cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
KERAGAMAN MANGROVE DAN ASOSIASI BIVALVIA DI LOKASI TITIAN MANGROVE DESA AIMOLI SEBAGAI INFORMASI KEPADA PENGUNJUNG WISATA UNTUK MENUNJANG NILAI EDUKASI TERHADAP KONSERVASI DAN EKOWISATA Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lamma Wabang; Efrin Antonia Dollu
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13485

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan menggambarkan, asosiasi keragaman mangrove dan populasi bivalvia di titian mangrove Desa Aimoli. Metode, yang digunakan, terbagi dalam dua bagian. Pertama, pengambilan data ekosistem mangrove, kedua, pengambilan data populasi bivalvia. Informasi, kondisi ekosistem mangrove digunakan analisis, Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menemukan, 7 spesies mangrove yaitu; Rhizopora apiculata, Aegialitis annulata, Rhizophora stylosa, Bruguera ghimnorrhiza, Osbornia octodonta, Aegiceras floridum, Sonneratia alba, dengan hasil perhitungan sebagai berikut, (a) Pada tingkat Pohon, jenis mangrove di dominasi oleh jenis Rhizophora stylosa, 18 pohon, dengan Kerapatan Relatif (KR) = 36.73%, Frekuensi Relatif (FR) = 28,57%, dan Dominansi Relatif (DR) = 39,67%, dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu, 104,98%; (b) indeks keanekaragaman (H’) seluruh jenis di peroleh 1,3805; (c) indeks keanekaragaman (H’) semai, dari seluruh jenis, 1,3454. Keanekaragaman spesies mangrove di lokasi wisata titian mangrove Desa Aimoli kategori sedang, Rata-rata volume pohon ± 72m3/ha. Ketersediaan bivalvia dengan rata-rata individu 139,6/m2, berbanding positif terhadap, interval volume pohon 65-80m3/ha, dimana menunjukkan kesuburan individu tumbuhan dalam suatu komunitas sedang dengan kategori baik, hal ini nyata, dampak yang signifikan adanya kontribusi bivalvia terhadap kesuburan lingkungan mangrove.Kata Kunci: Titian Wisata; Mangrove; Desa Aimoli.Abstract: This study aims to describe the association of mangrove diversity and bivalve populations in the mangrove walkway of Aimoli Village. The method, used, is divided into two parts. First, mangrove ecosystem data collection, second, bivalve population data collection. Information on the condition of the mangrove ecosystem was used to analyze the Index of Important Value (INP). The results found, 7 mangrove species namely; Rhizopora apiculata, Aegialitis annulata, Rhizophora stylosa, Bruguera ghimnorrhiza, Osbornia octodonta, Aegiceras floridum, Sonneratia alba, with the following calculation results, (a) At the tree level, mangrove species are dominated by Rhizophora stylosa, 18 trees, with Relative Density (KR) = 36. 73%, Relative Frequency (FR) = 28.57%, and Relative Dominance (DR) = 39.67%, with the highest Index of Important Value (INP), namely, 104.98%; (b) diversity index (H') all species obtained 1.3805; (c) diversity index (H') seedlings, of all species, 1.3454. The diversity of mangrove species at the Aimoli Village mangrove walkway tourism site is moderate, the average tree volume is ± 72m3/ha. The availability of bivalves with an average of 139.6 individuals/m2, positively proportional to, tree volume interval 65-80m3/ha, which indicates the fertility of individual plants in a moderate community with a good category, this is real, a significant impact of the contribution of bivalves to the fertility of the mangrove environment.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN SARANA KESEHATAN TAHUN (2022-2042) DI KECAMATAN PAMPANGAN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Zaenudin Ali; Muh Alfiansyah; Fajar Adjamain; Iwan Alim Saputra
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13396

Abstract

Abstrak: Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi agar dapat hidup layak dan produktif. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan ketersediaan dan penempatan fasilitas kesehatan di Kecamatan Pampangan saat ini belum optimal. Pelayanan kesehatan seperti apotek, praktek dokter, dan puskesmas masih kurang baik dan cenderung terpusat di sekitar pusat pemerintahan. hal ini menyulitkan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan eksisting dan kebutuhan fasilitas kesehatan selama 20 Tahun mendatang di Kecamatan Pampangan. metode penelitian yang digunakan yaitu analisis proyeksi dengan menggunakan rumus geometrik dan analisis spasial dengan menggunakan software SIG (Sistem Infomasi Geogarfi). Hasil penelitian dapat mengetahui sebaran eksisting ketersedian dan kebutuhan  sarana kesehatan dikecamatan pampangan untuk 20 tahun mendatang, hasil eksisting terdapat 28 unit gedung fasilitas kesehatan diantaranya, Puskesmas /Puskesdes 17 unit, Praktik Dokter 1 Unit, Praktik Bidan 1 Unit, Posyandu 5 unit dan fasilitas kesehatan lain 4 Unit gedung. Hasil proyeksi menunjukan bahwa kecamatan pampangan untuk 20 tahun mendatang membutuhkan penambahan unit faslitas sarana kesehatan diantaranya Posyandu sebanyak  6 unit, kebutuhan lahan  360 m2, Klinik tidak ada penambahan (telah mencukupi), Praktek Dokter sebanyak  2 unit, kebutuhan lahan 600m, Praktek Bidan tidak ada penambahan (telah mencukupi) dan Puskesmas/Poskesdes tidak ada penambahan (telah mencukupi).Abstract: Health is a basic human need that must be met in order to live a decent and productive life. Based on the results of observations in the field, the availability and placement of health facilities in Pampangan District is currently not optimal. Health services such as pharmacies, doctors' practices and puskesmas are still not good enough and tend to be concentrated around the center of government. This makes it difficult for people living in rural areas. The research objective was to determine the existing availability and needs of health facilities for the next 20 years in Pampangan District. The research method used is projection analysis using geometric formulas and spatial analysis using GIS (Geographic Information System) software. The results of the study were able to find out the existing distribution of the availability and needs of health facilities in the Pampangan sub-district for the next 20 years. another 4 building units. The projection results show that the Pampangan sub-district for the next 20 years requires additional health facilities including 6 units of Posyandu, 360 m2 of land required, no additional clinics (sufficient), 2 units of Doctor's Practice, 600 m2 of land required, No midwife's practice there are additions (sufficient) and there are no additional Puskesmas/Poskesdes (sufficient).
KERENTANAN GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN ANALISIS DATA SPASIAL DI DAERAH KARANGJAMBU, PURBALINGGA Januar Aziz Zaenurrohman; Indra Permanajati; Panggah Bagaskara Nuraga; Rachmad Setijadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.14380

Abstract

Abstrak: Gerakan tanah (longsor) fenomena alam yang sering menimbulkan bencana dan kerugian besar baik dari segi harta benda, sarana dan prasarana, maupun nyawa manusia. Perhatian khusus diberikan pada zona bahaya longsor karena terkait dengan keselamatan masyarakat yang tinggal di sana, terutama dengan keadaan lingkungan alam di Indonesia, dimana faktor penyebab lingkungan geologi yang kompleks, topografi dan iklim sangat dominan. Beberapa wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Purbalingga rawan longsor. Peta kerentanan longsor yang ada saat ini memiliki   skala   yang   besar   dan cakupan   wilayah   Kabupaten.   Penelitian   ini bertujuan untuk menentukan bobot parameter yang berpengaruh terhadap gerakan tanah serta memetakan zonasi kerentanan gerakan tanah pada lingkup kecamatan dengan skala yang lebih detail. Hasil dari peta zona kerentanan longsor skala kecamatan dapat menjadi acuan yang lebih aplikatif bagi pemerintah setempat untuk diterapkan sebagai panduan serta acuan dalam mengambil kebijkan tentang pemanfaatan lingkungan serta sebagai dasar mitigasi prabencana. Metode yang dilakukan adalah analisis data spasial dengan parameter kemiringan lereng, curah hujan, jenis batuan, tata guna lahan, struktur geologi, dan kerapatan sungai. Zonasi kerentanan gerakan tanah pada Kecamatan Karangjambu dibagi 3 (tiga), yaitu: zona kerentanan rendah dengan luas sekitar 20%, zona kerentanan menengah dengan luas sekitar 45%, dan zona kerentanan tinggi dengan luas sekitar 35%.Abstract:  Landslides are natural phenomena that often cause disasters and great losses in terms of property, facilities, and infrastructure, as well as human lives. Special attention is given to the landslide hazard zone because it is related to the safety of the people who live there, especially with the state of the natural environment in Indonesia, where the factors causing complex geological environments, topography, and climate are very dominant. Several areas of Indonesia, including the Purbalingga Regency, are prone to landslides. The current landslide susceptibility map has a large scale and covers the Regency area. This study aims to determine the weight of the parameters that affect ground motion and to map the zoning of ground movement vulnerability in the sub-district scope with a more detailed scale. The results of the sub-district scale landslide vulnerability zone map can be a more applicable reference for the local government to be applied as a guide and reference in taking policies on environmental utilization and as a basis for pre-disaster mitigation. The method used is spatial data analysis with parameters of rock type, geological structure, slope, rainfall, land use, and river density. Zoning landslide vulnerability in Karangjambu District is divided into 3 (three), namely: low landslide vulnerability zone with an area of about 20%, medium landslide vulnerability zone with an area of about 45%, and high landslide vulnerability zone with an area of about 35%.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Muhammad Darif; Uyu Wahyudin; Yuyu Yuhana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12485

Abstract

Abstrak: Penelitian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang strategi yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SDN Pengampelan, Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, kepala sekolah SDN Pengampelan menjadi informan kuncinya. Kemudian teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Tahapan pada penelitian ini yaitu pemilihan data, pengkajian, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi yang digunakan oleh kepala Sekolah ialah dengan beberapa strategi yakni pada guru, dengan meningkatkan kualitas guru, meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa. Sedangkan pada pelaksanaanya yakni melibatkan guru pada kegiatan pelatihan serta seminar, melakukan kegiatan bimbingan belajar (bimbel) di sekolah, remedial khusus dan kegiatan ekstrakurikuler berupa ekstrakulikuler olah raga dan seni, serta memberikan jam belajar tambahan kepada siswa yang memiliki nilai kurang baik. Sedangkan dalam peningkatan sarana prasarana kepala sekolah membuat perencanaan sarana yang dibutuhkan, pengadaan dan pemeliharaaan sarana prasarana melalui dana BOS. Abstract:  The aim of this research is to describe the strategy used by school principals to improve the quality of education at Pengampelan Elementary School, Banten Province. This study uses a descriptive qualitative, and the principal of SDN Pengampelan acts as the key informant. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The stages of the research include data selection, data analysis data verification and conclusion drawing. . Based on the reseach findings, it is know that the principal uses several strategies to improve the quality of the education, including improving the quality of teachers, enhacing students’ academic and non-academic achievements. In implementation, the principal involves teacher in the training and seminar activities, provides tutoring at school, special remedial and extracurricular activities in the form of extracurriculars sports and arts as well as providing additional study hours to students who have poor grades. Meanwhile, in improving infrastructure facilities, the school principal plans the required facilities, procures and maintains infrastructure through BOS funds.
NILAI EKONOMI LINGKUNGAN HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR BAGIAN SELATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.14567

Abstract

Abstrak: Hutan mangrove memiliki peran dan fungsi yang berbeda, baik secara ekologis, ekonomi maupun social budaya. Di wilayah pesisir bagian Selatan Kabupaten LombokTimur, fungsi dan peran hutan mangrove sangat menguntungkan secara ekonomi maupun ekologi, akan tetapi nilainya belum diukur secara terus menerus.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penghitungan  terhadap nilai ekonomi lingkungan hutan mangrove di wilayah pesisir Bagian Selatan Kabupaten Lombok Timur. Penilaian didasarkan pada prinsip nilai ekonomi lingkungan, yaitu hasil penjumlahan dari nilai manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung, nilai pilihan pada kepentingan terhadap konservasi dan pemanfaatan dimasa depan, nilai keberadaan pada kelangsungan habitat, dan nilai warisan. Berdasarkan hasil penghitungan menunjukkan bahwa besarnya nilai ekonomi lingkungan hutan mangrove di wilayah pesisir bagian Selatan Kabupaten Lombok Timur ± Rp 130.760.357/ha/th. Hasil tersebut diperoleh dari penjumlahan nilai manfaat langsung hutan mangrove yang dihasilkan di daerah ini ± Rp 88.162.750/ha/th, nilai manfaat tidak langsung hutan mangrove ± 42.597.267 /ha/th, nilai pilihan hutan mangrove untuk konservasi ± Rp 60.000 /ha/th, nilai hutan mangrove untuk keberadaan habitat ± Rp 180.000 /ha/th, dan nilai hutan mangrove untuk warisan ± Rp  100.000 /ha/th Abstract:.Mangroves forest have different roles and functions, both ecological economical and socio-cultural. In the coastal area of the southern part of East Lombok Regency, the function and role of mangroves forest is very beneficial economically and ecologically, but its value has not yet been measured continue. The purpose of this study was to calculation the environmental economic value of the mangrove forest in the southern coastal area of East Lombok Regency. The assessment is based on the principle of environmental economic value, namely the sum of the direct benefit value,indirect benefit value, option value in terms of interest in conservation and future use, existence value in habitat continuity, and inheritance value. Based on the calculation results show that the magnitude of the environmental economic value of the mangrove forest in the southern coastal area of East Lombok Regency ±IDR 131,991,591/ha/year.These results are obtained from the sum of the direct use values of the mangroves forest produced in this area ± IDR 88,162,750/ha/year, the indirect use values of mangroves forest ± 42,597,267/ha/year, option value of mangroves forest for conservation ± IDR 89,954.1/ha/year, the value of mangroves forest for the presence habitat ± IDR 74,952.75/ha/year, and the value of mangroves forest for inheritance ± IDR 1,066,667/ha/year
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KAHOOT DAN GOOGLE EARTH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA Muhammad Aliman; Dahri Hi Halek; Silvia Marni; Mike Mike; Siti Florensia
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13805

Abstract

Abstrak: Aktivitas belajar, hasil belajar dan kemampuan berpikir spasial masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran geografi. Guru memerlukan upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas geografi melalui tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi model PBL berbantuan Kahoot dan Google earth untuk meningkatkan aktivitas belajar, kemampuan berpikir spasial, dan hasil belajar geografi siswa kelas XII MIA 5 SMAN 15 Padang. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, tes kemampuan berpikir spasial, dan observasi. Data primer dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa; model PBL berbantuan aplikasi kahoot dan google earth mampu meningkatkan aktivitas belajar geografi, model PBL berbantuan kahoot dan google earth mampu meningkatkan kemampuan berpikir spasial, model PBL berbantuan kahoot dan google earth mampu meningkatkan hasil belajar geografi. Peran serta yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar dan berpikir spasial dijelaskan dalam hasil penelitian ini.   Abstract:  Learning activities, learning outcomes and spatial thinking skills are still a problem in learning geography. Teachers need efforts to improve the quality of learning in geography classes through classroom action. This study aims to determine the implementation of the Kahoot-assisted PBL model and Google Earth to improve learning activities, spatial thinking abilities, and geography learning outcomes for class XII MIA 5 SMAN 15 Padang. Data were collected using learning achievement tests, spatial thinking skills tests, and observation. Primary data were analyzed by descriptive quantitative and qualitative. The research results prove that; PBL models assisted by kahoot and google earth applications are able to increase geography learning activities, PBL models assisted by kahoot and google earth are able to improve spatial thinking skills, PBL models assisted by kahoot and google earth are able to improve geography learning outcomes. Participation is done to increase learning activity, learning outcomes and spatial thinking are explained in the results of this study.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR (SD) Depri Saputri; Destiniar Destiniar; Murjainah Murjainah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12040

Abstract

Abstrak: Kurangnya media pembelajaran yang berupa media digital agar dalam melakukan pembelajaran siswa tidak merasa bosan dengan variasi yang dipakai. Oleh karena itu, Kesulitan yang sering muncul yaitu kesulitan dalam pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan. Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan modul digital berbasis multimedia dengan bantuan aplikasi Flipbook untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar yang valid dan praktis serta bagaimana efek potensial penggunaan modul digital IPS SD kelas IV terhadap hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan pengembangan modul digital berbasis multimedia dengan bantuan aplikasi Flipbook untuk siswa kelas IV SD yang valid dan praktis.Untuk mengetahui efek potensial penggunaan modul digital IPS SD kelas IV terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Reseach and Development (R&D) dengan model pengembangan Alessi & Trollip dengan teknik pengumpulan data kuesioner, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan modul digital berbasis multimedia flipbook  pelajaran IPS materi daerah tempat tinggal pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Serapek, yang dikembangkan berdasarkan model pengembangan Alessi & Trolip dinyatakan : Valid,  berdasarkan hasil penilaian kevalidan menurut ahli materi sebesar skor rata-rata sebesar 3,6  persentase 70%, ahli media sebesar skor rata-rata sebesar 4,7  persentase 94,7% dan ahli bahasa sebesar mendapatkan skor rata-rata sebesar 3,6 persentase 73,8%. Berdasarkan hasil penilaian kepraktisan menurut angket siswa mendapatkan skor rata-rata 4,8 dengan persentase 96,6%.  Efektif berdasarkan hasil penilaian keefektivan menurut evaluasi siswa didapatkan total skor rata-rata 4,96 dengan persentase 91,25%.Abstract:  The lack of learning media in the form of digital media so that in doing learning students do not feel bored with the variations used. Therefore, the difficulty that often arises is the difficulty in students' understanding of the material being taught. Based on this, the problem in this research is how to develop a digital module based on multimedia with the help of the Flipbook application for grade IV elementary school students that is valid and practical and how the potential effects of using digital social studies modules for grade IV elementary school students on student learning outcomes. The purpose of this research is to develop a digital module based on multimedia with the help of the Flipbook application for grade IV elementary school students that is valid and practical. The type of research used in this study is the Research and Development (R&D) method with the Alessi & Trollip development model with questionnaires, tests, and documentation data collection techniques. The results of this study indicate that the development of a digital module based on a multimedia flipbook for social studies lessons in the area of residence in fourth grade students of SD Negeri 1 Serapek, which was developed based on the Alessi & Trolip development model is stated: Valid, based on the results of the validity assessment according to material experts with an average score by 3.6 percentage 70%, media experts with an average score of 4.7 percentages 94.7% and linguists by getting an average score of 3.6 percentages 73.8%. Practical based on the results of the practicality assessment according to the questionnaire, students get an average score of 4.8 with a percentage of 96.6%. Effective based on the results of the effectiveness assessment according to student evaluations, it was obtained an average total score of 4.96 with a percentage of 91.25%.
POLA PERJALANAN WISATAWAN DI KEPULAUAN SPERMONDE Matius Tinna Sarira; Amirullah Amirullah; Muhammad Rusdi; Agus Sugiarto; Putri Tipa Anasi; La Ode Nursalam; Masri Ridwan; Andri Estining Sejati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.14083

Abstract

Abstrak: Aktivitas di pulau–pulau Spermonde Sulawesi Selatan belum atraktif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pola perjalanan yang dilakukan wisatawan di gugusan kepulauan Spermonde.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Sulawesi Selatan  dengan pertimbangan sebagai Provinsi yang memiliki gugusan pulau-pulau Spermonde. Teknik dalam menentukan informan penelitian yaitu purposive sampling untuk informan kunci dan accidental sampling untuk informan biasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data penelitian ini dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perjalanan yang dapat dilakukan oleh wisatawan pada gugusan Kepulauan Spermonde adalah single point, base site, stop over, dan chaining loop. Pariwisata gugusan Kepulauan Spermonde belum menggunakan pendekatan zona pola perjalanan. Rekomendasi penelitian dengan mengembangkan pola perjalanan berdasarkan zona dan mengidentifikasi pusat setiap zona sebagai pemantik wisata.Abstract: Activities on the Spermonde Islands in South Sulawesi have yet to be attractive. This research aims to identify the travel patterns made by tourists in the Spermonde archipelago. This type of research is descriptive qualitative. The research location is in South Sulawesi, considered a province with a cluster of Spermonde islands. The technique for determining research informants is purposive sampling for key informants and accidental sampling for ordinary informants. Data collection methods used in this study were interviews, observation, and documentation. This research data analysis technique with qualitative descriptive. The results showed that the travel patterns that tourists in the Spermonde Islands cluster can carry out are single point, base site, stopover, and chaining loop. The tourism of the Spermonde Islands group has yet to use the travel pattern zone approach. The research recommendation was to develop travel patterns based on zones and identify each zone's center as a tourism activator.
MODEL MANAJEMEN PENGELOLAAN KEBERSIHAN DI KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Haslita Rahmawati Hasan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12712

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengevaluasi model manajemen pengelolaan kebersihan yang ada di Kelurahan Talise. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif melalui informan pelaksana lapangan dan sasaran kebijakan walikota Kota Palu. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi lalu dilakukan display data serta  pengambilan kesimpulan kemudian verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan kebersihan di Kelurahan Talise belum maksimal karena kurangya armada pengangkut sampah sehingga dinilai belum maksimal dalam pelaksanaanya. Efektivitas serta efisiensi masih belum tercapai karena masih sangat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pada beberapa kelurahan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan masih sangat rendah bahkan beberapa oknum masyarakat masih membuang sampahnya diluar bak sampah. Saat ini pemerintah Kelurahan Talise sedang mengusahakan kembali armada tetapi terkendala oleh biaya anggaran sehingga belum dapat menemukan solusi untuk permasalahan ini.   Abstract: This study aims to determine and assess the management model of sanitation management in the Talise Village. This type of research is qualitative through informants implementing the field and the policy objectives of the Mayor of Palu City. The method of data collection consisted of observation, interviews and documentation, then displaying the data and drawing conclusions and then verifying it. The results of this study indicate that the management of cleanliness in the Talise Village has not been maximized due to the lack of a garbage collection fleet so that it is considered not optimal in its implementation. Effectiveness and efficiency have not been achieved because there is still a lack of public awareness in protecting the environment. In several sub-districts that have a high population density, awareness of maintaining environmental cleanliness is still very low, and even some unscrupulous people still throw their garbage outside the trash cans. Currently the Talise Sub-District government is in the process of restoring the fleet but is constrained by budgetary costs so it has not been able to find a solution to this problem.Keywords: Cleaning management model; Bureaucratic Management
MEDIA GOOGLE EARTH DENGAN PROBLEM BASED LEARNING BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN BEPIKIR SPASIAL SISWA SMA Tuti Mutia; Fatiya Rosyida; Putra Kurnia Alfyananda; Sahrina Alfi; Purnamasari Safriani Wulan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.16943

Abstract

Abstrak: Pembelajaran geografi menghasilkan siswa yang mampu berpikir spasial, sehingga dapat memahami lingkungan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media Google Earth dengan Problem Based Learning berpengaruh  terhadap kemampuan berpikir spasial siswa SMA. Jenis penelitian yaitu eksperimen semu dengan subjek penelitian siswa kelas XA dan XB SMA 1 Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan tes dengan instrumen berupa soal kemampuan berpikir spasial. Analisis data menggunakan uji T berbantuan SPSS 24. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media Google Earth dengan Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir spasial siswa. Permasalahan spasial yang disajikan dalam media menggambarkan fenomena secara nyata, sehingga siswa dapat memahami materi dengan baik. Media Google Earth dengan Problem Based Learning mengarahkan siswa untuk memecahkan permasalahan spasial dan melatih siswa kreatif menemukan solusi dari fenomena geosfer, sehingga kemampuan berpikir spasial meningkat. Abstract:  Geography learning produces students who are able to think spatially, so they can understand the environment well. This study aims to determine the Google Earth media with Problem Based Learning affects the spatial thinking ability of high school students. The type of research is a pseudo-experiment with research subjects of XA and XB high school students of SMA 1 Selong, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara. The data collection technique used tests with instruments in the form of spatial thinking skills questions. The results of this study concluded that the use of Google Earth media with Problem Based Learning had an effect on students' spatial thinking skills. Spatial problems presented in the media describe real phenomena, so students can understand the material well. Google Earth media with Problem Based Learning directs students to solve spatial problems and trains students to creatively find solutions to geospheric phenomena, so that spatial thinking skills increase.

Page 11 of 21 | Total Record : 202