cover
Contact Name
Andrisman Satria
Contact Email
andrismansatria@utu.ac.id
Phone
+6285260758733
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@utu.ac.id
Editorial Address
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh 23681
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24775258     EISSN : 2502051X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi ini merupakan jurnal yang terbit setiap dua (2) tahun sekali, yaitu Bulan April dan Bulan Oktober. RuangLingkup ilmu yang dapat masuk pada jurnal ini ialah Struktur, Material, Sumber Daya Air, Manajemen dan Transportasi. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dire-view oleh para reviewer yang telah berpengalaman. Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi ini sangat membantu para pembaca dan penulis untuk mengembangkan keilmuannya.
Articles 206 Documents
Penataan On Street Parking Berdasarkan Persepsi Masyarakat dalam mengurangi External Cost Firzan Firzan; Rachmat Sofyan; Andrisman Satria
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.038 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v5i2.1908

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk di daerah perkotaan menyebabkan meningkatnya kebutuhan infrastruktur dan prasarana, sehingga pengguna prasarana yaitu masyarakat menuntut pemerintah harus menyediakan serta mengevaluasi prasarana tersebut. Tingginya arus lalu lintas menimbulkan kemacetan di jalan raya, salah satunya disebabkan oleh on street parking. Fasilitas parkir harus menjaga keselamatan dan kelancaran lalulintas, jika parkir tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan nilai external cost bagi kendaraan yang melintas yaitu penurunan kecepatan. Ruas jalan W. R Supratman merupakan bagian sentral pusat bisnis campuran di Kota Banda Aceh. Kemacetan menjadi pemandangan yang rutin terjadi, hal ini disebabkan oleh on street parking pada segmen jalan sepanjang 136 m, sehingga perlu ditinjau penanganannya berdasarkan persepsi masyarakat sebagai pengguna parkir dan key informant sebagai pengambil kebijakan. Hasil penelitian berdasarkan persepsi masyarakat, untuk segmen A sebesar 70% responden menginginkan Pedagang Kaki Lima direlokasi dan 50% parkir untuk kendaraan roda empat, sedangkan pada segmen B sebesar 63% responden menginginkan pedagang kaki lima direlokasi dan 53% diperuntukkan untuk kendaraan roda empat. Berdasarkan hasil tersebut maka dilakukan penerapan di lapangan dengan penanganan skenario persepsi masyarakat, yaitu dengan merelokasi on street parking yaitu kendaraan roda dua ke ruas jalan H.T Daud Syah dan ruas jalan Twk. Daud Syah, merelokasi Pedagang kaki lima serta mengasumsikan pola parkir kendaraan roda empat dari 450 menjadi pola parkir yang paralel 00 atau sejajar sisi jalan, sehingga level of service menjadi lebih baik yang semula LOS E menjadi LOS C. Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dengan menerapkan skenario persepsi masyarakat yang awalnya sebesar Rp8.780.180,- km/jam menjadi Rp. 3.803.657,- km/jam, sehingga nilai external cost yang didapat dari selisih kondisi eksisting dengan skenario persepsi masyarakat pada kedua segmen adalah Rp. 4.976.523,- km/jam. Kata kunci—external cost, persepsi, pembenahan
Analisis Karakteristik Pola Sedimentasi dan Perubahan Morfologi Muara Sungai Serayu Novi Andhi Setyo Purwono; Atiyah Barkah; Didit Triyanto; Prengki Handino
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.26 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v6i1.1968

Abstract

Muara Sungai Serayu is located in the Cilacap district, precisely in the Adipala and Kesugihan districts. When the flow of water enters the estuary there will be a change or transition in the speed of the water flow. Slowing water flow causes sedimentation in the river mouth so that sedimentation occurs at the mouth of the river mouth. The mouth of the Serayu river estuary has undergone a morphological change due to the presence of a sand spit that covers the mouth of the river estuary so that it experiences a diversion to the area. From the results of the SED2D modeling there was a change in the base elevation in the mouth of the river mouth with the existing conditions of 11.79% - 30.20%. In the groundsill planning conditions an increase of 0.35%, resulting in a decrease in elevation of 11.56% - 30.55%. Changes in the base elevation in the jetty planning conditions decreased by 0.47% from the existing conditions, so there was a change in evelation for 1 year amounting to 0.06% - 29.73%. Based on the sedimentation pattern that has been modeled on the groundsill planning conditions and jetty planning conditions by considering changes in the base elevation, then what is used as an estuary safety building is a long type jetty. Before planning the jetty, dredging is needed around the mouth of the Serayu River estuary to a depth of -3.00 m. Keywords—Groundsill, jetty, river estuary mouth Serayu, sediment
PERENCANAAN BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN EMBUNG POMPONG DESA BATU TERING Tri Satriawansyah; Israjunna Israjunna; Eri Alamsyah Putra
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.125 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v6i1.1982

Abstract

Sedimen adalah material atau pecahan dari batuan, mineral dan material organik yang hanyut dan bergerak mengikuti arah aliran air sungai. Sedimentasi pada embung pompong yang terjadi sebesar 184,812 m3/tahun mengakibatkan pendangkalan sehingga mengurangi kapasitas tampungan air pada embung pompong. Pembangunan pengendali sedimen merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan guna mengendalikan sedimentasi pada sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan desain bending pengendali sedimen yang aman terhadap stabilitas dengan volume tampungan sedimen terbesar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membandingkan desain hidrolis bangunan pengendali sedimen pada dua lokasi yang ditentukan (TP 80 dan TP 71), kemudian dilakukan analisis stabililitas berdasarkan gaya-gaya yang terjadi dan volume sedimen yang bias ditampung. Berdasarkan hasil analisis stabilitas pada dua lokasi, didapatkan hasil bahwa pada TP 80 bendung aman terhadap geser, guling, daya dukung dan piping. Volume sedimen yang dapat ditahan sebanyak 905074,74 m3 dan pengendali sedimen akan penuh dengan sedimen setelah 5 tahun. Sedangkan pada lokasi TP 71 sedimen yang dapat ditahan sebanyak 575373,21 m3 dan akan penuh setelah 3 tahun. Pembangunan pengendali sedimen pada TP 80 diharapkan mampu mengurangi sedimentasi yang terjadi pada embung pompong.Kat kunci :sedimen,pengendali sedimen, embung pompong
PEMANFAATAN FILLER ACKS DAN SUBSTITUSI PLASTIK KE DALAM ASPAL PADA CAMPURAN AC-WC Roni Agusmaniza
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.017 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v6i1.1998

Abstract

The quality of the asphalt mixture is very dependent on the composition of aggregate, asphalt and filler being used. The usual filler used in asphalt mixture is stone and ash fly ash. however, this filler is difficult to obtain and expensive. The palm oil shell ash (POSA) is expected to become the alternative. In addition, polimer modified asphalt can be used to improve the quality of asphalt mixtures. The polimer used was plastic wastes such as polyethylene terephthalate (PET), polystyrene (PS) and polypropylene (PP). this research aims to find out the use of POSA as filler and combination of plastic substitution into asphalt pen. 60/70 on AC-WC mixture. Manufacturing test object without and with the combination of plastic substitution amounted to 2.7%, 4.7%, 6.7% against the weight of asphalt on OAC ± 0.5% without and with filler POSA. The results showed that the use of plastic combination and filler POSA on AC-WC mixture can improve Marshall parameter value, especially the value of stability and MQ. The highest stability and MQ value obtained in 6.7% plastic combination with filler POSA on 5.81% asphalt content were at 2318.99 kg and 889.57 kg/mm. VIM and VMA value tended to increase by increasing plastics percentage into the asphalt and the use of POSA, whereas the values of density, VFA, and flow tend to decrease. The durability value of AC-WC mixture without and with plastic combination had met requirement, at ≥ 90%, while the use of ACKS as filler does not meet the requirements. Keywords: Asphalt Concrete-Wearing Course, POSA, Modified Asphalt, Plastic Waste Combination.
Pemanfaatan Batu Gunung Bottomale Toraja Utara sebagai Campuran Laston Rais Rachman
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.897 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v6i1.2307

Abstract

Abstrak Gunung Bottomale terletak di Kecamatan Tondon, Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan daerah yang memiliki sumber material berupa batu gunung. Material yang terdapat pada gunung ini sangat potensial dengan jumlah yang cukup banyak dalam menunjang pembangunan utamanya pembangunan jalan di daerah tersebut. Akses jalan menuju pengambilan material dapat dilalui dengan menggunakan kendaraan beroda dua maupun beroda empat, walaupun akses jalan menuju lokasi masih terdapat beberapa kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan material batu Gunung  Bottomale sebagai campuran Laston untuk AC-WC dan AC-BC, dengan pengujian dilakukan terhadap karakteristik material dengan variasi kadar aspal 5%, 5,25% 5,5%, 5,75%, 6%, 6,25% dan 6,5%. Pengujian dilakukan terhadap Marshall Konventional dan Marshall Immertion. Hasil penelitian menunjuukan penggunaan material batu gunung Botomale untuk AC-WC dengan kadar aspal 6,5% dan AC-BC dengan kadar aspal 5%, tahan terhadap deformasi terhadap beban lalulintas dan tidak mengalami perubahan bentuk, perkerasan tidak mudah retak karena tidak kaku, tidak mudah terjadi bleeding, kedap air, mempunyai keawetan yang tinggi serta mampu untuk mencegah keausan karena pengaruh lalu lintas, pengaruh cuaca dan perubahan suhu selama umur rencananya Kata kunci : Pemanfaatan, Bootomale, AC-WC, AC-BC.
Pemanfaatan Batu Gunung Bottomale Toraja Utara sebagai Campuran Laston Rachman, Rais
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.897 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v6i1.2307

Abstract

Abstrak Gunung Bottomale terletak di Kecamatan Tondon, Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan daerah yang memiliki sumber material berupa batu gunung. Material yang terdapat pada gunung ini sangat potensial dengan jumlah yang cukup banyak dalam menunjang pembangunan utamanya pembangunan jalan di daerah tersebut. Akses jalan menuju pengambilan material dapat dilalui dengan menggunakan kendaraan beroda dua maupun beroda empat, walaupun akses jalan menuju lokasi masih terdapat beberapa kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan material batu Gunung  Bottomale sebagai campuran Laston untuk AC-WC dan AC-BC, dengan pengujian dilakukan terhadap karakteristik material dengan variasi kadar aspal 5%, 5,25% 5,5%, 5,75%, 6%, 6,25% dan 6,5%. Pengujian dilakukan terhadap Marshall Konventional dan Marshall Immertion. Hasil penelitian menunjuukan penggunaan material batu gunung Botomale untuk AC-WC dengan kadar aspal 6,5% dan AC-BC dengan kadar aspal 5%, tahan terhadap deformasi terhadap beban lalulintas dan tidak mengalami perubahan bentuk, perkerasan tidak mudah retak karena tidak kaku, tidak mudah terjadi bleeding, kedap air, mempunyai keawetan yang tinggi serta mampu untuk mencegah keausan karena pengaruh lalu lintas, pengaruh cuaca dan perubahan suhu selama umur rencananya Kata kunci : Pemanfaatan, Bootomale, AC-WC, AC-BC.
Analisa Dinding Geser Ditinjau dari Waktu Getar Alami dan Simpangan Antar Lantai Yayan Adi Saputro; Khotibul Umam; Ana Rahmawati
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.77 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v6i2.2742

Abstract

ABSTRACTFlat plate is a two-way plate system whose plate load is transferred directly to the column without passing through the beam structure. One of the advantages of this structure is that it can shorten the height of the building. However, the use of flat plate structures prone to lateral forces is mainly due to earthquake loads, because there are no beams causing weak joints (columns and plates), so the structure is flexible and can cause danger of failure to sliding. One alternative to increase structural rigidity is to use shear walls, where the shape and placement of the right layout are very influential. The research method is in the form of a 10-story building analysis using a flat plate structure system with 6 shear wall modeling. The distance between floors is 3 meters, with 4 x-axis ranges with a length of 6 meters and 3 stretches of the y-axis with a length of 5 meters. The function of the building as a flat is located in the city of Jepara with a medium land category. The analysis was carried out with the help of SAP2000 software in three dimensions (3D). Dynamic behavior reviewed includes natural vibration time and intersection between floors using spectrum response analysis methods. The results of the analysis show that the lowest time on natural vibration is found in modeling IV. For intersections between floors of all modeling meet SNI boundary requirements. The shear force increases in VI modeling for X direction and modeling III for direction Y. With the addition of lateral stiffening of the wall sliding on the flat plate structure system affects the internal forces on the corner, edge, and middle columns. From the dynamic behavior of the structure reviewed in modeling IV and VI, it presents the highest structural rigidity.
Analisis Kajian Putar Balik Arah (U-Turn) Pada Bukaan Median Terhadap Kemacetan Ruas Jalan (Studi Kasus : Ruas Jalan Simpang Empat Jeuram Sta 0+115 Arah Meulaboh – Tapak Tuan) Bambang Tripoli; Rachmat Sofyan; Meidia Refiyanni; Rahmat Djamaluddin; Wahyu Suryadi S
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.924 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v6i2.2747

Abstract

ABSTRAKRuas jalan Meulaboh – Tapak Tuan pada Sta 0+115 (diambil dari titik Sta 0+000  Simpang Empat Jeuram) merupakan tipe jalan dua arah dan terbagi (menggunakan median dan median terbuka). Sehingga, untuk mengakomodir pergerakan lalu lintas dari wilayah Timur dan Barat Kota Jeuram, ruas jalan tersebut memiliki beberapa titik bukaan median yang memungkinkan kendaraan merubah arah perjalanan berupa gerakan putar balik arah atau di istilahkan sebagai gerakan u-turn. Dengan persoalan tersebut di atas, maka permasalahan yang diangkat dan juga yang menjadi tujuan dari penelitian analisis kajian putar balik arah (u-turn) pada bukaan median terhadap kemacetan ruas jalan adalah seberapa besar volume arus lalu lintas, kapasitas jalan, waktu tempuh dan tingkat pelayanan jalan (level of service) yang terjadi. Batasan penelitian dibatasi hanya pada ruas jalan Meulaboh – Tapak Tuan di Sta 0+115 yang berada di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya sepanjang ± 460 meter tepatnya pada Simpang Peukan Jeuram depan SMP Negeri 2 Kuala. Pengamatan dilakukan selama 3 hari terdiri dari 2 pos pengamatan, setiap pos ditempatkan 3 orang operator/personil pengambilan data. Metode yang digunakan MKJI 1997 [1]. Berdasarkan hasil perhitungan, volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Minggu 4.165 smp/jam sebelum terjalinnya kendaraan, setelah terjalin maupun tidak terjalin 4.139 smp/jam dengan rasio jalinan 0.67 smp/jam. Kapasitas jalan 4.485 smp/jam dari arah Meulaboh-Tapak Tuan dan dari arah Tapak Tuan-Meulaboh 4.650 smp/jam dengan waktu tempuh rata-rata antara 18 detik sampai 23 detik dengan kecepatan tempuh antara 19 km/jam sampai dengan 20 km/jam. Skala interval tingkat pelayanan jalan, dikategorikan posisi E yakni kondisi volume arus lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitas, arus tidak stabil, kecepatan terkadang terhenti.
Desain Ulang Gedung Laboratorium Teknik Sipil Universitas Teuku Umar Dengan Menggunakan Struktur Baja Andrisman Satria; Andi Yusra; Lissa Opirina; Firzan Firzan
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.935 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v6i2.3220

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang dilalui oleh lempeng gempa dan termasuk dalam wilayah ring of fire yaitu Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik yaitu daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Pada penelitian ini dilakukan desain ulang gedung laboratorium Teknik Sipil UTU dengan menggunakan struktur baja, adapun tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan desain penampang struktur baja yang digunakan pada gedung laboratorium Teknik Sipil Universitas Teuku Umar, Mendapatkan Perbandingan perilaku struktur Beton dan Struktur Baja ditinjau dari Gaya. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi mengenai bagaimana mendesain gedung struktruk baja dan membandingkan dengan struktur beton, Selain itu diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam analisis respons spekrum struktur bangunan gedung dengan bantuan software SAP2000  Perbandingan perilaku struktur ditinjau dari gaya dalam yaitu momen dan gaya geser, tidak terdapat perbedaan yang terlalu jauh namun jika kita bandingkan nilai momen pada struktur beton 25,85 KN sedangkan struktur baja 16,36 KN. Perbedaan ini muncul karena pada baja terdapat pengaku bracing. Kata Kunci : Struktur Baja, Respon Spektrum
Hambatan Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas di Jalan Rama Setia Banda Aceh m fahmi alam; rizal muhammad rizal; heru pramanda heru
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil & Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.298 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v7i1.2817

Abstract

Kemacetan lalu lintas salah satu masalah yang mulai dihadapi di Jalan Rama Setia Banda Aceh, pengaruh hambatan samping tersebut mengakibatkan konsentrasi kendaraan pribadi meningkat. Akibatnya masyarakat umum yang tidak terkait dengan aktifitas tersebut menjadi tidak nyaman. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini ialah untuk mengkaji kemacetan lalu lintas berdasarkan karakteristik dan aktivitas jalan. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada hari senin, jumat dan minggu di survei pada jam puncak pagi, siang dan sore hari pada jam 07.00 – 09.00, 12.00 – 14.00 dan 16.00 – 18.00 WIB. Metode yang digunakan berdasarkan karakteristik jalan menurut MKJI 1997. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap tingkat pelayanan jalan pada hari senin sore dimana volume lalu lintas (Q) = 772,35 smp/jam, nilai kelas hambatan samping (SCF) = 380,8 (M), kapasitas (C) = 2826,63 smp/jam, dengan derajat jenuh (DS) = 0,27 termasuk kategori B (awal dari kondisi arus stabil). hari jumat sore dimana volume lalu lintas (Q) = 782,2 smp/jam, nilai kelas hambatan samping (SCF) = 359,8 (M), kapasitas (C) = 2826,63 smp/jam, dengan derajat jenuh (DS) = 0,27 termasuk kategori B (awal dari kondisi arus stabil). hari minggu sore dimana volume lalu lintas (Q) = 762,05 smp/jam, nilai kelas hambatan samping (SCF) = 337,5 (M), kapasitas (C) = 2826,63 smp/jam, dengan derajat jenuh (DS) = 0,26 termasuk kategori B (awal dari kondisi arus stabil).

Page 10 of 21 | Total Record : 206