cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
Inovasi Senam Ceria Khusus Untuk Tunagrahita Ringan di SLB Tamima Mumtaz Siti Zahro; Atma Risanti; Fajar Raya Ferdinal Kusuma Bakti; Indah Ramadhania Safitri; Wahyu Rosa Ningtias
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p27-30

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk membantu pendampingan dalam menerapkan Senam Ceria Khusus (SCK) untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan kemampuan motorik pada siswa tunagrahita dengan level ringan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tamima Mumtaz. Hal ini dikarenakan anak-anak Tunagrahita di SLB tersebut hanya melakukan aktifitas didalam ruangan dan belum ada kegiatan yang mendukung kesehatan jasmani dan perkembangan motoriknya melalui gerakan senam.  Senam ini diiringi dengan musik yang ceria dan menyenangkan untuk lebih menarik minat siswa dalam mengikuti gerakan senam tersebut. Senam ini terdiri dari gerakan pemanasan, gerakan inti, dan gerakan pendinginan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan secara personal mulai perkenalan personal, melakukan aktivitas diluar ruang kelas, menciptakan SCK, dan mengajak siswa untuk memperagakan. Dalam pelaksanaannya, SCK di SLB Tamima Mumtaz siswa sangat antusias mengikuti gerakan SCK. Sedangkan kendala yang dihadapi adalah 1) siswa sulit dikontrol saat melakukan senam, 2) satu siswa harus didampingi oleh satu pendamping untuk membetulkan gerakannya, dan 3) singkatnya waktu pelaksanaan membuat siswa sulit mengulang gerakan. Kata kunci— SLB Tamima Mumtaz, Senam Ceria Khusus, Tunagrahita Ringan.AbstractThis service aims to assist assistance in implementing Special Cheerful Gymnastics (SCK) to improve physical health and motor skills in mentally disabled students with mild levels in Tamima Mumtaz Extraordinary Schools (SLB). This is because Tunagrahita children in SLB only do indoor activities and there are no activities that support physical health and motor development through gymnastic movements. This gymnastics is accompanied by cheerful and fun music to further attract students' interest in following the gymnastic movements. This exercise consists of heating movements, core movements, and cooling movements. The method used in this community service is a personal approach from personal introductions, conducting activities outside the classroom, creating SCK, and inviting students to demonstrate. In its implementation, the SCK at Tamima Mumtaz SLB students were very enthusiastic about participating in the SCK movement. While the obstacles faced are 1) students are difficult to control when doing gymnastics, 2) one student must be accompanied by one companion to correct their movements, and 3) the short time of implementation makes it difficult for students to repeat the movements.Keywords— SLB Tamima Mumtaz, Special Cheerful Gymnastics, Light Developmental Disabilities
Sosialisasi Pembuatan Pasta Tulang Ikan di Dusun Kandang Kaoq Desa Tanjung Wiwik Wahyuni; Elwin Walimatul Fara; Lisfatin Rohmatul Ulya; Ubaidillah Albarqi
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p99-104

Abstract

Bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2019 lalu menimbulkan banyak kerugian. Tidak hanya kerugian dalam bentuk rusaknya bangunan tempat tinggal, namun juga rusaknya perekonomian masyarakat. Kerusakan pada tatanan perekonomian masyarakat, dalam hal ini hilangnya pekerjaan dan pendapatan harus segera diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakkan adalah membangun kembali perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal. Salah satu desa yang ada di Kabupaten Lombok Utara adalah Desa Tanjung yang memiliki potensi lokal berupa potensi laut dan mata pencaharian masyarakat yang berada disekitarnya adalah nelayan. Kebanyakan masyarakat mengambil daging ikan untuk dijadikan olahan dan tulangnya dibuang. Sebagai upaya pengoptimalan potensi laut tersebut, maka dibutuhkan inovasi baru untuk memanfaatkan tulang ikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif secara deskriptif dengan pendekatan fenomenologis untuk memperoleh data dari pengalaman informan. Perolehan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penentuan informan menggunakan snowball sampling  dan  purposive  sampling.  Hasil  yang  diperoleh  adalah  pemanfaatan tulang ikan dapat dijadikan sebagai pasta untuk pengolahan berbagai macam makanan guna meningkatkan perekonomian masyarakat pasca bencana gempa sehingga perekonomian masyarakat Desa Tanjung dapat diperbaiki kembali.  Kata kunci— olahan tulang ikan, pasta tulang ikan, ekonomi pasca gempa bumi Abstract The earthquake that occurred in North Lombok Regency in 2019 caused many losses. Not only losses in the form of damage to residential buildings, but also damage to the community's economy. Damage to the economic structure of the community, in this case the loss of jobs and income must be overcome immediately. One effort that can be done is to rebuild the community's economy by utilizing local potential. One of the villages in North Lombok Regency is Tanjung Village which has local potential in the form of sea potential and the livelihoods of the people around it are fishermen. Most people take fish meat to be processed and their bones discarded. As an effort to optimize the marine potential, new innovations are needed to utilize fish bones. This study uses descriptive qualitative research with a phenomenological approach to obtain data from the experience of informants. Data acquisition uses observation, interview, and literature study. Determination of informants using snowball sampling and purposive sampling. The results obtained are the use of fish bones can be used as a paste for the processing of various kinds of food in order to improve the economy of the community after the earthquake so that the economy of the Tanjung Village community can be restored. Keywords— processed fish bones, fish bone paste, post-earthquake economy
Pelatihan Pemanfaatan dan Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Multimedia Interaktif untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Azhar Ahmad Smaragdina; Ahmad Mursyidun Nidhom; Dila Umnia Soraya; Rochmad Fauzi
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p53-57

Abstract

Kegiatan diperuntukkan guru-guru SMP di desa Turirejo Kec Lawang, dengan tujuan utama desa ini dapat menjadi pilot project dimana nantinya program pengabdian ini dapat berlanjut di beberapa desa di kecamatan yang lain. Era revolusi industri 4.0 telah membawa banyak perubahan pada berbagai aspek kehidupan dimana teknologi memiliki peranan yang sangat besar dan menjadi motor utama perubahan di setiap aspek. Guru idealnya memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran yang dapat diakses melalui perangkat digital, serta mampu memanfaatkan sumber-sumber belajar lain yang sesuai dengan karakteristik digital native. Hasil kegiatan telah dapat meningkatkan kapabilitas para guru dalam memanfaatkan dan mengembangkan bahan ajar digital berbasis multimedia interaktif, hal ini berdampak pada proses pembelajaran yang menjadi semakin variatif. Kata kunci— bahan ajar digital, literasi digital, multimedia interaktif, pelatihan, revolusi industry 4.0. Abstract The activity is aimed at junior high school teachers in Turirejo village, Lawang district, with the main objective of this village being a pilot project where this community service program is needed to be continued in several villages in other sub-districts. The era of the industrial revolution 4.0 has brought many changes to various aspects of life while technology has a very big role and is the main motor of change in every aspect. The teacher ideally has the ability to develop teaching materials and learning media that can be accessed through digital devices, and be able to use other learning resources that are compatible with the original digital characteristics. The results of the activities have improved the ability of teachers to develop and develop interactive multimedia-based digital teaching materials, this has improved the learning process which has become increasingly varied. Keywords— digital teaching materials, digital literacy, interactive multimedia, training, industrial revolution 4.0
Pembuatan Sabun Aroma Teraphi untuk Masyarakat Pedesaan Aman Santoso; Ida Bagus Suryadarma; Sumari Sumari; Dedek Sukarianingsih
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p5-9

Abstract

Kelompok tani wilayah ponggok berpotensi sebagai penghasil  produk agro seperti buah-buahan dan juga minyak atsiri seperti bunga kenanga, nilam, sereh dan  cengkeh. Minyak atsiri dapat diisolasi dengan cara destilasi  air, dan destilasi air-uap. Masyarakat banyak menghasilkan limbah minyak goreng. Limbah minya tidak baik untuk kesehatan dn juga mencemari lingkungan. Hasil potensi desa bisa dimanfaatkan sebagai unggulan masyarakat desa. Dengan reaksi saponifikasi minyak dapat diubah menjadi sabun. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan bisa membuat sabun cair dengan bahan baku minyak goreng, dikatalis  basa, sedikit texafone, serta gloserin serta sedikti aroma minyak aisiri.  Kata kunci—minyak atsiri, sabun, minyak sawit, masyarakat desa. Abstract Ponggok area farmers groups have the potential to produce agro products such as fruits and essential oils such as cananga, patchouli, lemongrass and clove. Essential oils can be isolated by water distillation, and water-steam distillation. Many people produce cooking oil waste. Oil waste is not good for health and also pollutes the environment. Village results can be used as a superior village community. With the saponification reaction the oil can be turned into soap. The findings of these activity showed that the community is very enthusiastic and can make liquid soap with raw materials for cooking oil, alkaline catalysts, a little texafone, as well as gloserin and a little aroma of essential oils. Keywords—essential oil, soap, palm oil, rural communities
Pembuatan Keripik Kelapa Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana di Kabupaten Lombok Utara Yuli Agustina; Prayudhila Regita Septiany; Arlinda Arlinda; Kiki Safitri
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p79-83

Abstract

Peristiwa bencana alam gempa bumi di Lombok pada tahun 2018 lalu menyisakan duka dan mengakibatkan masyarakat kehilangan pekerjaan. Secara umum datangnya bencana bumi memang memunculkan kerugian, baik secara materil maupun non-materi. Kondisi seperti ini tidak untuk diratapi terlalu lama, akan tetapi harus segera dilakukan upaya pemulihan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memulihkan aktivitas ekonomi dengan cara mengembangkan inovasi dari potensi lokal masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui tahap persiapan pelaksanaan program dengan melakukan koordinasi dan sosialisasi yang dilaksanakan kepada masyarakat, serta melakukan tahapan proses pelaksanaan program dengan melakukan workshop di masing-masing dusun yang ada di Desa Pendua. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Pendua memperoleh keterampilan dalam membuat keripik kelapa yang bernilai jual dan mampu menjadi alternatif upaya peningkatan kapasitas masyarakat di bidang. Selain itu, dalam kegiatan ini masyarakat juga diajari melakukan online marketing strategy yang bertujuan untuk memasarkaan produk keripik kelapa agar dikenali oleh masyarakat luas.  Kata kunci— pemulihan ekonomi pasca gempa, keripik kelapa, Desa Pandua, online marketing strategy Abstract The natural disasters of the earthquake in Lombok in 2018 left mourning and caused the community to lose their jobs. In general, the arrival of an earthquake does bring about losses, both materially and non-materially. Such conditions are not to be mourned for too long, but recovery efforts must be made immediately. One way that can be done is to restore economic activity by developing innovations from the local potential of the community. This community service activity is carried out through the preparation stage of program implementation by coordinating and socializing carried out to the community, as well as carrying out the stages of the program implementation process by conducting workshops in each hamlet in Pendua Village. The results of this activity showed that the Village of Pendua obtained skills in making coconut chips that are of value and were able to be an alternative effort to increase community capacity in the field. In addition, in this activity the community was also taught to do an online marketing strategy aimed at marketing coconut chip products to be recognized by the wider community. Keywords— post-earthquake economic recovery, coconut chips, Pandua Village, online marketing strategy
Pelatihan Pengembangan Mobile Game Edukasi untuk Guru SMK Bidang Teknologi Komputer dan Informatika Kota Malang Wahyu Nur Hidayat; Syaad Patmanthara; Asih Setiani; Tri Atmadji Sutikno; Eddy Sutadji
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p31-36

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk menguraikan kegiatan peningkatan keterampilan guru SMK bidang TKI untuk mengembangkan mobile game edukasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan di SMKN 2 Singosari dengan jumlah peserta sebanyak 30 guru SMK se Kota Malang. Pelatihan dilakukan dengan metode IN-ON-IN yang dimulai dengan kegiatan seminar terkait disruptive learning innovation dan workshop pengembangan game edukasi. Kegiatan ON merupakan penugasan pengembangan game dan di akhir kegiatan IN adalah evaluasi tugas dan kegiatan pelatihan. Berdasarkan hasil penilaian angket didapatkan bahwa 85 persen guru telah memahami karakteristik macam-macam game dan sebanyak 80 persen guru telah dapat mengembangkan mobile game edukasi. Kata kunci— pelatihan, media pembelajaran, game edukasi, guru SMK. AbstractThe purpose of this article is to outline the activities of vocational teacher skills improvement in the field of TKI to develop educational mobile games. The implementation of training activities was carried out at SMKN 2 Singosari with a total of 30 SMK teachers in Malang. The training was conducted using the IN-ON-IN method which began with seminars related to disruptive learning innovation and educational game development workshops. The ON activity is an assignment for game development and at the end of the IN activity is the evaluation of the tasks and training activities. Based on the results of the questionnaire assessment, it was found that 85 percent of teachers had understood the characteristics of various games and as many as 80 percent of teachers had been able to develop educational mobile games.Keywords— training, learning media, game education, vocational teacher
Batik Modular Interloc sebagai Inspirasi Wirausaha Souvenir Kampung Cempluk Malang Dhara Alim Cendekia; Lisa Sidyawati; Swastika Dhesti Anggriani
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p%p

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pelatihan yang dilakukan menggunakan pendekatan intruksional agar memudahkan peserta yang masih awam dalam membuat produk. Namun peserta tetap dibebaskan untuk membentuk motif yang mereka sukai untuk membangun kreativitas mereka. Agar pelatihan dapat terus langsung berjalan menjadi bentuk wirausaha, dibuatlah grup media social Whatsapp post-event yang menjadi wadah untuk berdiskusi tentang pembuatan Batik Modular Interloc. Dan hal ini berhasil menjadikan peserta pelatihan untuk berwirausaha membuat souvenir Batik Modular Interloc dan dijual di Festival Kampung Cempluk 2019. Hasil penjualannya pun juga dapat menarik minat wisatawan untuk membelinya. Selain itu, peserta juga diberikan kuisioner post-event kepuasan pelatihan. Hasil dari kuisioner pelatihan menunjukkan bahwa peserta puas dengan instruktur dan cara pelatihannya namun mereka kesulitan untuk merapikan aksesoris Batik Modular Interlock.  Kata kunci— Kampung Cempluk, Souvenir, Batik Modular Interloc, Kawung Ceplokan, pengabdian, masyarakat Abstract The purpose of the activity the training is carried out using an instructional approach to facilitate participants who are still lay in making products. But participants are still free to form the motives they like to build their creativity. So that the training can continue to run immediately into a form of entrepreneurship, a post-event Whatsapp social media group was created as a forum for discussion about the making of Modular Interloc Batik. And this has succeeded in making the trainees to become entrepreneurs in making Interloc Modular Batik souvenirs and for sale at the Cempluk Village Festival 2019. The proceeds from the sale can also attract tourists to buy them. In addition, participants were also given a post-event satisfaction training questionnaire. The results of the training questionnaire showed that the participants were satisfied with the instructor and the way the training was, but they had difficulty tidying the Batik Modular Interlock accessories. Keywords— Cempluk Village, Souvenir, Modular Interloc Batik, Kawung Ceplokan, service, community
Pelatihan Manajemen dan Pembukuan Dasar Bagi IKM Sanan Kota Malang Agung Winarno; Yuli Agustina; Trisetia Wijijayanti; Madziatul Churiyah; Subagyo Subagyo
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p58-63

Abstract

Tujuan dari kegiatan pelatihan manajemen dan pembukuan dasar di IKM Sanan Kota Malang ini adalah memberikan wawasan, pengetahuan, dan pendampingan bagi para pelaku usaha kripik tempe untuk membuat pembukuan sederhana sehingga mampu membuat pembukuan sendiri agar tertib dalam melakukan pencatatan keuangannya sehingga dapat terukur pengeluaran, pemasukannya dan keuntungan yang diperoleh serta dapat mengetahui perkembangan usahanya. Metode yang dilakukan adalah melalui sosialisasi, kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku usaha sampai dengan pelaku usaha mempraktekkan langsung pembukuannya secara riil. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha di dalam membuat pembukuan sedehana sehingga meningkatkan motivasi di dalam bekerja. pelatihan pembukuan sederhana mendapat respon yang positif dan pelaku usaha mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai wawasan baru dalam menjalankan usahanya melalui pembukuan/pencatatan keuangan sederhana yang mudah diaplikasikan. Impikasinya adalah melalui pelatihan pembukuan sederhana pelaku usaha IKM Sanan Kota Malang mampu memahami cara berwirausaha yang baik melalui pencatatan keuangan. Kata kunci— IKM Sanan, Malang, Manajemen, Pelatihan, Pembukuan Dasar. Abstract The purpose of basic management and accounting training activities at SMEs Sanan Malang is to provide insights, knowledge and assistance for tempe chip business practitioners to make simple bookkeeping so as to be able to make their own bookkeeping in order to conduct financial records so that measurable expenses can be measured, the income and profits obtained and can find out the development of the business. The method used is through socialization, training activities and mentoring to business actors up to business practitioners directly practicing bookkeeping in real terms. The results obtained from this training activity are able to increase entrepreneur's knowledge and skills in making simple bookkeeping so as to increase motivation in working. simple bookkeeping training gets a positive response and businesses get knowledge and skills about new insights in running their business through simple financial accounting / records that are easily applied. The dream is through simple accounting training for SMEs Sanan Malang entrepreneurs able to understand good ways of entrepreneurship through financial records. Keywords— IKM Sanan, Malang, Management, Training, Basic Acoounting
Peningkatan Produktivitas Guru Muda dengan Pembiasaan Menulis Best Practice Ber-Mindset Riset pada Guru SMK di Kota Malang Amat Mukhadis; Nurul Ulfatin; Andika Bagus Nur Rahma Putra
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Permasalahan urgent para guru meliputi para “guru muda” yang mengajar sangat serba terbatas dari segi keaktifan mereka menulis dan menghasilkan karya ilmiah. Banyak guru yang melakukan malpractice untuk mengatasi ketidak-mampuan menulis karya ilmiah, kurang cukupnya pengetahuan, komitmen dan penerapan berbagai aspek tentang menulis karya ilmiah, dikarenakan kurang ada kesempatan mengikuti pelatihan terkait karya ilmiah, dan tidak adanya tim instruktur pada keorganisasian sekolah yang berfungsi membina para “guru muda” melakukan aktifitas untuk menghasilkan karya ilmiah. Metode pelatihan terbaru, yaitu  “in-1,on, in-2” yang merupakan hasil merge antara kegiatan study, action, dan follow-up digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Kegiatan ini melibatkan guru muda (usia maksimal 55 tahun dengan golongan pangkat 3a-d) di  SMK yang ada di Kota Malang. Kegiatan dilakukan selama 6x8 jam tatap muka dan kegiatan pendampingan dan konsultasi secara online dengan waktu sesuai kebutuhan. Hasil dari kegiatan ini meliputi: (1) kegiatan yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pra-pelatihan, kegiatan analisis pre-research, kegiatan research (tahap “on”), kegiatan post-research, pelatihan dan pendampingan, dan evaluasi pasca kegiatan; (2) pelaksanaan pembiasaan menulis best practice ber-mindset riset pada guru SMK di Kota Malang terbukti mampu meningkatkan produktivitas guru muda SMK; dan (3) para peserta menghasilkan produk luaran berupa best practice yang siap disubmit pada kompetisi best practice tingkat regional dan nasional.Kata kunci— best practice, guru muda, guru SMK , penulisan karya ilmiah AbstractThe urgent issue for teachers includes “young teachers” who teach very limited things in terms of their active writing and producing scientific works. Many teachers do malpractice to overcome the inability to write scientific papers, insufficient knowledge, commitment and application of various aspects of writing scientific papers, due to the lack of opportunities to take part in training related to scientific work, and the absence of a team of instructors in school organizations that function to foster students. "Young teachers" carry out activities to produce scientific work. The newest training method, namely "in-1, on, in-2" which is the result of a merge between study, action and follow-up activities is used in this Community Service activity. This activity involves young teachers (maximum age 55 years with rank 3a-d) in SMK in Malang City. Activities carried out for 6x8 hours face to face and online mentoring and consultation activities according to the time needed. The results of this activity include: (1) activities carried out in this community service, namely pre-training, pre-research analysis activities, research activities (“on” stage), post-research activities, training and mentoring, and post-activity evaluation. ; (2) the implementation of writing best practice with a research mindset on vocational high school teachers in Malang is proven to be able to increase the productivity of young vocational school teachers; and (3) participants produce output products in the form of best practices that are ready to be submitted in regional and national best practice competitions.Keywords— best practice, young teachers, vocational school teachers, writing scientific papers
“Ringmaker Mechine” untuk Meningkatkan Produksi “Alen-Alen” sebagai Jajanan Khas Trenggalek Rina Rifqie Mariana; Maftuchin Romlie; Aulia Azzardina
Jurnal KARINOV Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v4i1p%p

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan produksi alen-alen yang merupakan jajanan khas Trenggalek melalui pelatihan, pengenalan, dan hibah Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa “Ring Maker Mechine”. Mesin ini berfungsi untuk membentuk adonan alen-alen yang berbentuk seperti cincin yang selama ini dilakukan secara manual dan kovensional, sehingga proses produksi sangat terbatas karena membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang banyak. Metode pengabdian dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pengolahan alen-alen dengan menggunakan “Ring Maker Mechine”, dan menghibahkan alat ini kepada salah seorang pengrajin terpilih. Hasil cipta karya dan pelatihan ini menunjukkan terdapat perbedaan kapasitas produksi alen-alen yang dihasilkan. Menggunakan teknik konvensional (keterampilan tangan) pencetakan 1 kg bahan alen–alen membutuhkan waktu 35 menit. Sedangkan melalui penggunaan “Ring Maker Mechine” hanya membutuhkan waktu 5 menit saja. Keamanan pangannya juga lebih terjamin, lebih hygienes karena tidak terlalu banyak bersentuhan dengan tangan pekerja. Teknologi tepat guna ini juga dapat dijadikan sebagai protipe teknologi bagi pengusaha alen-alen lainnya, sesuai penyataan ketua UMKM Trenggalek yang akan mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah Trenggalek untuk mengajukan subsidi alat serupa kepada para pengrajin secara bertahap sehingga unggulan jajanan ini dapat menjangkau pemasaran yang lebih luas. Kata Kunci : alen-alen, jajanan, khas trenggalek, ring maker mechine Abstract The purpose of this activity is to increase the production of alen-alen which is a typical Trenggalek snack through training, introduction, and grants for Appropriate Technology (TTG) in the form of "Ring Maker Mechine". This machine functions to form alen-alen dough in the shape of a ring which has been done manually and conventionally, so the production process is very limited because it requires a lot of time and labor. The service method is carried out through socialization, training, and assistance in the processing of alen-alen using the "Ring Maker Mechine", and donating this tool to one of the selected craftsmen. The results of this copyrighted work and training show that there are differences in the production capacity of the alen-alen produced. Using conventional techniques (hand craftsmanship), printing 1 kg of alene material takes 35 minutes. Meanwhile, using the "Ring Maker Mechine" only takes 5 minutes. Food safety is also more secure, more hygienic because it does not touch too much with the workers' hands. This appropriate technology can also be used as a technology prototype for other alen-alen entrepreneurs, according to the statement of the head of the Trenggalek UMKM who will submit a budget to the Trenggalek regional government to submit subsidies for similar tools to craftsmen in stages so that the superior snacks can reach a wider marketing . Keywords: alen-alen, snacks, typical trenggalek, ring maker mechine

Page 9 of 25 | Total Record : 244