cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 545 Documents
Literature Review: Perbedaan Pengambilan Keputusan Antara Individu Hoarding Disorder dan Obsessive-Compulsive Disorder Stephen Iskandar; Ester Fransiska Wijaya; Ardo Sanjaya; Julia Windi Gunadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.2719

Abstract

Hoarding Disorder (HD) adalah gangguan mental yang ditandai oleh perilaku menyimpan barang secara berlebihan dan kesulitan membuang barang yang dianggap tidak bernilai. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan obsesi dan kompulsi berulang yang mengganggu fungsi sehari-hari, termasuk dalam pengambilan keputusan. Keduanya melibatkan gangguan kognitif dalam proses memilih dan menimbang pilihan, meskipun dengan mekanisme yang berbeda. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pola pengambilan keputusan antara individu dengan HD dan OCD. Metode pengumpulan data dan penulisan hasil literature review dilakukan dengan melakukan literature review yang dapat diakses melalui PubMed dengan menggunakan kata kunci “Hoarding Disorder”, “Obsessive-Compulsive Disorder”, dan “Decision Making”. Ditemukan sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria yang dianalisis dalam kajian ini. Kriteria dalam review literature ini meliputi literature yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, akses teks lengkap baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Dari studi pustaka ini idapatkan meskipun OCD dan HD sama-sama menunjukkan penurunan efisiensi dalam pengambilan keputusan, keduanya melibatkan mekanisme yang berbeda secara neurokognitif dan perilaku. OCD ditandai oleh sensitivitas terhadap ketidakpastian dan ketidakkonsistenan dalam evaluasi pilihan, sedangkan HD mempertahankan strategi yang stabil namun rigid dan tidak adaptif. Temuan ini menegaskan pentingnya diferensiasi profil kognitif dalam desain intervensi yang tepat sasaran.
The Relationship Between Health Promotion and Health Service Facilities with Patient Satisfaction at Haikal Clinic Purwakarta: Hubungan Promosi Kesehatan dan Fasilitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di Klinik Haikal Purwakarta Heni Kustini; Titi Indriyati; Brian Sri Prahastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3065

Abstract

Kepuasan pasien merupakan konsekuensi dari mutu pelayanan yang dirasakan dan merupakan fungsi dari kinerja sistem pelayanan kesehatan yang dirasakan dan harapan pasien. Faktor kepuasan diantaranya adalah kurangnya komunikasi interpersonal yang empatik dan fasilitas yang tersedia di pelayanan kesehatan. Promosi kesehatan merupakan suatu upaya untuk memengaruhi seseorang dengan memberikan informasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara promosi kesehatan dan fasilitas pelayanan dengan kepuasan pasien di Klinik Haikal Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara promosi kesehatan dan fasilitas pelayanan dengan kepuasan pasien di Klinik Haikal Kabupaten Purwakarta. Promosi kesehatan yang kurang baik memiliki risiko 14 kali lebih besar, sedangkan fasilitas pelayanan yang kurang baik memiliki risiko 15 kali lebih besar menyebabkan ketidakpuasan pasien dibandingkan dengan yang baik. Secara simultan, kepuasan pasien dapat diprediksi oleh promosi kesehatan, fasilitas pelayanan, pendidikan, dan pekerjaan dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 79% dan Cox & Snell R Square sebesar 58%. Hasil ini menegaskan pentingnya upaya manajemen klinik dalam meningkatkan komunikasi efektif dan empatik, menyediakan fasilitas yang nyaman dan memadai, serta melakukan evaluasi berkala terhadap kualitas pelayanan. Selain itu, penerapan sistem pelayanan berbasis digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat proses administrasi, serta memperkuat kepercayaan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan.
Prostate Specific Antigen Is An Indicator of Prostate Cancer Improvement at Dharmais Cancer Hospital: Literature Review and Secondary Data Brian Sri Prahastuti; Hestiana Peni Siti Irmanti; Lilis Mis Heri Cicih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3073

Abstract

Prostate cancer is the second leading cause of death in men globally. There were more than 1.4 million new cases and 397,000 deaths in 2022. In Indonesia, prostate cancer ranked fifth with 13,130 new cases and 4,860 deaths. Prostate Specific Antigen (PSA) has been used as a biomarker for detection, therapy evaluation, and prognosis, but its use in Indonesia remains limited. This study aims to examine the role of PSA as an indicator of prostate cancer improvement. The method used was a literature review and secondary data description. Medical records of 70 prostate cancer patients at Dharmais Cancer Hospital in 2024 were collected. Six international publications were identified, demonstrating the consistent use of PSA as an indicator. Responses to not only hormonal therapy but also metabolic adjuvant therapy (Ahn et al., 2020), screening of high-risk populations (Elizabeth K et al., 2021), PSA diagnostic biomarkers and combinations with modern imaging technology (Williams et al., 2022), indicators of therapy response in mCRPC patients (Chi et al., 2023), early indicators of clinical improvement (Biró et al., 2024), PSA is relevant for monitoring multimodal therapy with long-term impact (Kawase et al., 2024). At Dharmais Hospital, 47 patients (67.1%) showed improvement in PSA values, while 23 patients (32.9%) did not experience improvement. Thus, PSA can be implemented in all hospitals with prostate cancer patients as evidenced by scientific publications, and has been implemented at Dharmais Hospital, which is a national cancer referral. Six publications prove PSA to be a reliable indicator of prostate cancer improvement. Therefore, it is recommended that PSA be adopted in clinical practice, supported by financing policies as BPJS benefits, and further research to improve the accuracy of prediction and the quality of prostate cancer management.
The Relationship Between Knowledge and Attitudes Towards Employee Behavior in Completeness of Electronic Medical Record Filling at Cibatu Community Health Center: Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Pegawai Dalam Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Cibatu Malikul Mansur; Nur Asniati Djaali; Lilis Heri Mis Cicih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3093

Abstract

Transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan menuntut adanya implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) secara optimal di setiap fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Cibatu, Purwakarta. Namun, kelengkapan pengisian RME masih menghadapi kendala yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pegawai dalam kelengkapan pengisian Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Cibatu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif korelasional, melibatkan seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Cibatu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, dianalisis dengan uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara pengetahuan serta sikap dengan perilaku pengisian kelengkapan RME. Pegawai dengan sikap positif memiliki peluang sekitar 24 kali lebih besar untuk berperilaku baik dalam pengisian RME dibandingkan yang bersikap negatif. Selain itu, pegawai dengan tingkat pengetahuan baik memiliki peluang sekitar 17 kali lebih besar untuk menunjukkan perilaku pengisian RME yang lengkap dibandingkan pegawai dengan pengetahuan rendah, meskipun dalam analisis lanjutan pengaruh sikap tetap menjadi yang paling dominan. Sikap merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku pengisian RME di Puskesmas Cibatu, didukung oleh pengetahuan yang tinggi. Intervensi yang efektif untuk meningkatkan kelengkapan pengisian RME sebaiknya berfokus pada penguatan sikap melalui pelatihan, motivasi, dan role modeling, serta didukung peningkatan pengetahuan teknis pegawai.
Hubungan Body Image, Emotional Eating, Pengaruh Teman Sebaya, Aktivitas Fisik, dan Pola Konsumsi Fast Food Terhadap Status Gizi Siswa di SMAN 64 Jakarta Ratna Mutu Manikam; Karlina Agustin; Slamet Santoso Kurniawan; Annisa Nursita Angesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3113

Abstract

Fase remaja merupakan masa transisi kritis sehingga status gizi sangat berperan dalam mencegah masalah gizi, seperti gizi kurang maupun gizi lebih. Perubahan biologis yang dialami saat masa pubertas yaitu terjadinya pematangan seksual, peningkatan tinggi dan berat badan, penambahan massa tulang, serta perubahan komposisi tubuh. Tujuan penelitian mengetahui hubungan body image, emotional eating, pengaruh teman sebaya, aktivitas fisik, dan pola konsumsi fast food terhadap status gizi. Jenis penelitian cross sectional. Populasi penelitian siswa kelas 12 berusia 16-17 tahun, Dengan sampel 94 siswa. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan teknik Proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian yaitu timbangan digital dan mikrotoa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat siswa dengan status gizi baik 73.4%, gizi kurang 5.3%, dan gizi lebih 21.3%. terdapat hubungan antara body image (p = 0,004), emotional eating (p = 0,002), dan aktivitas fisik (p = 0,002) dengan status gizi siswa. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan signifikan antara body image, emotional eating, dan aktivitas fisik dengan status gizi. Saran : Peningkatan aktivitas fisik, pola makan seimbang, penyediaan camilan sehat di sekolah, serta perbaikan instrumen penelitian melalui observasi kuesioner dan penambahan recall 2x24 jam agar lebih lengkap.
Analysis of Patient Satisfaction in the Inpatient Unit at Permata Dalima Hospital, Serpong: Analisis Kepuasan Pasien Pada Pada Unit Rawat Inap Di RS Permata Dalima Serpong Noviane Indah Susanti; Nur Asniati Djaali; Ajeng Tias Endarti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3157

Abstract

Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of hospital services because it reflects the extent to which patient expectations are met. The increase in the number of National Health Insurance (JKN) participants, which will reach 98.19% by 2024, poses a challenge for hospitals, including Permata Dalima Hospital, in maintaining service quality. The results of the Public Satisfaction Index (IKM) survey show a decline in the score to 85,51%, still below the ideal standard of ≥95%. This is primarily due to complaints from BPJS patients regarding long waiting times, administrative complexity, and limited facilities. This situation indicates differences in service experiences between patient groups based on the financing system and demographic characteristics such as age, education, and occupation. This study aims to determine the relationship between financing type and patient satisfaction after controlling for patient demographics in the Inpatient Unit at Permata Dalima Hospital, Serpong. This study is a quantitative study using a correlational design. The study involved 246 patients receiving services at the Inpatient Unit of Permata Dalima Hospital, Serpong. Unvariate, bivariate, and multivariate analysis methods were used. The bivariate analysis, using the Chi Square test, yielded a p-value of 0.000 (0.000 <0.05), indicating a relationship between the type of financing and patient satisfaction at the Inpatient Unit of Permata Dalima Hospital, Serpong. The multivariate test showed that the p-value for the type of financing (p-value 0.000 and OR of 4.422) and the variable age (p-value 0.211 and OR of 1.423) indicated that age was a Confounding variable in the relationship between the type of financing and patient satisfaction. Permata Dalima Serpong Hospital needs to improve its overall service quality through regular evaluations, strengthening the competency of healthcare workers, and ensuring equal service quality for all patients, both BPJS and Non BPJS, to achieve optimal and sustainable satisfaction levels.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Stunting dengan Perilaku Pencegahan Stunting Selama Kehamilan di PMB Nurlaela Kabupaten Tangerang Nurlaela; Yasinta Dewi Kristianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3200

Abstract

Perilaku dan perawatan diet yang tepat selama kehamilan dapat menghindari stunting. Perilaku pencegahan stunting dapat dipengaruhi pengetahuan dan sikap wanita hamil tentang stunting. Namun demikian, karakteristik demografi berkemungkinan menimbulkan bias meliputi usia, tingkat pendidikan, profesi, dan paritas. Tujuan penelitian ini yakni untuk menyelidiki hubungan perilaku pencegahan stunting diantara wanita hamil di PMB Nurlaela di Kabupaten Tangerang, serta mengidentifikasi faktor confounding terkait dengan usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas. Dalam penelitian cross-sectional ini, 46 wanita hamil yang merupakan pasien perawatan prenatal di PMB Nurlaela dianalisis. Hubungan signifikan ditentukan melalui pengujian chi-square, p < 0,05 dipergunakan sebagai ambang batas. Perilaku pencegahan stunting ibu selama kehamilan berhubungan signifikan dengan pengetahuan mereka tentang stunting (p = 0,003), dengan 75,7% responden menunjukkan perilaku pencegahan stunting yang baik (OR = 10,889). Selain itu, hubungan signifikan antara sikap dan perilaku pencegahan stunting (p = 0,000). Di antara mereka yang melaporkan memiliki sikap positif, 87,1% menunjukkan perilaku pencegahan stunting yang baik (OR = 27). Pada saat yang sama, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan stunting dengan usia, pendidikan, pekerjaan, atau paritas (p > 0,05). Perilaku pencegahan stunting secara substansial berkaitan dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang stunting. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara usia, pendidikan, pekerjaan, atau paritas dengan luaran.
Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif pada Baduta Usia 6–24 Bulan di Posyandu Kelurahan Bojong Baru Chantika Lusiana; Kartika Wandini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3233

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi dan berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit serta kematian pada anak, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada baduta usia 6–24 bulan di Posyandu Kelurahan Bojong Baru. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 121 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup data identitas, karakteristik responden, riwayat pemberian ASI, pengetahuan tentang ASI, dan faktor stres. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,9% responden memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi keluarga (p = 0,049), faktor stres (p = 0,012), status gizi (p = 0,042), dan pengetahuan ibu tentang ASI (p = 0,024) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif, sedangkan pekerjaan ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disarankan agar ibu baduta agar mendapatkan dukungan emosional dari suami dan keluarga dalam mengendalikan stres, serta peningkatan edukasi dan informasi dari petugas kesehatan, keluarga, dan masyarakat.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kehadiran Balita di Posyandu Garuda 3C Halim Perdanakusuma renata eka_rifkasari; Kartika Wandini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3234

Abstract

Posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak pada masa golden age. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kehadiran balita di posyandu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 90 responden yang diambil dengan metode total sampling. Variabel independen meliputi dukungan keluarga, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, tingkat kepuasan ibu terhadap posyandu, dan pengetahuan ibu tentang pentingnya ke posyandu, sedangkan variabel dependen adalah kehadiran balita. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup data identitas, karakteristik responden, serta pertanyaan mengenai dukungan, tingkat kepuasan, dan pengetahuan. Analisis data dilakukan melalui uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden di Posyandu Garuda 3C Halim Perdanakusuma memiliki status kehadiran balita aktif (70.0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kehadiran balita (p value <0.001). Tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang pentingnya ke posyandu dengan kehadiran balita, dan tingkat kepuasan ibu terhadap posyandu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi kader posyandu mengenai pelayanan kader terhadap penerimaan kepada ibu balita yang datang ke posyandu.
Hubungan Antara Depresi dan Status Gizi pada Lansia Fransisca Chondro; Insyra Dwicosta Arynindra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3279

Abstract

Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat dan diperkirakan mencapai 48,2 juta jiwa pada tahun 2035, sehingga status gizi menjadi isu penting karena berperan dalam kesehatan dan kesejahteraan lansia; berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara depresi dan status gizi, namun hasilnya masih bervariasi sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara depresi dan status gizi pada lansia. Metode yang digunakan adalah penelitian cross-sectional yang dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 pada bulan Oktober–November 2025. Depresi dinilai menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh yang dihitung dari berat badan dan tinggi badan, serta pengukuran lingkar lengan atas. Hasil penelitian pada 121 responden menunjukkan bahwa pada sebanyak 39,4% lansia mengalami depresi dan jumlah lansia yang memiliki status gizi kurang sebanyak 28,9%, normal 33,8% dan sisanya memiliki status gizi berlebih. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara depresi dan status gizi pada lansia, namun dari sebaran data terlihat bahwa responden dengan status gizi normal lebih sedikit yang mengalami depresi. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi depresi pada lansia tidak secara langsung berkaitan dengan status gizi, namun juga dipengaruhi faktor lain. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan dengan desain longitudinal serta mempertimbangkan faktor lainnya seperti asupan makan, penyakit kronis, dan dukungan sosial.