cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 244 Documents
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Puntung Rokok Menjadi Alternatif Pestisida Desa Jambearjo Asep Sunandar; Fahmi Fahmi
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p89-93

Abstract

Di Indonesia banyak perokok dengan intensitas merokok berkali-kali dalam sehari. Hal ini mengakibatkan banyaknya sampah dari rokok yang dihasilkan, yaitu puntung rokok. Sampah ini jika dibiarkan begitu saja tentu akan mencemari keindahan lingkungan. Hal demikian terjadi di Desa Jambearjo, dimana puntung rokok banyak berserakan. Banyak penelitian oleh akademisi yang menyatakan bahwa limbah puntung rokok dapat dijadikan sebagai bahan pestisida. Berdasaran hal ini, dilakukan kegiatan pengabdian untuk mensosialisasikan dan memberikan pelatihan berkaitan dengan pengolahan sampah puntung rokok menjadi alternatif pestisida.Setelah mengikuti kegiatan ini, masyarakat Desa Jambearjo memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah puntung rokok menjadi barang yang dapat digunakan dalam pertanian.  Kata kunci— limbah puntung rokok, alternatif pestisida, Desa Jambearjo Abstract In Indonesia many smokers with the intensity of smoking many times a day. This resulted in a lot of garbage from cigarettes produced, namely cigarette butts. This garbage if left unchecked will certainly pollute the beauty of the environment. This has happened in Jambearjo Village, where cigarette butts are widely scattered. Many studies by academics have stated that cigarette butts waste can be used as an ingredient of pesticides. Based on this, a community service activity was conducted to socialize and provide training related to the processing of cigarette butts waste into an alternative to pesticides. After participating in this activity, the people of Jambearjo Village has the knowledge and skills in utilizing cigarette butts waste into goods that can be used in agriculture. Keywords— cigarette butts waste, alternative pesticides, Jambearjo Village
Pemanfaatan “Bi Saylor” Sebagai Produk Pangan Alternatif untuk Pembangunan Gizi Berkelanjutan Dwi Faqihatus Syarifah Has; Eka Srirahayu Ariestiningsih
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p44-48

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membangun gizi dan kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan potensi desa yakni Daun Kelor sebagai bahan baku pembuatan produk “BI SAYLOR” (Biskuit PMT dan Sayur Daun Kelor). Pemanfaatan Potensi Desa yakni Kelor dengan produk diharapkan dapat menjadi pembangunan berkelanjutan di bidang gizi. Penambahan Biskuit PMT sebagai bahan baku produk diharapkan dapat mengurangi prevalensi kejadian stunting dan gizi buruk di Desa Kedungsumber. Produk BI SAYLOR dapat disajikan dalam tiga variasi makanan, yakni: Ice Cream, Nugget, dan Puding. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi disertai materi pelatihan, serta disampaikan langsung dengan melakukan pendemonstrasian yang berkenaan dengan proses pembuatan tiga macam varian produk. Dari dimulai dari penanganan bahan baku, cara penggunaan alat-alat produksi, proses pencampuran bahan, pemasakan, pengemasan sampai pemasaran. Hasil secara keseluruhan hampir 100 persen mitra kerja, menilai kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kedungsumber bermanfaat dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kata kunci— BiSaylor, Gizi Berkelanjutan, Pangan Alternatif. Abstract The purpose of this community service activity is to build nutrition and welfare of the community, by utilizing the potential of the village, namely Kelor Leaf as a raw material for making products "BI SAYLOR" (PMT Biscuits and Moringa Leaf Vegetables). Village Potential Utilization namely Moringa with products is expected to be a sustainable development in the field of nutrition. The addition of PMT biscuits as product raw material is expected to reduce the prevalence of stunting and malnutrition in Kedungsumber Village. BI SAYLOR products can be served in three variations of food, namely: Ice Cream, Nugget, and Pudding. The method was carried out using lecture and demonstration methods accompanied by training materials, and delivered directly by conducting demonstrations relating to the process of making three product variants. Starting from handling raw materials, how to use production equipment, the process of mixing materials, cooking, packaging to marketing. The overall results of nearly 100% work partners, assess community service activities in Kedungsumber Village are useful and can be carried out sustainably. Keywords— Alternative Food, BiSaylor, Sustainable Nutrition
Pelatihan Pengolahan Nugget Mujair dan Kerupuk Mujair Sebagai Oleh-Oleh Khas Desa Senggreng Siti Sendari; Dyah Ayu Dwi Lestari; Cahyaning Wulandari Cahyaning
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p116-120

Abstract

Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang merupakan desa yang memiliki pemandangan alam sangat indah, yakni adanya waduk yang dialiri Sungai Berantas Karangkates dan ini merupakan potensi wisata alam yang telah banyak dikunjungi masyarakat. Di Desa Senggreng juga memiliki potensi lokal berupa ikan mujair yang jumlahnya sangat banyak dan oleh masyarakat hanya dikelola dengan cara dijual mentah. Harganya yang relatif murah kurang bisa memberikan keuntungan yang signifikan terhadap masyarakat sehingga dibutuhkan inovasi untuk mengolahnya lebih lanjut. Melihat situasi semacam ini maka perlu diadakan pelatihan pengolahan nugget dan kerupuk berbahan dasar ikan mujair. Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut antara lain: 1) sebagai bentuk usaha pengembangan makanan berbahan dasar ikan mujair; 2) sebagai penggerak pendirian pusat oleh-oleh khas Desa Senggreng; 3) dan sebagai usaha peningkatkan perekonomian warga desa. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar serta masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah ikan mujair menjadi produk bernilai ekonomi yang tinggi.  Kata kunci— Desa Senggreng, Waduk Karangkates, olahan ikan mujair, ekonomi desa Abstract Senggreng Village in Sumberpucung Subdistrict, Malang Regency is a village that has a very beautiful natural scenery, namely the existence of a reservoir that is fed by the Berantas Karangkates River and this is a natural tourism potential that has been visited by many people. In the village of Senggreng it also has local potential in the form of tilapia fish which are very numerous and by the community are only managed by selling them raw. The relatively inexpensive price is less able to provide significant benefits to the community so innovation is needed to process it further. Seeing this kind of situation, it is necessary to hold training on processing nuggets and crackers based on tilapia fish. The objectives of carrying out these activities include: 1) as an effort to develop food based on tilapia fish; 2) as a driving force for the establishment of a unique souvenir center in Senggreng Village; 3) and as an effort to improve the economy of the villagers. Overall the activities went smoothly and the community had new knowledge and skills in processing tilapia fish into high economic value products. Keywords— Senggreng Village, Karangkates Reservoir, processed tilapia fish, village economy
Sosialisasi Pemanfaatan TOGA untuk Ibu-Ibu PKK Desa Ringinputih Kabupaten Ponorogo Galing Krisna
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p69-73

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya meliputi tanaman obat-obatan yang rasanya pahit, lebih jauh dari ini bumbu-bumbu di dapur serta sayuran yang enak dikonsumsi merupakan bagian dari TOGA yang sangat memiliki khasiat medis. TOGA sangat mudah ditanam, misalnya dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong serta melalui polybag yang diletakkan di depan rumah. Bahkan untuk skala yang lebih besar, budidaya TOGA dapat dilakukan sebagai media pendapatan ekonomi masyarakat. Melalui hal ini akan memunculkan dua manfaat yang besar, yakni bagi daya tahan tubuh masyarakat dari sisi kesehatan serta bagi perbaikan ekonomi masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan TOGA kepada masyarakat Desa Ringinputih yang pada dasarnya belum memiliki pengetahuan berkaitan dengan TOGA sehingga mereka kurang bisa memanfaatkannya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat terdorong menanam TOGA di sekitar rumahnya, baik dalam skala kecil maupun sedang untuk dijadikan sebagai media pendapatan ekonomi.  Kata kunci— toga, Desa Ringinputih, kesehatan masyarakat, bumbu-bumbu, sayuran Abstract Family Medicinal Plants (TOGA) not only include medicinal plants that taste bitter, further than this spices in the kitchen as well as delicious vegetables consumed are part of TOGA that has medical properties. TOGA is very easy to plant, for example by utilizing an empty house yard and through a poly bag placed in front of the house. Even for a larger scale, TOGA cultivation can be done as a medium of community economic income. Through this, two major benefits will emerge, namely for the immune system of the community in terms of health and for the improvement of the community's economy. The purpose of this community service activity is to socialize the TOGA to the people of Ringinputih Village who basically do not have the knowledge related to TOGA so they are not able to use it. The results of the dedication show that the community is encouraged to plant TOGA around their houses, both on a small and medium scale to be used as a medium for economic income. Keywords— physic garden, Ringinputih Village, public health, spices, vegetables
Pengembangan Desa Wisata dengan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Propinsi Jawa Timur Yani Ambari; Khurin In Wahyuni; Zanu Rama Lehana; Muhammad Syamsudin; Syafiatul Fitri
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p22-26

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memaksimalkan potensi desa wisata yang berada di Desa Jembul. Desa terkecil di Kecamatan Jatirejo dengan luas kurang lebih 50 hektar yang terletak dalam satu gugusan pegunungan Arjuno-Welirang-Semar sebagai desa wisata. Desa Jembul memiliki wisata air terjun coban kabejan, kolam renang di atas awan, dan taman pelangi. Untuk mengoptimalkan tanah Jembul yang subur, maka dilakukan pengembangan desa wisata dengan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai salah satu taman Edukasi. Taman Edukasi TOGA ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait manfaat penggunaan TOGA dan pengolahannya secara sederhana. Hasil penanaman TOGA dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan secara sederhana. Kegiatan dilakukan melalui empat tahap, yaitu mempersiapkan lahan yang akan digunakan untuk penanaman TOGA (membersihkan sampah dan rumputan liar, pemupukan serta penyiraman tanah agar menjadi lebih subur), pembelian TOGA, penanaman TOGA, dan pembuatan pagar serta plakat nama tanaman. 70% lahan telah ditanami oleh TOGA, perlu ditambahkan lagi jenis TOGA sehingga menjadi lebih bervariasi. Kata kunci— Tanaman, Obat, Desa Wisata, Taman Edukasi. AbstractThe purpose of this community service activity is to maximize the potential of tourism villages located in Jembul Village. The smallest village in Jatirejo Subdistrict with an area of approximately 50 hectares located in one group of Arjuno-Welirang-Semar mountains as a tourist village. Jembul village has a coban kabejan waterfall tour, swimming pool above the clouds, and a rainbow garden. To optimize the fertile land of Jembul, the development of tourism villages is carried out by planting family medicinal plants (TOGA) as one of the Education parks. The TOGA Education Park aims to provide information related to the benefits of using TOGA and its simple processing. The results of TOGA planting can be used as a simple alternative treatment. The activity was carried out through four stages, namely preparing land to be used for planting TOGA (clearing rubbish and wild grasses, fertilizing and watering the soil to make it more fertile), purchasing TOGA, planting TOGA, and making fences and plant name plaques. 70 percent of the land has been planted by TOGA, it is necessary to add more types of TOGA so that it becomes more varied.Keywords— Plants, Medicine, Tourism Village, Educational Park
Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi di SDN 2 Tanjung Kabupaten Lombok Utara Agung Winarno; Ainiyatul Farihah; Lutfiana Sukmawati
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p94-98

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di jalur penumjaman lempeng bumi dan hal ini menjadi salah satu alasan negara Indonesia sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi, misalnya yang sering terjadi di wilayah Lombok. Melihat fakta semacam ini, maka masyarakat harus disiapkan agar ketika terjadi gempa bumi, mereka memiliki pengatahuan bagaimana harus bertindak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan mitigasi bencana seperti mitigasi non-struktural yaitu berupa aktivitas penekanan kepada masyarakat agar meningkatkan kapasitas dalam menyiapkan dirinya ketika terjadi gempa bumi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan materi mitigasi bencana alam gempa bumi di SDN 2 Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Peserta didik yang terlibat sangat antusias mengikuti kegiatan dan hasilnya mereka memiliki pengetahuan untuk melakukan tindakan yang tepat jika suatu saat bencana gempa bumi datang.  Kata kunci— mitigasi bencana, gempa bumi, mitigasi non-struktural, SDN 2 Tanjung Abstract Indonesia is one of the countries that are on the path of the earth plate erosion and this is one of the reasons Indonesia often experiences natural disasters such as earthquakes, for example, which often occurs in the Lombok region. Seeing this kind of fact, the community must be prepared so that when an earthquake happens, they have knowledge about how to act. This can be done by carrying out disaster mitigation such as non-structural mitigation in the form of an emphasis on the community in order to increase their capacity to prepare themselves when an earthquake occurs. This service activity aims to provide earthquake disaster mitigation material at SDN 2 Tanjung, North Lombok Regency. The students involved are very enthusiastic about participating in the activities and the results they have the knowledge to take appropriate action if an earthquake disaster comes. Keywords— disaster mitigation, earthquake, non-structural mitigation, SDN 2 Tanjung
“Knowing Your Body Well” Menggunakan Media Monopoli Sebagai Upaya Perlindungan Diri Boby Agil Prasetyo; Izza Lu’lu’ul Jannah; Tyas Ayu Putri Kiswanto; Yuniawatika Yuniawatika
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p49-52

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah tentang pengenalan anggota tubuh dan bagian-bagian yang perlu dijaga lewat media monopoli. Pemberian pengetahuan tentang anatomi tubuh, kesehatan seksual, fungsi organ reproduksi sangat dibutuhkan anak-anak, lebih tepatnya pada masa menyongsong pubertas. Karena pubertas, bagian tubuh seksual siswa mulai tumbuh. Hal itu menyebabkan risiko kekerasan seksual meningkat. Pemberdayaan guru untuk memberi penyuluhan tentang menjaga bagian tubuh seksual pada siswa sangat diperlukan sebagai langkah antisipatif untuk meminimalisir peluang terjadinya kekerasan seksual. Pemilihanmetode tepat diperlukan agar materi yang akan disampaikan dapat terintegrasi secara optimal. Maka dari itu kreativitas dan penguasaan dalam media pembelajaran sangat dibutuhkan dimana dalam program kali ini menggunakan game monopoli. Mekanisme dari pelaksanaan kegiatan program dibagi dalam beberapa tahap, (1) tahap persiapan, pengorganisasian, (2) survey, (3) pelaksanaan, dan (4) tahap evaluasi kegiatan program. Hasil dari program kerja ini adalah meningkatnya pengetahuan baik dari para staff pengajar lewat macam media pembelajaran inovatif maupun bagi para siswa terutama terhadap materi yang disampaikan terkait knowing your body well, antusiasme dan keaktifan peserta sebagai bentuk ketertarikan terhadap program, terciptanya media pembelajaran monopoli itu sendiri, dan publikasi pada media massa.  Kata kunci— Media Belajar, Menjaga Diri, Monopoli. Abstract The purpose of this program aims to introduction of limbs and parts that need to be maintained through monopoly media. Giving knowledge about the anatomy of the body, sexual health, the function of the reproductive organs is needed by children, more precisely during the period of puberty. Because of puberty, parts of a student's sexual body begin to grow. That causes the risk of sexual violence to increase. Empowering teachers to provide counseling about maintaining sexual body parts for students is needed as an anticipatory step to minimize opportunities for sexual violence. The selection of the right method is needed so that the material to be delivered can be optimally integrated. Therefore creativity and mastery in learning media are needed where in this program uses monopoly games. The mechanism of implementing program activities is divided into several stages, (1) the preparation, organizing, (2) surveys, (3) implementation, and (4) evaluation of program activities. The result of this work program is an increase in knowledge both from teaching staff through a variety of innovative learning media and for students, especially to the material delivered related to knowing your body well, enthusiasm and activeness of participants as a form of interest in the program, the creation of monopolistic learning media itself, and publication in mass media. Keywords— Learning Media, Guarding Yourself, Monopoly
Pemanfaatan Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Bl) Sebagai Bahan Baku Keripik Khurin In Wahyuni; Martina Kurnia Rohmah; Yani Ambari; Bagus Kurniawan Romadhon
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p1-4

Abstract

Pemanfaatan porang lebih lanjut membutuhkan teknologi untuk menghilangkan senyawa kalsium oksalat sehingga pemanfaatan porang kedepannya dapat lebih maksimal. Masyarakat Desa Rejosari mengharapkan umbi porang dapat dikelola sendiri menjadi suatu produk makanan karena selama ini masyarakat rejosari hanya menjual porang dalam bentuk umbi mentah. Dengan adanya pelatihan pembuatan kripik dari umbi porang diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Rejosari. Kegiatan dilakukan melalui dua tahap, yaitu pengolahan umbi porang agar tidak menghasilkan rasa gatal sampai menajdi bahan baku keripik (pengumpulan bahan, perendaman bahan, proses pengeringan dan pengukusan) dan tahap kedua, pengolahan umbi porang menjadi keripik. Dari kegiatan ini diperoleh hasil 85 persen masyarakat Desa Rejosari telah berhasil membuat keripik dari Umbi Porang dan tidak merasakan efek gatal. Kata kunci—Keripik, Porang, Pangan, Umbi.Abstract The use of porang further requires technology to remove iron oxalate so that future utilization of porang can be maximized. The people of Rejosari Village hope that porang tubers can be managed themselves into food products because so far the Rejosari community only sells porang in the form of raw tubers. With training on making chips from porang tubers, they are expected to be able to help the people of Rejosari Village. Activities carried out through two cups, namely processing porang tubers so as not to cause fear until they become raw material for chips (collecting materials, soaking, digging and steaming) and the second process, processing porang tubers into chips. From this activity, 85 percent of Rejosari Village residents have succeeded in making chips from the Porang Bulbs and did not experience any adverse effects.Keywords—Bulbs, Chips, Food, Porang
Menggali Potensi dan Masalah Pengembangan Gaharu (Aquilaria Spp) di Desa Putat Lor Adi Putra; Alex Adi Prastiawan; Dwi Prihanto
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p121-126

Abstract

Gaharu adalah salah satu hasil hutan non kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, memiliki kandungan kadar damar wangi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Adanya permintaan yang cukup tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri terhadap gaharu menyebabkan perburuannya semakin meningkat dan tidak terkendali. Tujuan artikel ini adalah untuk: 1) mengetahui potensi gaharu di Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang; 2) mengetahui permasalahan dalam pembudidayaan dan pengembangan gaharu; dan 3) memberikan rekomendasi kebijakan untuk pengembangan gaharu. Melalui kegiatan pengadian ini ditemukan bahwa dalam upaya pengembangan gaharu terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi seperti: 1) minimnya pengetahuan masyarakat setempat mengenai budidaya gaharu; 2) adanya keterbatasan modal untuk mengembangkan komoditi gaharu; dan 3) adanya permasalahan pemasaran serta penetapan harga yang tidak stabil. Adapun upaya yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu: 1) pembentukan dan pengembangan koperasi gaharu; dan 2) memfasilitasi masyarakat dalam hal pemasaran produk gaharu.  Kata kunci— gaharu, pemasaran, koperasi gaharu, Desa Putat LorAbstract Agarwood is one of the non-timber forest products with a variety of distinctive shapes and colors, contains mastic content and has high economic value. The demand is quite high, both from within and outside the country against aloes causing hunting increasingly increasing and out of control. The purpose of this article is to: 1) find out the potential of agarwood in Putat Lor Village, Gondanglegi District, inMalang Regency; 2) find out the problems in cultivating and developing agarwood; and 3) provide policy recommendations for the development of agarwood. Through these activities, it was found that in the efforts to develop agarwood there were several problems encountered, such as: 1) the lack of local knowledge about agarwood cultivation; 2) there is limited capital to develop agarwood commodities; and 3) marketing problems and unstable pricing. The efforts that can be taken to overcome these problems are: 1) the formation and development of agarwood cooperatives; and 2) facilitating the community in marketing aloes. Keywords— agarwood, marketing, agarwood cooperatives, Putat Lor Village
Simulasi dan Trauma Healing Pasca Gempa pada Peserta Didik SDN 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat Achmad Murdiono; Darmawan Subangkit; Nabila Rizqi Maimunah
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i2p74-78

Abstract

Bencana gempa bumi yang menimpa Lombok menyisakan kerugian, baik secara fisik maupun non-fisik. Kerugian berupa non-fisik meliputi adanya trauma yang dimiliki oleh korban, terutama adalah anak-anak. Trauma ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut terlalu lama karena akan berdampak buruk pada kehidupan korban. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengadakan simulasi dan trauma healing pada korban bencana gempa bumi di Lombok, yakni anak-anak di SD Negeri 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat. Kegiatan berjalan lancar dan sukses di mana anak-anak dapat mengetahui bagaimana harus bersikap jika bencana gempa bumi datang serta mereka mendapatkan perlakuan yang menggembiarakan sehingga rasa trauma yang ada pada diri mereka dapat dihilangkan secara perlahan.  Kata kunci— trauma healing pasca gempa, SD Negeri 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat, bencana gempa bumi Abstract The earthquake that struck Lombok left a loss, both physically and non-physically. Losses in the form of non-physical include the trauma of the victim, mainly children. This trauma cannot be allowed to drag on too long because it will adversely affect the lives of the victims. The purpose of this service is to conduct simulations and trauma healing for earthquake victims in Lombok, namely children in SD Negeri 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat. Activities run smoothly and successfully where children knew how to behave if an earthquake disaster comes and they got an encouraging treatment so that the trauma they feel can be eliminated slowly. Keywords— post-earthquake trauma healing, SD Negeri 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat, earthquake disaster

Page 8 of 25 | Total Record : 244