cover
Contact Name
Atika Dini Savitri, S.Pi.,M.Si
Contact Email
-
Phone
+6285232734788
Journal Mail Official
jpmb.ubt@gmail.com
Editorial Address
Jalan Amal lama No 1. Universitas Borneo Tarakan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Gedung Rektorat Lantai 3
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo
ISSN : 26154323     EISSN : 25799797     DOI : http://dx.doi.org/10.35334/jpmb
JPMB (Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo) adalah journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian dosen, praktisi, dan Ahli kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan oleh LPPM UBT jurnal JPMB dengan e-ISSN 2579-9797 dan p-ISSN 2615-4323 meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPMB LPPM UBT maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPMB menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: Biosains, Kesehatan, kelautan, pertanian, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Keteknikan. (JPMB) Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 243 Documents
AKSELERASI PENCEGAHAN DAN PENURUNANSTUNTING MELALUI PENGUATAN PERAN TIM PENDAMPING KELUARGA (PELITA)DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA: PELATIHAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI DAN ANGKA KECUKUPAN GIZI BALITA Gusriani, Gusriani; Ridha, Andi Ahmad; Cahyani, Reni Tri; Wahida, Wahida; Padlilah, Rahmi; Umami, Nurrahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i2.5848

Abstract

Stunting is a major public health issue in Indonesia, particularly in border areas where access to healthcare services is limited. This condition results from chronic malnutrition during the first 1,000 days of life, leading to impaired physical growth, brain development, and reduced intelligence and productivity in the future. Nunukan Regency, specifically in the Sebatik area of North Kalimantan, has a high stunting prevalence, reaching 30.5%, well above the national average.This program aims to accelerate stunting prevention and reduction by strengthening the role of Family Assistance Teams (TPK) through training on anthropometric measurement and the calculation of Nutritional Requirements (AKG) for infants. TPK plays a critical role in early detection of stunting risks and delivering appropriate nutritional interventions at the community level. The training includes awareness-raising, demonstrations, and hands-on practice in anthropometric measurement and the use of a Stunting Infant Nutritional Calculator. Evaluation results from pre-test and post-test assessments show a significant improvement in the knowledge and skills of TPK members. With improved competencies, TPK can provide more accurate nutritional advice to at-risk families, thus supporting national efforts to reduce stunting prevalence. This program is expected to contribute to the reduction of stunting rates in Nunukan Regency, especially in the Sebatik area of North Kalimantan
SOSIALISASI OLAHRAGA TRADISIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK DALAM MENDUKUNG PROGRAM GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DI KELURAHAN BANTURUNG Wahyudi, Arief Nur; Agung Perdana, Jeft; Razzi, Fahrul; harvianto, Yudo; Daima Ulfa, Zuly; Hasanah Purnama Sari, Uswatun; evia, Siskaevia; Rizki Ananda, Agung; Sebastian Silitonga, Noah; Rahmadaniy, Cena; Sepriati, Roro
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.5895

Abstract

Kelurahan Banturung terletak di Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang berjarak 32,7 KM dari Universitas Palangka Raya dan memiliki luas wilayah 56,44 KM2 serta memiliki jumlah penduduk sebanyak 3776 jiwa. Kelurahan Banturung terdiri dari 11 RT dan 3 RW, wilayahnya memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) merupakan salah satu program utama dalam target utama pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2020-2024.  Olahraga tradisional merupakan olahraga budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Harapannya selain sebagai olahraga atau permainan untuk mengisi waktu luang, juga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai olahraga yang dapat membantu meningkatkan kualitas fisik bagi pelakunya. Kegiatan ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan dalam mendukung program “gerakan masyarakat sehat” (GERMAS). Tujuan dari sosialisasi olahraga tradisional ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai olahraga tradisional sebagai pendukung Program Gerakan Masyarakat Sehat. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 56 peserta. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga tradisional serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui cara-cara yang sesuai dengan kearifan lokal
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN NUNUKAN SELATAN PADA PELATIHAN PENGOLAHAN PERIKANAN BERBASIS RUMPUT LAUT samsidar, samsidar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.5664

Abstract

Wilayah Kabupaten Nunukan merupakan lokasi usaha yang sangat prospek maka pemerintah mendorong ketahanan pangan di semua penjuru negeri. Salah satu program untuk mendukung hal tersebut adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan produk perikanan menggunakan sumberdaya lokal. Salah satu sumberdaya perikanan terbesar di Kabupaten Nunukan adalah rumput laut Eucheuma cottonii. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 sesi yaitu sesi pertama pemberian materi terkait peningkatan pengetahuan tentang rumput laut yang benilai ekonomis, proses pengolahan rumput laut siap olah dan diversifikasi rumput laut. Sesi kedua melaksanakan kegiatan praktik pengolahan rumput laut kering menjadi rumput laut siap olah dan proses diversifikasi menjadi cendol rumput laut. Kegiatan pegabdian dilakukan dengan proses transfer ilmu untuk menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang rumput laut. Tahapan selanjutnya adalah melakukan proses pengolahan yang menghasilkan cendol dengan tekstur dan kenyal yang pas. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian dianggap berhasil dan setiap peserta mampu memahami materi dan proses pembuatan dari produk.
REGGIO EMILIA APPROACH: MEMBANGUN PONDASI LITERASI GENERASI MILENIAL DI DAERAH PERBATASAN, DESA MANSALONG, KECAMATAN LUMBIS, KABUPATEN NUNUKAN Ramli, Ramli; Kusmaryani, Woro
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i2.5720

Abstract

This community service program focused on increasing literacy and caring about the young generation of Mansalong village using the Reggio Emilia approach. This program involved children in learning based on real-life experience, listening and observing, collaborating, and broadening general insights. The activities were organized in collaboration with KKN Group 88 in Mansalong and community service chairs in this community service. The participants in this activity consisted of 50 elementary school students from grades 5 and 6, located at SDN 001 Lumbis. This program was held on Tuesday, July 17, 2024, and explored children's potential in preparing their future life quality as the output of education in the 21st century, building students with a strong profile of Pancasila, especially maintaining national peace in border areas, building quality character, and supporting SDGs (sustainable development goals of villages) in education and human resources.
Karakteristik Responden Melalui Edukasi Be FAST Sebagai Deteksi Dini Stroke Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.5862

Abstract

Latar Belakang Hipertensi adalah kondisi yang umum terjadi di layanan kesehatan primer, yang mempengaruhi sekitar 25% dari populasi orang dewasa dan lebih dari 50% dari mereka yang berusia di atas 65 tahun.  Tujuan: tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik responden.Metode: program edukasi berbasis masyarakat ini menggunakan pendekatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). Sebanyak 79 peserta lansia direkrut dan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengukuran tekanan darah dan tes skrining BE-FAST. Metode BE-FAST menilai keseimbangan, mata, wajah, lengan, bicara, dan waktu untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal stroke.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,7% partisipan mengalami hipertensi, dan 67,1% mengalami kesulitan menggerakkan kaki dan lengan pada satu sisi tubuh mereka. Selain itu, 36,7% mengalami kesulitan membuka mata atau mengalami masalah penglihatan, dan 32,9% mengalami kelemahan atau mati rasa pada wajah. Metode BE-FAST efektif dalam mendeteksi tanda-tanda awal stroke, dengan sensitivitas 92%.Kesimpulan Penelitian ini menyoroti pentingnya deteksi dini stroke menggunakan metode BE-FAST pada populasi lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam mengidentifikasi tanda-tanda awal stroke dan dapat dengan mudah diajarkan dan diterapkan di lingkungan masyarakat. Penerapan metode ini dapat mengurangi risiko stroke serta morbiditas dan mortalitas.
PENGOLAHAN LIMBAH CANGKANG KERANG GUNA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS ANAK-ANAK PANTI ASUHAN PELANGI KASIH KOTA TARAKAN Rukisah, Rukisah; Lembang, Miska Sanda; Nugraeni, Christine Dyta; Gusman, Ery; Hutapea, Tri Paus Hasiholan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.5962

Abstract

Anak-anak panti asuhan saat ini mempunyai beberapa permasalahan diantaranya kurangnya aktivitas yang berarti selama tinggal di Panti asuhan. Selain itu, kerangnya ketrampilan membuat anak-anak panti asuhan kurang bekal saat beranjak dewasa dan tidak tinggal lagi di panti asuhan. Pengolahan limbah kerang menjadi produk kerajinan kerang menjadi Solusi dalam meningkatkan produktivitas serta ketrampilan dalam memanfaatkan produk kerang sebagai bisnis, termasuk membuka lapangan kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada anak-anak panti asuhan. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pengolahan limbah kerang menjadi produk ekonomi. Kegiatan pelatihan ini berhasil karena antusiasme dari anak-anak panti asuhan dalam berperan aktif mempraktekan membuat produk kerajinan kerang. Bermacam-macam bentuk produk dan model yang dihasilkan sangat bervariasi dengan kemasan produk siap jual. Produk yang diproduksi gantungan kunci, vas, bros, tempat pensil, dan lain-lain. Evaluasi kegiatan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra 95,8%.
UPAYA DETEKSI GANGGUAN PERKEMBANGAN MENGGUNAKAN DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST (DDST) PADA ANAK (Di TK Sang Surya Kota Mataram) pamungkas, Catur esty; lestari, cahaya indah; wd, Siti mardiyah; adiputri, Ni wayan ari; Amalia, Rizkia; Makmun, Indriyani; Rospia, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Lesti, Iqro Suryati; Nurhidayah, Nurhidayah; Hamidiyah, Hamidiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i2.2802

Abstract

Perkembangan mengalami peningkatan yang pesat pada usia dini, yaitu dari 0 sampai 5 tahun. Masa ini sering juga disebut sebagai fase ”Golden Age”. Golden age merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak secara cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Monitoring perkembangan secara rutin dapat mendeteksi adanya keterlambatan perkembangan secara dini pada anak. IDAI bersama DEPKES menyusun penggunaan DDST sebagai alat pra skrening perkembangan sampai anak usia 6 tahun. Aspek-aspek perkembangan yang dapat dipantau antara lain motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009). Tujuan pengabdian ini yaitu mendeteksi gangguan perkembangan pada balita dengan tes DDST. Sasaran dalam pelaksanaan pengabdian yaitu siswa TK Sang Surya usia 4 sampai dengan 6 tahun.Metode pelaksanaan pengabdian mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil pemeriksaan didapatkan karakteristik panjang badan siswa tertinggi 97,1% sejumlah 33 siswa memiliki panjang badan lebih dari 100 cm. Berat badan siswa didakatkan tertinggi 15-20 kg sebanyak 22 siswa (64,7%). Jenis kelamin siswa terbanyak yaitu laki-laki sebanyak 19 siswa (55,9%).Hasil pemeriksaan DDST pada siswa TK Sang Surya didapatkan jumlah pemeriksaan yang mendapatkan temuan adanya kesalahan atau kurang sempurna dalam test yaitu pada kemampuan Bahasa yaitu sejumlah 6 siswa, kemudian motorik harus sebanyak 5 siswa dan 1 siswa pada kemampuan motorik halus.
DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERPUSAT DESA PELAJU Julianto, Patria; Huda, Abil; Prasetia, Abdul Muis; Budiman, Achmad; Said, Fitriani; mado, ismit; Sartika, linda; Riyanto, Sugeng; tachfulloh, syahfrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.5874

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat di Desa Pelaju. PLTS terpusat tersebut nantinya akan digunakan untuk menyediakan listrik yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat desa Pelaju, yang saat ini memiliki akses terbatas terhadap energi listrik. Pada kegiatan ini desain PLTS terpusat yang akan dipasang di Desa Pelaju. mencakup berbagai aspek proyek, seperti aspek legal, sosial, ekonomi, dan teknis. Kegiaatan ini juga mencakup perhitungan kapasitas modul surya dan baterai yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik desa Pelaju. Selain hal tersebut, pada kegiatan ini juga diberikan panduan pengelolaan dan pemeliharaan PLTS terpusat agar dapat beroperasi secara optimal.
PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK JAHE DI MASA PANDEMI COVID-19 UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA KEDUNGLOSARI Munawaroh, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.3855

Abstract

Pandemi Covid-19 terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dengan intensitas yang berbeda, hal ini juga berdampak pada desa Kedunglosari  Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Jawa Timurr, desa Kedunglosari merupakan desa yang mayoritas penduduknya petani dan pedagang, dengan keadaan geografis dan iklim yang terpengaruh oleh kondisi hujan dan panas. Pengaruh  pandemi Covid-19 terjadi pada musim panen, keterbatasan para penebas yang terkendala oleh sekatan-sekatan dengan peraturan pemerintah, sehingga musim panen raya tidak sebesar seperti biasanya. Memunculkan ide kreatif untuk memanfaatkan tumbuhan sekitar baik untuk kesehatan maupun dalam peningkatan ekonomi, yakni dengan pengolahan pala wija yaitu jahe, jahe akan dikelola dengan sedemikian rupa yang akan terbentuk manjadi serbuk, nantinya bisa digunakan untuk minuman kesehatan dan bisa dijual kembali dan dalam bentuk kemasan. Metode pendekatan yang digunakan dengan pelatihan mengenai proses pengolahan jahe, dengan proses belajar bersama yang dilakukan secara interaktif dalam suatu proses pertemuan. Diharapkan dengan berlangsungnya pengabdian ini masyarakat desa Kedunglosari mampu memaksimalkan potensi alam sekitar yang bisa memperbaiki perekonomian di masa pandemi Covid-19. Dari hasil pengabdian yaitu : a) Pengetahuan tentang manfaat Jahe dan pengelolaan lingkungan sekitar; b) Pengetahuan mengenai perekonomian di Indonesia dan UMKM; c) Pengetahuan mengenai teknik atau proses pembuatan serbuk Jahe; d) Pengetahuan tentang bagaimana cara memasarkan produk serbuk Jahe melalui digital marketing.
Pendampingan Pengelolaan UMKM Desa Batu Hijau dalam Upaya Peningkatan Mutu dan Promosi Produk Mustafa, Muhammad Sabir; Ishak, Parmin; Musafir, Musafir; Sholehah, Nur Lazimatul Hilma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i2.4987

Abstract

Desa Batu Hijau memiliki hasil laut berupa Cumi yang sangat melimpah dan telah dikembangkan menjadi suatu produk olahan cumi yakni Sambal Cumi dan Kripik Cumi oleh Karang Taruna yang terbagi ke dalam 6 kelompok UMKM Desa Batu Hijau. Namun, hasil produksi makanan cumi tersebut masih kurang maksimal karena kurangnya pemahaman kelompok UMKM terhadap pengelolaan dan pengembangan usaha serta tidak adanya legalitas usaha yang dimiliki, membuat hasil produksi kelompok UMKM tersebut harus vakum sejak tahun 2020. Oleh karena itu kelompok UMKM perlu untuk meningkatkan pemahamannya dalam digital, pembuatan merek dan legalitas pemasaran. Berdasarkan hal tersebut maka penting untuk dilakukan pelatihan dan pendampingan kelompok kepada UMKM Desa Batu Hijau agar dapat Kembali ke pasar dan memiliki brand serta legalitas untuk bersaing di pasar modern maupun platform e-commerce yang ada saat ini. Pelatihan dan Pendampingan digital marketing, branding, dan legalitas usaha bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi kelompok UMKM agar dapat memperkuat kelangsungan usaha dan memaksimalkan potensi desa. Hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keanggotaan kelompok UMKM dalam pembuatan email, media sosial bisnis, website, pembuatan merek, label, iklan gambar dan pendaftaran legalitas usaha (NIB dan PIRT).  Kata Kunci : produk olahan cumi, digital marketing, branding, legalitas usaha