cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
Sistem Aplikasi Tata Kelola Administrasi (SIPATAS) dalam Peningkatan Pelayanan Prima Administrasi Desa Ika Zutiasari; Septiani Eka Saputri; Linda Fei Yuvita; Husnul Hotimah; Muhamad Farid Assegaff
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p%p

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pelayanan administrasi desa dengan menggunakan aplikasi SIPATAS (Sistem Aplikasi Tata Kelola Administrasi) yaitu sebuah aplikasi berbasis microsoft excel yang digunakan untuk membantu perangkat desa Gadingkembar dalam meningkatkan efektivitas pelayanan. Pemilihan SIPATAS sebagai inovasi baru dalam pelayanan administrasi masyarakat Gadingkembar dikarenakan Pemerintah Desa Gadingkembar dalam melayani administrasi masyarakat masih menggunakan cara yang manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Inovasi ini juga sekaligus mendukung kebijakan penerapan e-government untuk menjawab tantangan perkembangan zaman. Metode pengabdian dilakukan dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan tanya jawab. Selain itu, sasaran program juga mempraktikkan secara langsung untuk mengoperasikan aplikasi tersebut. Hasil dari pelatihan yang sudah dilakukan yaitu sasaran program sangat antusias meskipun ada beberapa yang memiliki keterbatasan dalam mengoperasikan microsoft excel. Sasaran program mengatakan bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat dan memang dibutuhkan untuk melayani administrasi masyarakat khususnya dalam hal persuratan. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa aplikasi SIPATAS merupakan inovasi baru yang dapat diterapkan untuk melayani administrasi masyarakat sebagai bentuk pengembangan teknologi di bidang pemerintahan.Kata kunci— Efektivitas Pelayanan, Inovasi, Pelayanan Administrasi, SIPATAS Abstract The purpose of this activity aims to improve village administration services by using the application. The SIPATAS (Administrative Governance Application System) is a Microsoft Excel-based application that used to help Gadingkembar village officials improve service effectiveness. The selection of SIPATAS as a new innovation in the administration services of the Gadingkembar community was due to the Government of Gadingkembar Village Government serving the community administration in a manual way, so that took quite a long time. This innovation also supports the policy of implementing e-governement to answer the challenges of the times. The dedication method is done by the method of socialization, training, and question and answer. In addition, the target program also practices directly to operate the application. The results of the training that have been carried out are that the program targets are very enthusiastic even though there are some who have limitations in operating Microsoft Excel. The program targets say that application is beneficial and needed to serve the community administration, especially in correspondence. Based on the explanation above, it can be concluded that the application of SIPATAS is a new innovation that can be applied to serve public administration as a form of technological development in government.Keywords— effectivity of services, Inovation, administrative services, SIPATAS
Dari Teori ke Praktik: Kesadaran Mahasiswa Berwirausaha dan Peningkatan Skala Bisnis Usaha Linda Seprillina; Vika Annisa Qurrata; Bagus Shandy Narmaditya; Siti Rosnita Binti Sakarji
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p%p

Abstract

Kewirausahaan telah menjadi penggerak yang diakui secara luas dalam mengurangi pengangguran di seluruh dunia. Mengidentifikasi permasalahan, peningkatan kesadaran dan pendampingan usaha diharapkan akan mendorong pertumbuhan wirausaha terutama dari lulusan perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan, mengetahui permasalahan dan peluang, serta memberikan pendampingan dalam kegiatan bisnis mahasiswa untuk mencapai skala bisnis yang lebih tinggi. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya adalah survei awal dan pengumpulan data, kegiatan analisis, kegiatan pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan pada kesadaran berwirausaha bagi mahasiswa dan usaha kecil mikro (UKM). Selain itu, manajemen bisnis melalui adanya aplikasi pembukuan sederhana oleh para peserta juga semakin meningkat. Dengan adanya pembukuan yang baik, maka akses UKM kepada pendanaan pihak luar semakin meningkat. Evaluasi kegiatan dapat terlihat berdasarkan peningkatan jumlah calon konsumen potensial yang dimiliki oleh setiap UKM.Kata Kunci: Kewirausahaan, kesadaran berwirausaha, pemasaran, skala bisnis Abstract Entrepreneurship has become widely recognized as a driver in reducing unemployment worldwide. Identifying problems, raising awareness, and business assistance will encourage entrepreneurial growth, especially for college graduates. This program aims to provide knowledge about entrepreneurship, identify problems and opportunities, and provide student business activities assistance to achieve a higher business scale. This community service was conducted in several stages, including the initial survey and data collection, analysis activities, mentoring, and evaluation activities. The results of this activity indicate a change in entrepreneurial awareness for students and small and medium entreprises (SMEs). Additionally, business management through a simple bookkeeping application by the participants is also enhancing. With good bookkeeping, SMEs access to external funding will also increase. Evaluation of activities can be seen based on the enhance in the number of potential customers for each SMEs.Keywords:  Business scale, entrepreneurship, entrepreneurial awareness, marketing technique
Peningkatan Inovasi Pembelajaran Melalui Pengembangan Konten Pembelajaran Daring Bagus Shandy Narmaditya; Rizza Megasari; Wahjoedi Wahjoedi; Prih Hardinto
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa pada sebuah tantangan global dan berdampak pada sektor Pendidikan. Kebijakan physical dan social distancing membuat aktivitas pembelajaran harus dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi dan media pembelajaran. Faktanya, masih banyak pendidik dan fasilitas sekolah yang tidak siap dalam menghadapi perubahan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada guru sebagai aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan dituntut untuk memahami dan memilih metode dan model pembelajaran daring yang tepat. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan diskusi grup dan pelatihan dengan memperhatikan protocol Covid-19. Hasil pelaksanaan kegiatan ini telah membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan praktek pembuatan konten pembelajaran. Antusiasme guru guru sangat tinggi dalam kegiatan ini untuk membuat konten pembelajaran yang berkualitas bagi siswa. Kata Kunci: inovasi pembelajaran, pembelajaran daring, media pembelajaran. AbstractCovid-19 pandemic has been a global challenge and it has impacted to educational sector. Since the implementation of physical and social distancing, it drives to movement from conventional model to online learning activities by adapting technology. In fact, many educators and school facilities are not ready with this remarkable condition. This project aims at assisting educators in using online learning activities and providing innovative learnings to obtain same benefits like normal situation. This activity is carried out by conducting group discussions and training with due regard to the Covid-19 protocol. The results of the implementation of this activity have helped teachers in developing innovative learning and learning content creation practices. The teacher's enthusiasm is very high in this activity to create quality learning content for students. Keywords: Learning innovation, online learning, learning medium, students accomplishment.
Kajian Konten Media Sosial untuk Penguatan Literasi Dakwah Islam Moderat Guru dan Santri di Pesantren Ahmad Munjin Nasih; Achmad Sultoni; Lilik Nur Kholidah
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p174-180

Abstract

Sebagian potret Indonesia di masa datang dapat diprediksi dari apa yang diperoleh anak-anak generasi sekarang lewat media, khususnya media soasial yang orientasinya mengekplorasi kehidupan hedon dan materialis termasuk penggiringan opini ektrim. Ungkapan ini semakin memperkuat bahwa gerakan literasi penting untuk dijadikan sebuah agenda bersama termasuk bagi kalangan pesantren. Selain mengagumkan, pesantren juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memberi pemahaman, penghayatan, serta pengamalan ajaran keagamaan (tafaqquh fiddin) dalam kehidupan umat Islam. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan sasaran pondok pesantren di Malang raya  Jawa timur, bertujuan menumbuhkan kesadaran literasi santri, meningkatkan wawasan dan kemampuan santri dalam pengajaran dan dakwah melalui kegiatan literasi; dan meningkatkan keterampilan santri dalam mengelola komunitas literasi untuk kepentingan pembelajaran dan dakwah keislaman.. Metode yang digunakan mencakup analisis kebutuhan, pengumpulan data, penyusunan bahan, pelatihan literasi berbahan informasi media serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kesadaran literasi guru dan santri semakin baik, terutama dalam daya kritisnya untuk tetap mamahami prinsip islam moderat.Kata kunci— Era Digital, Islam Moderat, Literasi santri, Media Sosial, Pesantren Abstract Some portraits of Indonesia in the future can be predicted from what the children of the present generation will obtainthrough the media, especially social media whose orientation is to explore hedonistic and materialist life, including the promotion of extreme opinions. This expression further strengthens that the literacy movement is important to become a common agenda, including for the pesantren. Apart from being amazing, pesantren also have a huge influence in providing understanding, appreciation, and practice of religious teachings (tafaqquh fiddin) in the lives of Muslims. This community service is carried out with the aim of the Islamic boarding school in Malang Raya, East Java, aimed at fostering awareness of the literacy of the students, increasing the insights and abilities of the students in teaching and da’wah through literacy activities; and improve the skills of students in managing literacy communities for the benefit of Islamic learning and da’wah. The methods used include needs analysis, data collection, material preparation, literacy training based on media information and evaluation. The results of the activity show that the literacy awareness of teachers and students is getting better, especially in their critical power to continue to understand the principles of moderate Islam. Keywords— Digital Era, Moderate Islam, Islamic Literacy, Social Media, Islamic Boarding Schools
Penggunaan Teknik Eklektif Untuk Mempercepat Pemahaman TOEFL Bagi Remaja dan Santri di Malang Basori Basori; Harir Mubarok; Nur Fitria Anggrisia; Agwin Degaf
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p109-114

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui pelatihan TOEFL. Kegiatan ini dilakukan di kelurahan Karangbesuki yang melibatkan remaja desa di wilayah tersebut. Terdapat 31 remaja yang terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini dilakukan di pondok pesantren Darun Nun dimana banyak remaja desa tersebut menuntut ilmu disana. Menggunakan teknik eklektik selama pelatihan, kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari meliputi kegiatan pre-test, pelatihan/treatment, dan post-test. Pengukuran hasil pengabdian dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post test menggunakan Paired Sample-t Test. Selain itu, evaluasi kegiatan melalui penyebaran angket dilakukan. Dari hasil olah data, pengabdian tersebut mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para peserta pelatihan. Hasil angket evaluasi pun berkata yang sama dimana sebanyak 90% peserta merespon kegiatan pelatihan TOEFL ini secara positif. Peserta merasa pelatihan membuat membuat mereka lebih memahami soal TOEFL dengan mudah dan lebih mengerti tentang seluk beluk tes TOEFL. Dari hasil pengabdian ini, diharapkan akan bertambah kuantitas pengabdian dengan topik yang sama yang dilakukan kepada masyarakat.
Peningkatan Daya Tarik dan Wawasan Wisatawan dengan Pembangunan Eco-Smart Mini Lab Sebagai Wisata Edukasi Alam Andika Bagus Nur Rahma Putra; Agung Winarno; Agus Purnomo; Muhammad Afnan Habibi; Darmawan Satyananda; Yuli Agustina; Tee Tze Kiong
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Penelusuran ragam potensi unggulan di Indonesia tidak akan pernah terlepas dari keindahan alamnya. Masyarakat perkotaan khususnya era millenial saat ini menggandrungi objek wisata yang berkonsep alam atau biasa dikenal dengan ekowisata. Terutama banyaknya potensi wisata alam yang ada di Kabupaten Malang Jawa Timur. Salah satu yang sudah ada yaitu wisata bumi perkemahan bedengan yang terletak di kecamatan Dau Kabupaten Malang. Sesuai dengan bidang dari sebagian besar tim pelaksana, maka disepakati untuk mengembangkan desain Eco-Smart Mini Lab berbasis solar cell sebagai konsep wisata alam edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan daya tarik wisatawan di area bumi perkemahan Bedengan. Eco-Smart Mini Lab berbasis solar cell merupakan bangunan laboratorium mini berkonsep alam yang di dalamnya berisi pengetahuan dan informasi terkait dengan wisata yang ada di Desa Selorejo seperti wisata Bumi Perkemahan Bedengan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu metode demonstrasi dengan pendekatan diskusi kelompok dan studi kasus. Metode demonstrasi dipilih dikarenakan telah tersedianya alat sarana dan prasarana pendukung untuk melakukan pelatihan. Diskusi kelompok dan studi kasus dipilih untuk menentukan permasalahan (trouble) yang akan diambil pada kegiatan ini. Hasil dari kegiatan pegabdian ini meliputi: 1) kegiatan yang telah dilakukan terdiri dari pembuatan Eco-Smart Mini Lab, sosialisasi, dan pelatihan perawatan; 2) adanya peningkatan pendapatan wisata Bedengan meningkat; 3) terjadi peningkatan tata nilai masyarakat terkait dengan lapangan pekerjaan; dan 4) peningkatan wawasan pengunjung terkait dengan pembudidayaan jeruk di Bedengan. Kata kunci— wisata Bedengan, wisata alam, budidaya jeruk, potensi unggulan daerah AbstractExploring the variety of superior potential in Indonesia will never be separated from its natural beauty. Urban communities, especially the millennial era, currently love tourist objects with a natural concept or commonly known as ecotourism. Especially the large number of natural tourism potentials in Malang Regency. One that already exists is a tour of the bed campground located in Dau sub-district, Malang district. In accordance with the areas of most of the implementing team, it was agreed that a solar cell-based Eco-Smart Mini Lab design would be developed as a concept for educational nature tourism in increasing knowledge and tourist attraction in the Bedengan campground area. Eco-Smart Mini Lab based on solar cell is a mini laboratory building with a natural concept which contains knowledge and information related to tourism in Selorejo village such as Bumi Perkemahan Bedengan. The method used in this activity is the demonstration method with a group discussion approach and case studies. The demonstration method was chosen because of the availability of supporting facilities and infrastructure for conducting training. Group discussions and case studies were selected to determine problems (trouble) to be taken up in this activity. The results of service include: 1) activities that have been carried out consisting of making an Eco-Smart Mini Lab, socialization, and maintenance training; 2) increased tourism revenue for Bedengan increases; 3) there is an increase in community values related to employment; and 4) increasing visitors' insight related to citrus cultivation in Bedengan..Keywords— Bedengan village tourism, nature tourism, citrus cultivation, regional superior potential
Optimalisasi Pembuatan Rajangan Empon-Empon di Kelompok Tani Suroloyo I, Kecamatan Bandar, Pacitan Fea Prihapsara; Okid Parama Astirin; Endang Siti Rahayu; Anif Nur Artanti
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Desa Bandar menanam empon-empon seperti kunyit, jahe dan temu-temuan sebagai komoditas utama. Namun penjualannya selama ini langsung ke tengkulak tanpa pengolahan pasca panen. Program Pengabdian kepada Masyarakat dari Tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret (PPLH UNS) dengan Mitra Kelompok Petani Suroloyo I ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk empon-empon dengan optimalisasi pengolahan pasca panen.  Mitra Kelompok Tani Suroloyo I memiliki permasalahan diantaranya: 1) ketergantungan tengkulak untuk penjualan produk curahnya; 2) belum memiliki teknologi pasca panen; dan 3) tidak ada manajemen usaha yang benar. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini  adalah pengolahan pasca panen yaitu optimalisasi pembuatan rajangan empon-empon dengan menggunakan alat perajang dan pengering. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sosialisasi kegiatan pengabdian, pelatihan dan penerapan penggunaan mesin perajang dan pengering, serta evaluasi kegiatan.  Terdapat peningkatan pendapatan petani sebesar yang cukup signifikan melalui pengolahan produk  menjadi rajangan kering dari pada langsung dijual dalam kondisi basah.Kata Kunci: empon-empon, kelompok tani, rajangan, teknologi pasca panenAbstract Most of the people in Bandar Village grow empon-empon such as turmeric, ginger and temu-finds as their main commodities. However, sales so far have been direct to middlemen without post-harvest processing. The Community Service Program of  Universtas Sebelas Maret Environmental Research Center Team (PPLH UNS) with Suroloyo I Farmer Group Partners aims to increase the sale value of empon-empon products by optimizing post-harvest processing. Suroloyo I Farmers Group Partners have problems including: 1) dependence of middlemen for the sale of their bulk products; 2) do not have post harvest technology; and 3) there is no proper business management. The solution offered in this activity is post-harvest processing, namely optimizing the making of empon-empon slices using a chopper and dryer. Activities that have been carried out are socialization of community service activities, training and application of the use of chopper and dryer machines, and evaluation of activities. There is a significant increase in farmers' income through processing the product into dry chunks instead of selling it directly in wet conditions.Keywords: empon-empon, farmer groups, chopped, post harvest technology
Pemanfaatan Kulit Buah Kapas Sebagai Pengenyal Alami Makanan Vivi Novianti; Agus Dharmawan; Husni Wahyu Wijaya
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p%p

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memanfaatkan keberadaan sampah organik, yaitu kulit buah kapas sebagai pengenyal makanan. Pengenyal makanan yang ada saat ini, umumnya adalah buatan (kimiawi), sedangkan pengenyal alami lainnya relatif mahal. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa kegiatan pelatihan kepada peserta. Melalui peluang yang terlihat ada di sekitar lingkungan, diharapkan peserta dapat meneliti dan memanfaatkan sampah organik untuk dibuat usaha khususnya produk makanan bakso dengan pengenyal makanan alami. Berdasarkan hasil uji kualitatif meliputi bentuk bakso, warna dan rasa, tidak tampak perbedaan dengan bakso yang menggunakan pengenyal makanan buatan. Respon partisipan terhadap kegiatan ini positif karena terlibat langsung dalam pembuatan bakso dan merasakan sendiri hasil dan kualitasnya. Hasil dari kegiatan ini pertisipan memperoleh manfaat dan keterampilan melihat peluang usaha dengan memanfaatkan bahan di sekitar, pengetahuan tentang kewirausahaan dan pengetahuan dasar tentang hitungan bisnis (keuangan) ketika memulai usaha awal, dan pengalaman dalam pembuatan bakso dengan pengenyal alami kulit buah kapas. Kata kunci— kulit buah kapas, pengenyal makanan, pelatihan, sampah organik Abstract The purpose of this activity is to take advantage of the presence of organic waste, namely cotton rind as a food thickener. Most of the existing food stretchers are artificial (chemical), while other natural stretchers are relatively expensive. This community service activity is in the form of training activities for participants. Through the opportunities that are seen around the environment, it is hoped that the participants will be able to research and use organic waste to create businesses, especially meatball food products with natural food as thickener. Based on the qualitative test results including the shape of the meatballs, color and taste, there was no difference with the meatball using artificial food thickener. The response of the participants to this activity was positive because they were directly involved in making meatballs and experienced the results and quality for themselves. As a result of this activity, participants gained benefits and skills in seeing business opportunities by utilizing local materials, knowledge of entrepreneurship and basic knowledge of business (finance) when starting an initial business, and experience in making meatballs with natural cotton rind as thickener. Keywords— boo, food plumpers, organic waste, training
Upaya Peningkatan Imunitas Tubuh Untuk Mengoptimalkan Kinerja Karyawan Selama Pandemi COVID-19 Vivi Pratiwi; Luqman Hakim; Agung Listiadi; Eko Wahjudi; Rochmawati Rochmawati
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p%p

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus COVID-19 di Indonesia adalah kebijakan bekerja dari rumah (WFH). Penerapan kebijakan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi sehingga masih terdapat karyawan yang tetap harus bekerja dari kantor (WFO). Kebijakan Universitas Negeri Surabaya terkait aturan tersebut berupa penjadwalan masuk kerja karyawan agar kegiatan pelayanan kampus tetap dapat berjalan dengan optimal. Hal ini menyebabkan karyawan Universitas Negeri Surabaya memiliki peluang yang lebih besar untuk terjangkit virus COVID-19 sehingga diperlukan upaya peningkatan imunitas tubuh agar dapat mengoptimalkan kinerja karyawan selama pandemi COVID-19. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui tahap persiapan, tahap indentifikasi masalah, tahap pengadaan dan penyaluran, serta tahap monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pembagian bantuan sembako dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam upaya peningkatan imunitas tubuh untuk mengoptimalkan kinerja karyawan selama pandemi COVID-19. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata hasil respon penerima sembako sebanyak 78,22% merasa sangat puas dengan pemberian sembako sehingga kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Kata Kunci: Kinerja karyawan, kebijakan bekerja dari rumah, imunitas tubuh, pandemi Covid-19, Abstract The government has implemented the work from home (WFH) to reduce the spread out of the COVID-19 in Indonesia. This policy is tailored to the needs of each agency so that there are still employees who still have to work from office (WFO). The Surabaya State University policy regarding these rules is in the form of scheduling employee work attendance so that campus service activities can continue to run optimally. This causes Surabaya State University employees to have a greater chance of contracting the COVID-19 virus so that efforts to increase body immunity are needed in order to optimize employee performance during the COVID-19 pandemic. This service activity is carried out through the preparation stage, the problem identification stage, the procurement and distribution stage, and the monitoring and evaluation stage. The results of this activity indicate that the distribution of basic food assistance can be used as an alternative in efforts to increase body immunity to optimize employee performance during the COVID-19 pandemic. This is indicated by the average response results of foodstuff recipients as much as 78.22% who feel very satisfied with the provision of basic foodstuffs so that this activity is in accordance with the needs in improving employee performance.Keywords:  Covid-19 pandemic, employee performance, body immunity, work from home 
Kids Khair, Program Penguatan Nilai Gender untuk Pendidikan Anak Usia Dini bagi Guru IGTKM Kota Malang Azizatuz Zahro; Edi Widianto; Ari Ambarwati
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Kids Khair merupakan program yang dirancang sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai gender pada guru TK/RA di Kota Malang. Program ini meliputi seminar daring dan pelatihan memanfaatkan cerita sehari-hari sebagai alat menyosialisasikan keadilan gender sejak dini pada anak-anak. Ketidakadilan yang tercermin dalam realitas sehari-hari yang dianggap sebagai sebuah kewajaran musti dikritisi sehingga tidak menyebabkan sumber diskriminasi. Program menghasilkan sebuah produk berupa kumpulan cerita sehari-hari yang mengakomodasi nilai keadilan gender. Produk diberi judul Kids Khair. Dengan program ini, guru diharapkan lebih peka dan kritis terhadap nilai gender dan inklusi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diharapkan lebih kreatif dan inovatif mengemas pembelajarannya dalam bentuk cerita.  Dengan demikian, Kids Khair menjadi bagian upaya memperkuat kepekaan gender 25 guru yang terlibat dalam kegiatan. Kepekaan tersebut tercermin dari hasil belajar berupa cerita yang ditulis oleh para guru. Cerita tersebut di antaranya diterbitkan dalam bentuk dua buah buku kumpulan cerita anak Kids Khair Series. Kata Kunci— nilai gender, PAUD, IGTKM AbstractKids Khair is a program designed as an effort to improve understanding of gender values for teachers of TK/RA in Malang. The program includes online seminars and training on how to use daily stories as a tool for socializing gender justice for early childhood. The injustice reflected in everyday reality that is considered fairness must be criticized so as not to cause a source of discrimination. The program produces a product of daily stories that accommodate the value of gender justice. The product is titled Kids Khair. From this program, teachers are expected to be more sensitive and critical to gender values and social inclusion in their life. They are also expected to be more creative and innovative to conduct their learning with the stories.  Thus, Kids Khair is a part of efforts to strengthen the gender sensitivity of the 25 teachers involved in the activities. This sensitivity is reflected in the learning outcomes in the form of stories written by teachers. The story was published in the two kinds of Kids Khair Series: children's story collection books.Keywords— gender value, PAUD, IGTKM