cover
Contact Name
Eka Jelita Lubis
Contact Email
ekajelita14@gmail.com
Phone
+6281215445700
Journal Mail Official
rifajuniartika@gmail.com
Editorial Address
kecamatan kotanopan kabupaten mandailing natal, Sumatera Utara Medan
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam
ISSN : 20858647     EISSN : 2686326x     DOI : https://doi.org/10.15548/alqalb
This journal accepts scientific articles or research reports in general areas of psychology such as education, clinical, industrial and organizational, and religious social psychology. However, the main focus of this journal is the development of Islamic psychology so that this topic will dominate the articles in Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2024)" : 8 Documents clear
Efektivitas Dzikir untuk Menurunkan Stress Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir Suku Melayu di Pontianak baroroh, Ema zati; Azzahrah, Syarifah Fathiyyah
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.6986

Abstract

Idealnya masyarakat suku Melayu menjalankan nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup pendidikan, sosial, dan sebagainya. Pemuda Melayu yang mengenyam pendidikan hingga menjadi mahasiswa juga berperan penting dalam mewujudkan hal tersebut. Umumnya mahasiswa ketika telah mencapai tingkat akhir kerap kali merasakan stres yang disebabkan tuntutan penyelesaian tugas dan tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi dzikir ini sendiri, setelah dilakukan intervensi dzikir yang diberikan kepada mahasiswa melayu. Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan purposive sampling kepada mahasiswa melayu di IAIN Pontianak. Adapun kriteria khusus dalam menentukan subjek yaitu mahasiswa yang berumur 20 sampai dengan 23 tahun, berjenis kelamin perempuan, mahasiswa yang sedang menempuh perkulihan S1, sedang mengerjakan skripsi dan mengalami stress akademik. Subjek pada penelitian ini berjumlah 3 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala Stress Akademik Mahasiswa Akhir dengan nilai α 0.687. Analisa data mengunakan metode paired sample of t test. Berdasarkan hasil uji hipotesis Berdasarkan hasil pengujian hipotesis didapatkan tingkat signifikansi sebesar 0,025 (p
Child-Marriage: Knowledge, Parent-Child Communication In Kubu Raya, Kalimantan Barat Charisma, Putri Anisa; Hayati, Risna; Filya, Rizki
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.7310

Abstract

Knowledge is needed to filter social media’s information so social media users are not plunged into risky action. Therefore, reasoning skills are needed to prevent this action. One of the risky actions is promiscuity, which can lead to child-marriage. Child marriage is a serious issue, especially in West Kalimantan, as the province with the fourth highest rate of child-marriage in Indonesia. The role of parent-child communication is essential in the psychological development of adolescents in order to provide proper attention for them. Parent-child communication needs to have an understanding to find out the effect and factors of child-marriage. This study explores the contribution of knowledge and parent-child communication related to child-marriage. Using a qualitative approach, this study was analyzed with qualitative descriptive design. The respondents were 10 parents with children who decided to have a child-marriage. The study indicates that parent-child communication is limited to small talk, not related to the substance of preventing child-marriage. Some parents rarely even communicate with their children. The lack of communication is due to lack of access to education from both parents and teenagers. Respondents are unaware of the impacts or risks they would experience from the decision to marry their children. This happened because most of respondents' education was only limited to elementary school and some even dropped out of school.
Instrumen Pengukuran Kepribadian Muthmainnah: Analisis Model Rasch Oktavia, Afina; Malay, Mohammad Nursalim; Yulianti, Iin
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.7885

Abstract

Tidak banyak instrumen yang mengukur kepribadian masyarakat muslim di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan skala kepribadian Muthmainnah dengan melakukan rangkaian tes yang memadai. Terdapat 439 responden dari kalangan dewasa akhir usia 40-60 tahun yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian dengan menggunakan Winstep 3.73 menunjukkan bahwa Instrumen pengukuran Kepribadian Muthmainnah memperoleh 33 item yang fit dengan model dari 42 item. Cronbach alpha yang diperoleh sebesar 0.86 dengan koefisien person reliability sebesar 0.84 dan nilai koefisien item reliability sebesar 0.99. Sehingga secara keseluruhan disimpulkan bahwa alat ukur kepribadian muthmainnah valid dan memiliki sifat psikometrik yang baik sehingga dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepribadian pada individu.
Peningkatan Perkembangan Komunikasi Pada Anak Down Syndrome Melalui Terapi Murottal Octavia, Indah Andika; Lenggogeni, Puti
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.7179

Abstract

Salah satu kemampuan utama dalam tumbuh kembang anak adalah kemampuan komunikasi. Kesulitan berkomunikasi juga dialami oleh anak down syndrome. Mayoritas komunikasi yang dilakukan oleh anak down syndrome ialah cenderung menggunakan kata yang kurang dapat dipahami oleh orang lain disebabkan pengucapan vokal yang kurang jelas atau kesalahan penggunaan kata sehingga orang lain kurang dapat memahami isi pembicaraan. Salah satu upaya yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak down syndrome adalah terapi murottal Al-Qur’an. Terapi murottal dapat diberikan pada anak penyandang down syndrome sebagai upaya untuk menunjang perkembangan komunikasi mereka. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguji efektivitas terapi murottal dalam meningkatkan perkembangan komunikasi pada anak down syndrome. Adapun variabel sekunder dalam penelitian ini yang akan dikontrol berupa IQ subjek, kebisingan, dan suasana sosial selama penelitian. Teknik analisis penelitian yang dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik. Hasil analisis kuantitatif menggunakan uji Independent Mann Whitney U yang menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,513. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pemberian perlakuan berupa terapi murottal dan terapi musik terhadap peningkatan kemampuan komunikasi pada anak down syndrome. Namun, dari hasil analisis secara kualitatif semua subjek terlihat mengalami peningkatan bahasa baik secara ekspresif/verbal maupun reseptif/nonverbal dan terapi ini mampu memberikan peningkatan bahasa pada subjek.
FACTORS THAT INFLUENCE GRATITUDE Wibowo, Agung; Rusyda, Arina Ilfa; Ramyana, Fitriyani; Imtinan, Ghina; Riady, Muhammad Antos
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.6584

Abstract

Gratitude is an expression of gratitude to Allah SWT for the favors, gifts, and conveniences given. Gratitude is divided into gratitude in heart, words, and deeds. This study aims to determine the factors that influence gratitude by using a literature review technique. Literature search was carried out on electronic databases, google scholar, and google with the keyword gratitude. The results of this search indicate that there are two factors that influence gratitude. These factors are internal factors and external factors. Internal factors consist of religiosity, remembering God's favors, all favors will be held accountable, seeing people who are lower in rank, praying to be given help to be grateful, emotionality, prosociality, positive affect, good intentions, and the presence of psychopathology within. While external factors in the form of perceptions of peers and family roles.
Peran Psychological Capital Dan Kebahagiaan Terhadap Workplace Well Being: Studi Pada Pekerja di Universitas Islam X di Pekanbaru Ikhwanisifa, Ikhwanisifa; Susanti, Rita; Marretih, Anggia Kargenti Eva Nurul
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.8185

Abstract

Well-being pada karyawan merupakan faktor penting bagi kesuksesan dan kinerja organisasi. Well-being di tempat kerja disebut dengan workplace well-being. Dinamika well-being di tempat kerja menjadi sangat penting untuk dipahami, karena akan berpengaruh pada pada kesehatan, perilaku dan kinerja. Banyak hal yang berperan dalam pembentukan workplace well-being diantaranya yakni psychological capital dan kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dari psychological capital dan kebahagiaan terhadap workplace well-being. Penelitian ini dilakukan pada 96 orang pekerja di sebuah Universitas Islam Negeri di Pekanbaru yang ditemui secara kebetulan. Data dikumpulkan melalui skala kebahagiaan dari Argyle Hills (1991), workplace well-being dari Page (2005) dan skala PsyCap adalah psychological capital questionnaire (PCQ) dari Luthans (2007). Berdasarkan analisis regresi menunjukan bahwa terdapat pengaruh Psychological Capital dan kebahagiaan terhadap Workplace Well-being dengan nilai signifikasi 0.000 lebih kecil dari P= 0.05 dengan sumbangan efektif kedua variabel sebesar 0.479 (47,9 %) yang artinya Psychological Capital dan kebahagiaan secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Workplace Well-being pada karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi PsyCap dan Kebahagiaan karyawan, maka semakin tinggi pula kesejahteraan yang dirasakan karyawan ditempat kerja. Karyawan yang memiliki harapan yang tinggi terhadap pekerjaannya, selalu optimis, memiliki keyakinan diri untuk dapat mencapai tujuan kerja serta tangguh dalam mengatasi persoalan dan juga karyawan marasa nyaman, dan bahagia menjalani pekerjaan maka akan meningkatkan perasaan sejahtera atau kesejahteraan karyawan ditempat kerja. The Role Of Psychological Capital And Happiness In Workplace Well-Being: A Study Of Workers At The Islamic X University Of Pekanbaru. Abstract Employee well-being is an essential factor for organizational success and performance. Well-being at work is called workplace well-being. The dynamics of well-being in the workplace are fundamental to understand because they will affect health, behavior, and performance. Many things can improve workplace well-being, including psychological capital and happiness. This research examines the role of psychological capital and happiness in workplace well-being. Data are collected on 96 workers at a State Islamic University in Pekanbaru. Data was collected through the happiness scale from Argyle Hills (1991), workplace well-being from Page (2005), and the Psychological capital scale, which is the psychological capital questionnaire (PCQ) from Luthans (2007). Based on the regression analysis, there is an influence of Psychological Capital and happiness on Workplace Well-being with a significance value of 0.000, smaller than P= 0.05 with a practical contribution of both variables of 0.479 (47.9%), which means Psychological Capital and happiness together, has a positive effect on Workplace Well-being among employees. This riset shows that the higher the employee's PsyCap and Happiness, the higher the employee's perceived well-being. Employees with high hopes for their work are always optimistic, have the self-confidence to achieve work goals, and are resilient in overcoming problems. And also, employees who feel happy and happy doing their work will increase the feeling of well-being or well-being of employees at work. Keywords: Workplace Well-Being, Psychological Capital, happiness, employees
Pengaruh FoMO dan Emotional Intelligence Terhadap Internet Addiction Pada Mahasiswa Syah, Firman; Rosyidi, Hamim
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.7949

Abstract

Internet addiction merupakan penggunaan internet berlebihan dan tidak terkontrol yang dilakukan oleh seseorang. Mahasiswa seringkali terkena internet addiction dikarenakan mahasiswa banyak menggunakan waktunya untuk berinternet. Internet addiction banyak memberikan dampak negatif bagi mahasiswa. Mahasiswa perlu mengetahui faktor-faktor pendorong terjadinya internet addiction agar terhindar darinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara fear of missing out dan emotional intelligence terhadap internet addiction pada mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah 400 orang mahasiswa aktif yang berkuliah di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur untuk mengukur masing-masing variabel, yaitu: Internet Addiction Test (IAT), Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) dan Trait Emotional Intelligence Questionnaire Short Form (TEIQUE-SF). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil analisis memperlihatkan kedua variabel berpengaruh terhadap internet addiction pada mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan hasil bahwa sumbangan efektif dari FoMO terhadap internet addiction lebih besar dibandingkan sumbangan efektif emotional intelligence terhadap internet addiction.
Fenomena Childfree Ditinjau dari Sudut Pandang Psikologi dan Islam Rachmania, Firdhaniaty; Zhafira, Agnes Syakura; Arisa, Nabilah Putri; Putri, Nirmala Novtika
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.6490

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai keputusan childfree dari sudut pandang Psikologi dan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam bagaimana fenomena childfree ditinjau dalam perspektif Islam dan Psikologi. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur dan wawancara untuk memperoleh informasi secara mendalam. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, dari sudut pandang islam tidak menganjurkan untuk childfree, dalam Al-Qur’an, hadis, dan konsep-konsep dalam Islam menganjurkan manusia untuk mempunyai anak karena beragam manfaat menuju kemaslahatan yang bisa diraih darinya. Sedangkan dari sudut pandang psikologi, keputusan seseorang untuk childfree itu merupakan hak masing-masing atau hak dari kedua belah pasangan sehingga sebagai seorang manusia kita perlu menghargai keputusan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8