cover
Contact Name
Surya Irayani
Contact Email
suryaira@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6281355713738
Journal Mail Official
mediagigi@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Monumen Emmy Saelan III, Makassar, South Sulawesi, 90242
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870051     EISSN : 26227061     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar [P-ISSN 2087-0051 | E-ISSN 2622-7061] adalah jurnal ilmiah yang berisikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu kesehatan gigi. Jurnal ini menjadi wadah publikasi bagi peneliti khususnya dosen dalam lingkungan jurusan keperawatan gigi dan peneliti dari luar pada umumnya. Artikel dapat berupa hasil penelitian, review buku, kritik artikel maupun berbagai karya ilmiah lainnya. Sangat kami harapkan bahwa jurnal kesehatan gigi ini dapat memberi ruang bagi para perawat gigi untuk mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal.
Articles 119 Documents
STRATEGI PENDAMPINGAN ANAK USIA DINI DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI: SEBUAH KAJIAN FILSAFAT Ni Nyoman Kasihani; Suyitno Muslim Muslim
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2435

Abstract

Pendahuluan: Gigi susu memiliki fungsi penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak usia dini belum mampu melakukan pemeliharaan kesehatan gigi secara mandiri dan membutuhkan pendampingan dari orang tua. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa nilai dmf-t anak usia 5 tahun rata-rata 8,1. Tingginya angka kerusakan gigi ini  menunjukkan bahwa pendampingan oleh orang tua untuk membentuk kebiasaan baik dalam pemeliharaan kesehatan gigi belum dijalankan secara optimal. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa hakikat orang tua dalam  pendampingan  pemeliharaan kesehatan gigi  bagi anak usia dini dan strategi apakah yang dapat diterapkan dalam melakukan pendampingan agar dapat terbentuk kebiasaan baik dalam pemeliharaan kesehatan gigi. Metode: Studi literatur. Hasil: Orang tua memiliki hakikat sebagai penanggung jawab dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Pendampingan wajib dilakukan sebagai bagian dari proses pembentukan kebiasaan baik dalam pemeliharan kesehatan gigi. Strategi pendampingan melalui bermain sambil belajar.   Membuat kegiatan pemeliharaan kebersihan gigi menjadi aktivitas yang menarik untuk merangsang anak memberikan respons sebagai proses pembelajaran. Mengoptimalkan pembelajaran melalui aktivitasi mirror neurons (melakukan tindakan serupa setelah melakukan pengamatan), dengan menjadikan orang tua sebagai role model. Kesimpulan: Hakikat orang tua dalam melakukan pendampingan dalam pemeliharaan kesehatan gigi adalah wajib, karena orang tua yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Strategi melakukan pendampingan adalah melalui bermain sambil belajar dengan membuat proses pembiasaan pemeliharaan kesehatan gigi menjadi satu aktivitas yang menarik perhatian anak dan menjadikan orang tua sebagai role model dalam pemeliharaan kesehatan gigi.Keywords: Pendampingan, anak usia dini, kesehatan gigi, filsafat
TINGKAT ANXIETAS PASIEN TERHADAP KUNJUNGAN KE PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MASA PANDEMI COVID-19 Asriawal Asriawal; Ernie Thioritz; Asridiana Asridiana
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2190

Abstract

Corona virus desease (covid-19) merupakan kasus pneumonia yang menyebabkan inefeksi saluran pernapasan. Covid-19 merupakan pandemi dan menyebar di penjuru dunia, covid-19 ini berpengaruh sangat besar terhadap berbagai profesi kesehatan, termasuk diantaranya profesi dokter gigi, dan perawat gigi atau terapis gigi dan mulut. Profesi dokter gigi dan perawat gigi atau terapis gigi dan mulut merupakan profesi yang rentan terjadi infeksi silang beberapa penyakit menular karena sering terpapar dengan saliva dan darah. Situasi ini menyebabkan pasien merasa cemas untuk melakukan kunjungan ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan (anxietas) pasien ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitiannya adalah survey analitik, Penelitian deskritif kuantitatif dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data kunjungan pasien yang terdapat di buku riwayat kunjungan pasien dan kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner modifikasi dari Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Trait Anxiety Inventory (T-AI). Hasil analisis statistik dengan menggunakan chi-square didapatkan hasil p-value (<0,05) yaitu 0,003, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan kunjungan pasien pelayanan kesehatan gigi dan mulut dimasa pandemi Covid-19 di Puskesmas Banggai. Kesimpulannya tingat kecemasan pasien terhadap kunjungan ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut meningkat pada masa pandemi Covid-19. Kata kunci: Anxiety level; visits; dental and oral health services
SIMULASI PERMAINAN ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK USIA SEKOLAH DASAR Rini Irmayanti Sitanaya; Hans Lesmana; Surya Irayani; Badai Septa
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2563

Abstract

Pendidikan kesehatan gigi dan mulut adalah upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Pendidikan kesehatan gigi harus menarik, penjelasan yang menarik tanpa mengurangi konten pendidikan. Pemberian pengetahuan dapat dilakukan dengan permainan simulasi ular tangga yang telah dimodifikasi sehingga mengandung konten kesehatan gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan simulasi ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulu anak usia sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan rancangan pre test dan post test. Sampel diambil dengan menggunakan metode quota sampling yang terdiri dari 20 responden di SD Negeri Gunung Sari I Kota Makassar. Variabel independen adalah permainan simulasi ular tangga. Variabel dependen adalah pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Data dikumpul dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji paired samples t-test dengan p < 0,05. Berdasarkan analisis menggunakan uji paired samples t-test menunjukkan dari nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan simulasi ular tangga mempengaruhi pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar. Kata kunci: pendidikan kesehatan gigi dan mulut, permainan ular tangga
HUBUNGAN FREKUENSI MINUM SOFT DRINK (BERSODA) TERHADAP PH SALIVA DAN ANGKA DMF-T PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES MAKASSAR Johnny Angki; Syamsuddin Abubakar; Asriawal Asriawal
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : poltekkes kemenkes makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2568

Abstract

Minuman bersoda adalah minuman yang dikarbonasikan. Minuman bersoda memiliki rumus H 2CO3. Masalah penyakit infeksi gigi dan mulut yang masih sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah karies gigi. Karies gigi dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dalam semua kelompok umur tanpa memandang jenis kelamin dan status sosial. Sedangkan penderita pengalaman karies adalah orang dengan riwayat karies dimana Decay, Missing, Filling-Teeth (Decay merupakan Jumlah gigi karies yang tidak ditambal/yang masih dapat ditambal, Missing merupakan Jumlah gigi yang indikasi untuk dicabut/gigi yang telah hilang karena karies, Filling merupakan Jumlah gigi yang telah ditambal dan masih baik). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada Hubungan Frekuensi Minum Soft Drink (Bersoda) Terhadap pH Saliva Dan Angka DMF-T Pada Mahasiswa DIV Alih Jenjang Jurusan Keperawatan Gigi  Poltekkes Makassar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui ada hubungan frekuensi minum soft drink (bersoda) terhadap pH saliva dan angka DMF-T pada Mahasiswa DIV Alih Jenjang Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan uji kolerasi  persen. Populasi penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Alih Jenjang D-IV Jurusan Keperawatan Gigi angkatan pertama dengan jumlah 40 orang di Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar. Sampel penelitian yang diambil adalah secara total sampling. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Dari hasil uji kolerasi diperoleh nilai korelasi yang terbentuk adalah 0.855 dengan nilai Sign 0.000 <0.05 menunjukkan ada hubungan antara frekuensi minum soft drink dengan pH saliva dimana ketika frekuensi minum soft drink meningkat maka nilai pH saliva akan menurun. Dari hasil uji kolerasi diperoleh nilai kolerasi 0.222 dengan nilai Sign 0.169 >0.05  menunjukkan korelasi yang tidak signfikaan (tidak ada hubungan)  antara frekuensi minum soft drink dengan angka DMF-T diamana ketika frekuensi minum soft drink meingkat hal itu tidak berhubungan dengan anka DMF-T. Kata Kunci : Soft drink, pH Saliva, DMF-T
EFEKTIFITAS EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans Ellis Mirawati Hamid; Lucia Yauri
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2541

Abstract

Bawang dayak merupakan salah satu tanaman herbal yang ada di Indonesia, pada awalnya tanaman tersebut berasal dari Amerika. Sejak dahulu, bawang dayak telah dipergunakan oleh masyarakat Kalimantan sebagai bahan obat alami dalam menyembuhkan atau mengurangi berbagai keluhan penyakit yang ada, beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bawang dayak memiliki fungsi sebagai antibakteri, kandungan senyawa yang dimiliki terbukti dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri antara lain Streptococcus Mutans . Tujuan dari studi literature ini yaitu untuk mengetahui efektifitas ekstrak bawang dayak terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans. Penulisan literature ini melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, PubMed, GARUDA. Tahun penerbitan artikel yang dipakai adalah tahun 2016 sd tahun 2020. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak mampu memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans. Senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin pada ekstrak bawang dayak terbukti dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans  terganggu dan menyebabkan bakteri Streptococcus Mutans menjadi lisis,sehingga pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans menjadi terhenti.  Kata Kunci : Ekstrak Bawang Dayak, Daya Hambat, Streptococcus Mutans
PENINGKATAN pH SALIVA DENGAN MENGUNYAH KEJU CHEDDAR R. Ardian Priyambodo; Ira Liasari
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2547

Abstract

Derajat keasaman pH saliva merupakan bagian yang penting dalam meningkatkan integritas gigi karena dapat meningkatkan terjadinya remineralisasi gigi, dimana penurunan pH saliva dapat menyebabkan demineralisasi gigi. Salah satu makanan yang dapat mempengaruhi pH saliva adalah keju.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh makan keju cheddar terhadap peningkatan pH saliva. Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment, dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan rancangan penelitian pretest-posttest. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 67 orang. Analisis menggunakan uji paired T-test menujukkan hasil yang signifikan (p=0,012) , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pH saliva setelah mengunyah keju cheddar. Kata kunci: pH saliva, keju cheddar, demineralisasi
FAKTOR-FAKTOR KECEMASAN TENAGA KESEHATAN DI POLI GIGI PUSKESMAS BARA-BARAYA KOTA MAKASAR SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 R. Ardian Priyambodo; Nurhaeni Nurhaeni; Iin Mardiana
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2574

Abstract

Sejak penghujung tahun 2019, terdapat kasus baru dengan penemuan penyakit menular dengan sangat cepat yang akhirnya pandemi Virus Covid-19. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang menjadi tempat atau media potensi penularan Virus Covid-19 melalui aerosol dari hasil tindakan preparasi dan tetesan dari mulut pasien, dimana cairan ini dapat di tengah proses pelayanan kesehatan gigi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan subyektif. Responden penelitian adalah tenaga kesehatan di Poli Gigi Puskesmas Bara-Baraya kota Makassar. Waktu pelaksanaannya pada bulan November – Desember 2021. Analisis data dilakukan dengan model interaktif, kemudian data disajikan dalam bentuk teks naratif sehingga dapat ditarik kesimpulan.Instrumen penelitian terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Adanya kesadaran yang begitu mudah dengan berbicara dan menindaki pasien tanpa perlindungan dan protokol kesehatan. Virus bisa diitularkan dari tenaga kesehatan ke pasien ataupun sebaliknya dari pasien ke tenaga kesehatan. Kecemasan tenaga kesehatan di poli gigi puskesmas Bara-Baraya kota Makassar adalah rasa takut khawatir jika terkontaminasi virus covid-19.Faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan pada kesehatan di poli gigi puskesmas Bara-Baraya pada masa pandemi covid-19, ruangan yang tidak mencukupi tenaga untuk melakukan tindakan, tidak ada zona dan zona non infeksi, alat dan prasarana pelayanan, serta alatnya pelindung diri yang tersedia di pol igigi dan juga belum memenuhi standar.Kata kunci: Kecemasan, tenaga kesehatan, pandemi covid-19
METODE MENYIKAT GIGI DAN RESESI GINGIVA PADA KELOMPOK IBU POSYANDU GARUDA BEKASI UTARA Erwin Erwin; Emini Emini; Silvia Juni Tari
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v20i2.2402

Abstract

Penggunaan sikat gigi sangat penting dalam menunjang kesehatan gigi dan mulut, namun di sisi lain penggunaan sikat gigi dapat menyebabkan resesi gingival. Resesi gingiva ditandai dengan terjadinya penurunan margin gingiva sehingga menyebabkan tereksposnya bagian akar gigi, resesi gingiva akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit periodontal Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran metode menyikat gigi terhadap resesi gingiva pada  kelompok ibu Posyandu Garuda Bekasi Utara. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan 30 sampel ibu-ibu anggota Posyandu Garuda Bekasi Utara yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah memberikan angket kuisioner dan pemeriksaan. Hasil penelitian diketahui mayoritas metode menyikat gigi ibu adalah vertikal yaitu 15 orang (50%), dan mayoritas pada kelompok ibu ditemukan adanya kasus resesi gingiva yaitu 24 orang (80%).
Penggunaan Tusuk Gigi Terhadap Kesehatan Gingiva (Studi Literatur) Ernie Thioritz; Asridiana Asridiana; Ika Krisdawaty
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v21i1.2771

Abstract

ABSTRAK              Tusuk gigi merupakan alat bantu untuk membersihkan gigi dari sisa makanan yang terselip pada gigi. Masyarakat di Indonesia masih belum menyadari tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan juga kurang memahami penyebab terjadinya peradangan pada jaringan gingiva dan peradangan lainnya. Salah satu kebiasaan masyarakat yang menyebabkan keradangan gusi ialah penggunaan tusuk gigi. Tusuk gigi yang banyak ditemukan pada masyarakat umumnya berbahan dasar kayu, bambu dan juga plastik. Masyarakat menggunakan tusuk gigi karena minimnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut serta dampak yang akan ditimbulkan dari penggunaan tusuk gigi. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tusuk gigi terhadap kesehatan gingiva. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara status kesehatan gingiva dengan penggunaan tusuk gigi. Maka dapat  disimpulkan bahwa penggunaan tusuk gigi yang tidak tepat dapat mengganggu jaringan pendukung gigi dan mengakibatkan peradangan  pada saku gusi. Bentuk yang tidak sesuai dengan anatomis gusi dapat menyebabkan luka dan pendarahan bagi gusi serta tusuk gigi yang tidak steril dapat menyebabkan infeksi pada rongga mulut. Kata Kunci : Tusuk gigi, gingiva, kesehatan gigi  ABSTRACT           Tooth pick is a tool to clean teeth from food residue that is stuck in the teeth. People in Indonesia are still not aware of the importance of maintaining dental and oral health and also do not understand the causes of inflammation in the gingival tissue and other inflammations. One of the habits of society that causes inflammation of the gums is the use of toothpicks. Toothpicks that are commonly found in the community are generally made of wood, bamboo and also plastic. People use toothpicks because of the lack of knowledge about dental and oral health and the impact that will result from using toothpicks. The purpose of this study was to determine the effect of using toothpicks on gingival health. The type of research used is a literature study.. The results of studies that have been carried out by several researchers show that there is a significant relationship between gingival health status and the use of toothpicks. So it can be concluded that the use of a toothpick that is not appropriate can interfere with the supporting tissues of the teeth and cause inflammation in the gum pocket. Shapes that are not in accordance with the anatomy of the gums can cause injury and bleeding to the gums and unsterilized toothpicks can cause infection in the oral cavity. Keywords: Toothpick, gingival, dental health
Dampak Konsumsi Air Hujan Terhadap Status Keparahan Karies Gigi di Masyarakat Desa Sainuddin Sainuddin; Johnny Angki; Eka Miftahul Jannah
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v21i1.2848

Abstract

ABSTRAKAir merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan manusia, setiap hari manusia membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan hidup. Air minum dapat bersumber dari air hujan, air tanah, air sungai atau sumber lainnya. Air hujan memiliki kandungan fluor yang rendah, hal itulah yang mengakibatkan masalah kesehatan dan gigi termasuk karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air hujan terhadap status keparahan karies gigi di Dusun Padang Lampe Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di Dusun Padang Lampe Kabupaten Bone, yang berjumlah 631 orang dengan 30 sampel masyarakat yang mengkonsumsi air hujan sebagai sumber air bersih. Hasil pemeriksaan terhadap 30 responden menunjukkan rata-rata indeks DMF-T adalah 6,2 yaitu kategori tinggi. Tingginya indeks karies pada masyarakat di Dusun Padang Lampe yang masyarakatnya menggunakan air hujan disebabkan karena fluor air hujan sangat rendah. Adapun dasar pengambilan keputusan sesuai hasil uji regresi kedua variabel menunjukkan secara parsial adanya pengaruh air hujan terhadap status keparahan karies gigi pada masyarakat di Dusun Padang Lampe Kabupaten Bone.Kata Kunci : Air hujan; karies; fluor ABSTRACTWater is a very important component in human life, every day humans need water to meet the needs of life. Drinking water can be sourced from rainwater, ground water, river water or other sources. Rainwater has a low fluoride content, which causes health and dental problems including dental caries. The purpose of this study was to determine the effect of rainwater on the severity of dental caries in Padang Lampe Hamlet, Bone Regency. This type of research is observational with a cross sectional approach. The research sample was obtained using purposive sampling technique. The population in this study was the community in Padang Lampe Hamlet, Bone Regency, which amounted to 631 people with 30 samples of people who consumed rainwater as a source of clean water. The results of the examination of 30 respondents showed that the average DMF-T index was 6.2, namely the high category. The high caries index in the people in Padang Lampe Hamlet, whose people use rainwater, is due to the very low fluorine of rainwater. The basis for decision making according to the results of the regression test of the two variables partially shows the influence of rainwater on the status of dental caries severity in the community in Padang Lampe Hamlet, Bone Regency.Keywords: Rainwater; caries; fluor

Page 10 of 12 | Total Record : 119