cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH MODEL TPS3R BERBASIS PENTAHELIX UNTUK MEWUJUDKAN KOTA MALANG YANG BERKELANJUTAN Arif, Mohamad; Sumarmi, Sumarmi; Mutia, Tuti; Prasad, Ravinesh Rohit
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.22406

Abstract

Abstrak: Sampah merupakan permasalahan yang umum terjadi di kota-kota besar seperti halnya di Kota Malang. Sampah yang tidak terkelola dengan baik akan berdampak terhadap keberlanjutan lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi manajemen pengelolaan sampah berbasis pentahelix melalui model TPS3R dalam upaya pembangunan kota berkelanjutan. Peran aktif berbagai sektor seperti pemerintah, swasta, akademisi, Lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat madani perlu terus ditingkatkan untuk dapat merealisasikan lingkungan yang berkelanjutan. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan survei dan wawancara terhadap pihak-pihak yang berperan secara langsung terhadap pengelolaan sampah di Kota Malang. Berdasarkan hasil analisis dengan perspektif pentahelix pengelolaan sampah di Kota Malang sudah baik namun masih ada beberapa yang perlu ditingkatkan. Peran pemerintah dalam pengelolaan sampah di Kota Malang sudah cukup bagus karena terdapat regulasi yang mendukung peningkatan pengelolaan sampah, peran lembaga swadaya masyarakat juga sudah baik, peran perguruan tinggi melalui riset juga sudah cukup bagus namun masih perlu untuk ditingkatkan lagi, peran elemen swasta dan elemen masyarakat madani perlu untuk perhatian khusus dan peningkatan lagi. Jika semua elemen pada pentahelix dapat berjalan bersama dengan baik maka akan tercipta Kota Malang yang ramah lingkungan dan akan terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.Abstract:  Waste is a common problem in big cities such as Malang City. Waste that is not managed properly will have an impact on environmental sustainability. The aim of this research is to explore the management of pentahelix-based waste management through the TPS3R model in sustainable city development efforts. The active role of various sectors such as government, private sector, academics, non-governmental organizations and civil society needs to continue to be increased to be able to realize a sustainable environment. This article was prepared using a qualitative descriptive method by conducting surveys and interviews with parties who play a direct role in waste management in Malang City. Based on the results of the analysis using a pentahelix perspective, waste management in Malang City is good, but there are still some things that need to be improved. The government's role in waste management in Malang City is quite good because there are regulations that support improving waste management, the role of non-governmental organizations is also good, the role of universities through research is also quite good but still needs to be improved, the role of private elements and community elements Madani needs special attention and further improvement. If all the elements in the pentahelix can work together well, an environmentally friendly Malang City will be created and the Sustainable Development Goals (SDGs) will be realized through sustainable waste management.
PENGARUH PENGUASAAN SPATIAL THINKING TERHADAP SPATIAL CITIZENSHIP MAHASISWA PASCASARJANA PENDIDIKAN GEOGRAFI DI KOTA BANDUNG Safriani, Eka Wulan; Rohmat, Dede; Setiawan, Iwan; Panjaitan, Budi Rahmah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20918

Abstract

Abstrak: Penelitian di Indonesia yang berkaitan dengan pandangan mengenai keruangan masih terbatas pada spatial thinking, spatial ability, dan thinking geographically. Terdapat pengembangan lebih lanjut terkait pandangan seputar keruangan yang sudah diteliti di luar Indonesia, yaitu spatial citizenship. Spatial citizenship dapat ditemukan di lingkungan perguruan tinggi pada bidang studi  Geografi. Kemampuan dasar yang harus dimiliki dalam pembelajaran Geografi ialah spatial thinking ability. Kemampuan berpikir spasial mahasiswa dalam menggambarkan ruang abstrak tergolong masih rendah dikarenakan kurangnya pembiasaan terhadap pengerjaan soal-soal yang mengasah kemampuan spasial. Tujuan penelitian berfokus pada 1) menganalisis tingkat penguasaan spatial thinking ability dan spatial citizenship pada mahasiswa, 2) menganalisis pengaruh spatial thinking terhadap kompetensi spatial citizenship mahasiswa pendidikan Geografi. Desain penelitian yang digunakan berupa metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan Geografi yang berjumlah 15 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis data menunjukan 1) mahasiswa memiliki perbedaan penguasaan spatial thinking yakni dengan tingkat penguasaan spatial thinking rata-rata sebesar 42 %, 2) penguasaan kemampuan spatial citizenship secara keseluruhan dengan rata-rata 19,8 %. 2) Spatial thinking memiliki pengaruh yang signifikan terhadap spatial citizenship dengan persentase 45%. Kajian mengenai spatial thinking dan spatial citizenship pada mahasiswa pendiidkan geografi belum optimal sehingga perlu dikaji lebih terperinci dan lebih luas bahkan terkait dengan literasinya. Hal ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan bahan ajar, evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir spasial.Abstract:  Research in Indonesia related to spatial views is still limited to spatial thinking, spatial abilities, and thinking geographically. There is further development related to spatial citizenship that has been researched outside Indonesia, namely spatial citizenship. Spatial citizenship can be found in a university environment in the field of geography studies. The basic ability that must be possessed in learning Geography is spatial thinking ability. Students' spatial thinking ability in describing abstract space is still relatively low due to a lack of familiarity with working on questions that hone spatial abilities. The research objectives focus on 1) analyzing the level of mastery of spatial thinking ability and spatial citizenship among students, 2) analyzing the influence of spatial thinking on the spatial citizenship competence of Geography education students. The research design used is a survey method with a quantitative approach. The population of this research was all Geography education students, totaling 15 students. The sampling technique used in this research was purposive sampling. The data analysis techniques in this research are descriptive statistics and inferential statistics. The results of data analysis show 1) students have differences in mastery of spatial thinking, namely with an average level of mastery of spatial thinking of 42%, 2) overall mastery of spatial citizenship skills with an average of 19.8%. 2) Spatial thinking has a significant influence on spatial citizenship with a percentage of 45%. The study of spatial thinking and spatial citizenship among geography education students is not yet optimal so it needs to be studied in more detail and more broadly, even in relation to literacy. This can be used as a basis for preparing teaching materials, evaluating learning in improving spatial thinking skills.. 
ANALISIS INDEKS KERAPATAN VEGETASI DENGAN ALGORITMA MSARVI PADA CITRA SENTINEL 2A DI DESA KEBONREJO, KECAMATAN SALAMAN, KABUPATEN MAGELANG Bintang Wicaksana, Muhammad Guruh Guruh Bintang
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21540

Abstract

Abstrak: Vegetasi meruapakn kumpulan berbagai tumbuhan baik secara homogen maupun heterogen. Vegetasi menjadi bagian ekosistem penting bagi manusia. Identifikasi vegetasi merupakan hal penting dalam melihat persebaran vegetasi secara keruangan. Perubahan penggunaan lahan di Desa Kebonrejo dari lahan pertanian menjadi tempat pembibitan tanaman cukup intensif. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui interpretasi kerapatan vegetasi di Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang dengan menggunakan Citra Sentinel 2 MSI Level 2A menggunakan Algoritma MSARVI menggunakan paltform Google Earth Engine, (2) Untuk mengetahui bagaimana hasil uji tingkat akurasi antara interpretasi Citra Sentinel 2 MSI Level 2A dengan hasil survei di lapangan. Hasil penelitian didapatkan 4 klasifikasi kerapatan vegetasi MSARVI di Desa Kebonrejo yaitu kerapatan rendah (0-30), kerapatan sedang (31-50%), kerapatan rapat (51-60%), dan kerapatan sangat rapat (61-100%). Titik sampel yang digunakan sebanyak 30 titik yang sudah mewakili dan ideal dari setiap kelas dengan jumlah titik sampel benar sejumlah 25 titik. Hasil uji akurasi keseluruhan didapatkan sebesar 83,33% dan koefisien kappa didapatkan sebesar 74,83% yang tergolong kategori baik dan diterima. Peralihan fungsi lahan sawah menjadi lahan pembibitan tanaman di Desa Kebonrejo dikarenakan sentral produksi pembibitan tanaman. Dimana petani di Desa Kebonrejo lebih memilih usaha pembibitan tanaman yang lebih menguntungkan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pemantauan dan penentuan kawasan vegetasi sangat rapat untuk kawasan hijau dan konservasi dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Desa Kebonrejo.Abstract:  Vegetation is a collection of various plants both homogeneous and heterogeneous. Vegetation is an important part of the ecosystem for humans. Vegetation identification is important in seeing the spatial distribution of vegetation. Land use change in Kebonrejo Village from agricultural land to plant nurseries is quite intensive. The objectives of this study are (1) to determine the interpretation of vegetation density in Kebonrejo Village, Salaman Subdistrict, Magelang Regency using Sentinel 2 MSI Level 2A Image using the MSARVI Algorithm using Google Earth Engine paltform, (2) to determine how the results of the accuracy level test between the Sentinel 2 MSI Level 2A Image interpretation and the results of the field survey. The research results obtained 4 MSARVI vegetation density classifications in Kebonrejo Village, namely low density (0-30), medium density (31-50%), dense density (51-60%), and very dense density (61-100%). The sample points used were 30 points that were representative and ideal for each class with 25 correct sample points. The overall accuracy test results were obtained at 83.33% and the kappa coefficient was obtained at 74.83% which is classified as a good and acceptable category. The conversion of paddy fields into plant nurseries in Kebonrejo Village is due to the central production of plant nurseries. Farmers in Kebonrejo Village prefer the more profitable plant nursery business. The results of this study can be used as monitoring and determination of very dense vegetation areas for green areas and conservation in sustainable environmental management in Kebonrejo Village.
MENELAAH PERSEPSI GURU GEOGRAFI TERHADAP PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING DALAM KURIKULUM MERDEKA (MGMP KEDIRI, TULUNGAGUNG) Rianti, Nurul Safia; Utaya, Sugeng; Purwanto, Purwanto; Mutia, Tuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.19952

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru Geografi terhadap penerapan project based learning dalam kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Sumber data diperoleh dari MGMP Kabupaten Tulungagung, dan Kediri. Data penelitian diperoleh melalui hasil wawancara dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan 88% guru telah mengikuti pelatihan terkait pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka, 88% guru telah mengimplementasikan project based learning di kelas. 96% hasil wawancara menunjukkan bahwa project based learning dibutuhkan dalam Kurikulum Merdeka terkhusus mata Pelajaran geografi. Guru Geografi memiliki perspektif bahwa project based learning dapat meningkatkan keaktifan siswa, sebagai ruang kolaborasi dan melatih siswa untuk lebih kreatif dan inovatif. Project based learning yang diintegrasikan pada Pembelajaran Geografi melatih siswa untuk menganalisis kemampuan spasial, dan sikap peduli terhadap lingkungan, meskipun dalam pengaplikasiannya guru memperoleh hambatan yaitu kesesuaian antara materi dan alokasi waktu yang cukup lama.Abstract:  This research aims to determine geography teachers' perceptions of the implementation of project-based learning in the independent curriculum. The research method used was descriptive-qualitative with semi-structured interviews. Data sources were obtained from MGMP Tulungagung Regency and Kediri. Research data was obtained through interviews and analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and data verification or conclusions. The research results show that 88% of teachers have participated in training related to project-based learning in the Independent Curriculum, and 88% of teachers have implemented project-based learning in the classroom. 96% of interview results show that project-based learning is needed in the Independent Curriculum, especially in geography subjects. Geography teachers have the perspective that project-based learning can increase student activity, create a space for collaboration, and train students to be more creative and innovative. Project-based learning, which is integrated into geography learning, trains students to analyze spatial abilities and care for the environment, although in its application, the teacher encounters obstacles, namely the suitability of the material and the allocation of quite a long time.
ANALISIS PERSEPSI DAN STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KOTA GORONTALO Abdul, Fitrah Frizkila; Maryati, Sri; Koem, Syahrizal
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.17652

Abstract

Abstrak: Kota Gorontalo sebagai Ibukota Provinsi Gorontalo termasuk dalam wilayah yang sering dilanda banjir. Secara hidrologis, Kota Gorontalo dilintasi oleh tiga sungai besar yaitu Sungai Bone, Sungai Bulango, dan Sungai Tamalate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan strategi adaptasi masyarakat terhadap bencana banjir di Kota Gorontalo. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah survey yang menggunakan kuisioner untuk pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menerapkan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar masyarakat sudah memahami penyebab banjir, namun terdapat 36% masyarakat yang kurang paham dan tidak paham penyebab banjir, dan 94% masyarakat mengetahui akan berulangnya banjir. Dampak banjir yang dialami masyarakat meliputi kerusakan bangunan, gangguan kesehatan masyarakat, hilangnya penghasilan, dan hilangnya ternak. Upaya yang dilakukan masyarakat meliputi upaya fisik dan non fisik. Upaya masyarakat di lokasi penelitian dalam menghadapi bencana banjir meliputi tidak membuang sampah sembarangan, menanam dan memelihara pohon, membersihkan saluran air, dan tidak menebang pohon di hutan. Upaya yang dilakukan masyarakat untuk menghadapi banjir terbentuk dari persepsi untuk bertahan di lokasi rawan bencana banjir dan merupakan bentuk adaptasi masyarakat dalam menghadapi bencana banjir yang sering terjadi untuk mengurangi dampak banjir yang merugikan.Abstract:  Gorontalo City as the capital city of Gorontalo Province is one of the frequently flooded areas. Hydrologically, Gorontalo City is crossed by three major rivers, namely Bone River, Bulango River, and Tamalate River. This research aims to analyze the community's perceptions and adaptation strategies for the flood disaster in Gorontalo City. The method applied in this research is a survey which uses questionnaires to collect data. Data analysis used in this research is quantitative descriptive analysis method. The results showed that most people already understand the causes of flooding, but there are 36% of people who do not understand the causes of flooding, and 94% of people are aware of recurring floods. The impact of flooding experienced by the community includes building damage, public health problems, loss of income, and loss of livestock. Efforts made by the community include physical and non-physical efforts. Community efforts in the research location in dealing with flood disasters include not littering, planting and maintaining trees, cleaning waterways, and not cutting down trees in the forest. Efforts made by the community to deal with floods are formed from perceptions to survive in flood-prone locations and are a form of community adaptation in dealing with flood disasters that often occur to reduce the adverse effects of flooding.
KEBERAGAMAN JENIS VEGETASI PADA HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM DI DESA BATU LAYAR Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Muladi, Agum; Idhar, Idhar
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20923

Abstract

Abstrak: Kawasan hutan merupakan Kawasan penyangga dan menjadi pengontrol iklim mikro untuk Kawasan disekitarnya serta Kawasan potensial dalam menyimpan keberagaman jenis flora serta fauna. Inventarisasi keberagaman jenis vegetasi pada suatu kawasan bernilai penting sebagai upaya potensial terhadap peningkatan ekonomi serta keberlanjutan ekologis suatu kawasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberagaman jenis vegetasi yang dimiliki oleh KHDTK UMMAT. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode penentuan sampel yaitu purposive random sampling dengan menggunakan 27 plot yang terbagi menjadi 4 kategori pengukuran yaitu 20x20 meter (pohon), 10x10 meter (tiang), 5x5 meter (pancang), dan 2x2 meter (semai). Berdasarkan pengukuran yang dilakukan, didapatkan hasil penelitian bahwa terdapat 49 jenis vegetasi dengan 364 individu vegetasi di KHDTK Universitas Muhammadiyah Mataram serta 5 jenis vegetasi terbanyak yaitu mahoni (Switenia mahagoni), nangka (Artucarpus heterophyllus), sonokeling (Dalbergia latifolia), mangga (Mangifera indica) dan aren (Arenga pinnata). Keberagaman jenis vegetasi yang dimiliki di KHDTK Universitas Muhammadiyah Mataram memberikan potensi pengembangan baik dalam aspek keberlanjutan ekologis, peningkatan sosial budaya dan ekonomi masyarakat sekitar Kawasan serta mempromosikan keindahan estetika yang dimiliki pada suatu Kawasan yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar Kawasan KHDTK.Abstract:  Forest areas are buffer areas and control the microclimate for the surrounding areas as well as potential areas for storing diverse types of flora and fauna. An inventory of the diversity of vegetation types in an area is important as a potential effort to improve the economy and ecological sustainability of an area. The aim of this research is to identify the diversity of vegetation types owned by KHDTK UMMAT. This research is descriptive qualitative in nature with a sample determination method, namely purposive random sampling using 27 plots which are divided into 4 measurement categories, namely 20x20 meters (trees), 10x10 meters (poles), 5x5 meters (saplings), and 2x2 meters (seedlings). Based on the measurements carried out, the research results showed that there were 49 types of vegetation with 364 individual vegetation at the KHDTK Muhammadiyah University of Mataram and the 5 most abundant types of vegetation, namely mahogany (Switenia mahagoni), jackfruit (Artucarpus heterophyllus), rosewood (Dalbergia latifolia), mango (Mangifera indica ) and sugar palm (Arenga pinnata). The diversity of vegetation types at KHDTK Muhammadiyah University of Mataram provides development potential both in the aspects of ecological sustainability, improving the socio-cultural and economic conditions of the community around the area as well as promoting the aesthetic beauty of an area which has an impact on improving the economy of the community around the KHDTK area.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS MULTIKULTURAL DI SMA NEGERI 3 PALU Prasetyawati, Priyatna; Mutawakkil, Mutawakkil
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21593

Abstract

Abstrak: Pendidikan multikultural sangat penting diimplementasikan pada semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran sejarah. Tujuan penelitian yaitu (1) Mendeskripsikan pemahaman guru dan peserta didik mengenai multikulturalisme di SMA Negeri 3 Palu, (2) mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran sejarah dalam mengimplementasikan pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 Palu, (3) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 Palu. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan peserta didik memahami makna multikulturalisme sebagai pandangan dan sikap yang saling menghargai dan menghormati serta menerima perbedaan budaya. Proses pembelajaran sejarah telah dilaksanakan dengan mengimplementasikan pendidikan multicultural menggunakan strategi pembelajaran cooperative learning dengan metode small discussion dikaitkan dengan materi sejarah yang mengandung muktikultural. Pada saat proses pembelajaran, guru selalu memberikan contoh langsung untuk menerapkan sikap multikulturalisme pada peserta didik. Faktor pendukung antara lain wawasan guru yang baik terhadap multikulturalisme, pengelolaan kelas yang baik sesuai dengan strategi pembelajaran, lingkungan sekolah yang kondusif, serta mengacu pada kurikulum nasional. Faktor penghambat yaitu materi sejarah SMA masih kurang dikaitkan dengan multikultural, kurangnya sosialisasi pendidikan multikultural terkait penyusunan bahan ajar kepada guru, guru kesulitan memahami karakter peserta didik, kurangnya poster bertemakan multikultural, peserta didik belum memahami kata yang tidak baik diucapkan dalam pergaulan.Abstract:  Multicultural education is very important to implement in all subjects, including history subjects. The research objevtives are : (1) Describe the understanding of teachers and students regarding multiculturalism in SMA Negeri 3 Palu, (2) Describe the implementation of the history learning process in implementing multicultural education in SMA Negeri 3 Palu, (3) Describe the supporting and inhibiting factors in implementing multicultural education in SMA Negeri 3 Palu. Type of qualitative descriptive research. The results of the research show that teachers and students understand the meaning of multiculturalism as views and attitudes that respect each other and respect and accept cultural differens. The history learning process has been carried out by implementing multicultural education using cooperative learning strategies with the small discussion method linked to history subject matter which contains multiculture during the learning procces, teacher always provide direct examples to apply multiculturalism attitudes to students. Supporting factors include good teacher insight into multiculturalism, good classroom management in accordance with learning strategies, conducive school environment, and refers to the national curriculum. Inhibiting factors include a lack of high school history material that is related to multiculturalism, a lack of socialization of multicultural education related to the preparation of teaching materials for teachers, teachers having difficulty understanding the character and background of students, a lack of posters with multicultural themes, and some students not yet understanding bad words spoken in friendship.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI BERBANTU WAYANG KREATIF SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS SLB NEGERI REMBANG Wijayanto, Pradika Adi; Mulianingsih, Ferani; juhadi, Juhadi; Ni'maturrodhiyah, Ni'maturrodhiyah; Heristama, Andhika Rizqy; Fitri, Aulia Syafira; Winarni, Erin Dian
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20356

Abstract

Abstrak: Pembelajaran inklusif saat ini ditekankan guna mencapai tujuan pembelajaran serta pertumbuhan pribadi bagi siswa berkebutuhan khusus. Kemudian guna mencapai hal tersebut, strategi persiapan dan implementasi pembelajaran harus matang dengan mengintegrasikan nilai-nilai luhur dari pendidikan karakter dan profil pelajar Pancasila ke dalam materi pembelajaran, terutama terkait kearifan lokal. Media pembelajaran menjadi penunjang potensial dalam proses ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media video animasi berbantu wayang papercraft sebagai pembelajaran geografi berbasis kearifan lokal bagi siswa SLB Negeri Rembang. Metode penelitian menggunakan model Hannafin & Peck dengan purposive sampling pada siswa tunagrahita dan tunarungu yang mempelajari geografi kearifan lokal. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, angket validator, guru, dan siswa untuk menilai kelayakan dan kualitasnya, serta dokumentasi. Analisis data meliputi deskripsi kualitatif dengan reduksi, display data, kesimpulan, dan deskripsi persentase untuk data kuantitatif dari angket pada media video animasi. Hasil menunjukkan kualitas baik dari pengisian angket oleh validator pertama (100%), kedua (97,3%), guru (94,7%), serta respon mayoritas siswa yang menyatakan media tersebut menarik, praktis, dan memiliki kualitas baik dalam animasi, audio, dan tampilan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa kualitas media video animasi berbantuan wayang kreatif yang dikembangkan layak digunakan tanpa revisi.Abstract: Inclusive learning is currently emphasized to achieve learning goals and personal growth for students with special needs. To accomplish this, preparation and implementation strategies in education need to be mature by integrating noble values from character education and the Pancasila student profile into the learning materials, particularly related to local wisdom. Learning media serves as a potential support in this process. This research aims to develop animated video media assisted by wayang papercraft as geography learning based on local wisdom for students at the Rembang State Special Needs School. The research method utilizes the Hannafin & Peck model with purposive sampling of intellectually disabled and deaf students studying local wisdom in geography. Data collection techniques involve structured interviews, closed questionnaires filled out by validators, teachers, and students to assess feasibility and quality, along with documentation. Data analysis includes qualitative description, data reduction, data display, conclusions, and percentage descriptions for quantitative data from the questionnaires on the animated video media.Results indicate good quality based on questionnaire responses from the first validator (100%), second validator (97.3%), teachers (94.7%), and the majority of student responses stating the media is engaging, practical, and of good quality in terms of animation, audio, and visuals. Consequently, it is concluded that the quality of the creatively assisted wayang video animation media developed is suitable for use without revision.
PEMETAAN BAHAYA BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TERHADAP KESATUAN HIDROLOGIS GAMBUT (KHG) DI KABUPATEN KUBU RAYA Wijaya, Rahmad Agung; Akbar, Aji Ali; Romiyanto, romiyanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20988

Abstract

Abstrak: Kubu Raya termasuk Kabupaten yang sering dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan. Hal ini karena kondisi lahannya dominan tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran bahaya bencana kebakaran hutan dan lahan terhadap Kesatuan Hidrologis Gambut di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan yaitu skoring dan bobot pada setiap parameter. Hasil pengolahan data dari tiap parameter tersebut akan menghasilkan peta bahaya bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian bahaya kebakaran hutan dan lahan dikelompokkan menjadi kelas rendah, kelas sedang, dan kelas tinggi. Kelas rendah memiliki luas 48.470,51 Ha atau 5,64% dengan 11 titik panas, pada kelas sedang memiliki luas 449.032,24 Ha atau 52,25% dengan 372 titik panas, dan pada kelas tinggi memiliki luas 361.878,68 Ha atau 42,11% dengan 2.106 titik panas. Terdapat 4 kecamatan dengan kelas tinggi yaitu, Kecamatan Kuala Mandor B, Kecamatan Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Ambawang, dan Kecamatan Sungai Raya.Abstract:  Kubu Raya Regency is an area that is often hit by forest and land fires because the land is dominated by peat soil. This research aims to determine the distribution of the danger of forest and land fire disasters on the Peat Hydrological Unit in Kubu Raya Regency. The method used is scoring and weighting for each parameter. The results of data processing for each parameter will produce a disaster hazard map for forest and land fires in Kubu Raya Regency. The research results on the danger of forest and land fires are grouped into low class, medium class and high class. The low class has an area of 48,470.51 Ha or 5.64% with 11 hotspots, the medium class has an area of 449,032.24 Ha or 52.25% with 372 hotspots, and the high class has an area of 361,878.68 Ha or 42, 11% with 2,106 hotspots. There are 4 sub districts with high class, namely, Kuala Mandor B District, Rasau Jaya District, Sungai Ambawang District, and Sungai Raya District.
MODEL EARTHCOMM BERBANTUAN GOOGLE EARTH PRO: PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL MENDALAM PADA MATERI PENELITIAN GEOGRAFI Memmase, Joice Zhenrike; Purwanto, Purwanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21845

Abstract

Abstrak: Keunggulan dalam model pembelajaran Earth System Science in The Community (Earthcomm) yaitu mampu mempersiapkan peserta didik dalam proses penyelidikan ke dalam menganalisis tentang fenomena. Kegiatan menganalisis pada saat melakukan penyelidikan dalam pembelajaran geografi, dibutuhkan kemampuan berpikir spasial yang baik. Namun, pengajaran geografi yang berpusat pada guru dan berfokus pada materi masih banyak diterapkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan membangun kapabilitas kemampuan berpikir spasial pada tingkat mendalam menggunakan model pembelajaran Earthcomm, sebagai subjek penelitian siswa IPS kelas X di SMAN 3 Malang dengan memanfaatkan media Google Earth Pro. Quasi Experiment menjadi jenis penelitian ini dengan Pretest and Posttest with Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan instrumen tes esai yang telah diverifikasi validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan indikator kemampuan berpikir spasial mendalam, pertanyaan-pertanyaan disusun secara terstruktur. Analisis data untuk Uji One Way Anova dengan bantuan Windows SPSS 25. Penelitian ini menghasilkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,025 < 0,05 dan dinyatakan bahwa model Earthcomm dengan media Google Earth Pro berpengaruh terhadap kemampuan berpikir spasial mendalam pada materi penelitian geografi. Adapun tahapan terpenting yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir spasial mendalam siswa menggunakan model pembelajaran Earthcomm yaitu pada tahapan pengumpulan dan analisis data. Sebab, model Earthcomm membutuhkan waktu yang banyak dalam pelaksanaannya.Abstract: Excellence in the Earth System Science in The Community (Earthcomm) learning model is able to prepare students in the process of investigation into analyzing phenomena. Analyzing activities when conducting investigations in geography learning, good spatial thinking skills are needed. However, geography teaching that is teacher centered and material-focused is still widely applied in Indonesia. This study aims to build spatial thinking capabilities at a deep level using the Earthcomm learning model, as a research subject for grade X social studies students at SMAN 3 Malang by utilizing Google Earth Pro media. Quasi Experiment becomes this type of research with Pretest and Posttest with Nonequivalent Control Group Design and uses essay test instruments that have been verified for validity and reliability. Based on indicators of deep spatial thinking skills, questions are arranged in a structured manner. Data analysis for One Way Anova Test with the help of Windows SPSS 25. This study produced a Sig (2-tailed) value of 0.025 < 0.05 and it was stated that the Earthcomm model with Google Earth Pro media affected the ability to think deeply spatial in geography research material. The most important stage that needs to be done to optimize students' deep spatial thinking skills using the Earthcomm learning model is at the stage of data collection and analysis. Because, the Earthcomm model requires a lot of time in its implementation.