cover
Contact Name
I Putu Dedy Arjita
Contact Email
ipdedyarjita@unizar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram Jalan Unizar No. 20 Turida, Sandubaya - Mataram NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24609749     EISSN : 26205890     DOI : 10.36679
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan frekuensi 2 (dua) kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan.
Articles 129 Documents
EVALUASI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK “X” KOTA MATARAM BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 73 TAHUN 2016 Baiq Lenysia Puspita Anjani; Yuli Fitriana; Reza Afifatul Hasanah
JURNAL KEDOKTERAN Vol 7 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i1.424

Abstract

Tenaga kefarmasian di Apotek memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa tenaga kefarmasian berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Tenaga kefarmasian harus men­jalankan pelayanan kefarmasian sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Standar Pelayan­an Kefarmasian Di Apotek “X” Kota Mataram Berdasarkan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Metode yang digunakan yaitu Pendekatan Kualitatif, dengan sumber data primer yaitu Cheklist dan wawancara sesuai dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016, serta sumber data sekunder yang mendukung data primer pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Apotek “X” Kota Mataram Berdasarkan Permenkes No 73 Tahun 2016 diperoleh hasil sebagai berikut, standar pelayanan kefarmasian pada kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di Apotek “X” sudah sepenuhnya diterapkan. Standar pelayanan kefarmasian pada kegiatan pelayanan farmasi klinik, informasi obat terkait farmakokinetik tidak dilakukan. Kegiatan konseling tidak dilakukan konseling yang terdokumentasi, kegiatan pelayanan kefarmasian dirumah belum sepenuhnya dilaksanakan. Pemantauan terapi obat dan monitoring efek samping obat belum dilaksanakan sepenuhnya.Kata Kunci: Evaluasi; Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek; Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016.
ANALISIS KUALITAS AIR DI PESAWAT Ferdi Afian; Oloan Hasiholan; Dasti Anditiarini
JURNAL KEDOKTERAN Vol 7 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i1.337

Abstract

Asupan air yang cukup selama penerbangan merupakan hal yang penting untuk kesehatan dan kenyamanan kru dan penumpang. Risiko kontaminasi mikroba di air yang digunakan pesawat terbang oleh hewan atau kotoran manusia, dapat berasal dari sumber air bandara, terjadi saat kegiatan perpindahan air ke dalam pesawat, atau saat air disimpan di dalam pesawat. Pengukuran kualitas air di pesawat telah dilakukan oleh beberapa peneliti dan lembaga. Hal ini ditujukan untuk menilai seberapa bagus upaya penjagaan sanitasi air yang dilakukan oleh operator penerbangan yang menunjukkan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun masih diperlukan lebih banyak penelitian serupa yang menggunakan metode analisis yang lebih dalam untuk menguji variabel-variabel yang dapat mempengaruhi tingkat kualitas air di pesawat.Kata Kunci: Penerbangan; Air; Kualitas; Pesawat.
INTERPRETASI EKG NORMAL PRAKTIS BAGI PEMULA: SUATU TINJAUAN MINI Sidhi Laksono
JURNAL KEDOKTERAN Vol 7 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i1.408

Abstract

Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) merupakan uji diagnostik untuk melihat gambaran aktivitas elektrik dari listrik jantung, sehingga dapat diketahui gangguan listrik jantung atau aritmia. EKG ini rutin dilakukan untuk melihat gangguan listrik jantung, sehingga diperlukan kemampuan praktisi medis dalam membaca interpretasinya. Secara praktis, EKG dapat dibaca melalui 8 tahapan mulai dari menentukan irama sinus hingga morfologi gelombang T. Dari tinjauan mini ini akan dibahas secara ringkas dan praktis dalam menginterpretasikan EKG bagi praktisi medis.Kata kunci: EKG; interpretasi praktis; praktisi medis
KARAKTERISTIK ANTIBIOGRAM ISOLAT Escherichia coli DAN Klebsiella pneumoniae DARI RUANG INTENSIVE CARE UNIT DAN NON-INTENSIVE CARE UNIT DI RSUP SANGLAH SELAMA TAHUN 2018-2020 Ni Luh Ranthi Kurniawathi; Indramawan Setyojatmiko; Ni Nyoman Sri Budayanti
JURNAL KEDOKTERAN Vol 7 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i1.421

Abstract

Resistesi antibiotik meningkat secara global dalam beberapa tahun ini, terutama kejadian Escherichia coli (E.coli) dan Klebsiella pneumoniae (K.pneumoniae) penghasil Extended Spektrum Beta Lactamases (ESBL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran prevalensi keberadaan dan antibiogram isolat E.coli dan K. pneumoniae penghasil ESBL di rumah sakit tersier di Bali. Penelitian retrospektif potong lintang ini dlikaukan pada Januari 2018- Desember 2020 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Bali. Identifikasi bakteri dan uji sensitivitas antibiotik dilakukan dengan alat otomatis Vitek®2 Compact. Hasil penelitian menunjukkan dari 2972 isolat, 1067 (63,82%) isolat adalah E. coli penghasil ESBL dan 902 isolat (69,39%) adalah K. pneumoniae penghasil ESBL. Isolat penghasil ESBL ditemukan terbanyak pada non-ICU (89,39%). Bakteri E.coli penghasil ESBL menunjukkan sensitivitas > 80% terhadap Amikacin, Ertapenem, Meropenem, Nitrofurantoin, Piperacillin-tazobactam, dan Tigecycline. Sedangkan, K. pneumoniae penghasil ESBL menunjukkan sensitivitas > 80% terhadap Amikacin, Ertapenem, Meropenem, dan Tigecycline. Penelitian ini menyoroti tingginya prevalensi E.coli dan K.pneumoniae penghasil ESBL di rumah sakit rujukan tersier di Bali. Analisis yang seksama dari antibiogram kedua spesies penghasil ESBL tersebut akan membantu menyusun kebijakan penggunaan antibiotik dan pencegahan, pengendalian penyebaran bakteri penghasil ESBL.Kata Kunci: Escherichia coli; Klebsiella pneumoniae; Extended Spectrum Beta Lactamases; ICU dan Non-ICU
KULIAH KERJA LAPANGAN KESEHATAN MASYARAKAT HIDUP BERSIH DAN SEHAT TANPA DIARE DI KELURAHAN MANDALIKA TAHUN 2017 Alfian Muhajir; Ana Adriana
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Departemen Kesehatan mencatat dari tahun 2000 – 2010 terlihat kecenderungan peningkatan insiden dari 301 per 1000 penduduk pada tahun 2000 menjadi 411 per 1000 penduduk di tahun 2010 (Depkes, 2014). Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (2012) setiap tahunnya, ada lebih dari satu milyar kasus diare. Angka kesakitan diare pada tahun 2011 yaitu 411 penderita per 1000 penduduk. Diperkirakan 82% kematian akibat gastroenteritis rotavirus terjadi pada negara berkembang, terutama di Asia dan Afrika, dimana akses kesehatan dan status gizi masih menjadi masalah. Sedangkan data profil kesehatan Indonesia menyebutkan tahun 2012 jumlah kasus diare yang ditemukan sekitar 213.435 penderita dengan jumlah kematian 1.289, dan sebagian besar (70-80%) terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun.
KANDIDIASIS LOKAL DAN SISTEMIK PADA ANAK Ananta Fittonia Benvenuto
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis merupakan masalah kesehatan anak yang masih sering ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan higienitas lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal dan peralatan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Infeksi kandidiasis ini sering memiliki manifestasi yang bersifat lokal maupun sistemik. Pembahasan kali ini akan merangkum mengenai kandidiasis yang sering terjadi baik lokal maupun sistemik, terutama pada anak-anak. Akan dibahas mulai dari definisi sampai dengan penatalaksanaan yang tepat bagi penderita infeksi ini.
PERSALINAN PERVAGINAM PADA IBU DENGAN RIWAYAT SEKSIO SESARIA DI RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB Alfian Muhajir
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan pervaginam pada ibu dengan riwayat seksio sesaria masih menjadi masalah kesehatan di bidang obstetri. Angka kejadiannya semakin menurun tiap tahunnya, padahal dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan pelahiran pervaginam setelah seksio sesaria sebelumnya memiliki nilai yang bermakna. Rata-rata keberhasilan mencapai 60-80 % untuk seluruh populasi pelahiran pervaginam setelah seksio sesaria sebelumnya. Sampai saat ini, belum ada penelitian mengenai gambaran persalinan pervaginam pada ibu dengan riwayat seksio sesaria di provinsi NTB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persalinan pervaginam pada ibu dengan riwayat seksio sesaria di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB periode 1 Januari 2007 – 31 Desember 2007. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif deskriptif dengan menganalisis data rekam medis ibu yang melahirkan dengan riwayat seksio sesaria. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki riwayat melahirkan dengan cara seksio sesaria di RSUD Provinsi NTB selama periode 1 Januari 2007 sampai 31 Desember 2007. Terdapat 70 orang ibu dengan riwayat seksio sesaria yang menjalani persalinan di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB periode 1 Januari 2007 – 31 Desember 2007. Dari jumlah tersebut, yang berencana untuk pervaginam adalah 37 orang (52,86 %) lebih banyak dari rencana seksio sesaria primer yang sejumlah 33 orang (47,14 %). Ibu dengan riwayat seksio sesaria yang berencana melakukan persalinan pervaginam (52,86 %) lebih banyak dibandingkan seksio sesaria primer (47,14 %). Ibu yang menjalani seksio sesaria sekunder sebanyak 13 (18,57 %). Pada ibu yang menjalani seksio sesaria sekunder, patologi persalinan yang paling banyak terjadi adalah ketuban pecah dini (23,09 %). Pada ibu yang menjalani seksio sesaria primer, patologi persalinan yang paling banyak terjadi adalah disproporsi sefalo-pelvik (21,2 %). Dari 37 ibu yang berencana melakukan persalinan pervaginam, ibu yang berhasil melakukan persalinan pervaginam sebanyak 24 (64,86 %) kasus. Ibu dengan riwayat seksio sesaria sebagian besar menjalani seksio sesaria ulang. Kegagalan persalinan pervaginam pada ibu dengan riwayat seksio sesaria dipengaruhi oleh patologi persalinan. Tingkat kejadian seksio sesaria sekunder dan seksio sesaria primer dipengaruhi oleh patologi persalinan. Tingkat keberhasilan persalinan pervaginam pada ibu dengan riwayat seksio sesaria sebesar 64,86 %
HUBUNGAN DURASI PENYAKIT DENGAN GEJALA NON MOTORIK PENYAKIT PARKINSON Rohmania Setiarini; Subagya Subagya; Astuti Astuti
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif terbanyak kedua setelah alzheimer. Walaupun gejala motorik yang dipakai untuk menegakkan diagnosis penyakit parkinson, namun gejala non motorik penting sebagai penentu kualitas hidup pasien penyakit parkinson. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui adakah hubungan durasi dengan gejala non motorik penyakit Parkinson. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada pasien parkinson di RSUP Dr. Sardjito pada bulan Februari-Juni 2017. Dilakukan analisis hubungan antara durasi penyakit dengan gejala non motorik penyakit parkinson. Pada penelitian ini gejala non motorik terdapat pada 94% pasien penyakit parkinson. Gejala non motorik yang sering muncul pada pasien yaitu gangguan buang air kecil, nyeri dan gangguan konsentrasi (44,4%). Durasi penyakit pasien parkinson berkisar antara 6-144 bulan dengan rata-rata 34,56 bulan. Tidak didapatkan hubungan antara durasi penyakit parkinson dengan gejala non motorik dengan nilai p 0,915. Penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara durasi penyakit dengan gejala non motorik penyakit parkinson
FISIOLOGI ADAPTASI PADA LINGKUNGAN MIKROGRAVITASI Siti Ruqayyah
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Berkurangnya massa tubuh yang dipengaruhi lingkungan mikrogravitasi mengakibatkan perubahan besar pada sistem kardiovaskular. Penyebab dari penurunan fungsi vaskular pada saat kembali ke lingkungan Bumi berhubungan dengan adaptasi pembuluh-pembuluh darah resisten untuk mengubah tegangan dinding akibat hilangnya gradien tekanan hidrostatik selama pajanan mikrogravitasi. Pada hewan coba tikus yang bergerak aktif, bagian utama resistensi vaskular mesenterik adalah berada pada susunan arteri kecil, sehingga adaptasi arteri kecil mesenterik selama paparan mikrogravitasi penting untuk dikaji lebih lanjut. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan fisiologi kardiovaskular, manusia di Bumi yang dipapar pada percepatan gravitasi 1G akan membangkitkan suatu faktor hidrostatik yang mempengaruhi tekanan dan distribusi volume darah pada individu yang berdiri. Penentuan terhadap sifat mekanik pembuluh darah berperan dalam menghadapi postural orthostatic akibat pengaruh gaya gravitasi, karena kondisi orthostatis ini memicu adaptasi yang berujung pada remodeling pembuluh. Penelitian terhadap tikus yang diberi simulasi mikrogravitasi (SUS) selama 28 hari dengan dan tanpa tindakan balasan harian berupa standing posture (S+D), dengan pengamatan pada sifat mekanik dan komposisi arteri kecil mesenterik menunjukkan kekhasan suatu kurva eksponensial stress-strain dengan peningkatan kekakuan pada tegangan yang tinggi. Hasil mengindikasikan adanya peningkatan kekakuan pada pembuluh pasif seiring kenaikan tekanan, sedangkan pembuluh aktif mempertahankan kekakuan dinding relatif konstan akibat reaktivitas myogenik sel otot polos. Simpulan: Adanya gaya gravitasi lingkungan yang dihadapi ketika berada di ruang angkasa memberikan pengaruh besar terhadap mekanisme sirkulasi darah di dalam tubuh yang selanjutnya berdampak pada adaptasi pembuluh darah khususnya arteri.
DAMPAK KONSUMSI MINUMAN KERAS TERHADAP PERILAKU BERISIKO REMAJA PRIA DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI KRR 2017) Pihahey, Priscilla Jessica; May, Nunang Lamaek
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 7 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i2.555

Abstract

Konsumsi minuman keras dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kematian. Remaja yang mengkonsumsi minuman keras pada umumnya bersekolah dan telah terpapar informasi tentang bahaya minuman keras melalui sekolah, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, peneliti, pendidik, media masa, media sosial, dan internet. Penelitian ini menganalisis dampak minuman keras terhadap perilaku beresiko remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional data sekunder SDKI KRR 2017. Sampel penelitian adalah remaja pria belum menikah sejumlah 13.079. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan model regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi alkohol dengan umur (OR=1.82;95% CI 1.68-1.97; p=0.000), perilaku merokok OR=5.70;95% CI=5.03-6.45; p=0.000), penyalahgunaan narkoba (OR= 10.8;95% CI= 7.91-14.8; p=0.000) dan seks pranikah (OR=8.05; 95% CI=6.79-9.56; p=0.000). Kesimpulannya, konsumsi minuman keras pada remaja pria berdampak pada perilaku berisiko remaja, yakni merokok, penyalahgunaan narkoba, dan seks pranikah. Perilaku berisiko ini menyebabkan menurunnya kualitas hidup, sehingga sangat penting melakukan edukasi tentang dampak minuman keras pada remaja. Kata kunci: Remaja pria; SDKI 2017; Minuman Keras; Perilaku Berisiko.

Page 8 of 13 | Total Record : 129