cover
Contact Name
Surya Irayani
Contact Email
suryaira@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6281355713738
Journal Mail Official
mediagigi@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Monumen Emmy Saelan III, Makassar, South Sulawesi, 90242
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870051     EISSN : 26227061     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar [P-ISSN 2087-0051 | E-ISSN 2622-7061] adalah jurnal ilmiah yang berisikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu kesehatan gigi. Jurnal ini menjadi wadah publikasi bagi peneliti khususnya dosen dalam lingkungan jurusan keperawatan gigi dan peneliti dari luar pada umumnya. Artikel dapat berupa hasil penelitian, review buku, kritik artikel maupun berbagai karya ilmiah lainnya. Sangat kami harapkan bahwa jurnal kesehatan gigi ini dapat memberi ruang bagi para perawat gigi untuk mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
PERUBAHAN pH SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR AIR REBUSAN JAHE MERAH PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN LOMPO RIAJA KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU Erni Thioritz; Muhammad Saleh
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1604

Abstract

ABSTRAK Saliva adalah suatu cairan oral yang kompleks yang terdiri dari atas campuran sekresi dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa mulut. Saliva juga mempengaruhi pH mulut, jika aliran saliva berkurang ataupun hilang maka karies akan terjadi. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan metode mekanis maupun kimiawi. Metode kimia yang dipakai adalah menggunakan obat kumur yang ada di pasaran. Penggunaan obat kumur antiseptik kimiawi dalam jangka panjang bisa menyebabkan efek yang tidak diinginkan, misalnya hipersensitivitas, gangguan sekresi kelenjar ludah, dan lain-lain. Sehingga diperlukan cara untuk memelihara keseimbangan pH saliva dengan penggunaan larutan kumur yang lebih aman dan tanpa efek samping. Jahe merah merupakan tanaman rempah yang digunakan sebagai bahan minuman, bumbu masak serta obat-obatan tradisional. Jahe merah memiliki kandungan oleoresin dan minyak atsiri yang dapat mempengaruhi pH saliva. Sehingga jahe merah dapat digunakan sebagai obat kumur alami.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pH saliva sebelum dan sesudah berkumur rebusan air jahe merah pada masyarakat Kel. Lompo Riaja, Kec. Tanete Riaja, Kab. Barru. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kel. Lompo Riaja, Kec. Tanete Riaja Kab. Barru, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian dengan pre post and post test group design. Analisa data untuk penelitian ini adalah dengan uji statistik Paired T-Test.Hasil analisa data memperoleh nilai  p < 0,05 yaitu 0,000. Yang menunjukkan bahwa terdapat perubahan pH saliva sebelum dan sesudah berkumur air rebusan jahe merah. Kata kunci : Air rebusan jahe merah, pH saliva.
PENGARUH KEBIASAAN MENGKOMSUMSI KOPI YANG DAPAT MENIMBULKAN STAIN DI PUSKESMAS LAROMPONG KEC. LAROMPONG KAB. LUWU munadirah munadirah; Nurwiyana Abdullah
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1553

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling di gemari banyak orang. Salah satu dari efek meminum kopi yaitu gangguan pada gigi. Dengan minum kopi dapat menyebabkan gigi seseorang berlubang, dan menimbulkan karang gigi menjadi kuning.Bahan yang tercantum dalam kopi yaitu kafein. Kafein ini menyebabkan noda gigi. Kafein juga memiliki lapisan plak yang ada pada permukaan gigi akan ternoda sambil meminum kopi. Selain itu kafein sendiri bisa berdampak buruk pada sistem kardiovaskuler tubuh seoerti adanya peningkatan denyut jantung dan memicu meningkat tekanan darah.Kata kunci : Minuman Kopi, Stain
GAMBARAN SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP KARIES GIGI PADA SISWA SD INPRES PATTIRO KEC. MANUJU KAB. GOWA Pariati Pariati; Wahyudin Wahyudin
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1526

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya karena akan mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan. Sebagian besar masyarakat tidak menyadari awal mula timbulnya penyakit gigi dan mulut bersumber dari kesehatan rongga mulut secara menyeluruh. Hal ini dipengaruhi oleh faktor perilaku masyarakat yang kurang peduli akan kebersihan gigi dan mulut yang dijadikan suatu kebiasaan dan budaya. Karies gigi adalah penyakit infeksi dan merupakan suatu proses demineralisasi yang progresif pada jaringan keras permukaan mahkota dan akar gigi yang dapat dicegah. Prevalensi karies masih cukup tinggi di seluruh dunia, sehingga karies merupakan suatu penyakit infeksi gigi yang menjadi prioritas masalah kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan data awal yang telah dilakukan pada SD Inpres Pattiro Kec. Manuju Kab. Gowa,sebanyak 39 siswa yang diperiksa dan semua siswa mengalami karies. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Sikap dan Perilaku Terhadap Karies Gigi Pada Siswa SD Inpres Pattiro Kec. Manuju Kab. Gowa dengan melakukan metode penelitian deskriktif dengan pendekatan observasional dengan menggunaka kuesioner dan lembar observasi. Hasil menunjukkan bahwa semakin baik sikap dan perilaku siswa maka cenderung semakin rendah pula tingkat keparahan kariesnya.     Kata Kunci : Sikap, Perilaku, Karies Gigi
PENGARUH KONSUMSI AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA) TERHADAP PH SALIVA PADA MASYARAKAT DESA WATU KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG R Ardian Priyambodo; Rizka Rahmadani
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1575

Abstract

Saliva merupakan salah satu faktor yang berperan terhadap perkembangan karies. Saliva mempengaruhi proses terjadinya karies karena saliva selalu membasahi gigi geligi sehingga mempengaruhi lingkungan dalam rongga mulut.  Derajat Keasaman (pH) saliva merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam karies gigi, kelainan periodontal, dan penyakit lain di rongga mulut. Kadar derajat keasaman (pH) saliva yang normal di dalam mulut berada di angka 7 dan bila nilai pH saliva jatuh ≤ 5,5 berarti keadaannya sudah sangat kritis. Buah kelapa muda merupakan salah satu produk tanaman tropis yang unik karena disamping komponen daging buahnya dapat langsung dikonsumsi, juga komponen air buahnya dapat langsung diminum tanpa melalui pengolahan. Air kelapa muda, sudah sejak lama dikenal sebagai minuman yang menyehatkan dan sebagai minuman yang banyak khasiatnya. Letaknya yang terlindung oleh tempurung keras dan sabut kelapa yang tebal, membuat air kelapa menjadi minuman steril, bebas dari segala bentuk kontaminasi, serta mengandung gula reduksi, kalium, natrium, kalsium, vitamin C dengan pH 5,5. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh konsumsi air kelapa muda terhadap perubahan pH saliva. Jenis penelitian ini ialah true experimental design dengan pretest and post test group design. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengukuran pH saliva dilakukan sebanyak dua kali pada tiap sampel, yaitu saliva normal dan saliva setelah meminum air kelapa. Pengumpulan saliva dengan metode spitting dan pengukuran pH saliva menggunakan pH meter digital. Hasil penelitian mendapatkan air kelapa dapat  menurunkan derajat pH saliva karena pH kelapa yang bersifat asam.
HUBUNGAN TINGKAT KARIES GIGI ANAK PRA SEKOLAH TERHADAP STUNTING DI TAMAN KANAK-KANAK ORIZA SATIVA KECAMATAN LAU KABUPATEN MAROS asriawal asriawal; Jumriani Jumriani
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1576

Abstract

Karies gigi adalah suatu proses patologis berupa proses kerusakan yang terbatas pada jaringan keras gigi yang dimulai dari email terus ke dentin. Kerusakan gigi  berlubang  yang tidak diobati dapat menyebabkan kesulitan makan,tidur, mengalami sakit dan membutuhkan perawatan yang kontinyu. Anak yang mengalami karies gigi akan mengalami ngilu pada lubangnya. Sehingga akan menurunkan konsumsi makannya. Tingkatan karies gigi diukur dengan Index karies gigi menurut WHO. Stunting merupakan kegagalan untuk mencapai pertumbuhan optimal yang disebabkan oleh keadaan gizi kurang yang berlangsung dalam waktu lama. Status stunting dapat dihitung dengan menggunakan antropometri 2005 dengan menghitung nilai Z-score TB/U masing-masing anak. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan tingkat karies gigi anak pra sekolah terhadap status gizi pendek (Stunting) di Taman Kanak-Kanak Oriza Sativa Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan crossectional studi.  Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah total sampling yang berjumlah 46 siswa-siswi Taman Kanak-Kanak Oriza Sativa  Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah untuk mengukur karies dengan menggunakan Indeks  def-t dan untuk mengukur status gizi pendek ( Stunting )   berdasarkan Indeks PB/U atau TB/U (Standard Baku WHO Antro 2005). Untuk mengetahui hubungan tingkat karies gigi anak pra sekolah terhadap stunting dilakukan uji Chis square dengan menggunakan SPSS. Data disajikan dalam bentuk grafik, tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan dari keseluruhan siswa anak pra sekolah di taman kanak-kanak Oriza Sativa Kabupaten Maros terdapat 30 anak ( 65 %) mengalami Stunting kategori pendek dan sangat pendek. Tingkat karies gigi secara keseluruhan siswa adalah kategori tinggi. Untuk  usia 3-4 tahun kategori tinggi dengan def-t rata-rata 5,4. Usia 4-5 tahun kategori sangat tinggi dengan def-t rata-rata 6,6. Hasil iji statistic menunjukkan bahwa  ada hubungan tingkat karies gigi anak pra sekolah di taman kanak-kanak Oriza Sativa Kabupaten Maros terhadap Stunting. Disarankan agar Perlu dilakukan upaya promotif dan preventif dalam menanggulangi penyakit gigi dan mulut salah satunya melalui program upaya kesehatan gigi sekolah ( UKGS ) di Taman Kanak-Kanak. Kata Kunci : Tingkat Karies Gigi dan Stunting
EFEKTIVITAS BERKUMUR DENGAN AIR REBUSAN AIR GAMBIR TERHADAP PERUBAHAN INDEKS PLAK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES MAKASSAR Lucia Yauri; Ellis Mirawati
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1573

Abstract

Studi ini meneliti tentang efektivitas berkumur dengan air rebusan gambir terhadap perubahan indeks plak pada mahasiswa keperawatan gigi poltekkes makassar. Sejak lama masyarakat telah mengenal dan memanfaatkan tanaman obat-obatan alamiah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.Obat-obat alamiah disamping harganya lebih murah juga lebih mudah diperoleh disekitar kita dan efek samping yang diakibatkan oleh penggunaan bahan alami lebih ringan dari bahan-bahan obat yang dibuat secara sintesis. Gambir adalah sari getah yang diekstraksi dari daun dan ranting tanaman gambir yang mengandung katekin sehingga dapat dijadikan obat kumur untuk menghilangkan plak. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 60 orang. Penelitian ini dilakukan di Kampus Poltekkes Makassar.Metode Penelitian ini adalah Quasi experimental secara cross-sectional dengan rancangan pre-posttest with control group design. Pelaksanaan dilakukan dengan pemeriksaan indeks plak awal dan Sampel yang terdiri dari 60 mahasiswa, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengolaan data pada penelitian ini menggunakan program komputer SPSS, dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji paired T-test, uji independent T-test, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Hasil penelitian menunjukkan berkumur menggunakan air rebusan gambir efektif terhadap perubahan indeks plak. Kata Kunci : Berkumur, Gambir, Plak
STUDI LITERATUR : PENCEGAHAN PENYEBARAN SARS-CoV-2 PADA PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI Ira Liasari; Hans Lesmana
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1598

Abstract

Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada praktik kedokteran gigi. Dokter gigi dan tim harus waspada karena tingginya resiko penularan dan penyebaran SARS-Cov-2. Hal ini disebabkan karena adanya kemungkinan terhirup aerosol atau droplet yang mengandung virus.atau kontak langsung dengan membran mukosa, cairan mulut, dan instrumen dan permukaan yang terkontaminasi virus selama tindakan kedokteran gigi di klinik. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 di praktik kedokteran gigi. Studi literatur ini diperoleh dari penelusuran artikel penelitian penelitian ilmiah dari rentang tahun 2019-2020 melalui website WHO, PubMeds, ScienceDirect, The Lancet, Springer Nature, dan Elsevier. Dari berbagai literatur didapatkan bahwa pencegahan dapat dilakukan melalui manajemen pasien dan pencegahan infeksi nasokomial sebelum perawatan gigi, penggunaan alat pelindung diri bagi dokter gigi dan tim, tindakan pencegahan selama perawatan gigi, disinfeksi klinik, dan manajemen limbah medis.Kata Kunci : COVID-19, SARS-CoV-2, dokter gigi, perawat gigi
PREVALENSI PENCABUTAN GIGI PERMANEN DI POLIKLINIK GIGI PUSKESMAS KALUKU BODOA DI KOTA MAKASSAR Nurhaeni eni; Asridiana Asridiana
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1596

Abstract

Puskesmas adalah suatu organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata dan dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dengan biaya yang dapat ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat. Pencabutan gigi atau yang dalam ilmu kedokteran gigi biasa disebut ekstraksi gigi adalah suatu prosedur dental mengeluarkan gigi dari soketnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Prevalensi Pencabutan Gigi permanen di Poliklinik Gigi Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian berupa penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang melakukan pencabutan gigi di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara total sampling yaitu mengambil sampel yang sesuai dengan anggota populasi yaitu berjumlah 75 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tindakan pencabutan gigi permanen terhadap perempuan sebanyak 45 (60%) dan laki-laki sebanyak 30 (40%). Prevalensi Pencabutan Gigi Permanen berdasarkan kelompok usia pasien adalah usia 35-44 tahun memiliki frekuensi pencabutan gigi yang paling banyak yaitu 22 kasus (29,3%).Kata kunci: Prevalensi, Pencabutan, Gigi Permanen
PENGARUH KONSUMSI MINUMAN MADU HUTAN (Apis dorsata) TERHADAP TINGKAT KEASAMAN pH SALIVA PADA PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR Badai Septa W; Surya Irayani; Rini Irmayanti Sitanaya
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1581

Abstract

Sebelum ditemukannya gula, madu telah digunakan sebagai minuman manis dan sebagai bahan pemberi rasa manis. Madu mengandung glukosa, fruktosa, serta sukrosa. Walaupun madu mengandung sukrosa rendah, madu tetap saja merupakan larutan karbohidrat yang mengandung gula dan dapat menyebabkan pH saliva menurun. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah madu hutan. Penelitian dilaksanakan di RSUD Labuang Baji Makassar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 – Januari 2020. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, pH meter dan pembagian Informed Consent. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen. Penelitian menggunakan rancangan Pretest Posttest Control Group dengan menggunakan teknik Total Sampling. Data diolah dengan menggunakan SPSS dengan analisis Uji T-Test. Rata-rata tingkat keasaman pH saliva sebelum mengkonsumsi minuman madu hutan adalah 6.99 dan setelah mengkonsumsi minuman madu hutan adalah 6.67 atau mengalami penurunan sebesar 0.32 menjadi lebih asam. Pada uji T dihasilkan nilai 2.063. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pH saliva sebelum dan setelah pemberian minuman madu hutan.Kata Kunci: Madu Hutan, pH Saliva 
HUBUNGAN LAMANYA PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN TINGKAT KEPARAHAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK PANCAMARGA KECAMATAN TANETE RIATTANG BARAT KABUPATEN BONE Johnny Angki; Sainuddin AR
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v19i1.1578

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, terutama pada anak usia prasekolah yang sedang dalam masa penting dalam perkembangan fisik dan psikologisnya. Masalah gigi berlubang dialami oleh 85% anak dibawah umur 5 tahun di Indonesia salah satu penyebabnya adalah kebiasaan minum susu formula sebagai pengganti ASL Selain susu formula, terjadinya karies juga dapat ditimbulkan akibat kebiasaan mengkonsumsi makanan/minuman yang manis, misalnya coklat, permen, clan jus. Dengan rentang waktu mengkonsumsi makanan tersebut yang relatif lama sehingga menimbulkan bercak putih atau kecoklatan yang kemudian berkembang menjadi lubang gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lamanya pemberian susu formula dengan tingkat keparahan karies gigi pada anak usia 4-6 tahun di TK Pancamarga Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik analisis data kuantitatif dilakukan dengan pengolahan data dari kuesioner dengan menggunakan perhitungan manual clan disajikan dalam bentuk tabel sederhana. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan tehnik Quota sampling yang terdiri dari 50 orang anak TK Pancamarga. Tingkat keparahan karies diukur dengan pemeriksaan Caries Severity Index (CSI). Analisis data menggunakan Uji Statistik Hubungan Perorangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24 sampel (48,0%) yang mengkonsumsi susu formula clan terjadi karies, sedangkan 11 sampel (22,0%) yang tidak mengkonsumsi susu formula clan tetap terjadi karies. Adapun responden yang memberikan susu formula dan terjadi karies berjumlah 8 sampel (16,0%), sedangkan responden yang tidak terjadi karies sebanyak 2 sampel (14,0%). Hasil skor rata-rata tingkat keparahan karies pada anak yang minum susu formula adalah 0,16 dan yang lama minum susu formula adalah 0,33. Terdapat hubungan antara lamanya pemberian susu formula dengan tingkat keparahan karies pada anak usia 4-6 tahun di TK Pancamarga Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone karena (p<0,05). Kata Kunci : gigi, karies, susu formula 

Page 1 of 1 | Total Record : 10