cover
Contact Name
Itsar Bolo Rangka
Contact Email
itsarbolor@konselor.org
Phone
+6287792679654
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM Universitas Indraprasta PGRi. Kampus A Building 3, 2nd Floor | Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Psychocentrum Review
ISSN : 26561069     EISSN : 26568454     DOI : 10.30998/pcr
Core Subject : Humanities, Health,
Psychocentrum Review focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments in the fields of Psychology, Counseling, and Psychotheraphy in a cross settings. The scope of this journal encompasses to study of psychotherapy, counseling, mental health, parenting, work-life balance, work-family conflict, group behavior, emotion regulation, cognition, addictions, substance abuse, trauma, illness - loss & grief, social relation, psychosocial support, marriage, couple relationships, violence, psychometrics, educational psychology, anxiety, health and workforce, gender & sexuality, healthcare, psychological injury, ethical profession, and quality of life.
Articles 126 Documents
Supervisi Bimbingan dan Konseling dalam Peningkatan Pengembangan Profesional Konselor Zakia, Rhahima; Mahmuda, Maqomam; Dasril, Dasril
Psychocentrum Review Vol 6, No 3 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.631365

Abstract

Sebagai tenaga profesional yang memegang peranan penting dalam pembinaan peserta didik, konselor sekolah dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai dan terus meningkatkan mutu profesionalitasnya agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Supervisi yang tepat sasaran dan efektif merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendukung peningkatan kompetensi tersebut, berperan sebagai proses pembinaan yang mendorong konselor untuk mengembangkan keterampilan, memperbaiki metode kerja, serta menambah pengetahuannya dalam memberikan layanan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi bimbingan dan konseling terhadap pengembangan profesi konselor di Sumatera Barat. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini melibatkan 113 guru bimbingan dan konseling/konselor yang tersebar di sekolah-sekolah di Sumatera Barat sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui dua instrumen angket, yaitu angket supervisi bimbingan dan konseling dengan reliabilitas butir sebesar 0,91 dan angket pengembangan profesi konselor dengan reliabilitas butir sebesar 0,92, yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier untuk melihat pengaruh supervisi terhadap pengembangan profesionalitas konselor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi yang efektif dapat meningkatkan pengembangan profesi konselor dalam layanan bimbingan dan konseling.
Medical Love Support: Peran Dukungan Pasangan Terhadap Subjective Well Being Ibu Tenaga Kesehatan Chaylaurent, Caren; Prameswari, Yuditia; Maryana, Maryana
Psychocentrum Review Vol 6, No 2 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.621286

Abstract

Selama masa pandemi, terdapat sejumlah tenaga kesehatan yang memiliki berbagai peran selain menjadi tenaga kesehatan sebagai garda depan mereka juga merupakan seorang ibu untuk anaknya, istri untuk suaminya. Penelitian ini bertujuan melihat dinamika dukungan pasangan yang diberikan oleh suami dari tenaga kesehatan dengan Subjective Well Being  yang dimiliki tenaga kesehatan yang juga seorang Ibu. Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel merupakan tenaga kesehatan Rumah Sakit Awal Bros Batam yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 152 orang, dengan kriteria tenaga kesehatan yang juga berperan sebagai Ibu. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini ada dua yaitu Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Positive Affect Negative Affect Scale (PANAS). Data diuji menggunakan korelasi Product Moment Pearson dari SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi dengan tingkat hubungan yang cukup kuat dan positif. Subjective Well Being yang dimiliki sebagian besar tenaga kesehatan berada pada kategori sangat tinggi (56 responden), demikian juga dengan dukungan yang diberikan pasangan (46 responden). Dukungan yang diperoleh dari pasangan, dipercaya dapat meningkatkan subjective well being, sehingga mereka mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi maupun kerja.
Challenging Norms: Marital Satisfaction and Diverging Priorities of Voluntarily Child-Free and Parenting Couples in A Pronatalist Society Ferrer, Rheena Allana; Cea, Angel Nicole; Baronia, Christine Lance; Aliling, Anjovial; Manuel, Jose Angelo; Viray, Jocelyn Reyes; Segovia, Adrian M
Psychocentrum Review Vol 6, No 3 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.633354

Abstract

This study explored the impact of parental status on marital satisfaction and quality of life among parenting and child-free couples. Using an explanatory sequential mixed-methods design, 412 participants from the Greater Manila Area participated in the quantitative phase, and 20 participants were involved in the qualitative phase. Married individuals aged 25-50 years, married for at least two years, were included. The ENRICH Marital Inventory and WHOQOL-BREFwere used to measure marital satisfaction and quality of life, respectively, with semi-structured interviews adding depth to the findings. Quantitative results showed that having children positively influenced marital satisfaction, with parenting couples reporting higher satisfaction than child-free couples. Additionally, the number of children and length of marriage were positively associated with marital satisfaction, while age had a slight negative effect. Monthly income did not have a direct effect on marital satisfaction, but its relationship with quality of life weakened as income increased. The qualitative findings highlighted different priorities: parenting couples focused on their children’s future and often suppressed conflict to maintain family harmony, while child-free couples prioritized financial independence, travel, and open communication. These findings provide valuable insights for couples making decisions about parenthood, offering a clearer understanding of the factors influencing marital satisfaction and quality of life.
Pengaruh Metode Parts Hypnotherapy Terhadap Intensi Merokok Siswa SMP X di Bantul Yogyakarta Maharani, Adelia; Rohmadani, Zahro Varisna
Psychocentrum Review Vol 6, No 2 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.623079

Abstract

Perilaku merokok suatu kegiatan yang dapat kita jumpai dalam Masyarakat umum yang dapat berisiko terhadap berbagai paparan penyakit. Banyaknya perokok tidak hanya orang dewasa, remaja saat ini sudah merokok sejak umur 10 tahun dengan itu persentase merokok pada remaja setiap tahunnya meningkat. Penggunaan terapi bagian merupakan salah satu pendekatan hipnoterapi yang terbukti efektif dalam mengurangi keinginan siswa untuk merokok. Peneliti di Bantul Yogyakarta berupaya untuk meneliti dampak hipnoterapi bagian terhadap keinginan merokok di kalangan siswa SMP X. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 90 siswa; sampel sebanyak 16 siswa dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Siswa tersebut meliputi siswa kelas delapan SMP X, siswa laki-laki, siswa yang bersedia berpartisipasi sebagai responden, siswa yang hadir selama perawatan, dan siswa yang memiliki keinginan untuk merokok. Skala keinginan merokok memiliki peringkat reliabilitas rii = 0,792 dan merupakan salah satu alat yang digunakan dalam penelitian ini bersama dengan lembar observasi. Kami menggunakan uji-t berpasangan independen untuk menganalisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keinginan merokok siswa mengalami transformasi setelah berpartisipasi dalam intervensi part theraphy
Adaptasi Alat Ukur Skala Kemandirian Pembelajaran Elektronik Pada Mahasiswa di Indonesia Amalia, Meidina; Susanto, Hery
Psychocentrum Review Vol 6, No 3 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.633161

Abstract

The aim of this study was to evaluate the psychometric properties and feasibility of the e-Learning Autonomy Scale (e-LAS) when adapted for use in an Indonesian context, specifically focusing on students involved in electronic-based learning. This study used convenience sampling technique with a total sample of 188 participants who are students in Indonesian higher education and participate in e-learning. The data analysis performed was reliability testing using the SPSS programme and validity testing with CFA using JASP software. The reliability test, conducted using Cronbach's alpha, produced a result of 0.789, deemed acceptable by DeVellis (1991) criteria. To establish validity evidence for the adapted e-LAS measuring instrument, a multifacete approach was undertaken by the researchers. This involved gathering evidence through expert review, cognitive interviews, confirmatory factor analysis, and convergent analysis. The findings indicate that the adapted Indonesian version of the e-LAS exhibits acceptable reliability and is supported by strong validity evidence, affirming its effectiveness in measuring learning autonomy among students engaged in electronic-based learning in the Indonesian context.
Prevalence of premenstrual syndrome and premenstrual dysphoric disorder among college students and their association with lifestyle, socio-demographic factors and perceived stress level Budaniya, Sona; Choudhary, Dr Raghuveer; Choudhary, Ashok Kumar
Psychocentrum Review Vol 6, No 2 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.623216

Abstract

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) is luteal phase disorder and characterized by variety of physical and psychological symptoms. A cross sectional study was carried out. Sample was drawn from students of medical, physiotherapy and nursing colleges attached to Dr. S N medical college, Jodhpur. Menstrual history, premenstrual symptom screening tool (Cronbach α=0.928) and Perceived stress scale was used estimate prevalence of premenstrual syndrome and premenstrual dysphoric disorder among college students and investigate relationship of them with lifestyle, socio demographic factors and perceived stress level. Prevalence of PMS is as similar in medical and allied health students of western Rajasthan as in other states from India and neighboring Asian countries. PMS is often associated with high perceived stress, onset from menarche, cramps and more demanding educational curriculum, number of menstrual days and cycle irregularity. The most common symptoms of PMS was anger/irritability, closely followed by fatigue/lack of energy (75.7%), decreased interest in work activities (74.5%) decreased interest in work activities (71.3%), difficulty. There was significant difference among the participants when perceived stress level was compared. The individuals with no PMS, moderate to severe PMS and PMDD differed significantly (p=0.000).
Pengembangan Instrumen Kemandirian Remaja Menggunakan Analisis Rasch Model Tanjung, Anisah; Supriatna, Mamat; Nadhirah, Nadia Aulia
Psychocentrum Review Vol 6, No 3 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.632320

Abstract

Kemandirian remaja merupakan hal yang sangat penting dalam proses menuju manusia yang dewasa. Kemandirian dibangun mulai dari diri sendiri dan juga lingkungan. Lingkungan yang memadai akan meningkatkan kemandirian remaja. Salah satu lingkungan yang mendukung kemandirian remaja adalah pesantren. Alat ukur yang valid dan reliabel dibutuhkan untuk mengukur tingkat kemandirian remaja. Sebelum alat ukur tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat kemandirian remaja, alat ukur tersebut perlu diuji terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen kemandirian remaja berdasarkan teori Stenberg yang mengatakan bahwa kemandirian remaja terdiri dari tiga aspek yaitu kognitif, perilaku, dan emosional. Penelitian ini dilakukan di pada 39 partisipan dari santriwan dan santriwati yang ada di Jawa Barat menggunakan desain penelitian cross sectional survey. Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis melalui rasch model menggunakan aplikasi winstap 3.73. Hasil penelitian menunjukkan bahwa item reliabilty termasuk dalam kategori istimewa, sehingga instrumen ini dapat dijadikan salah satu alat pengukuran kemandirian remaja di pesantren. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya adalah mencari sampel yang lebih banyak agar instrumen yang dibuat dapat digunakan secara komprehensif.
Development of a Sociodrama Technique Guide in Group Counseling to Enhance Interpersonal Intelligence Mustia, Ardilla Indah; Darwin, Muhammad Riza; Pristianti, Nindya Ayu
Psychocentrum Review Vol 6, No 2 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.623349

Abstract

This research is a Research and Development (R&D) study using the Borg & Gall development model, consisting of seven stages: initial research and information gathering, planning, product development, main field trials, initial trial revisions, revised field trials, and final product. The product is a guide divided into six parts: Introduction, Sociodrama Techniques, Interpersonal Intelligence, Implementation, Sociodrama Scenarios, and Bibliography. Data were collected through questionnaires assessing feasibility by material and media experts, guidance and counseling teachers, and an interpersonal intelligence scale. The trial involved material and media experts, two teachers for initial trials, and eight teachers for the main field trials. Data analysis used a descriptive quantitative method.Results show that the guide is designed with color illustrations, A5 size, hardcover, and aligns with Gardner’s interpersonal intelligence characteristics. It was evaluated as "very feasible" to improve students' interpersonal intelligence, scoring 92 from media experts, 88.6 from material experts, 84.5 in initial trials, and 92.2 in main trials. Thus, the sociodrama technique guide is considered highly feasible for enhancing interpersonal intelligence in junior high school students
How Emotional Intelligence and Adversity Quotient Impact Organizational Citizenship Behavior: A Meta-Analysis Sulistiasih, Sulistiasih; Mardiaty, Netty; Afriyenti, Lenny Utama
Psychocentrum Review Vol 6, No 3 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.633438

Abstract

Every organization wants to survive and develop. Therefore, extra-role behavior, commonly called organizational citizenship behavior (OCB), is required. OCB is absolutely essential for both personal and organizational dynamics. Hence, the objective of this investigation is to ascertain the impact of emotional intelligence (EI) and adversity quotient (AQ) on OCB. This investigation employs quantitative methodologies grounded in a literature review, which are then subjected to meta-analysis. 16 pertinent articles were selected from Scopus, SINTA, and Google Scholar between 2018 and 2024 to conduct a literature review. Meta-analysis using JASP 0.8 4.0 software found that EI and AQ significantly affected OCB, with a correlation coefficient (r) = 0.373 and 0.337 at p-value < 0.01. EI has a stronger influence on OCB than AQ. In addition, this research does not show publication bias, so the publications reviewed genuinely reflect the actual situation. This evidence confirms and strengthens previous relevant research used as the basis of the meta-analysis and offers new things regarding the influence of EI and AQ that significantly influence OCB. Therefore, the findings deserve further discussion among researchers and practitioners in the future
Pribadi JUARA: Pelatihan Resiliensi untuk peningkatan Kesejahteraan Psikologis Pekerja Migran Indonesia Marbun, Yovita Ramos; Christian, Frikson
Psychocentrum Review Vol 6, No 2 (2024): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.623114

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, meski dalam dinamika pekerjaannya menghadapi lingkungan yang penuh tekanan di negara tujuan. Pengembangan strategi yang efektif berupa pelatihan dibutuhkan untuk meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis PMI. Studi ini menguji efektivitas pelatihan resiliensi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis calon PMI di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) X. Pelatihan resiliensi diberikan kepada 20 calon PMI dengan rentang usia antara 18-28 tahun yang dipilih berdasarkan berdasarkan hasil pre-test. Peneliti menggunakan skala Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan The Ryff Scale of Psychological Well-being (RPWB) dengan desain eksperimen quasiexperimental one-group pretest-posttest. Setelah dilakukan analisis data menggunakan paired t-test, diketahui terdapat perbedaan mean sebelum dan sesudah pelatihan baik pada resiliensi (t=-3.55, p<0.05) maupun kesejahteraan psikologis (t=-12.15, p<0.05). Dengan demikian, pelatihan resiliensi dapat meningkatkan resiliensi dan aspek-aspek kesejahteraan psikologis, seperti penerimaan diri, hubungan positif, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pengembangan pribadi. Berdasarkan studi ini, LPK perlu memberikan pembekalan psikologis terkait resiliensi dan kesejahteraan psikologis kepada PMI agar PMI dapat menyesuaikan diri serta bertahan menghadapi tekanan saat bekerja di luar negeri.

Page 11 of 13 | Total Record : 126