cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 1 (2025)" : 11 Documents clear
Perbungaan Dan Uji Sterilitas Serbuk Sari Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) Sipahutar, Asrul; Adelina, Rasmita; Lubis, Erwin Syah; Pulungan, Sutan
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21203

Abstract

Budidaya salak Sidimpuan perlu memperhatikan masalah kesuburan serbuk sari pada fase pembungaan agar keberhasilan pembentukan buah dalam meningkatkan produksi. Salak memiliki bunga jantan dan bunga betina pada tanaman yang berbeda. Fase pembungaan berpengaruh terhadap penyerbukan dan pembuahan dalam pembentukan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas serbuk sari dari bunga jantan dan bunga hermaprodit. Identifikasi fase pembungaan dan uji sterilitas serbuk sari hermaprodit dan bunga jantan tanaman salak sidimpuan dengan menggunakan metode survei purposive sampling dan uji sterilitas serbuk sari dilakukan pada bulan April-Mei 2024. Uji sterilitas serbuk sari bunga hermaprodit  dan serbu sari bunga jantan masing-masing  dengan meneteskan acetokarmine konsentrasi 2% pada serbuk sari yang berwarna (fertil) agar proses penyerbukan pada salak sidimpuan terjadi secara menyerbuk sendiri, dan   serbuk sari yang berwarna (steril) pada bunga jantan yang tidak memungkinkan terjadinya penyerbukan  pada salak jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase pembungaan bunga hermaprodit salak sidimpuan terdapat 8 (delapan) fase, yaitu kuncup kecil, kuncup besar, bakal buah terbuka, kuncup bunga, bunga mekar, pembentukan buah, dan buah siap panen. Fase pembungaan salak jantan terdiri dari 5 fase, yaitu fase kuncup kecil, kuncup besar, bakal bunga, antesis atau bunga mekar, dan fase busuk/rontok.
Uji Toleransi Beberapa Jenis Padi Lokal Aceh (Oryza sativa L.) Pada Naungan Yang Berbeda Nisa, Khairun; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Jamidi, Jamidi
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21193

Abstract

Tanaman padi merupakan makanan dan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia sehingga produktivitas padi perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji toleransi beberapa jenis padi lokal Aceh pada naungan yang berbeda dengan  menggunakan rancangan petak terbagi dengan dua faktor yaitu  jenis padi (P) dan naungan (N). Faktor pertama sebagai petak utama adalah naunga; N0 (tanpa Naungan) dan N1 (Naungan). Faktor kedua adalah jenis padi, P1 (US-20 Unsyiah Simeulue), P2 (CBD-08), P3 (CBD-04), P4 (Sigupai), P5 (Cibatu-06) dan P6 (Inpago-09). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, setiap petak terdiri dari 6 tanaman penelitian, sehingga total tanaman sebanyak 216 tanaman. Penggunaan varietas padi Inpago-09 dan Cibatu-06 memberikan nilai terbaik yaitu berat berangkas tanaman, berat berangkas kering tanaman, panjang malai, jumlah gabah permalai, shoot-root-ratio dan hasil gabah ton/ha dibanding jenis padi lainnya. Inpago-09 merupakan varietas yang menghasilkan padi sebanyak 3,67 ton/ha, disusul galur Cibatu-06 dengan hasil 3,36 ton/ha. Penganaman padi tanpa naungan memberikan hasil terbaik terhadap berangkasan tanaman, berat kering tanaman, jumlah gabah permalai dan hasil gabah hasil gabah tertinggi yaitu 3,61 ton/ha  dibanding padi dengan penggunaan naungan.
Pengaruh Waktu Aplikasi Dan Konsentrasi Pgpr Akar Bambu Dalam Menekan Penyakit Moler Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Monika, Rika; Mulyani, Cut; Iswahyudi, Iswahyudi
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21204

Abstract

Bawang merah menjadi salah satu komoditas rempah yang banyak dikonsumsi oleh rumah tangga Indonesia. Karena kebutuhannya tinggi, produksi bawang merah di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi PGPR akar bambu dan pengaruh konsentrasi aplikasi PGPR akar bambu dalam menekan penyakit moler terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah serta interaksi kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra selama 3 bulan yang dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2024. Rancangan Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor Waktu Aplikasi PGPR Akar Bambu (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: A1 = 7 HST, A2 = 14 HST, A3 = 21 HST dan A4 = 28 HST serta faktor konsentrasi PGPR Akar Bambu (K) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: K0 = Kontrol, K1 = 15 ml/l, dan K2 = 20 ml/l. Hasil dari penelitian ini waktu aplikasi PGPR akar bambu berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Adapun konsentrasi 15 ml/l PGPR akar bambu berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun 30 HST yaitu sebanyak  33,2 helai daun.
Analisis Kemiripan Morfologi Bagian Vegetatif Tanaman Jeruk Purut Manis Lokal Aceh Dan Jeruk Purut (Citrus hystrix) Khalidi, M. Al; Handayani, Rd. Selvy; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21194

Abstract

Tanaman Jeruk Purut Manis (Citrus hystrix) merupakan salah satu spesies jeruk yang khas dari Aceh. Budidaya tanaman jeruk purut manis menghadapi banyak kendala dan permasalahan dari segi perbanyakan tanaman hingga perkembangannya. Oleh karena itu dikhawatirkan tanaman jeruk purut manis Aceh terancam punah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakter dan tingkat kemiripan tanaman jeruk purut manis lokal Aceh dan jeruk purut berdasarkan marka morfologi bagian vegetatif tanaman. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi tanaman jeruk purut manis, dan tahap kedua adalah karakterisasi morfologi bagian vegetatif tanaman. Data morfologi bagian vegetatif tanaman dianalisis dengan program NTSYS (Numerical taxonomy and multivariate analisis system, Versi 2.10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman buah jeruk purut manis lokal Aceh terdapat di kecamatan Gunci dan Banda Baro. Tanaman jeruk purut manis memiliki perbedaan morfologi dengan jeruk purut pada bagian batang, cabang dan daun. Koefisien kemiripan jeruk purut manis dan jeruk purut asal Aceh Utara berdasarkan morfologi bagian vegetatif tanaman  adalah rendah sampai tinggi yaitu 46-89%.
Evaluasi Pertumbuhan Dan Daya Hasil Galur Harapan Padi Sawah (Oryza sativa L.) IPB Sebagai Kandidat Varietas Unggul Di Kabupaten Bireuen Rahmayanti, Rahmayanti; Nilahayati, Nilahayati; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nasruddin, Nasruddin
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21195

Abstract

Padi merupakan komoditas yang memegang peranan penting sebagai bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas padi. Dalam konteks peningkatan kebutuhan pangan nasional, pengembangan varietas unggul baru merupakan solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan potensi hasil 12 galur harapan padi sawah IPB pada penanaman di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal dengan 12 galur harapan dan 2 varietas pembanding, masing-masing dengan 3 ulangan. Karakter yang diamati meliputi umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, bobot 1000 butir, bobot gabah per petak, potensi hasil, dan kadar air gabah. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji F dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur GH IPB54 memiliki potensi hasil tertinggi, yaitu 11,2 ton/ha, melebihi varietas pembanding. Sebagian besar galur juga menunjukkan keunggulan pada karakter agronomi seperti panjang malai dan jumlah anakan produktif. Temuan ini menunjukkan bahwa galur-galur harapan padi sawah IPB memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi varietas unggul baru.
Respons Pertumbuhan Bibit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Penggunaan Komposisi Media Tanam Dan Interval Penyiraman Sintasari, Dewi; Ritawati, Sri; Iman Muztahidin, Nur; Roidelindho, Kiki
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21196

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan tergolong sebagai rempah penting yang dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan bibit bawang merah terhadap penggunaan media tanam dan pemberian air. Penelitian ini dilaksanakan di Screenhouse, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dari bulan September 2024 hingga Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M), yang terdiri atas 4 tingkat: tanah (M0), tanah + pupuk kohe ayam (M1), tanah + arang sekam (M2), dan tanah + pupuk kohe ayam + arang sekam (M3). Faktor kedua adalah interval penyiraman (P), yang terdiri atas 3 tingkat: 1 hari 2 kali (P1), 2 hari 2 kali (P2), dan 3 hari 2 kali (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tanam tanah + pupuk kohe ayam + arang sekam (M3) memberikan hasil tertinggi terhadap parameter jumlah daun 35 HST (3,22 helai), dan panjang daun 35 HST (18,33 cm). Interval penyiraman 1 hari 2 kali (P1) memberikan hasil tertinggi terhadap parameter tinggi tanaman 7 HST (3,83 cm), jumlah daun 21 HST (2 helai), panjang daun 7 HST (3,83 cm), dan panjang akar (4,30 cm).
Aplikasi Jenis Dan Dosis Kompos Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Nuranjani, Febby; Iswahyudi, Iswahyudi; Ridha, Risky
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21192

Abstract

Tomat masih memerlukan perbaikan teknik budidaya terutama dalam hal peningkatan pertumbuhan dan produksi. Produktivitas tanaman tomat di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan teknik pengolahan, pemupukan, dan mutu benih yang rendah. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis kompos limbah ampas tahu, kompos limbah ampas tempe, kompos limbah sampah kota, dan dosis kompos 25 ton/ha, 30 ton/ha, 35 ton/ha. Terdapat 9 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 satuan percobaan (plot). Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (uji F) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan dosis kompos organik berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah buah per tanaman. Berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun umur 50 HST, berat buah per tanaman, dan jumlah buah per tanaman. Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada pemberian kombinasi kompos limbah ampas tahu dan limbah ampas tempe dengan dosis 30 ton/ha.
Pengaruh Perlakuan Priming Terhadap Perkecambahan Benih Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Pada Kondisi Laboratorium A, Juanda; Fitria, Fitria; A.M, Farahzety
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21294

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati masyarakat lokal maupun internasional dengan cita rasa pedas yang menjadi salah satu ciri khas bumbu pada berbagai kuliner. Cabai merah membutuhkan benih  dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman cabai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh priming terhadap pertumbuhan benih cabai merah dalam kondisi di laboratorium. Untuk memperoleh benih yang baik perlakuan priming diperlukan utuk meningkatkan daya kecambah, mempercepat waktu kemunculan bibit dengan beberapa metode priming yang digunakan yaitu lain hidropriming, halopriming dan priming hormonal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dilanjutkan dengan uji Duncans multiple range test yang terdiri 4 faktor perlakuan yaitu kontrol (benih tanpa priming), hidropriming (air suling), halopriming (1% kalium nitrat) dan priming hormonal (asam giberelin 1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa priming (kontrol) dengan perendaman 12 jam dan hidropriming selama 12 jam memberikan nilai daya tumbuh tertinggi 29,7%. Para meter  tinggi tanaman kontrol pada perendaman 2 jam dan hidropriming 6 jam memiliki nilai tertinggi yang sama yaitu 7,34 cm. Hidropriming juga memberikan nilai tertinggi pada panjang akar (2 jam) yaitu 8,2 cm. Pada perlakuan KNO3 menunjukkan nilai tertinggi  panjang buah cabai pada perendaman selama 12 jam  3,16 cm dan jumlah akar selama 2 jam yaitu 9,4 unit. Sedangkan perlakuan asam giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut Eva Yuliana, Cut; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21337

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang merah di Indonesia, diperlukan teknik budidaya yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan di tanah gambut adalah dengan meneliti pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah. Rendahnya produktivitas bawang merah dan hasil panen yang fluktuatif dapat diatasi dengan memperbaiki teknologi dan aspek agronomi yang sesuai untuk pertumbuhan bawang merah. Produksi bawang merah dapat dicapai dengan menggunakan pupuk kandang dan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah di lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu varietas (V): Bima Brebes, SS Sakato, Bauji, dan dosis pupuk kandang (K) 0, 10, 20, 30, dan 40 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas dan dosis pupuk kandang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan produksi bawang merah. Perlakuan terbaik diperoleh pada varietas Bauji. Perlakuan terbaik adalah pemberian pupuk kandang 40 ton/ha dan berinteraksi dengan varietas Bauji, masing-masing pada bobot basah umbi per petak 738,7 g, bobot kering umbi per petak 606,2 g, dan produktivitas 5,05 ton/ha.
Aplikasi Konsentrasi Poc Kulit Singkong Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L. Merill) D.O, Harun; B.R, Juanda; I, Saputra
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21269

Abstract

Kedelai (Glycinemax L. Merill) merupakan komuditas yang penting karena tingkat konsumsi kedelai dimasyarakat indonesia cukup tinggi. Hal ini dikarenakan kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati untuk divertisifikasi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC kulit singkong yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai  menggunakan Rancangan acak kelompok  faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi POC kulit singkong ; 0% (Kontrol),10%  POC kulit singkong (100 ml POC+900 ml air), 20% POC kulit singkong (200 ml POC+800 ml air),  30% POC kulit singkong (300 ml POC+700 ml air). Faktor kedua adalah varietas kedelai; wilis, anjasmoro, detap 1. Berdasarkan perlakuan terdapat 12 perlakuan dengan 3 ulangan kombinasi diperoleh 36 satuan percobaan. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara konsentrasi POC kulit singkong dan varietas kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Perlakuan konsentrasi POC kulit singkong memiliki cara kerja berbeda dengan perlakuan verietas dalam bereaksi sehingga kinerja keduanya tidak terjadi bersamaan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11