cover
Contact Name
Itsar Bolo Rangka
Contact Email
itsarbolor@konselor.org
Phone
+6287792679654
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM Universitas Indraprasta PGRi. Kampus A Building 3, 2nd Floor | Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Psychocentrum Review
ISSN : 26561069     EISSN : 26568454     DOI : 10.30998/pcr
Core Subject : Humanities, Health,
Psychocentrum Review focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments in the fields of Psychology, Counseling, and Psychotheraphy in a cross settings. The scope of this journal encompasses to study of psychotherapy, counseling, mental health, parenting, work-life balance, work-family conflict, group behavior, emotion regulation, cognition, addictions, substance abuse, trauma, illness - loss & grief, social relation, psychosocial support, marriage, couple relationships, violence, psychometrics, educational psychology, anxiety, health and workforce, gender & sexuality, healthcare, psychological injury, ethical profession, and quality of life.
Articles 126 Documents
Family Economic Status and Parental Involvement: Educating Parents using School-Family Partnerships for Student Success in School Context Putri, Fika Ayu Gustiyani; Yustiana, Yusi Riksa
Psychocentrum Review Vol 7, No 2 (2025): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.722659

Abstract

This article explores the relationship between family economic status and parental involvement in supporting student success through effective school-family partnerships. Using a qualitative literature review approach, the authors analyzed 29 selected studies 20 qualitative and 9 quantitative published within the past decade. The review reveals that family economic status significantly influences the level and quality of parental involvement in children’s education. Parents from low-income families often face barriers such as limited time, knowledge, and resources, while those from higher economic backgrounds may display selective involvement due to reliance on external support systems. The study highlights that both extremes of economic status can result in reduced collaboration between parents and schools, ultimately affecting student outcomes. The paper emphasizes the importance of teachers’ and counselors’ roles in fostering inclusive, culturally responsive partnerships that bridge economic disparities. By integrating insights from family-systems and school-based counseling perspectives, the study advocates for collaborative models that empower parents regardless of their socioeconomic conditions. The authors conclude that sustainable school-family partnerships can enhance students’ academic achievement, emotional well-being, and long-term development through equitable access to support and engagement
E-Modul Career Decision Making dalam Implentasi Kurikulum Merdeka Untuk Siswa SMA Novianti, Williya; Salsabila, Aprilianti; Syafitri, Dhiya; Pahlevi, Reza; Siddik, Riesa Rismawati
Psychocentrum Review Vol 7, No 3 (2025): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.734095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan e-modul Career Decision Making sebagai media layanan bimbingan dan konseling yang mendukung peningkatan kemampuan pengambilan keputusan karier siswa SMA dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah terbatasnya bahan ajar interaktif yang dapat membantu siswa membuat keputusan karier secara mandiri dan sistematis.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model Borg and Gall dengan mengadaptasi 7 tahapan saja, melalui tahapan: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan data (Analisis Kebutuhan) (3) perencanaan, (4) pengembangan produk awal, (5) validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi BK, (6) revisi produk, serta (7) uji coba terbatas dan uji coba pemakaian. Subjek penelitian terdiri atas 10 siswa pada uji coba produk awal dan 36 siswa pada uji coba pemakaian. Instrumen yang digunakan meliputi angket kelayakan ahli, angket praktisi BK, serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul Career Decision Making memperoleh tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan perolehan nilai: desain produk awal 75% (layak), hasil revisi praktisi BK 93,2% (sangat layak), validasi ahli media 96% (sangat layak), validasi ahli materi 90% (sangat layak), serta uji coba pemakaian tahap 1 sebesar 82,1% (layak) dan tahap 2 sebesar 93,2% (sangat layak). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul Career Decision Making yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif dalam layanan bimbingan karier dan berpotensi meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan karier siswa SMA sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.
Supervisi Klinis dalam Kompetensi Konseling Guru BK pada Praktik Layanan BK di Sekolah Syahril, M. Fiqri; Krismona, Elwas Berdha; Latif, Suciani; Harum, Akhmad; Abdullah, Abid Raisardhi
Psychocentrum Review Vol 7, No 3 (2025): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.733798

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan konseling guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Jeneponto, Sulawesi Selatan berdasarkan perspektif supervisi klinis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 2 guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Jeneponto. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen supervisi konseling individual. Teknik analisis data menggunakan rumus statistik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 jenis keterampilan konseling berdasarkan perspektif supervisi klinis, 5 keterampilan berada pada kategori tinggi, 7 keterampilan berada pada kategori sedang, dan 1 keterampilan berada pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan konseling guru Bimbingan dan Konseling masih dominan pada kategori sedang.
Intensi Turnover Pada Sektor Hospitality: Yang Dipengaruhi Job Insecurity Dan Psychological Contract Breach Pada Era Industry 4.0 Dwiyanti, Retno; Sidik, Mohammad Jafar; Wulandari, Dyah Astorini; Mildaeni, Itsna Nurrahma
Psychocentrum Review Vol 7, No 3 (2025): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.731154

Abstract

Intensi Turnover pada perusahaan dapat menimbulkan permasalahan dan berdampak pada kinerja karyawan. Hal tersebut membawa dampak pada perusahaan untuk dapat mempertahankan karyawan yang memiliki potensi kinerja berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job insecurity dan psychological contract breach terhadap intensi turnover pada karyawan perusahaan X di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan responden dengan jumlah 105 karyawan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode untuk pengumpulan data menggunakan skala intensi turnoverreliabilitas 0,855, skala job insecurity reliabilitas 0,883 dan skala psychological contract breach dengan reliabilitas 0,913. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikasi p=0,000 (p<0,01). Berdasarkan hasil analisis penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 63,8%, sementara 36,2% merupakan sumbangan faktor lain yang tidak diteliti. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara job insecurity dan psychological contract breach terhadap intensi turnover
Self-Efficacy sebagai Mediator Hubungan antara Mindfulness dan Compassion Satisfaction pada Psikolog Klinis Meldi, Nadia Amanda; Abidin, Zainal; Wardhani, Nurul
Psychocentrum Review Vol 7, No 3 (2025): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.733893

Abstract

Psikolog klinis rentan mengalami kelelahan dalam melakukan proses pekerjaan menolong klien. Namun, pada psikolog klinis kerap ditemukan perasaan puas yang muncul dari proses membantu klien yang dapat melindungi psikolog klinis dari dampak negatif akan kelelahan tersebut. Perasaan puas yang didapatkan dari proses menolong klien atau compassion satisfaction pada psikolog klinis perlu ditumbuhkan karena dapat membantu psikolog untuk melakukan proses terapeutik dengan klien secara lebih efektif. Salah satu faktor yang membantu meningkatkan compassion satisfaction adalah mindfulness atau kesadaran penuh akan momen yang sedang berlangsung dengan sikap ingin tahu, terbuka, dan tanpa penghakiman. Beberapa penelitian terdahulu menemukan bahwa mindfulness dan compassion satisfaction berhubungan secara positif pada tenaga kesehatan mental. Namun, terdapat sedikit penelitian yang meneliti tentang mekanisme yang memediasi hubungan antara kedua variabel ini. Salah satu kemungkinan variabel yang dapat menjembatani hubungan antara mindfulness dan compassion satisfaction pada adalah self-efficacy akan pekerjaannya, atau keyakinan individu akan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan sebagai psikolog klinis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran mediasi self-efficacy terhadap hubungan antara mindfulness dan compassion satisfaction pada psikolog klinis. Berdasarkan data yang diambil yang diambil dengan metode convenience sampling (n = 280) dengan kuesioner self-report, hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness dan compassion satisfaction  memiliki hubungan positif yang signifikan, dan hubungan tersebut dimediasi secara parsial oleh self-efficacy, dengan lama masa kerja dan jam kerja per minggu sebagai variabel kovariat. Hal ini mengindikasikan bahwa walaupun mindfulness tetap berhubungan positif secara signifikan dengan compassion satisfaction tanpa peran mediasi self-efficacy, hubungannya lebih kuat jika melalui mekanisme self-efficacy.
Dukungan Sosial, Resiliensi, dan Kepuasan Pernikahan Studi Cross-Sectional pada Pasangan yang memutuskan untuk Childfree di Indonesia Hutahaean, Kearin Evelyn; Huwae, Arthur
Psychocentrum Review Vol 7, No 2 (2025): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.723942

Abstract

Di Indonesia, pasangan yang menikah dan memutuskan untuk tidak memiliki anak (childfree) bukanlah hal yang mudah karena keputusan tersebut sering menimbulkan berbagai persoalan dan stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan resiliensi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memutuskan untuk hidup tanpa anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analisis regresi linier berganda. Sebanyak 1.201 pasangan yang memutuskan untuk hidup tanpa anak dijadikan partisipan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Multidimensional Scale of Perceived Social Support (α = 0,757), Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) (α = 0,873), dan ENRICH Marital Satisfaction Scale (α = 0,873). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memutuskan untuk hidup tanpa anak (F = 7.863,76; sig. = 0,000). Secara khusus, dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pernikahan (t = 9,634; sig. = 0,000). Demikian pula, resiliensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pernikahan (t = 36,749; sig. = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa dalam memilih untuk hidup tanpa anak, pasangan perlu memiliki keseimbangan antara dukungan sosial yang memadai dan kemampuan resiliensi yang baik agar tetap dapat merasakan kepuasan dalam pernikahan yang dijalani.

Page 13 of 13 | Total Record : 126