cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN KEMISKINAN DI KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG Rian Trian Diana Mahar; Lili Somantri; Iwan Setiawan; Dede Sugandi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i2.9029

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah potensial kemiskinan dengan memanfaatkan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu interpretasi visual citra penginderaan jauh. Data penginderaan jauh yang digunakan, yaitu citra quickbird. Pengolahan dan analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan cara pengharkatan (scoring), pembobotan, dan overlay sehingga menghasilkan wilayah potensial miskin. Variabel untuk wilayah potensial miskin dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu, variabel bentuk bangunan, kepadatan bangunan, dan pola persebaran bangunan. Hasil penelitian diperoleh bahwa Penginderaan Jauh dan SIG mampu mengekstraksi variabel fisik yang mempengaruhi wilayah potensial berpenduduk miskin. Sebagian besar ukuran dan kepadatan bangunan permukiman yang ada di Kecamatan Ciparay termasuk kategori sedang, dan pola persebaran bangunan permukiman mengelompok. Wilayah potensial penduduk miskin di Kecamatan Ciparay dengan kategori tinggi berjumlah 4 desa, jumlah dengan kategori sedang ada 7 desa dan kategori rendah berjumlah 1 desa.Abstract: This research aims to mapping potential areas of poverty by utilizing Remote Sensing Data and Geographic Information Systems. The method used in this study, namely the visual interpretation of remote sensing images. Remote sensing data was used, namely quickbird images. Processing and analyzing data using a Geographic Information System (GIS) by means of scoring, weighting, and overlaying so as to produce areas of potential poverty. The results showed that Remote Sensing and GIS are able to extract physical variables that affect potential areas of the poor populations. Most of the size and density of residential buildings in the Ciparay District are in the medium category, and the pattern of distribution of residential buildings is clustered. The potential areas of the poor population in Ciparay District with a high category are 4 villages, the number in the medium category is 7 villages and the low category is 1 village. 
CONTROL OF POPULATION GROWTH RATE (Makassar City Government Strategy) Muhammad Nuryamin
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i2.10207

Abstract

Abstrak: Penelitian Strategi Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk di Kota Makassar bertujuan menentukan strategi dan faktor penunjang pelaksanaan pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar. Guna mengatasi permasalahan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program keluarga berencana, berdampak pengendalian laju pertumbuhan penduduk di kota makassar. Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan analisis SWOT (strength, opportunities, weakness, dan threats), mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memaksimalkan kekuatan  dan peluang  dan meminimalkan kelemahan dan ancaman secara sistematis untuk merumuskan strategi pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar. Hasil analisis SWOT melalui matrik IFAS dan EFAS diketahui titik koordinatnya (-0,115 : 0,085), berada pada Kuadran III (Around strategy) dimana peluang masih besar, tetapi terdapat kelemahan internal. Around strategy diterapkan guna meminimalkan kelemahan/ masalah internal, agar dapat merebut peluang yang baik. penelitian menunjukkan dalam pelaksanaan pengendalian laju pertumbuhan penduduk di kota Makassar, memiliki faktor peluang dan kelemahan lebih tinggi daripada faktor kekuatan dan ancaman, Berdasar hasil ini strategi pengendalian laju pertumbuhan penduduk memanfaatkan faktor peluang untuk menekan kelemahan. Perlunya Melakukan peningkatan kemampuan aparatur KIE dan Advokasi untuk mempermudah msyarakat mengakses informasi mengenai keluarga berencana. Abstract:  The objective of the research on the Population Growth Rate Control Strategy in Makassar City is to identify strategies and factors that support the implementation of population growth rate control in Makassar City. It has an impact on controlling the population growth rate in the city of Makassar to overcome the problems and obstacles that arise in the implementation of the family planning program. The research method employs a qualitative, descriptive research design. Data collection techniques are interviews, observations, and questionnaires. The data analysis using SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) identifies various factors that can systematically maximize strengths and opportunities while minimizing weaknesses and threats to formulate strategies to control population growth rates in Makassar City. The results of the SWOT analysis through the IFAS and EFAS matrices are known to have the coordinates (-0.115: 0.085) located in Quadrant III (Around strategy), where the opportunity is still substantial, but internal weaknesses exist. In order to capitalize on advantageous opportunities, an around strategy is utilized to minimize internal weaknesses/problems. In controlling the population growth rate in Makassar, the research indicates that the opportunity and weakness factors outweigh the strength and threat factors. IEC and advocacy apparatus need to increase the capacity to facilitate public access to family planning information.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT HUNTAP (HUNIAN TETAP) TONDO PASCA RELOKASI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU 2018 Haslita Rahmawati Hasan; Nurin Rochayati; Riska R; Muhamad Mukhlis Sudrajad; Moh. Rezky Rajab Anugrah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i2.10883

Abstract

Abstrak: Bencana alam merupakan faktor yang dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia. Saat terjadinya bencana alam pasti akan membawa efek trauma dan merusak fasilitas yaitu rumah masyarakat yang terdampak bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi masyarakat pasca relokasi bencana gempa bumi dan tsunami palu tahun 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrument pertanyaan kepada masyarakat yang berada dan menetap di hunian tetap Tondo. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan sosial dan ekonomi masyarakat pasca relokasi bencana gempa bumi dan mulai berbenah serta mulai menghilangkan rasa trauma dari efek bencana alam pada tahun 2018 lalu. Masyarakat mulai bisa beradaptasi dengan kondisi sosial yang baru dengan hidup berdampingan yang sebelumnya mereka hidup di hunian sementara yang kemudian berpindah di hunian tetap Tondo. Perubahan kondisi pasca relokasi ke hunian tetap, membawa perubahan sosial ekonomi. Peningkatan itu melihat dari interaksi masyarakat sekitar dan dalam pengembangan wilayah baru tersebut. Selain itu juga, beberapa masyarakat membuka usaha baru dalam penyediaan barang dan jasa agar bisa mempermudah pada kehidupan masyarakat hunian tetap Tondo. Abstract: Natural disasters are factors that can have a negative impact on human life. When a natural disaster occurs, it will definitely bring trauma and damage facilities, namely the homes of people affected by natural disasters such as earthquakes, tsunamis, floods and others. The purpose of this study was to determine the socio-economic level of the community after the relocation of the Palu earthquake and tsunami disaster in 2018. The method used in this study was descriptive qualitative with a question instrument for the people who live and live in the permanent residences of Tondo. The results of the study showed that there were social and economic changes in the community after the earthquake disaster relocation and began to clean up and began to relieve the trauma from the effects of natural disasters in 2018. People began to be able to adapt to new social conditions by living side by side, where they previously lived in temporary housing which then moved to the permanent residence of Tondo. Changes in conditions after relocation to permanent housing, brought socio-economic changes. The increase is seen from the interaction of the surrounding community and in the development of the new area. In addition, several communities have opened new businesses in the provision of goods and services in order to make life easier for the people of Tondo's permanent residences. 
THE IMPLEMENTATION OF SPELLING BEE TO ENRICH THE GEOGRAPHY STUDENTS ENGLISH VOCABULARY Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah; Ilham Ilham; Muhammad Hudri; Ahmad Afandi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i2.9567

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dengan penerapan permainan spelling bee berpengaruh untuk memperkaya kosakata bahasa Inggris mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain metode mixed yang melibatkan pengujian apakah permainan khususnya spelling bee memberi mereka motivasi untuk memperoleh pengetahuan kosa kata. Sampel penelitian adalah 25 siswa dengan prosedur purposive sampling. Temuan ini mengungkapkan bahwa penggunaan permainan spelling bee berpengaruh dan memperkaya kosakata bahasa Inggris mahasiswa. Dengan menggunakannya permainan ini dapat membuat pembelajaran mahasiswa menjadi menyenangkan dan dapat dimengerti. Namun, hal itu menunjukkan sedikit saja namun ada perbedaan dalam nilai rata-rata oral dan post-test. Pada siklus 1 rata-rata tingkat kelompok siswa adalah 19 dengan 40% kategori cukup dengan skor 10-15 dan 60% baik dengan skor 20-25, dan pada siklus 2 rata-rata pengetahuan kosakata siswa kelompok adalah 23 dengan tingkat kategori baik atau 100% dari 5 kelompok yang terlibat dalam penelitian ini dengan skor 20-25. Oleh karena itu dapat disarankan agar para dosen khususnya dosen pengampu mata kuliah bahasa Inggris menggunakan media yang menarik, tetapi juga menggunakan metode yang menarik untuk meningkatkan pengetahuan kosakata mahasiswa terutama menggunakan permainan seperti permainan spelling bee. Abstract:  The research purposed of study at investigating by implementation of spelling bee game has effect to enrich the first semester students of Geography in english vocabulary. It has employed mixed method design involving test whether game especially spelling bee is giving them motivation to acquire vocabulary knowledge. The sample was 25 students by purposive sampling procedure. The finding revealed that spelling bee game employing has effect and enrich the students english vocabulary. By using it is frequently designed to make the students enjoyable and understandable. However, it showed that there is significant difference in mean score of oral and post-test. In cycle 1, the average level of students group is 19 with 40% is fairly category in 10-15 score and 60% is good with 20-25 score, and in cycle 2, the group students average of their vocabulary knowledge is 23 with the category level is good or 100 % from the 5 groups are involved in this research with 20-25 score. It is proposed that the teachers, especially, the English teachers should be use an interesting media, but also, the methods also to enhance the student vocabulary knowledge especially using the game like spelling bee game.
TINGKAT PEMAHAMAN PENAMBANG TENTANG NEGATIVE IMPACTS EKSPLOITASI GALIAN GOLONGAN C Siti Sanisah; Mas'ad Mas'ad; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i2.10374

Abstract

Abstrak:Penelitian naturalistik ini bertujuan untuk memahami tingkat pemahaman penambang tentang negative impacts eksploitasi galian Golongan C di Desa Karang Sidemen, mencakup pemahaman penambang tentang (1) galian golongan C; (2) aturan eksploitasi galian golongan C; (3) negative impacts galian golongan C bagi lingkungan sekitar dan (4) manfaat eksploitasi. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan pencatatan dokumen yang dianalisis secara melalui tahapan collecting data, display data dan verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman penambang terhadap konsep bahan galian Golongan C dan aturan pertambangan sangat rendah, tetapi tingkat pengetahuan penambang terhadap negative impacts eksploitasi galian Golongan C cukup baik. Hanya saja penambang mengabaikan hal tersebut karena aktivitas pertambangan dapat memberikan pendapatan memadai secara mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manfaat yang dapat diperoleh dari penambangan bersifat tangible benefit (diukur dengan materi) dan intangible benefit (capaian non-materi). Guna memaksimalkan aktivitas penambangan hendaknya dilakukan pengawasan dan pembinaan secara intens, menertibkan izin dan wilayah usaha pertambangan, melakukan pengelolaan dan pemanfaatan ruang secara optimal dan terencana serta melakukan reklamaasi lahan pascapenambangan. Abstract:  This naturalistic research aims to understand the level of understanding of miners about the negative impacts of exploitation of Group C excavation in Karang Sidemen Village, including miners' understanding of (1) group C excavation; (2) the rules for exploitation of class C excavation; (3) the negative impacts of class C excavation for the surrounding environment, and (4) the benefits of exploitation. The research data was obtained from observation, in-depth interviews and document recording which were analyzed through the stages of data collection, data display, and verification. The results showed that miners' understanding of the concept of Group C minerals and mining regulations was very low, but the level of miners' knowledge of the negative impacts of Group C excavation was quite good. It's just that miners do this because mining activities can provide adequate income to meet their daily needs. The benefits that can be obtained from mining, are tangible benefits (measured by material) and intangible benefits (non-material achievements). In order to maximize the activities carried out to carry out intensive supervision and guidance, regulate permits and mining business areas, carry out optimal and planned management and use of space, and carry out post-mining land reclamation.
IMPLEMENTASI DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN MODEL ASSURE PADA MATA KULIAH STUDI FENOMENA GEOSFER (SFG) 1 MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI BERBASIS ONLINE Pradika Adi Wijayanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12044

Abstract

Abstrak: Studi Fenomena Geosfer (SFG) atau kuliah kerja lapangan adalah mata kuliah jurusan geografi yang memadukan pembelajaran berbasis indoor dan outdoor study. Pandemi Corona menjadi tantangan dalam pelaksanaan perkuliahan sehingga diperlukan model desain sistem pembelajaran efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model sistem pembelajaran dan mengimplementasikan dengan prosedur enam langkah model ASSURE. Penelitian ini menggunakan purposive sample, diambil 1 rombel semester 2 mahasiswa program studi pendidikan geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang mata kuliah studi fenomena geosfer 1 tahun 2020/2021 sejumlah 41 orang. Teknik pengambilan data ini menggunakan angket tertutup dan Angket terbuka. Analisis data kuantitatif menggunakan rumus deskripsi persentase. Hasil penelitian menunjukkan pada ketercapaian tujuan pembelajaran, ketepatan penggunaan metode, media dan strategi pembelajaran, proses keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembelajaran menunjukkan dominasi pada persepsi setuju, begitu pula dalam hasil evaluasi dari hal tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam implementasinya efektif.Abstract : Geosphere Phenomenon Studies (SFG) or field work courses are geography majors that combine indoor and outdoor study-based learning. The Corona pandemic is a challenge in the implementation of lectures so that an effective and efficient learning system design model is needed. The purpose of this research is to develop a learning system model and implement the ASSURE model with a six-step procedure. This study used a purposive sample, taken 1 semester 2 group of students from the geography education study program, Faculty of Social Sciences, Semarang State University for the subject of study of geosphere phenomena 1 year 2020/2021, a total of 41 people. This data collection technique uses a closed questionnaire and an open questionnaire. Quantitative data analysis uses a percentage description formula. The results of the study show the achievement of learning objectives, the accuracy of using methods, media and learning strategies, the process of active involvement of students in learning shows dominance in perceptions of agreement, as well as in the evaluation results of this so that it can be concluded that the implementation is effective.
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA Syahrial Fahmi; Lili Somantri; Riki Ridwana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.13914

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran wilayah lahan kritis secara spasial, dan mengkaji parameter fisik yang mempengaruhi lahan kritis dengan memanfaatkan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Forest Canopy Density. Data penginderaan jauh yang digunakan, yaitu citra sentinel-2A. Pengolahan dan analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan cara pembobotan (scoring) dan overlay sehingga menghasilkan sebaran wilayah lahan kritis. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi parameter tutupan lahan (kerapatan tajuk), erosi, kemiringan lereng, dan manajemen lahan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh wilayah Kecamatan Belinyu didominasi klasifikasi lahan agak kritis dengan luas sebesar 26808.931 Ha. Adapun klasifikasi lahan kritis yang terdapat di Kecamatan Belinyu terdiri dari lahan yang terkategori tidak kritis seluas 3325.71 Ha, potensial kritis seluas 21945.27 Ha, agak kritis seluas 26808.931 Ha, klasifikasi lahan kritis seluas 1617.08 Ha, dan klasifikasi lahan sangat kritis seluas 30.22 Ha di Kecamatan Belinyu. Wilayah dengan tingkat lahan kritis dan sangat kritis paling tinggi berlokasi di Desa Riding Panjang dengan luas lahan kritis dan sangat kritis sebesar 561.78 Ha dan 20.29 Ha. Hasil analisis peta lahan kritis di Kecamatan Belinyu diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada berbagai pihak sebagai arah prioritas rehabilitasi lahan kritis.  Abstract: This study aims to map the spatial distribution of critical land areas and examine the physical parameters that affect critical land by utilizing Remote Sensing and Geographic Information Systems. The method used in this research is method Forest Canopy Density. The remote sensing data used is sentinel-2A imagery. Processing and analysis of data using Geographic Information System (GIS) by way of weighting(scoring) andoverlay thus producing a distribution of critical land areas. The parameters used in this study include land cover parameters (canopy density), erosion, slope, and land management. Based on the analysis results obtained, the Belinyu District area is dominated by the classification of rather critical land with an area of 26,808,931 Ha. The classification of critical land in Belinyu District consists of 3325.71 Ha of non-critical land, 21945.27 Ha of potential critical, 26808.931 Ha of moderately critical, 1617.08 Ha of critical land classification, and 30.22 Ha of very critical land classification in Belinyu District. Areas with the highest levels of critical and very critical land are located in Riding Panjang Village with critical and very critical land areas of 561.78 Ha and 20.29 Ha. The results of the analysis of critical land maps in Belinyu District are expected to provide recommendations to various parties as a priority direction for rehabilitation of critical lands. 
PERAN SERVANT LEADERSHIP TERHADAP KINERJA GURU (LITERATURE REVIEW) Lilik Nur Kholidah; Uyu Wahyudin Wahyudin; Yuyu Yuhana Yuhana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.12349

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh servant leadership terhadap kinerja guru. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda namun tetap memegang peranan penting dalam kepemimpinan. Pemimpin yang melayani merupakan pemimpin yang berintegritas, mampu mendelegasikan tugas untuk bawahannya dan efektif dijalankan jika pemimpin mampu mengambil keputusan yang tepat dalam segala kondisi dan situasi. Praktik kepemimpinan yang melayani (servant leadership) juga dapat dilaksanakan pada institusi pendidikan. Sekolah sebagai institusi pendidikan yang menjalankan proses pendidikan dan pembelajaran bagi peserta didik sangat ditentukan oleh praktik kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi literatur/ kepustakaan yaitu dengan cara menelaah beberapa jurnal nasional maupun internasional sehingga dalam memperoleh data melalui kajian teks kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi. Hasil telaah artikel ilmiah membuktikan bahwa servant leadership berpengaruh positif terhadap kinerja guru, namun demikian ada sebagian kecil hasil penelitian yang menunjukkan berpengaruh secara tidak langsung dan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja guru.Abstract:  The purpose of this research is to analyze the effect of servant leadership on teacher performance. Every leader has a different leadership style but still plays an important role in leadership. Leaders who serve are leaders with integrity, able to delegate tasks to their subordinates and carry them out effectively if leaders are able to make the right decisions in all conditions and situations. Servant leadership practices can also be implemented in educational institutions. Schools as educational institutions that carry out the education and learning process for students are largely determined by the leadership practices carried out by the school principal. The method used in this research is literature/library study by reviewing several national and international journals so that the data obtained through text review is then analyzed using content analysis techniques. The results of a review of scientific articles prove that servant leadership has a positive effect on teacher performance, however, there are a small number of research results which show an indirect effect and no positive effect on teacher performance.
KAJIAN STATUS KETERSEDIAAN PANGAN DAN AIR WILAYAH PESISIR KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Asih Oktapianti; Aji Ali Akbar; Muhammad Pramulya; Ibrahim Ibrahim
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.11839

Abstract

Abstrak: Sejak periode 2013-2015 produksi komoditas pertanian di pesisir Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Bengkayang mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan sawit dan permukiman. Terdapat dua kondisi alam yang membedakan wilayah Kabupaten Bengkayang, yaitu pesisir dan daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status daya dukung pertanian dan air di pesisir Kabupaten Bengkayang dengan membandingkan ketersediaan dan permintan akan lahan pertanian juga air berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 17 Tahun 2009. Hasil penelitian memperlihatkan ketersediaan lahan di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan lahan, berarti SL (ketersediaan lahan) < DL (kebutuhan lahan. Sehingga status daya dukung pertanian di kedua kecamatan mengalami defisit. Sedangkan Ketersediaan air di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan air. SA (kebutuhan air) > DA (ketersediaan air). Dengan demikian status daya dukung air di kedua kecamatan ini mengalami surplus. Untuk mengatasi penurunan daya dukung pertanian dapat dilakukan dengan intensifikasi lahan dan konservasi lahan. Untuk menjaga ketersedian air tetap surplus maka fungsi tutupan lahan tetap harus terjaga. Upaya yang dapat dulakukan saat musim kemarau dengan menampung air pada musim hujan.Abstract: Since the 2013-2015 period, the production of agricultural commodities on the coast of West Kalimantan, especially in Bengkayang Regency, has decreased due to the conversion of agricultural land to oil palm plantations and settlements. Two natural conditions distinguish the area of Bengkayang Regency, namely the coast and the mainland. The purpose of this study was to analyze the status of the carrying capacity of agriculture and water in the coastal area of Bengkayang Regency by comparing the availability and demand for agricultural land and water based on the Regulation of the State Minister for Environment Number 17 of 2009. The results showed that the availability of land in Sungai District Raya and Sungai Raya Islands is smaller than the need for land, meaning that SL (availability of land) < DL (need for land so that the status of the carrying capacity of agriculture in the two sub-districts is experiencing a deficit. Meanwhile, the availability of water in the sub-districts of Sungai Raya and Sungai Raya Islands is greater than the water demand SA (water demand) > DA (water availability). Thus the status of water carrying capacity in these two sub-districts is in surplus. Land intensification and land conservation can be done to overcome the decrease in agricultural carrying capacity. To maintain the water supply remains a surplus, the land cover function n still has to be awake. Efforts can be made during the dry season by storing water during the rainy season.
SOIL FERTILITY STATUS IN MANDALA COSTUMARY FOREST BASED ON TOPOGRAPHY LEVELS Tuti Mutia; Sumarmi Sumarmi; Ravines Rohit Prasad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i1.14160

Abstract

Abstract: The level of soil fertility based on nutrients is influenced by the topography of a region. The purpose of this study was to determine the status of soil fertility at a topography of 300-350 masl in the Mandala customary forest based on C, N, P and K content. , 320-330 masl, 330-340 masl and 340-350 masl. Soil analysis uses chemical laboratory tests to determine the content of C, N, P and K. Elements C, N, P and K are associated with soil fertility criteria. Then determining the status of soil fertility is done by looking for the scoring of the element criteria. The results showed that the status of soil fertility in the Mandala customary forest was very high. At 330-350 masl topography, soil fertility is classified as very high, while soil fertility is very high at 300-330 masl topography. The higher a place, the chemical properties of the soil will increase, so that soil fertility will increase. The altitude limit that affects soil fertility starts from 0 masl <-> 3000 masl. Soil fertility status can be used as a guide in making decisions in managing forests to maintain the availability of nutrients.Abstrak:Tingkat kesuburan tanah berdasarkan unsur hara dipengaruhi oleh topography suatu wialyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesuburan tanah pada topografi 300-350 mdpl di hutan adat Mandala berdasarkan kandungan C, N, P dan K. Sampel tanah diambil dari 5 titik topografi yang berbeda yaitu pada ketinggian 300-310 mdpl, 310-320 mdpl, 320-330 mdpl, 330-340 mdpl dan 340-350 mdpl. Analisis tanah menggunakan uji laboratorium kimia untuk mengetahui kandungan C, N, P dan K. Unsur C, N, P dan K dikaitkan dengan kriteria kesuburan tanah. Kemudian penentuan status kesuburan tanah dilakukan dengan mencari skoring dari kriteria elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah di hutan adat Mandala sangat tinggi. Pada topografi 330-350 mdpl, kesuburan tanah tergolong sangat tinggi, sedangkan kesuburan tanah sangat tinggi pada topografi 300-330 mdpl. Semakin tinggi suatu tempat maka sifat kimiawi tanah semakin meningkat, pada ketinggian sehingga kesuburan tanah semakin meningkat. Batas ketinggian yang mempengaruhi kesuburan tanah mulai dari 0mdpl<->3000mdpl. Status kesuburan tanah dapat dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan dalam mengelola hutan untuk menjaga ketersediaan unsur hara.

Page 10 of 21 | Total Record : 202