cover
Contact Name
Atika Dini Savitri, S.Pi.,M.Si
Contact Email
-
Phone
+6285232734788
Journal Mail Official
jpmb.ubt@gmail.com
Editorial Address
Jalan Amal lama No 1. Universitas Borneo Tarakan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Gedung Rektorat Lantai 3
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo
ISSN : 26154323     EISSN : 25799797     DOI : http://dx.doi.org/10.35334/jpmb
JPMB (Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo) adalah journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian dosen, praktisi, dan Ahli kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan oleh LPPM UBT jurnal JPMB dengan e-ISSN 2579-9797 dan p-ISSN 2615-4323 meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPMB LPPM UBT maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPMB menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: Biosains, Kesehatan, kelautan, pertanian, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Keteknikan. (JPMB) Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 243 Documents
EDUKASI CEGAH DEHIDRASI PADA ANAK SEKOLAH LEWAT PENYULUHAN GERAKAN AMIR (AYO MINUM AIR) DI SDN 1 KEDAK KABUPATEN KEDIRI Elysabet Herawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.3205

Abstract

Anak usia sekolah banyak membutuhkan konsumsi cairan karena aktivitasnya yang tinggi. Ketidakcukupan asupan air di dalam tubuh akan menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi anak di sekolah dapat berakibat penurunan daya fikir sehingga anak kurang fokus belajar, hingga dapat berakibat fatal yakni hilangnya kesadaran. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan suatu antisipasi yang baik terkait kekurangan cairan pada anak. Cegah dehidrasi anak usia sekolah dengan edukasi dan Gerakan AMIR (Ayo Minum Air) di SD Negeri Kedak I Kecamatan Semen Kabupaten Kediri merupakan suatu program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan sebagai langkah antisipasi mencegah dehidrasi pada anak usia sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah menambah wawasan siswa SD Negeri Kedak I terhadap bahaya dehidrasi dan meningkatkan kesadaran minum air putih minimal 6 gelas sehari demi kecukupan cairan tubuhnya selama sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan  disertai pelaksanaan pre-test dan post-test. Hasil post-test 5 pertanyaan kepada sasaran siswa kelas 4 menunjukkan hasil peningkatan prosentase jawaban benar sebesar 26-81% terhadap hasil pre-test. Rekomendasi tindak lanjut setelah kegiatan ini adalah pihak sekolah bekerjasama dengan wali murid mengenai pendampingan siswa agar mencukupi konsumsi air minum selama di rumah.Kata Kunci: konsumsi air putih, dehidrasi, gerakan AMIR 
PROGRAM KELAS AYAH SEBAGAI UPAYA MENCEGAH STUNTING Sitti Mukarramah; Andi Syintha Ida; Suriani B
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.3047

Abstract

Stunting merupakan permasalahan terkait gizi kronis yang diderita oleh balita. Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 mencapai angka 36,4%. Salah satu penyebab kejadian tersebut disebabkan oleh kekurangan zat nutrisi. Seorang ayah adalah sosok penting dan utama dalam menjalankan peran pencegahan dan pengendalian kejadian stunting, terutama dalam pemenuhan zat anak. Kesetaraan gender menunjukkan peranan yang seimbang antara laki-laki dalam kegiatan produktif dan reproduktif. Seorang ayah perlu menyadari peranannya dalam meningkatkan gizi keluarga dan berperan langsung dalam kegiatan reproduktif pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalate Kota Makassar mulai Juli s/d Agustus 2022. Pihak yang terkait dalam kegiatan ini adalah Bidan Koordinator Puskesmas Tamalate, Kader Kesehatan, Ketua RT dan para “ayah” di Posyandu Asoka 3 Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate sebanyak 25 orang. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dengan upaya peningkatan pengetahuan para ayah dengan memberikan informasi tentang dampak dan penyebab stunting, cara pencegahan serta penyiapan nutrisi anak melalui pembuatan Makanan Pendamping-ASI. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Kelas Ayah sampai selesai. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dengan upaya peningkatan pengetahuan para ayah dengan memberikan informasi tentang dampak dan penyebab stunting, cara pencegahan serta penyiapan nutrisi anak melalui pembuatan Makanan Pendamping-ASI. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Kelas Ayah sampai selesai. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dengan upaya peningkatan pengetahuan para ayah dengan memberikan informasi tentang dampak dan penyebab stunting, cara pencegahan serta penyiapan nutrisi anak melalui pembuatan Makanan Pendamping-ASI. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Kelas Ayah sampai selesai. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting.
OPTIMALISASI USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA TERU MELALUI KEMANDIRIAN PENGADAAN MEDIA TUMBUH DAN PENANAMAN BIBIT JAMUR Anggraeni Anggraeni; Salmi Salmi; Robika Robika; Henny Helmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.2998

Abstract

Jamur tiram (Pleurotus ostreatu) adalah jamur pangan kedua yang banyak dibudidayakan di dunia. Jamur ini memiliki nilai nutrisi yang baik dan nilai ekonomi yang menjanjikan. Kebutuhan konsumsi jamur tiram semakin meningkat namun produksinya masih rendah. Pemerintah Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah memandang ini sebagai peluang untuk memberdayakan kaum perempuan di desanya. Kegiatan budidaya jamur dilakukan oleh Ibu-ibu PKK, namun belum maksimal karena tidak memiliki keahlian untuk melakukan pembuatan media tumbuh dan penanaman biibt jamur tiram. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian budidaya jamur tiram di Desa Teru melalui pelatihan pembuatan media tumbuh dan penanaman bibit jamur. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi (praktik) agar peserta mendapat pengalaman lansung. Pendampingan dilakukan mulai dari proses persiapan hingga pemantauan pertumbuhan misselium jamur tiram. Ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan telah mendapatkan keahlian dalam membuat media tumbuh dan menanam bibit jamur. Sebanyak 73.77% media tumbuh yang diinokulasi pada masa pelatihan menunjukkan adanya pertumbuhan miselium jamur tiram yang bewarna putih.Kata Kunci: bibit jamur, jamur tiram, media tumbuh, pelatihan.
Workshop dan Pendampingan Manajemen Sekolah Berbasis Akreditasi Berdasarkan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 di SMK Katolik Kefamenanu Joni Soleman Nalenan; Yanuarius Seran
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.2963

Abstract

Sejak tahun 2019, BAN S/M telah menerapkan IASP 2020 yang sistem penilaiannya lebih kompleks dari pedoman akreditasi sebelumnya. Penerapan IASP 2020 akan berdampak pada nilai akreditasi SMK Katolik Kefamenanu. Manajemen sekolah pada SMK Katolik berbasis IASP 2020 belum maksimal. Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan yang optimal terkait instrument penilaian IASP 2020. Tahapan metode yang diterapkan dalam pengabdian ini, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian menujukkan bahwa terdapat beberapa butir yang secara konkret sudah dilakasanakan kegiatannya namun tidak terdokumentasikan secara baik. Butir-butir yang dimaksud adalah butir 1, 2, 4, 6, 9, 10, 11, 16, 20, 21, dan 23.
EDUKASI BAHAYA NARKOBA PADA GENERASI MUDA KARANG TARUNA KELURAHAN KALIANCAR DI MASA PANDEMI Undari Nurkalis; Rahayu Setyaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.2466

Abstract

Narcotics are substances or drugs that are natural, synthetic, or semi-synthetic which causes a loss of consciousness, hallucinations, and excitability. Excessive use of these drugs can cause addiction, decreased consciousness, changes in brain cells, decreased quality of life, and can even lead to death. During the COVID-19 pandemic, the challenges in handling and preventing drugs were higher and it can impact the difficult economic conditions that allow people to use drugs. The social impact of the pandemic has also led to increased inequality, poverty, and impaired mental health conditions that could encourage more people to use drugs. Drug abuse among adolescents increases. This community service aims to increase the knowledge of the young generation of youth groups in RW 07 Kaliancar Village about the dangers caused by drug use. This activity is carried out using the counseling method. Evaluation of counseling activities in this service can increase the knowledge of the younger generation about the dangers of drug use, both in the short term and in the long term.
PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN MEDIA POSTER TERHADAP KETERAMPILAN PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR DI RUMAH TANGGA DI JETIS DESA GENTAN SUKOHARJO gatot suparmanto suparmanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.2973

Abstract

Burns are a form of tissue damage or loss that occurs due to contact with heat sources such as fire, boiling water, hot oil, electric shock and chemicals. One way to overcome the problem so as not to cause casualties is to provide health education about the first treatment of burns. One of the ways to do health education is by using poster media. Poster is one of the health education media that uses pictures accompanied by writing in an attractive and easy to understand form.This service aims to determine whether the effect of health education with poster media on the skills of first handling burns in the household. The method used in this service is Health Education using Poster media. with participants totaling 45 respondents. The pre-test score for the first burn wound treatment skill with adequate category was 0 people (0%), enough category was 0 people (0%), less category was 45 people (100%). Meanwhile, the post-test scores for the first burn wound management skills were in the adequate category as many as 35 people (77.8%), the sufficient category as many as 10 people (22.2%), and the less category as many as 0 people (0%). Based on these values, it can be concluded that there is an effect of health education with poster media on the skill level of first handling burns
EDUKASI MENGENAI COVID-19 DI RW 03 KELURAHAN BARUSARI KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG Lutfiyah Rizqulloh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.2722

Abstract

The case of covid-19 that occurred in Indonesia spread widely throughout the community, WHO has declared covid-19 as a world pandemic. The government continues to urge all components of society to work together in dealing with COVID-19. This service activity is carried out to educate the community, especially at the level of the community unit, by conducting socialization and distributing questionnaires to 30 residents who are in RW 03 Barusari Village. The purpose of community activities is to increase community participation in overcoming COVID-19 and see the level of community understanding. The results of distributing questionnaires on community service found that aspects of knowledge, perceptions, attitudes, community readiness, family support, support from community leaders, and good community behavior. So seeing this condition, it is hoped that the residents of RT 03 can help the government in preventing the spread of COVID-19.Keywords: covid-19, attitude, behavior, family support, community support.
PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI MENGGUNAKAN AIR HANGAT PADA KELOMPOK LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KALIJUDAN SURABAYA pipit festi wiliyanarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.2680

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering dialami oleh lansia yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain jenis kelamin, keturunan, usia, pola makan yang tidak sehat, obesitas, dan aktivitas yang kurang. Pada kelompok lansia di wilayah RW 6 Kalijudan didapatkan  lansia menderita Hipertensi dengan berbagai keluhan, kurang memahami pengobatan dan perawatan hipertensi, nyeri tengkuk serta kekauan otot kaki. Keluhan tersebut  yang mengganggu aktifitas lansia sehingga menurunkan kualitas kehidupan kelompok lansia di wilayah tersebut. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dan pendampingan lansia di RW 6 Kelurahan Kalijudan  berjumlah 10  orang lansia yang terdiagnosis hipertensi serta tidak rutin mengkonsumsi obat antihipertensi. Media yang digunakan adalah leaflet, lembar observasi, tensimeter jenis manual, peralatan rendam kaki. Hasil pengabdian  yang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan lansia tentang terapi rendam kaki air hangat dan pengaturan pola makan,  penurunan keluhan lansia dengan yang disebabkan hipertensi, penurunan  tekanan darah sistolik rata-rata 5-15 mmHg setelah diterapkan metode rendam kaki. Dari hasil pengabdian didapatkan lansia mampu mengetahui cara non farmakologi dalam menurunkaan tekanan darah, sehingga  terapi ini dapat diaplikasikan sebagai upaya terapi  yang mudah dilakukan secara mandiri oleh lansia. Pendampingan pada lansia yang beresiko hipertensi penting guna  mencegah komplikasi yang terjadi.
“MELON PINTAR” MENTAL HEALTH ONLINE DENGAN PENERAPAN DAN IMPLEMENTASI KEBIDANAN KOMPLEMENTER Ariyanti, Ririn; Yulianti, Ika; Hudaiby Hanif, Kharis; Noviani, Doris; Umami, Nurrahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i2.5814

Abstract

ABSTRAKKesehatan mental merupakan keadaan prima pada mental seseorang, sehingga dapat melaukan kegiatan produktif dalam bekerja dan mampu memberikan manfaat lingkungan keluarga serta masyarakat. Namun kondisi mental sering kali tidak stabil terutama Kesehatan mental yang terjadi pada ibu hamil dan pasca melahirkan. Prevalensi gangguan mental emosional Kalimantan Utara di atas rata rata nasional memerlukan kerjasama dengan dengan berbagai pihak dalam menurunkannya, dalam hal ini tim bermitra dengan pengurus cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kabupaten Malinau, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan. dengan pemanfaatan teknologi untuk melakukan deteksi dini dan peningkatan kompetensi bidan dalam pencegahan, di harapkan dapat menurunkan prevalensi gangguan mental emosional di Kalimantan Utara.Secara garis besar program berfokus pada penanggulangan Kesehatan mental melalui peluncuran inovasi IPTEKS dalam aplikasi yang diberi nama ’MELON PINTAR’ Mental Health Online dengan Penerapan dan Implementasi Kebidanan Komplementer. MELON PINTAR dirancang untuk membantu ibu hamil dan nifas dalam menjaga Kesehatan mental mereka. Dengan program MELON PINTER di harapkan dapat menurunkan prevalensi ganggguan jiwa pada Ibu, di mana dengan program ini akan memanfaatkan tehnologi untuk deteksi dini/ skrining gangguan jiwa, selain itu itu juga dengan program MELON PNTER membantu meningkatkan kompetensi bidan dalam pencegahan gangguan mental dengan mengimplentasikan kebidanan komplementer. Kata Kunci: kesehatan mental, komplementer, hamil, nifas, aplikasi ABSTRACTMental health is a prime state of a person's mentality, so that they can carry out productive activities at work and are able to provide benefits to the family environment and society. However, mental conditions are often unstable, especially mental health that occurs in pregnant and postpartum women. The prevalence of emotional mental disorders in North Kalimantan above the national average requires cooperation with various parties to reduce it, in this case the team partnered with the Malinau Regency Indonesian Midwives Association (IBI) branch management, as the spearhead of health services. with the use of technology to carry out early detection and improve the competence of midwives in prevention, it is hoped that it can reduce the prevalence of emotional mental disorders in North Kalimantan. In general, the program focuses on overcoming mental health through the launch of IPTEKS innovations in an application called 'MELON PINTAR' Mental Health Online with the Application and Implementation of Complementary Midwifery. MELON PINTAR is designed to help pregnant and postpartum women maintain their mental health. With the MELON PINTER program, it is hoped that the prevalence of mental disorders in mothers can be reduced, where this program will utilize technology for early detection/screening of mental disorders, in addition, the MELON PINTER program will help improve the competence of midwives in preventing mental disorders by implementing complementary midwifery. Keywords: mental health, complementary, pregnancy, postpartum, application 
PELATIHAN INSTALASI PENJERNIHAN AIR DENGAN SISTEM RESERVASI OSMOSIS (RO) SEBAGAI USAHA PREVALENSI STUNTING DI DESA SIMORO Rusdin, Andi; Rahman, Yuli Asmi; Arham, Andi; Amar, Amar; Rachmawati, Sitti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.6091

Abstract

Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya kualitas air yang aman untuk dikonsumsi. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pelatihan instalasi penjernihan air menggunakan sistem Reverse Osmosis (RO) sebagai upaya untuk mengurangi prevalensi stunting di desa Simoro, kabupaten Sigi. Teknologi RO mampu menyaring kontaminan berbahaya dari air, sehingga menghasilkan air bersih yang aman untuk diminum. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan akses air bersih, memberikan pemahaman teknis mengenai instalasi dan pemeliharaan sistem RO, serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi ini sebagai peluang usaha. Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menyediakan air minum yang berkualitas, yang pada gilirannya akan berkontribusi dalam mengurangi risiko penyakit dan stunting, serta meningkatkan kemandirian ekonomi melalui usaha air minum bersih