cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 267 Documents
Upaya Mitigasi Struktural Pada Zona Rawan Bencana Kebakaran Lahan di Kecamatan Pontianak Tenggara Farid, Ibnan; Adlika, Nur Meily; Anasi, Putri Tipa
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya mitigasi struktural pada zona rawan bencana kebakaran lahan di Kecamatan Pontianak Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi riset ialah seluruh area di Kecamatan Pontianak Tenggara yang memiliki luas 1.491.25 ha dengan penduduk sebanyak 48.949 jiwa. Teknik perekaman data dalam penelitian ini menggunakan teknik Inverse Distance Weighted, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel penelitian hanya berfokus di Kelurahan Bansir Darat karena kelurahan ini merupakan daerah rawan bencana kebakaran lahan dengan kriteria 18-40 tahun pada 2.605 jiwa dan dapat dirincikan melalui metode Slovin sehingga menghasilkan populasi sebanyak 96 responden. Usia yang dipilih adalah kategori dewasa awal karena cenderung untuk memberikan pertolongan yang lebih stabil. Temuan pada penelitian ini menunjukkan daerah yang memiliki kebakaran lahan di Kecamatan Pontianak Tenggara ada lima golongan kerawanan, golongan sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kemudian, temuan lainnya berdasarkan data perhitungan statistik bahwa upaya mitigasi struktural sebesar 76% di Kecamatan Pontianak Tenggara dengan rincian ketahanan struktur bangunan 59% (kategori sedang), relokasi 70% (kategori tinggi), dan pembangunan infrastruktur 68% (kategori tinggi). Berdasarkan data tersebut, bisa disimpulkan bahwa telah dilakukan beberapa upaya mitigasi struktural di daerah rawan bencana di Kecamatan Pontianak Tenggara.
Fenomena Urban Heat Island dalam Perspektif Geografi Regional: Studi Perbandingan Jakarta dan Kuala Lumpur Hotimah, Oot; Zaini, Nella; Putri, Orcita Fitriani; Husniya, Safira Asma
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29926

Abstract

Urban Heat Island (UHI) merupakan fenomena yang marak terjadi di kota-kota besar dengan arus urbanisasi yang tinggi. Jakarta dan Kuala Lumpur sebagai ibu kota dua negara tropis besar yaitu Indonesia dan Malaysia, pastinya pernah menghadapi fenomena UHI. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan faktor penyebab dan dampak UHI di Jakarta dan Kuala Lumpur, serta strategi mitigasi UHI dalam perspektif geografi regional dengan harapan menghasilkan rekomendasi kebijakan pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang efektif untuk mengatasi UHI pada kawasan perkotaan. Artikel ditulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk mencari ide atau sumber referensi dalam penelitian serta analisis deskriptif-komparatif dalam membandingkan kondisi dua kota tersebut. Hasil penelusuran ditemukan bahwa penyebab UHI di Jakarta dan Kuala Lumpur karena urbanisasi yang pesat, Jakarta masih jauh dari target ideal RTH, serta Kuala Lumpur yang sebagian besar polusi udara berasal dari pembakaran di daerah sekitarnya. Hal tersebut berdampak pada risiko kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Upaya mitigasi UHI di Jakarta mencakup peningkatan ruang terbuka hijau melalui pembangunan taman kota dan revitalisasi kanal, serta penerapan kebijakan bangunan hijau meskipun masih terbatas. Sementara itu, Kuala Lumpur menerapkan strategi yang lebih terstruktur seperti integrasi prinsip ramah lingkungan dalam perencanaan kota dan proyek River of Life, serta penerapan Green Building Index secara luas.
Analisis Potensi Sumber Daya Perikanan dalam Menunjang Kesejahteraan Nelayan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang Alfair, Farhan Naufal; Sunimbar, Sunimbar; Rahmawati, Arfita
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29994

Abstract

Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dijadikan sumber penghidupan bagi masyarakat nelayan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana respon masyarakat nelayan terhadap potensi sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan; dan 2) mengetahui respon masyarakat nelayan terhadap peran sumber daya perikanan terhadap kesejahteraan mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara probability sampling yang melibatkan 79 responden dari masyarakat nelayan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, serta uji regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sebagian besar masyarakat nelayan setuju bahwa potensi sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, hal ini dibuktikan dengan 81% responden menyatakan Setuju; 2) sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, hal ini dibuktikan dengan sebagian besar responden menyatakan Setuju (81%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa potensi sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan, sehingga pengelolaan yang berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Upaya Adaptasi Bencana Kekeringan di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Rosdiana, Rosdiana; Subhani, Armin; Suroso, Suroso; Hadi, Hasrul
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.31928

Abstract

Desa Sekaroh memiliki potensi bencana kekeringan dengan kategori tinggi, bahkan sudah menjadi siklus tahunan. Dampak bencana kekeringan sangat dirasakan oleh masyarakat Desa Sekaroh terutama pada sektor ekonomi dan sosial, sehingga dibutuhkan upaya-upaya adaptasi bencana dalam rangka mengurangi risikonya. Aspek pengetahuan masyarakat menjadi sangat penting dalam melakukan upaya adaptasi bencana kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam melakukan adaptasi bencana kekeringan di Desa Sekaroh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei. Responden pada penelitian ini berjumlah 90 orang yang terdiri dari 18 orang pada setiap dusun yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan adaptasi di setiap dusun Desa Sekaroh memiliki kategori rendah, dengan persentase sebesar 24,42%. Minimnya sosialisasi, pelatihan dan keterbatasan informasi menjadi faktor utama. Strategi yang efektif dan efisien serta berkelanjutan menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam hal adaptasi bencana kekeringan di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.
Analisis Perkembangan Area Terbangun di Kota Padang Monsaputra
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i3.29774

Abstract

Kota memiliki tingkat pertumbuhan wilayah lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah di sekitarnya. Perkembangan ini dapat memicu pertumbungan jumlah bangunan. Kota Padang mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan. Hal ini berdampak pada permintaan lahan dan layanan infrastruktur perkotaan. Kota Padang adalah wilayah yang sangat rentan terhadap banjir yang salah satu penyebabnya adalah kebutuhan lahan terkait pertambahan penduduk, hal ini mengurangi kemungkinan serapan air ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan area terbangun di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, menggunakan data landsat 8 tahun 2014 dan tahun 2024. Normalized Difference Built-up Index (NDBI) digunakan untuk menganalisis indeks kerapatan bangunan. Area terbangun rapat dan sangat rapat mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 113.33 persen dan 132.07 persen. Mayoritas area terbangun berada ke arah Barat yang merupakan daerah pesisir yaitu Padang Barat dan Padang Utara. Di Kecamatan Nanggalo Area terbangun mayoritas merupakan area terbangun kurang rapat. Area terbangun di Kecamatan Padang Selatan dan Lubuk Begalung yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah area terbangun rapat, Area terbangun di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah area terbangun sangat rapat.
Analisis Permasalahan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik Pada Kota Kecil: Studi Kasus Kota Payakumbuh Muchlis, Suryadi; Al Faraby, Jimly
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i3.30151

Abstract

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan bagian penting dalam perencanaan tata ruang yang wajib dipenuhi oleh daerah. Meskipun banyak studi menyoroti tantangan penyediaan RTH di kota-kota besar dan menengah, kota-kota kecil seperti Payakumbuh juga menghadapi kendala serupa yang belum banyak dikaji. Dengan 51 dari 98 kota di Indonesia tergolong kota kecil, pemahaman terhadap persoalan di konteks ini sangat penting. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan penyediaan RTH publik di Kota Payakumbuh melalui metode kualitatif, yang meliputi pengumpulan data sekunder, observasi lapangan, serta wawancara mendalam dengan 25 narasumber dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Hasil studi mengungkap kendala utama seperti ketidaksesuaian data dan nomenklatur program, kesulitan pengendalian pemanfaatan lahan, lemahnya integrasi RTH dalam perencanaan jangka panjang daerah, hambatan administratif pembebasan lahan, serta kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan menegaskan perlunya pendekatan integratif dan kolaboratif dalam perencanaan RTH di kota kecil, yang selama ini lebih jarang mendapat perhatian. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya validasi data yang akurat, sinkronisasi antara Rencana Tata Ruang dan Rencana Pembangunan Daerah, serta penguatan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi landasan strategis untuk memperbaiki efektivitas penyediaan RTH publik agar mencapai target minimal 20% dan mendukung keberlanjutan lingkungan perkotaan di kota-kota kecil.
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD dalam Pembelajaran Berbasis Proyek Peta Timbul Susanti, Atika; Muktadir, Abdul; Aulia, Nisa; Harini, Bunda
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i3.30258

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar yang masih kurang terfasilitasi dalam pembelajaran. Dengan demikian diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi. Salah satunya melalui pembelajaran berbasis proyek pembuatan peta timbul. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar dalam pembelajaran berbasis proyek melalui pembuatan peta timbul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas V SD Negeri 44 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek peta timbul mampu memfasilitasi pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, yang mencakup kemampuan dalam menginterpretasi informasi, menganalisis konsep, mengevaluasi hasil, menarik inferensi, menjelaskan proses, dan melakukan refleksi diri. Selama pembuatan peta, siswa menunjukkan peningkatan dalam menyampaikan argumen, bekerja sama, serta mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan. Pembelajaran berbasis proyek melalui pembuatan peta timbul dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Analisis Spasial-Temporal Hubungan LST dan NDVI terhadap Pembentukan Urban Heat Island di Kota Kendari Alwan; Muhibuddin, Andi; Syafri; Latief, Rudi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i3.31052

Abstract

Percepatan urbanisasi dan dinamika iklim global telah meningkatkan tingkat keparahan dampak Urban Heat Island (UHI), terutama di kota-kota tropis seperti Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi spasial-temporal antara indeks vegetasi (NDVI) dan LST di Kota Kendari untuk tahun 2015, 2019, dan 2024. Citra satelit Landsat 8 digunakan untuk menghitung NDVI dan LST, yang kemudian dianalisis lebih lanjut dengan metodologi statistik deskriptif, korelasi. Temuan menunjukkan adanya peningkatan suhu permukaan maksimum dari 27,02°C di tahun 2015 menjadi 31,64°C di tahun 2024, bersamaan dengan variasi nilai NDVI yang menunjukkan tren positif di area yang dikonservasi. Hubungan negatif yang konstan antara NDVI dan LST terlihat di tiga tahun penelitian, dengan nilai R² terbesar sebesar 0,4444 yang tercatat pada tahun 2015, yang menandakan pengaruh signifikan vegetasi dalam mengurangi suhu permukaan. Nilai R² yang menurun di tahun-tahun berikutnya menandakan meningkatnya tekanan pembangunan terhadap ekosistem vegetatif. Penemuan ini memvalidasi pentingnya mempertahankan dan meningkatkan RTH sebagai elemen penting dalam perencanaan spasial sebagai pendekatan mitigasi termal dan dalam mengelola efek UHI di wilayah perkotaan tropis.
Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence Sebagai Sumber Belajar Mitigasi Bencana Terhadap Minat dan Motivasi Belajar Siswa Vibonansi, Zahra Syalindri; Banowati, Eva; Findayani, Aprillia
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i3.31408

Abstract

Penggunaan artificial intelligence di kalangan siswa menjadi fenomena yang sering dijumpai akibat dari berkembangnya teknologi dan kebiasaan penggunaan gadget. Sementara itu, minat dan motivasi belajar menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh antara penggunaan artificial intelligence sebagai sumber belajar pada materi mitigasi bencana terhadap minat belajar dan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendakatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana di mana data didapatkan dari kuesioner dan angket yang disebar ke 136 siswa kelas XI SMAN 2 Ungaran yang mendapat mata pelajaran geografi. Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikasi untuk penggunaan artificial intelligence terhadap minat belajar adalah 0,428 dan nilai signifikasi untuk penggunaan artificial intelligence terhadap motivasi belajar adalah 0,836 yang mana kedua nilai tersebut lebih dari 0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh antara penggunaan artificial intelligence sebagai sumber belajar pada materi mitigasi bencana terhadap minat belajar dan motivasi belajar siswa.
Ragam Penerapan Digital Twin dan Fungsinya dalam Pengelolaan Kota: Kajian Sistematis Studi Kaskus Global Arismawati, Novia; Roychansyah, Muhammad Sani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i3.31804

Abstract

Pengelolaan kota cerdas menghadapi tantangan kompleks yang memerlukan integrasi data real-time dan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini bertujuan mengkaji ragam penerapan teknologi Digital Twin (DT) dalam pengelolaan kota melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis berbasis kerangka PRISMA. Sebanyak 3.057 literatur awal diidentifikasi, 19 literatur terpilih yang terdiri dari 16 studi kasus kota dari berbagai negara dianalisis secara mendalam menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DT diterapkan dalam berbagai bidang, seperti perencanaan tata ruang, pengelolaan transportasi dan mobilitas, pemantauan infrastruktur, pengelolaan energi dan lingkungan, kebencanaan, perumahan dan permukiman, keamanan serta partisipasi publik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa DT berfungsi sebagai alat strategis dalam mendukung fungsi pengelolaan kota, terutama dalam konteks perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Kajian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman menyeluruh mengenai praktik pengembangan DT dalam pengelolaan kota berbasis data.