cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
Aplikasi Sistem Keuangan Elektronik: Solusi Mudah Pengelolaan Bank Sampah di Masa Pandemi Covid-19 Yuli Agustina; Agung Winarno; M. Mujtaba Habibi; Andi Basuki; Deby Alief Intan Permata
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Situasi pandemi Covid-19 mendorong agar semua aspek kehidupan didigitalisasi, termasuk aspek perekonomian. Pengelolaan administrasi keuangan suatu usaha diharapkan dapat dilakukan secara digital agar berjalan lebih efektif dan efisien serta dapat dilakukan pada situasi pandemi Covid-19 dimana sedang diberlakukan physical distancing. Bank Sampah Desa Krejengan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur merupakan salah satu tempat pengelolaan sampah terbesar dan diakui secara nasional. Hal ini dibuktikan dengan dicatatnya Bank Sampah ini pada Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementrian LHK). Akan tetapi kondisi pengelolaan keuangan di usaha ini masih dilakukan secara manual. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk mengembangkan aplikasi sistem keuangan elektronik dan mensosialisasikannya kepada pengelola bank sampah. Metode yang digunakan yaitu observasi, pengembangan, sosialisasi serta pendampingan kepada pengelola bank sampah. Hasil pengabdian menunjukkan pengelolaan keuangan di Bank Sampah Krejengan menjadi lebih efektif dan efisien, serta dapat menekan kesalahan input yang selama ini sering terjadi. Selain itu, pengelolaan keuangan juga lebih optimal dilakukan pada situasi pandemi Covid-19 dimana sedang diberlakukan physical distancing, pengelola bank sampah dan nasabah tetap dapat melakukan aktivitas pengelolaan keuangan dengan mudah.Kata Kunci: bank sampah Krejengan, covid-19, keuangan elektronik, UMKM AbstractThe Covid-19 pandemic situation encourages all aspects of life to be digitized, including economic aspects. It is hoped that the financial administration management of a business can be done digitally so that it can run more effectively and efficiently and can be carried out in the Covid-19 pandemic situation where physical distancing is being applied. The Waste Bank of Krejengan Village, Probolinggo Regency, East Java is one of the largest waste management sites and is nationally recognized. This is evidenced by the recording of this Waste Bank in the National Waste Management Information System of the Ministry of Environment and Forestry (Kementrian LHK). However, the condition of financial management in this business is still done manually. The purpose of this Community Service is to develop an electronic financial system application and disseminate it to waste bank managers. The method used is observation, development, socialization and assistance to waste bank managers. The results of this dedication show that financial management at the Krejengan Waste Bank has become more effective and efficient, and can reduce input errors that often occur. In addition, financial management is also more optimal in the Covid-19 pandemic situation where physical distancing is being implemented, waste bank managers and customers can still carry out financial management activities easily.Keywords: krejengan waste bank, covid-19, electronic finance, UMKM
Pendampingan Peningkatan Penjualan Produk Olahan Markisa Berbasis Weblog Yunita Nur Afifah; Moch. Hatta; Bayu Charisma Putra
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p195-200

Abstract

Dalam bisnis penjualan secara digital atau online sekarang lebih efisien daripada secara offline. Setelah melihat potensi UMKM tentang olahan Markisa Di Desa Jatikalang Sidoarjo yang menjadi keunggulannya maka Pengabdian kepada masyarakat ini mulai dilakukan. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan UMKM masyarakat desa agar lebih diketahui oleh masyarakat luas karena pemasaran UMKM masih sangat terbatas yaitu dengan media offline. Weblog menjadi salah satu media yang dapat dipakai untuk mempromosikan olahan markisa. Pemberdayaaan pengurus  Weblog UMKM Desa dilakukan oleh ibu-ibu PKK, ibu-ibu RW dan RT, Serta Perangkat Desa. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pendampingan cara penggunaan Weblog, dan tutorial tata cara penggunaan Weblog sehingga pengurus Weblog lebih mudah dalam mengaplikasikan. Evaluasi dari pengabdian ini adalah warga desa lebih mengerti bagaimana pemasaran produk hasil UMKM secara online sehingga dengan adanya Weblog UMKM Desa, pemasaran produk lebih efektif, mudah, dan meluas. Kata kunci— Bisnis online, UMKM, Weblog Abstract The changing of the digital era is very fast in the business of selling digitally or online it is now more efficient than offline. After seeing the potential of MSME about Passion Fruit preparations in the village of Jatikalang, Sidoarjo, which became its superiority, this community service began. The purpose of this dedication is to improve the MSME of the village community so that they are better known to the wider community because MSME marketing is still very limited namely offline media. Weblogs become one of the media that can be used to promote passion fruit processing. Empowerment of Village MSME Weblog administrators is carried out by PKK women, RW and RT mothers, and village officials. The method used is socialization, mentoring on how to use Weblogs, and tutorials on how to use Weblogs so that Weblog administrators are easier to apply. The evaluation of this service is that the villagers better understand how to market products from MSME online so that with the Village MSME Weblog, product marketing is more effective, easy, and widespread. Keywords— MSME, Online Business, Weblog
SI-TACO: Media Promotif dan Preventif COVID-19 Pada Masyarakat Desa Ngembal Kabupaten Malang Januar Kustiandi; Achmad Miftachul Ilmi; Agus Garlic Ariansyah; Abdur Rahman Farhan; Imro'atul Khasanah; Nanda Sekarsari; Alzahro Alzahro
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p%p

Abstract

Saat ini dunia sedang menghadapi pandemi COVID-19, di Indonesia pun saat ini pemerintah juga melakukan berbagai kebijakan untuk dapat meminimalisir penyebaran COVID-19. Namun faktanya masih ada masyarakat yang kurang memahami akan bahaya COVID-19, sehingga kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah tidak sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat Indonesia. Secara khusus dari pengumpulan data yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Ngembal cenderung kurang memahami tentang dampak dan upaya pencegahan COVID-19. Oleh karena itu dibutuhkan upaya promotif dan preventif bagi masyarakat Desa Ngembal terkait COVID-19. Pengabdian yang dilakukan menggunakan media Si-TACO (Edukasi Tanggap COVID-19). Si-TACO (Edukasi Tanggap COVID-19) merupakan video edukasi berbentuk animasi yang didalamnya berisi materi tentang penyebaran COVID-19 di Indonesia, kesadaran diri tentang adanya COVID-19, dampak COVID-19 dalam berbagai setting kehidupan, cara pencegahan COVID-19, dan olahraga ringan yang dapat dilaksanakan di rumah pada masa pandemi COVID-19. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan enam tahapan antara lain, (1) koordinasi, (2) pembuatan Si-TACO, (3) impelemtasi Si-TACO, (4) evaluasi, dan (5) penutupan kegiatan pengabdian. Kata kunci— COVID-19, Promotif dan Preventif, Si-TACO Abstract Today’s world has been shocked by the presence of COVID-19. The government has also taken numerous policies in order to minimize the spread of COVID-19. But unfortunately, the fact is that there are still people who do not understand nor care about the dangers of COVID-19, so the policies issued by the Government are not fully obeyed by the people of Indonesia. From the data from the survey and various research collection that has been done, it can be concluded that the people of Ngembal tend to lack understanding of the impact and prevention efforts of COVID-19. Therefore, we need promotive and preventive efforts for the people of Ngembal related to COVID-19. The dedication for helping to spread not the virus but awareness is carried out through Si-TACO (Edukasi Tanggap COVID-19). Si-TACO (Edukasi Tanggap COVID-19) is an animated educational video which contains material regarding the spread of COVID-19 especially in Indonesia, Indonesian people awareness about the presence of COVID-19, the impact of COVID-19 in various social life settings, how to prevent COVID-19, and some light exercises that can be performed at home during the COVID-19 pandemic. Community service programs are carried out in six stages including (1) coordination, (2) making Si-TACO, (3) implementation of Si-TACO, (4) evaluation, and (5) closing of community service programs. Keywords— COVID-19, Promotive and Preventive, Si-TACO
Pendampingan Ibu Hamil Dalam Kegiatan Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan (Ashar) Hardani Hardani; Ajeng Dian Pertiwi; Nur Atikah; Sri idawati; Evi Fatmi Utami; Sri Rahmawati
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p%p

Abstract

Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan (ASHAR) adalah periode seribu hari mulai sejak terjadinya konsepsi hingga anak berumur dua tahun. Seribu hari terdiri dari, 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan. Periode ini disebut periode emas (golden periode) atau disebut juga sebagai waktu yang kritis, yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan terjadi kerusakan yang bersifat permanen (window of opportunity). Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan pada tataran global disebut Scalling-Up Nutrition (SUN) dan di Indonesia disebut dengan Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam Rangka Percepatan Perbaikan Gizi. Tujuan Global SUN Movement adalah menurunkan masalah gizi, dengan fokus pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan. Indikator Global SUN Movement adalah penurunan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), anak balita pendek (stunting), kurus (wasting), gizi kurang (underweight), dan gizi lebih (overweight). Pada program Aksi Seribu Hari Pertama Kehidupan (disingkat ASHAR) ini menggunakan metode pendekatan yaitu pendampingan, diskusi, edukasi, monitoring dan evaluasi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak sehingga tercapai generasi Emas NTB 2025.Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini yaitu terpenuhi kesehatan ibu dan anak.Kata kunci—Ashar, gizi, ibu, bayi, stunting Abstract The first thousand Days of Life (ASR) is a period of a thousand days from the date of conception until the child is 2 years old. A thousand days consist of, 270 days during pregnancy and 730 days of first life since the infant was born. This period is called the golden Period or also called a critical time, which if not utilized properly there will be permanent damage (window of opportunity). The first thousand days of life at the global level is called Scaling Up Nutrition (SUN) and in Indonesia called the National movement of nutritional awareness to accelerate nutritional improvement. SUN Movement's Global goal is to bring down nutritional problems, focusing on the first 1000 days of life in pregnant mothers, nursing mothers and children aged 0-23 months. The Global SUN Movement indicator is a decrease in low birth weight babies (BBLR), short stunting, lean (wasting), underweight, and more nutrition (overweight). In the first thousand Days of Life Program (abbreviated Ashar), this method of approach is a mentoring, discussion, education, monitoring, and evaluation. The purpose of this devotion is to increase the degree of maternal and child health so that the generation of NTB gold is reached 2025. The results achieved in this devotion are fulfilled maternal and child health.Keywords—Ashar, nutrition, mother, baby, stunting  
TOT Penyakit Menular Pada Satgas WNI Migran Terdeportasi Di Tanjung Pinang Linda Dewanti; Sulistiawati Sulistiawati; Djohar Nuswantoro
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p%p

Abstract

AbstrakWNI migran (WNIM) menempati jumlah terbesar ke 3 setelah China dan Filipina. WNIM illegal terdeportasi berisiko besar menderita penyakit menular terutama setelah hidup di penjara. Sebagian besar dari mereka juga merupakan korban perdagangan orang (WNIM KPO).  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melaksanakan TOT (training of trainer) penyakit menular pada satuan tugas (satgas) yang melayani WNIM KPO di Tanjung Pinang agar satgas maupun WNIM KPO waspada dan menerapkan pencegahan penyakit menular bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat asal. Metode yang dilakukan adalah ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab menggunakan berbagai media, pelatihan 6 langkah cuci tangan, dan FGD. Setelah TOT terjadi peningkatan pengetahuan secara bermakna tercermin dari jumlah soal yang dijawab benar sebelum (8,7 ± 1,5) dan sesudah TOT (12,5 ± 1,7) dari total 15 soal (paired t test, p<0,0001; dengan CI 95% 3,0 – 4,6). Peserta mampu melakukan 6 langkah cuci tangan standard  WHO / Kemenkes. Hasil FGD menunjukkan selain peserta mampu  menjelaskan secara benar tentang materi penyakit menular dan pencegahannya, peserta merasakan pentingnya mencegah penyebaran penyakit menular salah satunya dengan mengusulkan screening penyakit menular terhadap WNIM KPO. Satgas siap menerapkan hasil TOT kepada WNIM KPO.  Kata Kunci: pekerja migran, penyakit menular
Implementasi Teknologi Mesin Blending untuk Industri Getuk Pisang di Kabupaten Kediri M. Ihwanudin; Agus Sholah; Syarif Suhartadi
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Tujuan implementasi teknologi kepada mitra berupa mesin blending adalah untuk meningkatkan kualitas produksi getuk pisang sebagai makanan khas potensi unggulan daerah. Teknologi tersebut berkontibusi meningkatkan kualitas, efisiensi dan higienitas produksi makanan kelompok mitra. Metode perancangan mesin dilakukan secara bertahap dan mengacu pada konsep dan keilmuan teknik mesin. Uji coba kinerja mesin telah dilakukan dan menghasilkan performa yang optimal. Hasil penerapan teknologi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mampu meningkatkan hasil produksi rerata mitra 25-30%. Peningkatan produksi dapat diaktualisasi produksi sebanyak 250-400 bungkus per hari. Estimasi profit dan efisiensi waktu kerja meningkat 35%. Jaminan higienitas proses produksi diestimasikan meningkat signifikan. Melalui hasil survei kepuasan mitra pengabdian menunjukkan angka sebesar 85%. Kesimpulan yang didapatkan melalui implementasi teknologi kepada mitra adalah implementasi teknologi telah memberikan sumbangsih yang relatif besar untuk peingkatan hasil, kualitas dan jaminan higienitas produksi makanan unggulan daerah.  Kata Kunci: getuk pisang, mesin blending, teknologi tepat guna  Abstract The purpose of implementing technology to partners in the form of a blending machine is to improve the quality of banana getuk production as a typical food with regional superior potential. This technology contributes to improving the quality, efficiency and hygiene of the partner group's food production. The machine design method is carried out in stages and refers to the concepts and knowledge of mechanical engineering. Engine performance testing has been carried out and results in optimal performance. The results of the application of technology in Community Service activities are able to increase the average production yield of partners by 25-30%. Increased production can actualize production of 250-400 packs per day. Estimated profit and working time efficiency increased by 35%. It is estimated that the hygiene assurance of the production process will increase significantly. Through the survey results, the satisfaction of community service partners shows a figure of 85%. The conclusion obtained through the implementation of technology to partners is that the implementation of technology has made a relatively large contribution to improving yields, quality and hygiene assurance of regional superior food production. Keywords: banana getuk, blending machine, appropriate technology
Pengembangan Varian Produk Berbahan Mendong bagi Pengrajin untuk Meningkatkan Kinerja Usahanya di Desa Wajak Kabupaten Malang Nurin Lailatul Hidayah; Ilfi Nur Diana; Dela Riski Aprilia; Nana Yuhana; Muhammad Rafi’ Attamimi
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p159-163

Abstract

Pengrajin anyaman dari mendong diminati warga desa wajak kabupaten Malang, namun variasi produknya terbatas berupa tikar dan tali tampar sehingga pertumbuhan usahanya begitu lambat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengrajin mendong terkait pembuatan varian produk yang dibutuhkan pasar. Metode yang digunakan adalah identifikasi masalah, perancangan program, penyusunan buku panduan, sosialisasi dan pelatihan. Pengukuran hasil dilakukan melalui observasi tingkat perhatian peserta selama pelatihan dan unjuk kerja pembuatan produk. Dari kegiatan ini menjunjukkan bahwa antusias peserta cukup baik terbukti sejak kegiatan awal hingga akhir mereka mengikuti dengan tekun, kegiatan juga telah menghasilkan berbagai variasi produk yang terbuat dari bahan mendong. Untuk menjaga keberlangsungan telah pula diterbitkan buku panduan yang mencakup mulai perencanaan hingga teknik anyaman berbagai bentuk produk dan dibagikan kepada peserta pelatihan. Kata kunci— buku panduan, Kerajinan Mendong, Malang, Wajak Abstract Wajak village people from Malang Regency are interested in the weaving craftsmen of Malang Regency, but the variety of products is limited in the form of mats and slap ropes so that their business growth is so slow. This community service aims to increase the knowledge and skills of mendong craftsmen related to the manufacture of product variants needed by the market. The methods used are problem identification, program design, manual preparation, socialization and training. Measurement of results is carried out by observing the level of attention of the participants during the training and the performance of product manufacturing. From this activity, it showed that the enthusiasm of the participants was quite good. It was proven that from the beginning to the end they followed them diligently. The activity also resulted in a wide variety of products made from Mendong materials. To maintain sustainability, a guidebook has also been published covering planning to weaving techniques for various forms of products and distributed to the training participants.  Keywords— guidebook, mending craft, Malang, Wajak
Pelatihan Peer Educator Berhenti Merokok di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Menggunakan Pendekatan E-Learning Model Elia Nur Ayunin; Sarah Handayani2; Rachma Dhiyaa Arroyyan; Ganesa Deltasari
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p101-108

Abstract

Seorang perokok memerlukan kesadaran, keinginan dan kesiapan untuk dapat berhenti merokok. Untuk memunculkan hal tersebut, maka diperlukan informasi dan dukungan dari lingkungan sekitar perokok. Dengan demikian dibentuklah sebuah kegiatan pemberdayaan kepada kelompok siswa-siswi yang bertujuan untuk membentuk peer educator / pendidik sebaya bagi kelompok sebayanya di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal. Dengan harapan, remaja yang telah dilatih sebagai peer educator akan menyebar luaskan informasi terkait bahaya rokok, manfaat berhenti merokok dan tahapan berhenti merokok. Sehingga dapat memunculkan kesadaran, keinginan dan kesiapan berhenti merokok pada remaja perokok. Metode yang dipergunakan adalah pemberian materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait rokok dan perilaku berhenti merokok kepada peer educator berhenti merokok dengan berbasis internet atau disebut dengan program learning atau e-learning. Hasil evaluasi tahap satu atau reaksi terhadap kegiatan ini secara keseluruhan dapat disimpulkan sangat baik. Hal tersebut ditunjukkan dari penilaian kepuasan oleh kelompok sasaran terhadap narasumber, isi materi dan media/video. Hasil evaluasi tahap dua atau evaluasi pembelajaran menunjukkan adanya perubahan sangat baik dan positif terhadap pengetahuan terkait rokok, sikap terkait keyakinan terhadap perilaku rokok serta self efficacy / keyakinan diri menjadi peer educator untuk sebayanya dalam pendampingan perilaku berhenti merokok.
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Produksi Industri Kreatif Kerajinan Kayu dengan Mesin Adjustable Scroll Saw di Kota Wisata Batu Jawa Timur Tuwoso Tuwoso; Andika Bagus Nur Rahma Putra; Agus Suyetno
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Kota Batu sebagai kota wisata banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Adanya kunjungan wisatawan ke Kota Batu ini secara tidak langsung akan meningkatkan pembelian barang-barang oleh wisatawan sebagai oleh-oleh yang akan dibawa pulang. Salah satu industri kreatif kerajinan kayu yang memproduksi berbagai macam souvenir adalah  “UD Tohu Srijaya“  di  Desa Junrejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu.  Guna meningkatkan daya jual produk, pada proses produksi akan dikembangkan disain adjustable  sroll saw. Metode yang akan diterapkan untuk merealisasikan program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan dari satgas pelaksana kegiatan. Kegiatan yang dakan dilakukan adalah pembuatan mesin, pengoperasian, dan perawatan mesin dengan memperhatikan masukan permasalahan dari mitra dilanjutkan dengan melakukan uji kinerja mesin. Hasil dari kegiatan ini meliputi: 1) peningkatan kualitas dan kuantitas produksi industri kreatif kerajinan kayu dengan mesin adjustable scroll saw di Kota Wisata Batu Jawa Timur; 2) mesin adjustable scroll saw yang didesiminasikan berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi industri kreatif kerajinan kayu di Kota Wisata Batu Jawa Timur; dan 3) berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi industri kreatif kerajinan kayu dengan mesin adjustable scroll saw di Kota Wisata Batu Jawa Timur dan terbukti mampu menambah wawasan mitra dan masyarakat sekitar.Kata Kunci— adjustable scroll saw, industri kreatif, kerajinan kayu, wisata Kota Batu AbstractBatu City as a tourist city is visited by many tourists from various regions. The existence of tourist visits to Batu City will indirectly increase the purchase of goods by tourists as souvenirs to be brought home. One of the woodcraft creative industries that produce various kinds of souvenirs is “UD Tohu Srijaya” in Junrejo Village, Junrejo District, Batu City. In order to increase the selling power of the product, an adjustable sroll saw design will be developed in the production process. The method that will be applied to realize this community service program is training and assistance from the task force implementing the activities. The activities that will be carried out are the manufacture of machines, operation and maintenance of machines by paying attention to input problems from partners followed by conducting engine performance tests. The results of this activity include: 1) increasing the quality and quantity of production of the wood craft creative industry with an adjustable scroll saw machine in Kota Wisata Batu, East Java; 2) the adjustable scroll saw machine that was presented had succeeded in increasing the quality and quantity of the woodcraft creative industry's production in Kota Wisata Batu, East Java; and 3) succeeded in increasing the quality and quantity of woodcraft creative industry production with an adjustable scroll saw machine in Kota Wisata Batu, East Java and proved to be able to increase the knowledge of partners and the surrounding community.Keywords— adjustable scroll saw, creative industry, wood crafts, Batu City tourism
Vidio Animasi Prilaku Hidup Bersih Sehat sebagai Media Pendidikan Masyarakat di Masa New Normal Sheila Febriani Putri; Desma Anjar Setyowati Rismadini Putri; Indah Nur Santi
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p201-207

Abstract

Upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dapat dilakukan dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Kesadaran pribadi dalam melakukan PHBS diharapkan mampu menolong diri sendiri dan keluarga untuk terhindar dari virus Covid-19 ini. PHBS juga dapat menjadi sarana masyarakat untuk ikut berkontribusi aktif melawan penyebaran Covid-19. Salah satu program kerja yang dapat diberikan adalah edukasi kepada masyarakat khususnya di Desa Ngingit tentang perilaku hidup besih dan sehat yang diwujudkan dalam bentuk video animasi. Program kerja ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui vidio animasi tentang PHBS di era new normal. Metode pelaksanaan dilakukan dengan sosialisasi melalui vidio animasi kepada seluruh warga Desa Ngingit. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa Masyarakat sangat antusias dalam keikutsertaan pada program keja ini. Antusiasme ini diharapkan mampu menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat di kawasan Desa Ngingit. Keberlanjutan dari perilaku hidup bersih dan sehat ini dapat menjadi salah satu langkah desa untuk memberikan semangat pada warganya sehingga mampu menekan dan mencegah penyebaran virus Covid-19 di era new  normal. Lingkungan bersih dan sehat di kawasan Desa Ngingit akan menjadikan proses kegiatan belajar di rumah menjadi lebih baik, produktifitas anggota rumah tangga menjadi lebih baik, serta produktivitas kerja di instansi desa juga menjadi lebih baik. Kata kunci— Covid-19, Era New Normal, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Video Animasi Abstract Efforts to break the distribution chain of Covid-19 can be done by implementing PHBS (Perikaku Hidup Bersih dan Sehat). Personal awareness in conducting PHBS is expected to be able to help myself and family to avoid this Covid-19 virus. PHBS can also be a means for the community to actively contribute to the spread of co-19. One of the work programs carried out is to provide education to the people of Ngingit village about clean and healthy living behaviors which are manifested in the form of animated videos. This work program aims to educate the public through animated videos about PHBS in the new-normal era. The method of implementation was carried out through socialization through animated videos to all Ngingit villagers. The results of the socialization show that the community is very enthusiastic in participating in this working program. This enthusiasm is expected to be able to create a clean and healthy lifestyle in the Ngingit village area. The sustainability of this clean and healthy lifestyle can be one of the steps taken by the village to encourage the people to be able to suppress and prevent the spread of the Covid-19 virus in this ne-normal era. A clean and healthy environment in the Ngingit village area will make the learning process at home better; productivity of household members is better; as well as work productivity in village agencies also getting better. Keywords— Animation Video, Covid-19 Pandemic, New Normal Era

Page 11 of 25 | Total Record : 244