cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
Kreasi Seni Patung Bertema Figur Wayang “Punokawan” Sebagai Penguat Karakter Pada Desa Wisata Selorejo, Dau Malang Ponimin Ponimin; Mitra Istiar Wardhana; Ahmad Taufik; Nur Hadi; Andy Pramono
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p%p

Abstract

Penciptaan karya ikon-ikon visual berupa seni patung yang unik dan khas yang diletakan pada lokasi-lokasi wisata selain memiliki fungsi daya tarik juga sebagai sarana pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan  menciptakan seni patung selamat datang di ruang publik bertema figur wayang Punokawan untuk menambah daya tarik kawasan wisata Selorejo Kecamatan Dau Malang,  sekaligus berfungsi sebagai media pendidikan karakter bagi masyarakat dan pengunjug. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi tim pelaksana bersama mitra sasaran dalam memecahkan permasalahan,  persiapan alat dan bahan, perancangan bentuk patung berupa gambar desain patung yang dilengkapi dengan petunjuk teknis pembuatannya, proses pembentukan rancangan bentuk karya seni patung, perakitan karya dan finishing karya di lokasi serta evaluasi.  Hasil kegiatan kreatif tersebut berupa gambar desain rancangan dan hasil karya seni patungbertema figur wayang punokawan berjumlah empat buah tokoh punokawan yaitu Semar, Bagong, Gareng, dan Petruk yang terpajang di kawasan objek desa wisata. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengunjung lebih tertarik dengan kawasan wisatanya dan lebih mengenal budaya lokal yang hampir punah. Kata kunci— Desa wisata, Seni Patung Punokawan, Pendidikan Karakter Abstract The creation of works of visual icons in the form of unique and distinctive sculptures placed at tourist locations, apart from having an attraction function also as a means of education. This service activity aims to create welcome sculpture in public spaces with the theme of Punokawan puppet figures to add to the attractiveness of the tourist area of Selorejo, Dau Malang District, as well as to function as a medium for character education for the community and visitors. The implementation method includes the coordination of the implementation team with target partners in solving problems, preparing tools and materials, designing a sculpture in the form of a statue design drawing equipped with technical instructions for its manufacture, the process of forming the design of the form of sculpture, assembling the work and finishing the work on site and evaluation The results of these creative activities are in the form of design drawings and sculptures with the theme of punokawan puppet figures totaling four punokawan figures, namely Semar, Bagong, Gareng, and Petruk which are displayed in the tourist village area. The evaluation results show that visitors are more interested in the tourist area and more familiar with the local culture which is almost extinct. Keywords— Character Education, Punokawan Sculpture, Tourism village
Ikan Mujair dan Enceng Gondok: Motif Batik Desa Senggreng dengan Aplikasi Coreldraw Endah Tri Priyatni; Dinda Awmeila Hermid; Sekar Palupi
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p%p

Abstract

Sejak ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh PPB, tanggal 2 Oktober 2009, batik yang merupakan budaya nusantara, semakin berkembang pesat. Tiap daerah bahkan desa berlomba untuk menciptakan motif batik khas daerah masing-masing. Malang, misalnya mengembangkan motif batik bunga teratai, tugu Malang, rumbai singa, sulur-sulur, dan mahkota. Seolah tidak mau ketinggalan, Desa Senggreng juga menginginkan motif batik khas Senggreng. Tujuan penciptaan karya seni ini adalah untuk menghasilkan motif batik khas Desa Senggreng. Metode yang digunakan untuk penciptaan karya seni ini adalah digitalisasi dan sketsa manual. Proses digitalisasi menggunakan aplikasi coreldraw yang memiliki kemampuan dalam mengolah gambar grafis yang baik. Proses awal yang dilakukan adalah dengan membuat storyboard dan moodboard sebagai acuan motif yang akan digunakan. Motif batik dibuat pada aplikasi coreldraw dengan menggunakan teknik tracing. Dalam penciptaan karya seni ini sudah dihasilkan motif batik Desa Senggreng, yaitu motif utamanya adalah ikan mujair, hasil budidaya khas Desa Senggreng, dipadu dengan motif enceng gondok, poleng, dan isen-isen atau hiasan. Hasil uji peminatan terhadap lima puluh responden menunjukkan bahwa motif ini sangat disukai oleh masyarakat umum.
Penerapan Mesin Pengolah Sampah untuk Kompos di Lingkungan Sekolah Darul Ulum Agung Malang Muhammad Alfian Mizar; Markus Diantoro; Moch. Sholihul Hadi
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Pendidikan lingkungan adalah suatu proses yang bertujuan  membentuk  perilaku, nilai,  dan  kebiasaan  untuk  menghargai  lingkungan hidup. Salah satu  strategi dalam  pendidikan  ini diaplikasikan  dalam  program Adiwiyata di lingkungan  sekolah. Untuk meningkatkan produksi pupuk kompos berbahan sampah yang ada di lingkungan sekolah mitra perlu mengimplementasikan mesin pengolah sampah untuk kompos. Peningkatan produksi kompos akan mengurangi jumlah sampah organic yang ada di sekolah tersebut, selain itu juga dapat melatih siswa mengembangkan sikap kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggalnya, serta menumbuhkan jiwa wirausaha siswa. Permasalahan prioritas mitra adalah: (1) diperlukan upaya untuk mengatasi kesulitan pengolahan limbah lingkungan berupa daun, ranting dan limbah lainnya menjadi produk kompos; dan (2) diperlukan diseminasi teknologi tepat guna (TTG) mesin pengolah sampah untuk kompos dengan cara memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara pengoperasian dan perawatan mesin yang dapat dimanfaatkan untuk proses produksi kompos di lingkungan sekolah Darul Ulum Agung Kota Malang. Untuk itu telah dilakukan: (1) mewujudkan satu unit TTG mesin pengolah sampah untuk kompos dengan spesifikasi kapasitas 300 sd 350 kg/jam, dengan daya 3 HP (2200 watt) yang dapat membantu mengatasi pengelolaan limbah lingkungan berupa daun, ranting dan limbah lainya; (2) transfer teknologi (transfer of technology) dan pengetahuan (transfer of knowledge) khususnya tentang pembuatan, pengoperasian, dan perawatan mesin pengolah sampah untuk kompos di di lingkungan sekolah Darul Ulum Agung Malang; dan (3)ada peningkatan sebanyak 30% pada proses produksi kompos dari bahan sampah organik.Kata Kunci— kompos, pengolahan sampah, teknologi tepat guna AbstractEnvironmental education is a process that aims to shape behavior, values and habits to respect the environment. One of the strategies in education is applied in the Adiwiyata program in the school environment. To increase the production of compost made from waste in partner schools, it is necessary to implement a waste processing machine for compost. The increase in compost production will reduce the amount of organic waste in the school, besides that it can also train students to develop a caring attitude towards the environment in which they live, and foster students' entrepreneurial spirit. The priority problems of partners are: (1) efforts are needed to overcome difficulties in treating environmental waste in the form of leaves, twigs and other waste into compost products; and (2) required dissemination of appropriate technology (TTG) for compost processing machines by providing knowledge and skills on how to operate and maintain machines that can be used for compost production processes in the Darul Ulum Agung school of Malang City. For that purpose, it has been carried out: (1) creating one unit of TTG compost processing machine with a capacity specification of 300 to 350 kg / hour, with a power of 3 HP (2200 watts) which can help overcome environmental waste management in the form of leaves, twigs and other wastes; (2) technology transfer (transfer of technology) and knowledge (transfer of knowledge) especially regarding the manufacture, operation and maintenance of waste processing machines for compost in the school environment of Darul Ulum Agung Malang; and (3) there is an increase of 30% in the compost production process from organic waste.Keywords— compost, waste processing, appropriate technology
Mencegah Kecelakaan Kerja Melalui Peningkatkan Kompetensi Manajemen Bengkel/Laboratorium Pendidikan bagi Guru SMK di Wilayah Kabupaten Trenggalek Yoto Yoto; Djoko Kustono; Marsono Marsono; Riana Nurmalasari
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p189-194

Abstract

Mutu sekolah kejuruan sangat ditentukan oleh kelengkapan sarana prasarana praktik yang ada dibengkel/laboratorium serta kompetensi guru bidang produktif. Keterampilan mengelola bengkel/laboratorium bagi guru SMK akan berdampak pada kelancaran kegiatan pembelajaran, terhindarnya kecelakaan kerja saat kegiatan praktikum, dan berdampak pada mutu lulusan. Pengabdian Masyarakatn ini bertujuan untuk meningkatkan pengatahuan dan keterampiran para guru SMK di Kabupaten Trenggalek dalam pengelolaan dan pengoperasian bengkel  guna mencegah kecelakaan kerja. Metode kegiatan yang digunakan meliputi ceramah, tanya-jawab, dan demonstrasi. Peserta pelatihan diwajibkan mengikuti pre-test dan pos-test untuk melihat keberhasilan pelaksanaan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan mengalami peningkatan pemahaman dan kompetensi manajemen bengkel/laboratorium pendidikan. Kata kunci— kecelakaan kerja, kompetensi guru SMK, manajemen bengkel Abstract The quality of vocational schools is very much determined by the completeness of the existing practical infrastructure in the workshop / laboratory as well as the competence of teachers in productive fields. The skills in managing a workshop / laboratory for vocational teachers will have an impact on the smooth running of learning activities, avoid work accidents during practicum activities, and have an impact on the quality of graduates. This Community Service aims to increase the knowledge and skills of vocational school teachers in Trenggalek Regency in managing and operating workshops to prevent work accidents. The activity methods used include lectures, questions and answers, and demonstrations. Training participants are required to take a pre-test and post-test to see the success of the training implementation. The results showed that the training participants experienced an increase in understanding and competence in the management of the educational workshop / laboratory Keywords— vocational teacher competence, work accidents, workshop management
Modul Pelajaran Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa sebagai Suplemen Bahan Ajar bagi Guru SD/MI di Desa Jambesari Yuniawatika Yuniawatika; Ega Ayu W; Mochamad Fatchan A.R; Nita Tri L; Rahayu Intan W
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p%p

Abstract

Kualitas pendidikan dapat ditinjau dari adanya guru profesional yang menguasai berbagai kompetensi. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, maka diadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan Modul IPBA sebagai suplemen bahan ajar Guru. Program kerja ini dapat membantu guru sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dalam mendapatkan buku rujukan maupun sumber bacaan mandiri mengenai materi Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Guru dapat mengukur tingkat pemahaman terhadap materi dengan mengerjakan latihan soal yang terdapat di akhir bab pada modul. Metode yang digunakan dalam menyusun modul ini yaitu dengan melakukan analisis permasalahan yang ada di sekolah, dilanjutkan dengan penyusunan materi, pencetakan modul dan pembagian modul. Program kerja ini berjalan dengan lancar terbukti dengan terselesaikannya penyusunan modul ini serta adanya respon yang baik dari pihak sekolah pada saat proses pembagian modul.  Kata kunci— Modul IPBA, Suplemen Guru, Guru SD/MI Abstract The quality of education can be seen from the presence of professional teachers who master a variety of competencies. As an effort to realize this, a community service activity was held in the form of making the IPBA Module as a supplement to Teacher's teaching materials. This work program can assist elementary school / madrasah ibtidaiyah teachers in obtaining reference books as well as independent reading resources on the subject of Earth and Space Sciences. The teacher can measure the level of understanding of the material by doing the exercises that are at the end of the chapter in the module. The method used in compiling this module is to analyze the problems that exist in schools, followed by the preparation of materials, printing modules and division of modules. This work program is running smoothly as evidenced by the completion of the preparation of this module and the good response from the school during the module distribution process. Keywords— IPBA Module, Teacher Supplements, SD / MI Teachers
Peningkatan Kemampuan Guru Pendidikan Jasmani Dalam Merancang Permainan dan Olahraga di Sekolah Dasar Melalui Forum KKG Mu'arifin Mu'arifin; Ari Wibowo Kurniawan; Febrita Paulina Heynoek; Prayogi Dwina Angga
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p121-128

Abstract

Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dalam menyelenggarakan pembelajaran, khususnya dalam merancang model permainan berbasis Teaching Game for Understanding (TGfU) yang digunakan untuk mendidik siswa melalui gerak. Kegiatan ini dilakukan di forum KKGO Kecamatan Paga Kabupaten Malang dengan melibatkan 30 guru PJOK. Metode pelatihan menggunakan model workshop dan lesson study. Keberhasilan pelatihan dapat dicermati secara proses dan hasil, yaitu tingginya tingkat partisipasi dan semangat guru dalam mengikuti pelatihan, dan dihasilkannnya produk yang pelatihan berupa bentuk-bentuk permainan yang digunakan dalam pembelajaran, serta tersusunnya rancangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan guru. Kata Kunci: Model permainan, pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, kompetensi guru Abstract This community service activity aims to improve the ability of Physical Education and Health (PJOK) teachers in carrying out learning, especially in designing game models based on Teaching Game for Understanding (TGfU) which are used to educate students through movement. This activity was carried out at the KKGO forum, Pagak District in Malang Regency, involving 30 PJOK teachers. The training method used in this study was a workshop model and lesson study. The success of the training can be observed in terms of the process and results, namely the high level of participation and enthusiasm of teachers in participating in the training, and the production of training products in the form of games used in learning, as well as the preparation of learning designs that are relevant to the needs of teachers.Keywords:  Game models, Learning physical education, sports and health, Teacher competence 
Pelatihan Pembuatan Ecoprint Melalui Konsep Design Thinking Untuk Meningkatkan Ketrampilan dan Kemandirian Santri Raisa Fitri; Sudarmiatin Sudarmiatin; Della Ayu Zonna Lia; Aniek Murniati
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Pelatihan Pembuatan Ecoprint Melalui Konsep Design Thinking Untuk Meningkatkan Ketrampilan dan Kemandirian Santri
Rancang Bangun TTG I-Bite (IoT Basic Automatic Smart Feeder) untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Tambak Ikan Lele Sukarni Sukarni; Malik Abdurrachman; Ardianto Prasetiyo; Avita Ayu Permanasari; Poppy Puspitasari; Heru Suryanto
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha budidaya ikan konsumsi. Pemberian pakan yang kurang baik berdampak pada meningkatnya Feed Conversion Ratio (FCR), menurunnya kualitas air, dan kematian ikan. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra dan perkembangan teknologi saat ini, artikel hasil pengabdian masyarakat ini mengusulkan sistem Teknologi Tepat Guna I-Bite yang menggunakan IoT sehingga mempermudah dalam pengaplikasiannya. User dapat mengatur banyak pakan yang akan diberikan, durasi pemberian pakan, jarak area tebar, jadwal pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan, serta siklus data pemberian pakan melalui email. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengatasi kesulitan dalam pemberian jumlah pakan yang tepat pada area yang merata dengan jadwal yang telah ditentukan serta memberikan sosialisasi terkait cara pengoprasian, perakitan, dan pemasangan instrumen. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah dengan sosialisasi serta pengujian peforma instrumen. Hasil pengujian menunjukan bahwa instrumen dapat menebar pakan sejauh 14m dengan debit 4kg/menit pada sudut 110’. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa I-Bite dapat menjadi solusi mitra dalam hal pemberian pakan dengan menggunakan instrumen yang diajukan dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang dialami mitra terutama mempermudah dalam pemberian pakan. Kata kunci—Teknologi, I-Bite, Internet of Things (IoT), pakan ikan, efisiensi, produksi  AbstractFeed is the biggest component in the consumption of fish farming. Poor feeding results in increased Feed Conversion Ratio (FCR), decreased water quality, and fish mortality. Based on the problems faced by partners and current technological developments, this article on the results of community service proposes an Appropriate Technology I-Bite system that uses IoT to make it easier to apply. Users can set the amount of feed to be given, the duration of feeding, the distance of the stocking area, the feeding schedule according to the needs, and the data cycle of feeding via email. The purpose of this community service is to overcome difficulties in providing the right amount of feed in an even area with a predetermined schedule and provide socialization related to how to operate, assemble and install instruments. The method of implementing this service is by socializing and testing the performance of the instrument. The test results show that the instrument can spread the feed as far as 14m with a discharge of 4kg / minute at an angle of 110 '. From the results of these tests, it can be concluded that I-Bite can be a partner solution in terms of feeding using the proposed instruments which can be a solution to the problems experienced by partners, especially making it easier to feed.Keywords—Technology, I-Bite, Internet of Things (IoT), fish feed, efficiency, production
Inovasi Pengolahan Tanaman Serai Berbantukan Buku Panduan untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Sukorejo Kabupaten Malang Savira Widya Novitasari; Andi Basuki; Bagoes Yoega Soendoro; Novia Nur Anisa
Jurnal KARINOV Vol 3, No 3 (2020): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i3p127-132

Abstract

Melimpahnya tanaman serai di desa dan tidak dimanfaatkan untuk menjadi produk inovatif menyebabkan tanaman itu tidak memiliki nilai ekonomi salah satu penyebabnya adalah pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman ini juga terbatas, Sebagian besar tanaman ini hanya dijual di pasar untuk bahan tambahan  masakan dan harganyapun cukup rendah. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman serai yang berlimpah di desa Sukorejo Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam melakukkan kegiatan mencakup tahapan identifikasi potensi, analisis kebutuhan, penyusunan buku panduan dan praktik sekaligus pendampingan. Evaluasi hasil dilakukan dengan melakukan pengamatan dan uji kinerja peserta atas kemampuanya membuat aneka produk. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa  peserta pelatihan telah terampil membut aneka produk berbahan dasar serai yakni. Kegiatan juga telah menerbitkan buku panduan yang berisi berbagai proses pembuatan produk serta manfaat serai bagi kesehatan Kata kunci—Produk Olahan, Tanaman Serai AbstractThe abundance of lemongrass plants in the village and not being used as an innovative product causes the plant to have no economic value. One of the reasons is that people's knowledge in using this plant is also limited. Most of these plants are only sold in the market for food additives and the price is quite low. This community service aims to increase the creativity and skills of the community in exploiting the abundant potential of lemongrass plants in the village of Sukorejo, Malang Regency. The methods used in carrying out the activities include the stages of identifying potentials, analyzing needs, preparing manuals and practices as well as mentoring. The evaluation of the results is carried out by observing and testing the performance of the participants on their ability to make various products. The results of the activity showed that the training participants were skilled in making various products made from lemongrass, namely. The activity has also published a guidebook that contains various processes for making products and the benefits of lemongrass for health Keywords— Citronella Plants, Processed Products
Bentuk-Bentuk Reinforcement dan Punishment untuk Pembentukan Perilaku Siswa di Kabupaten Malang Carolina Ligya Radjah; Nugraheni Warih Utami; Irene Maya Simon; Indriyana Rachmawati
Jurnal KARINOV Vol 4, No 2 (2021): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i2p%p

Abstract

Pemberian reinforcement dan punishment dalam bidang pendidikan sudah menjadi hal yang lazim dilakukan oleh guru maupun konselor sekolah. Kedua hal tersebut berguna untuk pembentukan perilaku siswa atau untuk mengatasi perilaku malasuai yang dilakukan oleh siswa. Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk mengetahui bentuk reinforcement dan punishment yang diberikan oleh guru BK di Kabupatern Malang. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada guru-guru SMP yang tergabung dalam MGBK Kabupaten Malang. Keberhasilan pelatihan ini ditunjukkan dengan kemampuan guru dalam menjelaskan bentuk reinforcement dan punishment yang diberikan pada siswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa guru atau konselor sekolah menggunakan bentuk reinforcer yaitu sosial, aktivitas, dan token, sedangkan punishment yang diberikan masih berkaitan dengan kegiatan akademik siswa di sekolah.

Page 10 of 25 | Total Record : 244