective, and conative effects. Moreover, cyberchondria can also cause non-specific somatic complaints in teenagers. The findings of this study can serve as a reference for future researchers interested in the topic of cyberchondria
Studi Kasus Tentang Self-Compassion Pada Individu Dewasa Pasca Perceraian
Adyutika Fatmasuri;
Zainal Abidin
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.521376
Perceraian adalah pemutusan perkawinan yang sah dan bukan sesuatu yang dipersiapkan oleh pasangan, melainkan akibat dari penderitaan dan emosi yang menyakitkan yang dialami oleh pasangan tersebut. Perceraian mempengaruhi kesejahteraan individu, seperti depresi, kesepian, merasa terisolasi, marah, sulit membangun harga diri, bahkan menyalahkan diri sendiri. Self-compassion adalah perasaan positif, yaitu proses pemahaman dan keterbukaan terhadap diri sendiri ketika menghadapi kegagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran self-compassion pada orang dewasa pasca perceraian. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang dewasa yang telah bercerai dan belum menikah lagi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan metode analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengungkapkan tema-tema yang sejalan dengan aspek self-compassion seperti self-kindness, self-judgment, commonhuman, mindfulness, dan over-identification.
Mindfulness dan Workplace Well-being Untuk Mengurangi Burnout pada Perawat
Harits Muhammad Azzam;
Tri Na'imah;
Dyah Astorini Wulandari;
Herdian Herdian
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.521206
Perawat adalah profesi yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Maka burnout merupakan permasalahan yang paling sering dialami oleh perawat. Mindfulness dan workplace well-being sebagai variabel positif diduga mampu mengurangi burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh mindfulness dan workplace well-being terhadap burnout perawat Rumah Sakit X di Purwokerto. Partisipan berjumlah 91 perawat Rumah Sakit X di Purwokerto. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu skala mindfulness, skala workplace well-being dan skala burnout. Analisis data dilakukan dengan pengujian outer model dan inner model dengan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada mindfulness terhadap burnout yang dibuktikan dengan nilai t-statistics 3,450 > 1,96 dan p-values sebesar 0,001 < 0,05. Adapun pengaruh workplace well-being terhadap burnout yang dibuktikan dengan nilai t-statistics 3,000 > 1,96 dan P-values sebesar 0,003 < 0,05. Nilai tersebut membuktikan bahwa kedua mindfulness dan workplace well-being berpengaruh terhadap variabel burnout.
Adaptasi Mental Health Continuum – Short Form Bahasa Indonesia
Raden Farras Nadhif Panji Putra
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.521768
Kesehatan mental merupakan suatu hal yang ingin dicapai dalam kehidupan. Alat ukur yang dapat mengukur kesehatan mental secara komprehensif dengan menggunakan pendekatan hedonic dan euidaimonic adalah Mental Health Continuum – Short Form (MHC-SF). Namun, belum ada penelitian yang melaporkan hasil proses adaptasi sesuai dengan prosedur yang ada. Artikel ini melaporkan proses dan hasil adaptasi MHC-SF ke dalam Bahasa Indonesia untuk bisa digunakan pada populasi dewasa awal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik convinience sampling dengan menyebarkan kuesioner secara daring. Alat ukur yang terdiri dari 14 item diberikan kepada 411 orang dewasa awal berusia 18 hingga 40 tahun. Hasil CFA menunjukkan kecocokan yang memadai untuk three factor model. Koefisien reliabilitas semuanya lebih tinggi dari 0.70. Kesimpulannya adalah MHC-SF menunjukkan bukti reliabilitas dan validitas pada dewasa awal di Indonesia.
Pengaruh Job Satisfaction dan Psychosocial Safety Climate Terhadap Employee Engagement Pada Karyawan Konstruksi
Wenny Wulandari
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.511260
Kemajuan Perusahaan menjadi sorotan penting dalam menghadapi persaingan diera globalisasi. Perusahaan harus mempertahankan aset agar mampu menghadapi persaingan dengan merawat employee engagement. Penelitian ini bertujuan menguji Pengaruh job satisfaction dan psychosocial safety climate terhadap employee engagement pada karyawan jasa kontruksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Explanatory Survey. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 80 karyawan jasa kontruksi swasta di PT. X dengan masa kerja diatas satu tahun. Skala yang digunakan dalam penelitian ini Utrecht Work Engagement Scale (UWES), skala job satisfaction, dan skala psychosocial safety climate. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa job satisfaction berpengaruh sebesar 40,9% terhadap variabel employee engagement, variabel psychosocial safety climate berpengaruh sebesar 45,6% terhadap variabel employee engagement, sedangkan secara bersama-sama variabel job satisfaction dan psychosocial safety climate memiliki pengaruh sebesar 48,3% terhadap variabel employee engagement. Diketahui juga bahwa karyawan dalam penelitian ini memiliki job satisfaction, psychosocial safety climate, dan employee engagement yang tergolong dalam katagori sedang. Karyawan memiliki ikatan yang cukup kuat secara emosional dengan Perusahaan. Sikap engagement yang dimiliki oleh karyawan tidak luput dari faktor well being yang dimiliki, lingkungan kerja, dan juga peranan dari atasan/ pemimpin pada suatu departemen atau Perusahaan
Studi Pada Pasangan Pengguna Narkoba: Eksplorasi Terhadap Makna Hidup dan Orientasi Masa Depan
Reiha Fadila;
Retno Hanggarani Ninin
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.521276
Pemilihan pasangan dalam hidup menjadi hal yang tidak mudah untuk dilakukan, pasalnya, hal ini berkaitan dengan rumah tangga yang akan dibangun sepanjang hidup. Pada praktiknya, banyak dijumpai pasangan yang memilih/mempunyai teman hidup sesama peminum minuman beralkohol atau pengguna narkoba, hal yang tidak lazim di masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran makna hidup dan orientasi masa depan pada pasangan suami istri pengguna narkoba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teknik purposive sampling. Syarat menjadi informan dalam penelitian ini adalah pasangan yang menggunakan narkoba (tidak terbatas pada jenis narkoba tertentu) yang kemudian diwawancarai secara mendalam tentang pengalaman dan perspektifnya terhadap makna hidup serta orientasi masa depan. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan menganggap keluarga adalah hal yang bermakna dalam hidup, meski terdapat variasi dalam hal “siapa” anggota keluarga yang dianggap bermakna. Tema lain yang muncul terkait makna hidup yaitu kesehatan diri tanpa penggunaan zat dan perubahan ke arah yang positif pada diri. Terdapat orientasi masa depan pada tahap keinginan yang lebih dekat kepada angan-angan dari pada cita-cita, ditandai oleh ketiadaan usaha nyata, tidak melakukan yang mampu dilakukan karena tidak meletakannya sebagai prioritas, dan kecenderungan untuk enggan berpikir serta mengandalkan sumber daya eksternal di luar mereka.