Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EVALUASI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK “X” KOTA MATARAM BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 73 TAHUN 2016 Baiq Lenysia Puspita Anjani; Yuli Fitriana; Reza Afifatul Hasanah
JURNAL KEDOKTERAN Vol 7 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i1.424

Abstract

Tenaga kefarmasian di Apotek memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa tenaga kefarmasian berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Tenaga kefarmasian harus men­jalankan pelayanan kefarmasian sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Standar Pelayan­an Kefarmasian Di Apotek “X” Kota Mataram Berdasarkan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Metode yang digunakan yaitu Pendekatan Kualitatif, dengan sumber data primer yaitu Cheklist dan wawancara sesuai dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016, serta sumber data sekunder yang mendukung data primer pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Apotek “X” Kota Mataram Berdasarkan Permenkes No 73 Tahun 2016 diperoleh hasil sebagai berikut, standar pelayanan kefarmasian pada kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di Apotek “X” sudah sepenuhnya diterapkan. Standar pelayanan kefarmasian pada kegiatan pelayanan farmasi klinik, informasi obat terkait farmakokinetik tidak dilakukan. Kegiatan konseling tidak dilakukan konseling yang terdokumentasi, kegiatan pelayanan kefarmasian dirumah belum sepenuhnya dilaksanakan. Pemantauan terapi obat dan monitoring efek samping obat belum dilaksanakan sepenuhnya.Kata Kunci: Evaluasi; Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek; Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016.
OPTIMASI FORMULA GEL SERBUK DAGING LIMBAH TOMAT (Licopersicum asculentum Mill) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA EKSISI PADA KELINCI Dzun Haryadi Ittiqo; Yuli Fitriana
Jurnal Ulul Albab Vol 22, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.162 KB) | DOI: 10.31764/jua.v22i1.581

Abstract

Abstrak: Obat topikal sintesis yang umum digunakan pada luka eksisi adalah povidon iodium, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping berupa dermatitis, bengkak, gatal dan rangsangan nyeri pada daerah sekitar luka sehingga diperlukan alternatif obat alami yang lebih aman dan memiliki efektifitas yang sama dengan bahan sintetik. Senyawa golongan flavonoid telah dibuktikan secara pre klinis bisa mempercepat penyembuhan luka.  Tomat mengandung senyawa golongan flavonoid. Sehingga diperkirakan memiliki potensi sebagai obat penyembuh luka.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, daging limbah buah tomat dibuat serbuk kering halus. Optimasi formula gel serbuk daging limbah tomat menggunkan software design exspert versi 7.1.5. Komponen yang dioptimasi adalah Na-CMC dan propilenglikol, respon yang dinilai  adalah daya sebar. Uji efektivitas formula optimum gel terhadap lama penyembuhan luka eksisi, hewan uji dibagi dalam empat kelompok yaitu kelompok kontrol positif ( betadin zalp 10%), formula optimum gel, kontrol negativ, dan tanpa bahan uji (basis gel). Punggung kelinci dibuat luka eksisi sepanjang 3cm dengan kedalaman 0,3 cm, luka diolesi sampel uji sebanyak tiga kali sehari selama 8 hari. Pengamatan dilakukan dengan mengukur panjang luka selama perlakuan.Hasil optimasi formula menggunakan D-optimal Design didapatkan Persentase perbandingan penyusun gel yang optimal yaitu CMC-Na dan Propilenglokol masing-masing adalah 5,50%, dan 4,50%. dengan respon daya sebar 8,15 cm2, dan Daya lekat 18,51 detik. Uji efektivitas formula optimal gel serbuk daging limbah tomat (Licopersicum asculentum Mill) menunjukkan aktivitas penyembuhan luka yang sama dengan betadin zalp 10% dengan nilai mean±SD masing-masing 1,925±1,033 dan 1,729 ±1,021.Kata Kunci: Gel; Limbah tomat; D-optimal design; Luka eksisi
PEMANFAATAN DAUN KEMANGI (Ocinum sanctum) SEBAGAI PRODUK ANTISEPTIK UNTUK PREVENTIF PENYAKIT DI DESA BATUJAI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Abdul Rahman Wahid; Dzun Haryadi Ittiqo; Nurul Qiyaam; Melati Permata Hati; Yuli Fitriana; Anjeli Amalia; Atis Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.087 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2841

Abstract

ABSTRAKTangan merupakan anggota badan yang sering terkontaminasi oleh mikroba. Salah satu cara untuk menghilangkan mikroba di tangan yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Selain menggunakan sabun, mencuci tangan dapat juga menggunakan handsanitizer. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan handsanitizer adalah daun kemangi. Ekstrak daun kemangi mengandung senyawa yang berperan sebagai antibakteri yaitu tanin, flavonoid dan minyak atsiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan gel handsanitizer dari ekstrak kemangi. Metode yg digunakan pada pengabdian ini adalah model ceramah dan demonstrasi praktik pemanfaatan daun kemangi sebagai bahan gel handsanitizer. Pendampingan kegiatan ini agar masyarakat mampu mengolah dan memanfaatkan daun kemangi sebagai sebuah produk gel handsanitizer. Selain itu, hasil produk yang dihasilkan dapat dipergunakan sehari-hari untuk membersihakan tangan yang sehari-hari masyarakat beraktivitas di sawah dan peternak. Kata kunci: daun kemangi, antiseptik, gel handsanitizer ABSTRACTThe hand is a limb that is often contaminated by microbes. One way to eliminate microbes in the hands is by washing hands using soap. In addition to using soap, hand washing can also use a handsanitizer. One of the plants that can be used as a handsanitizer is basil leaves. Basil extract contains compounds that act as antibacterial namely tannins, flavonoids and essential oils. This activity aims to provide counseling and training to make a handsanitizer gel from basil extract. The method used in this service is a model of lectures and demonstrations of the practice of using basil leaves as a handsanitizer gel. Assistance of this activity is so that the community is able to process and utilize basil leaves as a gel handsanitizer product. In addition, the products produced can be used daily to clean the hands of people who are active every day in the fields and ranchers. Keywords: basil leavef, antiseptic, handsanitizer gel
ANTISIPASI CORONA : PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DAN PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MUSHOLA Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Baiq Nurbaety; Nur Furqani; Yuli Fitriana; Anna Pradiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.546 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2945

Abstract

ABSTRAKCoronavirus Disease (COVID-19) menjadi masalah kesehatan di dunia sebagai pandemi dan kasusnya sampai Juli 2020 terus meningkat khususnya di Indonesia termasuk di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan kabupaten dengan total kasus terbanyak di NTB.Pengabdian ini bertujuan  agar mushola yang secara rutin digunakan oleh warga di Desa Masbagik Selatan Kabupaten Lombok Timur selalu terjaga kebersihannya serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini dilaksanakan dengan penyemprotan mushola dengan disinfektan dan penyuluhan PHBS melalui spanduk dan poster. Hasil yang diharapkan adalah penyemprotan disinfektan di mushola tetap dilakukan secara rutin dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan PHBS di era new normal ini guna mencegah penularan Covid-19 di tempat ibadah khususnya. Kata kunci: covid-19; disinfektan; PHBS; mushola. ABSTRACTCoronavirus Disease (COVID-19) is a health problem in the world as a pandemic and the case until July 2020 continues to increase, especially in Indonesia, including in East Lombok District which is the district with the most cases in NTB. The aims are to keep the mosque that is routinely used by residents in Masbagik Selatan Village, East Lombok Regency,always to be clean and increase public awareness to implement Clean and Healthy Behavior (PHBS). This activity is carried out by spraying the mosque with disinfectants and PHBS counseling through banners and posters. The expected result is that spraying disinfectants in the mosque continues to be done routinely and increase public awareness to keep applying PHBS in this new normal era to prevent Covid-19 transmission in places of worship specifically. Keywords: covid-19; disinfectant; PHBS; mosque
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Vaksin Measles Rubella (MR) di UPT Blud Puskesmas Gunungsari Periode Agustus 2019 Yuli Fitriana; Nur Furqani; Siti Maryam Ulfa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.023 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1636

Abstract

ABSTRAKCampak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.Batuk dan bersin dapat menjadi jalur masuknya virus campak maupun rubella. Pengetahuan vaksin  MR adalah kombinasi vaksin Campak/Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap kedua penyakit tersebut Campak dan rubella merupakan jenis penyakit yang tidak dapat di obati (virus penyebab penyakit tidak dapat dibunuh), maka imunisasi MR ini adalah pencegahan terbaik bagi keduanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui  gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi vaksin measles rubella (MR) di UPT BLUD puskesmas gunungsari periode 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan mengambil data secara cross sectional, populasi sebanyak 458, diperoleh sampel sebanyak 82 responden yang dipilih secara purposive sampling mengunakan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi vaksin measles rubella yaitu 58,8%. Kata kunci :Tingkat Pengetahuan; Imunisasi; Masles Rubella ; Puskesmas. ABSTRACTMeasles and Rubella are infectious diseases transmitted through the airways caused by the Measles and Rubella viruses. Coughing and sneezing can be a pathway for measles and rubella viruses. Knowledge MR vaccine is a combination of  Measles (M) and Rubella (R) vaccines for protection against both The disease Measles and rubella are types of diseases that can not be treated (the virus that causes the disease can not be killed), then MR  immunization is the best prevention for both. The purpose of this research is to find out the description of mothers' knowledge about  immunization Measles Rubella (MR) vaccine in UPT BLUD puskesmas gunungsari period 2019. This research is a descriptive observational study by taking cross sectional data, a population of 458, obtained a sample of 82 respondents selected by purposive sampling using primary data. The results showed that the level of knowledge of mothers about measles rubella vaccine immunization was 58.8%. Keywords : Knowledge Level; Immunization; Masles Rubella ; Puskesmas 
Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis Menggunakan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei). Alvi Kusuma Wardania; Sugandi Malfadinata; Yuli Fitriana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.78 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1206

Abstract

ABSTRAKJerawat merupakan penyakit yang sering terjadi pada permukaan kulit wajah, leher, dada dan punggung. Jerawat muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif, sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan. Pengobatan jerawat biasanya menggunakan antibiotik yang dapat menghambat inflamasi dan membunuh bakteri. Masalah yang timbul akibat penggunaan antibiotik yang terlalu sering adalah munculnya resistensi bakteri terhadap antobiotik, maka perlu alternatif lain dalam mengobati jerawat yaitu dengan menggunakan bahan-bahan dari alam, dengan harapan dapat meminimalkan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri adalah ashitaba (Angelica keiskei). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun ashitaba terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dilihat dari daya hambatnya. Uji antibakteri daun ashitaba terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran. Konsentrasi sampel uji ekstrak etanol daun ashitaba yang digunakan adalah 25%, 50% dan 100%. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun batang ashitaba mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Hasil uji aktivitas antibakteri penyebab jerawat Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100% mempunyai daya hambat sedang dengan diameter hambatan 19,66±0,57, konsentrasi 50% mempunyai daya hambat lemah dengan diameter hambatan 13,33±2,51, dengan klasifikasi respon zona hambat bakteri 16-20 mm tergolong respon hambatan sedang. Kata kunci : Daun Ashitaba (Angelica keiskei); Daya Hambat; Bakteri Staphylococcus epidermidis. ABSTRACTAcne is a disease that often occurs on the surface of the face, neck, chest and back skin. Acne occurs when the skin oil gland is overactive, so the skin pores will be clogged by excessive fat deposits. Treatment of acne usually uses antibiotics that can inhibit inflammation and kill bacteria. Problems arising from the use of antibiotics that are too frequent is the emergence of bacterial resistance to the anthobiotic, it is necessary to alternative in treating acne using ingredients from nature, with the hope of being able to Minimize unwanted side effects. One of the plants that has an antibacterial activity is Ashitaba (Angelica keiskei). The purpose of this study is to find out the activity of Ashitaba-leaf ethanol extract against Staphylococcus epidermidis as seen from the power of his servants. The antibacterial test of the ashitaba leaves against the Staphylococcus epidermidis bacteria uses a Sumuran method. The concentration of the Ashitaba leaf ethanol extract test samples used was 25%, 50% and 100%. The results of phytochemical screening of Ashitaba stem leaf extract contain flavonoid compounds, saponins and tannins. Test results of antibacterial activity of the cause of Staphylococcus epidermidis acne at concentrations of 100% have moderate resistance with the diameter of the barrier 19,66 ± 0.57, the concentration of 50% has a weak inhibition with a barrier diameter 13,33 ± 2.51, with Zone response classification of 16-20 mm bacteria is classified as a medium barrier response. Keywords : The leaves of Ashitaba (Angelica keiskei); Power barrier; The bacteria Staphylococcus epidermidis.
Formulasi dan Uji Kecerahan Ekstrak Krim Lulur Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pemutih Kulit Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Dzun Haryadi Ittiqo; Ardiansyah Ardiansyah; Yuli Fitriana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i1.3903

Abstract

ABSTRAKKosmetik  pada umumnya mengandung senyawa kimia. Lulur banyak digunakan untuk mencerahkan kulit. Untuk menjaga keamanan diperlukan senyawa aktif yang aman. Antioksidan sering dimanfaatkan pada kosmetika. Daun kelor mengandung senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu fisik lulur krim ekstrak daun kelor, mengetahui pada konsentrasi berapa dari  ekstrak daun kelor  sebagai lulur krim dapat mencerahkan kulit. Metode penelitian ini bersifat true eksperimental dengan pendekatan post test only control grup. Menggunakan hewan uji tikus sebanyak 4 ekor yang dibagi menjadi empat kelompok, kelompok 1 kontrol negative( basis lulur krim), kelompok 2 konsentrasi ekstrak 10%, kelompok 3 konsentrasi ekstrak 20% dan kelompok 4  konsentrasi ekstrak 30%. Perlakuan hewan uji dilakukan selama satu minggu, dengan pengukuran skala warna kulit menggunakan skin tone. Analisis data menggunakan one way annova. Hasil Uji sifat fisik memberikan mutu yang baik dengan rata-rata uji pH sediaan 6.7, daya lekat 39 detik dan daya sebar 6,608cm2 . Porsentase  kecerahan menunjukkan bahwa kelompok kontrol negativ  tidak ada perubahan, kelompok 2 konstrasi 10% (6,00 hari±0,82 ), kelompok  konsentrasi 20%  (5,00 hari±0,82) dan konsentrasi 30% (3.50 hari±0,58).  Dapat disimpulkan bahwa krim lulur esktrak daun kelor dengan kosntrasi 30% paling efektif  mencerahkan kulit.Kata kunci : Kosmetik; Lulur; Krim; Daun Kelor; Pencerah.ABSTRACTCosmetics generally contain chemical compounds. Lulur is widely used to brighten the skin. To maintain safety, a safe active compound is needed. Antioxidants are often used in cosmetics. Moringa leaves contain antioxidant compounds. The purpose of this study was to determine the physical quality of the Moringa leaf extract cream scrub, knowing at what concentration of Moringa leaf extract as a cream scrub can brighten the skin. This research method is true experimental with a post test only control group approach. Using 4 rats, divided into four groups, group 1 was negative control (cream scrub base), group 2 extract concentration was 10%, group 3 extract concentration was 20% and group 4 extract concentration was 30%. The treatment of the tested animals was carried out for one week, by measuring the skin color scale using the skin tone. Data analysis used one way annova. The physical properties test results gave good quality with an average pH test of 6.7, adhesion 39 seconds and spreadability 6.608cm2. The percentage of brightness shows that the negative control group has no change, group 2 is 10% (6.00 days ± 0.82), the concentration group is 20% (5.00 days ± 0.82) and the concentration is 30% (3.50 days ± 0 , 58). It can be concluded that Moringa leaf extract cream with a concentration of 30% is the most effective in lightening the skin.Keywords : Cosmetics; Scrubs; Creams; Moringa Leaves; Lightening. 
EDUKASI TENTANG BEYOND USE DATE OBAT KEPADA ISMAKES KOTA MATARAM Baiq Nurbaety; Cyntiya Rahmawati; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Melati Permata Hati; Nur Furqani; Abdul Rahman Wahid; Yuli Fitriana; Dzun Haryadi Ittiqo; Shah Iqbal Ikraman Akbar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9679

Abstract

ABSTRAKBeyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat setelah diracik atau disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau rusak. Pentingnya masyarakat memiliki pengetahuan yang benar terkait obat menjadi kebutuhan masyarakat agar terhindar dari dampak buruk kesehatan diri maupun lingkungan. Pemberian informasi kepada pasien oleh tenaga kesehatan mengenai cara penyimpanan dan batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka sangat penting untuk ketahui. Namun informasi tentang BUD ini masih sangat rendah di kalangan tenaga kesehatan, apalagi di kalangan mahasiswa calon tenaga kesehatan yaitu Ikatan Mahasiswa Kesehatan Kota Mataram (ISMAKES) yang belum sepenuhnya menerima informasi terkait dengan pendidikan yang mereka tempuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi terkait Beyond Use Date Obat kepada mahasiswa ISMAKES Kota Mataram untuk peningkatan keamanan dalam penggunaan obat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh anggota ISMAKES Kota Mataram. Instrumen yang digunakan adalah power point, leaflet dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan mahasiswa ISMAKES Kota Mataram tentang Beyond Use Date Obat dari nilai rata-rata pretest peserta adalah 73,43% (Cukup) meningkat menjadi 87,14% (Baik) pada saat posttes dengan peningkatan pengetahuan tentang BUD sebesar 13,71%. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: beyond use date; obat; leaflet ABSTRACTBeyond Use Date (BUD) is the time limit for using the drug after it has been formulated or prepared or after the primary packaging has been opened or damaged. The importance of the community having the correct knowledge related to drugs is a community need to avoid the adverse effects on personal and environmental health. Providing information to patients by health workers regarding storage methods and the time limit for using drugs after the packaging is opened is very important to know. However, information about BUD is still very low among health workers, especially among prospective health worker students, namely the Mataram City Health Student Association (ISMAKES) who have not fully received information related to the education they are taking. The purpose of this community service activity is to provide information regarding the Beyond Use Date of Drugs to ISMAKES students in Mataram City to increase safety in the use of drugs. The method used in this activity is the lecture method, giving leaflets, and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are all members of the Mataram City ISMAKES. The instruments used are power points, leaflets, and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest of the activities carried out, it can be seen that there was an increase in the knowledge of ISMAKES students in Mataram City about the Beyond Use Date of Drugs from the average pretest score of participants was 73.43% (Enough) increased to 87.14% (Good) at the posttest. with an increase in knowledge about BUD by 13.71%. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: beyond use date; drug; leaflet
EDUKASI MENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA MASYARAKAT LINGKUNGAN DASAN SARI AMPENAN Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Melati Permata Hati; Nur Furqani; Abdul Rahman Wahid; Safwan Safwan; Irmatika Hendriyani; Anna Pradiningsih; Yuli Fitriana; Dzun Haryadi Ittiqo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.9688

Abstract

ABSTRAKDemam berdarah dengue (DBD) saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang massif di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB) dimana NTB termasuk dalam 10 provinsi dengan temuan incidence rate DBD tertinggi pada 2022. Kota Mataram menjadi  salah satu kota yang dengan jumlah kasus terbanyak mencapai 536 kasus dengan kasus kematian sebanyak 2 orang setiap tahun. Berdasarkan latar masalah dan tingginya kasus DBD tersebut, kegiatan ini bertujian untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat di Lingkungan Dasan Sari RT.08 Ampenan untuk pencegahan terjadinya DBD dengan melakukan 3M Plus. Metode edukasi yang dilakukan adalah ceramah dengan presentasi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, serta pemberian poster edukasi. Sebelum dan sesudah edukasi, peserta diminta untuk mengisi kuesiner pengetahuan dan perilaku terkait DBD. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DBD setelah dilakukan edukasi yaitu dengan nilai rata-rata postest yaitu 99,5% (sebelum edukasi = 96.8 %) yang masuk dalam kategori pengetahuan baik. Kemudian tingkat perilaku masyarakat mengenai pencegahan penyakit DBD memperoleh nilai rata-rata 91,1% yang termasuk dalam kategori perilaku baik. Kata kunci: edukasi; Demam Berdarah Dengue (DBD); Nusa Tenggara Barat (NTB); peningkatan pengetahuan   ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a massive health problem in Indonesia, including in the province of West Nusa Tenggara, which of the top ten highest DHF incidence rates. Based on the DFT problem, this report aims to provide education about the prevention of dengue fever by 3M programs in the Dasan Sari Environment RT.08 Ampenan. The provided education was performed through a presentation and discussion panel followed by distributing educational posters to event participants. The level of knowledge and behavior about DHF was assessed before and after the education activity by giving participants an assessable questionnaire. Based on the questionnaire analysis, the level of knowledge and behavior were reported to be increased after education was carried out, with the level of knowledge post-test average value of 99.5% (base of 96.8 %) and the level of behavior average value of 91.1%. Keywords: education; dengue; Dengue Hemorrhagic Fever (DHF); West Nusa Tenggara; level of knowledge
SOSIALISASI APOTEKER CILIK SISWA SD IT TAHFIZUL QUR’AN AN-NAHL PAGUTAN MATARAM Nur Furqani; Cyntiya Rahmawati; Abdul Rahman Wahid; Melati Permata Hati; Baiq Nurbaety; Yuli Fitriana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.9394

Abstract

ABSTRAKPemakaian obat kepada anak-anak harus mendapatkan perhatian khusus sebab tidak semua anak mampu meminum obat saat sedang sakit, selain itu di usia dini memang seharusnya mendapatkan banyak informasi mengenai profesi-profesi tenaga kesehatan agar dapat menambah pengetahuan dan memancing semangat menuntut ilmu, oleh karena itu dilakukanlah Sosialisasi apoteker cilik kepada siswa Sekolah Dasar di SD – IT. Tahfizul Qur’an An-Nahl Pagutan – Mataram, yang bertujuan untuk mengenalkan profesi apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan dan sumber informasi obat serta memberikan edukasi tentang penggunaan obat yang benar. Sosialisasi ini di prioritaskan pada siswa SD kelas 1 sampai 3. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh dosen berprofesi apoteker dan 4 mahasiswa D3. Farmasi, diawali dengan penjelasan materi sosialisasi, kemudian dilanjutkan pelaksanaan kegiatan menyaksikan video edukasi penggunaan obat yang baik dan benar, kemudian diperagakan oleh siswa/siswi dan Menyanyikan Mars Apoteker Cilik, serta mengajarkan siswa/i bahwa betapa pentingnya mencuci tangan yang benar dan menulis informasi dalam tabel yang disediakan mahasiswa, siswa/i menulis informasi mengenai obat-obatan yang telah dibagikan dengan membaca keterangan pada kemasan obat, meliputi nama obat, nama dagang, khasiat, aturan pakai, efek samping, waktu kadaluwarsa, aturan penyimpanan dan warna lingkaran obat. Evaluasi kegiatan yaitu dengan menilai penampilan dan peragaan oleh siswa tentang cara penggunaan obat dan penyimpanan obat yang baik dan benar. Diakhir acara mengumumkan penampilan peserta terbaik edukasi penggunaan obat dan pemilihan Apoteker Cilik (APOCIL) di Sekolah Dasar SD-IT Tahfizul Qur’an An-Nahl, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah dan cendramata. Kata kunci: apoteker cilik; sosialisasi; siswa sd. ABSTRACTThe use of drugs for children must receive special attention because not all children are able to take medication when they are sick, besides that at an early age it is necessary to get a lot of information about the professions of health workers so that they can increase their knowledge and provoke enthusiasm for studying, therefore socialization of young pharmacists for elementary school students in SD – IT was carried out. Tahfizul Qur'an An-Nahl Pagutan - Mataram, which aims to introduce the pharmacist profession as part of the health workforce and source of drug information and provide education about the correct use of drugs. This socialization is prioritized for elementary school students in grades 1 to 3. This activity is directly supervised by a lecturer who is a pharmacist and 4 D3 students. Pharmacy, starting with an explanation of socialization material, then continued with the implementation of watching educational videos on good and correct drug use, then demonstrating by students and Singing the Little Pharmacist's Marshal, and teaching students how important it is to wash hands properly and write down information in tables provided by students, students write information about the drugs that have been distributed by reading the information on the drug packaging, including the drug name, trade name, properties, rules for use, side effects, expiration time, storage rules and the color of the drug circle. Evaluation of activities, namely by assessing the appearance and demonstration by students on how to use drugs and store drugs properly and correctly. At the end of the event, announcing the appearance of the best participant in education on drug use and the selection of a Little Pharmacist (APOCIL) at SD-IT Tahfizul Qur'an An-Nahl Elementary School, followed by giving gifts and souvenirs. Keywords: young pharmacists; socialization; elementary school students