cover
Contact Name
Sulaiman Ali
Contact Email
sulaimanali@utu.ac.id
Phone
+6281360045520
Journal Mail Official
mekanova@utu.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Jalan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh.
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24775029     EISSN : 25020498     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mekanova merupakan kumpulan karya ilmiah para akademisi, peneliti dan praktisi yang bertujuan menyatukan pengalaman-pengalaman, ide-ide dan hasil penelitian terutama dalam bidang“Mekanikal, Inovasi dan Teknologi”.
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024): April" : 36 Documents clear
Pengaruh Variasi Temperatur baja AISI 1050 Terhadap Kekerasan Permukaan Alat Pemanen Sawit Saputra, Edi; Razi, Muhammad; Murthadahadi, Murthadahadi; Dailami, Dailami; Hamdani, Hamdani
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9286

Abstract

Dalam industri pertanian ataupun perkebunan di Indonesia,  Baja AISI 1050 umumnya digunakan sebagai material utama untuk memproduksi alat pemanen buah sawit (egrek dan dodos), Parang, Kampak, dan mata pencacah. Material tersebut berasal pegas bekas yang sudah patah atau aus, material pegas yang berkualitas terbuat dari AISI 1050 atau yang sejenis denganya. Dilapangan sering didapatkan produk pemanen buah sawit seperti dodos atau egrek mengalami kecacatan pada sisi pisau yang tajam, kecacatan tersebut biasanya terjadi karena adanya gesekan ataupun benturan yang keras antara mata pisau dengan cangkang sawit, Kekerasan permukaan dan ketangguhan suatu  material sangat menentukan kualitas egrek/dodos. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kekerasan permukaan dan ketangguhan mata pisau. Pack carburizing adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan kekerasan  permukaan dan ketangguhan baja, Peningkatan sifat mekanik dapat dilakukan dengan penambahan unsur paduan karbon (carburizing).  Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan serbuk cangkang kelapa sawit yang telah dihaluskan mencapai mesh 20 dengan memvariasiakan  temparatur  dari 950oC, 1000 oC, dan 1050 oC, dengan holding time selama 120 menit selanjutnya dilakukan normalizing, Uji kekerasan dilakukan dengan micro vickers, nilai kekerasan rata-rata baja AISI 1050 sebelum adanya perlakuan panas (heat treatment) adalah sebesar 145,7 HV,  dan setelah dilakukan heat treatmen dengan proses carburizing pada suhu 950 OC nilai kekerasan baja AISI 1050 meningkatkan menjadi 187.45 HV dengan pendinginan normalizing,  pada temperature 1000 oC  nilai kekerasan meningkat sebesar 62.61 Persen (236.93 HV), sedangkan ketika temperature dinaikkan  mencapai 1050  O C nilai kekerasan baja AISI 1050 meningkat sebesar 137. 31  persen ( 345.77 HV)Kata kunci— AISI 1050 , pack carburizing, holding time, heat treatment, cangkang sawit, variasi temperatur.
KEKUATAN LELAH (FATIGUE) PADA PEGAS ULIR TEKAN DI UNIT VIBRATING SCREEN AKIBAT ADANYA BEBAN SIKLIK (BERULANG) YANG DIHASILKAN OLEH GETARAN BANDULDENGAN MENGGUNAKAN UJI FATIK (FATIGUE TEST) Darmadi, Herry; Tarigan, Nurlianna; Sitompul, Roganda; Kurnia, Dian
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9360

Abstract

Pegas merupakan sebuah elemen fleksibel yang digunakan untuk menghasilkan gaya atau torsi dan pada saat yang sama menyimpan energi. Pada vibrating screen, pegas ulir tekan digunakan sebagai pendistribusian gaya yang dihasilkan oleh getaran bandul. Getaran bandul pada vibrating screen memberikan beban siklik (berulang) terhadap pegas, yang mengakibatkan pegas mengalami kelelahan pada sifat elastisitasnya secara berkala. Kelelahan yang terjadi pada pegas merupakan faktor penyebab berkurangnya effisiensi berdasarkan kuantitas. Karena pegas dapat mengalami kelelahan maka haruslah diperhitungkan kekuatan lelah (fatigue) pegas yang akan digunakan, guna menghindari terjadinya kerusakan pada pegas. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kelelahan pada pegas ulir tekan dengan bahan baja Carbon AISI 1045 dengan kategori baja Carbon menengah menggunakan alat uji mesin rotary bending. Pada pengujian kelelahan menggunakan beban 20 Kg (I), 30 Kg (II), dan 40 Kg (III) besarnya tegangan lentur (σl) pada bahan uji I, II, dan III adalah 101,92 Mpa, 152,88 Mpa, dan 203,84 Mpa. Besarnya tegangan patah (σB) pada bahan uji I, II, dan III adalah 28,30 Kg/mm2, 42,46 Kg/mm2, dan 56,61 Kg/mm2. Waktu yang dibutuhkan pada bahan uji I, II, dan III adalah 78,40 menit, 5,59 menit, dan 1 menit. Siklus yang yang terjadi pada bahan uji I, II, dan III adalah 73829 putaran, 5612 putaran, dan 938 putaran.
Analisa Kegagalan Baut Pengikat Pelat Trunnion Linner pada Unit Cement Mill 1 Di PT. X Hendri, Darwin; Irwansyah, Irwansyah; Susanto, Herdi; Ali, Syurkarni
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.8815

Abstract

This research aims to identify the causes of the failure of the fastening bolts for the trunnion plate on cement mill unit 1 at PT. X. The research method used is an empirical study consisting of two main phases. The first phase involves identifying the causes of bolt fractures through macroscopic observations to examine the patterns of bolt fractures. The second phase involves analyzing the forces acting on the bolts by calculating the inertial forces generated due to torque tightening, followed by determining the centrifugal forces produced by the ground material and calculating the bending moments affecting the bolts. The results of this research revealed that the main cause of bolt failure is the presence of crack patterns characterized by significant plastic deformation in the bolt body; this type of fracture is categorized as ductile fracture. Analysis of the forces acting on the bolt also revealed that the stress applied to the bolt exceeds its strength capacity. The stress reached 436 MPa, whereas the bolt's strength was only around 330 MPa (yield strength). The findings of this research are expected to serve as initial data for further research that will investigate the metallurgical aspects as a deeper cause of bolt failure.
Perancangan Mesin Pendingin Inovatif untuk Cold Storage Kapal Nelayan Berkapasitas 4 Ton Jayanegara, Sudarmanto; Kadir, Muh. Ridha Ali; Sungkono, Sungkono; Husda, Baso Riadi
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9287

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki potensi ikan sekitar 6,4 juta ton pertahun dan yang boleh ditangkap 80% atau 5,12 ton pertahun. Hasil tangkapan ikan oleh para nelayan memerlukan tempat penyimpanan yang memungkinkan ikan dapat disimpan lebih lama (1-2 minggu), sehingga dibutuhkan cold storage. Penelitian ini dirancang sebuah cold storage dengan kapasitas ikan sebesar 4 ton yang bertujuan untuk menghitung dan merancang beban pendinginan untuk cold storage kapal nelayan dengan kapasitas 4 ton ikan dan  menganalisis hasil rancangan cold storage. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data ukuran kapal nelayan sebagai dasar perhitungan dimensi cold storage. Mesin pendingin cold storage yang direncanakan mampu menampung 5184 kg ikan, dikarenakan bak terisi ikan sebanyak 60 %, dengan beban pendingin 16,65 kW untuk mencapai temperatur yang diinginkan yakni -1 °C. Dinding cold storage tersusun atas plat aluminium, pipa tembaga dan isolasi sehingga udara dingin mengalir ke bagian dalam bok cold storage, dengan kerja kompresor sebesar 33,5736 kJ/kg, kalor yang diserap evaporator sebesar 123,684 kJ/kg, kalor yang dilepaskan kondensor sebesar 157,2526 kJ/kg, daya kompresor yang dihasilkan sebesar 4,5197 kW atau sebesar 3,372 Hp dengan Coefficient Of Performance (COP) sebesar 3,684. Pada rancangan cold storage digunakan kompresor dengan daya sebesar 4 Hp sesuai dengan beban pendingin yang dilengkapi dengan sensor suhu (thermostat) yang berfungsi apabila suhu pada bak cold storage mencapai -1°C secara automatis mesin genset akan berhenti beroperasi dan bila suhu naik 1°C mesin akan kembali beroperasi, sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar .
Analisis Perilaku Transien Hembusan Udara AC di Ruangan yang Luas Luthfi, Luthfi; Azhar, Azhar; Zuhaimi, Zuhaimi; Syamsuar, Syamsuar; Sumardi, Sumardi
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9237

Abstract

Jangkauan hembusan udara suatu Air Conditioner (AC) merupakan hal penting yang harus diperhitungkan dengan benar agar ruangan dapat dingin atau hangat secara cepat sehingga konsumsi energi AC dapat dioptimalkan. Untuk memperluas jangkauan hembusan AC, pabrik pembuat AC menggunakan efek Coanda yaitu dengan menghembuskan udara AC dingin pada plafon ruangan atau ke arah lantai ruangan untuk udara hangat. Namun peningkatan jangkauan hembusan udara AC akibat efek Coanda tidaklah sebesar yang disebutkan dan dipromosikan oleh pabrikan AC didalam brosur marketing mereka terutama pada saat start-up peralatan AC. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku transien hembusan udara AC seperti jarak tempuh udara AC pada plafon atau lantai dengan target untuk mempersingkat waktu start-up peralatan AC sehingga dapat mengoptimalkan konsumsi energi. Pola hembusan udara AC pada plafon atau lantai dimodelkan sebagai aliran jet negatif yang menubruk suatu permukaan kaku atau sering disebut impinging jet negatif. Model aliran ini kemudian diselesaikan secara numerik dengan menggunakan metode komputasi fluida dinamik (CFD) yaitu dengan menyelesaikan persamaan Navier-Stokes dan persamaan energi pada domain komputasi yang telah ditetapkan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan bilangan Re tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan sebaran udara AC pada pada plafon namun mengubah rezim aliran dari steady menjadi unsteady dengan munculnya osilasi dalam aliran. Perilaku osilasi aliran sulit untuk ditebak polanya namun pencocokan kurva regresi linear Str ~ Re3 dapat memberikan akurasi yang memadai.
PERANCANGAN PEMOGRAMAN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) DAN AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) MENGGUNAKAN PLC CP1E PADA PLTD Rusli, Rusli; Misriana, Misriana; Mellyssa, Widdha; Akhyar, Akhyar; Jufriadi, Jufriadi; Wazir, Khairil; Hasannuddin, Teuku
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.8458

Abstract

Pemadaman atau gangguan listrik seperti Power failure, Power SAG, Power Surge/Spike, Under Voltage, Frequency Variation, dapat mengakibatkan terganggunya kontinuitas pelayanan konsumen. pemadaman yang cukup lama dan  suplai daya listrik dari pembangkit tenaga listrik diesel (PLTD) tersedia secara cepat maka dibutuhkan suatu sistem kontrol yang dapat bekerja secara otomatis mengoperasikan genset dan  mengambil alih suplai daya listrik ke beban saat terjadi pemadaman dari PLN. Kontrol otomatis tersebut yaitu Automatic Transfer Switch (ATS) dan Automatic Main Failure (AMF).Modul ATS dan  AMF dinyatakan dapat beroperasi dengan baik bila dapat bekerja sesuai fungsi yang dikehendaki atau direncanakan. Pengujian modul ATS dan  AMF dilakukan pada dua mode operasi, yaitu operasi manual dan  operasi otomatis.Dari hasil perancangan ledder diagram pada PLC CP1E memiliki 21 input, dimana 12 input eksternal dan  9 input internal. Sedangkan untuk perintah memiliki 26 output yaitu 8 output eksternal dan  18 output internal. Sehingga secara menyeluruh setelah pengujian dilakukan, Perancangan modul ATS dan  AMF dengan PLC CP1E untuk untuk otomatisasi kerja genset dinilai efektif dengan rata-rata total perbandingan antara waktu setting dengan waktu sebenarnya pada tahapan start 2,7% serta pada tahapan stop sebesar 3,4%.
ANALISIS BREAKDOWN GEARBOX PADA PROSES PRODUKSI PIPA MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) Sinaga, Zulkani; Muhazir, Achmad; Priana, Rafifah Bunga
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9239

Abstract

Pembahasan pada penelitian ini mengenai breakdown menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terjadi pada proses produksi pipa mesin MM-1 di PT. BPI. Mesin MM-1 hanya memproduksi pipa berukuran ½ inci, ¾ inci, 1 inci dan 1 ¼ inci. Fokus pembahasan dalam penelitian ini yaitu mesin gearbox MM-1 karena mesin tersebut memiliki frekuensi breakdown paling tinggi sebesar 42% selama bulan Februari - Juli 2022 dari total breakdown keseluruhan. Dari hasil analisis OEE yang telah dilakukan perhitungan diketahui bahwa nilai OEE mesin gearbox sebesar 80,49% yang artinya nilai tersebut belum mencapai standar word class OEE yang telah ditetapkan. Dilanjut dengan melakukan analisis six big losses untuk mengetahui faktor kerusakan terbesar yang terjadi pada mesin dan diketahui nilai losses terbesar terjadi pada reduced speed losses dengan persentase 17,3% dan equipment failure losses dengan persentase 11,32%. Penyelesaian permasalahan tersebut dilakukan bersama dengan tim brainstorming dari perusahaan untuk memberikan usulan perbaikan terhadap permasalahan dalam penelitian ini dengan diketahui bahwa akar permasalahan dari mesin, manusia, metode yang menyebabkan kerusakan pada mesin gearbox MM-1. Apabila usulan perbaikan dilaksanakan dapat diperkirakan bahwa OEE akan meningkat menjadi 84,98%.Kata Kunci: Breakdown, Pipa Baja Mesin MM-1, OEE, Six Big Losses.
Desain dan Pengembangan Mesin Press Biobriket Menggunakan Elektro-Pneumatik Sistem berbasis PLC Razi, Muhammad; Turmizi, Turmizi; Syukran, Syukran; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9346

Abstract

This article describes the design and development of a biobriquetting press machine using an electro pneumatic system as the main drive for the process of pressing briquettes, filling raw materials and the process of removing briquettes from the molding cylinder. This machine consists of three pneumatic cylinders, each of which functions as a pressing shaft and ejects briquettes from the cylinder (Ram), inserts and ejects the filling cylinder(feeder) and the mold retaining plate(die) from under the briquette processing frame, and three pressure control valves and direction control valves, pressure control valves and direction control valves controlled by logic programmed in the PLC ladder program. Ladder logic is developed in the PLC to regulate the actuation of DCVs. DCVs make the briquette press machine work fully automatically without any manual intervention so that it will increase the accuracy and efficiency of the press machine. This research aims to produce a biobriquette production machine that works automatically with multi-cycle production, pressure that can be varied, and is able to produce biobriquettes with high capacity and quality.  The system settings of the back-and-forth motion of the molding cylinder, the pressing shaft and the mold retaining plate are controlled by the ladder program in the PLC. This machine uses 3 units of double acting cylinders with a pressure of 10 bar each to press biobriquettes, remove and insert mold cylinders and dies into the processing area. The results showed that the press machine works effectively with multiple production cycles. In one production cycle this machine is capable of producing 40 briquettes in 12 minutes.
Analisa Perbaikan Tanah Menggunakan Metode Preloading Dan PVD Pada Jalan Tol Indrapura – Kuala Tanjung Husairi, Muharnanda; Sarifah, Jufriah; Pasaribu, Bangun
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.8821

Abstract

Pekerjaan pembangunan jalan tol Indrapura – Kuala Tanjung  sta. 0+700 dibangun di atas tanah lempung lunak, maka pemampatan yang terjadi relatif besar serta lama. Untuk mempercepat proses pemampatan maka digunakan metode preloading. Metode preloading tersebut dapat dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Timbunan (preloading) yang diberikan di atas tanah dasar akan menghasilkan pemampatan pada lapisan tanah lempung lunak. Analisa pemampatan dihitung berdasarkan data konsolidasi yang didapat dari  laboratorium. Hasil pengujian SPT kedalaman tanah lunak mencapai 44.45 m dengan nilai N-SPT 1 s/d < 10 dan pada kedalaman 46.45 m s/d 54.45 N-SPT 32 s/d < 60. Berdasarkan hasil analisa maka didapatkan penurunan yang terjadi akibat preloading dengan beban rencana 11 t/m2 untuk mencapai derajat konsolidasi 90% adalah 2700 hari atau 7.4 tahun dengan besar penurunan mencapai 1.88 m, preloading dikombinasikan dengan PVD dengan pola segitiga dengan jarak pemasangan 1 m adalah 50 hari atau 1.5 bulan dengan penurunan mencapai 1.88 m, pola segitiga dengan jarak pemasangan 1.2 m adalah 70 hari atau 2 bulan dengan penurunan mencapai 1.89 m, pola segitiga dengan jarak pemasangan 1.4 m adalah 95 hari atau 3 bulan dengan penurunan mencapai 1.89 m, pola segitiga dengan jarak pemasangan 1.6 m adalah 120 hari atau 4 bulan dan mengalami penurunan mencapai 1.88 m.
ANALISA MORTAR DENGAN SUBSITUSI AGREGAT ABU KERAK BOILER TERHADAP KUAT TEKAN PADA PAVING BLOCK Irwansyah, Muhammad; Mariani, Neni; Farizal, Teuku
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9377

Abstract

Mortar is a mixture of water, fine aggregate, portland cement or other hydraulic adhesive materials, and other additives that improve the quality of mortar. Ground surfaces such as sidewalks, yards, parking, and light paving are covered by block paving. The purpose of this study was to find out how the replacement of sand affects the quality of compressive strength of mortar to be mixed with boiler scale ash. Experiments were conducted at the Civil Engineering Laboratory of Asahan University to use a composition of replacing sand containing boiler scale ash as much as ten, thirty, and fifty per cent of the weight of sand. As a sample, a standard hexagon paving block test specimen with a thickness of 8 cm is used. Nine samples total, three for each variation and three for each variation. After receiving treatment before testing, the sample was tested at 28 days of age. According to the study, the mixture of sand replacement mortar with 50% boiler scale ash has the highest compressive strength of 12.78 MPa at 28 days of concrete life, while the mortar mixture with 10% boiler scale ash has the lowest compressive strength of 8.15 MPa.Keywords  mortar, boiler scale ash, compressive strength, paving block

Page 1 of 4 | Total Record : 36