cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
stikesmercubaktijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
ISSN : -     EISSN : 26549751     DOI : https://doi.org/10.36984/jkm
Core Subject : Health,
JURNAL OF HEALTH MERCUSUAR: Is a journal that publishes (desemination) the results of research, study studies, and articles in the form of ideas / ideas about Public Health or other disciplines related to public health that have not been published / published by other media. Journals that can contain studies on epidemiology and biostatistics, health policy, nursing within the community and clinic, nutrition, public health, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. Journals can be used by lecturers at health colleges, health practitioners, health nurses, teachers, health college students, and people interested in public health issues. Journals are published twice a year, in April and October.
Articles 187 Documents
EFEKTIFITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KOGNITIF MAHASISWA TENTANG MATERI KEBUTUHAN OKSIGENASI Rahman, Ade; Hendriyeni, Pradhita
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.608

Abstract

Kemampuan kognitif dalam pendidikan keperawatan merupakan komponen penting untuk mempertanggungjawabkan tindakan dalam asuhan keperawatan yang profesional. Mahasiswa keperawatan diharapkan dapat menganalisis informasi, berfikir kritis, memiliki keterampilan klinis dan membuat keputusan yang benar dalam konteks klinis. Problem Based Learning merupakan suatu strategi pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, mengembangkan pembelajaran aktif, keahlian pemecahan masalah dan keterampilan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui efektivitas Problem Based Learning untuk meningkatkan kognitif mahasiswa. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test dengan populasi mahasiswa D-III Keperawatan Akper Kesdam I/BB Padang. Teknik pengampilan sampel adalah total sampling sejumlah 41 orang mahasiswa tingkat II. Hasil penelitian pemberian metode Problem Based Learning kepada mahasiswa tingkat II menunjukkan rata-rata nilai pretest 61.05 dan nilai posttest 86,71, hasil uji paired sample t-test tabel diatas memperoleh nilai sig. (2 tailed) 0,00, sesuai dengan pengambilan keputusan uji paired sample t-test jika nilai signifikansi (2-tailed) < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kognitif mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kesimpulan hasil penelitian yaitu adanya pengaruh model pembelajaran PBL dalam meningkatkan kognitif mahasiswa. Diharapkan metode PBL dapat diaplikasikan kepada mahasiswa keperawatan untuk meningkatkan kognitif pada semua mata kuliah.
EDUKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA POSTER DAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU CTPS SISWA DI SDN 14 KOTO PANJANG Apriella, Shafa; Efitra; Fadrianti, Yessi; Verra Widhi Astuti; Nova Yanti; Rendayati
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.610

Abstract

Tangan dan jari merupakan media pembawa kuman yang dapat berpindah antara manusia ke manusia lain, salah satu cara memutus perpindahan kuman tersebut adalah dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Anak sangat perlu diawasi dalam pelaksanaan Cuci Tangan untuk menumbuhkan kebiasaan baik dalam PHBS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan perilaku CTPS siswa setelah edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan menggunakan media poster dan video animasi di SDN 14 Koto Panjang.Desain penelitian kuantitatif dengan pre experimental with the one group pretest posttest design. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2023 sampai Juli 2024. Populasi penelitian ini adalah murid kelas IV,V, dan VI SDN 14 Koto Panjang dengan besar sampel 42 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah propotional simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji t-dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah diberikan edukasi serta ada peningkatan pada pengetahuan dengan p-value=0,0001, sikap p-value=0,010, dan tindakan p-value=0,0001.Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada guru untuk memberikan edukasi secara berkala menggunakan media poster dan video animasi untuk upaya meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan CTPS.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) : JAJANAN SEHAT Fadriyanti, Yessi; Zain, Aqilah Khairifka; Suhaimi; Efitra; Herwati; Astuti, Verra Widhi
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.611

Abstract

Data BPOM tahun 2022 mencatat 72 kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan, meningkat 44% dengan 5.505 orang terpapar terutama dari jasa boga dan jajanan. Di Kota Padang Sumatera Barat, ditemukan masyarakat mengonsumsi makanan berisiko tinggi, konsumsi makanan manis mencapai 48,51%, gorengan 43,44%, makanan dibakar 10,42%, dan penyedap 48,02%. Pada tanggal 11 Januari 2022, SDN 29 Gunung Sarik mengalami KLB keracunan makanan dengan 36 siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswa tentang jajanan sehat dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) : jajanan sehat. Desain penelitian cross-sectional study yang dilakukan di SDN 29 Gunung Sarik Kota Padang. Populasi adalah siswa kelas IV dan V di SDN 29 Gunung Sarik Kota Padang besar sampel 47 orang. Analisa data menggunakan uji Chi square (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 74,5% responden memiliki pengetahuan baik tentang jajanan sehat, 72,3% responden memiliki sikap positif, dan 55,3% responden berperilaku baik dalam memilih jajanan sehat. Selanjutnya didapatkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,005<0,05) dan sikap siswa (p = 0,015<0,05) dengan perilaku jajanan sehat di SDN 29 Gunung Sarik Kota Padang Data from (BPOM) in 2022 reported 72 cases of Extraordinary Events (KLB related to) food poisoning, a 44% increase, affecting 5,505 people, primarily from catering services and street food. In Kota Padang, Sumatera Barat, it was found that the community consumes high-risk foods, with consumption of sweets at 48.51%, fried foods at 43.44%, grilled foods at 10.42%, and seasonings at 48.02%. On 11th January 2022, SDN 29 Gunung Sarik experienced a food poisoning incident involving 36 students. The study aimed to determine the level of knowledge and attitudes of students about healthy snacks in relation to Clean and Healthy Living Behavior (PHBS): healthy snacks. The research design was a cross-sectional study conducted at SDN 29 Gunung Sarik in Kota Padang. The population consisted of fourth and fifth-grade students, with a sample of 47 students. Data analysis was using the Chi-square test (? = 0.05). The results showed that 74.5% of respondents had good knowledge about healthy snacks, 72.3% had a positive attitude, and 55.3% practiced good behavior in choosing healthy snacks. There was a significant relationship between knowledge (p = 0.005 < 0.05) and students' attitudes (p = 0.015 < 0.05) with the behavior of choosing healthy snacks at SDN 29 Gunung Sarik in Kota Padang
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi di RT 01 RW 04 Desa Dadok Tunggul Hitam Muchtar, Murniati; Hamni, Nur; Metti, Elvia; Netti; Felnanda Amri, Lola; Sasmita, Heppi
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.615

Abstract

Pemakaian alat kontrasepsi bertujuan untuk mengatur jarak kehamilan, yang berfokus pada pasangan usia subur. Akan tetapi masih banyak ibu PUS yang tidak memakainya karena berbagai faktor. Data PUS di Dadok Tunggul Hitam termasuk tertinggi dengan jumlah 8.140 akan tetapi akseptor rendah dengan persentase peserta KB 2.25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pasangan usia subur dengan pemakaian alat kontrasepsi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah semua ibu PUS di RT 01 RW 04 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, dengan 82 responden diambil dengan total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik, lebih dari separuh responden memiliki sikap negatif dan lebih dari responden tidak memakai alat kontrasepsi. Didapatkan hubungan bermakna antara pengetahuan (p value = 0,004) dan sikap (p value = 0,000) PUS dengan pemakaian alat kontrasepsi.
Pengaruh Usia dan Kadar Asam Urat Terhadap Risiko Hiperurisemia Ina Ferawati, Bangkit; Setiana, Mira
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.616

Abstract

Hiperurisemia adalah kondisi yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti gout dan penyakit ginjal. Di Indonesia, kasus hiperurisemia ditemukan cukup tinggi, dengan prevalensi sekitar 24% pada pria dan hampir 12% pada wanita, dan kecenderungannya meningkat seiring pertambahan usia serta pola hidup yang kurang sehat. Usia dan kadar asam urat diketahui sebagai faktor penting yang mempengaruhi risiko hiperurisemia, tetapi hubungan antara kedua faktor ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami pengaruhnya secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara usia dan kadar asam urat serta perbedaan kadar asam urat antara kelompok dengan risiko hiperurisemia dan kelompok tanpa risiko. Sebanyak 42 responden, terdiri dari 21 dewasa dan 21 lansia, diikutsertakan dalam studi ini. Data mengenai kadar asam urat dan riwayat penyakit yang menjadi faktor risiko hiperurisemia dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji korelasi, ANOVA, dan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dan kadar asam urat, dengan nilai korelasi sebesar -0,007. Uji ANOVA juga menunjukkan bahwa variasi kadar asam urat antar kelompok usia tidak signifikan (F hitung < F kritis, p = 0,91). Selain itu, uji t satu arah dan dua arah menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kadar asam urat antara kelompok dengan risiko hiperurisemia dan kelompok tanpa risiko, dengan p-value masing-masing sebesar 0,46 (one-tailed) dan 0,91 (two-tailed).. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk ukuran sampel yang terbatas dan potensi bias dari metode pengumpulan data subyektif. Oleh karena itu, Penelitian lanjutan dengan variabel yang lebih beragam dan metode ukur yang lebih akurat tetap diperlukan. Masyarakat juga disarankan untuk mulai menjaga pola makan dan rutin memeriksakan kadar asam urat guna mencegah risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL Marcelya, Shella; Nur Aini; Jumirah; Ismail Efendy; Irma Valentina Manurung
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/bpwtnx09

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) adalah salah satu masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil. KEK merupakan kondisi masalah kurang gizi yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak seimbang sehingga menyebabkan ibu hamil kekurangan energi dalam kurun waktu yang cukup lama. Tingginya prevalensi KEK pada ibu hamil mencerminkan masih rendahnya upaya pemenuhan gizi sehingga akan berdampak terhadap ibu maupun bayi yang dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap KEK pada Ibu Hamil di UPT. Puskesmas Singkawang Utara I Kota Singkawang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil berjumlah 141 orang. Besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan rumus slovin berjumlah 104 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh asupan gizi (p value 0,000), pendapatan (p value 0,000), jarak kehamilan (p value 0,012) dan paritas (p value 0,031) terhadap KEK pada Ibu hamil. Tidak ada pengaruh pengetahuan (p value 0,089) terhadap KEK pada Ibu Hamil. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap KEK pada ibu hamil adalah Asupan Gizi dengan nilai Exp (B) sebesar 37,024. Diharapkan kepada penanggung jawab gizi dan KIA Puskesmas agar lebih aktif dalam melakukan edukasi kepada ibu hamil tentang KEK serta cara mencegah dan menanganinya. Diharapkan kepada penanggung jawab program KB agar lebih giat menjalankan program KB agar dapat mencegah KEK dalam kehamilan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG Yulita; Nur Aini; Thomson P. Nadapdap; Zuraidah Nasution; Ramadhani Syafitri Nasution; Irma Valentina Manurung
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/se2xkd42

Abstract

Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifannya tinggi. Peningkatan cakupan penggunaan MKJP merupakan salah satu program yang sedang digalakkan di Indonesia. Namun, cakupan penggunaan MKJP masih rendah seperti implan sebanyak 10,6% dan IUD sebanyak 7,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di wilayah kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian yaitu 314 pasangan usia subur. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisa data yang digunakan berupa analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP adalah jumlah anak, pengetahuan, sikap, dukungan kader, dukungan suami, dukungan tokoh adat, dan persepsi. Faktor yang tidak berhubungan dengan penggunaan MKJP adalah umur, pendidikan, dan pekerjaan. Dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penggunaan MKJP dengan Exp(B)=4,43; 95% CI 1,97–9,93
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL KONSUMSI ASAM FOLAT Sinaga, Sharon Kristin; Nur Aini; Asriwati; Ismail Efendy; Ramadhani Syafitri Nasution; Irma Valentina Manurung
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/tmet4904

Abstract

Konsumsi asam folat selama kehamilan penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin. Data SKI 2023 secara nasional hanya 44,2% ibu hamil yang mengkonsumsi TTD mengandung zat besi dan asam folat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dengan kepatuhan konsumsi asam folat pada ibu hamil di Puskesmas Tenggilis. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sampel 100 ibu hamil. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square. Analisis multivariat menunjukkan ibu dengan riwayat kunjungan ANC, tidak teratur memiliki risiko 39,2 kali lebih besar untuk tidak patuh dibandingkan dengan yang teratur (OR = 39,158; p = 0,037; 95% CI = 1,244–1232,588). Media informasi yang tidak berperan meningkatkan risiko ketidakpatuhan sebesar 130,2 kali dibandingkan media informasi yang baik (OR = 130,237; p = 0,005; 95% CI = 4,373–3879,064). Tenaga kesehatan yang kurang berperan meningkatkan risiko ketidakpatuhan sebesar 71,8 kali dibandingkan yang berperan (OR = 71,822; p = 0,020; 95% CI = 1,986–2596,844). Pengetahuan ibu yang kurang baik meningkatkan risiko ketidakpatuhan sebesar 13,6 kali dibandingkan pengetahuan baik (OR = 13,611; p = 0,022; 95% CI = 1,447–128,016). Informasi yang kurang meningkatkan risiko ketidakpatuhan sebesar 32,8 kali dibandingkan informasi yang baik (OR = 32,814; p = 0,044; 95% CI = 1,090–987,446).
FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPLEMENTASI SASARAN KESELAMATAN PASIEN Fauzi, Muhammad Dahlan; Deli Theo; Nur Aini; Arifah Devi Fitriani; Thomson Parluhutan Nadapdap
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/2rkqw789

Abstract

Keselamatan pasien merupakan elemen kunci dalam pelayanan kesehatan dan menjadi indikator mutu rumah sakit. Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepemimpinan, sumber daya manusia, kerja tim, komunikasi, dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi SKP di Rumah Sakit Umum Bandung Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 50 perawat sebagai responden. Data dianalisis melalui uji univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil univariat menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan D3, dan menilai kebijakan SKP dalam kategori “cukup”. Hasil bivariat menunjukkan bahwa kepemimpinan (p = 0,047), komunikasi (p = 0,000), dan kebijakan (p = 0,002) memiliki hubungan signifikan terhadap implementasi SKP. Sementara itu, sumber daya manusia (p = 1,000) dan kerja tim (p = 0,051) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Analisis multivariat memperkuat temuan ini, di mana hanya komunikasi (p = 0,001; Exp(B) = 105,776) dan kebijakan (p = 0,003; Exp(B) = 0.021) yang berpengaruh signifikan, dengan komunikasi menjadi faktor paling dominan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi SKP sangat bergantung pada efektivitas komunikasi dan kebijakan yang jelas serta terstruktur. Rumah sakit disarankan untuk memperkuat sistem komunikasi internal dan memastikan kebijakan keselamatan pasien diterapkan secara konsisten untuk meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERSEPSI REMAJA TERHADAP SEKS PRANIKAH Vacsriani, Mariska; Ismail Efendy; Nur Aini; Asriwati; Tri Niswati Utami; Irma Valentina Manurung
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/maw1y448

Abstract

Seks pranikah pada remaja menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang mendesak untuk diteliti karena berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi persepsi remaja terhadap seks pranikah di SMK Kesehatan Imelda Medan. Desain penelitian menggunakan metode Kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII dengan sampel sebanyak 79 orang menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh perhatian keluarga, spiritual dan pergaulan bebas terhadap persepsi seks pranikah pada remaja. Faktor yang paling dominan yaitu pergaulan bebas. Variabel pergaulan bebas memiliki nilai Exp (B) sebesar 152.684, dengan demikian responden yang memiliki pergaulan bebas cenderung memiliki persepsi terhadap seks pranikah sebesar 5.028. Nilai B atau logaritma natural dari 5.028 adalah 152.684. Oleh karena nilai B bernilai positif, dengan demikian variabel pergaulan bebas memiliki pengaruh positif terhadap seks pranikah pada remaja atau jika responden memiliki sikap pergaulan bebas dengan demikian cenderung memiliki persepsi terhadap seks pranikah pada remaja sebesar 152.684 kali. Dibutuhkan peran aktif orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, pengawasan, dan pembinaan moral sejak dini guna mencegah terjadinya seksual pranikah berisiko di kalangan remaja.