cover
Contact Name
Selvi Qomariah
Contact Email
selviadp09@gmail.com
Phone
+6282231230066
Journal Mail Official
lppmnhm@yahoo.com
Editorial Address
Jl. RE. Martadinata No. 45 Bangkalan Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan
ISSN : 19793340     EISSN : 26857987     DOI : https://doi.org/10.36089/job
Core Subject : Health, Science,
JURNAL ILMIAH OBSGIN is a national midwifery journal which publishes scientific works for midwives, academic people and practitioners. Welcomes and invites original research article in midwifery, including : Birth | Pregnancy | Newborn | Adolescence | Family Planning | Climacterium | Midwifery Community | Education in midwifery | complementary therapy in midwifery
Articles 942 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI DINAS KESEHATAN PROVINSI LAMPUNG Muslim, Zainal; Indra Trigunarso, Sri; Bertalina, Bertalina
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya angka ketercapaian pemberian ASI eksklusif oleh ibu pekerja jauh lebih rendah disebabkan oleh status ibu yang tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai seorang ibu pekerja. Kegagalan dalam memberikan ASI secara eksklusif ini dapat berdampak pada meningkatnya angka kejadian penyakit pada bayi. Beberapa penyakit yang dapat diproteksi dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi adalah adalah penyakit infeksi otitis media, gastroenteritis, infeksi pernapasan, asma, dan atopic dermatitis. Untuk jangka panjang, pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi risiko obesitas, diabetes, kolesterol, dan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan iklan susu formula terhadap pemberian ASI eksklusif (2) untuk menjelaskan pengaruh pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif (3) untuk menjelaskan pengaruh sikap suami terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data primer dengan cara mendokumentasikan dan menyebar kuesioner yang berisikan pernyataan-pernyataan mengenai variabel yang terkait dalam penelitian ini, selanjutnya adalah pengumpulan data sekunder yaitu dengan melihat pustaka tertulis sebagai referensi tambahan. Responden yang dibutuhkan pada penelitian ini berjumlah 42 orang dan menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling. Penelitian ini berjenis penelitian penjelasan (explanatory research) dengan pendekatan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan 3 (tiga) variabel bebas yaitu (1) iklan susu formula, (2) pengetahuan ibu,dan(3) sikap suami serta 1 (satu) variabel terikat yaitu pemberian ASI eksklusif. Berdasar hasil analisis regresi, Variabel X1 mempunyai thitung yakni 3,281 dengan ttabel 1,6819 jadi thitung > ttabel dapat disimpulkan bahwa variabel iklan susu formula (X1) berpengaruh secara negatif terhadap pemberian ASI eksklusif (Y). Variabel X2 mempunyai thitung yakni 3,071 dengan ttabel 1,6819 jadi thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X2 memiliki kontribusi terhadap Y atau secara parsial pengetahuan ibu (X2) berpengaruh positif terhadap pemberian ASI eksklusif (Y). Variabel X3 mempunyai thitung yakni 4,421 dengan ttabel 1,6819 jadi thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X3 memiliki kontribusi terhadap Y atau secara parsial sikap suami (X3) berpengaruh positif terhadap pemberian ASI eksklusif (Y). Selanjutnya disimpulkan bahwa iklan susu formula, pengetahuan suami dan sikap suami berpengaruh sebesar 41% terhadap pemberian ASI eksklusif, sedangkan 59% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti
EFEKTIFITAS TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK LV 3, KI3 DAN SP 6 TERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI HAID PADA KASUS DISMENOREA Eka Putri, Kurnia; Tri Haryanto, Joko; Mutiah, Nurmila
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea adalah nyeri haid yang sering dirasakan oleh wanita selama siklus menstruasi, umumnya berupa kram intens di perut bagian bawah yang dapat menyebar ke punggung dan paha. Terdapat dua jenis dismenorea: primer, yang tidak terkait dengan kondisi patologis, dan sekunder, yang berhubungan dengan masalah medis seperti endometriosis. Data dari WHO menunjukkan bahwa 90% wanita mengalami dismenore, dengan 10-15% mengalami dismenore berat, yang dapat membatasi aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan signifikan dalam skala nyeri. Uji statistik Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan pada skala nyeri sebelum dan sesudah terapi (p < 0.05), mengindikasikan bahwa akupunktur efektif dalam mengurangi disminorea. Penurunan nyeri ini dapat dihubungkan dengan kemampuan akupunktur untuk mengatur pelepasan β-endorfin, menurunkan zat penyebab nyeri seperti PGF 2α dan E 2, serta meningkatkan prostaglandin dan hormon yang mengurangi kontraksi rahim.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BAR LAHIR DI RSUD BANTEN TAHUN 2024 Heddy, Heddy; Ananda, Rizky; Marfuah, Marfuah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) Kematian Neonatus Setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal dalam 4 minggu pertama dengan 85% kematian terjadi dalam 7 hari pertama kehidupan. komplikasi terkait persalinan (Asfiksia lahir atau sesak napas saat lahir). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir di RSUD Banten Tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi baru lahir yang tercatat pada tahun 2024 di RSUD Banten yang berjumlah 582 bayi (37,4%), dengan jumlah sampel sebanyak 310 bayi dan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yaitu diambil dari buku register. Kemudian data di analisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian uji statitik analisis bivariat menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian Asfiksia neonatorum dengan nilai (p value = 0,069). ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan nilai (p value = 0,000). ada hubungan antara Paritas dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan nilai (p value = 0,000). bahwa tidak ada hubungan antara Jenis Persalinan dengan kejadian Asfiksia neonatorum dengan nilai (p value = 0,910). ada hubungan antara Berat Badan Lahir dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan nilai (p value = 0,002). Diharapkan bagi tenaga kesehatan di RSUD Banten untuk memberikan penanganan yang tepat pada bayi asfiksia, sehingga dapat mengurangi terjadinya rupture perineum.
Hubungan pengetahuan, pekerjaan ibu dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi lajutan pada anak usia 12-24 Bulan di Puskesmas Tanjung Api-Api Banyuasin II tahun 2024 Elvira, Elvira; Afrika, Eka; Amalia, Rizki
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i3.2356

Abstract

Immunization is an effort to actively increase a person's immunity against a disease. Follow-up immunization for toddlers under two years old (Baduta) (aged 18-24 months) is a repeat immunization to maintain the level of immunity and to extend the protection period of children who have received immunization. Not all children can receive further immunization, this can be seen from global vaccination data in 2021, it is known that 25 million children did not receive vaccinations, 2 million more than in 2020 and 6 million more than in 2019. The aim of this research is to find out the relationship between knowledge, maternal employment and family support simultaneously in providing follow-up immunizations to children aged 12-24 months at the Tanjung Api-Api Banyuasin II Community Health Center in 2024. Type and Design of Research is quantitative using analytical survey methods with a cross sectional approach. The population in this study were mothers with babies aged 18-24 months who visited the Tanjung Api-Api Community Health Center, totaling 60 people. The sample used was 60 respondents. The results of univariate analysis obtained from 60 respondents, there were 43 respondents (71.7%) who provided follow-up immunization and 17 respondents (28.3%) who did not. The results of the chi-square statistical test showed that the mother's knowledge variable was ρ value = 0.011, the family support variable was ρ value = 0.002 and the mother's employment variable was ρ value = 0.019, which was smaller than α=0.05, indicating that there was a significant relationship between knowledge and family support. and maternal work by providing follow-up immunizations to children aged 12-24 months at the Tanjung Api-Api Banyuasin II Community Health Center in 2024.
Hubungan Inisiasi Menyusu dini, dukungan keluarga dan motivasi ibu dengan keberhasilan pemberian ASI esklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Burnai Mulya tahun 2024 Suryanti, Kadek; Afrika, Eka; Dharmayanti, Reffi; Dewi, Ratna
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i3.2357

Abstract

Providing proper nutrition in the first six months of a baby's life is by providing exclusively breast milk. Optimal breastfeeding can save the lives of more than 820,000 children under 5 years old every year. The coverage of babies receiving exclusive breastfeeding in 2020 was 66.06% and there was a decrease in 2021, namely 56.9%. The coverage of exclusive breastfeeding collected in South Sumatra Province in 2020 was 51.6%, a decrease compared to 2019 (57.8%) and has not yet reached the program target. The aim of this research is to determine the relationship between early initiation of breastfeeding, family support and maternal motivation simultaneously with the success of providing exclusive breastfeeding in the Burnai Mulya Community Health Center Work Area in 2024. Type and Design of this research is quantitative using an analytical survey method with a cross sectional approach. The population in this study was all mothers who had babies aged 7-12 months at the Burnai Mulya Community Health Center in 2024, totaling 304 people. The sample used was 75 respondents. The sampling technique in this study used an accidental sampling technique. The results of univariate analysis obtained from 75 respondents, there were 48 respondents (64.0%) who provided exclusive breastfeeding and 27 respondents (36.0%) who did not. The results of the chi-square statistical test on the early breastfeeding initiation variable obtained ρ value = 0.022, the family support variable ρ value = 0.019 and the motivation variable obtained ρ value = 0.006 which is smaller than α=0.05 indicating there is a relationship between early breastfeeding initiation and family support and motivation. by providing exclusive breastfeeding in the Burnai Mulya Community Health Center working area in 2024. It is hoped that suggestions for the Burnai Mulya Community Health Center can be used as a source of information for the community health center in an effort to increase the coverage of exclusive breastfeeding and to find out what factors can influence mothers in providing exclusive breastfeeding.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar di wilayah Kerja Puskesmas Burnai Mulya tahun 2024 Rejeki, Kadek Yupita; Afrika, Eka; Dharmayanti, Reffi; Dewi, Ratna
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i3.2358

Abstract

Immunization is giving the body immunity against a disease by inserting weakened disease germs into the body so that the body is resistant to diseases that are endemic or dangerous for a person. According to WHO in 2019, the majority of children currently receive life-saving vaccines, during 2017 it was estimated that 116.3 million or around 86% of children, children who did not receive complete immunization had an impact on child deaths in the world in 2019 of 2.5 million cases. The aim of this research is to determine the relationship between maternal knowledge, family support and maternal trust in vaccines simultaneously with the completeness of basic immunization in the Burnai Mulya Community Health Center working area in 2024. Type and design of the research is quantitative using analytical survey methods with a cross-sectional approach. sectional. The population in this study were all mothers with babies aged 9-18 months who visited the Burnai Mulya Community Health Center, totaling 637 respondents. The sample used was 84 respondents. The sampling technique in this research used accidental sampling technique. The results of the univariate analysis were obtained from 84 respondents, there were 60 respondents (71.4%) in the category of providing complete immunization and in the category of providing incomplete immunization totaling 24 respondents (28.6%). The results of the chi-square statistical test showed that the knowledge variable was ρ value = 0.002, the family support variable was ρ value = 0.021 and the mother's trust variable in vaccines was ρ value = 0.040, which was smaller than α=0.05, indicating that there was a significant relationship between knowledge, family support and trust. mothers on vaccines with complete basic immunization in the Burnai Mulya Community Health Center working area in 2024. Suggestions for the Burnai Mulya Community Health Center can provide information or consideration for policy makers to develop a solution to the problem of providing complete basic immunization to babies aged 9-18 months and provide information regarding Factors associated with providing complete basic immunization to babies aged 9-18 months
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN AUDIO VISUAL BERTUTUR BAHASA MADURA TERHADAP SELF EFFICACY IBU TENTANG PRAKTIK MENYUSUI DAN MAKANAN PENDAMPING ASI NOVIANA, ULVA; Suryaningsih, Merlyna; Haris, Mustofa; Aini, Qurrotu
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2263

Abstract

Kejadian balita pendek atau stunting masih menjadi permasalahan global yang dialami oleh balita di dunia, termasuk Indonesia. Hasil studi pendahuluan 10 ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan didapatkan bahwa 7 (70%) memiliki self afficacy rendah dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan self efficacy ibu tentang praktik menyusui dan PMT antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode penelitian ini menggunakan Quasy-experiment pretest-posttest with control group design. Variabel independent promosi kesehatan melalui audiovisual bertutur bahasa Madura sedangkan variabel dependent Self afficacy ibu tentang praktik menyusui dalam pencegahan stunting. Jumlah populasi sebanyak 72 berupa ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di Desa Jaddih, dengan sampel 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner self efficacy ibu dalam praktik menyusui dan self efficacy ibu dalam pemberian makanan tamabahan pencegahan stunting. Uji statistik menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan α 0,05. Hasil penelitian ada perbedaan self efficacy ibu anatara kelompok yang diberikan edukasi kesehatan melalui audio visual bertutur Bahasa Madura tentang praktik menyusui dengan kelompok yang tidak diberikan, ada perbedaan self efficacy ibu anatara kelompok yang diberikan edukasi kesehatan melalui audio visual bertutur Bahasa Madura tentang pemberian makanan tambahan dengan kelompok yang tidak diberikan. Tenaga kesehatan maupun calon tenaga kesehatan mendalami program mengatasi masalah stunting di Indonesia, dengan memanfaatkan media audiovisual bertutur Bahasa Madura yang mudah dipahami oleh ibu sebagai salah satu media dalam melakukan promosi kesehatan dalam pencegahan stunting
Faktor-faktor Resiko Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024 Rosy, Reviny; Afrika, Eka; Ernawati, Wahyu; Dewi, Ratna
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i3.2360

Abstract

The child health problem that is currently the main priority that the government wants to improve is regarding child growth and development. Stunting is a form of malnutrition that reflects long-term cumulative malnutrition. According to WHO, the prevalence of short toddlers becomes a public health problem if the prevalence is 20% or more. The prevalence of stunted toddlers in Indonesia is still more than (24.4%) Results of a study on the nutritional status of Indonesian districts/cities in 2022, the prevalence of stunted toddlers (height for age) based on districts/cities in West Sumatra Province with a stunting rate of 33.8% , According to the Ministry of Health 2018, more than 1/3 or 9 million Indonesian toddlers experience stunting. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge, exclusive breastfeeding, complementary feeding, and economic status with the incidence of stunting in toddlers aged 24-60 months in Tanjung Batu Community Health Center, Ogan Ilir Regency, 2024. Type and Design: Quantitative research using analytical survey methods with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who checked the health of their toddlers at the Tanjung Batu Community Health Center, totaling 152 respondents. The sample used was 60 respondents. The results of univariate analysis from 60 respondents showed that 9 respondents (15.0%) experienced stunting and 51 respondents (85.0%) did not. The results of the chi-square statistical test for the variable giving MP ASI were found to be ρ value = 0.026, the variable giving exclusive breast milk was found to be ρ value = 0.045 and the variable family economic status was found to be ρ value = 0.035 which is smaller than α=0.05 indicating there is a significant relationship. Giving MP Breast milk and the incidence of stunting in toddlers aged 24-60 months at the Tanjung Batu Babupaten Ogan Ilir Community Health Center in 2024
PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH BIT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 48 KABUPATEN MUARO JAMBI Soleh, Evrina Solvia; Rahmayani, Rahmayani; Danaz Nst, Atika Fadhilah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i3.2361

Abstract

Malnutrition is the cause of anemia which reaches a percentage of around 85.5% which is characterized by impaired hemoglobin synthesis. In Indonesia, many teenagers do not get used to eating breakfast and do not consume foods that contain nutrients up to 50%, One way to overcome anemia in adolescents can be done by consuming beet juice. This research is a pre-experimental one group pre test post test study which was conducted to determine the effect of giving beet juice on the hemoglobin levels of adolescent girls at SMP Negeri 48 Muaro Jambi Regency in 2024. This research was conducted at SMP Negeri 48 Muaro Jambi Regency in January - June 2024. The research population was all 78 young women at SMP Negeri 48 Muaro Jambi Regency with a sample of 44 people. The sampling technique was purposive sampling technique. The test used in this research was the Wilcoxon test. The results of the research showed that the average hemoglobin level of adolescent girls before consuming beetroot juice was 10.59 gr/dl, the average hemoglobin level of adolescent girls after consuming beetroot juice was 11.85 gr/dl. There is an effect of consuming beetroot juice on hemoglobin levels in young women with ρ value = 0.000 (ρ<0.05). Beetroot juice has an effect on reducing hemoglobin levels in adolescent girls. It is hoped that health officials can provide health education regarding the administration of beetroot juice to increase hemoglobin levels.
Hubungan Dismenorea dengan Gangguan Aktivitas Belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Megarezky Mongkapu, Graceya; Fitrianingsih, Julia; Herman, Sriyana; Gaffar, Herry Darsim; Mustamin, Mustamin; Rusli, Rusli
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i1.2366

Abstract

Pendahuluan: Karakteristik sosiodemografi ibu berperan penting dalam mengidentifikasi risiko persalinan prematur sehingga intervensi dini dapat dilakukan untuk mencegahnya. Dismenorea juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dismenorea dengan aktivitas belajar mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Megarezky. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswi S1 Keperawatan angkatan 2016-2018 sebanyak 222 orang. Sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan kuesioner sebagai instrumen untuk mengukur hubungan dismenorea dengan aktivitas belajar. Hasil: Dari 143 mahasiswi yang menjadi responden, 43 orang (30,1%) mengalami nyeri ringan, 63 orang (44,1%) nyeri sedang, dan 37 orang (25,9%) nyeri berat. Sebanyak 107 mahasiswi (74,8%) melaporkan aktivitas belajar terganggu akibat dismenorea, sementara 36 mahasiswi (25,2%) tidak terganggu. Uji chi-square menunjukkan nilai p < 0,05 (p=0,004), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dismenorea dan aktivitas belajar. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dismenorea dan aktivitas belajar mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Megarezky Makassar, dengan hasil uji chi-square yang menunjukkan p < 0,05.