Articles
170 Documents
Terapi Kelompok Life Review Efektif dalam Meningkatkan Harga Diri Lansia
Endang Banon;
Indriana Rakhmawati;
Eyet Hidayat;
Ace Sudrajat;
Suratun Suratun;
Tien Hartini
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1013
Harga diri lansia dapat ditingkatkan melalui pemberaian terapi Life Review yaitu mengenang kembali keberhasilan/kemampuan lansia dan permasalahan yang belum selesai pada tahap usia sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, dengan rancangan satu grup, dilakukan pengukuran pre dan post es. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Jatimurni Kecamatan Pondok Melati Bekasi. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang memenuhi kriteria inklusif dan dipilih secara purposive random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner A (karakteristik responden) dan kuesioner B (instrumen harga diri menurut standar Rosenberg Self - Esteem Scale). Sebelum penelitian dilakukan, responden mendapat penjelasan dan menandatangani kesediaan menjadi responden. Analisis data dilakukan dengan analisis descriptive dan t-test dependen. Hasil penelitian p-value sebesar 0,00 yang berarti pemberian terapi Life Review efektif dalam meningkatkan harga diri lansia. Penelitian dapat digunakan sebagai evidance based untuk penelitian selanjutnya. Terapi Life Review direkomendasikan sebagai salah satu pilihan psikoterapi untuk meningkatkan harga diri, mencegah kesepian dan mencegah terjadinya depresi pada lansia.
Self Hypnosis Menurunkan Ketidaknyamanan Kehamilan pada Ibu Hamil Trimester III: Randomized Controlled Trial
Riadinni Alita;
Imami Nur Rachmawati;
Dewi Gayatri
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1021
Angka Kematian Ibu (AKI) dan komplikasi merupakan permasalahan dimasa perinatal yang disebabkan kondisi ibu hamil maladaptif selama kehamilan. Diperlukan terapi selama trimester III untuk meningkatkan kenyamanan kehamilan. Tujuan riset ini untuk menguji pengaruh self hypnosis terhadap penurunan ketidaknyamanan kehamilan pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini merupakan randomized clinical trial dengan penentuan kelompok intervensi dan kontrol menggunakan randomisasi blok. Sampel penelitian berjumlah 66 responden, terdiri dari 33 responden sebagai kelompok intervensi yang diberikan self hypnosis selama dua minggu dan 33 responden sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Maternal Physical Discomfort Scale (MPDS) dan Prenatal Self- Evaluation Questionnaire (PSEQ-II). Hasil penelitin menunjukkan penurunan rerata ketidaknyamanan kehamilan setelah self hypnosis pada kelompok intervensi (p=0,001; α=0,05). Penelitian ini merekomendasikan instrumen MPDS untuk mengukur ketidaknyamanan kehamilan dan self hypnosis dapat dikombinasikan dengan intervensi lain yang meningkatkan kenyamanan selama kehamilan.
Dampak Gangguan Tidur terhadap Status Gizi pada Remaja
Fitri Annisa;
Tatik Setiarini
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1030
Masalah kelebihan berat badan pada remaja semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Riskesdas tahun 2018, berat badan lebih dan obesitas pada remaja usia 13-15 tahun sebesar 16,0% dan pada remaja usia 16-18 tahun sebesar 13,5%. Kelebihan berat badan disebabkan oleh berbagai macam kondisi yang mempengaruhi, salah satunya adalah kualitas tidur pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gangguan tidur dengan status gizi pada remaja usia 12-15 tahun. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan desain potong lintang pada 100 remaja berusia 12-15 tahun yang berada di Jakarta Selatan. Analisis korelasi gangguan tidur dan status gizi menggunakan uji Spearman sommers’d gamma. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 24 remaja (88,8%) dengan gangguan tidur yang mengalami gizi lebih, kemudian terdapat 9 remaja (90%) dengan gangguan tidur yang mengalami obesitas, dan terdapat 50 remaja (81,9%) dengan ganguan tidur dengan gizi baik. Tidak ada korelasi yang signifikan antara gangguan tidur dengan status gizi pada remaja (p=0,404). Pada penelitian ini gangguan tidur dapat terjadi pada remaja dengan status gizi apapun. Tingginya angka gizi lebih dan obesitas pada remaja menandakan bahwa diperlukan perhatian dan penelitian lebih lanjut terkait faktor lain yang mempengaruhinya.
Kepatuhan Diet dengan Kejadian Rawat Inap Ulang Pasien Pascalaparoskopi Kolesistektomi
Rif'atul Fani;
Debie Dahlia;
Lestari Sukmarini
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1042
Kepatuhan diet pasien pascalaparoskopi kolesistektomi penting dilakukan karena pasien tidak lagi memiliki kandung empedu yang berfungsi dalam pencernaan lemak. Kepatuhan diet rendah lemak merupakan indikator keberhasilan perawatan di rumah. Jika pasien tidak patuh, dapat menyebabkan kejadian gastritis,diare, mual, dan muntah yang menjadi alasan pasien menjalani rawat inap ulang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan kejadian rawat inap ulang pada pasien pascalaparoskopi kolesistektomi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel 80 responden yang didapatkan dengan tehnik consecutive sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner dan lembar pengumpulan data. Analisis hasil penelitian menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian didapatkan nilai p = 0,0001 (α < 0,05) yang menunjukkan ada hubungan signifikan antara kepatuhan diet dengan kejadian rawat inap ulang pasien pascalaparoskopi kolesistektomi. Hubungan kepatuhan diet dengan kejadian rawat inap ulang menunjukkan kekuatan hubungan sedang (r=0,465) dan berpola positif yang artinya semakin tidak baik kepatuhan diet maka kecenderungan untuk terjadi rawat inap ulang akan lebih tinggi dibandingkan pasien dengan kepatuhan diet yang baik. Edukasi tentang diet rendah lemak harus menjadi perhatian perawat untuk menurunkan kejadian rawat inap ulang.
Fungsi Manajemen Kepala Puskesmas dan Kinerja Pegawai Puskesmas
Dilgu Meri;
Destria Efliani;
Muhammad Fauzan
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1045
Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai Puskesmas adalah penerapan fungsi manajemen oleh kepala Puskesmas. Unsur-unsur yang terdapat pada fungsi manajemen saling berkesinambungan dalam mendukung peningkatan kinerja sebuah organisasi. Apabila penerapan fungsi manajemen suatu organisasi baik, maka kinerja organisasi juga akan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pelaksanaan fungsi manajemen oleh kepala Puskesmas dengan kinerja pegawai Puskesmas Pangkalan Kuras 1. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 57 pegawai dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan fungsi planning (p=0,000) dengan kinerja pegawai. Tidak ada hubungan antara pelaksanaan fungsi organizing (p=0,222) dengan kinerja pegawai. Ada hubungan antara pelaksanaan fungsi actuating (p=0,010) dengan kinerja pegawai. Ada hubungan antara pelaksanaan fungsi manajemen controlling (p=0,020) dengan kinerja pegawai. Diharapkan kepada kepala Puskesmas penelitian ini untuk dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam peningkatan kinerja.
Regulasi Emosi dan Intensitas Nyeri Haid Primer Remaja Putri
Mujahidatul Hasanah;
Dora Samaria
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v7i2.1049
Remaja putri seringkali kesulitan mengendalikan emosi saat mengalami nyeri haid primer. Hal ini disebabkan akibat perubahan hormon saat mengalami menstruasi. Regulasi emosi sangat penting untuk dapat memodifikasi emosi dan mencegah pengungkapan perilaku yang ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan intensitas nyeri haid remaja putri di SMA Negeri 9 Depok. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi SMA Negeri 9 Depok sebanyak 52 responden. Data diambil melalui proses skrining menggunakan sebagian kuesioner Difficulties in Emotion Regulation Scales (DERS) dan Numeric Rating Scale (NRS). Teknik penarikan sampel menggunakan teknik total sampling. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan uji korelasi Pearson. Hasil uji statistik korelasi Pearson didapatkan nilai p 0,001 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan secara signifikan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri haid remaja putri di SMA Negeri 9 Depok. Hasil analisis korelasi Pearson (Pearson Correlation) 0,463 dapat disimpulkan derajat hubungan kedua variabel berkorelasi sedang dan bernilai positif artinya semakin dapat mengendalikan emosi atau mengatur emosi maka intensitas nyeri semakin rendah dan dapat mentoleransi nyeri dengan baik. Diharapkan untuk remaja putri agar dapat mengendalikan emosinya dengan selalu berpikir positif karena hal ini akan mempengaruhi intensitas nyeri nyeri haid primer.
Perilaku Phubbing dengan Kecerdasan Emosional Remaja pada Remaja SMA
Titi Sulastri;
Khansa Khairunnisa;
Santun Setiawati;
Eviana S Tambunan;
Yupi Supartini;
Ratna Ningsih
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v8i1.962
Background: The phenomenon of phubbing is often found where a person is too engrossed on his smartphone so they don't care about the other person they are interacting with. The impact of this phubbing behavior makes a person unable to control his emotions and has emotional feelings that change easily because he feels that he has been controlled by his smartphone. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of the respondents and phubbing behavior with the emotional intelligence of adolescents. Methods: This research is a quantitative study with a correlational analytic approach. The sampling method was carried out using a stratified random sampling technique. The population of this study was 781 students, sample are 108 students. The independent variable is individual characteristics and phubbing behavior, the dependent variable is emotional intelligence. Data collection using the Generic Scale of Phubbing (GSP) questionnaire and the Trait Emotional Intelligence Questionnaire Adolescent Short Form (TEIQue-ASF). Data Analysis are Chi-Square, Mann Whitney, and Spearman Correlation with a significance level of α = 0.05. Results: 53.7% of respondents had phubbing at a moderate level and 56.5% of respondents had moderate emotional intelligence. There is a significant relationship between phubbing behavior and adolescent emotional intelligence (p=0.004), but there is no significant relationship between gender and age with emotional intelligence (p>0.05). Conclusion: There is a relationship between phubbing behavior and emotional intelligence, but there is no relationship between the characteristics of the respondents and emotional intelligence. In order to maintain adolescent emotional intelligence, adolescents need to avoid phubbing behavior when interacting or communicating with friends
Pengalaman Tenaga Kesehatan dalam Melakukan Tes HIV pada Ibu Hamil di Puskesmas
Rita Ismail;
Nurdahlia Nurdahlia;
Titi Sulastri;
Santa Manurung;
Syafdewiyani Syafdewiyani;
Sri Yona
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v8i1.997
The number of new HIV cases in DKI Jakarta is increasing every year. The East Jakarta has the highest incidence of HIV cases. The increasing number of HIV cases is not followed by awareness of HIV test, especially pregnant women. The purpose of this study was to obtain an overview of the experience of health care providers in performing HIV tests on pregnant women. The research method was descriptive narrative with participants from health workers who did HIV tests on pregnant women. The research was conducted at two Community Health Center in East Jakarta. Interviews used structured questions, conducted for 30 – 55 minutes, and recorded using a digital voice recorder with 13 participants. The data were analyzed using content analysis techniques. The four themes emerged including HIV test was mandatory for pregnant women at the first visit (K1); emphasizing on explaining the benefits of HIV test for prevention of HIV transmission in children; coordinating in the implementation HIV test for pregnant women and handling of those who are HIV positive; and challenges in implementing HIV test. in pregnant women. Health education about the importance of HIV test for pregnant women should be done from an early age. Additional of reagents HIV test for mothers from other regions is needed. The results of this study are expected to be input in improving the quality of HIV test for pregnant women.
Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Orang Tua tentang Gizi Anak
Santun Setiawati;
Titi Sulastri;
Agus Citra Dermawan;
Ratna Ningsih
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v8i1.998
Introduction: malnutrition is still a problem in Indonesia. The general objective of this study was to determine the effect of health education media (video and print media) on parents' knowledge, attitudes and skills regarding nutrition before and after the intervention. Methods: quasi-experimental research design, the sample is parents who have preschool and preschool age children with a total of 60 respondents (30 people in the intervention group and 30 people in the control group); independent variables: parental characteristics and child characteristics, and dependent variable: parental knowledge, parental attitudes and parental skills; The instruments were in the form of demographic data and questionnaires about knowledge, attitudes, and skills regarding nutrition in the elderly, analysis tests using univariate analysis (frequency distribution) and bivariate (t dependent and independent tests). The results of the study showed that there was an increase in parents' knowledge, attitudes and skills regarding nutrition in children. Conclusion: health education media (video and print media) can increase parents' knowledge, attitudes, and skills about nutrition in children, although not significantly. Implication: health education media (video and print media) can be used alternative to increase knowledge, attitudes, and skills about nutrition in children.
Pengaruh Konsumsi Putih Telur pada Lansia dengan Hipertensi
Pudjiati Pudjiati;
Yeti Resnayati;
Tjutju Rumijati;
Nelly Yardes;
Eska Riyanti
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v8i1.1094
WHO (2016) states that one in three adults worldwide has high blood pressure and this increase occurs with age, from one in ten people in their 20s and 30s to five in ten people in their 50s. In Indonesia, based on the 2018 Riskesdas, the prevalence of hypertension was 45.9% at the age of 55-64 years, 57.6% at the age of 65 years, 74% and 63.8% at the age of 75 years. Research conducted by dr. Zhipeng Yu from Jilin University, China, mentioned that the content in egg whites called RVPSL can indeed nourish blood vessels and reduce the risk of hypertension. This study aims to determine the effect of giving egg whites on reducing blood pressure in the elderly with hypertension. The research design is quasi-experimental with one group pretest-posttest. The samples used were 40 elderly people with hypertension. The analytical method used is the Paired t test. The results of data analysis showed that there was a significant difference in the first measurement of Systole before and after the intervention (p value = 0.001) with a greater difference in average value (difference value = 11.257 mmHg). while in the first measurement of diastole, the results of the analysis showed that there was a significant difference before and after the intervention (p value = 0.001), the average difference after the intervention (difference value = 7.980 mmHg). Consumption of egg whites on a regular basis and increases the work of ACE in the vessels which allows obtaining blood pressure stability. The conclusion is that there is a significant decrease in blood pressure in the elderly with hypertension by 8 to 11 mmHg after giving 1 egg white for 5 weeks.