cover
Contact Name
Selvi Qomariah
Contact Email
selviadp09@gmail.com
Phone
+6282231230066
Journal Mail Official
lppmnhm@yahoo.com
Editorial Address
Jl. RE. Martadinata No. 45 Bangkalan Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan
ISSN : 19793340     EISSN : 26857987     DOI : https://doi.org/10.36089/job
Core Subject : Health, Science,
JURNAL ILMIAH OBSGIN is a national midwifery journal which publishes scientific works for midwives, academic people and practitioners. Welcomes and invites original research article in midwifery, including : Birth | Pregnancy | Newborn | Adolescence | Family Planning | Climacterium | Midwifery Community | Education in midwifery | complementary therapy in midwifery
Articles 942 Documents
Pengembangan sediaan pangan fungsional dari ubi jalar kuning (Ipomoea batatas L.) sebagai imunomodulator balita dalam upaya pencegahan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tlanakan Rahmawati, Sylvina; Octaviana, Lianita Primi; Widyawaty, Eka Deviany
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2394

Abstract

Stunting adalah hambatan pertumbuhan linier pada balita yang terjadi karena kurangnya gizi dan nutrisi selama setidaknya 1000 hari pertama kehidupan. Salah satu kabupaten prioritas stunting yaitu Kabupaten Pamekasan yang menempati urutan ke dua tertinggi prevalensi balita stunting di Jawa Timur yaitu sebesar 38,7%. Ubi jalar merupakan bahan pangan lokal yang berlimpah ketersediannya, selain itu merupakan sumber karbohidrat non beras tertinggi keempat setelah padi, jagung, dan ubi kayu. Ubi jalar kuning ini mempunyai potensi besar sebagai sumber makanan dan minuman fungsional seiring dengan makin tingginyakesadaran masyarakat khususnya balita stunting. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian sediaan pangan fungsional dari ubi jalar kuning (Ipomoea batatas L.) sebagai imunomodulator balita dalam upaya pencegahan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tlanakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimental pre and post test design untuk menilai pengaruh pemberian Formulasi taro milk terhadap panjang badan dan berat badan balita gizi kurang. Sampel dalam penelitian ini adalah balita dengan gizi kurang yang memenuhi kriteria inklusi di Wilayah Kerja Puskesmas Tlanakan sebanyak 30 orang. Uji Statistik yang digunakan Uji Paired T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Taro Milk memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan panjang badan dan berat badan balita. Uji t untuk perubahan panjang badan (t = -6.952, p = 0.000) dan berat badan (t = -16.401, p = 0.000) menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mengalami perubahan yang signifikan (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pemberian Taro Milk berkontribusi dalam peningkatan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah taro milk efektif dalam meningkatkan BB balita gizi kurang di Puskesmas Tlanakan.
Pengembangan produk Sauro-C sebagai Galaktagogue untuk Meningkatkan Produksi ASI dalam upaya preventif kejadian stunting di Ponkesdes Mlajah Kabupaten Bangkalan Diana, Alis Nur; Firdaus, Nailufar; Widyawaty, Eka Deviany
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2395

Abstract

Stunting merupakan masalah yang dihadapi negara-negara tergolong miskin dan sedang berkembang. Masalah ini penting yang tidak dapat diabaikan begitu saja khususnya di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, didapatkan angka kejadian balita stunting di Indonesia mencapai 30.8%. Berbagai faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting pada bayi lahir normal adalah tidak terlaksananya inisiasi menyusui dini (IMD), gagal memberikan ASI eksklusif, dan proses penyapihan yang terlalu dini. Salah satu faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan ASI adalah produksi ASI yang sedikit. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa upaya non farmakologis, salah satunya berupa pemberian produk Sauro-C yang berasal dari daun katuk dan temulawak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas produk sauro-c sebagai galaktagogue untuk meningkatkan produksi ASI di Ponkesdes Mlajah Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimental pre and post test design untuk menilai pengaruh pemberian Formulasi Sauro-c terhadap produksi ASI. Sampel penelitian ini adalah sebagian ibu menyusui di Ponkesdes Mlajah Bangkalan sebanyak 30 orang. Uji statistik yang digunakan Paired sample T-test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.000 (kurang dari 0.05) menunjukkan bahwa perbedaan tersebut secara statistik signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian Sauro-C secara signifikan meningkatkan produksi ASI pada responden.
Pengaruh Pemberian Puding Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas 4-10 Hari Mulyani, Irma; Ivana Yasmin, Diya; Nurhanifah Budiadi, Hana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2421

Abstract

Latar Belakang. Ketidakcukupan produksi ASI sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan pemberian ASI eksklusif mempengaruhi ibu melakukan pemberhentian dini dalam menyusui. Dalam pemberian ASI ibu nifas sering mengalami kendala. Salah satunya adalah produksi ASI yang tidak lancar. Daun kelor mengandung laktagogum untuk meningkatkan volume produksi ASI pemberian daun kelor dapat meningkatkan prolactin dan volume ASI. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui Pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap produksi ASI ibu nifas 4-10 hari. Desain Penelitian. Menggunakan desain quasi experiment one group pre test and post test design. Dengan sampel ibu nifas 4-10 hari berjumlah 30 orang menggunakan teknik purposive sampling. Uji yang digunakan uji t berpasangan. Hasil Penelitian. Produksi ASI sebelum diberikan puding daun kelor rerata sebesar 61,33 cc dan produksi ASI setelah diberikan puding daun kelor rerata sebesar 183,67 cc. Terdapat pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap peningkatakan produksi ASI secara signifikan dengan p value 0,000 < 0,05. Simpulan. Terdapat pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap produksi ASI ibu nifas 4-10 hari .
PERANAN STATUS GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO STUNTING SEJAK MASA REMAJA MELALUI “GERMAS PEDULI STUNTING” DI DESA CADASKERTAJAYA KABUPATEN KARAWANG Setiawati, Riska; Yanti, Irma; Apriningrum, Nelly; Sopiah, Oon; Wariah, Uway; Suryani, Lilis; Marlina, Rina; Alia Rahayu, Maria; Hamdayani, Irma; Nurlailasari, Ella
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The direct factors of stunting are lack of nutritional intake and the presence of infectious diseases, while the indirect causes include maternal nutritional factors during adolescence, before, and during pregnancy, which can contribute to fetal growth, potentially resulting in a baby being born with malnutrition. Objective: Nutritional status is a variable in this research. This study aims to determine the role of nutritional status in stunting prevention by examining the relationship between education, behavior, and knowledge of young women. Method: This study is an observational analytical research using a cross-sectional design. The sample was selected using simple random sampling from all unmarried female teenagers aged 12-24 years, totaling 45 participants. Data were collected using a questionnaire. Results: The results showed that most of the BMI of female adolescents was in the normal category. Statistical tests indicated a p-value of 0.004, revealing a significant difference in the proportion of BMI between respondents with poor and good stunting prevention behaviors. A p-value of 0.652 indicated no significant difference in the proportion of BMI between respondents with poor and good knowledge of stunting prevention. Additionally, a p-value of 0.015 showed a significant difference in the proportion of BMI between respondents with primary and secondary education. Conclusion: Habits acquired during adolescence can have a significant impact on behavior. Increasing the knowledge of female adolescents should be further enhanced through health approaches and education.
Gawat Darurat Medik dan Kesehatan Masyarakat: Literatur Review Rustandi, Handi; Damayanti, Novita; Alawiyah, Ratu Robiatul; HN, M. Rustam.; Indar, Indar
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2428

Abstract

Public health emergencies, such as pandemics and natural disasters, have become global challenges that impact various aspects of preparedness, mental health, and health system management. Research shows that mental health support for medical personnel is crucial in reducing stress and burnout which can reduce the effectiveness of services during a crisis. Additionally, efficient communication with the public contributes significantly to increased understanding and compliance with emergency policies. Efficient medical logistics management has proven crucial for timely distribution of aid in the field. There is a need for an integrated approach that combines mental support, logistics and public communication to build a more resilient health system. However, limitations in design, variation in sample size, and measurement methods indicate the need for additional, more comprehensive research
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DEMAM DENGUE DI DESA KAWASI HALMAHERA SELATAN Nachrawy, Tuthanurani; Hakim Husen, Abd; Do Toka, Wahyunita
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2429

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a viral infectious disease that the Aedes aegypti mosquito spreads. South Halmahera Regency is one of the endemic areas for DHF in North Maluku Province. Data from the South Halmahera Regency Health Office reveals DHF data for January-April 2024. According to the data, the cause of the disease is mosquito bites, and it has reached 26 cases. Children dominate the sufferers. The incidence of DHF can be reduced by breaking the chain of transmission of the DHF virus by improving the quality of environmental sanitation, reducing the population of Aedes Aegypti mosquitoes as vectors of DHF and preventing it. This study aims to investigate the community's knowledge, attitudes, and behaviour regarding DHF prevention, highlighting the need for increased awareness and proactive action. The research method, a descriptive study conducted in Kawasi Village, Central Halmahera Regency, was chosen for its ability to provide a comprehensive understanding of the community's perspectives on DHF prevention. This study involved 35 respondents selected through non-random purposive sampling with a cross-sectional approach
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI KEC. KEDAMAIAN KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2021 Mariyani, Tuti; Nurhartanto, Adhi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia's most important capital for intelligent human resources, productive, especially healthy to support the country's developmentsuccess. The nutritional disorders case of pregnant women, infants and toddlers is a problem that must be handled seriously. The purpose of study was to find out the relationship between supplementary feeding and weight gain of undernourished toddlers in the District of Peace, Bandar Lampung City in 2021. This study used a quasi-experimental design in a one group before and after design on the target of undernourished toddlers with an intervention in the form of supplementary feeding. In this study, the population was all undernourished children under five in the Peace District, the working area of ​​the Satellite Inpatient Health Center who received additional biscuits in June 2021 as many as 31 children. Data were collected through interviews, observation and weighing. The results of the study after PMT showed that 19 (61.3%) underweight children under five experienced weight gain. 17 toddlers consume PMT well, and 14 toddlers consume PMT not well. The results of the statistical test analysis using the Chi-square method obtained a p value of 0.000 at alpha = 0.05, meaning that the relationship was in the provision of additional food with weight gain for undernourished children under five in the Peace District of Bandar Lampung City in 2021.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Higiene Perorangan Penjamah Makanan Pada Penyelenggaraan Makanan Pasien Covid-19 di Instalasi Gizi RSUD. DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Novrita Yudiana, Dwi; Kustiani, Ai; Woro Astuti, Dewi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas kasus pencemaran makanan diakibatkan dari kurangnya perhatian pada praktik kebersihan dan sanitasi oleh para penanggung jawab pada proses memproses, memasak, dan menyabilan makanan. Data WHO pada 2019, kisaran 600 juta kasus penyakit diakibatkan dari makanan terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Data perilaku higiene di Instalasi gizi RSUD. DR. H. Abdul Moeleok Provinsi Lampung tahun 2019 didapat perilaku higiene perorangan petugas penjamah makanan masih sangat kurang, dimana hanya yakni 16,6% perilaku yang patuh dalam memakai APD lengkap. Jenis studi iniialah kuantitatif. Populasi di studi iniSeluruh petugas yang berhubungan langsung dalam penyelenggaraan makanan pasien Covid di Instalasi Gizi RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung yang berjumlah 36 pegawai yang terdiri dari tenaga persiapan, pengolahan dan distribusi makanan berjumlah 29 orang dan 7 orang ahli gizi, memakai teknik total sampling. Analisis memakai uji chi square dengan taraf kesalahan 5%. Hasil analisis univariat diperoleh pengetahuan tenaga penjamah makanan terkait hygiene perorangan seuntukan besar termasuk dalam kategori baik yakni yakni 31 orang (86,1%), Sikap baik yakni 30 orang (83,3%) dan perilaku positip yakni 30 orang (83,3%). Hasil analisis bivariate diperoleh adanya hubungan pengetahuan (p-value = 0,024) dengan perilaku hygiene perorangan penjamah makanan dan juga ada korelasi sikap (p-value = 0,03) dengan perilaku higiene perorangan penjamah makanan di Instalasi Gizi. Saran untuk manajemen supaya lebih mengintensifkan pembinaan pada tenaga pengolah makanan dengan diberi pelatihan dan pendampingan guna lebih tingkatkan pengetahuan, sikap serta perilaku
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP GEDONG TATAAN KAB. PESAWARAN TAHUN 2021 Fitriani, Yulies; Nurhartanto, Adhi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is still a nutritional problem during the growth and development of children in Indonesia, which describes chronic undernutrition status during growth and development since early life. The nutritional status prevalence of stunting for under-five-year-old children in Pesawaran district in 2018 was 27.49%. Sixty eight children under five was discovered in Inpatient Health Center of Gedong Tataan subdistrict. This study aims to determine the factors that influence stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of ​​the Gedong Tataan Inpatient Health Center. This is an observational study with a case control design using secondary data from the mother's KIA (Mother and Child Health) book and primary data through interviews. The observed variables were child’s gender, history of pregnant women with KEK (Chronic Energy Deficiency/SEZ), history of Low Birth Wight (LBW), history of exclusive breastfeeding, mother's education, parents' occupation, immunization status and environmental sanitation. The sampling technique used in this study is simple random sampling. The numbers of samples in this study were 78 samples which included 39 case groups and 39 control groups. From the bivariate, it is obtained that variables which affect stunting are history of low birth weight p-value 0,012 OR 2,219 (1,716-2,868), history of exclusive breastfeeding p-value 0,001OR 6,2000 (2,258-17,024), environmental sanitation p-value 0,008 OR 8,222 (1,699-39,799). From the results, it is recommended for GedongTataan Inpatient Health Center officers to increase the provision of education to the community, especially to woman of childbearing age (WUS) and pregnant women about nutrition in the First 1000 Days of Life (HPK) and Clean and Healthy Life Behavior (PHBS).
HUBUNGAN LIMA PILAR STBM DENGAN RESIKO STUNTING DI DESA LOKUS STUNTING DESA SIDOREJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOREJO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2024 Indarwati, Suami; Martini, Martini
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat bayi usia 0-59 bulan (balita) di Lampung yang mengalami stunting mencapai 18,5% pada 2021. Kabupaten Tanggamus tercatat sebagai kabupaten/kota dengan prevalensi balita stunting terbesar di Provinsi Lampung, yakni sebesar 25%. Dengan demikian, 1 dari 4 Balita di kabupaten ini tinggi badannya di bawah standar tinggi badan seusianya. Wilayah dengan prevalensi Balita stunting terbesar berikutnya, yaitu Kabupaten Pesisir Barat sebesar 22,8%, Kabupaten Lampung Barat sebesar 22,7%, dan Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 22,1%, Kabupaten Lampung Selatan sebesar 16,3%. Sedangkan Kabupaten Lampung Timur sebesar 15,3%, dan berdasarkan keputusan bupati lampung Timur Nomor:B/64/21-SK/2023 tentang penetapan lolasi focus ( LOKUS ) intervensi stunting di kabupaten lampung Timur tahun 2024 khususnya Desa Sidorejo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Sedangkan Kabupaten Tulangbawang tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi Balita stunting terendah, yaitu hanya 9,5%. Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lima pilar STBM dengan resiko stunting di Desa Lokus Stunting Sidorejo Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2024 dengan pendekatan Crossectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 208 orang. Penelitian dilaksanakan selama ± 2 bulan yang akan dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2024. Hasil penelitian diektahui bahwa, tidak ada hubungan lima pilar STBM yang meliputi; Stop Buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, Pengolahan air dan makanan dengan benar, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga . dengan resiko Stunting di Desa Lokus Stunting Sidorejo Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2024 dikarenakan nilai P value>0,05.maka sebaiknya masyarakat lebih bereperan aktif dalam memperhatikan kebersihan linkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai suatu upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.