cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
stikesmercubaktijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
ISSN : -     EISSN : 26549751     DOI : https://doi.org/10.36984/jkm
Core Subject : Health,
JURNAL OF HEALTH MERCUSUAR: Is a journal that publishes (desemination) the results of research, study studies, and articles in the form of ideas / ideas about Public Health or other disciplines related to public health that have not been published / published by other media. Journals that can contain studies on epidemiology and biostatistics, health policy, nursing within the community and clinic, nutrition, public health, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. Journals can be used by lecturers at health colleges, health practitioners, health nurses, teachers, health college students, and people interested in public health issues. Journals are published twice a year, in April and October.
Articles 197 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH Hamdani Hamdani; Zolla Amely Ilda; Delima
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/syjcz513

Abstract

Perkembangan sosial anak usia prasekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola pengasuhan yang diterapkan oleh orangtua. Cara orang tua mendidik dan membimbing anak berperan penting dalam membentuk kemampuan anak dalam berinteraksi, beradaptasi, dan membangun hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis keterkaitan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak usia prasekolah. Rancangan deskriptif korelatif digunakan pada penelitian ini dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir, Puskesmas Ambacang, dan Puskesmas Belimbing Kota Padang. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data pola asuh orang tua dikumpulkan menggunakan kuesioner Parenting Style Questionnaire, sedangkan perkembangan sosial anak pasekolah menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar orang tua memakai gaya pengasuhan demokratis yakni sebanyak 46 responden (57,5%) dan sebagian besar anak prasekolah memiliki tingkat perkembangan sosial dengan kategori normal sebanyak 52 anak (65,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p<0,05), yang menandakan adanya keterkaitan bermakna antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak usia prasekolah. Gaya pengasuhan
INTERVENSI KOGNITIF-PERILAKU UNTUK KESIAPAN OSCE MAHASISWA KEPERAWATAN Ade Rahman; Pradhita Hendriyeni
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/ze6m9m72

Abstract

Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dapat memicu kecemasan performa pada mahasiswa keperawatan karena mahasiswa harus menunjukkan prosedur klinis, komunikasi, dan kontrol emosi di bawah penilaian langsung. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe intervensi bimbingan konseling kognitif-perilaku berbasis Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk memperkuat kesiapan OSCE mahasiswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pengembangan prototipe tahap awal. Partisipan berjumlah 41 mahasiswa keperawatan yang dilibatkan melalui total sampling karena seluruh mahasiswa memenuhi kriteria penelitian. Data diperoleh melalui pemetaan kebutuhan, analisis dokumen, dan sintesis literatur. Data dianalisis dengan analisis isi tematik, lalu dipetakan menjadi tema masalah, tujuan intervensi, struktur sesi, item asesmen, dan indikator evaluasi. Hasil penelitian menghasilkan lima tema masalah kesiapan OSCE, yaitu takut melakukan kesalahan kecil, respons cemas fisiologis, takut remedial, takut dinilai negatif, dan membandingkan diri dengan teman. Tema tersebut ditransformasikan menjadi prototipe intervensi REBT empat sesi. Prototipe masih memerlukan validasi ahli dan uji efektivitas empiris sebelum diterapkan secara luas.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CAKUNG JAKARTA TIMUR Yasmin Fahira; Puspita Hanggit; Raden Siti Maryam; Defrima Oka Surya
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/mahtpa34

Abstract

Latar Belakang: Lansia mengalami penurunan fungsi organ akibat proses penuaan, termasuk resistensi insulin yang meningkatkan risiko Diabetes Mellitus (DM). Pengelolaan DM bergantung pada beberapa faktor satunya kepatuhan minum obat. Kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh faktor internal (pengetahuan, motivasi) dan eksternal (dukungan keluarga). Kurangnya pengelolaan penyakit DM dapat berdampak pada perburukan kondisi lansia DM dan menimbulkan komplikasi hingga kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada lansia penderita DM Tipe II. Metode: Penelitian ini adalah studi deskriptif analitik cross sectional dengan uji Chi-Square. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 101 lansia yang dipilih menggunakan metode Random Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah HDFSS (Hensarling Diabetes Family Support Scale) untuk mengukur dukungan keluarga dan MMAS-8 untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan sebanyak 53 (85.5%) lansia didapatkan patuh dalam minum obat dan memiliki dukungan keluarga rendah sebanyak 22 (56.4%) lansia. Uji bivariat mendapatkan hasil hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia diabetes melitus tipe II, dengan nilai p-value 0.003 (p<0.05). Kesimpulan: Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cakung Jakarta Timur secara signifikan. Mengingat dukungan keluarga memengaruhi kepatuhan, Puskesmas dapat melibatkan anggota keluarga inti baik pendamping atau caregiver dalam proeses pengelolaan penyakit DM pada lansia.
PENGARUH TERAPI BERMAIN MENGGAMBAR TERHADAP KECANDUAN SMARTPHONE PADA ANAK USIA SEKOLAH Rizka Ausrianti; Rifka Putri Andayani
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/9sbb4y77

Abstract

Smartphone merupakan perangkat populer yang memiliki fitur-fitur diantaranya seperti internet, jaringan sosial, pesan, video, multimedia, dan game. efek samping smartphone salah satunya dapat menyebabkan kecanduan.  Intervensi kecanduan smartphone yang dapat diberikan pada anak usia sekolah adalah terapi bermain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain mengambar terhadap kecanduan smartphone pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan pre-experimental, dengan menggunakan one group pre-post design. Sampel berjumlah 17 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu smartphone addiction scale version (SAS-SV). Intervensi yang diberikan yaitu terapi bermain menggambar, yang dilakukan 3 kali pertemuan selama 3 hari dalam waktu 30 menit. Pengolahan data pada penelitian ini adalah uji wilcoxcon test. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa nilai median kecanduan smartphone sebelum diberikan terapi bermain menggambar adalah rerata 44, setelah diberikan terapi bermain menggambar adalah median 13. Terdapat perbedaan skor kecanduan smartphone sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan p value = 0,001 (p< 0,05), berarti terdapat pengaruh pemberian terapi bermain mengambar terhadap kecanduan smartphone pada anak usia sekolah. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada pengaruh terapi bermain mengambar terhadap kecanduan smartphone pada anak usia sekolah. Di sarankan bagi guru sekolah dasar untuk menjadikan intervensi bermain menggambar sebagai salah satu terapi non farmakologis dalam menurunkan kecanduan smartphone pada anak usia sekolah.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN UMUR DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 SURANTIH Yani Maidelwita; Rini Rahmayanti; Sri Suciana; Fitria Alisa; Okta Bima Hasanah
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/y2cznn94

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berpotensi dipengaruhi oleh status gizi serta umur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dan umur dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilaksanakan pada Desember 2025 di SMAN 1 Surantih. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di SMAN 1 Surantih. Sampel sebanyak 50 remaja putri dipilih dengan teknik accidental sampling (siswi yang hadir dan bersedia mengikuti pemeriksaan pada saat kegiatan). Kejadian anemia ditentukan melalui pemeriksaan hemoglobin dengan ambang Hb <12,0 g/dL (World Health Organization, 2011). Status gizi dinilai menggunakan indeks massa tubuh (IMT = BB/TB²) dan dikategorikan menjadi IMT normal dan IMT tidak normal. Analisis menggunakan uji chi-square dan Fisher’s exact (?=0,05) serta disajikan odds ratio (OR) dan 95% confidence interval (95% CI). Kejadian anemia lebih tinggi pada remaja putri dengan status gizi tidak normal (51,7%) dibanding status gizi normal (4,8%) dan berhubungan bermakna (p<0,001; OR=21,43; 95% CI: 2,54–181,70). Berdasarkan umur, kejadian anemia pada kelompok 18–19 tahun (66,7%) lebih tinggi dibanding 16–17 tahun (6,9%) dan berhubungan bermakna (p<0,001; OR=0,04; 95% CI: 0,007–0,203). Disarankan skrining Hb berbasis sekolah serta penguatan edukasi gizi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA PUTRI Riwanda Okta Sari; Masta Hutasoit; Ratna Lestari
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/72ph8y08

Abstract

Menarche merupakan suatu tanda dimulainya pubertas pada perempuan. Pada remaja perempuan menarche dapat menimbulkan kecemasan. Berdasarkan hasil survei, sekitar 49,1% anak mengalami kecemasan saat menghadapi pubertas salah satunya menarche. Kecemasan ini dipengaruhi oleh kurangnya informasi mengenai perubahan fisik dan psikologis. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pemahaman yang tepat mengenai menarche sehingga hal ini dapat mengurangi kecemasan remaja putri saat menghadapinya terutama keterbukaan dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran orang tua dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche pada remaja putri di Tamantirto Bantul. Penelitian ini merupakan studi korelasi (correlation study) dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 104 remaja putri kelas IV dan V di  Tamantirto Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan peran orang tua dengan kategori kurang sebanyak 45,2% dan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche dengan kategori kecemasan berat sebanyak 40,4%. Hasil uji Kendall’s Tau diketahui nilai p-value adalah 0,244> ? 0,05 serta nilai koefisien korelasi atau r sebesar 0,095 yang artinya keeratan hubungan sangat lemah. Tidak ada hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menarche pada remaja putri di Tamantirto Bantul.  
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Fitria Alisa; Weny Amelia; Lola Despitasari; Febriyanti; Vivi Syofia Sapardi; Viki Yusri; Fawnia Lyra Alma
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/2nb30r59

Abstract

Diabetes melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit diabetes yang umum terjadi pada orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat, ditandai dengan gejala peningkatan kadar glukosa dalam darah  yang disebabkan karena adanya produksi insulin sehingga terjadi resistensi insulin. Angka kejadian DM Tipe 2 yaitu dengan jumlah 537 juta jiwa orang pada usia 20–79 tahun di dunia. Salah satu terapi yang dapat mengatasi dan menurunkan kadar gula darah adalah terapi murottal al-qur’an. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuinya pengaruh terapi murottal al-qur’an terhadap kadar gula darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di kelurahan gunung sarik RW 01 wilayah kerja puskesmas belimbing padang. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 12 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji paired sample T-test. Hasil penelitian didapatkan rerata skor kadar gula darah puasa sebelum diberikan intervensi adalah 267,75 dan rerata skor kadar gula darah puasa sesudah diberikan intervensi adalah 213,92. Terdapat perbedaan antara skor kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value = 0,001 (p-value ? 0,05), dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian terapi murottal al-qur’an terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di kelurahan gunung sarik RW 01  wilayah kerja puskesmas belimbing padang. Disarankan bagi pelayanan keperawatan dapat memberikan intervensi terapi murottal al-qur’an pada pasien DM yang berkunjung ke pelayanan kesehatan.