cover
Contact Name
Islamiani Safitri
Contact Email
eduscience@ulb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
eduscience@ulb.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Labuhanbatu Jalan SM. Raja No. 135 Aek Tapa, Rantauprapat Kode Pos 21415
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Eduscience (JES)
ISSN : 2303355x     EISSN : 26852217     DOI : 10.36987/jes
Core Subject : Education,
Jurnal Eduscience is a peer-reviewed journal that is published by LPPM of Labuhanbatu University. This journal publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on education studies using an interdisciplinary perspective, especially within Mathematic Education, Biology Education, Civic Education, Science Education, Physics Education, and all about teaching and learning research. Reviewers will review any submitted paper. The review process employs a double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa
Articles 514 Documents
THE GROUP INVESTIGATION TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL WITH THE ASSISTANCE OF IMAGE MEDIA TO IMPROVE THE LEARNING OUTCOMES OF CLASS VIII STUDENTS AT SMPN SATAP KARANGGI ROWA Citra Rambu Joru; Yohana Makaborang; Riwa Rambu Hada Enda
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.4002

Abstract

The purpose of this study was to determine the application of students' cognitive learning outcomes using the Collaborative Group Inquiry (GI) learning model on the material of the human respiratory system in class VIII of SMP Negeri Satap Karanggi Rowani, Umbu Ratu Nggay Barati Tengah District. Sumba. Area The population of this study were all students of class VIII, SMP Negeri Satap Karanggi Rowa, totaling 30 students, and the research sample was class VIII students, totaling 30 students. Multiple choice questions on the pretest and posttest were used to collect data for this study. The results of the vitality survey showed that 17 students scored more than 65 or 57%, while 13 students scored less than 65, namely. 3% of 30 students in the first cycle, and 29 students scored more than 65 points in the second cycle. . or 97%, while 1 student or 3% of 30 students scored below 65. Based on the results of the study it can be concluded that the application of the Cooperative Group Investigation (GI) learning model to the human respiratory system material for SMP Class VIII students Negeri Satap Karanggi Rowa can improve student performance and assessment. problems and can improve student learning outcomes with group inquiry type cooperative learning models.Keywords: Group Learning Model, media images, learning outcomes Abstrak            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar kognitif peserta didik dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning Group Inquiry (GI) pada materi sistem pernapasan manusia di kelas VIII SMP Negeri Satap Karanggi Rowan Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barati Kabupaten Sumba Tengah. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri Satap Karanggi Baris yang berjumlah 30 pesrta didik dan sampel penelitian terdiri dari 30 peserta didik kelas VIII. Dalam penelitian ini digunakan soal pretest dan posttest berupa soal pilihan ganda untuk mengumpulkan data. Hasil survei vitalitas adalah 17 peserta didik yang mendapat nilai lebih dari 65 poin atau 57%, sedangkan 13 dari 30 peserta didik pada siklus I atau 3% dari 30 peserta didik pada siklus kedua, berada di bawah 65. 29 peserta didik mendapat nilai lebih dari 65 poin, atau 97%, bahkan 1 peserta didik mendapat nilai kurang dari 65, atau 3% dari 30 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Group Study (GI) pada materi Sistem Pernapasan Manusia di Kelas VIII SMP Negeri Satap Karanggi Rowa dapat meningkatkan prestasi dan kemampuan peserta didik. Pemecahan masalah dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran Cooperative group research.Kata Kunci: Model Tipe Pembelajaran Kelompok, media gambar, hasil belajar.
IMPLEMENTATION OF BLENDED LEARNING IN IMPROVING THE CHARACTER OF STUDENTS THROUGH ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION SUBJECTS Unik Hanifah Salsabila; Hibban Ahsanal Fata; Krisna Rasyid Alfittoh; Kory Aznam Ashari; Muhammad Rayyan Eriza
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.3804

Abstract

During the pandemic, the learning process in schools was considered less effective. The lack of involvement of students in the learning process makes learning activities only focus on the teacher. This happens because students need to adapt to the online learning process at home. Therefore, the government issued a policy for schools to implement a blended learning learning system as an effort to maximize learning, including Islamic Religious Education (PAI) lessons during the ongoing pandemic. The purpose of carrying out this research was to explore information related to the implementation of blended learning in improving the character of students through PAI subjects and direct it with library research. This research process was also carried out by exploring various kinds of data sourced from material in relevant journals in various media on the internet. This study describes the results that blended learning has been successfully used as an effective solution to optimize the PAI learning process and can overcome the deficiencies that exist in captivating and courageous learning to develop students' character. The conclusions of this study are 1) there is an effect of blended learning on optimal PAI learning objectives, 2) the need for various types of media designed in the implementation of blended learning as a form of effort to shape the character of students and learning can be achieved as well as possible. Keywords: Blended learning, Character Building, Islamic educationAbstrak Pada masa pandemi, proses pembelajaran di sekolah dinilai kurang efektif. Kurangnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran menjadikan kegiatan pembelajaran hanya dipusatkan pada guru saja. Hal tersebut terjadi karena peserta didik perlu beradaptasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran secara online di rumah. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan kepada sekolah untuk menerapkan sistem pembelajaran blended learning sebagai upaya untuk memaksimalkan pembelajaran termasuk pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) saat masa pandemi berlangsung. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk menggali informasi yang berkaitan dengan implementasi blended learning dalam meningkatkan karakter peserta didik melalui mata pelajaran PAI dan dilangsungkan dengan studi pustaka (library research). Proses penelitian ini dilakukan juga dengan menggali berbagai macam data yang bersumber dari materi pada jurnal-jurnal yang relevan di dalam berbagai media dalam internet. Penelitian ini memaparkan hasil bahwasannya blanded learning berhasil digunakan sebagai solusi efektif untuk mengoptimalkan proses pembelajaran PAI serta dapat mengatasi kekurangan yang ada dalam pembelajaran luring dan daring untuk mengembangkan karakter peserta didik. Simpulan penelitian ini adalah 1) adanya pengaruh blended learning terhadap pencapaian pembelajaran PAI yang optimal, 2) perlunya berbagai macam media yang dirancang dalam pelaksanaan blended learning sebagai bentuk upaya untuk membentuk karakter peserta didik dan pembelajaran dapat tercapai dengan sebaik mungkin.Kata Kunci: Blended learning, Pendidikan karakter, Pendidikan Agama Islam
DEVELOPMENT OF INTEGRATED SOCIAL STUDIES LEARNING TOOLS BASED ON LOCAL WISDOM TO FOSTER CRITICAL THINKING SKILLS AND CHARACTER OF JUNIOR HIGH SCHOOL LEARNERS Helena Rosalia Parera; Fatma Wati; Maria Elisabeth Rei Bei
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.3439

Abstract

This research is the Development of Integrated Social Studies Learning Tools Based on Local Wisdom to Develop Critical Thinking Skills and Characters of Junior High School Students (SMP). This type of research is educational development research (R&D) because it develops learning tools using the ADDIE Model. The subject of this research is a learning device based on local wisdom in improv a critical thinking power and character of students. The object of this research is the seventh-grade students of SMP Negeri 2 Ende. The methods of data collection are giving tests, questionnaires, and documentation.The results showed: 1) the results of the second test showed changes in student activity in solving questions were in the high category of 50%; 2) For Critical Thinking, the results of the N-Gain test show that the score of 57.62% is in the medium category; 3) Characters of students are in the high category of 78.6%.Keywords: Learning Devices, Local Wisdom, CharacterAbstrak Penelitian ini adalah Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPS Terpadu Berbasis  Kearifan Lokal Untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Karakter Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama (SMP), Jenis Penelitian ini adalah penelitian pengembangan pendidikan (R&D) karena mengembangkan perangkat pembelajaran dengan menggunakan Model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah Perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan daya berpikir kritis dan karakter peserta didik. Yang menjadi obyek penelitian adalah anak SMP Negeri 2 Ende kelas VII. Metode pengumpulan data  dengan cara Pemberian Tes, Angket serta  Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan  : 1)hasil tes kedua menunjukan perubahan aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan soal berada di  kategori tinggi sebesar 50%; 2) Untuk Berpikir Kritis peserta didik hasil uji N-Gain  hasilnya menunjukkan scorenya sebesar 57,62% berada dalam kategori sedang ; 3) Karakter Peserta Didik berada dalam kategori tinggi sebesar 78,6 %.Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Kearifan Lokal, karakter
MADURA LITERATURE AS A MEDIUM FOR LEARNING MADURESE IN THE GLOBALIZATION ERA Laili Amalia; Tjitra Ramadhani; Yuliarsih Yuliarsih
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.3921

Abstract

This study aims to describe the application of Madurese literature as a medium for learning Madurese in the globalization era Qualitative descriptive research method with research subjects of fourth grade students at SDIT Multazam Pamekasan. The research location is SDIT Mulatazam Pamekasan which is located in Buddih Village, Pademawu District, Pamekasan Regency. Data collection through interviews, observation and questionnaires. The results of the research and discussion of the children's literature used are the Madurese song poetry entitled Kembang Malate and tondhu' majheng. With the application of this Madurese children's literary work, students' Madurese vocabulary and language skills develop rapidly. Students find it easy to pronounce and understand the meaning of the Madurese language if it is conveyed in the form of songs that have a happy tone because it is different from everyday language, the language in literary works is emo-aesthetic in nature which expresses beauty. Because language in literature is a language that is creative, for example there is sound play in poetry and rhymes, by reading literary works intensely, students are increasingly creative in using their language. Students become trained to operate grammatical structures better and creatively. Students also know the level of language contained in Madurese and its proper use. Students are now starting to actively use Madurese, especially when communicating with peers.Key Word: Madura literature, Madurese, globalization era AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sastra Madura sebagai media pembelajaran bahasa Madura di era globalisasi. Metode penelitian deskripstif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDIT Multazam Pamekasan. Lokasi penelitian adalah SDIT Mulatazam Pamekasan yang terletak di Desa Buddih Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan angket. Diperoleh hasil penelitian dan pembahasan karya sastra anak yang digunakan adalah puisi lagu Madura yang berjudul Kembang Malate dan tondhu’ majheng. Dengan penerapan karya sastra anak Madura ini, kemampuan kosakata dan bahasa Madura siswa berkembang pesat. Siswa merasa mudah melafalkan dan memahami makna bahasa Madura jika disampaikan dalam bentuk lagu yang bernada riang gembira sebab berbeda dengan bahasa keseharian, bahasa pada karya sastra bersifat emotis-estetis yang mengekspresikan keindahan. Karena bahasa dalam sastra adalah bahasa yang sifatnya kreatif, misal ada permainan bunyi pada puisi dan pantun, maka dengan membaca intens karya sastra, siswa semakin kretaif penggunaan bahasanya. Siswa menjadi terlatih mengoperasikan struktur gramatika dengan lebih baik dan kreatif.  Siswa juga mengetahui tingkatan bahasa yang terdapat dalam bahasa Madura serta penggunaannya dengan tepat. Siswa kini mulai aktif menggunakan Bahasa Madura terutama ketika berkomunikasi bersama teman sebaya.Kata kunci: Sastra Madura, Bahasa Madura, era globalisasi
STUDENT LEARNING OUTCOMES IN BASIC NATURAL COURSES VIEWED FROM THE ASPECT OF ATTITUDES, PRODUCTS, AND SCIENCE PROCESS SKILLS Muhammad Syazali; Umar Umar
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.3753

Abstract

Science learning outcomes that are only seen from one aspect cannot be called mastering science, even though the learning outcomes are good. The purpose of this study was to analyze student learning outcomes in the Basic Natural Sciences course in terms of attitudes, products, and science process skills. This quantitative descriptive research was carried out in the PGSD Study Program on Campus 2, University of Mataram. The sample consisted of 116 5th-semester students who programmed IKD courses. Learning outcome data were collected using the documentation method. Data that has been successfully collected is analyzed descriptively and visualized in the form of tables and figures using Ms. Excel. The findings that we get from the results of the descriptive analysis are that the average student achievement in science is 67.02 with a grade of B, and the interpretation is good. Judging from the visualization results in the form of a histogram, the learning achievement data tended to be between 40.00 and 100.00. As for proportion, the predominant grade was B+ with a frequency and percentage of 34 and 29.30%, respectively. Based on these facts it can be concluded that student learning outcomes in the Basic Natural Sciences course in terms of attitudes, products, and science process skills are in a good category.Keywords: Student learning outcomes, aspects of attitudes, products, and science process skills AbstrakHasil belajar sains yang hanya dilihat dari salah satu aspek belum dapat disebut menguasai sains, walaupun hasil belajar tersebut sudah baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Ilmu Kealamiahan Dasar ditinjau dari aspek sikap, produk dan keterampilan proses sains. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilaksanakan pada Prodi PGSD di kampus 2 Universitas Mataram. Sampel terdiri dari 116 mahasiswa semester 5 yang memprogramkan mata kuliah IKD. Data hasil belajar dikoleksi menggunakan metode dokumentasi. Data yang telah berhasil dikoleksi dianalisis secara deskriptif dan divisualisasi dalam bentuk tabel dan gambar menggunakan Ms. Excel. Temuan yang kami peroleh dari hasil analisis secara deskriptif adalah rata-rata capaian belajar sains mahasiswa sebesar 67.02 dengan grade B, dan interpretasi baik. Ditinjau dari hasil visualisasi dalam bentuk histogram, data capaian belajar tertendensi pada nilai di antara 40.00 dan 100.00. Adapun secara proporsi, grade yang predominan adalah B+ dengan frekuensi dan persentase secara berturut-turut 34 dan 29.30%. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Ilmu Kealamiahan Dasar ditinjau dari aspek sikap, produk dan keterampilan proses sains berada pada kategori baik.Kata kunci: Hasil belajar mahasiswa, aspek sikap, produk, dan keterampilan proses sains
THE EFFECT OF THE APPLICATION OF TEAM GAMES TOURNAMENT ON PAI LEARNING INTEREST IN SMP NEGERI 2 CIPANAS CIANJUR Nur Mala Hayati; Muhyani Muhyani; Sutisna Sutisna
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.4140

Abstract

In the era of globalization, juvenile delinquency is increasing. One reason is the low awareness of religion. Teachers as educators can suppress juvenile delinquency by increasing students' interest to learn PAI (Islamic Religious Education). In school learning activities, educators can choose a variety of methods, one of which is the TGT (Team Games Tournament). This study aims to determine a significant increase between students' learning interest that is applied and that is not applied to the TGT learning model for class IX SMPN 2 Cipanas. This research method is a quasi-experimental design and pre-test and post-test groups. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The results of the data show t_count = 3.824 and t_table = 2.042 with a significance of 0.000 <0.005 which is the result of the t-test. the conclusion of the results of the hypothesis test is accepted "There is an effect of implementing team games tournaments on student learning interest in PAI class IX at SMP Negeri 2 CipanasKeywords: team games tournament; interest to learn; Islamic educationAbstrakKenakalan remaja (siswa) yang semakin meningkat adalah salah satu penyebab rendahnya kesadaran beragama. Guru sebagai pendidik dapat menekan kenakalan remaja dengan menumbuhkan minat belajar PAI (Pendidikan Agama Islam) siswa. Kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah, pendidik dapat memilih metode bervariasi salah satunya adalah TGT (Team Games Tournament). Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan yang signifikan antara minat belajar siswa yang diterapkan dan tidak diterapkan model pembelajaran TGT kelas IX SMPN 2 Cipanas. Metode penelitian ini merupakan quasi eksperimental dan desain rancangan kelompok pra dan pasca uji. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil data menunjukan = 3,824 dan = 2,042 dengan signifikansi 0,000 < 0,005 merupakan hasil uji-t. kesimpulan hasil uji hipotesis diterima “Terdapat pengaruh penerapan team games tournament terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas IX SMP Negeri 2 Cipanas Kata Kunci: team games tournament, minat belajar, pendidikan agama Islam
IMPLEMENTATION OF FLIPPED CLASSROOM ON MATHEMATICS LEARNING AT SMP NEGERI 4 TANIMBAR SELATAN, DISTRICT OF TANIMBAR ISLANDS Yospeh Watratan; Fransina Rangkoly; Mesak Ratuanik
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.3424

Abstract

The continuity of education held in 2020 is limited by the emergence of the spread of covid 19. This has made several countries set policies to impose lock down in order to prevent the spread of the corona virus. In Indonesia itself, a Large-Scale Social Restriction (PSBB) policy was implemented to suppress the spread of this virus. Because Indonesia is carrying out PSBB, all activities carried out outside the home must be stopped until this pandemic subsides. This study aims to determine the implementation of the Flipped Classroom model in online mathematics learning at SMP Negeri 4 Tanimbar Selatan. The type of research used in this research is qualitative research. namely exploratory descriptive research which means that researchers want to explore broadly about the causes and effects or things that affect the occurrence of something. The subjects in this study were class VII students of SMP Negeri 4 Tanimbar Selatan, totaling 18 students. The research instruments used in this study were: a) observation Observation aims to observe the effectiveness of student learning in learning mathematics online counting operations material by implementing the Flipped Classroom model, b) interview sheets are used to obtain information related to the effectiveness of learning mathematics material. operation of counting integers online by implementing the Flipped Classroom model c) Tests The test sheets in this study were given to students after being given mathematics lessons with learning videos that had been prepared by researchers to start learning in class. The results of this study indicate that applying the flipped classroom model can overcome problems in the face-to-face learning process and can improve student learning outcomes. This can be seen from the results of the final test of students who take part in the learning process because they feel happy when discussing in groups because they exchange ideas, help each other and freely ask for help from educators when experiencing difficulties.Keywords: Flipped Classroom, Math Learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model Flipped Classroom pada pembelajaran matematika secara daring di SMP Negeri 4 Tanimbar Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. yaitu penelitian deskriptif eksploratif yang berarti bahwa peneliti ingin menggali secara luas tentang sebab-akibat atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tanimbar Selatan yang berjumlah  18 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a) observasi Observasi bertujuan untuk mengamati efektivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi operasi hitung bilangan bulat secara daring dengan mengimplementasikan model Flipped Classroom, b) lembar wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan efektivitas pembelajaran matematika materi operasi hitung bilangan bulat secara daring dengan mengimplementasikan model Flipped Classroom c) Tes Lembar tes dalam penelitian ini diberikan kepada siswasesudahdiberikan pembelajaranmatematika dengan video pembelajaran yang sudah disiapkan oleh peneliti untuk memulai pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bahwa dengan menerapkan model flipped classroom dapat mengatasi masalah terhadap proses pembelajaran tatap muka dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dilihat dari hasil tes akhir siswa yang mengikuti proses pembelajaran dikarenakan merasa senang saat berdiskusi dalam kelompok karena mereka bertukar pikiran, saling membantu dan secara bebas meminta bantuan dari pendidik saat mengalami kesulitan.Kata Kunci: Flipped Classroom, Pembelajaran Matematika 
LITERATURE STUDY: IMPLEMENTATION OF CHEMISTRY LEARNING USING BLENDED LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENTS' HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) Badrus Syamsi; Ade Suryanda
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.3605

Abstract

This study aims to determine the effect of implementing chemistry learning using the blended learning model in increasing student HOTS. The method used in this research is literature study. The data collection technique used, namely collecting data by finding sources and creating them through primary sources such as books, journals and existing research. The results showed that learning chemistry using a blended learning model could increase students' HOTS. Chemistry learning using a blended learning model can shape students to study individually either in groups, face to face, or online, and to solve problems, identify, interpret, and communicate learning outcomes.Keywords: Blended learning, HOTS, Chemistry Learning AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi pembelajaran kimia menggunakan model blended learning dalam meningkatkan HOTS siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu studi literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu mengumpulkan data dengan cara mencari sumber dan mengkreasikannya melalui sumber primer seperti buku, jurnal dan penelitian yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kimia menggunakan model blended learning dapat meningkatkan HOTS siswa. pembelajaran kimia menggunakan model blended learning dapat membentuk siswa untuk belajar secara individu baik dalam kelompok, tatap muka, atau online, dan untuk memecahkan masalah, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mengkomunikasikan hasil belajar.Kata Kunci: Blended learning, HOTS, Pembelajaran Kimia
HISTORY AND DEVELOPMENT OF PESANTREN IN INDONESIA Indah Wahyu Ningsih; Hasan Basri; Andewi Suhartini
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.3392

Abstract

The research explains the traces of the history and development of Islamic boarding schools in Indonesia using the research method of the library research approach (library research), literature studies are defined as a series of activities related to the method of collecting library data, reading, recording and processing research materials. The results of this study suggest that pesantren is one of the main educational pillars in the development of Islam in the archipelago, historically, pesantren is an inseparable part of the life of the Indonesian people, because in reality the growth of pesantren is in line with the development of Islam in Indonesia. The role of pesantren is not only as an educational institution that educates, guides and trains students, pesantren is also one of the historical forces that is the background of Islamic movements that have emerged in Indonesia. Pesantren is also a sokoguru of Islamic education in Indonesia which has a role not only as an educational institution to educate students but as an institution that plays an active role in fighting for independence and building a unitary state of the republic of IndonesiaKeywords : History, Development, Boarding AbstrakPenelitian menjelaskan jejak sejarah dan perkembangan pesantren di Indoneisa dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kepustakaan (library research), studi kepustakaan diartikan sebaga serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat dan megolah bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunujukan pesantren merupakan salah satu pilar pendidikan utama dalam perkembangan agama Islam di Nusantara, Secara historis, pesantren adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, karena secara realita pertumbuhan pesantren sejalan dengan perkembangan Islam di Indonesia. Peran pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan yang mendidik, membimbing dan mengkader para santri, pesantren juga menjadi salah satu kekuatan sejarah yang menjadi latar belakang gerakan-gerakan Islam yang muncul di Indonesia. Pesantren juga sebagai sokoguru pendidikan Islam di Indonesia yang memiliki peran tidak hanya sebagai lembaga pendidikan untuk mendidik para santri melainkan juga sebagai lembaga yang berperan aktif berjuang meraih kemerdekaan dan membangun Negara Kesatuan Republik IndonesiaKata Kunci : Sejarah, Perkembangan, Pesantren
THE EDUCATION IN ERA SOCIETY 5.0 Nova Jayanti Harahap; Christine Herawati Limbong; Elida Florentina Sinaga Simanjorang
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.3959

Abstract

Abstract The era of society 5.0 is a concept of life that emphasizes and focuses on social responsibility and improving the quality of life that is more advanced and discoveries of new innovation centers compared to the industrial revolution 4.0 which is more focused on technology. This research is a qualitative research using the literature study method. The method used is by collecting information or data through relevant books, journals or articles. Era Society 5.0 makes society a source of innovation that can solve various situations and social problems with the help of the integration of physical and virtual spaces. Era Society 5.0 in the world of education needs to increase creativity and skills by applying soft skills and hard skills using various increasingly sophisticated technologies. Because of this, students are expected to be able to think critically and be communicative in developing skills. Society 5.0 plays a big role in influencing the world of education and brings big influences and changes to schools, teachers to students. The advancement of science in the field of technology makes us ready to face changes in the world, especially in the field of education. One of these changes is Society 5.0. Society 5.0 is a human being who can solve various challenges and social problems by utilizing various innovations that were born in the era of the industrial revolution 4.0 and are centered on technology. Education in the era of society 5.0 requires everyone to be more creative, innovative, productive, adaptive and also competitive. In addition, education is needed about life skills known as 4C (Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration.)Keywords: Era Society 5.0, The Quality of EducationAbstrak Era society 5.0 merupakan konsep hidup yang menekankan dan fokus pada tanggung jawab sosial serta peningkatan kualitas hidup yang lebih maju dan penemuan-penemuan pusat inovasi baru dibandingkan dengan revolusi industri 4.0 yang lebih fokus pada teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode study literature, Metode yang digunakan yaitu dengan cara mengumpulkan informasi atau data melalui buku, jurnal atau artikel yang relevan. Era Society 5.0 menjadikan masyarakat sebagai sumber inovasi yang dapat memecahkan berbagai situasi maupun masalah sosial dengan bantuan integrasi ruang fisik dan virtual. Era Society 5.0 dalam dunia pendidikan perlu dengan meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan dengan menerapkan soft skill dan hard skill dengan menggunakan berbagai teknologi yang semakin canggih. Karena hal tersebut peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis dan komunikatif dalam mengambangkan skill. Society 5.0 berperan banyak dalam mempengaruhi dunia pendidikan serta membawa pengaruh dan perubahan besar bagi sekolah, tenanga pengajar hingga peserta didik. Majunya ilmu pengetahuan dibidang teknologi membuat kita untuk siap menghadapi perubahan dunia terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu bentuk perubahan tersebut yaitu Society 5.0. Society 5.0 adalah manusia  yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 dan berpusat di teknologi.  Pendidikan di era society 5.0 menuntut setiap orang untuk lebih kreatif, inovatif, produktif, adaptif dan juga kompetitif. Selain itu, diperlukan pendidikan tentang kecakapan hidup yang dikenal dengan istilah 4C (Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration.)Kata Kunci: Era Society 5.0,  Pendidikan Berkualitas

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): in Press Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Australia, Taiwan, and Indonesia) Vol 12, No 6 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Thailand, Malaysia and Indonesia) Vol 12, No 5 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia and Indonesia) Vol 12, No 4 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia, Thailand, and Indonesia) Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia and Indonesia) Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from United Kingdom, Nigeria, and Indonesia) Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Philippines, Thailand, and Indonesia) Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Hungary, South Africa, Malaysia, and Ind Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, Korea, and Indonesia) Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, India, and Indonesia) Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria and Indonesia) Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Turkey, Malaysia, Algeria, Indonesia) Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia) Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Eduscience (JES) Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Eduscience (JES) Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Eduscience (JES) Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Eduscience (JES) Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Eduscience (JES) Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Eduscience (JES) Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Eduscience (JES) Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Eduscience (JES) Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Eduscience (JES) Vol 6, No 1 (2019) Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Eduscience (JES) Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Eduscience (JES) Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Eduscience (JES) Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Eduscience (JES) Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Eduscience (JES) Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Eduscience (JES) Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Eduscience (JES) Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Eduscience (JES) More Issue