cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
English Interaction in EFL Context by Using The Virtual Platform at The Coastal Area School Haris Danial; Rahmatan Idul; Zulva Rosari Usman
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.512

Abstract

The main purpose of this research is oriented to the description of communication strategies or interactions that occur in learning English speaking skills through a virtual platform. Specifically, the objectives of this research can be: 1) Describe the teacher's communication strategy in learning English speaking skills through virtual platforms in coastal schools; 2) Describe the interaction of students in learning English speaking skills through a virtual platform. The subjects of this study were teachers and students in coastal schools, in this case SMA Negeri 1 Bone Pantai. The instruments used in this study were field observations and open interviews. The finding of this research oriented to teacher’s intercation at platform meeting by considering some emotional feature such approving feeling, encouraging, receiving students’ ideas, asking questions, lecturing, and confering direction. The students’ interaction to the teacher have been implemented by students’ questions and giving inititation. They shared each other the first before asking more to the teacher, and even for the teacher, they just asked difficult words or expression. Tujuan utama penelitian ini berorientasi pada gambaran strategi komunikasi atau interaksi yang terjadi dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris melalui platform virtual. Secara spesifik, tujuan penelitian ini dapat berupa: 1) Mendeskripsikan strategi komunikasi guru dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris melalui platform virtual di sekolah pesisir; 2) Mendeskripsikan interaksi siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris melalui platform virtual. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa di sekolah pesisir, dalam hal ini SMA Negeri 1 Bone Pantai. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan dan wawancara terbuka. Temuan penelitian ini berorientasi pada interaksi guru pada pertemuan platform dengan mempertimbangkan beberapa fitur emosional seperti menerima perasaan, memuji atau mendorong, menerima atau menggunakan ide siswa, mengajukan pertanyaan, ceramah, dan memberi arahan. Interaksi siswa dengan guru telah dilaksanakan dengan pertanyaan siswa dan pemberian inisiasi. Berkaitan dengan pelajaran bahasa Inggris, siswa berinteraksi dengan temannya dengan membicarakan kegiatan yang ditanyakan guru, mendiskusikan pertanyaan guru, dan menanyakan kata atau ungkapan yang sulit.
Pengaruh Parasocial Interaction pada Minat Pembelian Praditya Pratama
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.518

Abstract

Social media is currently a tool that can be used for marketing. Youtube is one of the social media based on UGC (User Generated Content) which allows direct interaction between users. Interaction between users directly raises an attachment between content creators and their audiences or can be called parasocial interaction. This study will examine how parasocial interactions can affect purchase intention. This research was conducted on Youtube users who subscribe to Arief Muhammad's Youtube channel, Moto Mobi, Fitra Eri and Ridwan Hanif, in addition they also already know the MS Glow brand. This study was analyzed using SEM PLS 3.0. The results of this study indicate that physical attractiveness, social attractiveness and nature have an effect on parasocial interactions, but this study shows that the parasocial interactions of the creator's content above do not directly affect the purchase intention of MS Glow body care products. Media sosial saat ini merupakan alat yang dapat digunakan untuk melakukan pemasaran. Youtube merupakan salah satu media sosial yang berbasis UGC (User Generated Content) yang membuat adanya interaksi antara pengguna dapat dilakukan secara langsung. Interaksi antarpengguna secara langsung memunculkan adanya keterikatan antara pembuat konten dan khalayaknya atau dapat disebut parasocial interaction. Penelitian ini akan meneliti bagaimana parasocial interaction dapat memengaruhi minat pembelian. Penelitian ini dilakukan pada pengguna Youtube yang berlangganan kanal Youtube Arief Muhammad, Moto Mobi, Fitra Eri, dan Ridwan Hanif. Selain itu, mereka juga sudah mengetahui merek MS Glow. Penelitian ini dianalisis menggunakan SEM PLS 3.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daya tarik secara fisik, daya tarik sosial, dan kesamaan sifat berpengaruh pada parasocial interaction. Namun, pada penelitian ini menunjukkan bahwa parasocial interaction konten kreator di atas tidak berpengaruh secara langsung kepada minat pembelian produk perawatan tubuh MS Glow.
Efektivitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Dasar di Kota Gorontalo Novianty Djafri
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v6i1.263

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dasar di Kota Gorontalo. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu survei dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 156 kepala sekolah dengan sampel 66 Kepala Sekolah Dasar di Kota Gorontalo, yang dianalisis melalui angket, sedangkan untuk menemukan data profil sekolah dilakukan melalui data observasi dan wawancara dengan menyajikan sumber data primer dan sekunder. Hasil temuan dalam penelitian yaitu hasil analisis efektivitas Kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori baik, dengan hasil 82,21%, dengan indikator; a) kepala sekolah sebagai edukator;b) kepala sekolah sebagai manajer; c) kepala sekolah sebagai administrator;d) kepala sekolah sebagai supervisor;e) kepala sekolah sebagai leader, danf) kepala sekolah sebagai inovator.
Manajemen Pendidikan: Desentralisasi dan Kepemimpinan Kependidikan dalam Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan Husniah - Achmad; Sri Hartono
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.521

Abstract

The era of globalization in the context of education cannot be avoided, the progress of science and technology accompanied by the increasingly rapid flow of world globalization has had its own impact on the world of education. This research aims to provide knowledge and insight for educational practitioners, especially for policy makers in educational institutions to manage educational institutions by utilizing their resources and competencies. This research uses qualitative methods that are literature studies, using descriptive analysis, with collection techniques data through books, journals and related research. The results show that this globalization process requires the nation's millennial generation to respond to the development of the world of education. The enactment of the decentralization policy has an impact on the management of education in Indonesia, especially in areas that have received authority in managing education, and the enactment of educational autonomy gives the head of an educational institution (school) the flexibility to manage the institution he leads into a quality institution. So it can be concluded that the management of educational units at the elementary and secondary education levels applies school-based management as indicated by independence, partnership, participation, openness and accountability. Era globalisasi dalam konteks pendidikan tidak dapat dihindari kehadirannya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Penelitian"ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan bagi praktisi pendidikan khususnya bagi pemangku kebijakan dalam lembaga pendidikan untuk mengelola lembaga pendidikan dengan memanfaatkan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat studi kepustakaan dengan menggunakan analisis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui buku-buku, jurnal dan yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses globalisasi ini menuntut generasi milenial bangsa untuk respon terhadap perkembangan dunia pendidikan. Berlakunya kebijakan desentralisasi memberikan dampak bagi pengelolaan pendidikan di Indonesia khususnya di daerah yang telah menerima kewenangan dalam pengelolaan pendidikan, dan berlakunya otonomi pendidikan memberikan keleluasaan kepala lembaga pendidikan (sekolah) untuk mengelola lembaga yang dipimpinnya menjadi lembaga yang berkualitas. Dapat disimpulkan bahwa pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandiri-an, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.
A Study on Nglanggeran Kampung Pitu: Sociologically and Anthropologically Perspectives supriadi supriadi; Muhammad Roy Purwanto; Putri Jannatur Rahmah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.392

Abstract

Some studies have found village in Yogyakarta that is only inhabited by 7 families, namely kampung Pitu. Since it was established approximately 600 years ago, it must only be inhabited by 7 families, no more and no less. This unique fact has raised researchers’ concern to conduct a study on the village by utilizing sociological and anthropological perspectives. This study aims to cultivate further the history of the village, its customs, and the religious understanding of the community of kampung Pitu. This study is descriptive qualitative. The informants of this study are the caretaker, head of community, and the head of families living in kampung Pitu. The data are collected by semi-structured interviews and documentation. The study results show that 1) Tingalan, Tayub/Ledek, and Rasulan are the traditions that are still preserved in the village. In the villagers’ belief, there will be a disaster if they abandon those traditions. 2) The community believes in myths, offerings, and rituals. 3) The social life of the village is much the same as the village in general. The community in kampung Pitu practice a strong religious tradition of their ancestor. Thus, making offerings and rituals is commonly practiced as they believe it can shield them from disaster, famine, and the like. Beberapa penelitian menemukan bahwa desa di Yogyakarta yang hanya dihuni oleh 7 keluarga, yaitu kampung Pitu. Sejak didirikan sekitar 600 tahun yang lalu, hanya boleh dihuni oleh 7 keluarga, tidak lebih dan tidak kurang. Fakta unik ini menimbulkan perhatian peneliti untuk melakukan kajian di desa dengan memanfaatkan perspektif sosiologis dan antropologis. Penelitian ini bertujuan untuk lebih mendalami sejarah desa, adat istiadatnya, dan pemahaman keagamaan masyarakat Kampung Pitu. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah pengurus, kepala masyarakat, dan kepala keluarga yang tinggal di kampung Pitu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingalan, Tayub/Ledek dan Rasulan merupakan tradisi yang masih dilestarikan di desa. Dalam kepercayaan penduduk desa akan ada bencana jika mereka meninggalkan tradisi tersebut. 2) Masyarakat mempercayai mitos, sesajen, dan ritual. 3) Kehidupan sosial desa hampir sama dengan desa pada umumnya. Masyarakat di kampung Pitu mempraktikkan tradisi religi yang kuat dari nenek moyang mereka. Jadi, membuat persembahan dan ritual biasanya dilakukan karena mereka percaya itu bisa melindungi mereka dari bencana, kelaparan, dan sejenisnya.
Tradisi Wuat Wai (Bekal Perjalanan) sebelum Melanjutkan Pendidikan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur Leonardus Agung Mandut; Syahrul Syahrul; Wahid Hasyim TRA Beni; Arifin Arifin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.528

Abstract

The purpose of this study was to determine the tradition of ‘wuat wai’ for children in Manggarai before attending education, and the benefits of implementing the tradition of ‘wuat wai’ in educational institution. The approach used in this study was qualitative. The research subjects using purposive sampling technique consisted of ‘Tua Adat’ (community leaders) and people in Manggarai. Research data were collected through interviews and documentation. The data of this study were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques. This study shows threes findings, namely, first, the tradition of ‘wuat wai’ used as an event to support success in education in Manggarai. Second, the tradition ‘wuat wai’ is very useful for the education of children in Manggarai by providing travel provisions. Third, travel provisions provided are moral support (motivation) and financial support. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tradisi wuat wai untuk anak di Desa Todo sebelum mengikuti pendidikan dan manfaat pelaksanaan tradisi wuat wai pada pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian dengan teknik purposive sampling terdiri atas tua adat (tokoh masyarakat) dan masyarakat di Desa Todo, Manggarai. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Data penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan tiga hal, yaitu, pertama, tradisi wuat wai dijadikan sebagi ajang untuk mendukung keberhasilan dalam pendidikan di Manggarai. Kedua, tradisi wuat wai sangat bermanfaat sebagai bekal perjalanan untuk melanjutkan pendidikan. Ketiga, bekal perjalanan yang diberikan untuk anak adalah dukungan moral (motivasi) dan dukungan finansial.
Tolak Bala Pandemi Virus Corona pada Masyarakat Melayu di Desa Rawak Kabupaten Sekadau Kalimatan Barat Karmila Karmila; Diaz Restu Darmawan; Efriani Efriani
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.517

Abstract

The tradition of Tolak Bala from the Malay community in Rawak Village, Sekadau Hulu District, Sekadau Regency is still often carried out even though they are already predominantly Muslim. The Tolak Bala tradition is a religious syncretism, where in the ritual can be found elements of Islam, as well as animist beliefs and dynamism. This study aims to determine and describe the function of the Tolak Bala ritual in relation to the Corona virus pandemic. The method used in this study is a qualitative method and data collection techniques using observation and interviews. The findings of this study have shown that the Tolak Bala ritual has changed in meaning because knowledge and mindsets about religion in the people of Rawak Village have become more advanced. They began to believe that the Tolak Bala ritual process carried out in ancient times was contrary to religious law or Islamic law. In the past, the ritual process of Tolak Bala ritual carried out with animistic worship, while nowadays it is carried out by praying to Allah SWT. Tradisi tolak bala masyarakat Melayu di Desa Rawak Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau masih sering dilakukan meskipun mereka sudah mayoritas beragama Islam. Tradisi tolak bala ini merupakan sinkretisme agama yang dalam ritual tersebut dapat ditemukan unsur-unsur Islam, serta kepercayaan animisme dan dinamisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan fungsi dari ritual tolak bala dalam hubunganya dengan pandemi virus corona. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif serta teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Temuan penelitian ini telah menunjukkan bahwa ritual tolak bala mengalami perubahan makna karena pengetahuan dan pola pikir tentang agama pada masyarakat di Desa Rawak sudah semakin maju. Mereka mulai meyakini bahwa proses ritual yang dilakukan pada zaman dahulu itu bertentangan dengan hukum agama atau syariat Islam. Pada zaman dulu proses ritual tolak bala dilakukan dengan pemujaan secara animism, sedangkan zaman sekarang dilakukan dengan proses berdoa kepada Allah Swt.
Kualitas Perangkat Pembelajaran Berbasis Teaching English by Using Song Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX MTs. Negeri 2 Kabupaten Gorontalo Trisnawaty Abdjul
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v6i1.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas perangkat pembelajaran berbasis teaching English by using song khususnya pada topik missing word pada kelas IX MTs. Negeri 2 Kabupaten Gorontalo yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini diterapkan di MTs. Negeri 2 Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari kevalidan, perangkat pembelajaran berkategori sangat valid (4,45). Berdasarkan hasil observasi, keterlaksanaan pembelajaran selama tiga kali pertemuan rata-rata mencapai 93,80 (sangat baik), respon peserta didik untuk kategori baik 48%, dan kategori sangat baik mencapai 52%. Rata-rata aktivitas peserta didik selama tiga kali pertemuan berkategori baik mencapai 13% dan 87% berada dalam kategori sangat baik. Hal ini berdampak pada hasil belajar peserta didik. Capaian hasil belajar peserta didik berdasarkan uji N-Gain 0,69 berkategori sedang. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran teaching english by using song valid, praktis, dan efektif.
The Teachers' Perceptions of the Effectiveness of Using Virtual Learning Media Abd Ghofur
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.453

Abstract

This study aims to explore teachers' perceptions of the effectiveness of using virtual learning media. The research method used is descriptive quantitative research to determine the description of teacher perceptions of the effectiveness of using virtual learning media during the Covid-19 pandemic. Respondents in this study were 813 teachers from kindergarten, elementary, junior high school, high school levels spread across several regions in Indonesia. The data collection technique used is a questionnaire or questionnaire that is distributed to respondents through online surveys (using the google form application). The results showed that 97% of teachers said that their educational institutions had implemented virtual-based learning. The effectiveness of learning using virtual learning media was recognized by 44% of teachers. Several types of virtual media are used by teachers, including those using Google Classroom, Edmodo, Telegram, Email, WhatsApp (WA) and several other applications. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi guru terhadap efektivitas penggunaan media pembelajaran virtual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif untuk mengetahui gambaran persepsi guru terhadap efektivitas penggunaan media pembelajaran virtual selama masa pandemi covid-19 ini. Responden dalam penelitian ini adalah 813 orang guru mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA yang tersebar di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni kuesioner atau angket yang disebarkan kepada responden melalui survei secara daring (menggunakan aplikasi google form). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97% guru mengatakan kalau lembaga pendidikannya telah menerapkan pembelajaran berbasis virtual. Efektivitas pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran virtual diakui oleh sebanyak 44% guru. Beberapa jenis media virtual yang digunakan oleh guru di antaranya ada yang menggunakan google classroom, edmodo, telegram, email, whatsapp dan beberapa aplikasi lain.
Analisis Nilai Kelestarian Lingkungan Obyek Wisata Tasik Ria Berdasarkan Willingness To Pay Nurdin Mohamad; Rakhmat Jaya Lahay
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.475

Abstract

The tourism sector currently plays a very important role in realizing national development. Various tourism areas become the prima donna and priority of the local government, because in addition to increasing regional income, it also has a positive impact on the economic level of the community, especially the community around the tourism area. Tourism development is aimed at improving the socio-economic conditions of the community such as opening and expanding employment opportunities, increasing income, and encouraging the speed of regional development. In addition, the management and development of tourism is expected to pay attention to environmental sustainability. Especially people who live around tourism areas. The tourism environment needs to be preserved because it has socio-economic values, such as the value of choice and the value of existence. This study shows that the socio-economic value of environmental sustainability at the Tasik Ria tourist attraction is Rp. 743,279,85,000. This figure is still the minimum value of these natural resources and does not take into account the value of the benefits of natural resources. However, this has shown that the Tasik Ria tourism environment area has a very valuable socio-economic value. Sektor kepariwisataan saat ini memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan nasional. Berbagai daerah pariwisata menjadi primadona dan prioritas pemerintah daerah, karena di samping meningkatkan pendapatan daerah juga memberikan dampak positif terhadap tingkat ekonomi masyarakat, terutama masyarakat sekitar kawasan pariwisata. Pembangunan kepariwisataan ditujukan untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti membuka dan memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta mendorong kecepatan pembangunan daerah. Selain itu, pengelolaan dan pengembangan pariwisata diharapkan memperhatikan kelestarian lingkungan. Terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan pariwisata. Lingkungan pariwisata perlu dilestarikan karena memiliki nilai sosial ekonomi, seperti nilai pilihan dan nilai eksistensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai sosial ekonomi kelestarian lingkungan objek wisata Tasik Ria adalah Rp743.279.85.000. Angka ini masih merupakan nilai minimal dari sumber daya alam tersebut dan belum memperhitungkan nilai manfaat dari sumber daya alam. Namun hal tersebut telah menujukan bahwa kawasan lingkungan parawisata Tasik Ria memiliki nilai sosial ekonomi yang sangat berharga.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue