cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 545 Documents
Pemanfaatan Serbuk Daun Kelor pada Pembuatan Dawet Tinggi Serat Pangan sebagai Selingan Antiobesitas Dhea Marliana Salsabila; Ratna Mutu Manikam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3320

Abstract

Kecenderungan memilih makanan selingan dengan sumbangan energi yang tinggi dan serat yang rendah berpengaruh terhadap kejadian gizi lebih. Daun kelor telah diidentifikasi memiliki kandungan serat pangan dengan sifat fungsional sebagai antiobesitas. Metode freeze-drying digunakan untuk mengeringkan daun kelor sehingga dapat dimanfaatkan menjadi produk dawet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serat pangan dawet berbasis daun kelor yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian laboratory experimental yang menganalisis serat pangan pada formulasi terpilih dari penelitian pendahuluan menggunakan metode gravimetri enzimatis. Hasil menunjukkan penambahan 10% serbuk daun kelor pada produk dawet memiliki total serat pangan sebesar 6,10 g/100g dengan serat pangan larut sebesar 1,42 g/100g dan serat pangan tidak larut sebesar 4,68 g/100g. Sesuai dengan manajemen penurunan berat badan, produk dapat menjadi makanan selingan praktis antiobesitas yang tinggi serat. Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi praklinik dengan dosis tertentu sehingga dapat membuktikan manfaat produk.
Analisis Fisikokimia dan Organoleptik Enteral berbasis Tepung Kacang Merah dan Sari Apel untuk Penderita Diabetes Melitus Amelia Filnia Dewi; Afiya Hasna Nabila; Aan Sofyan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3349

Abstract

Nutrition tailored to individual physical conditions is essential to prevent malnutrition. Nutritional intake can be provided enterally using locally available and affordable food sources. This study aimed to analyze the physicochemical and organoleptic characteristics of enteral food made from red bean flour and apple extract using a Completely Randomized Design with three treatments. Results showed viscosity values ranging from 86.75 to 492.65, osmolality from 451 to 532.5, and flow rate from 1.02 to 6.58. Color test values were L (49.8–52.1), A (2.2–3.1), and B (9.3–9.6). Nutrient content met 80–120% of daily requirements. Organoleptic tests identified F1 the most favorable. This combination shows potential as functional dietary alternative for diabetes mellitus therapy.
Pengendalian Obat Menggunakan Metode ABC-Ven di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum dr. Abdul Radjak Purwakarta Lilis Heri Mis Cicih; Arif Rachman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3362

Abstract

Pengendalian persediaan obat di rumah sakit perlu dilakukan guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengendalian obat menggunakan metode ABC-VEN. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan mix method (kuantitatif dan kualitatif). Data sekunder berupa data kuantitatif untuk menghitung pengendalian obat berdasarkan metode ABC (Always, Better, Control) dan VEN (Vital, Essential, dan Non Essential). Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam kepada 14 informan di Instalasi Farmasi khusus Poli Penyakit Dalam untuk melihat pengelolaan obat, biaya, dan dampak. Hasil perhitungan dengan metoda ABC-VEN, dengan memperhitungkan dampak biaya, maka kelompok A dengan jumlah item sebanyak 66 (7%) dengan nilai investasi tertinggi (71%) merupakan prioritas pengadaan. Hasil wawancara mendalam bahwa golongan obat insulin termasuk kelompok A membutuhkan investasi yang paling tinggi. Dilihat dari hasil analisis kategori VEN, kelompok V dengan 409 item obat (40%) dengan investasi yang paling besar (55%), merupakan kelompok yang harus diprioritaskan. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara mendalam bahwa diagnosis tertinggi pada poli penyakit dalam termasuk kelompok V. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Metoda ABC-VEN dapat membantu dalam pelayanan obat terhadap pasen. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat efektivitas penggunaan metode ABC-VEN dibandingkan dengan metode lainnya, dalam peningkatan pelayanan kesehatan.
Analysis of Nutritional Status and Macronutrient Intake in Toddlers in Matraman District, East Jakarta Rita Fitriyanti; Ratih Agustina Prikhatina; Slamet Santoso Kurniawan; Ratna Mutu Manikam; Titi Indriyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3465

Abstract

In supporting the improvement of community nutrition, it is necessary to collect data as an effort to analyze problems so that it is easier to find the priority of the problem. From some of the problems obtained, an analysis of the causes of the problem can be carried out. Problem-solving is carried out by preparation and planning with the aim of improving community problems, especially in Matraman District, East Jakarta City, in 2025. The purpose of this study is to find out the characteristics, nutritional status, intake of macro and micro nutrients, and nutritional knowledge in the target group, namely toddlers. This study uses a cross-sectional design with a population of all toddlers aged 6-59 months residing in Matraman District in December 2025. The data was analyzed by Chi-Square test. The results showed that there was no significant relationship between macronutrient intake and BB/U, TB/U, BB/TB. These results show that although the nutritional status of toddlers is generally in the good category, there are still problems related to nutritional consumption patterns and low maternal knowledge that have the potential to affect the nutritional status of toddlers in the future. Therefore, it is necessary to increase nutrition education for mothers under five regarding a balanced diet and meeting nutritional needs according to the age of the child. The next study is recommended to examine other factors related to the nutritional status of toddlers in order to obtain a more comprehensive picture.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dan Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure Di Ruang Cendana 2 RS Bhayangkara Tk 1 Pusdokkes Polri Jakarta Seven Sitorus; Ilah Muhafilah; Suwarningsih; Titi Indriyati; Apriliani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3547

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas tidur pasien. Kecemasan selama menjalani perawatan diduga berhubungan dengan penurunan kualitas tidur sehingga dapat menghambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CHF di Ruang Cendana 2 RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Jakarta. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 55 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 49,1% responden mengalami kecemasan sedang–berat dan 54,5% memiliki kualitas tidur buruk. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p = 0,002; OR = 7,389; 95% CI: 2,214–24,657). Pasien dengan kecemasan sedang–berat memiliki peluang 7,4 kali lebih besar mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan pasien dengan kecemasan minimal–ringan. Disimpulkan bahwa tingkat kecemasan berhubungan signifikan dengan kualitas tidur pada pasien CHF. Pengkajian dan intervensi keperawatan terhadap kecemasan perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas tidur dan mendukung proses pemulihan pasien.
Determinan Status Gizi Remaja: Peran Pengetahuan Gizi, Konsumsi TTD, dan Pola Konsumsi Fast Food Rita Fitriyanti; Titi Indriyati; Ratna Mutu Manikam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3567

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, periode pertumbuhan yang pesat pada masa remaja membutuhkan peningkatan zat gizi terutama pada remaja putri. Selain faktor biologis tersebut, status gizi remaja juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan gizi, kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan pola konsumsi fast food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengetahuan gizi, konsumsi TTD, dan pola konsumsi fast food terhadap status gizi remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan populasi remaja usia 13-18 tahun dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Sebagian besar remaja tidak patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah (87,4%), memiliki status gizi baik (73,3%), serta memiliki pengetahuan gizi seimbang yang cukup (53,9%). Frekuensi konsumsi fast food terbagi antara kategori sering dan jarang (masing-masing 50%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi, kepatuhan konsumsi Tablet tambah darah, maupun frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi (IMT/U). Meskipun tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik, edukasi mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah dan pola makan sehat tetap diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif.
Hubungan Paritas dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Status Gizi Berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA) di Kecamatan Matraman Tahun 2024 Rita Fitriyanti; Ratna Mutu Manikam; Atikah Pustikasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.3616

Abstract

Masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat memengaruhi status kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan bayi yang dikandungnya. Kekurangan asupan makanan yang berlangsung dalam jangka panjang (kronis) dapat menyebabkan gangguan kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil, yaitu paritas dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dengan status gizi ibu hamil berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LILA) di Kecamatan Matraman tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan populasi ibu hamil dan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, paritas berisiko merupakan kategori terbanyak, yaitu sebesar 32 ibu hamil (53,3%). Mayoritas ibu hamil patuh (≥4 tablet) mengonsumsi TTD, yaitu 55 (91,7%). Hasil analisis bivariate menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara paritas dan kepatuhani konsumsi TTD dengan status gizi ibu hamil. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan program terkait pemeriksaan rutin terhadap ibu hamil yang sulit untuk memberikan edukasi tentang asupan makanan yang sehat dan seimbang agar asupan ibu hamil dan janin tetap tercukupi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR JAKARTA TIMUR Dahlia Nurdini; Neli Husniawati; Ratna Mutu Manikam; Atikah Pustikasari; Ulfah Dwiyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.3621

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang masih banyak dialami oleh ibu hamil dan dapat berdampak terhadap kesehatan ibu serta janin. Tujuannya untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan pada tahun 2023 di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagian besar ibu hamil memiliki usia dengan risiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 140 ibu (80%), mayoritas ibu memiliki paritas berisiko 58,9% , serta pengetahuan kurang 41,1%, asupan makan kurang 93,7% dan pendapatan ibu masih kurang 60,6%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, paritas dan pengetahuan ibu dengan kejadian kekurangan energi kronik. Sedangkan asupan makan  (p-value 0,045) serta pendapatan keluarga (p-value 0,017) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kekurangan energi kronik. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan Puskesmas ataupun dinas terkait dapat meningkatkan edukasi serta pemantauan ibu hamil untuk mencegah KEK.
Patient and Family-Centered Care pada Neonatus Covid-19 di Era dan Pasca Pandemi Feni Amelia Puspitasari; Neli Husniawati; Fatimah; Suwarningsih; Ni Luh Putu Martini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.3622

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit infeksi pernapasan akut yang menjadi pandemi pada tahun 2020. Asuhan keperawatan neonatus COVID-19 diperlukan penerapan Patient and Family Centered Care (PFCC) agar dapat meningkatkan kualitas hidup bayi. Tujuan penelitian adalah menganalisis asuhan keperawatan neonatus COVID-19 dengan penerapan prinsip PFCC dengan desain deskriptif kualitatif (studi kasus). Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu 11 neonatus COVID-19 di Ruang NICU RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri sejak tahun 2020-2023. Metode pengambilan data sekunder dari rekam medis dan wawancara perawat. Hasil penelitian menunjukkan 90,9% mengalami sesak napas, sianosis, dan retraksi dada, hipertermia (45,4%), trombositopenia (18,1%), peningkatan CRP Kuantitatif (36,3%), dan hiperbilirubinemia (72,7%). Prioritas masalah keperawatan yaitu pola napas tidak efektif dengan manajemen jalan napas, pemantauan respirasi, dan terapi oksigen. Evaluasi keperawatan yaitu 90,9% masalah teratasi dengan lama perawatan 4-12 hari dan 9,1% neonatus meninggal dunia. Penerapan PFCC 100% dilakukan oleh perawat. Asuhan keperawatan dengan penerapan PFCC sebelum dan setelah pandemi COVID-19 tidak ada perbedaan.  Kesimpulan penelitian yaitu penerapan prinsip PFCC dapat menjadi unsur utama dalam meningkatkan kualitas hidup neonatus dengan COVID-19.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa Martha Katarina Silalahi; Ilah Muhafilah; Suwarningsih; Titi Indriyati; Widiawati; Annisa Nursita Angesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3640

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis diduga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, namun penelitian yang mengkaji kedua faktor tersebut secara bersamaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 83 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan, End Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ), dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,1% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 59,0% patuh menjalani hemodialisis, dan 67,5% memiliki kualitas hidup yang tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup (p=0,000) serta antara kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup (p=0,000). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Peningkatan edukasi kesehatan dan pendampingan pasien selama menjalani terapi hemodialisis perlu terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien.