cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
DETEKSI PERUBAHAN ZONA AGROKLIMAT SCHMIDT-FERGUSON MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN GORONTALO Viky Vendy Moontuno; Sri Maryati; Syahrizal Koem
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.15821

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan SIG untuk menganalisis pergeseran zona agroklimat berdasarkan Klasifikasi Schmidt-Ferguson di Kabupaten Gorontalo. Klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson diestimasi menggunakan data curah hujan bulanan. Untuk setiap stasiun hujan dari tahun 1981 sampai 2020 dihitung jumlah Bulan Basah (BB), Bulan Kering (BK), dan Bulan Lembab (BL) selama 10, 20, dan 40 tahun. Kabupaten Gorontalo terdeteksi memiliki lima tipe iklim, yaitu: B, C, D, E, dan F. Tipe C mendominasi di stasiun pengamatan selama periode pengamatan 10 dan 20 tahun. Ada kecenderungan luas tipe C menurun sedangkan luas tipe D bertambah, dan iklim kering tipe E dan F berpotensi meningkat. Pemetaan zonasi iklim mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat dalam perencanaan pertanian, khususnya pengelolaan lahan dan jenis tanaman. Hasil zonasi iklim yang terdeteksi perlu diverifikasi dengan teknologi penginderaan jauh menggunakan data citra satelit. Hal ini diperlukan karena kelemahan mendasar klasifikasi iklim adalah batas tipe iklim tidak sesuai dengan batas lanskap. Abstract:  This study uses GIS to analyze shifts in agro-climatic zones based on the Schmidt-Ferguson Classification in Gorontalo District. The Schmidt-Ferguson climate classification is estimated using monthly rainfall data. For each rain station from 1981 to 2020, the number of wet months (BB), dry months (BK), and humid months (BL) is calculated for 10, 20, and 40 years. Gorontalo District was detected to have five climate types, namely: B, C, D, E, and F. Type C dominated at observation stations during the 10 and 20-year observation period. There is a tendency for the area of type C to decrease while the area of type D increases, and the dry climate types E and F have the potential to increase. Climate zoning mapping affects the socio-economic community in agricultural planning, especially land management and plant types. The detected climate zoning results need to be verified with remote sensing technology using satellite imagery data. This is necessary because the fundamental weakness of climate classification is that the climate-type boundaries do not match the landscape boundaries.
SEBARAN POTENSI WISATA DESA PAKUAN KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Agus Kurniawan; Fariz Primadi Hirsan; Ardi Yuniarman; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.15658

Abstract

Abstrak: Desa Pakuan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Narmada, yang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan potensi pariwisata yang cukup besar. Potensi wisata yang dimiliki diantaranya berupa potensi wisata alam, potensi wisata budaya dan potensi wisata buatan. Potensi wisata ini tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Narmada yang dan memiliki potensi pengembangan pariwisata. Hal ini disebabkan oleh karena letak geografis yang sangat ideal sebagai daerah pengembangan pariwisata. Selain letak geografis, Desa Pakuan memiliki alam dan budaya yang berpotensi besar untuk dijadikan sebagai daya Tarik wisata. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran potensi wisata yang ada di Desa Pakuan. Sebaran Wisata ini dibagi kedalam wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis spasial meggunakan overlay peta. Eksplorasi obyek wisata di Desa Pakuan dilakukan dengan survey primer dan sekunder. Survey primer dilakukan mendokumentasikan obyek yang diamati, sedangkan survey sekunder dilakukan melalui interpretasi citra satelit untuk kemudian dilakukan pemetaan meggunakan aplikasi Arc. GIS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Pakuan memiliki dua potensi wisata yaitu wisata alam di dusun Pesantek dan dusun Kumbi, potensi wisata budaya dan buatan terletak di seluruh Kawasan desa Pakuan.Abstract: Pakuan Village is one of the villages located in Narmada District, which is one of the Districts in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, with considerable tourism potential. The tourism potential possessed includes the potential for natural tourism, the potential for cultural tourism and the potential for artificial tourism. This tourism potential is spread throughout the Narmada District area and has the potential for tourism development. This is due to the geographical location that is ideal as a tourism development area. In addition to geographical location, Pakuan Village has nature and culture that has great potential to be used as a tourist attraction. This study aims to map the distribution of tourism potential in Pakuan Village. The distribution of this tour is divided into natural tourism, cultural tourism and artificial tourism. This research uses qualitative descriptive method with spatial analysis approach using map overlay. Exploration of tourism objects in Pakuan Village is carried out by primary and secondary surveys. The primary survey is carried out documenting the observed object, while the secondary survey is carried out through interpretation of satellite imagery for then mapping using the Arc application. GIS. The results of this study show that Pakuan Village has two tourism potentials, namely natural tourism in Pesantek hamlet and Kumbi hamlet, cultural and artificial tourism potential located throughout the Pakuan village area.
MOBILITAS MASUK NON PERMANEN DI KECAMATAN DEPOK TAK TERBENDUNG : KAJIAN KARAKTERISTIK PELAKU Ika Karunia Fatmala; Agus Joko Pitoyo; Muhammad Arif Fahrudin Alfana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.12435

Abstract

Abstrak: Struktur kependudukan tidak lepas dari fenomena mobilitas penduduk salah satunya mobilitas non permanen. Fenomena mobilitas non permanen yang terjadi memiliki karakteristik yang berbeda-beda di setiap daerah. Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman merupakan daerah dengan tingkat mobilitas masuk non permanen yang tergolong tinggi. Tingginya qngka mobilitas masuk mengindikasikan perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai karakteristik dan alasan dari pelaku. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pelaku mobilitas masuk non permanen di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta berdasarkan aspek sosial demografis serta alasan dilakukannya mobilitas. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan data berupa hasil pendataan penduduk masuk non permanen oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman pada tahun 2019. Tabulasi data selanjutnya dilakukan agar data yang diperoleh lebih mudah dipahami dan mempermudah dalam proses cleaning. Data kemudian di cleaning menggunakan pedoman batasan operasional penelitian. Hasil yang diperoleh dari proses cleaning kemudian diproses menggunakan software SPSS. Fenomena mobilitas masuk non permanen di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta didominasi oleh penduduk dengan jenis kelamin laki-laki. Kategori umur yang dominan yaitu pada usia produktif. Tingkat pendidikan pelaku mobilitas yang dominan adalah SMP-SMA. Jenis Pekerjaan yang dominan yaitu pelajar/mahasiswa. Alasan pelaku yang dominan yaitu alasan pendidikan.Abstract:  The population structure cannot be separated from the phenomenon of population mobility, one of which is non-permanent mobility. The phenomenon of non-permanent mobility that occurs has different characteristics in each region. Depok District, Sleman Regency is an area with a relatively high level of non-permanent mobility. The high rate of entry mobility indicates the need for further studies regarding the characteristics and reasons of the perpetrators. This research was conducted to determine the characteristics of non-permanent incoming mobility agents in Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta based on socio-demographic aspects and the reasons for doing the mobility. This research was conducted by collecting data in the form of non-permanent population data collection results by the Sleman Regency Population and Civil Registration Office in 2019. Subsequent data tabulation was carried out so that the data obtained was easier to understand and facilitated the cleaning process. The data is then cleaned using guidelines for research operational limits. The results obtained from the cleaning process are then processed using SPSS software. The phenomenon of non-permanent entry mobility in Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta is dominated by residents with male gender. The dominant age category is the productive age. The education level of the dominant mobility actors is junior-high school. The dominant type of work is student / student. The reason for the dominant actor is the reason for education.
EKSPLORASI SUMBERDAYA AIR DI KAWASAN KARST DESA TAMBAKREJO KABUPATEN MALANG Febrian Arrya Withuda; Alfi Sahrina; Galih Fajar Sukoco; Mika Talita Gabriele; Naqia Min Ma asika; Dwi Fitriani
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.15649

Abstract

Abstrak: Desa Tambarejo memiliki bentang alam karst yang merupakan hasil dari proses pelarutan batu gamping, dengan ditemui kenampakan endokarst berupa adanya mata air, gua, dan sungai bawah tanah yang menjadi salah satu penciri dari kenampakan bentang alam karst. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui sebaran sumberdaya air di Kawasan karst, khusus nya di Desa Tambakrejo Kabupaten Malang, yang dilakukan secara partisipatif dengan masyarakat dengan melakukan pengenalan dan keterampilan dalam mengakses sumberdaya air tersebut. Metode yang digunakan yaitu identifikasi kenampakan karst dengan melakukan survei lapangan dan tinjauan pustaka penelitian terdahulu. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memberikan edukasi, pemberian materi ruang, simulasi, dan praktek ke lapangan untuk dapat mengakses sumberdaya air. Hasil yang diperoleh menunjukkan pada Dusun Tamban hanya di temui kenampakan mata air, kenampakan gua dan sungai bawah tanah tidak Ditemukan. Pada Dusun Sendang Biru ditemukan adanya kenampakan mata air, gua, dan sungai bawah tanah. Kegiatan partisipatif yang melibatkan masyarakat di lakukan dengan memberikan edukasi terkait kenampakan bentang alam karst dan memberikan keterampilan terkait mengakses sumberdaya air yang ada di bawah permukaan dan  memahami kondisi gua yang ada di wilayah kajian, selain itu dapat menenerapkan standar dan keamanan dalam penelusuran gua untuk mengakses sumberdaya air di bawah permukaan. Abstract:  Tambarejo Village has a karst landscape which is the result of the process of dissolving limestone, with endokarst appearances in the form of springs, caves and underground rivers which are one of the characteristics of the appearance of karst landscapes. The purpose of this study was to determine the distribution of water resources in the karst area, especially in Tambakrejo Village, Malang Regency, which was carried out in a participatory manner with the community by conducting introductions and skills in accessing these water resources. The method used is the identification of karst features by conducting field surveys and reviewing the literature of previous research. Participatory approaches are used to provide education, provide space materials, simulations, and practice in the field to be able to access water resources. The results obtained show that in Tamban Hamlet only found the appearance of springs, the appearance of caves and underground rivers were not found. In Sendang Biru Hamlet, it was found that there were springs, caves, and underground rivers. Participatory activities involving the community are carried out by providing education related to the appearance of karst landscapes and providing skills related to accessing subsurface water resources and understanding the conditions of the caves in the study area, in addition to applying standards and safety in exploring caves to access water resources below the surface
STUDI ANALISIS POTENSI DAN MANFAAT LIVEWORKSHEETS DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN HYBRID Yuliana FH; Dewi Pratita; Firmansyah Firmansyah; Erza Nurjannah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.15922

Abstract

Abstrak: Sistem pembelajaran ini memiliki manfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, namun juga terdapat kendala yang ditemui, sehingga perlu dilakukan berbagai persiapan yang matang pada berbagai komponen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan merupakan bagian studi pendahuluan dari pengembangan media interaktif liveworksheets untuk mendukung pembelajaran hybrid. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan respons mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya terkait pelaksanaan pembelajaran hybrid; 2) untuk melakukan studi literatur terkait potensi dan manfaat penggunaan liveworksheets dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dapat mendukung pembelajaran hybrid. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dan kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UNSRI Angkatan 2022 berjumlah 57 orang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa mahasiswa belum menunjukkan kesiapan diri yang baik dalam mengikuti pembelajaran hybrid, dan masih bergantung pada sumber ajar yang diberikan dosen. Selain itu, kendala teknis seperti jaringan membuat mereka sulit memahami secara utuh terkait materi yang disampaikan, sehingga penggunaan media pembelajaran interaktif diperlukan untuk mengatasi kendala tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan liveworksheets yang memiliki potensi dan manfaat dalam meningkatkan minat, motivasi, keaktifan dan hasil belajar melalui penyajian media pembelajaran yang menarik dan interaktif.Abstract:  This learning system has benefits in improving the quality of learning, but there are also obstacles encountered, so it is necessary to make careful preparations for various learning components. This research is using descriptive quantitative method and part of a preliminary study of the development of liveworksheets interactive media to support hybrid learning. The aims of this study were 1) to describe the responses of students of the Economics Education Study Program, FKIP, Sriwijaya University regarding the implementation of hybrid learning; 2) to conduct a literature study related to the potential and benefits of use liveworksheets in developing interactive learning media that can support hybrid learning. The data collection technique used was a literature study and a questionnaire given to 57 students of Economics Education FKIP UNSRI Batch 2022. Based on the research that has been done, the results show that students need to show better self-readiness in participating in hybrid learning, and still depend on the teaching resources provided by the lecturer. In addition, technical constraints such as networking make it difficult for them to fully understand the material presented, so the use of interactive learning media is needed to overcome these obstacles. One of them is by using liveworksheets which have the potential and benefits of increasing interest, motivation, activity, and learning outcomes through the presentation of exciting and interactive learning media.
STRATEGI PENANGGULANGAN EROSI DI AREAL PENAMBANGAN ANDESIT DESA PENIRAMAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH Effriyardi Prianata; Rossie Wiedya Nusantara; Aji Ali Akbar
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.16884

Abstract

Abstrak: Potensi kekayaan hasil tambang berupa emas, timbel, besi, mangan, seng, bauksit maupun batuan tersebar di Provinsi Kalimantan Barat. Tambang batuan dan bukan logam menjadi wewenang pengelolaan sumber daya alam yang dikendalikan oleh Pemerintah daerah. Aktivitas pertambangan batu andesit di Kecamatan Sungai Pinyuh menyebabkan perubahan lingkungan yaitu terjadinya degradasi daya dukung lingkungan. Salah satu degradasi daya dukung lingkungan yang terjadi yaitu erosi. Dampak terjadinya erosi menyebabkan hilangnya bahan organik tanah, hilangnya vegetasi penutup lahan dan tebing – tebing bukit yang rawan longsor, sehingga diperlukan upaya perbaikan dan pencegahan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanggulangan erosi pada areal pertambangan. Adapun hasil analisis kerawanan erosi berdasarkan metode USLE diperoleh nilai erosi terberat sebesar 5.439,35 ton/ha/tahun (TPB-T-A3) hal ini disebabkan oleh tingginya nilai faktor Erodibilitas Tanah (K), kemiringan lereng (LS), serta faktor pengelolaan dan Konservasi Tanah (CP). Sedangkan nilai erosi teringan sebesar 0,25 ton/ha/tahun (TPTB-R-A1). Strategi penanggulangan erosi pada areal pertambangan yang disarankan berdasarkan metode SWOT yaitu berada pada kuadran II berupa strategi diversifikasi atau melakukan penambahan yang disesuaikan berdasarkan kondisi di lapangan yaitu membuat kajian Geoteknik, membuat sistem penyaliran air tambang, membuat jenjang tambang serta merencanakan reklamasi dan pascatambang untuk menanggulangi dampak erosi yang terjadi akibat penambangan andesit.Abstract:  The potential wealth of mining products in the form of gold, lead, iron, manganese, zinc, bauxite, and rocks is scattered in West Kalimantan Province. Rock and non-metal mining is the authority to manage natural resources which is controlled by the regional government. Andesite stone mining activities in Sungai Pinyuh District cause environmental changes, namely the degradation of the environment's carrying capacity. One of the environmental carrying capacity degradation that occurs is erosion. The impact of erosion causes loss of soil organic matter, loss of land cover vegetation, and hillsides that are prone to landslides, so efforts to improve and prevent environmental impacts are needed. This study aims to analyze erosion control strategies in mining areas. The results of the erosion susceptibility analysis based on the USLE method showed that the heaviest erosion value was 5,439.35 ton/ha/year (TPB-T-A3). This was caused by the high value of the Soil Erodibility factor (K), slope slope (LS), as well as management factors and Soil Conservation (CP). On the other hand, the lightest erosion value is 0.25 ton/ha/year (TPTB-R-A1). The recommended strategy for controlling erosion in mining areas based on the SWOT method is in quadrant II in the form of a diversification strategy or making additions that are adjusted based on conditions in the field, namely making a geotechnical study, making a mine water distribution system, making mine levels and planning reclamation and post-mining to overcome the impact. erosion caused by andesite mining.
KOMPARASI HASIL BELAJAR GEOGRAFI BERRDASARKAN GAYA BELAJAR DAN LETAK GEOGRAFI SEKOLAH TENGAH DAN PINGGIRAN KOTA SAMARINDA Wulan Safriani Purnamasari; Tuti Mutia; Iya Setyasih
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.14805

Abstract

Abstrak: Perlunya memahami gaya belajar peserta didik dan dampak dari letak geografi sekolah yang berada di tengah dan pinggiran Kota Samarinda. Kedua hal tersebut sangat krusial dalam kesuksesan hasil belajar geografi peserta didik. Tujuan dilakukannya penelitian ini; 1) mengetahui komparasi hasil belajar geografi berdasarkan gaya belajar peserta didik, 2) mengetahui komparasi hasil belajar geografi berdasarkan letak geografi sekolah, 3) mengetahui komparasi hasil belajar geografi berdasarkan gaya belajar peserta didik dan letak geografi sekolah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Sampel dalam penelitian ini yakni 243 siswa kelas XI IPS SMA Negeri di Kota Samarinda menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data yakni analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar geografi berdasarkan gaya belajar peserta didik dan letak geografi sekolah di tengah dan pinggiran Kota Samarinda. Penelitian ini memberikan informasi kepada guru, orang tua dan peserta didik untuk lebih mengenal dan mengoptimalkan gaya belajar dan memberikan informasi dampak dari letak sekolah secara geografis terhadap hasil belajar geografi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru geografi dan pemerintah Kota Samarinda dalam menentukan kebijakan yang dimana setiap kebijakannya akan berpengaruh terhadap perkembangan hasil belajar peserta didik. Abstract:  The need to understand the learning styles of students and the impact of the geographic location of schools in the center and on the outskirts of Samarinda City. Both of these are very crucial in the success of student geography learning outcomes. The purpose of this research; 1) find out the comparison of geography learning outcomes based on students' learning styles, 2) find out the comparison of geography learning outcomes based on the geographical location of the school, 3) find out the comparison of geography learning outcomes based on students' learning styles and the geographical location of the school. This type of research is descriptive comparative. The sample in this study were 243 students of class XI Social Sciences at SMA Negeri in Samarinda using cluster random sampling technique. Data collection techniques using observation, documentation, and questionnaires. The data analysis technique is quantitative descriptive analysis. The results showed there are differences in geography learning outcomes based on the learning styles of students and the geographic location of schools in the center and outskirts of Samarinda City. This research provides information to teachers, parents and students to get to know and optimize learning styles and provides information on the impact of geographical location of schools on geography learning outcomes. The results of the research are expected to be a reference for geography teachers and the Samarinda City government in determining policies where each policy will affect the development of student learning outcomes.
KAJIAN DAYA DUKUNG LAHAN PERMUKIMAN KOTA GORONTALO Fadlia Djalil; Fitryane Lihawa; Syahrizal Koem
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.16271

Abstract

Abstrak: Perkembangan Kota Gorontalo khususnya pada peningkatan jumlah penduduk tiap tahunnya berdampak pada perkembangan kebutuhan akan permukiman. Tujuan penelitian yaitu menganalisis daya dukung lahan permukiman Kota Gorontalo. Gradien lereng, curah hujan, jenis tanah, dan rentan bahaya menjadi parameter perhitungan daya dukung lahan permukiman. Metode analisis menggunakan skoring dan metode overlay. Banyaknya masyarakat, standar ruang/kapita dan ukuran pemukiman yang sesuai merupakan tiga variabel perhitungan dalam menentukan daya dukung lahan permukiman. Hasil analisis kesesuaian lahan pemukiman di Kota Gorontalo diperoleh bahwa 3932,31 Ha lahan berada pada kategori sesuai dan sesuai bersyarat atau 58,7% dari total luas Kota Gorontalo. Luas lahan yang berada pada kategori kurang sesuai dan tidak sesuai adalah 2769,42 Ha atau 41,3%.  Daya dukung lahan pemukiman di Kota Gorontalo diperoleh nilai 7,5 dan nilai jumlah penduduk optimal (JPO) sebesar 1.398.516 jiwa. Apabila jumlah masyarakat meningkat 7 kali dari total penduduk sekarang, maka perhitungan DDPm Kota Gorontalo adalah 1,08. Dengan demikian, daya dukung permukiman tinggi.  Abstract:  The increasing population has an impact on increasing the need for settlements. This research aims to analyze the carrying capacity of settlement land in Gorontalo City. Slope gradient, rainfall, soil type, and disaster risk are the parameters for calculating the carrying capacity of settlement land. The analytical method uses scoring and overlay methods. The number of people, the standard of space requirements, and the size of the appropriate settlement are the three calculation variables in determining the carrying capacity of settlement land. The results of the suitability analysis of residential land in Gorontalo City found that 3932.31 Ha of land were in the category of suitable and conditionally suitable or 58.7% of the total area of Gorontalo City. The area of land that is in the category of less suitable and not suitable is 2769.42 Ha or 41.3%. The carrying capacity of residential land in Gorontalo City is 7.3 and the optimal population value (JPO) is 1,398,516 people. If the number of people increases 7 times the current total population, then the DDPm calculation for Gorontalo City is 1.05. Thus, the carrying capacity of settlements is high.
KAJIAN INTERELASI LUAS LAHAN DENGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETAMBAK GARAM Mas'ad Mas'ad; Siti Sanisah; Arif Arif; Khosi'ah Khosi'ah; Muhamad Alfin Tarmizi; Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.14865

Abstract

Abstrak: Tingkat kesejahteraan petambak garam merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius, mengingat jarangnya para petambak memperoleh perhatian dan minim intervensi pemerintah melalui beragam program penanggungan kemiskinan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji interelasi luas lahan dengan tingkat kesejahteraan petambak garam di Desa Kidang-Kabupaten Lombok Tengah. Riset menerapkan pendekatan mixed methods research bertipe the convergent parallel design didukung metode survey. Data penelitian diperoleh dari sebaran angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif menggunakan formula persentase, dan kualitatif melalui tahap pengumpulan data, display data, penyajian dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prinsip interelasi, lahan tambak dengan petambak garam merupakan fenomena yang saling terhubung. Tetapi, relasi luas lahan tambak dengan tingkat kesejahteraan petambak menunjukkan keterikatan lemah dengan koefisien korelasi sebesar 0,211. Artinya, luas lahan yang dimiliki petambak tidak serta merta mempengaruhi tingkat kesejahteraan petambak garam. Disarankan agar pihak pemerintah dan pihak berkompeten lainnya lebih memperhatikan kesejahteraan petambak melalui berbagai pendekatan.  Abstract:  The welfare of salt farmers is a matter that needs serious attention, given the lack of attention and minimal government intervention through various poverty alleviation programmes. The research aims to examine the interrelationship between land area and the level of welfare of salt farmers in Kidang Village, Central Lombok Regency. The research applies a mixed-methods research approach with a convergent parallel design type supported by a survey method. Research data was obtained from the distribution of questionnaires, interviews, observation, and documentation. Quantitative data analysis uses a percentage formula, and qualitative data analysis goes through the stages of data collection, data display, presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that according to the principle of interrelation, pond land and salt farmers are interconnected phenomena. However, the relationship between the area of ponds and the level of welfare of farmers shows a weak relationship with a correlation coefficient of 0.211. That is, the area of land owned by farmers does not necessarily affect the level of welfare of salt farmers. It is recommended that the government and other competent parties pay more attention to the welfare of fish farmers through various approaches.
SPATIAL MULTI-CRITERIA EVALUATION TERHADAP KESESUAIAN KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI (Studi Kasus : Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi) Yulia Indri Astuty; Adi Wibowo
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.15300

Abstract

Abstrak: Cikarang Selatan merupakan salah satu kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. Cikarang Selatan mengalami peningkatan populasi sebesar 15,03% dalam kurun waktu 12 tahun. Disisi lain kecamatan ini memiliki Kawasan Peruntukan Industri berdasarkan RTRW Kabupaten Bekasi tahun 2011-2031. Peningkatan populasi penduduk di Kecamatan Cikarang Selatan ini jika tidak diimbangi dengan penataan wilayah berbasis spasial, maka dapat menimbulkan konflik keruangan. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan evaluasi terhadap Kawasan Peruntukan Industri di Kecamatan Cikarang Selatan dengan membuat model spasial berdasarkan metode Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE). Model spasial ini menggunakan 4 variabel sebagai spatial factor dan 1 variabel sebagai spatial constrain. Variabel yang digunakan sebagai spatial factor adalah jarak dari jalan, jarak dari sungai, jarak dari permukiman dan lereng. Sementara itu variabel yang digunakan sebagai spatial constrain adalah Kawasan Peruntukan Industri dari RTRW 2011-2031. Hasil dari penelitian ini adalah persentase kesesuaian Kawasan Peruntukan Industri antara model spasial dengan RTRW 2011-2031 sebesar 59,51%. Harapannya, penelitian ini dapat memberikan masukan keruangan kepada pemerintah daerah dalam upaya penataan Kawasan Industri yang berkelanjutan di Kecamatan Cikarang Selatan. Abstract:  South Cikarang is one of the 23 sub-districts in Bekasi Regency. South Cikarang experienced a population increase of 15.03% within 12 years. On the other hand, this sub-district has an Industrial Allotment Area based on the 2011-2031 Bekasi Regency Spatial Plans (RTRW). If the population increase in the South Cikarang Subdistrict is not matched by a spatial arrangement of areas, this can lead to spatial conflicts. Therefore, this study evaluates the Industrial Allotment Area in South Cikarang District by creating a spatial model based on the Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) method. This spatial model uses 4 variables as spatial factors and 1 variable as spatial constraints. The variables used as spatial factors are distance from roads, distance from rivers, distance from settlements and slopes. Meanwhile, the variable used as a spatial constraint is the Industrial Allotment Area from the 2011-2031 RTRW. The result of this study is that the percentage of suitability for Industrial Designated Areas between the spatial model and the 2011-2031 RTRW is 59.51%. It is hoped that this research can provide spatial input to the regional government in an effort to structuring a sustainable Industrial Estate in Cikarang Selatan District.