cover
Contact Name
pandu
Contact Email
tourismjournal@unej.ac.id
Phone
+62331335586
Journal Mail Official
tourismjouarnal@unej.ac.id
Editorial Address
Journal of Tourism and Creativity is published by Diploma of Travel Bussiness, Faculty of Social and Political Science, Jember University Kalimantan St., No. 37, Jember, East Java, Indonesia Pos Code: 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Tourism and Creativity
Published by Universitas Jember
ISSN : 2549483X     EISSN : 27165159     DOI : https://doi.org/10.19184
Focus and Scope The Journal of Tourism and Creativity (JTC) is purely bring a new insight on tourism. Especially on tourism policy, creative tourism, sustainable tourism, tourism management and organization, travel and tourism, leisure and recreation. And other diciplines, such as sociology of tourism, anthropology of tourism, psychology of tourism, law tourism, technology and information of tourism, geography of tourism, tourism education. It also encompases of any applied tourism, such as marine tourism, eco tourism, tourism empowernment of local community, man made tourism, agrotourism, etc.
Articles 142 Documents
Dampak Wisata Pedesaan Terhadap Kehidupan Masyarakat Desa (Studi Kasus di Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten) Prajaduta sutikno, Maulana Thariq; Widiyanto, Widiyanto; Wibowo, Agung
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.41330

Abstract

Rural tourism has an impact on the lives of rural communities around the location or environment of tourist destinations. Rural tourism is developing into a separate trend with tourism in villages from the existing natural potential. Therefore this research was conducted to examine and find new things on the Impact of Rural Tourism on the Life of Village Communities (Case Study in Polanharjo District, Klaten Regency). This study aims to determine the development of rural tourism and the economic, social and environmental impacts on the life and livelihood sustainability of rural communities. The research method used is a qualitative method. The research location was determined purposively, namely in Polanharjo District. Determination of informants is done through purposive sampling and then snowball. Data collection techniques by means of interviews, observation and documentation. The data analysis method uses the interactive Miles and Huberman model. The validity of the data using source triangulation and technique triangulation. The results of the study show that: the existence of rural tourism is managed by various forms of management such as management from BUMDes, tourism awareness groups, youth organizations and individuals or individuals. The economic impact of the community getting jobs around tourist sites. The social impact is getting closer to the spirit of togetherness and mutual cooperation. The environmental impact is regular cleaning with pennant sanitation, clean river and environmental waste. Sustainability of the community's livelihood in maintaining their source of income through various ways such as becoming an employee at a tourist attraction, joining or opening culinary MSMEs around tourism. Wisata pedesaan memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat desa sekitar lokasi atau lingkungan destinasi wisata. Wisata pedesaan yang berkembang menjadi tren tersendiri dengan wisata yang berada di desa dari potensi alam yang ada. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengkaji serta menemukan hal baru pada Dampak Wisata Pedesaan Terhadap Kehidupan Masyarakat Desa (Studi Kasus di Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan wisata pedesaan dan dampak eomnomi, sosial maupun lingkungan pada kehidupan serta keberlajutan nafkah masyarakat desa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu di Kecamatan Polanharjo. Penentuan informan dilakukan melalui purposive sampling kemudian snowball. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: keberadaan wisata pedesaan dikelola oleh berbagai macam bentuk pengelolaan seperti pengelolaan dari BUMDes, Kelompok sadar wisata, karang taruna dan pribadi atau perseorangan. Dampak secara ekonomi masyarakat mendapat pekerjaan seputar lokasi wisata. Dampak sosial semakin erat jiwa kebersamaan dan gotong royong. Dampak lingkungan adanya kebersihan secara rutin degan sanitasi umbul, bersih sampah sungai dan lingkungan. Keberlanjutan nafkah masyarakat dalam mepertahankan sumber nafkah mereka melalui berbagai cara seperti menjadi karyawan di objek wisata, bergabung atau membuka UMKM kuliner di sekitar wisata.
Sebaran Objek Wisata Bahari di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon Berbasis Sistem Informasi Geografis Rakuasa, Heinrich; Mehdila, Marhelin C; Sihasale, Daniel A; Manakane, Susan E.
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.40353

Abstract

The utilization of geographic information systems (GIS) can make a significant contribution in analyzing the distribution of marine tourism objects in Nusaniwe District. This will help to make better decisions in developing supporting infrastructure, promotion, and improving the quality of services for tourists. This research utilizes Geographic Information System (GIS) technology to map the distribution of marine tourism objects in Nusaniwe District, Ambon City. The results showed that there are eight tourist attractions in Nusaniwe District including; Pintu Kota, Namalatu Beach, Santai Beach, Lima Jari Beach - Dutch Pool, Amahusu Beach, Batu Lubang Beach, Wainitu Beach and Tanjung Nusaniwe. The results of Mapping the distribution of marine tourism objects in Nusaniwe District are expected to help the community in the destination of traveling in Ambon City, especially marine tourism and also useful for the Ambon City government, especially the Tourism Office so that in the future it continues to pay attention and continues to develop marine tourism objects in Ambon City as one of the tourist attractions in Nusaniwe District.
Ekowisata Telaga Jonge Pacarejo Gunungkidul Romadhoni, Annisa Desy Nur; Prakoso, Aditha Agung
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.40980

Abstract

Telaga Jonge merupakan salah satu dari tiga daya tarik utama Desa Wisata Pacarejo selain Gua Jomblang dan Susur Goa Kalisuci, ketiga destinasi ini telah dapat memberikan manfaat pada masyarakat Pacarejo, akan tetapi hanya Kalisuci yang dapat memberikan Pendapatan Asli Desa (PADes). Di lain sisi dengan keberadaan Gua Jomblang dan Susur Goa Kalisuci sebagai daya tarik ekowisata, Telaga Jonge dapat menjadi daya tarik komplementer yang dapat semakin memperkuat posisi pengembangan ekowisata di Desa Wisata Pacarejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata di Telaga Jonge, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis pendekatan ekowisata. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pengembangan ekowisata Telaga Jonge dalam memperkuat penerapan ekowisata di Desa Wisata Pacarejo.Kata kunci: Ekowisata; Telaga Jonge; Strategi Pengembangan
Pengembangan Logo pada Produk sebagai branding UMKM di Desa Wisata Kertarahayu: Pengembangan Logo pada Produk sebagai branding UMKM di Desa Wisata Kertarahayu Suwandi, Andreas; Susanti, Susanti; Nisrina, Nisrina
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.38775

Abstract

Branding UMKM merupakan hal yang sangat penting dalam memulai sebuah bisnis. Dengan adanya branding UMKM dapat meningkatkan penjualan dan daya tarik pada konsumen. Branding UMKM dengan cara memberikan logo yang memiliki makna, membuatkan media sosial, membuat website pada UMKM dengan cara seperti ini dapat dikenal oleh masyarakat. Logo dalam UMKM juga sangat penting tujuannya yaitu agar penjual memiliki merek atau brand sendiri dan juga dengan adanya logo produk yang dijual dapat dikenal oleh kalangan masyarakat. Dalam membranding pada UMKM diperlukan pembuatan konten pada UMKM, pembuatan media sosial UMKM, Website UMKM dan pebuatan logo baru pada UMKM maka dari itu UMKM yang berada di Desa Kertarahayu Kabupaten Bekasi dapat memaksimalkan penjualan dan memperkenalkan produk tersebut. Keywords: Logo Produk, Branding, UMKM , Desa wisata kerta rahayu
Potensi Art Gallery Sebagai Wisata Edukasi dan Sarana Terapi Mental Disorder Wardani, Dena Putri; Sinurat, Pretty Zinta; Murtiningsih, Hana; Hidayat, Salsabila; Syahiffah, Syahda Siti; Rozak, Rama Wijaya Abdul; Sukriah, Erry
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.38687

Abstract

Indonesia memiliki banyak kasus mental disorder, tetapi dari sekian banyak kasus tersebut, hanya beberapa saja yang memilih untuk melakukan konsultasi ke psikolog. Dengan melihat banyaknya art gallery yang terdapat di Bandung, peneliti ingin melihat potensi art gallery dalam mengatasi mental disorder serta melihat potensinya sebagai wisata edukasi yang berperan dalam peningkatan khazanah pengetahuan pengunjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi. Ditemukan bahwa beberapa pengunjung art gallery memiliki gejala mental disorder dan menjadikan art gallery sebagai sarana untuk mengekspresikan diri mereka, serta menjadi sarana terapi dalam mengatasi gejala mental disorder tanpa harus mengunjungi psikolog. Art gallery terbukti dapat memberikan ketenangan kepada pengunjung dan menjadi sarana untuk menyalurkan emosi pengunjung saat mengunjungi art gallery. Kemampuan dalam mengekspresikan diri dapat membuat individu menjadi lebih tenang sehingga dapat mengurangi gejala depresi. Peran art gallery sebagai wisata edukasi terbukti memberikan pengetahuan mengenai seni kepada pengunjung, selain itu art gallery juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengekspresikan dan menciptakan karya seninya sendiri.
Strategi Bauran Pemasaran Kuliner Lotek dalam Meningkatkan Wisata Kuliner di Kabupaten Karawang: (Studi Kasus Lotek Ci Apang) Susanto, Prayogo; Sasmita, Merin
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.39918

Abstract

Penelitian ini memiliki sebuah tujuan untuk mengetahui strategi bauran pemasaran pada rumah makan Lotek Ci Apang di Kabupaten Karawang Jawa Barat untuk meningkatkan kuliner lokal. Tujuan penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dengan cara triangulasi yaitu wawancara, observasi langsung ke tempat dan melakukan dokumentasi, teknik analisis data dan penarikan simpulkan dijadikan sebuah tabel Triangulasi untuk menyimpulkan informasi yang diperoleh dari berbagai pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran yang dilakukan Lotek Ci Apang didasari pada bauran pemasaran 7P (Product, Price, Promotion, Place, People, Process, Physical Evidence) untuk mengembangkan kuliner lokalnya terutama lotek. Maka strategi bauran pemasaran yang dilakukan pada rumah makan Lotek Ci Apang bisa membantu dan mengembangkan mengenai kuliner lokal yang didasari dari indikator bauran pemasaran.
Social Media as a Tool of Tourism Sectors Diplomacy in Sembalun Village Khairunnisa, Brilliant Windy
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.38720

Abstract

The emergence of the Covid-19 pandemic has had a fairly serious impact, especially in the economic field of the tourism sector without exception, what happened in Sembalun Village is one of the tourism sectors in East Lombok. In this case, this study aims to determine the use of social media in an effort to recover the tourism sector economy in Sembalun Village during the Covid-19 period by using the concept of international communication and to find out the advantages and disadvantages of using it. A descriptive qualitative research method with primary and secondary data is used in this study. The data analysis technique was carried out through four stages in the form of collecting, reducing, presenting and verifying data. As for the results of the study, it was found that the use of social media had considerable power to introduce tourism in Sembalun Village to international circles with the help of young people and the cooperation that existed in the area. Thus, the economy in the tourism sector can be helped to survive during the Covid-19 period. On the other hand, international circles can get to know more about tourism in Sembalun Village through social media. However, visits to these sectors can only be carried out after the end of the pandemic period due to concerns and government regulations that prevent such departures. Keywords: Sembalun Village, Social Media, Tourism Sector, Economy
Pengembangan Komponen 4A Pantai Namalatu Pattiwaellapia, Mareldy; Tehubijuluw, Joshua; Sahureka, Valentino
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 2 (2023): Marine Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i2.39836

Abstract

Indonesia memiliki banyak sekali wilayah dengan keindahan alam yang berbeda dan memiliki keunikannya masing-masing. Ada banyak sekali pilihan daya tarik wisata yang dapat dinikmati tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Pulau Sumatera dan sekitarnya. Saat ini yang menjadi primadona Wisatawan untuk berkunjung menikmati keindahan bahari Indonesia yakni Kepulauan Nusa Tenggara, Raja Ampat, dan Kepulauan Maluku. Tiga wilayah ini sangat banyak dikunjungi oleh Wisatawan yang menikmati keindahan bahari. Kota Ambon merupakan ibukota dari kepulauan Maluku yang menyimpan berbagai macam keindahan alam, terdapat berbagai jenis wisata alam yang disuguhkan yaitu berupa wisata pantai. Wisata pantai yang terkenal di Kota Ambon yaitu berupa pantai namalatu yang menyuguhkan keindahan batu karang, pasir, dan juga air yang jernih membuat banyak wisatawan untuk datang berkunjung, wisatawan juga dapat melakukan berbagai jenis aktivitas yang ada di pantai namalatu ini. Berkunjung di pantai namalatu menjadi pengalaman yang sangat menarik untuk wisatawan, Pengembangan komponen 4A yaitu berupa atraksi, aksesibilitas,amenitas,ansilary merupakan komponen yang sangat penting dalam objek wisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu berupa analisis deskriptif yaitu dengan mengumpulkan data,dan mengklarifikasi.
Peran Pokdarwis Teluk Kiluan dalam Pengembangan Desa Ekowisata Putri, Ashara; Hidayati, Dewi Ayu
Journal of Tourism and Creativity Vol. 8 No. 2 (2024): Creative Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v8i2.49348

Abstract

The Ecotourism Village of Teluk Kiluan is an ecotourism destination that applies the concept of "sapta pesona". Visitors to Teluk Kiluan Ecotourism Village do not simply arrive, document their visit, and leave. Instead, they can enjoy the beautiful waters of Teluk Kiluan and are treated to the sight of dolphins in the open sea. This study aims to understand the role of the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) of Teluk Kiluan and the challenges faced in managing the ecotourism of Teluk Kiluan. The approach used in this research is descriptive qualitative. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. Informants are determined using purposive sampling. Data analysis employs the interactive data analysis model of Miles and Huberman. Data validity is ensured using source triangulation techniques. The conclusion of this study is that the role of POKDARWIS Teluk Kiluan has been quite effective in managing and promoting ecotourism. However, there are still several shortcomings, particularly in terms of infrastructure and facilities, such as the absence of dining facilities and insufficient budget funds.Keywords: Ecotourism, Teluk Kiluan, Tourism Awareness Group, Local Community, Tourist AttractionAbstrakDesa Ekowisata Teluk Kiluan Merupakan Ekowisata yang menerapkan konsep sapta pesona. Pengunjung wisatawan saat berada di Desa Ekowisata Teluk Kiluan tidak hanya datang dan dokumentasi lalu pergi, tetapi dapat menikmati indahnya perairan teluk kiluan dan di suguhkan pemandangan lumba-lumba di tengah lautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran POKDARWIS Teluk Kiluan serta hambatan terhadap pengelolaan ekowisata Teluk Kiluan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman. Validalitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu peran POKDARWIS teluk kiluan sudah berjalan cukup baik dalam pengelolaan ekowisata, dan upaya promosi yang dilakukan. Namun masih terdapat banyak kekurangan, yaitu pada sarana dan prasarana serta fasilitas seperti belum adanya fasilitas tempat makan dan kurangnya dana anggaran.Kata kunci: Ekowisata, Teluk Kiluan, Kelompok Sadar Wisata, Masyarakat Lokal,Objek Wisata
Desa Wisata Penglipuran: Eksplorasi Unsur Yang Mendominasi Dalam Aspek Pariwisata Berkelanjutan Melalui Ulasan Online Hutapea, Fanny Magdalena; Ariella, Jessica; Andari, Rini; Khosihan, Aan
Journal of Tourism and Creativity Vol. 8 No. 2 (2024): Creative Tourism
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v8i2.45145

Abstract

English Abstract: Indonesia with all its natural and cultural potential provides opportunities for the establishment of rural tourism. The application of sustainable tourism is needed to ensure that rural tourism can benefit the welfare of every aspect in an indefinite period. Tourists' perceptions are needed, which can be obtained through online reviews. The location used in this study is Penglipuran Village in Indonesia. This study aims to analyze the most dominant aspects of sustainable tourism in Penglipuran Village, based on online reviews on the TripAdvisor. The research was conducted using a qualitative approach through content analysis techniques, which described descriptively. The results showed that the dominant sustainable tourism aspect in Penglipuran Village is socio-cultural (49.1%). Thus, the aspects of sustainability that are considered the most dominating based on tourists' perceptions of sustainability in Penglipuran Village are the culture that is still preserved and the procedures or life of the village community. Indonesian Abstract: Indonesia dengan segala potensi alam dan budayanya memberikan peluang bagi terbentuknya pariwisata pedesaan. Penerapan pariwisata berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa pariwisata perdesaan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan setiap aspek dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Diperlukan persepsi wisatawan yang dapat diperoleh melalui ulasan online. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desa Penglipuran yang berada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek-aspek yang paling dominan dalam pariwisata berkelanjutan di Desa Penglipuran, berdasarkan ulasan online di situs TripAdvisor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik analisis konten, yang kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pariwisata berkelanjutan yang dominan di Desa Penglipuran adalah sosial budaya (49,1%). Dengan demikian, aspek keberlanjutan yang dianggap paling mendominasi berdasarkan persepsi wisatawan terhadap keberlanjutan di Desa Penglipuran adalah budaya yang masih dilestarikan dan tata cara atau kehidupan masyarakat desa.

Page 11 of 15 | Total Record : 142