cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 545 Documents
Hubungan Self-Care Management Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur Ursula Arus Rinestaelsa; Atna Permana; Ratna Mutu Manikam; Dwinara Febrianti; Nurma Dewi; Khonsa Alimah Syahidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3644

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan berkontribusi besar terhadap kematian dini, sebagian besar penderita hipertensi belum mencapai kontrol tekanan darah yang optimal. Di Indonesia, khususnya wilayah perkotaan seperti Jakarta Timur, hipertensi masih menjadi masalah utama di pelayanan kesehatan primer. Pengendalian hipertensi sangat bergantung pada self-care management, meliputi kepatuhan minum obat, pemantauan tekanan darah, aktivitas fisik, dan pola makan sehat. Namun, banyak pasien belum menerapkannya secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 104 responden dengan simple random sampling, dengan menggunakan kuesioner Kuesioner Hypertension Self-Management Behaviour Questionnaire (HSMBQ). Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Chi-Square, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan signifikan antara self-care management dan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kramat Jati. Sebagian besar responden pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur berada pada usia dewasa, didominasi perempuan, berpendidikan menengah, dan menderita hipertensi kurang dari lima tahun.
Factors Associated with the Occurrence of Pneumonia among Under-Five in the Working Area of Jatinegara District Public Health Center in 2023: A Case-Control Study Kartika Wandini; Mela Agustina; Ratna Mutu Manikam; Wiwit Wijayanti; Ratih Agustin Prikhatina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3649

Abstract

Pneumonia is the main killer of under five in the world, more than any other infectious disease. Low immunity of underfive can be caused by unexclusive breastfeeding, cigarette smoke, chronic diseases and others. This study aimed to determine the risk factors that influence the incidence of pneumonia at Jatinegara Subdistrict Health Center in 2023. A case control study was conducted using questionnaire as instrument which included Respondent Identity, Birth Weight hsitory, Exclusive Breastfeeding History, Immunization Status and Family Smoking Habits. As much as 88 underfive were included in this study by purposive sampling. Data were analyzed using descriptive statistic and logistic regretion. The bivariate analysis showed significant correlation between exclusive breastfeeding (p.value 0.006; OR 0.267), immunization status (p.value 0.000; OR 0.043), also smoking behavior (p.value 0.000; OR 46.467) with pneumonia, but not for the age of underfive (p.value 1.000), gender (p-value 1.000), and LBW history (p.value 0.058). Multivariate analysis showed that there was an influence of immunization status and the incidence of pneumonia (p-value 0.021; OR 0.130) also smoking behavior of the  family to the incidence of pneumonia at the Jatinegara Subdistrict Health Center (p-value 0.000; OR 27.122), While age, gender, birth weight, and exclusive breastfeeding had no effect on the incidence of pneumonia (p.value>0.05). It is recommended that the community be able to increase awareness of healthy behaviors such as not smoking in the house or environment.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Kabupaten Tangerang Banten Slamet Santoso Kurniawan; Ratna Mutu Manikam; Wiwit Wijayanti; Yuli Kristiyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3653

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur berada di bawah standar pertumbuhan. Kondisi ini dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kesehatan anak pada masa mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di Posyandu Flamboyan 1, Flamboyan 10, dan Rembulan 3, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 180 balita yang dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 26,7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p=0,001), pekerjaan ibu (p=0,007), dan pendapatan orang tua (p=0,006) dengan kejadian stunting. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif (p=0,647), panjang badan lahir (p=0,942), berat badan lahir (p=0,890), dan jumlah anggota keluarga (p=0,131) dengan kejadian stunting. Upaya pencegahan perlu memperkuat dengan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta intervensi yang memperhatikan kondisi sosial ekonomi keluarga.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS KELURAHAN PEGANGSAAN DUA B Ratih Agustin; Ratna Mutu Manikam; Dwi Wahyuni; Petrus Geroda Beda Ama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i1.3659

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di wilayah Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua B tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 62 balita yang di dapat dengan cara simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran panjang atau tinggi badan, dan wawancara kueisioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang stunting sebesar 27.4%. Analisis uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada balita. Sedangkan analisis uji statistic menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara status gizi ibu saat hamil, riwayat ASI eksklusif, dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyarankan agar meningkatkan program edukasi caten dalam pencegahan stunting untuk menghindari kejadian berat badan lahir rendah. Selain itu, bagi lintas sector terkait diharapkan dapat menggerakkan Kader Pembangunan Manusia (KPM) bersama dengan petugas kesehatan dalam mengatasi masalah stunting.
Hubungan Lama Operasi dengan Kejadian Hipotermia pada Pasien Fraktur yang Menjalani Anestesi Spinal di Ruang Bedah Sentral RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Sri Suryati; Diah Ayu Nurhayati; Nurma Dewi; Dwinara Febrianti; Atikah Pustikasari; Parlin Dwiyana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i1.3672

Abstract

Hipotermia merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan dengan anestesi spinal. Durasi operasi yang semakin lama diduga meningkatkan risiko kehilangan panas tubuh sehingga berkontribusi terhadap terjadinya hipotermia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lama operasi dengan kejadian hipotermia pada pasien fraktur yang menjalani anestesi spinal di Ruang Bedah Sentral RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 175 pasien fraktur yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% serta dihitung Odds Ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (95%CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani operasi dengan durasi ≥60 menit (70,3%) dan mengalami hipotermia pascaoperasi (85,1%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara lama operasi dengan kejadian hipotermia (p=0,007; OR=3,408; 95%CI=1,450–8,009). Usia juga berhubungan dengan kejadian hipotermia (p=0,047; OR=2,544; 95%CI=1,090–5,938), sedangkan jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan suhu ruang operasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p>0,05). Disimpulkan bahwa lama operasi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotermia pada pasien fraktur yang menjalani anestesi spinal. Oleh karena itu, pemantauan suhu tubuh secara berkala serta penerapan tindakan pencegahan hipotermia perlu dilakukan, terutama pada pasien yang menjalani operasi dengan durasi lebih dari 60 menit.